Setahun Kepemimpinan Maulana-Diza, Berikut Capaian Program Kota Jambi Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, memaparkan capaian signifikan selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dalam apel disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Kota Jambi, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat OPD, staf ahli, asisten, serta seluruh unsur ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Maulana menegaskan, sejak hari pertama menjabat, pemerintah langsung mengimplementasikan 11 program unggulan sebagai peta jalan menuju visi “Kota Jambi Bahagia”.

Ia menekankan, capaian tersebut bisa diraih berkat komitmen, kerja keras, kolaborasi, dan sinergi seluruh jajaran pemerintah.

“Tidak ada yang mudah, namun juga tidak ada yang terlalu sulit. Dengan kekompakan tim, berbagai capaian dapat kita raih bersama demi kebahagiaan masyarakat,” ujar Maulana.

Capaian Program Unggulan

Beberapa hasil program prioritas selama satu tahun terakhir antara lain:

  • Program Kartu Bahagia: Menambah 49.212 kuota BPJS bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, memberikan layanan cek kesehatan gratis untuk 111.762 warga, serta jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

  • Beasiswa dan Infrastruktur: 2.070 siswa menerima beasiswa, lebih dari 13 ribu jaringan gas rumah tangga dipasang, dan berbagai bantuan sosial disalurkan, termasuk bedah rumah, sembako murah, bantuan disabilitas, internet gratis, hingga dukungan bencana.

  • Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat): Lebih dari 2.000 peserta mengikuti pelatihan keterampilan, job fair dengan 13 ribu lowongan kerja, workshop kewirausahaan, digital marketing, hingga program magang luar negeri.

  • Program Bank Harkat: Kredit berbunga rendah sebesar Rp111,4 miliar dan dukungan untuk ratusan UMKM melalui bantuan usaha dan peralatan.

  • Ruang Milenial: Pengembangan ruang publik kreatif, festival ekonomi kreatif, dan internet gratis di rumah ibadah.

  • Kampung Bahagia dan Lansia Bahagia: Pilot project di 67 RT, berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, layanan kesehatan dan jenguk lansia, serta pengembangan puskesmas ramah lansia.

  • Kota Tangguh: Infrastruktur, penanganan banjir, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, armada listrik, dan penataan estetika kota serta kawasan bersejarah.

  • Pendapatan dan Kebudayaan: PAD 2025 mencapai Rp618,98 miliar, program Bahagia Berbudaya mendorong festival budaya, sport tourism, dan penyelenggaraan event nasional.

  • ASN dan Call Center: Ribuan tenaga honorer diangkat menjadi PPPK melalui Program Apel Kota dan Balap, sedangkan Call Center Bahagia mencatat 6.152 panggilan masyarakat dengan tingkat penyelesaian 97,15 persen.

Selama satu tahun kepemimpinan, Pemerintah Kota Jambi berhasil meraih 37 penghargaan, terdiri dari 23 tingkat provinsi, 13 nasional, dan satu internasional. Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur, petugas lapangan, tenaga pendamping, dan semua pihak yang terlibat.

Tantangan dan Arah Kebijakan 2026

Memasuki tahun kedua, Maulana menyoroti tantangan seperti keterbatasan keuangan daerah, kebutuhan lapangan kerja, perkembangan teknologi, partisipasi masyarakat, serta isu perubahan iklim.

Pemerintah menargetkan capaian 2026, termasuk IPM 82,45, pertumbuhan ekonomi 5,75 persen, investasi Rp2 triliun, pengangguran 6,95 persen, dan prevalensi stunting 8,75 persen.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan non-APBD, peningkatan layanan publik, penguatan SDM ASN berbasis teknologi, serta percepatan program prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan, hilirisasi, investasi, pengelolaan sampah, dan pengentasan kemiskinan.

Di akhir arahannya, Maulana meminta seluruh ASN untuk terus menjaga disiplin, meningkatkan inovasi, dan memastikan setiap program berjalan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kerja kita adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan warga. Mari songsong tahun kedua dengan semangat lebih kuat,” pungkasnya.(*)




Peringatan HPN 2026, Wali Kota Jambi Dorong Pers Profesional dan Berimbang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, menegaskan pentingnya peran insan pers dalam menjaga kualitas informasi publik, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari.

