Nasabah Merasa Dirugikan? Catat, Bank Jambi Siapkan Layanan Khusus Mulai Besok!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Manajemen Bank Jambi memastikan akan membuka layanan pengaduan khusus bagi nasabah yang terdampak gangguan sistem perbankan, mulai Senin, 23 Februari 2026.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas keluhan sejumlah nasabah yang mengaku mengalami kendala akses layanan, bahkan dugaan berkurangnya saldo rekening secara tiba-tiba.

Pihak bank menyampaikan bahwa seluruh nasabah yang merasa dirugikan dipersilakan datang langsung ke kantor cabang Bank Jambi terdekat sesuai jam operasional.

Nasabah diminta membawa dokumen dan bukti pendukung guna mempercepat proses verifikasi.

Beberapa syarat yang perlu disiapkan antara lain identitas diri yang masih berlaku, buku tabungan atau kartu ATM, serta bukti transaksi atau tangkapan layar (screenshot) apabila terdapat kejanggalan pada mutasi rekening.

Manajemen menegaskan setiap laporan akan diterima dan ditindaklanjuti secara profesional melalui proses investigasi internal.

Bank juga memastikan hasil pemeriksaan akan disampaikan secara transparan kepada nasabah yang bersangkutan.

Selain layanan tatap muka di kantor cabang, pengaduan juga dapat dilakukan melalui call center resmi Bank Jambi di nomor 1500-665.

Bank Jambi kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Nasabah juga diminta menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN, password, dan kode OTP demi mencegah potensi penyalahgunaan.

Dengan dibukanya layanan pengaduan ini, manajemen berharap seluruh persoalan yang timbul akibat gangguan sistem dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku.(*)




Dirut Bank Jambi Jamin Ganti Rugi! Jika Saldo Nasabah Terbukti Hilang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, tampil langsung memberikan kepastian kepada publik menyusul mencuatnya isu dugaan saldo nasabah hilang pada Minggu (22/2/2026).

Dalam pernyataan resminya, Khairul menegaskan bahwa manajemen tidak akan menghindar dari tanggung jawab.

Ia memastikan, apabila hasil audit internal membuktikan adanya dana nasabah yang berkurang akibat gangguan sistem, pihak bank siap mengganti seluruh kerugian tersebut.

“Kami sedang melakukan penelusuran menyeluruh. Jika terbukti ada dana nasabah yang hilang karena gangguan sistem, Bank Jambi akan mengganti penuh,” tegasnya.

Khairul hadir didampingi Komisaris Utama Emilia serta jajaran direksi dan komisaris lainnya.

Kehadiran manajemen lengkap disebut sebagai bentuk keseriusan dan komitmen dalam menyelesaikan persoalan yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Terkait tidak dapat diaksesnya layanan mobile banking, manajemen menjelaskan bahwa sistem digital memang sengaja dinonaktifkan sementara sebagai langkah mitigasi risiko.

Langkah tersebut diambil untuk memudahkan proses investigasi dan memastikan keamanan data, bukan karena sistem diretas.

“Sistem sementara kami nonaktifkan untuk kepentingan investigasi agar proses penelusuran lebih maksimal,” jelas Khairul.

Saat ini, tim teknologi informasi difokuskan pada pemulihan sistem secara bertahap agar layanan ATM dan mobile banking dapat kembali digunakan dengan aman.

Sebagai langkah pengawasan, Bank Jambi juga telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia untuk memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan regulasi.

Manajemen turut mengimbau nasabah agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Nasabah diminta menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN dan kode OTP serta tidak memberikannya kepada siapa pun.

Bagi nasabah yang merasa saldo berkurang atau menemukan transaksi mencurigakan, bank membuka layanan pengaduan di kantor cabang mulai Senin, 23 Februari 2026, dengan membawa bukti pendukung.

Pengaduan juga dapat dilakukan melalui call center resmi di nomor 1500-665.

Bank Jambi menegaskan setiap laporan akan diproses secara profesional dan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah tersebut.(*)




Di Tengah Isu Saldo Raib, Bank Jambi Hanya Sebut Maintenance Sistem

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Manajemen Bank Jambi meminta para nasabah untuk tetap tenang menyusul gangguan sistem layanan perbankan yang terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026.

Permintaan tersebut disampaikan di tengah beredarnya laporan sejumlah nasabah yang mengaku kehilangan dana secara tiba-tiba dari rekening mereka.

Dalam siaran pers resminya di Jambi, pihak bank menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan sistem.

