Dini Hari Tadi, Api Melahap Dua Kios di Depan SMP 18 Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran melanda dua kios di Jalan Marsda Surya Darma, Pal 8, RT 10, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Selasa (12/8/2025) dini hari.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 00.13 WIB dan langsung menggegerkan warga sekitar.

Lokasi kios yang terbakar berada tepat di depan SMP Negeri 18 Kota Jambi.

Menanggapi laporan warga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi langsung mengerahkan tiga unit armada dan 17 personel ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.

“Dini hari tadi terjadi kebakaran, dan sudah berhasil kami padamkan,” ujar Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, Selasa (12/8/2025) dini hari.

Dua kios yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Akhmad.

Salah satu kios dalam kondisi kosong, sementara satu kios lainnya disewa oleh Siti Hindun sebagai tempat usaha jahit-menjahit.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden kebakaran ini, baik dari warga sekitar maupun petugas pemadam.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Damkartan Kota Jambi.

Sementara itu, kerugian akibat kebakaran belum dapat diperkirakan.(*)




Wali Kota Maulana Kukuhkan Pengurus FKJS 2025-2027, Targetkan Predikat Paripurna Kota Sehat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Kota Jambi Sehat (FKJS) Periode 2025–2027, dalam acara yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin pagi (11/8/2025).

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., yang dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum FKJS Kota Jambi.

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 365 Tahun 2025 tentang Pembentukan Forum Kota Jambi Sehat Periode 2025–2027.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Dalam keterangannya, Wali Kota Jambi, dokter Maulana, menegaskan bahwa indikator-indikator Kota Sehat akan terus diintegrasikan secara masif ke dalam program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Langkah ini menjadi panduan pembangunan yang selaras dengan program unggulan Kota Jambi Bahagia, khususnya pada Program Kampung Bahagia.

“Misalnya, tata kelola sampah harus berbasis komunitas, dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga. Kami juga akan mendorong perbaikan transportasi publik, pengelolaan sampah di sekolah, pengelolaan lingkungan destinasi wisata, hingga memastikan seluruh tempat makan menerapkan konsep sehat dan halal. Semua ini adalah bagian dari upaya membentuk lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus baru Forum Kota Jambi Sehat (FKJS), yang memadukan tokoh-tokoh lama berpengalaman dengan wajah-wajah baru yang bersemangat, serta telah banyak menorehkan prestasi di bidang kesehatan lingkungan.

“Kota Jambi tahun lalu berhasil meraih Penghargaan Predikat Swasti Saba Wistara, predikat tertinggi dalam program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang diberikan pemerintah pusat. Namun, di atas itu masih ada Predikat Paripurna yang harus kita perjuangkan bersama melalui kepengurusan baru ini,” tegasnya.

“Intinya, FKJS adalah komunitas penggerak yang mendorong kita memenuhi berbagai standar agar masyarakat Kota Jambi, di manapun berada, tetap sehat, aman, dan terlindungi,” terang Maulana.

Dia juga tekankan, Program Kota Sehat bukan hanya berbicara soal kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penataan permukiman, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, penanggulangan bencana, hingga penguatan partisipasi masyarakat.

“Pengukuhan pengurus FKJS ini adalah momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengoptimalkan seluruh tatanan Kota Sehat. Harapannya, FKJS dapat menjadi motor penggerak gerakan masyarakat hidup sehat, memunculkan inovasi, dan memastikan keberlanjutan program yang sudah berjalan,” tekannya.

Pada kesempatan tersebut, Maulana juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen bersama mewujudkan Kota Jambi yang bersih, nyaman, aman, dan sehat demi kesejahteraan seluruh warga.

“Saya mengucapkan selamat bertugas. Laksanakan amanah ini dengan penuh dedikasi, keterbukaan, dan semangat gotong royong. Ingatlah, keberhasilan Kota Jambi menjadi kota sehat bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup seluruh masyarakat,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Ketua FKJS Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., mengungkapkan bahwa agenda terdekat Forum Kota Sehat adalah mengikuti verifikasi nasional Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat yang dijadwalkan pada 25 Agustus mendatang.

“Tim dari pusat akan turun langsung meninjau lokasi-lokasi penilaian berdasarkan sembilan tatanan indikator Kabupaten/Kota Sehat. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Kota Jambi untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, sehingga proses verifikasi dapat berjalan lancar,” ungkapnya.