Menurut Maulana, pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar kontrol sosial dan sarana edukasi masyarakat.

Di era digital saat ini, tantangan media semakin besar, terutama dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi yang tidak akurat dan hoaks.

“Pers memiliki peran penting untuk menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” ujar Maulana, Senin (9/2/2026).

Ia menilai, keberadaan media yang kredibel menjadi kunci dalam menciptakan ruang publik yang sehat.

Selain menyampaikan fakta dan data yang terverifikasi, pers juga diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meluruskan informasi keliru yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga menyampaikan harapan agar insan pers di Kota Jambi terus menjaga profesionalisme serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Ia menekankan bahwa kritik yang konstruktif dari media sangat dibutuhkan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Kami berharap pers di Kota Jambi tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta membantu meluruskan informasi yang tidak benar,” katanya.

Pemerintah Kota Jambi, lanjut Maulana, membuka ruang sinergi yang luas dengan media massa agar setiap program pembangunan dan kebijakan publik dapat tersampaikan secara utuh dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Melalui peringatan Hari Pers Nasional 2026 ini, Pemkot Jambi mengajak seluruh elemen media untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, meningkatkan literasi informasi, sekaligus memerangi penyebaran hoaks.

Ia menegaskan, pers yang independen, kritis, dan bertanggung jawab akan menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik serta memperkuat demokrasi di daerah.(*)




Wali Kota Jambi Tegaskan Komitmen Tekan Inflasi Melalui Operasi Pasar Murah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui pelaksanaan operasi pasar murah menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Program ini menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok di awal tahun 2026.

Maulana mengatakan, menjelang hari besar keagamaan, permintaan terhadap bahan pokok biasanya meningkat secara signifikan.

Jika tidak diimbangi dengan pengendalian harga dan ketersediaan pasokan, kondisi tersebut dapat memicu inflasi dan membebani masyarakat.

“Setiap menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat pasti meningkat. Pemerintah harus hadir agar kenaikan permintaan ini tidak berujung pada lonjakan harga,” ujar Maulana saat meninjau pelaksanaan operasi pasar murah di Kecamatan Jambi Timur.

Ia menegaskan, tujuan utama dari operasi pasar murah bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjaga agar harga sembako di pasaran tetap stabil.

“Bukan harganya yang naik, justru kita tekan supaya harga sembako tetap terkendali. Dengan begitu, inflasi bisa ditekan dan masyarakat lebih tenang menyambut Ramadan,” katanya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Jambi menargetkan sedikitnya 4.000 keluarga menerima paket sembako bersubsidi.

Pada tahap awal, sebanyak 703 paket disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Jambi Timur sebelum pendistribusian dilanjutkan ke kecamatan lainnya.

Pelaksanaan teknis operasi pasar murah ini dikoordinasikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, menjelaskan bahwa seluruh penerima manfaat telah melalui proses pendataan dan verifikasi berlapis agar bantuan tepat sasaran.

“Data penerima bersumber dari data ekonomi nasional dan diverifikasi ulang di tingkat kecamatan. Proses ini kami lakukan dua kali untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” jelas Nella.

Setiap paket sembako mendapatkan subsidi sebesar Rp50.000 dari Pemerintah Kota Jambi.

Dengan nilai paket Rp162.000, masyarakat hanya perlu menebusnya seharga Rp112.000.

Paket tersebut berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta satu kaleng susu kental manis.

Nella menambahkan, operasi pasar murah ini dibiayai melalui APBD Kota Jambi pada Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 24 Februari 2026 dan mencakup 11 kecamatan se-Kota Jambi.

Wali Kota Jambi berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perangkat teknis, operasi pasar murah dapat berjalan lancar serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan program ini membantu masyarakat menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial di Kota Jambi,” pungkas Maulana.(*)




Disperindag Kota Jambi Intensifkan Operasi Pasar Murah Jelang Ramadan 1447 H

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah pada Tahun Anggaran 2026.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan sebanyak 4.000 paket sembako bersubsidi yang akan disalurkan kepada masyarakat di seluruh kecamatan.

