Meriah dan Multikultural: Festival Sungai Asam Angkat Pesona Keberagaman Kota Jambi

Jambi, SepucukJambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar Jambi. Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Sungai Asam Tahun 2025 yang dipusatkan di Terminal Rawa Sari, Sabtu malam (12/7/2025).

 

Festival ini mengangkat nama Sungai Asam, salah satu aliran sungai bersejarah dan kebanggaan masyarakat yang melintasi kawasan Pasar Jambi. Dikemas secara estetik dan tematik, Festival Sungai Asam menyuguhkan ragam kebudayaan yang hidup dan berkembang di Kota Jambi.

 

Selain menampilkan budaya lokal seperti Melayu, Minang, Jawa, dan Sunda, festival ini juga menghadirkan malam budaya bertema internasional seperti Chines Night (budaya Tionghoa), Bollywood Night (India), dan Arabian Night (Timur Tengah). Perpaduan budaya ini mencerminkan kekayaan multikultural Kota Jambi yang harmonis.

 

Setelah sukses menggelar Festival Tumpah Ruah yang terbukti berdampak positif terhadap sektor perekonomian, khususnya pelaku UMKM, kini Festival Sungai Asam menjadi langkah lanjutan Pemkot Jambi untuk menghidupkan kembali denyut kawasan Pasar sebagai pusat ekonomi, pariwisata, dan budaya. Rencananya, festival ini akan digelar secara rutin setiap bulan dengan mengusung konsep integratif antara tradisi dan modernitas berbasis kearifan lokal.

Baca juga:  Walikota Maulana: Turnamen Catur Jadi Wadah Anak Muda Tunjukkan Bakat

Festival Sungai Asam ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang ditandai dengan pemukulan gong. Mengusung nuansa budaya Tionghoa pada malam pembukaan, kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat lintas suku dan budaya yang memadati area festival.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Sungai Asam perdana di tahun 2025 ini. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

 

“Meski acara ini digelar di tingkat kelurahan, namun antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Alhamdulillah, ini menunjukkan potensi besar yang bisa terus dikembangkan, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tengah masyarakat,” ujar Maulana.

Baca juga:  Tak Sekedar Seremonial, Walikota Maulana Beberkan Dasar Hukum dan Teknis Program Kampung Bahagia

 

Ia juga menekankan pentingnya membangkitkan kembali kehidupan di kawasan kota tua Pasar Jambi, tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya.

 

“Pasar ini menyimpan banyak kenangan dan nilai historis. Karena itu, kawasan ini harus dihidupkan kembali dengan tetap menjaga jati diri budayanya,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya revitalisasi kota tua.

 

“Kita akan terus dorong kegiatan-kegiatan positif seperti ini untuk menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar, sebagaimana yang telah dilakukan di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia yang juga memiliki kawasan kota tua,” lanjutnya.

 

Wali Kota Maulana juga menekankan, bahwa melalui Festival Sungai Asam, Pemerintah Kota Jambi ingin menjadikan keberagaman budaya sebagai tema yang diangkat setiap bulan. Hal ini merupakan bentuk nyata komitmen daerah dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang multikultural.

 

“Berbagai tema budaya akan kita akomodir dalam setiap pelaksanaan festival. Mulai malam ini, kita tampilkan budaya Tionghoa, selanjutnya akan ada Melayu, Arabian, hingga Bollywood. Ini menjadi simbol bahwa di Kota Jambi, keberagaman suku, adat, dan budaya justru menjadi kekuatan, bukan pemisah. Kita bisa hidup rukun dan berdampingan,” tekannya.

 

Pada kesempatan itu, Maulana juga membagikan kabar gembira kepada masyarakat terkait pengembangan transportasi umum ramah lingkungan di Kota Jambi. Ia menyebut, bahwa Pemkot Jambi secara bertahap akan menambah armada transportasi umum bertenaga listrik sebagai bagian dari komitmen menuju kota hijau dan berkelanjutan.

 

“Saat ini kita sudah memiliki dua unit bus listrik. InsyaAllah, pada bulan September nanti kita akan menambah unit baru. Ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum,” sebutnya.

