Dari Manasik hingga Quran Lansia, Ini Konsep Baru Jambi Islamic Center

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan rencana besar pengelolaan Jambi Islamic Center agar kawasan tersebut benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Menurutnya, bangunan yang sudah tersedia saat ini tinggal dimaksimalkan fungsinya melalui pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan.

“Jambi Islamic Center ini tinggal kita gunakan dengan baik. Kami akan menyusun pengurusnya, nanti kita juga akan studi banding ke Islamic Center DKI Jakarta,” ujar Al Haris saat diwawancarai.

Salah satu rencana pengembangan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jambi adalah pembangunan miniatur Ka’bah.

Fasilitas tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai lokasi manasik haji dan umrah bagi masyarakat Jambi.

“Saya berharap ke depannya ada miniatur Ka’bah untuk orang manasik haji dan umrah di sini,” kata Al Haris.

Tak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, Jambi Islamic Center juga dirancang sebagai ruang produktif bagi masyarakat.Ke depan, akan tersedia ruangan khusus yang dapat digunakan untuk bekerja sekaligus menjadi pusat informasi terkait haji dan keagamaan.

Berbagai agenda kegiatan keislaman juga telah disiapkan untuk menghidupkan kawasan Islamic Center.

Di antaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) Imam Masjid, wisuda remaja masjid bersama BKPRMI, serta pelatihan pengelolaan bisnis masjid.

Selain itu, program pembinaan Al-Qur’an turut menjadi fokus, seperti Quran Lansia dan Quran Milenial.

Program ini menyasar anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu yang ingin memperbaiki dan memperlancar bacaan Al-Qur’an.

“Intinya kita ingin Islamic Center ini menjadi sebuah pendidikan non-kampus. Orang bisa belajar apa saja di sini, termasuk anak-anak yang belum bisa shalat,” jelasnya.

Saat ini, struktur kepengurusan Jambi Islamic Center masih dalam tahap penyusunan. Al Haris menargetkan pengelolaan Islamic Center sudah berjalan secara optimal pada tahun 2026.

“Struktur pengurusannya sedang diatur dan InsyaAllah tahun 2026 sudah berjalan,” tutupnya.(*)




Pastikan Aman dan Bergizi, BPOM Jambi Kawal Program MBG hingga Dapur

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi mengambil peran aktif dalam pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Keterlibatan ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan kepada masyarakat memenuhi standar keamanan dan mutu pangan.

Kepala BPOM Provinsi Jambi, Musthofa Anwari, menyampaikan bahwa BPOM memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga kualitas makanan bergizi gratis, khususnya pada pelaksanaan di tingkat daerah.

BPOM turut bergabung dalam struktur koordinasi bersama pemerintah daerah untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

Program MBG di Provinsi Jambi dijalankan melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta tim percepatan MBG yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota.

“BPOM menjadi bagian dari struktur tersebut di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota,” kata Musthofa.

Salah satu tugas utama BPOM Jambi dalam program ini adalah memberikan pelatihan kepada relawan yang bertugas memasak di dapur MBG.

Pelatihan tersebut meliputi aspek keamanan pangan, penanganan bahan makanan yang benar, serta upaya pencegahan risiko keracunan makanan.

“Selain pelatihan, BPOM Jambi juga melakukan pengawasan rutin dan pengambilan sampel terhadap makanan yang digunakan dalam program MBG,” sebutnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh makanan yang disajikan aman dan layak dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Di Kota Jambi sendiri, hingga tahun 2026 ditargetkan terbentuk sebanyak 74 dapur SPPG. Seluruh dapur tersebut akan menjadi sasaran pembinaan dan pelatihan relawan masak oleh BPOM Jambi secara bertahap.

Program MBG juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai penyedia produk pendukung.

Produk UMKM yang dapat digunakan dalam program ini adalah produk yang telah memiliki izin edar dari BPOM, sehingga keamanan pangannya lebih terjamin.

Musthofa menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Jambi saat ini sudah berjalan.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat sebagai konsumen cerdas dalam memilih makanan yang aman dan berkualitas.