Nadiyah juga menyampaikan, setelah Kota Jambi berhasil meraih Predikat Swasti Saba Wistara tahun lalu, maka pada tahun 2026 mendatang, Kota Jambi akan menjadi tuan rumah Healthy City Summit.

“Seluruh kabupaten/kota se-Indonesia akan datang ke Kota Jambi untuk membahas strategi menjaga kota agar tetap sehat, aman, dan menjadi tempat yang menjamin kesehatan bagi seluruh warganya di manapun berada,” jelasnya.

“Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik, menyambut tamu dengan ramah, serta membuktikan bahwa Kota Jambi memang layak menyandang predikat sebagai kota sehat,” tutup Nadiyah.

Usai prosesi pengukuhan, kepengurusan Forum Kota Jambi Sehat (FKJS) langsung bergerak cepat. Ketua FKJS, dokter Nadiyah langsung memimpin Rapat Koordinasi bersama seluruh pengurus guna membahas langkah tindak lanjut menghadapi verifikasi lanjutan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2025.(*)




Pemkot Jambi Perluas Kerja Sama dengan PTS, Dorong Peningkatan SDM dan Riset

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.

Wujud nyata komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Jambi dan Universitas Batanghari (Unbari) Jambi, yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Acara penandatanganan berlangsung di Aston Hotel Jambi, Senin siang (11/8/2025), dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Pjs Rektor Universitas Batanghari, Afdalisma, S.H., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah X.

Selain penandatanganan nota kesepakatan, pada kesempatan tersebut Wali Kota Maulana juga menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Batanghari dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi.

PKS tersebut mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dokumen PKS ditandatangani oleh Dekan FKIP Unbari, Abdoel Gafar, dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi, Arzi Efendi.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pengelolaan arsip, dan literasi masyarakat di Kota Jambi.

Dalam keterangannya kepada sejumlah awak media, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan apresiasi kepada Pjs Rektor Universitas Batanghari, yang juga menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah X, atas inisiatifnya menginisiasi kerja sama berbasis sains dan teknologi yang memberikan dampak positif bagi sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

“Melalui kerja sama ini, kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk terlibat, baik dalam kajian maupun riset, demi mewujudkan pembangunan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Maulana menegaskan, Pemkot Jambi menyambut baik inisiatif tersebut dan berkomitmen mendukung pelaksanaannya di lapangan.

“Kami siap menjadi laboratorium besar bagi perguruan tinggi, sehingga terjalin hubungan yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada kemajuan bersama,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi, dokter Maulana juga didapuk sebagai narasumber utama dengan materi paparan bertema “Potensi Kerja Sama Perguruan Tinggi Swasta dengan Pemerintah Kota Jambi dalam Mewujudkan Kota Jambi Bahagia.”

Dalam paparannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dan perguruan tinggi swasta merupakan bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung pembangunan nasional maupun daerah.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui pemanfaatan sumber daya, keahlian, dan inovasi yang dimiliki masing-masing pihak.

“Manfaat kerja sama ini antara lain untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik, memperkuat program pembangunan daerah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mendukung implementasi Program Merdeka Belajar, memanfaatkan sumber daya secara sinergis, menciptakan inovasi dan solusi lokal, serta meningkatkan citra institusi,” tegasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah bentuk kerja sama yang telah dijalin Pemerintah Kota Jambi dengan perguruan tinggi swasta.

Di antaranya, kerja sama dengan Politeknik Pariwisata National Hotel Institute Bandung di bidang pariwisata dan kebudayaan untuk peningkatan sektor kepariwisataan dan pelestarian budaya Kota Jambi; kerja sama dengan Universitas Dinamika Bangsa di bidang penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia; serta kerja sama dengan Universitas Batanghari di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana juga menjelaskan sejumlah program unggulan Pemkot Jambi, seperti Kartu Bahagia dan Kampung Bahagia.

Kedua program ini berbasis komunitas dalam membangun daerah dengan melibatkan masyarakat secara langsung, sejalan dengan semangat kerja sama yang tengah dilakukan saat ini, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Turut hadir dalam kegiatan ini para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jambi, serta mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi peserta kegiatan fasilitasi peningkatan kerja sama program studi pada perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah X.(*)




DPRD Kota Jambi Sahkan Tiga Perda, Termasuk Penataan Struktur OPD dan RPJMD Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi menyetujui tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) alternatif yang diusulkan oleh Pemkot Jambi menjadi Peraturan Daerah.