 

Ia menjelaskan rencana bus listrik “Trans Bahagia” yang akan beroperasi melayani rute dari Terminal Rawa Sari atau Kawasan Tugu Keris menuju Museum Swarna Dwipa di kawasan Candi Muaro Jambi. Museum tersebut ditargetkan akan diresmikan pada Agustus mendatang dan menjadi destinasi unggulan baru di Provinsi Jambi.

 

“Kita juga sedang siapkan MoU agar Kota Jambi menjadi pusat wisata budaya dan religi. Museum Swarna Dwipa di Kabupaten Muaro Jambi ini memiliki konsep modern yang sangat menarik. Ke depan, akan banyak titik wisata yang berdekatan dengan Kota Jambi akan kita hubungkan dengan rute bus listrik ini,” jelasnya.

 

Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat ekosistem transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan di Kota Jambi.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru sekaligus destinasi wisata dalam kota Jambi.

 

Salah satunya, adalah revitalisasi kawasan Taman Remaja yang kini tengah disulap menjadi alun-alun pusat kota. Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mempersiapkan kawasan di sekitar menara air dekat Puskesmas Putri Ayu untuk dijadikan area pedestrian yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.

 

“Langkah ini kita lakukan untuk menumbuhkembangkan perekonomian daerah melalui sektor UMKM. Kawasan-kawasan ini diharapkan menjadi titik keramaian baru yang hidup, sekaligus ruang publik yang layak untuk warga dan pengunjung, sebagai destinasi wisata dalam kota,” tutup Wali Kota Jambi itu.

 

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana juga menyampaikan berbagai program unggulan Kota Jambi Bahagia yang saat ini telah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

Salah satunya adalah layanan pengaduan kegawatdaruratan terpusat “Call Center Bahagia 112” yang beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari, tanpa dipungut biaya. Layanan ini dapat diakses oleh masyarakat untuk berbagai kejadian kedaruratan, baik medis maupun non-medis.

 

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Lurah Sungai Asam, Suhendri menyampaikan, Festival Sungai Asam merupakan wujud nyata dari salah satu dari 11 program prioritas Kota Jambi Bahagia, yakni Bahagia Berbudaya.

 

“Kegiatan ini sebenarnya telah rutin kita lakukan, namun atas dorongan dan dukungan langsung dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, pelaksanaannya tahun ini menjadi jauh lebih semarak dan berdampak luas. Ini membuktikan komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah,” ungkap Suhendri.

 

Ia juga menjelaskan, Festival Sungai Asam edisi bulan Juli ini digelar selama dua hari, pada tanggal 12 dan 13, dengan melibatkan lebih dari 40 tenant UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal.

 

“Untuk bulan depan, festival akan kembali digelar dengan mengangkat tema Bollywood. Setelah itu, akan menyusul tema-tema budaya lainnya seperti Melayu, Minang, Arabian, dan akan ditutup pada pergantian tahun dengan Karnaval Budaya, yang menampilkan keragaman adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Betuah,” singkatnya.

 

Sementara itu, Rudi, mewakili tokoh Tionghoa Jambi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi langsung kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah menunjukkan kepedulian atas keberagaman budaya yang ada di Kota Jambi.

 

“Saya mewakili masyarakat Tionghoa tentunya merasa bangga dan nyaman berada di kota Jambi ini, karena masyarakatnya yang sangat menjunjung tinggi toleransi dengan hidup berdampingan tanpa kekhawatiran,” ujar Rudi.

 

“Ini tentunya menjadikan kekuatan bagi kita sebagai bangsa, khususnya di kota Jambi ini, karena perbedaan ini yang dapat menyatukan, sehingga mempererat silaturahmi antara kita meski dengan berbagai perbedaan adat dan budaya,” tambahnya.

 

Dia berharap, dengan hadirnya Festival Sungai Asam yang menampilkan beragam budaya nantinya dapat mempererat silaturahmi, saling mengenal antar masyarakat, dan bersatu dalam membangun kota Jambi khususnya.

 

“Ini saatnya kita bersatu bergandengtangan untuk mendukung program pembangunan kota Jambi. Mari kita terus jaga semangat gotong royong dan toleransi terhadap keberagaman untuk membangun kota jambi yang maju dan berbudaya,” tutup Rudi mewakili tokoh Tionghoa Jambi.