Dalam pengawasan obat dan makanan, terdapat tiga pilar utama, yakni industri, pemerintah, dan konsumen.

Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa guna menghindari risiko makanan yang dapat membahayakan kesehatan.(*)




Sekda Sudirman Ajak Lestarikan Nilai Perjuangan Veteran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH, menekankan pentingnya peran Pemuda Panca Marga (PPM) sebagai organisasi yang menghimpun anak cucu pahlawan dalam melestarikan nilai perjuangan para veteran.

Hal ini disampaikan Sekda Sudirman saat menghadiri peringatan HUT ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan HUT ke-45 PPM Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (22/01/2026).

Menurut Sekda, PPM dan LVRI memiliki peran strategis dalam meneruskan cita-cita proklamasi dan mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.

“Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran atas pengorbanan luar biasa dalam mempertahankan kemerdekaan. Peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk mengenang jasa-jasa para veteran yang menjadi fondasi kebebasan dan keberlanjutan bangsa,” ujar Sekda.

Sekda Sudirman menambahkan bahwa perjuangan para veteran adalah teladan keberanian, ketulusan, dan keteguhan hati yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun bangsa, menjaga persatuan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap setiap kontribusi yang diberikan oleh veteran menjadi warisan abadi bagi bangsa.

Dalam arahannya, Sekda juga menekankan pentingnya sinergi antara generasi pendahulu dan generasi penerus.

“Kami berharap PPM dapat menjadi garda terdepan dalam menerjemahkan pengalaman veteran menjadi aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Nilai-nilai perjuangan veteran harus terus menjadi kekuatan membangun Provinsi Jambi yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Acara ini tidak hanya menjadi peringatan hari jadi organisasi LVRI dan PPM, tetapi juga momentum memperjuangkan kesejahteraan, kehormatan, dan martabat para veteran dan keluarganya.

Sekda menekankan, LVRI dan PPM Provinsi Jambi diharapkan terus aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya, serta menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.

“Selamat HUT ke-69 LVRI dan HUT ke-45 PPM. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan bagi para veteran yang terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Jambi,” tutup Sekda Sudirman.(*)




Buntut Pengeroyokan Guru di Tanjab Timur, DPRD Jambi Pertimbangkan Bentuk Pansus

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – DPRD Provinsi Jambi mempertimbangkan pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum guru dan siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur.

Langkah ini dinilai penting untuk mengevaluasi keseluruhan sistem pengajaran sekaligus menindaklanjuti laporan dari kedua pihak.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Hafiz Fattah, menyampaikan bahwa keputusan pembentukan Pansus masih menunggu perkembangan kasus yang kini tengah didalami oleh Polda Jambi.

“Untuk membentuk Pansus, kita harus menunggu dulu hasil pendalaman. Kalau ditemukan ada masalah sistemik dalam pengajaran, maka pembentukan Pansus menjadi langkah yang tepat. Namun, jika kasus murni kesalahan salah satu pihak, maka penyelesaian akan dilakukan oleh dinas terkait,” ujar Hafiz.

Hafiz menambahkan bahwa pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dengan Kapolda Jambi terkait perkembangan kasus.

Pendalaman kasus mencakup pemeriksaan terhadap oknum guru, termasuk kemungkinan uji kesehatan mental, sebagai langkah untuk memahami kondisi psikologis yang bersangkutan.

“Termasuk juga kemungkinan dilakukan pemeriksaan kesehatan mental kepada oknum guru. Kita lihat nanti hasilnya seperti apa,” jelasnya.

DPRD Provinsi Jambi menegaskan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait agar penanganan kasus berjalan cepat. Penyelesaian secara kekeluargaan juga tetap menjadi opsi jika memungkinkan dan disepakati semua pihak.

“Yang jelas, DPRD terus mengawasi dan menekankan agar dinas segera menindaklanjuti. Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan semua pihak setuju, tentu ini yang diharapkan,” tambah Hafiz.