Persetujuan terhadap tiga Ranperda tersebut setelah dilaksanakan Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi, dalam rangka penyampaian Laporan Hasil Kerja Pansus 3 (tiga), pada Senin (11/8/2025), bertempat di Ruang Swarna Bumi.

Adapun ketiga Ranperda yang ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kota Jambi tersebut, adalah :

1. Ranperda Kota Jambi Tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi.

2. Ranperda Kota Jambi Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

3. Ranperda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jambi Tahun 2025-2029.

Disetujuinya tiga Ranperda tersebut ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama antara Wali Kota Jambi Maulana dan Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly. Prosesi penandatanganan itu turut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, bersama unsur pimpinan DPRD Kota Jambi, yakni Wakil Ketua I M. Yasir dan Wakil Ketua III Naim.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengapresiasi proses legislasi yang berjalan cepat dan kolaboratif, yang mencerminkan sinergi baik antara badan legislatif dan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, pembahasan tiga Ranperda ini berlangsung sangat cepat. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Dewan, unsur pimpinan, seluruh fraksi DPRD Kota Jambi, serta Panitia Khusus yang telah bekerja optimal bersama perangkat daerah terkait dalam pembahasan dan pengkajian tiga Rancangan Peraturan Daerah Kota Jambi, yang hari ini kita sahkan bersama,” ujarnya.

Maulana juga menjelaskan bahwa dengan terbentuknya badan baru di lingkungan Pemkot Jambi, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), penanganan dan penanggulangan bencana di Kota Jambi akan dilakukan lebih cepat dan komprehensif. Harapannya, penanggulangan bencana tidak lagi bersifat reaktif, tetapi proaktif, terkoordinasi, serta berbasis mitigasi dan kesiapsiagaan.

“Pembentukan badan baru ini merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi bencana yang semakin kompleks dan dinamis. Kehadiran BPBD merupakan mandat yang harus dipenuhi guna mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang terpadu, profesional, dan berbasis masyarakat,” tegasnya.

Selanjutnya, terkait Ranperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Jambi, Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa penambahan struktur organisasi dari tipe B menjadi tipe A pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang adaptif dan responsif, namun tetap akuntabel serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

“Dengan penyempurnaan struktur kelembagaan ini, kita ingin membentuk perangkat daerah yang efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas serta fungsi pemerintahan, sekaligus memberikan pelayanan publik yang optimal,” terangnya.

Lebih lanjut, Maulana memaparkan bahwa Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jambi Tahun 2025–2029 telah disusun melalui pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta kombinasi bottom-up dan top-down. Penyusunannya juga telah melalui proses konsultasi publik, baik pada forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pembahasan bersama DPRD.

“Dalam dokumen RPJMD ini, kami berkomitmen untuk mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera, atau yang dikenal dengan sebutan ‘Kota Jambi Bahagia’,” jelasnya.

Dengan disetujuinya tiga Ranperda ini, Wali Kota Maulana berharap regulasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Jambi, sekaligus menjadi landasan penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly menyampaikan dukungan penuh terhadap pengesahan tiga Ranperda prioritas yang baru saja disetujui.

“Ketiga Ranperda ini merupakan langkah penting dalam menjalankan fungsi legislatif demi mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat Kota Jambi,” katanya.

Faried berharap ketiga Ranperda ini dapat segera diimplementasikan untuk memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

“Kami dari pansus fokus pada tiga Ranperda utama yang diharapkan dapat segera diterapkan dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Jambi,” singkatnya.

Selanjutnya, sebagaimana tahapan penetapannya, Peraturan Daerah ini akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jambi untuk dilakukan evaluasi sebagai tahapan lebih lanjut.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan beserta jajaran dilingkungan Pemkot Jambi.(*)




Pemkot Jambi Sebar 10.250 Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Kemerdekaan

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar aksi pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat, Senin pagi (11/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri, sebagai wujud cinta Tanah Air sekaligus mengobarkan semangat patriotisme di seluruh penjuru negeri.