 

Berlangsung semarak, pembukaan Festival Sungai Asam ini juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Sekda A Ridwan, Ketua I TP PKK Kota Jambi Marsha Lystia, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, tokoh Tionghoa Jambi, jajaran Pemkot Jambi serta masyarakat dari berbagai wilayah dalam Kota Jambi. (*)




Dihadiri Wali Kota Jambi, Festival Sungai Asam di Terminal Rawasari Dibanjiri Pengunjung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ribuan warga tumpah ruah memadati Terminal Rawasari dalam gelaran Festival Sungai Asam, Sabtu (12/7/2025). Acara yang digagas oleh Pemerintah Kota Jambi ini menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan, sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM lokal.

Festival kali ini menampilkan kekayaan budaya Tionghoa, termasuk pertunjukan seni dan sajian kuliner khas yang dihadirkan oleh pelaku UMKM. Tak hanya menjadi hiburan, festival ini juga memperkuat harmoni antar etnis yang hidup berdampingan di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang hadir langsung di lokasi menyampaikan bahwa Terminal Rawasari memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat. Karena itu, pihaknya berkomitmen menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.

“Kita akan membangun dan menghidupkan kembali Terminal Rawasari. Maka dari itu, setiap awal bulan akan digelar Festival Sungai Asam agar kawasan ini kembali ramai dan menggeliatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Wali kota juga menyampaikan rencana besar Pemkot Jambi menjelang akhir tahun, yaitu menggelar Karnaval Budaya Kota Jambi secara besar-besaran. Karnaval ini akan menggabungkan seluruh elemen budaya dari berbagai suku dan etnis yang ada di Jambi.

“Kota Jambi ini damai karena kita rukun meski berbeda-beda. Kalau kita kompak, orang luar juga akan datang ke Jambi. Ekonomi tumbuh, usaha jalan, dan masyarakat sejahtera,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Pemkot Jambi akan terus mendorong pengembangan titik-titik wisata budaya di berbagai kawasan kota. Dalam waktu dekat, Jambi juga akan menjadi tuan rumah Musyawarah Wali Kota se-Sumatra, yang menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah.

“Kita akan promosikan Kota Jambi lebih luas. Nanti para wali kota se-Sumatra akan kita ajak keliling Jambi. Harapannya, Jambi makin dikenal, UMKM tumbuh, dan masyarakat makin bahagia,” pungkasnya.(*)




Warga Bangun Posko Lawan Stockpile Batubara, Minta Izin PT SAS Dicabut

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan stockpile dan jalur khusus batubara milik PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) di Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, kembali disuarakan.

Pada Minggu (13/7/2025), warga RT 03 Kelurahan Aur Kenali secara gotong royong kembali memasang spanduk penolakan di lingkungan mereka, sebagai bentuk sikap tegas menolak keberadaan stockpile di kawasan permukiman padat.

Ketua RT 03, Mahfuddin, mengatakan bahwa spanduk penolakan tersebut sebenarnya telah dipasang seminggu sebelumnya, namun sempat terlepas. Karena itu, warga memutuskan untuk memasangnya kembali secara swadaya.

“Kami gotong royong sekaligus memperbaiki dan memasang kembali spanduk penolakan yang sempat terlepas. Ini bentuk kekhawatiran warga,” ujarnya.

Mahfuddin menyebutkan, aksi ini berlangsung spontan, tanpa rencana formal.

Warga sepakat menjadikan pendopo RT 03 sebagai posko diskusi dan pusat koordinasi penolakan, tidak hanya bagi warga Aur Kenali, tetapi juga dari Mendalo Darat yang turut menyatakan sikap menolak pembangunan tersebut.

“Posko ini muncul atas inisiatif warga. Ini tempat warga menyampaikan aspirasi dan melakukan diskusi bersama terkait dampak dari rencana pembangunan stockpile PT SAS,” tambahnya.

Alasan utama penolakan warga adalah kekhawatiran terhadap dampak kesehatan, pencemaran udara, serta potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pengangkutan dan penyimpanan batubara yang akan berlangsung di tengah kawasan permukiman.

“Harapan kami jelas: cabut izin stockpile ini, atau pindahkan ke lokasi yang tidak padat penduduk,” tegas Mahfuddin.