Pada tahap awal, Disperindag telah menyalurkan 703 paket kepada warga di Kecamatan Jambi Timur.

Nella menjelaskan, seluruh penerima manfaat ditetapkan berdasarkan data ekonomi nasional yang kemudian diverifikasi ulang oleh pemerintah kecamatan.

Proses verifikasi dilakukan secara berlapis guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Verifikasi kami lakukan dua kali agar penerima benar-benar sesuai dengan kriteria dan program ini berjalan efektif,” kata Nella.

Setiap paket sembako mendapatkan subsidi sebesar Rp50.000 dari Pemerintah Kota Jambi. Dengan total nilai paket Rp162.000, masyarakat hanya perlu membayar Rp112.000.

Paket tersebut berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta satu kaleng susu kental manis.

Menurut Nella, operasi pasar murah ini dibiayai melalui APBD Kota Jambi pada Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 24 Februari 2026 dan menyasar 11 kecamatan se-Kota Jambi.

“Melalui operasi pasar murah ini, Disperindag berupaya memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan barang di pasaran menjelang Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran Disperindag tidak hanya sebatas penyaluran paket sembako, tetapi juga melakukan pemantauan harga dan pasokan di tingkat distributor dan pedagang untuk mencegah lonjakan harga.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyatakan dukungannya terhadap langkah Disperindag dalam menjaga stabilitas harga.

Menurutnya, intervensi pasar seperti ini sangat dibutuhkan menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat.

“Operasi pasar murah yang dilaksanakan Disperindag ini sangat membantu masyarakat dan menjadi salah satu upaya efektif menekan inflasi daerah,” ujar Maulana.

Ia berharap, distribusi sembako bersubsidi dapat berjalan lancar hingga seluruh kecamatan, sehingga masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan kebutuhan pokok tetap terjangkau.(*)




Jelang Ramadan 1447 H, Disperindag Kota Jambi Gelar Operasi Pasar Murah untuk Tekan Harga Sembako

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menggelar operasi pasar murah sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting pada Tahun Anggaran 2026.

Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Nella Ervina, mengungkapkan bahwa total sebanyak 4.000 paket sembako disiapkan dan akan disalurkan secara bertahap ke seluruh kecamatan di Kota Jambi.

Khusus Kecamatan Jambi Timur, sebanyak 703 paket telah dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat.

Menurut Nella, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data ekonomi nasional yang kemudian diverifikasi ulang di tingkat kecamatan.

Proses verifikasi dilakukan dua tahap untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Data penerima manfaat sudah melalui verifikasi dua kali agar program ini sesuai dengan tujuan dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Setiap paket sembako mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kota Jambi sebesar Rp50.000.

Dengan nilai paket mencapai Rp162.000, masyarakat hanya perlu membayar Rp112.000.

Paket tersebut terdiri dari beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan satu kaleng susu kental manis.

Nella menambahkan, operasi pasar murah ini dibiayai melalui APBD Kota Jambi dalam Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai hari ini hingga 24 Februari 2026 dan menjangkau 11 kecamatan se-Kota Jambi.

“Dengan adanya subsidi ini, harga yang diterima masyarakat jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Harapannya, kebutuhan pokok tetap terjangkau dan harga di pasaran tetap stabil menjelang Ramadan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa operasi pasar murah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Menurut Maulana, lonjakan kebutuhan menjelang Ramadan kerap berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diimbangi dengan intervensi pemerintah.

“Permintaan biasanya meningkat menjelang Ramadan. Jika tidak diantisipasi, hal ini bisa berdampak pada inflasi. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan harga tetap terkendali,” katanya.

Ia menyebutkan, melalui program ini, Pemkot Jambi menargetkan sedikitnya 4.000 keluarga dapat terbantu melalui penyediaan sembako bersubsidi, sekaligus menjaga harga di tingkat pasar.

“Bukan harganya yang naik, justru kita tekan agar harga sembako tetap stabil. Mudah-mudahan distribusi hari ini berjalan lancar, dimulai dari Jambi Timur dan berlanjut ke kecamatan lainnya,” pungkasnya.