Kasus ini sebelumnya memicu perhatian publik setelah laporan dibuat oleh siswa maupun guru terkait dugaan kekerasan di lingkungan SMKN 3 Tanjung Jabung Timur.

Hingga saat ini, kepolisian masih menelusuri kronologi peristiwa serta faktor-faktor yang memicu insiden tersebut.(*)




DPRD Jambi Tekankan Pentingnya Evaluasi Kejiwaan, Buntut Pengeroyokan Guru di Tanjab Timur

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum guru dan siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur masih dalam proses pendalaman pihak kepolisian.

Polda Jambi menangani laporan dari kedua belah pihak, baik siswa maupun guru.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Hafiz Fattah, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa kali komunikasi dengan Kapolda Jambi terkait perkembangan kasus tersebut.

Menurut Hafiz, aparat kepolisian masih mendalami laporan secara menyeluruh sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Sudah komunikasi dan beberapa kali bertemu dengan Kapolda. Polda ingin mendalami dulu karena baik dari pihak siswa maupun guru sama-sama membuat laporan,” ujar Hafiz.

Dalam proses pendalaman, kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan tambahan terhadap oknum guru yang terlibat, termasuk pemeriksaan kesehatan mental maupun kejiwaan.

“Termasuk kemungkinan dilakukan uji kesehatan mental kepada oknum guru tersebut. Kita lihat nanti hasilnya bagaimana,” tambahnya.

DPRD Provinsi Jambi menegaskan akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar penanganan kasus dapat segera dilakukan.

Penyelesaian secara kekeluargaan tetap menjadi salah satu opsi jika memungkinkan.

“Yang jelas dari sisi DPRD terus berkomunikasi dan menekankan kepada dinas terkait untuk segera mengambil tindakan. Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan semua pihak sepakat, tentu itu diharapkan,” kata Hafiz.

Terkait wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus), Ketua DPRD Jambi menegaskan bahwa langkah tersebut masih menunggu perkembangan kasus.

“Untuk membentuk pansus, kita harus menunggu perkembangan dulu. Kalau ditemukan permasalahan dari sistem pengajaran yang ada, maka perlu dibentuk pansus. Tapi kalau murni kesalahan salah satu pihak, maka dinas terkait yang akan menyelesaikan,” tutupnya.(*)




Bahaya Judi Online dan Narkoba, Kadis Kominfo Ariansyah Ajak Generasi Muda Jambi Waspada

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jambi Field menggelar kegiatan sosialisasi Bahaya Judi Online dan Narkoba dengan tema “Judi Online dan Narkoba: Ancaman Integritas, Keselamatan, Karir, dan Keluarga”.

Acara digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kenali Asam, Jambi, pada Rabu (21/1) pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh karyawan Pertamina serta masyarakat sekitar.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Drs. Ariansyah, ME, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, yang membawakan materi Bahaya Judi Online Bagi Generasi Muda, dan Mira Mutiara, S.I.Kom, Konselor Adiksi BNN Kota Jambi, yang memaparkan Bahaya Narkoba.

Dalam pemaparannya, Ariansyah menjelaskan beberapa faktor yang memicu maraknya perjudian online, antara lain faktor sosial dan ekonomi, situasional, proses belajar, persepsi kemenangan, dan keterampilan teknologi.

Ia juga menekankan ciri-ciri seseorang yang kecanduan judi online, seperti sulit menahan diri, berbohong terkait aktivitas kerja, menghabiskan waktu berlebihan di dunia maya, meminjam uang secara sembunyi-sembunyi, mengabaikan keluarga dan teman, serta menutup-nutupi perilaku.

Dampak negatifnya, menurut Ariansyah, sangat serius. Mulai dari kecanduan, kerugian finansial, risiko bunuh diri, perilaku kriminal, pelanggaran privasi, hingga rusaknya hubungan keluarga.

Ia menegaskan, judi online juga dapat mengancam masa depan anak-anak hingga terputusnya jenjang pendidikan akibat terjerat pinjaman online atau utang berbunga tinggi.