Dipusatkan di Kawasan Tugu Keris Siginjai, Kotabaru, aksi ini dipimpin langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., serta Sekretaris Daerah Drs. H. A. Ridwan, M.Si.. Mereka bersama jajaran Pemkot Jambi, unsur Forkopimda, hingga para siswa Calon Paskibraka Kota Jambi turun langsung ke jalan membagikan bendera kepada para pengguna jalan yang melintas.

Tahun ini, Pemkot Jambi menyiapkan 10.250 bendera untuk dibagikan secara gratis kepada seluruh lapisan masyarakat, terdiri dari bendera untuk rumah dan kendaraan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pembagian bendera ini bukan sekedar seremonial, melainkan bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan yang dianugerahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada bangsa Indonesia.

“Maka dari itu, saya imbau kepada masyarakat agar memasang bendera di kediaman masing-masing, di kantor-kantor, sarana pendidikan, hingga sarana kesehatan, sebagai bentuk wujud syukur dan rasa cinta Tanah Air,” ujarnya.

Maulana juga memaparkan bahwa perayaan HUT RI ke-80 di Kota Jambi akan diwarnai berbagai lomba masyarakat, mulai dari lomba Gapura Kemerdekaan, lomba berbasis budaya, hingga lomba aktivitas kreatif.

“Lomba-lomba ini tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga. Puncaknya akan dipusatkan di Penyengat Rendah dengan tema “Merdeka Ditepian Kota”, pada 15-16 Agustus 2025,” ungkapnya.

Kepada para camat, Wali Kota memberikan instruksi tegas agar memastikan seluruh wilayahnya ramai oleh bendera merah putih.

“Jangan ada rumah yang tidak memasang bendera. Pak Camat, Pak Lurah, dan Pak RT pastikan seluruh rumah di Kota Jambi mengibarkan Merah Putih. Termasuk seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jambi,” pesannya.

“Gerakan ini diharapkan mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air. Bendera Merah Putih adalah simbol persatuan kita. Dengan mengibarkannya, kita menunjukkan bahwa kita satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa,” tutup Maulana.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Jambi, Raden Jupri, dalam laporannya menyebut bahwa gerakan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Untuk Kota Jambi, bendera berasal dari sumbangan Organisasi Perangkat Daerah, termasuk dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah.

“Secara simbolis, Dinas Perhubungan juga telah membagikan bendera kepada angkot dan kendaraan bertonase besar. Gerakan ini tidak hanya seremonial, tetapi juga ajakan agar semangat Merah Putih hadir di setiap rumah dan jalan di Kota Jambi,” jelasnya.

“Kami juga akan membagikan bendera di kawasan yang dianggap membutuhkan, agar semangat kemerdekaan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Selain kepada pengendara di kawasan Tugu Keris Siginjai, Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza juga menyerahkan bendera secara simbolis kepada Dinas Lingkungan Hidup, para camat se-Kota Jambi, serta Lurah Penyengat Rendah untuk disalurkan di wilayah masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di seluruh sudut Kota Jambi.(*)




Kemas Faried Alfarelly: Tiga Ranperda Jadi Kunci Kemajuan Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyatakan dukungan penuh terhadap pengesahan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) prioritas yang baru saja disetujui dalam rapat paripurna di Gedung Swarna Bhumi, Senin (11/8/2025).

Menurutnya, tiga Ranperda ini sangat penting untuk memperkuat fungsi legislasi DPRD sekaligus mendorong kemajuan Kota Jambi menuju visi “Jambi Bahagia.”

“Kami dari pansus fokus pada tiga aspek utama yang diharapkan dapat berlanjut ke tahap implementasi. Harapannya, regulasi ini bermanfaat bagi kelancaran pemerintahan dan kemajuan pembangunan Kota Jambi,” ungkap Kemas Faried.

Ketiga Ranperda yang disetujui tersebut meliputi pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, revisi struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menaikkan beberapa OPD dari tipe B ke tipe A, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jambi periode 2025-2029.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, juga menyampaikan apresiasi atas kerja cepat DPRD.

Menurutnya, pembentukan BPBD akan meningkatkan respons penanggulangan bencana secara lebih efektif, sementara penataan ulang OPD penting untuk menjawab kompleksitas masalah perkotaan.

RPJMD menjadi panduan penting pembangunan selama lima tahun ke depan.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, jajaran OPD, dan para camat se-Kota Jambi. Ketua DPRD berharap seluruh program dalam Ranperda segera diimplementasikan demi manfaat luas masyarakat.(*)




DPRD Kota Jambi Setujui 3 Ranperda Penting, Wali Kota Maulana Apresiasi Sinergi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) penting disetujui oleh DPRD Kota Jambi dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung Swarna Bhumi, Senin (11/8/2025).