Warga mendesak pemerintah dan instansi terkait agar segera mengambil langkah konkret.

Mereka berharap izin operasional PT SAS dicabut, atau lokasi pembangunan dipindahkan ke kawasan yang sesuai dengan tata ruang dan tidak membahayakan masyarakat.

Sebelumnya, berbagai elemen masyarakat dan aktivis lingkungan juga telah menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan stockpile batubara di Aur Kenali.

Mereka menilai lokasi tersebut tidak sesuai peruntukan dan berisiko menimbulkan bencana ekologis serta memperparah kualitas udara di kawasan permukiman.(*)




Gugatan Status Mat Sanusi Dinilai Lemah, Pakar: KONI Bukan Jabatan Sipil

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Pusat, Eman Sumusi, menegaskan bahwa proses Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Provinsi Jambi telah berjalan netral dan sesuai aturan.

Penegasan ini disampaikan menyikapi munculnya keberatan dari beberapa pihak terhadap hasil pemilihan Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi.

“Kami tegaskan, TPP tidak berpihak kepada siapa pun. Semua proses pemilihan Ketua KONI Jambi dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan AD/ART KONI,” kata Eman dalam keterangannya, Sabtu (12/7/2025).

Eman menjelaskan bahwa selama proses Musorprovlub KONI Jambi pada 30 Juni 2025 lalu, kedua calon yang maju tidak mengajukan protes terkait keabsahan lawannya.

Mereka juga telah diberikan kesempatan membahas regulasi sebelum pemilihan digelar.

“Tidak ada satu pun aturan yang dilanggar. Bagi kami, prosesnya sudah selesai dan sah. Jika ada yang masih mempermasalahkan, itu murni dari sudut pandang pribadi, bukan berdasarkan pelanggaran prosedur,” ujarnya.

Menanggapi isu soal status AKBP Mat Sanusi yang merupakan anggota Polri aktif, Eman menegaskan bahwa tidak ada aturan yang dilanggar.

Ia mengacu pada UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, di mana pasal larangan pejabat publik menjabat ketua KONI telah dihapus.

“Pasal larangan itu sudah tidak berlaku. Artinya, siapa pun boleh menjabat Ketua KONI, termasuk dari unsur TNI/Polri, selama memenuhi syarat yang ditetapkan,” jelasnya.

AKBP Mat Sanusi sendiri terpilih secara sah dan lolos dari proses penjaringan TPP KONI Pusat.

Ia juga memenangkan pemilihan yang digelar dalam forum resmi Musorprovlub, yang dihadiri perwakilan Ketua Umum KONI Pusat dan Karataker KONI Jambi.

Acara Musorprovlub juga dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi dan dihadiri seluruh anggota KONI Provinsi yang memiliki hak suara.

Pemilihan dilakukan secara terbuka dan transparan, sesuai dengan ketentuan organisasi.

Sementara itu, pengamat olahraga nasional Prof. Sukendro menyebut bahwa KONI bukanlah jabatan struktural sipil, sehingga keberatan terhadap status Mat Sanusi sebagai anggota Polri aktif tidak berdasar.

Mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2013, jabatan Ketua KONI tidak termasuk dalam kategori jabatan yang dilarang bagi anggota Polri selama mendapat izin dan tidak menyalahi tugas pokok.

“Kalau ada gugatan soal rangkap jabatan, itu lebih kepada kekecewaan politis. Jangan rusak proses pembinaan olahraga hanya karena ketidakpuasan hasil Musorprovlub,” tegasnya.

Ia menilai, polemik yang muncul justru mengganggu stabilitas organisasi dan proses pembinaan atlet Jambi menjelang agenda kompetisi nasional.(*)




Mat Sanusi Siap Bantu Oki Yusmika, Atlet Taekwondo Jambi Penderita Kanker Tulang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, menyampaikan komitmennya untuk membantu Oki Yusmika, atlet taekwondo asal Jambi yang saat ini tengah menjalani perawatan kanker tulang di RS Fatmawati, Jakarta.

Oki Yusmika dikenal sebagai atlet berprestasi, peraih medali perunggu di PON 2016 Jawa Barat dan PON 2020 Papua, serta emas di pra-PON 2019.