Pemerintah Provinsi Jambi, kata Ariansyah, telah melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk memblokir situs judi online, menyebarkan informasi melalui baliho, spanduk, brosur, videotron, media sosial, surat edaran, hingga dialog TVRI.

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan di lingkungan pelajar SLTA, SMK, dan SDLB se-Provinsi Jambi, serta melalui deklarasi anti investasi bodong, pinjaman online ilegal, dan judi online.

“Kegiatan ini menjadi upaya penting dalam melindungi generasi muda dari ancaman yang dapat merusak integritas, karir, keselamatan, dan hubungan keluarga,” ujar Ariansyah.

Ia menambahkan, Pertamina dan Pemprov Jambi juga membuka layanan pengaduan masyarakat untuk menampung laporan terkait judi online.

Sosialisasi ini menekankan bahwa edukasi dan pencegahan dini adalah kunci.

Selain membangun kesadaran masyarakat, langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka kecanduan judi online dan penggunaan narkoba, sehingga generasi muda lebih terjaga dari risiko sosial, finansial, dan kesehatan.

“Kegiatan ini bukan hanya edukasi, tetapi langkah nyata dalam menumbuhkan budaya aman, sehat, dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda,” tutup Ariansyah.(*)




Zona Merah Pertamina Dipertanyakan, DPRD Kota Jambi Temukan Data Tak Sinkron

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Panitia Khusus (Pansus) Zona Merah Pertamina DPRD Kota Jambi menyoroti sejumlah kejanggalan dalam penetapan kawasan zona merah Pertamina di wilayah Kota Jambi.

Salah satu temuan utama Pansus adalah ketidakjelasan data serta titik koordinat zona merah yang hingga kini dinilai belum dapat dijelaskan secara rinci oleh instansi terkait.

Sorotan tersebut mencuat dalam rapat tertutup Pansus Zona Merah DPRD Kota Jambi bersama Pertamina EP Jambi, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jambi, serta Pemerintah Kota Jambi yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Jambi.

Ketua Pansus Zona Merah Pertamina DPRD Kota Jambi, Muhili, menyampaikan bahwa rapat tidak hanya membahas paparan teknis dari masing-masing instansi, tetapi juga menyoroti dampak sosial yang dirasakan masyarakat akibat penetapan zona merah tersebut.

Menurut Muhili, penetapan kawasan zona merah telah memicu keresahan di tengah warga.

Banyak masyarakat merasa dirugikan, terutama karena dasar penetapan zona merah dinilai tidak disertai penjelasan yang transparan dan mudah dipahami.

“Penetapan zona merah ini sudah berdampak langsung ke masyarakat. Namun ketika kami meminta penjelasan detail, justru tidak ada kejelasan mengenai dasar dan titik koordinatnya,” ujar Muhili, Rabu (21/1/2026).

Pansus DPRD Kota Jambi juga menemukan adanya ketidaksinkronan data antarinstansi, khususnya terkait peta zona merah yang mencantumkan titik koordinat KMK 92.

Saat diminta penjelasan mengenai lokasi pasti titik tersebut, baik pihak BPN maupun Pertamina dinilai belum mampu memberikan keterangan yang meyakinkan.

“Kami menanyakan secara langsung di mana letak titik koordinat zona merah itu. Jika instansi teknis saja tidak bisa menjelaskan secara pasti, tentu masyarakat berhak mempertanyakan keabsahan zona merah tersebut,” tegasnya.

Atas temuan tersebut, Pansus DPRD Kota Jambi berencana mengambil langkah lanjutan dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk memverifikasi dan mencocokkan titik koordinat yang tercantum dalam peta zona merah dengan kondisi faktual di lapangan.

Muhili menambahkan, berdasarkan paparan awal dari BPN Kota Jambi, Pansus ingin memastikan apakah zona merah benar-benar berada di lokasi yang dimaksud atau justru terdapat kesalahan yang berpotensi merugikan hak-hak masyarakat.