Ketiga ranperda tersebut dipandang strategis dan berdampak besar terhadap tata kelola pemerintahan serta pembangunan Kota Jambi dalam lima tahun ke depan.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, memberikan apresiasi atas kinerja legislatif yang dinilai responsif dan produktif dalam merespon kebutuhan pemerintah daerah.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Jambi, pembahasan tiga Ranperda ini berjalan sangat cepat, efektif, dan sinergis. Ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif,” ujar Maulana.

Tiga Ranperda yang Disetujui DPRD Kota Jambi:

  1. Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) – untuk memperkuat sistem mitigasi dan penanganan bencana secara mandiri di tingkat kota. Selama ini, penanganan bencana masih menjadi bagian dari Damkar.

  2. Revisi Perda Nomor 14 Tahun 2016 – perubahan struktur perangkat daerah, termasuk peningkatan tipe organisasi perangkat daerah dari tipe B menjadi tipe A untuk beberapa dinas strategis.

  3. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 – sebagai peta jalan pembangunan Kota Jambi lima tahun ke depan, selaras dengan visi “Kota Jambi Bahagia”.

Maulana menyebut ketiga ranperda ini merupakan instrumen penting. Pembentukan BPBD, misalnya, sangat diperlukan untuk mempercepat respons terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

Selain itu, perubahan struktur organisasi akan memperkuat kapasitas OPD dalam menangani isu-isu pembangunan yang semakin kompleks.

“Empat OPD akan dinaikkan statusnya menjadi tipe A, dan ada kebutuhan penambahan pejabat struktural agar mampu menyesuaikan dengan beban kerja yang meningkat,” jelasnya.

Terkait RPJMD 2025–2029, Maulana berharap seluruh perangkat daerah memahami arah kebijakan pembangunan ini sebagai pedoman utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyampaikan harapannya agar ketiga peraturan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“DPRD mendukung penuh langkah-langkah strategis Pemerintah Kota Jambi. Kami berharap produk hukum ini bisa membawa dampak positif yang luas,” katanya.

Rapat paripurna tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, dan tokoh masyarakat.(*)




Menanti Lima Nama, Capim Baznas Kota Jambi Jalani Uji Fakta di Baznas RI

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Sebanyak 10 calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi periode 2025–2030 saat ini tengah menjalani proses verifikasi faktual di Baznas RI, sebagai tahapan lanjutan dari proses seleksi terbuka yang telah dilaksanakan di tingkat kota.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Jambi, Kamal Firdaus, menyampaikan bahwa tahapan ini merupakan bagian dari mekanisme seleksi sesuai regulasi terbaru Baznas RI.

“Nantinya, setelah proses verifikasi faktual ini selesai, Baznas RI akan merekomendasikan lima nama calon pimpinan,” kata Kamal.

“Kelima nama tersebut akan kami konsultasikan kepada Wali Kota Jambi untuk ditetapkan melalui Surat Keputusan,” terang Kamal Firdaus, Senin (11/8/2025).

Kota Jambi menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang melaksanakan proses seleksi calon pimpinan Baznas secara transparan dan sesuai ketentuan empat bulan sebelum masa jabatan pimpinan lama berakhir.

Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel.

Sebelumnya, tahapan seleksi Capim Baznas Kota Jambi telah melalui beberapa proses, yakni tes kompetensi pada 30 Juni 2025, dilanjutkan dengan wawancara pada 17–18 Juli 2025, dan rapat pleno tim seleksi pada 22 Juli 2025.

Berikut 10 nama calon pimpinan Baznas Kota Jambi yang mengikuti verifikasi faktual di Baznas RI:

  1. H Ibnu Isnaini, SE — 87,65

  2. Sanandar, SE, RFP — 83,4

  3. Dr. Muhammad Padu’i, S.Pd.I., M.Pd.I — 82,85

  4. H Abdul Rafim, SP, C.PS, CICEL, C.MTr — 81,9

  5. Miswar Batubara, S.Sos — 81

  6. Suparman, S.Pd — 80

  7. Dr. Muhammad Yusuf — 77,75

  8. Fakhruddin, SE — 76,7

  9. Muhammad Irfansyah, SE — 76,65

  10. Drs. H. Sudirman — 75,35

Pemerintah Kota Jambi berharap dari hasil seleksi ini akan terpilih lima pimpinan Baznas yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga amanah dalam menjalankan fungsi penghimpunan dan penyaluran zakat secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan.(*)




Wali Kota Jambi Bagikan Bendera Merah Putih, Dukung Gerakan Nasional ’10 Juta Bendera’ Sambut HUT RI ke-80

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wali Kota Jambi membagikan ribuan bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai bagian dari program nasional “Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih”.