Maulana berharap, operasi pasar murah ini dapat membantu masyarakat menyambut Ramadan dengan lebih tenang serta memperkuat semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.(*)




Guyub Rukun Sak Lawase, Pesan Harmoni dari Seni Kuda Kepang di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam menjaga dan melestarikan budaya terus diwujudkan melalui berbagai kolaborasi.

Salah satunya dengan menggandeng Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) untuk menggelar pertunjukan Seni Budaya Kuda Kepang Turonggo Yekti di Taman Banjuran Budayo, Sabtu malam (7/2/2026).

Pertunjukan seni tradisional khas Jawa ini rutin digelar sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia melalui program prioritas Bahagia Berbudaya yang mendorong pelestarian nilai-nilai budaya Nusantara.

Pagelaran Kuda Kepang tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan berhasil menarik perhatian berbagai kalangan.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., hadir langsung menyaksikan pertunjukan bersama Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat, SE., Ketua Umum DPP Pujakesuma Provinsi Jambi H. Suparyono, SE., jajaran Pemerintah Kota Jambi, serta pengurus Pujakesuma dan sejumlah paguyuban di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada Pujakesuma yang dinilai konsisten menjaga, merawat, dan menghidupkan nilai-nilai budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa, di tengah masyarakat Jambi yang majemuk.

“Kegiatan ini mendukung Program Bahagia Berbudaya. Melalui seni kuda kepang, kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga ruang perjumpaan nilai, identitas, dan jati diri,” ujar Maulana.

Ia menambahkan, tema Guyub Rukun Sak Lawase yang diusung dalam kegiatan tersebut memiliki makna mendalam dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat Kota Jambi.

“Guyub dan rukun bukan sekadar kebersamaan sesaat, tetapi kesadaran untuk saling menghormati, menjaga, dan menguatkan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Maulana juga menegaskan bahwa Pemkot Jambi telah menyediakan ruang-ruang budaya sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang seni dan tradisi.

Taman Banjuran Budayo menjadi salah satu contoh ruang publik yang kini difungsikan sebagai pusat aktivitas budaya.

“Saya ingin tempat ini menjadi ruang bersatunya seluruh budaya dan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, baik muda maupun tua. Dulu tempat ini kurang terawat dan cenderung dimanfaatkan untuk hal-hal negatif,” ungkapnya.

Ia berharap Taman Banjuran Budayo dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi budaya dan sosial, tetapi juga berdampak pada penguatan nilai keagamaan serta pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Ini milik kita bersama, harus dijaga dan dirawat. Ke depan, kami berharap akan tumbuh titik-titik ekonomi baru dari aktivitas budaya seperti ini,” tutup Wali Kota Maulana.(*)




TPS 3R Ke-12 Resmi Beroperasi, Pemkot Jambi Perkuat Program Kota Tangguh

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan persampahan dan mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih serta berkelanjutan.

Hal tersebut ditandai dengan peresmian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) KMP KP Pazero Bahagia di RT 11 Kampung Pajero, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kota Jambi Bahagia, khususnya dalam pilar Kota Tangguh melalui tata kelola sampah berkelanjutan.

TPS 3R Kampung Pajero Bahagia menjadi TPS 3R ke-12 yang beroperasi di Kota Jambi.

Pemerintah berharap keberadaan fasilitas ini dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menyediakan lahan dan mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wawako Diza mengapresiasi peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat kelurahan, kelompok swadaya masyarakat, hingga warga setempat yang menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Persoalan sampah adalah isu strategis perkotaan yang tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya,” ujar Diza.

Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat berdampak langsung pada volume sampah setiap tahun.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem kumpul, angkut, dan buang.

TPS 3R menjadi bagian dari transformasi pola pengelolaan sampah di Kota Jambi, dengan pendekatan Reduce, Reuse, dan Recycle yang berbasis masyarakat.

“Melalui TPS 3R, sampah tidak hanya dilihat sebagai masalah, tetapi juga sebagai potensi yang bisa dikelola. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus sarana pemberdayaan warga,” tambahnya.