Pansus DPRD Kota Jambi menegaskan akan terus mengawal persoalan zona merah Pertamina hingga tuntas, mengingat isu tersebut berkaitan langsung dengan kepastian hukum, kepemilikan lahan, serta pemanfaatan tanah oleh warga.

“Kami akan terus melakukan rapat dan langkah lanjutan. Tujuan kami jelas, menyelesaikan persoalan zona merah Pertamina dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Kota Jambi,” pungkas Muhili.(*)




Tujuh Unsur Forkopimda Terima Gelar Adat Melayu Jambi, Ini Pesan Gubernur Al Haris

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menegaskan bahwa pemberian gelar adat kepada tujuh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi merupakan bentuk penghargaan sekaligus pengakuan sebagai bagian dari masyarakat adat Melayu Jambi.

Penganugerahan gelar adat tersebut berlangsung di Balairungsari LAM Jambi, Rabu (21/1/2026) pagi.

Prosesi ini menjadi simbol penghormatan adat yang disesuaikan dengan karakter, kebiasaan, dan keahlian masing-masing penerima gelar, disertai harapan dan doa sesuai makna gelar yang diberikan.

Acara diawali dengan pembacaan penganugerahan gelar oleh Ketua LAM Provinsi Jambi, Datuk Hasan Basri Agus. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin, pemasangan selempang, dan Gordon.

Selanjutnya dilakukan kata penyisipan serta penyerahan keris oleh Gubernur Jambi Al Haris selaku Pembina LAM Jambi, serta penyerahan Piagam Gelar Adat dan Buku Pokok Adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah oleh Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani. Acara juga diisi dengan prosesi tepuk tawar dan pengumuman adat.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pemberian gelar adat tersebut telah melalui proses dan pertimbangan panjang sesuai ketentuan yang berlaku di LAM Jambi.

Gelar diberikan kepada sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki ketulusan, kapasitas, dan dedikasi dalam membina masyarakat, adat, dan budaya di Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah pada siang yang penuh berkah ini kita menyaksikan pemberian gelar kepada unsur Forkopimda yang sehari-hari juga berperan sebagai pembina Lembaga Adat Melayu Jambi. Gelar ini menunjukkan betapa LAM Jambi memuliakan para pembinanya sesuai peran dan jabatan masing-masing,” ujar Al Haris.

Gubernur berharap momentum penganugerahan gelar adat ini semakin memperkuat falsafah dan kearifan lokal Melayu Jambi yang dikenal dengan prinsip adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah, serta syara’ mengato adat memakai sebagai pedoman kehidupan masyarakat.

“Melalui sinergi bersama, nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi pemersatu dan mendukung pembangunan daerah. Kepada unsur Forkopimda yang menerima gelar adat, semoga semakin mempererat hubungan emosional dan silaturahmi dengan masyarakat adat dan Pemerintah Provinsi Jambi,” harapnya.

Selain itu, Al Haris juga mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk terus berkontribusi dalam memberikan sumbangan pemikiran, saran, serta dedikasi dalam melestarikan dan mengembangkan nilai adat istiadat serta kearifan lokal di Provinsi Jambi.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat bukan sekadar seremonial, melainkan mengandung amanah dan tanggung jawab moral.

“Yang menerima gelar harus menjadi teladan. Penganugerahan ini bukan hanya sah secara adat, tetapi juga memiliki legitimasi hukum karena telah diatur dalam ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap penganugerahan ini semakin memperkokoh kolaborasi antara unsur adat dan negara dalam menjaga keharmonisan sosial masyarakat Jambi.

Khusus pemberian gelar kehormatan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Datuk HBA menyebutnya sebagai penghargaan atas peran, loyalitas, dan kontribusinya dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah.(*)




Respons Cepat Damkartan Kota Jambi, Kebakaran Enam Kios Berhasil Dipadamkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda deretan kios di Jalan H Adam Malik, RT 37, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Rabu (21/1/2026) siang.

Kebakaran yang menghanguskan enam unit kios tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Petugas Damkartan langsung bergerak menuju lokasi hanya empat menit setelah laporan diterima dan tiba di tempat kejadian dalam waktu 11 menit dari Mako Damkartan.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan respons cepat dilakukan begitu laporan masuk melalui layanan darurat.