Kegiatan ini merupakan wujud syukur atas kemerdekaan bangsa serta ajakan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di tengah masyarakat.

Wali Kota Jambi dalam arahannya menegaskan bahwa, pengibaran Bendera Merah Putih di seluruh sudut kota merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah mengorbankan darah dan nyawa demi kemerdekaan.

“Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberi kita kemerdekaan. Maka, salah satu wujud syukur kita adalah dengan meramaikan momentum 17 Agustus ini. Setiap rumah harus mengibarkan Bendera Merah Putih. Tidak boleh ada rumah yang tidak memasang bendera,” tegas Wali Kota.

Ia juga menginstruksikan seluruh camat, lurah, dan RT se-Kota Jambi untuk memastikan warganya berpartisipasi aktif dalam pemasangan bendera di rumah, lingkungan, dan kendaraan pribadi maupun dinas.

Selain pembagian bendera, Pemerintah Kota Jambi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan menyambut HUT RI ke-80.

Di antaranya lomba gapura bernuansa merah putih yang diikuti perwakilan dari setiap kecamatan, lomba budaya seperti Solopo, hingga berbagai perlombaan olahraga yang terbuka untuk umum.

“Puncaknya akan digelar di kawasan Penyengat Rendah. Mulai hari ini, seluruh rumah di wilayah tersebut harus dihiasi merah putih. Kita ingin suasana cinta tanah air benar-benar terasa,” ujar Wali Kota.

Acara puncak pada 17 Agustus 2025 akan diisi dengan upacara pengibaran dan penurunan bendera, resepsi kenegaraan di Rumah Dinas Wali Kota, serta pertunjukan budaya kebangsaan yang juga akan digelar secara kolaboratif dengan Kota Surabaya.

Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini dengan penuh semangat kebangsaan.

“Mari kita bangun wilayah kita dengan rasa cinta tanah air. Ini bukan sekadar seremoni, tapi bagian dari merawat semangat perjuangan para pendahulu kita,” harapnya. (*)




PB PGRI Kukuhkan Nadiyah Maulana sebagai Ibunda Guru Kota Jambi Masa Bakti 2025-2030

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kota Jambi masa bakti 2025–2030 oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof. Dr. Unifah Rasyidi, M.Pd., pada Kamis pagi (7/8/2025).

Dalam pengukuhan yang dilaksanakan di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi itu juga turut dilakukan terhadap Ibunda Guru Kabupaten/Kota. Termasuk Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar, S.E, sebagai Bunda Guru Provinsi Jambi.

Pengukuhan Ibunda Guru ini merupakan bagian dari strategi PGRI untuk mendorong penguatan pendidikan berbasis nilai dan karakter, serta mempererat kemitraan antara organisasi profesi guru dengan tokoh-tokoh perempuan yang memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan.

Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan yang inklusif, para Ibunda Guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, pelindung moral guru, serta jembatan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan para pendidik dalam mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas dan berkeadilan di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rasyidi menegaskan bahwa PGRI merupakan mitra strategis pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam memajukan dunia pendidikan.

Dirinya juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah.

“Lembaga pendidikan dan situs-situs budaya di daerah adalah aset Nasional yang harus dijaga, tidak hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai penjaga warisan nilai dan kearifan lokal,” tegasnya.

Usai dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kota Jambi, Nadiyah Maulana mengatakan, bahwa pengukuhan ini menjadi langkah strategis dan babak baru dalam penguatan peran strategis perempuan dalam dunia pendidikan, serta memperkuat sinergi antara PGRI dan peran perempuan dalam memajukan pendidikan, khususnya dalam membina karakter generasi bangsa sejak usia dini.