Manajemen menyebutkan bahwa saat ini layanan perbankan tengah mengalami kendala teknis yang berdampak pada beberapa kanal transaksi.

“Pada saat ini, sistem layanan perbankan Bank Jambi sedang mengalami gangguan yang berdampak kepada nasabah,” demikian pernyataan resmi manajemen.

Gangguan tersebut disebut memengaruhi layanan ATM dan mobile banking.

Sebagai tindak lanjut, pihak bank menyatakan sedang melakukan proses pemulihan atau maintenance internal agar sistem dapat kembali berjalan normal.

Namun di tengah penjelasan resmi tersebut, muncul keluhan dari sejumlah nasabah yang mengaku saldo rekening mereka berkurang bahkan hilang tanpa transaksi yang jelas.

Hingga kini, belum ada penjelasan detail dari manajemen mengenai kepastian apakah gangguan sistem tersebut berkaitan dengan dugaan raibnya dana nasabah.

Bank Jambi lebih menekankan imbauan agar nasabah menjaga keamanan data pribadi, termasuk tidak membagikan username, kata sandi, PIN, maupun kode OTP kepada siapa pun.

Nasabah juga diminta rutin mengganti kata sandi demi keamanan transaksi.

Manajemen menegaskan komitmennya untuk melindungi hak dan kepentingan nasabah sesuai ketentuan yang berlaku.

Pihak bank menyatakan akan menyampaikan perkembangan lanjutan setelah proses verifikasi internal dan koordinasi dengan pihak terkait selesai dilakukan.

Bagi nasabah yang merasa dirugikan, Bank Jambi membuka layanan pengaduan melalui customer service di kantor layanan terdekat mulai Senin, 23 Februari 2026, sesuai jam operasional.

Selain itu, pengaduan juga dapat dilakukan melalui call center resmi di nomor 1500-665.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian resmi dari pihak bank mengenai dugaan hilangnya dana nasabah.

Publik pun masih menunggu transparansi dan penjelasan lebih rinci terkait penyebab gangguan serta jaminan keamanan dana mereka.(*)




Isu Dana Nasabah Hilang, OJK Jambi Turun Tangan Dalami Dugaan Peretasan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas pengawas sektor keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Kantor Provinsi Jambi, merespons cepat isu dugaan peretasan yang menyeret nama Bank Jambi atau yang dikenal sebagai Bank Jambi.

Kepala Kantor OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal dengan meminta manajemen bank segera menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik.

“OJK sudah menindaklanjuti dan meminta Bank Jambi untuk lakukan press release segera,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Isu dugaan peretasan mencuat setelah beredarnya video serta pesan berantai di media sosial yang menyebut sejumlah nasabah kehilangan dana hingga puluhan juta rupiah.

Bahkan, dalam pesan yang beredar disebutkan rekening pejabat internal bank turut terdampak.

Informasi tersebut memicu kepanikan di tengah masyarakat. Sejumlah nasabah dilaporkan mendatangi kantor cabang untuk memastikan kondisi saldo rekening mereka secara langsung.

Di sisi lain, manajemen Bank Jambi sebelumnya telah mengumumkan adanya pemeliharaan sistem (maintenance internal).

Proses tersebut berdampak pada sementara tidak dapat diaksesnya layanan Mobile Banking, ATM, dan CRM.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya indikasi peretasan yang menyebabkan hilangnya dana nasabah, Yan Iswara Rosya memberikan pernyataan singkat.

“Lagi didalami,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pendalaman oleh OJK masih berlangsung.

Publik pun menantikan klarifikasi resmi dari pihak Bank Jambi untuk memastikan keamanan dana nasabah serta menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya isu yang berkembang.(*)




Viral Dugaan Saldo Raib, Bank Jambi Tegaskan Sedang Maintenance Sistem

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Manajemen Bank Jambi akhirnya angkat bicara terkait kabar dugaan hilangnya saldo sejumlah nasabah yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Pihak bank menegaskan bahwa saat ini tengah dilakukan pemeliharaan sistem internal (maintenance) guna meningkatkan kualitas layanan dan keamanan transaksi.

Komisaris Utama Bank Jambi, Emilia, membenarkan adanya informasi resmi yang telah disampaikan melalui kanal komunikasi bank.

Ia memastikan jajaran direksi bersama tim teknologi informasi sedang bekerja melakukan pengecekan dan penguatan sistem.

“Info maintenance itu benar. Jajaran Direksi dan Tim IT sedang kerja,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dalam pengumuman resminya, manajemen menyampaikan bahwa proses maintenance berdampak pada sementara tidak dapat diaksesnya sejumlah layanan, termasuk Mobile Banking, ATM, dan CRM.