Kini, di usia 29 tahun, ia tengah berjuang melawan kanker tulang yang telah menyebabkan amputasi salah satu kakinya.

“Saya sangat prihatin atas kondisi Oki. Kami dari KONI Jambi akan berusaha membantu, baik secara organisasi maupun pribadi. Oki adalah pahlawan olahraga Jambi,” ujar Mat Sanusi saat diwawancarai di Jambi, Sabtu (12/7).

Mat Sanusi mengungkapkan bahwa pengurus KONI Jambi sedang melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban keluarga Oki Yusmika.

Ia juga mengajak masyarakat, donatur, dan instansi pemerintah, termasuk Gubernur Jambi, untuk turut membantu.

“Kami berharap ada kepedulian dari semua pihak. Atlet seperti Oki telah membawa nama baik Jambi. Sudah seharusnya kita bantu saat mereka sedang dalam kesulitan,” katanya.

Selain itu, kasus ini akan menjadi perhatian khusus dalam rapat internal KONI Jambi, agar ke depan tersedia skema perlindungan atau jaminan sosial bagi atlet berprestasi yang mengalami musibah atau sakit berat.

Pelatih taekwondo Jambi, Jimmy, menyebutkan bahwa saat ini Oki dalam keadaan sadar dan masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) sambil menunggu ruangan ICU di RS Fatmawati.

“Kondisinya stabil, tapi kakinya sudah diamputasi karena kanker tulang sudah menyebar ke pangkal paha. Kami berharap keajaiban dan kesembuhan untuk Oki,” ujar Jimmy

Jimmy juga mengucapkan terima kasih kepada Mat Sanusi dan jajaran KONI Jambi atas kepeduliannya. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jambi dan para dermawan lainnya turut memberikan perhatian.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan langsung kepada keluarga Oki, dapat menghubungi istrinya, Wahyu Ningsih, di nomor: 0853-7925-8142. (*)




Wali Kota Maulana Dorong Wisata Hijau, Bus Listrik Siap Sambungkan Tugu Keris ke Candi Muaro Jambi

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan budaya berbasis kolaborasi. Hal ini tampak dalam kegiatan Family Gathering jajaran Pemkot Jambi yang digelar di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Kompleks Percandian Muaro Jambi, Sabtu (12/7/2025), yang sekaligus dimanfaatkan sebagai momen strategis untuk menjalin kerja sama konkret dengan pengelola kawasan budaya nasional tersebut.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama jajaran pejabat Pemkot Jambi melakukan pertemuan dengan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi, membahas sejumlah rencana kolaboratif, salah satunya adalah pengembangan trayek bus listrik dari kawasan wisata Tugu Keris Siginjai menuju kawasan Candi Muaro Jambi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi memperkuat konektivitas dua kawasan wisata unggulan di Provinsi Jambi, sekaligus mendukung konsep energi hijau (green energy) yang terus dikembangkan oleh Pemkot Jambi.

“Kami berkomitmen menjadikan konektivitas antara Kota Jambi dan Candi Muaro Jambi sebagai kekuatan wisata baru yang ramah lingkungan. Bus listrik dari Tugu Keris menuju kawasan candi akan menjadi jalur wisata hijau yang dapat mendongkrak kunjungan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan,” terang Wali Kota Maulana.

Bus listrik tersebut direncanakan mulai beroperasi setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkot Jambi dan BPK. Direncanakan, pada tahap awal, trayek akan beroperasi pada malam hari di hari kerja, dan secara bertahap akan dikembangkan menjadi layanan penuh pada hari libur dengan tiga sesi perjalanan: pagi, siang, dan malam.

Kepala BPK Wilayah V Jambi Kementerian Kebudayaan RI Dr. Agus Widiatmoko menyambut baik inisiatif dan keseriusan Pemerintah Kota Jambi dalam ikut serta mengembangkan kawasan Candi Muaro Jambi. Ia mengapresiasi langkah konkret Wali Kota Jambi yang dinilainya sejalan dengan visi BPK dalam memajukan dan memodernisasi kawasan budaya tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Wali Kota Jambi. Kerja sama ini sangat kami sambut dengan antusias. Apalagi saat ini kami sedang gencar melakukan pengembangan kawasan Candi Muaro Jambi, termasuk pembangunan museum berstandar internasional yang berkelas bintang lima sebagai penunjang utama kawasan ini,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, Kepala BPK Wilayah V Jambi itu menegaskan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan Pemkot Jambi dalam mewujudkan kawasan Candi Muaro Jambi sebagai destinasi unggulan nasional yang terintegrasi dengan kota Jambi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan layanan pariwisata.