“Selaku Bunda PAUD Kota Jambi yang mendukung program wajib belajar 13 tahun, tentunya amanah sebagai Ibunda Guru ini sangat sejalan untuk menyukseskan program pendidikan yang di prioritaskan oleh pemerintah pusat ini, agar generasi bangsa kedepan memiliki karakter guna mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.

“Momen ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga wujud nyata pengakuan terhadap dedikasi dan pengabdian dalam mendukung pendidikan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan, khususnya untuk Kota Jambi,” lanjutnya.

Selaku Ibunda Guru, Bunda PAUD dan Bunda Genre (Generasi Berencana), Nadiyah menegaskan bahwa seluruh peran yang diembannya berpadu dalam satu misi besar: membangun ekosistem pendidikan yang holistik, bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan karakter, membentuk kepribadian, serta meningkatkan daya saing anak-anak secara utuh.

“Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota Maulana dan Bapak Wakil Wali Kota Diza telah menunjukkan komitmen kuat terhadap kemajuan sektor pendidikan. Peran Ibunda Guru menjadi pilar penting yang memperkuat kebijakan pendidikan daerah, sehingga visi mencetak generasi unggul dapat terwujud,” tegasnya.

“Kami meyakini, melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan figur Ibunda Guru, akan tercipta lompatan kualitas pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan menyenangkan bagi semua kalangan,” singkatnya.

Sementara itu, Bunda Guru Provinsi Jambi Hesti Haris menyatakan komitmennya untuk hadir secara aktif dalam membina, mendampingi, dan memotivasi guru, terutama di wilayah-wilayah yang masih memerlukan perhatian lebih.

“Menjadi Bunda Guru adalah amanah yang besar. Saya akan berupaya untuk menjadi sahabat bagi para guru, penyemangat bagi pendidikan di daerah, dan mitra strategis dalam memajukan pendidikan di Jambi,” ucapnya.

Hesti juga mengungkapkan, meski tidak berasal dari latar belakang dunia pendidikan, tetap merasa bersyukur atas amanah yang diberikan.

“Amanah ini membuat saya merasa terpanggil untuk berkontribusi melalui peran sebagai Ibunda Guru. Justru, latar belakang non-akademik menjadi kekuatan tersendiri dalam membawa pendekatan keibuan dan kemanusiaan yang lebih menyentuh dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Dia juga menyoroti pentingnya aspek kesehatan sebagai bagian penting dari pendidikan dalam mencetak generasi yang cerdas, tangguh, dan produktif.

“Karena itu, pendekatan lintas sektor antara pendidikan dan kesehatan harus terus diperkuat dalam kebijakan daerah,” tutur Hesti Haris.

“Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjembatani antara masyarakat dan pemerintah di sektor pendidikan. Ibunda Guru bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga agen perubahan sosial yang strategis untuk mewujudkan Provinsi Jambi yang unggul secara intelektual dan mulia secara moral,” pungkasnya.

Sebelumnya, mewakili Gubernur Jambi, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Jangcik Mohza, menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jambi terus menunjukkan peningkatan.

“Pada tahun 2024, IPM tercatat mencapai 74,36 persen, meningkat dari 73,77 persen pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh naiknya rata-rata lama sekolah (RLS) dan harapan lama sekolah (HLS), yang menjadi indikator utama keberhasilan sektor pendidikan,” ujarnya.

Jangcik juga mengatakan, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong peningkatan daya saing pendidikan melalui program prioritas “PRO dan CERDAS”.

“Program ini berfokus pada penguatan sistem kesehatan primer dan peningkatan kualitas pendidikan, serta bertujuan untuk meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan lokal. Upaya tersebut juga mencakup penurunan angka putus sekolah dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik,” katanya.

“Kami menyampaikan selamat kepada seluruh Ibunda Guru Provinsi Jambi dan kabupaten/kota yang dikukuhkan. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak harapan dan komitmen bersama untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih manusiawi. Sosok Ibunda Guru diharapkan mampu menjadi inspirasi, pengayom, sekaligus penjaga semangat dalam mendidik anak-anak, pemilik masa depan bangsa,” tutupnya.

Turut hadir pada pengukuhan Ibunda Guru tersebut, Ketua PGRI Provinsi Jambi Ketua PGRI Kota Jambi, Kepala Dinas Pendidikan se-Provinsi Jambi, OPD terkait serta jajaran pengurus PGRI lainnya.(*)