Layanan akan kembali normal setelah proses pemeliharaan selesai dilakukan.

Pihak bank juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau nasabah untuk tetap tenang serta menunggu pemberitahuan resmi selanjutnya.

Sebelumnya, warga di Jambi dibuat resah oleh beredarnya video berdurasi sekitar 26 detik yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terdengar seorang perempuan menyebut pelayanan bank tetap dibuka pada Minggu, 22 Februari 2026.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah nasabah mendatangi kantor layanan untuk mengecek saldo rekening mereka setelah muncul kabar adanya dana yang diduga hilang.

Beberapa nominal yang disebut dalam video tersebut antara lain Rp25 juta dan Rp20 juta.

Meski demikian, perempuan dalam video itu juga menyatakan bahwa saldo di rekening pribadinya dalam kondisi aman.

Ia mengimbau masyarakat yang merasa memiliki dana dalam jumlah besar untuk segera melakukan pengecekan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan adanya kehilangan saldo nasabah secara sistemik.

Manajemen memastikan proses pengecekan dan investigasi internal masih berlangsung guna memastikan keamanan transaksi tetap terjaga.

Masyarakat diminta tidak terpancing isu yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada informasi resmi dari pihak bank.(*)




Saldo Nasabah Bank Jambi Dikabarkan Hilang, Video Viral Picu Kepanikan Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabar mengenai dugaan hilangnya saldo nasabah di Bank Jambi mendadak menghebohkan masyarakat di Jambi.

Isu tersebut mencuat setelah sebuah video berdurasi singkat beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat warganet.

Dalam video berdurasi sekitar 26 detik itu, terdengar seorang perempuan menyebutkan bahwa layanan bank tetap beroperasi pada Minggu, 22 Februari 2026.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah nasabah datang untuk memastikan kondisi saldo rekening mereka setelah muncul kabar adanya dana yang diduga hilang.

Perempuan dalam video tersebut menyebutkan nominal saldo yang ramai diperbincangkan, yakni sekitar Rp25 juta.

Bahkan, ada pula yang disebut mengalami kehilangan hingga Rp20 juta.

Sejumlah warga terlihat mendatangi kantor layanan untuk melakukan pengecekan langsung.

Meski menyampaikan adanya laporan dari beberapa nasabah, perempuan tersebut juga menuturkan bahwa saldo di rekening pribadinya dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat yang merasa memiliki dana dalam jumlah besar untuk segera melakukan pengecekan.

Lokasi pasti kantor cabang yang dimaksud dalam video belum dapat dipastikan. Namun, kabar tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Di hari yang sama, pihak Bank Jambi mengeluarkan pengumuman resmi melalui kanal informasi mereka.

Dalam keterangan tersebut, manajemen menyampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan pemeliharaan sistem internal (maintenance) guna meningkatkan kualitas layanan dan keamanan transaksi.

Dampak dari proses tersebut adalah tidak dapat diaksesnya sejumlah layanan perbankan, termasuk Mobile Banking, ATM, dan CRM untuk sementara waktu.

Pihak bank menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan layanan akan kembali normal setelah proses pemeliharaan selesai.

Komisaris Utama Bank Jambi, Emilia, saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi terkait maintenance sistem tersebut.

Ia menyatakan bahwa jajaran direksi bersama tim teknologi informasi tengah bekerja melakukan penanganan dan pengecekan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi yang membenarkan adanya kehilangan saldo nasabah.

Pihak manajemen menegaskan bahwa proses investigasi dan pengecekan sistem masih berlangsung untuk memastikan keamanan transaksi tetap terjaga.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari pihak bank terkait perkembangan situasi ini.(*)




Tekanan Ekonomi Bisa Ganggu Kewarasan Ibu, Kabid RSJD Jambi Sebut Bisa Berdampak pada Rumah Tangga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kesehatan mental ibu menjadi sorotan utama dalam seminar keluarga bertema “Marriage Goals Bukan Cuma Soal Cinta Tapi Juga Soal Atur Dana” yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Narasumber Dini Silvia, Dini Silvia dari RSJD Kolonel H. Muhammad Syukur, menekankan pentingnya menjaga kewarasan ibu sebagai kunci stabilitas ekonomi rumah tangga.

Dalam materinya bertajuk “Sehat Jiwa, Sehat Finansial: Menjaga Kewarasan Ibu dalam Mengelola Ekonomi Keluarga”, Dini Silvia menjelaskan tekanan ekonomi sering berdampak langsung pada psikologis ibu, yang berperan sebagai manajer utama rumah tangga.