“Begitu laporan kami terima, seluruh personel langsung bergerak. Total ada 120 personel yang kami turunkan dengan 11 armada, terdiri dari armada komando, armada tempur, dan armada suplai,” ujar Mustari.

Objek yang terbakar meliputi tiga kios pakaian, satu kios kelontong, satu kios nasi uduk, dan satu kios nasi goreng. Sedikitnya enam kepala keluarga dengan total 20 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.

Dalam operasi pemadaman, Damkartan Kota Jambi mengerahkan Pleton III Mako, seluruh Pos Pemadam Kebakaran Kota Jambi, serta personel Latihan Gabungan dari Muaro Jambi.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama sekitar satu jam 30 menit dengan total penggunaan air mencapai 64.000 liter.

Mustari mengungkapkan, salah satu kendala di lapangan adalah kemacetan lalu lintas dan banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian.

“Akses menuju lokasi sempat terhambat karena kemacetan dan warga yang berkerumun. Namun hal tersebut bisa kami atasi, sehingga pemadaman tetap berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Selain melakukan pemadaman, Damkartan juga melakukan evakuasi korban. Berdasarkan laporan di lokasi, terdapat satu orang yang terjebak di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.

“Petugas kami langsung menggunakan baju tahan api untuk melakukan evakuasi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, posisi telungkup di depan pintu kamar mandi,” kata Mustari.

Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans PSC 119 dan dibawa ke RS Bhayangkara Jambi setelah Damkartan berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan.

Terkait penyebab kebakaran, Mustari menyebutkan dugaan sementara berasal dari kebocoran dan ledakan tabung gas.

“Indikasi awal diduga dari kebocoran dan ledakan tabung gas. Namun penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh proses penanganan kebakaran dilakukan sesuai prosedur tetap Damkartan dengan prinsip 5T, yakni Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas.

“Keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas utama kami. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan tabung gas, terutama di kawasan padat penduduk,” pungkas Mustari.

Seluruh personel Damkartan kembali ke mako dan pos masing-masing pada pukul 16.30 WIB setelah memastikan kondisi lokasi benar-benar aman.(*)




Kebakaran Kios di Jalan Adam Malik Jambi, Satu Orang Tewas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat melanda deretan kios di Jalan Adam Malik, Beringin, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Rabu (21/1/2026) siang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.45 WIB itu menghanguskan sedikitnya lima bangunan dan menewaskan satu orang warga.

Kebakaran terjadi di kawasan padat aktivitas, tepat di pinggir jalan utama dekat Masjid Saadatutdarain. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain, sehingga membuat warga sekitar panik.

Selain kios pakaian, api juga melalap toko kelontong, kios gorengan nasi uduk, kios nasi goreng, serta sebuah rumah warga.

Total sedikitnya lima unit bangunan terdampak dalam insiden tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi mengerahkan 11 unit armada ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dikendalikan.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, membenarkan adanya satu korban meninggal dunia.

“Korban satu orang meninggal dunia. Saat kejadian, korban berada di dalam kamar mandi dan terjebak saat api mulai membesar. Korban ditemukan di depan kamar mandi dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara,” ujarnya.

Menurut Mustari, dugaan sementara kebakaran dipicu ledakan tabung gas, diduga berasal dari kios nasi goreng. Namun, penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan.

“Indikasi awal ada ledakan tabung gas dari kios nasi goreng. Dugaan awal memang ada ledakan, tapi masih kami investigasi,” jelasnya.

Sebelumnya, warga sekitar juga mengaku mendengar suara ledakan sebelum api membesar.

Hingga sore hari, petugas masih melakukan pendinginan dan pengamanan lokasi, sementara arus lalu lintas di Jalan Adam Malik sempat tersendat.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan tabung gas, khususnya di kawasan padat penduduk dan pertokoan, guna mencegah kejadian serupa terulang.(*)