Wali Kota Jambi juga mengungkapkan optimismenya terhadap potensi kawasan Candi Muaro Jambi dalam mendukung berbagai event berskala nasional. Dalam waktu dekat, Kota Jambi akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) II, yang akan dihadiri oleh 10 Wali Kota dari berbagai daerah di wilayah Sumatera. Hal ini menurutnya merupakan peluang besar untuk memperkenalkan daya tarik wisata dan budaya Jambi secara lebih luas.

“Kami ingin melalui event-event yang diselenggarakan di Kota Jambi dapat bersinergi dengan kawasan wisata Muaro Jambi, agar wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga tinggal, berbelanja, dan merasakan kekayaan budaya kita. Ini juga akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan PAD Kota Jambi,” katanya.

Sebagai kota yang mengusung konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), Kota Jambi terus menggencarkan berbagai upaya untuk menjadi destinasi unggulan penyelenggaraan event, baik di bidang pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, maupun kegiatan pemerintahan dan swasta.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan para pemangku kepentingan. Kota Jambi siap menjadi tuan rumah berbagai agenda besar yang mendatangkan manfaat ekonomi dan promosi daerah. Setiap event yang kita dorong adalah bagian dari langkah menjadikan Jambi sebagai kota MICE yang berdaya saing dan berkelas,” pungkas Wali Kota Maulana.

Hadir dalam giat itu Sekda A Ridwan, Asisten Sekda, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, Ketua I TP PKK Kota Jambi Marsha Lystia, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, para Kepala OPD, Kabag Setda dan Camat se-Kota Jambi.(*)




Penuh Warna dan Makna, Ketua Dekranasda Kota Jambi Apresiasi Penyelenggaraan Pameran Dekranas

BALIKPAPAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, turut hadir dan berpartisipasi langsung dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2025, yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 9–11 Juli 2025.

Kegiatan akbar ini dibuka secara meriah pada Rabu malam (9/7/2025), yang ditandai dengan pembukaan Pameran Expo 2025. Ribuan pelaku UMKM dan perajin dari seluruh penjuru Tanah Air ambil bagian, menampilkan beragam produk kriya unggulan dari daerah masing-masing, mulai dari wastra, busana, aksesori, hingga kuliner khas yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman budaya lokal Indonesia.

Dengan mengusung tema “Perajin Berdaya, Mendunia”, peringatan HUT Dekranas ke-45 ini menjadi ajang promosi sekaligus apresiasi bagi dunia kerajinan nasional. Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, pelaku industri kreatif, mitra usaha, hingga para pecinta kerajinan tangan dari berbagai daerah.

Sebagai tanda dibukanya secara resmi rangkaian kegiatan, Ketua Umum Dekranas Pusat, Selvi Gibran Rakabuming, memimpin prosesi tasyakuran melalui pemotongan tumpeng dan pemukulan alat musik tradisional khas Kalimantan Timur, yang menjadi simbol kekayaan seni dan budaya Nusantara.

Dalam sambutannya, Selvi menyampaikan keyakinannya bahwa pertemuan antara Ketua Dekranasda dari seluruh Indonesia bersama jajaran pengurus Dekranas Pusat akan menjadi momentum yang melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif.

“Sesuai tema tahun ini merupakan tujuan bersama untuk UMKM. Yakni harus menjadi raja di skala domestik. Kemudian meningkatkan value atau nilai jual untuk menjadi pemasok pasar global. Dan ini adalah PR kita bersama yang harus kita emban,” ujarnya.

Kepada seluruh Ketua Dekranasda, Selvi berpesan agar terus aktif memberikan pembinaan, pendampingan kepada para perajin, terutama yang belum tersentuh dan belum mempunyai pasar.