“Pengelolaan keuangan yang baik membutuhkan kondisi mental yang sehat. Tekanan ekonomi yang tinggi dapat memengaruhi kewarasan ibu, sehingga berdampak pada keharmonisan dan stabilitas keluarga,” jelasnya.

Dini menekankan bahwa ibu yang sehat secara mental mampu mengambil keputusan keuangan lebih bijak, menjaga komunikasi dengan pasangan, dan menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.

“Sehat secara emosional berarti keluarga juga lebih siap menghadapi tantangan ekonomi. Ibu yang tenang dan stabil mentalnya menjadi fondasi bagi keluarga yang bahagia dan mandiri secara finansial,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Jambi dan cabang se-Kecamatan oleh Ketua PW Salimah Provinsi Jambi, Muslihah.

Marsya Lystia, Ketua Marsya Lystia, turut memberikan materi mengenai literasi keuangan sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga.

Muslihah menambahkan, Salimah Kota Jambi termasuk yang paling aktif di Provinsi Jambi dengan jumlah anggota terbanyak dan program unggulan yang mencakup pendidikan, ekonomi, kesehatan mental, serta pengembangan keluarga.

Seminar ini menegaskan komitmen kolaborasi organisasi perempuan dengan Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat kesehatan mental ibu, ketahanan ekonomi keluarga, dan pemberdayaan perempuan, sejalan dengan visi “Kota Jambi Bahagia.”(*)




Marsya Lystia Tegaskan Pentingnya Literasi Keuangan untuk Ketahanan Keluarga di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Marsya Lystia menjadi sorotan dalam seminar keluarga bertema “Marriage Goals Bukan Cuma Soal Cinta Tapi Juga Soal Atur Dana” yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Jambi dan pimpinan cabang se-Kecamatan Kota Jambi oleh Ketua PW Salimah Provinsi Jambi, Muslihah.

Dalam sesi seminar bertajuk Finance for Couples: Bangun Kehidupan Finansial yang Bahagia, Marsya menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi ketahanan ekonomi rumah tangga.

“Marriage goals bukan hanya tentang cinta dan romantisme, tetapi juga bagaimana pasangan mampu merencanakan dan mengelola keuangan bersama. Ketahanan ekonomi keluarga adalah fondasi penting bagi kebahagiaan jangka panjang,” jelas Marsya.

Marsya menekankan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi aspek utama dalam membangun generasi yang tangguh.

“Kita membesarkan perempuan berarti membesarkan generasi. Fokus kita adalah pemberdayaan perempuan. Di era modern, perempuan harus adaptif terhadap teknologi, pola pengasuhan, hingga isu kesehatan mental,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, organisasi perempuan harus relevan lintas generasi, dari anggota muda hingga senior, dengan kegiatan yang dikemas kekinian namun tetap berlandaskan nilai agama.

“Kami ingin Salimah bersinergi dengan organisasi perempuan lain untuk bersama-sama membangun Kota Jambi lebih maju dan berdaya,” kata Marsya.

Narasumber kedua, Dini Silvia, Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana Medis RSJD Kolonel H. Muhammad Syukur, membawakan materi “Sehat Jiwa, Sehat Finansial: Menjaga Kewarasan Ibu dalam Mengelola Ekonomi Keluarga.”

Ia menekankan, kondisi mental ibu sangat memengaruhi stabilitas keuangan keluarga.

“Pengelolaan keuangan yang baik membutuhkan kondisi mental yang sehat. Tekanan ekonomi sering berdampak pada psikologis ibu sebagai manajer rumah tangga,” jelas Dini.

Ketua PW Salimah Provinsi Jambi, Muslihah, menjelaskan bahwa Salimah telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota dengan jumlah anggota mencapai 1.304 orang, dan Kota Jambi menjadi penyumbang terbanyak.

Di tingkat kelurahan, telah terbentuk empat PERA (Persaudaraan Salimah), dan program One PC One PERA akan digulirkan untuk memperluas jaringan.

Salimah memiliki enam departemen: Dakwah, Pendidikan & Pelatihan, Ekonomi, Humas, Jaringan Lembaga & Kajian, serta Program Keluarga & Perempuan.

Program unggulan meliputi Majelis Taklim, Baitul Qur’an, P2AYD, SISTER, SERASI, SALSA, KOSUMA, Salimah Halal Center, hingga Mubalighah Salimah Indonesia.