TPS 3R Pazero dibangun dengan dukungan pendanaan dari Balai PUPR senilai sekitar Rp600 juta dan dikelola secara swakelola tipe 4 oleh masyarakat setempat.

Sampah yang masuk akan dipilah di TPS, sementara residu dibawa ke TPA Talang Gulo.

TPS ini juga mendukung pengolahan limbah jerigen serta memperkuat program Kampung Bahagia yang berfokus pada kebersihan dan kesejahteraan warga.

Peresmian TPS 3R tersebut turut dihadiri perwakilan Balai PUPR, anggota DPRD Kota Jambi dari Dapil Alam Barajo, jajaran perangkat daerah, Forkopimcam, FKRT Kecamatan Alam Barajo, serta Marsudi, selaku penghibah lahan dan pengurus TPS 3R.

“Saya berharap TPS 3R ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi gerakan bersama yang menumbuhkan budaya peduli lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Wawako Diza.(*)




Hutan Kota Baganpete Disiapkan Jadi Lembaga Diklat Inovatif di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama strategis dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama terkait rencana pendirian Pusat Pengembangan Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal dan Kelestarian Alam.

Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M bersama Senior Vice President Operation Management Division PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Bram Ibrahim, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Kegiatan ini turut disaksikan Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran Pemkot Jambi, serta perwakilan manajemen WIKA, termasuk Senior Manager Center of Excellence Doni Putra Nugraha beserta jajaran PT Wika Satria.

Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi potensi sumber daya kedua belah pihak, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pendirian lembaga pelatihan kepemimpinan yang mengedepankan nilai kearifan lokal, kelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa salah satu lokasi yang disiapkan adalah kawasan Hutan Kota di Kelurahan Baganpete, yang dirancang sebagai pusat pendidikan dan pelatihan yang menyatu dengan alam.

“Kawasan ini direncanakan menjadi bagian dari program prioritas nasional Sekolah Rakyat (SR). Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas SDM, baik di lingkungan birokrasi maupun dunia usaha,” ujar Maulana.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Jambi bersama pihak WIKA akan melakukan peninjauan langsung ke Hutan Kota Baganpete sebelum penandatanganan perjanjian kerja sama secara resmi.

“Peninjauan ini penting untuk melihat potensi kawasan agar dapat dikembangkan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Maulana berharap, dengan posisi strategis Kota Jambi yang kini terhubung dengan Tol Trans-Sumatera, pusat pelatihan tersebut dapat berkembang menjadi pusat pengembangan kepemimpinan berskala regional bahkan nasional.

“Selain peningkatan kompetensi SDM, kami ingin menghadirkan pengalaman pelatihan yang menyatu dengan alam dan memiliki nilai spiritual,” tambahnya.

Sementara itu, Bram Ibrahim menegaskan komitmen PT Wijaya Karya untuk mendukung pengembangan Kota Jambi sebagai pusat pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM, khususnya bagi aparatur pemerintahan.

“Kerja sama ini akan kami tindak lanjuti melalui perjanjian teknis di masing-masing bidang, sesuai arahan Pak Wali Kota,” ujar Bram.(*)




Yusnaini: Kemerdekaan Jurnalis Masih Terbelenggu Tekanan Ekonomi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Meski kemerdekaan pers dijamin secara konstitusional, realita di lapangan menunjukkan bahwa kebebasan jurnalis masih menghadapi banyak tantangan.

Tekanan ekonomi, dominasi industri periklanan, serta komodifikasi profesi jurnalis, menjadi faktor utama yang membatasi ruang gerak media untuk bersuara bebas dan kritis.

Yusnaini, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Nurdin Hamzah dan mahasiswa program doktoral Ilmu Komunikasi di Universitas Sahid, Jakarta, menyebut bahwa kemerdekaan jurnalis saat ini belum sepenuhnya terwujud.

“Secara teori, jurnalis punya kebebasan untuk menyampaikan informasi, mengawasi kekuasaan, dan menjalankan fungsi kontrol sosial. Tapi kenyataannya, media terutama media tradisional masih terjebak dalam tekanan ekonomi yang berat,” ujarnya.