Dirinya juga menyoroti pentingnya pendampingan dalam penggunaan media sosial bagi para perajin, khususnya yang berada di wilayah terpencil. Menurutnya, kemampuan memasarkan produk secara efektif, baik melalui platform daring (online) maupun luring (offline), menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Pendampingan dalam hal perizinan juga sangat dibutuhkan, terutama bagi para perajin pemula yang baru merintis usahanya. Dengan begitu, semangat Perajin Berdaya, Mendunia dapat benar-benar terwujud,” tambahnya.

Sementara itu, usai mengikuti rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT ke-45 Dekranas itu, Ketua Dekranasda Kota Jambi dokter Nadiyah Maulana, menyampaikan optimismenya untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas para perajin lokal Kota Jambi yang memiliki kekayaan dan keunikan tersendiri.

“Sesuai dengan arahan Ketua Umum Dekranas, Ibu Selvi Gibran Rakabuming, kita akan terus mendorong peningkatan daya saing produk lokal, khususnya batik Jambi yang menjadi produk unggulan daerah. Harapannya, batik dan kerajinan lainnya mampu menguasai pangsa pasar, terutama di tingkat lokal, sebelum menembus pasar nasional bahkan global,” ujar Nadiyah.

Dirinya juga menekankan untuk terus membantu perajin lokal kota jambi agar mempunyai daya saing, tidak hanya ditingkat lokal bahkan didorong secara global.

“Disini banyak produk-produk kriya dari seluruh penjuru tanah air, tentunya ini adalah kekayaan yang kita miliki. Saya selaku Ketua Dekranasda tentunya akan turut membantu para perajin agar bisa lebih luas melakukan pemasaran produknya, sehingga dapat dikenal secara global,” tekannya.

Turut hadir dalam rangkaian HUT ke-45 Dekranas yang bertema “Perajin Berdaya Mendunia” itu, Wamendagri Ribka Haluk bersama Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian.

Sebelumnya, dokter Nadiyah Maulana yang juga sebagai Ketua TP PKK Kota Jambi turut menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-10 TP PKK yang sekaligus dirangkai dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang berlangsung di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

“Hasil dari Rakernas PKK tahun ini tentunya akan kita sesuaikan dengan kepengurusan PKK di daerah,” pungkas Nadiyah.

Setelah mengikuti kedua agenda nasional tersebut, dokter Nadiyah menyampaikan harapannya agar TP PKK dan Dekranasda Kota Jambi dapat memperoleh penguatan dari sisi kelembagaan, program, maupun jejaring kerja. Ia juga berharap hasil dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bahan masukan yang bernilai dalam upaya pengembangan dan peningkatan kinerja TP PKK serta Dekranasda Kota Jambi ke depan.(*)




Malam Penuh Euforia di Jambi: Sound of Flawless Vol 2 Hadirkan Momen Tak Terlupakan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Konser Bold Music Sound of Flawless Vol. 2 kembali digelar di Kota Jambi pada Jumat (11/7/2025) malam.

Acara ini sukses menarik perhatian ribuan penggemar musik, terutama generasi Z yang mendominasi area penonton.

Dari pantauan di lokasi, ribuan penonton memadati area konser untuk menyaksikan penampilan musisi ternama yang tampil secara bergantian.

Sejumlah musisi populer yang tampil dalam konser ini di antaranya For Revenge, Yura Yunita, Sal Priadi, serta grup musik lokal asal Jambi, Semiotika.

“Ini seru sekali, padat dan meriah. Saya sengaja datang hanya untuk ini bersama teman,” kata salah satu pengunjung konser, Dodo, kepada wartawan.

Konser dimulai dengan penampilan Semiotika yang membawakan lagu-lagu post-rock instrumental.

Setelah itu, Sal Priadi tampil dengan sejumlah lagu andalannya yang disambut antusias penonton.

Penampilan Yura Yunita juga sukses membuat suasana semakin semarak. Sebagai penutup, For Revenge membawakan deretan lagu populer yang membuat penonton larut dalam euforia.

Sound of Flawless ini menjadi bagian dari upaya memperkaya hiburan musik di Jambi sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi musisi lokal dan nasional.(*)




Kemas Faried Gelar Reses II 2025 di Dapil III, Serap Aspirasi Warga Telanaipura dan Sekitarnya

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menggelar Reses II Tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Telanaipura, Danau Sipin, dan Danau Teluk, Sabtu (12/7/2025) pagi.

Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Cadika dan dihadiri ratusan warga, ketua RT, tokoh masyarakat, serta beberapa lurah dari wilayah tersebut.

Reses dimulai dengan kegiatan senam bersama, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.

Dalam sesi dialog, berbagai aspirasi disampaikan warga, seperti:

* Perbaikan infrastruktur jalan dan drainase yang sering tersumbat;

* Peningkatan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan;

* Keluhan terkait BPJS Ketenagakerjaan yang belum dapat dimanfaatkan saat terjadi kecelakaan;

* Permintaan dukungan kegiatan kepemudaan dan UMKM.

Menanggapi keluhan soal BPJS Ketenagakerjaan, Kemas Faried menjelaskan bahwa sebanyak 1.000 peserta BPJS yang menjadi tanggung jawabnya telah dibayarkan untuk satu tahun.

“Itu seharusnya sudah bisa dipakai karena sudah kita bayarkan. Nanti akan kita koordinasikan dengan pihak BPJS,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 24 Kelurahan Legok menyampaikan aspirasi terkait fasilitas latihan dayung dan dermag yang belum memadai.

Menanggapi hal itu, Kemas Faried menyebut bahwa dermaga sudah diserahkan belum lama ini.

Sebagai bentuk dukungan, Kemas Faried juga menyerahkan bantuan dana tunai kepada pihak kelurahan yang akan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Dalam keterangannya usai reses, Kemas Faried menegaskan pentingnya reses sebagai sarana menjaring aspirasi langsung dari masyarakat.

Ia memastikan semua masukan akan dibawa ke DPRD untuk dibahas bersama Pemkot Jambi.

“Reses ini adalah komitmen kami untuk terus mendengarkan dan memperjuangkan suara masyarakat. Saya hadir langsung untuk memastikan kebutuhan warga benar-benar terakomodasi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa DPRD Kota Jambi akan mengawal semua aspirasi agar dapat ditindaklanjuti dengan program pembangunan yang merata dan tepat sasaran.(*)




Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Dukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia

JAMBI – Dinas Pendidikan Kota Jambi mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh Kepala PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta di Kota Jambi untuk menyukseskan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) pada hari pertama sekolah, Senin, 14 Juli 2025 mendatang.

Melalui surat bernomor m 400.3.5/2461/DISDIK/2025, tertanggal 11 Juli 2025, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi menyampaikan pentingnya peran ayah dalam mendampingi anak di hari pertama sekolah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program “Bahagia Berbudaya Kota Jambi”.

Dalam surat yang ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Jambi menginstruksikan beberapa poin penting:

1. Pelaksanaan kegiatan “Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah” pada Senin, 14 Juli 2025 di semua jenjang pendidikan;

2. Mengajak ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk turut serta dalam program GATI;

3. Mengimbau seluruh ayah atau wali murid agar mengantar anak mereka hingga ke halaman sekolah;

4. Melakukan dokumentasi kegiatan (foto, video, testimoni) dan membagikannya di media sosial pribadi, sekolah, dan kanal resmi masing-masing satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi menegaskan bahwa, keterlibatan ayah dalam aktivitas anak, terutama di hari pertama sekolah, dapat meningkatkan semangat dan kepercayaan diri anak dalam menjalani proses belajar.

Selain itu, hal ini sejalan dengan tujuan Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang mendorong kehadiran sosok ayah sebagai figur pendamping yang aktif dan inspiratif.

“Kami berharap para ayah dapat berpartisipasi aktif, tidak hanya sekadar mengantar, tetapi juga memberi motivasi dan kebanggaan kepada anak-anaknya di momen penting awal tahun ajaran ini,” ujar Kadisdik Kota Jambi.

Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua, serta membangun sinergi positif antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik di Kota Jambi.

Untuk informasi lebih lanjut, pihak sekolah diminta menyampaikan kegiatan tersebut melalui media sosial serta mendokumentasikan pelaksanaannya sebagai bentuk dukungan terhadap GATI dan program Bahagia Berbudaya.(*)