“Seluruh program ini bertujuan meningkatkan kualitas perempuan dan keluarga. Pengurus baru diharapkan menjalankan amanah dengan dedikasi dan integritas,” ungkap Muslihah.

Kegiatan seminar dan pelantikan ini menegaskan komitmen kolaborasi antara organisasi perempuan dan Pemerintah Kota Jambi.

Fokusnya pada ketahanan ekonomi keluarga, kesehatan mental perempuan, serta pemberdayaan perempuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sejalan dengan visi “Kota Jambi Bahagia.”(*)




PT Jambi Indoguna Kejar Participating Interest Migas, Gubernur Minta Dukungan DPR RI

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, memaparkan perkembangan terbaru PT Jambi Indoguna Internasional yang tengah berproses memperoleh Participating Interest (PI) di sejumlah perusahaan migas.

Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Gedung Mahligai 9, Jumat (20/2/2026).

Menurut Al Haris, PT Jambi Indoguna saat ini sedang menjalani tahapan due diligence sebagai bagian dari proses pengambilan PI pada perusahaan migas seperti PetroChina dan Jetstone Energy.

“Prosesnya sudah berjalan dan kini masuk tahap due diligence. Kami berharap dukungan Komisi II agar percepatan persetujuan dan penerbitan SK dari Kementerian ESDM dapat segera terealisasi,” ujar Al Haris.

Participating Interest merupakan skema kepemilikan saham daerah dalam pengelolaan blok migas.

Jika proses ini tuntas, PT Jambi Indoguna berpeluang memperoleh kontribusi signifikan dari sektor energi yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Al Haris menegaskan, penguatan BUMD sektor energi menjadi langkah strategis dalam memperluas sumber pendapatan daerah, tidak hanya bergantung pada sektor konvensional.

“Kami ingin BUMD Jambi mampu mengambil peran nyata dalam pengelolaan sumber daya alam daerah,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Al Haris juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian ESDM, agar proses administrasi dan persetujuan PI tidak berlarut-larut.

Menurutnya, percepatan penerbitan surat keputusan akan memberikan kepastian hukum sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas di sektor migas Jambi.

Kunjungan kerja Komisi II DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II, Dede Yusuf, menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk menyampaikan aspirasi dan progres BUMD, termasuk PT Jambi Indoguna.

Dengan proses due diligence yang tengah berjalan dan dukungan regulasi yang diharapkan segera terbit, Al Haris optimistis PT Jambi Indoguna mampu menjadi motor baru penggerak ekonomi daerah berbasis energi.(*)




Modal Inti Rp3 Triliun Jadi Tantangan, Gubernur Optimistis Bank Jambi Tumbuh

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Target pemenuhan modal inti sebesar Rp3 triliun menjadi tantangan besar bagi Bank Jambi.

Meski demikian, Gubernur Jambi Al Haris menyatakan optimistis bank kebanggaan daerah itu mampu tumbuh dan meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Gedung Mahligai 9, Jumat (20/2/2026).

Ia menegaskan bahwa penguatan permodalan merupakan langkah strategis agar Bank Jambi tetap sehat, kompetitif, dan mampu memenuhi ketentuan regulator.

“Tantangan kita saat ini adalah pemenuhan modal inti Rp3 triliun sesuai regulasi OJK. Namun kami optimistis Bank Jambi mampu tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menjalankan skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jabar Banten.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis dan manajemen risiko.

Melalui skema tersebut, Bank Jambi tidak hanya mengejar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memperluas akses layanan keuangan hingga ke daerah pelosok.

Al Haris menyebutkan bahwa kinerja Bank Jambi saat ini menunjukkan tren yang positif.

Jaringan layanan terus berkembang dan kontribusi terhadap perekonomian daerah semakin nyata, khususnya dalam pembiayaan sektor UMKM.

Penguatan modal inti dinilai menjadi fondasi penting agar pertumbuhan tersebut semakin berkelanjutan dan mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, juga menekankan pentingnya tata kelola profesional bagi seluruh BUMD, termasuk bank daerah.

Ia mengingatkan agar BUMD dikelola secara transparan, berbasis kinerja, dan tidak menjadi beban fiskal daerah.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, momentum ini menjadi kesempatan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat demi mendorong Bank Jambi naik kelas.

Dengan strategi penguatan modal, kolaborasi KUB, dan dukungan regulasi, Al Haris yakin Bank Jambi mampu menjawab tantangan dan tumbuh sebagai institusi keuangan daerah yang tangguh dan berdaya saing tinggi.(*)