Media konvensional seperti surat kabar, radio, dan televisi, saat ini kesulitan menjaga keberlangsungan hidup di tengah krisis finansial.

Ketergantungan terhadap pendapatan iklan, baik dari pemerintah maupun korporasi besar, membuat media harus menyesuaikan isi pemberitaannya demi menjaga hubungan dengan pengiklan.

“Ketika media bergantung penuh pada iklan, kritik terhadap pemerintah atau kelompok berkuasa menjadi sulit. Bahkan ada kasus di mana jurnalis dimutasi atau diberhentikan karena menulis berita yang dianggap mengganggu kepentingan pemilik modal,” tambah Yusnaini.

Tak hanya soal kebijakan redaksional, Yusnaini juga menyoroti kondisi kerja jurnalis yang tidak ideal.

Banyak jurnalis bekerja dengan gaji rendah, tanpa jaminan kesehatan, dan harus memproduksi konten untuk berbagai platform dari media massa hingga media sosial tanpa imbalan tambahan.

Fenomena ini disebut sebagai komodifikasi jurnalis, di mana kerja jurnalistik dilihat semata sebagai produksi konten demi trafik dan keuntungan bisnis.

Ironisnya, karya-karya jurnalistik yang dihasilkan tidak menjadi milik jurnalis, melainkan perusahaan media.

“Ini memperparah ketimpangan dalam dunia jurnalistik. Nilai-nilai kemerdekaan semakin luntur karena jurnalis tidak punya kendali atas hasil karyanya sendiri,” jelasnya.

Yusnaini juga menyoroti dominasi platform digital asing seperti Google, Facebook, dan YouTube yang menyerap sebagian besar pendapatan iklan.

Hal ini membuat media lokal kesulitan bertahan dan kehilangan daya untuk mendanai jurnalisme berkualitas.

“Tanpa dukungan ekonomi yang kuat, mustahil media bisa bertahan sebagai kekuatan kontrol sosial. Kita butuh ekosistem media yang lebih adil agar jurnalis bisa bekerja secara merdeka, tanpa tekanan ekonomi dan kepentingan politik,” tegas Yusnaini.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kebebasan pers bukan sekadar hak, tapi prasyarat utama dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.(*)




Wali Kota Jambi Teken Kerja Sama dengan BPSDM Komdigi, Fokus SDM Digital

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi semakin memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang digital melalui kerja sama strategis dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi).

Penandatanganan Nota Kesepakatan Peningkatan Kapasitas SDM Komunikasi dan Digital dilakukan di Gedung Utama lantai 3 Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menandatangani nota kesepakatan bersama Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, Ph.D.

Langkah ini bertujuan menciptakan SDM unggul dan berdaya saing melalui pengembangan literasi digital, talenta digital, dan kepemimpinan digital, mencakup aparatur pemerintah, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan SDM digital di Kota Jambi, baik untuk masyarakat maupun aparatur pemerintahan. Kami berharap kerja sama ini dapat mempercepat peningkatan kualitas SDM di bidang digital,” ujar Wali Kota Maulana.

Program pengembangan SDM digital menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi milenial, ibu pelaku UMKM, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jambi. Fokusnya meliputi literasi digital, penguatan kemampuan ASN digital, serta pembinaan talenta digital.

Sementara itu, Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menyambut baik kerja sama ini.

“Kolaborasi ini akan memfokuskan pada pengembangan kapasitas SDM di bidang digital, komunikasi, telekomunikasi, dan teknologi informasi. Kami siap mendukung setiap upaya transformasi digital di Kota Jambi,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, sejumlah pejabat BPSDM Komdigi dan jajaran Pemkot Jambi, antara lain Sekretaris BPSDM Komdigi I Nyoman Adhiarna, Plt. Kepala Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Medan Christiany Juditha, Kepala Pusat Pengembangan Ekosistem SDM Komdigi Nusirwan, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Said Mirza Pahlevi, serta Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi Saleh Ridha beserta jajarannya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan SDM yang tangguh, kreatif, dan adaptif terhadap era digital, mendukung transformasi Kota Jambi menuju smart city berbasis inovasi dan literasi digital.(*)