5 Kasus Curanmor Terungkap di Tanjab Timur, Satu Pelaku Sudah 4 Kali Masuk Penjara

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kembali marak terjadi di Kabupaten Tanjab Timur.

Dalam dua bulan terakhir, jajaran Polres Tanjab Timur mengungkap 5 kasus Curanmor yang terjadi di Kecamatan Dendang dan Kecamatan Geragai, serta mengamankan 5 tersangka.

Kapolsek Dendang, Iptu Sunarto, menjelaskan bahwa dari kelima tersangka yang diamankan, satu merupakan warga Kecamatan Geragai dan empat lainnya dari Kecamatan Dendang.

Ironisnya, satu dari empat pelaku tersebut adalah residivis yang telah empat kali masuk penjara.

“Ini jadi peringatan bagi kita semua. Saya harap Bhabinkamtibmas bisa terus memberikan sosialisasi dan imbauan kepada warga agar lebih waspada terhadap aksi Curanmor,” ujar Iptu Sunarto, Rabu (17/4/2025).

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan meninggalkan kunci kontak di kendaraan, serta memastikan rumah dalam kondisi aman saat ditinggalkan.

“Jika menjadi korban atau melihat tindakan mencurigakan, segera laporkan ke Polres, Polsek, atau Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Sunarto juga mengapresiasi kerja keras Tim Opsnal Satreskrim Polres Tanjab Timur yang telah membantu mengungkap sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Dendang.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Tanjab Timur, AKP Edi Tasrif, menambahkan bahwa tingginya kasus Curanmor akhir-akhir ini harus menjadi pembelajaran bersama.

Ia mengajak warga untuk lebih berhati-hati saat memarkirkan kendaraan, baik di rumah maupun tempat umum.

“Pastikan kendaraan terkunci dengan aman. Jika perlu, gunakan kunci pengaman tambahan untuk mencegah aksi pencurian,” imbaunya.

AKP Edi juga mendorong masyarakat untuk aktif menjaga keamanan lingkungan, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan, termasuk penjualan barang-barang yang diduga hasil kejahatan.

“Peran masyarakat sangat penting dalam membantu tugas kepolisian menjaga keamanan. Jangan ragu untuk memberi informasi jika ada kejanggalan,” pungkasnya.(*)




Satlantas Polresta Jambi Ajak Anak-anak Pahami Aturan Lalu Lintas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka membentuk budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini,  Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Jambi kembali melaksanakan kegiatan edukasi kepada pelajar sekolah dasar.

Kegiatan bertajuk “Polisi Sahabat Anak” ini dilaksanakan oleh Unit Kamsel Satlantas Polresta Jambi di Madrasah Ibtidaiyah Khairiyah, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, pada Rabu (16/04/2025).

Dalam kegiatan ini, petugas memberikan penyuluhan tentang keselamatan berkendara, pengenalan rambu-rambu lalu lintas, dan larangan penggunaan kendaraan bermotor bagi anak-anak di bawah umur.

“Wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat dimulai dari edukasi sejak dini. Anak-anak perlu memahami pentingnya tata cara berlalu lintas yang aman agar terbentuk kesadaran hukum dan keselamatan di jalan,” ujar Kasi Humas Polresta Jambi, Ipda Deddy Haryadi.

Melalui program ini, Polresta Jambi berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan dalam keluarga dan lingkungan mereka untuk lebih taat dalam berlalu lintas.

Kegiatan edukasi ini juga sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur, yang masih menjadi perhatian di wilayah Kota Jambi.(*)




Ditpolairud Polda Jambi Sosialisasikan Larangan Destructive Fishing di Kuala Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota Ditpolairud Polda Jambi melaksanakan kegiatan Sambang Nusa Presisi dengan Mensosialisasikan tentang Peduli lingkungan dan larangan melakukan Destructive Fishing kepada Warga pesisir di Desa Majlis Hidayah, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjab Timur, Rabu (16/04/25).

Kegiatan Sambang Nusa Presisi yang dilaksanakan oleh personel Ditpolairud Polda Jambi ini Bertempat di Balai desa Majlis Hidayah dan kegiatan ini Bertemakan Sosialisasi Larangan Distructive Fishing dan Peduli lingkungan.

Peserta Kegiatan ini adalah merupakan warga pesisir Desa Majlis Hidayah Kec.Kuala Jambi Kab. Tanjabtim

Destructive fishing ialah kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan, alat, atau cara yang merusak sumber daya ikan maupun lingkungannya.

Seperti menggunakan bahan peledak, bahan beracun, setrum, dan alat penangkapan ikan lainnya yang tidak ramah lingkungan.

Selain mensosialisasikan tentang Larangan melakukan Destructive Fishing, Anggota Ditpolairud Polda Jambi juga menghimbau kepada Warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan cara tidak membuang sampah ke Sungai.

Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol Agus Tri Waluyo , S.I.K., M.H., mengatakan bahwa sosialisasi larangan Destructive Fishing ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Warga pesisir tentang dampak serius yang ditimbulkan oleh penggunaan teknik penangkapan ikan yang merusak.

Terutama terhadap ekosistem terumbu karang, kematian biota laut dari berbagai jenis dan ukuran, serta ancaman keselamatan jiwa bagi para pelaku yang terlibat dalam praktik tersebut.

“Selain itu kita juga mengharapkan warga pesisir untuk dapat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

“Melalui kegiatan tersebut, diharapkan warga dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem laut untuk mendukung keberlanjutan sumber daya alam di wilayah tersebut,” Pungkas Kombes Pol Agus.

Diahir acara, Anggota Ditpolairud Polda Jambi memberikan Bingkisan berupa paket sembako kepada peserta Kegiatan Sambang Nusa Presisi.(*)




Hari Ketiga Pencarian Wira (15), Tim SAR Temukan Topi dan Sarung Parang di Hutan Sungai Penuh

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim SAR Gabungan terus melanjutkan upaya pencarian terhadap seorang remaja bernama Wira (15) yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Memasuki hari ketiga pencarian, Rabu (16/4/2025), tim yang terdiri dari personel Pos SAR Kerinci, TNI, Polri, BPBD Sungai Penuh, Damkar, serta warga setempat memperluas area pencarian akibat belum ditemukannya tanda keberadaan korban.

Komandan Pos SAR Kerinci, Nurhasni, menyebutkan bahwa dalam pencarian hari ini, tim berhasil menemukan beberapa barang yang diduga milik korban.

“Kami menemukan sarung parang dan topi yang diduga milik korban, berjarak sekitar 3 kilometer dari titik awal hilangnya korban,” ungkap Nurhasni.

Menurutnya, medan yang sulit menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Kawasan hutan yang lebat, terjal, dan masih minim akses membuat tim harus bekerja ekstra dalam melakukan penyisiran di berbagai titik yang dicurigai.

Nurhasni juga mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian agar turut membantu pencarian dengan melaporkan jika menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami mohon bantuan masyarakat, jika melihat tanda-tanda keberadaan Wira bisa segera menghubungi perangkat desa atau langsung ke tim SAR,” tambahnya.

Sebelumnya, Wira dilaporkan hilang sejak awal pekan ini saat berada di kawasan hutan untuk suatu kegiatan.

Kejadian ini memicu perhatian masyarakat dan otoritas setempat, yang langsung berkoordinasi untuk melakukan pencarian secara intensif.

Pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Pihak Basarnas berharap cuaca dan kondisi di lapangan bisa lebih bersahabat untuk memudahkan proses pencarian.(*)




Warga Tenggelam di Sungai Lagan Tanjab Timur, Jenazah Ditemukan 300 Meter dari Lokasi Awal

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Pencarian korban tenggelam di Sungai Lagan, Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur akhirnya membuahkan hasil. Harto Sukarno (58), warga RT 004 RW 001 Dusun Suka Maju, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu pagi (16/4/2025).

Proses pencarian yang melibatkan Tim SAR Jambi bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Sekitar pukul 10.08 WIB, tubuh korban ditemukan mengambang di permukaan sungai, sekitar 300 meter dari lokasi awal kejadian.

Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara intensif sejak hari pertama setelah menerima laporan dari Kepala Desa Suka Maju. Berbagai peralatan dikerahkan, termasuk rubber boat, alat deteksi bawah air (Aqua Eyes), dan drone thermal untuk mempercepat proses pencarian.

“Korban ditemukan dengan pakaian yang sama seperti saat terakhir terlihat, sehingga memudahkan proses identifikasi,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa ini terjadi pada Selasa sore (15/4/2025), sekitar pukul 16.35 WIB. Saat itu, korban sedang mencari rumput untuk pakan ternak menggunakan perahu. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke sungai hingga tenggelam.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak Basarnas mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di sekitar sungai, agar selalu berhati-hati dan menggunakan alat keselamatan, terutama saat menggunakan perahu.




Tim SAR Gunakan Drone Thermal, Cari Korban Tenggelam di Geragai Tanjab Timur Jambi

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang pria lanjut usia dilaporkan terjatuh dan tenggelam di sungai saat mencari rumput di bawah jembatan Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur, Selasa sore (15/4/2025).

Korban bernama Harto (58), warga setempat, terakhir kali terlihat sekitar pukul 16.00 WIB sebelum hilang terbawa arus.

Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat usai menerima laporan dari Kepala Desa Suka Maju, Didik.

“Kami turunkan tim lengkap dengan peralatan seperti rubber boat, drone thermal, alat evakuasi hingga pendeteksi bawah air Aqua Eyes,” ujar Adah dalam keterangannya.

Tim SAR yang tiba di lokasi langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan warga untuk memulai pencarian. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan dilakukan malam hari, pencarian akan dilanjutkan pagi hari ini (16/4).

Basarnas mengimbau warga sekitar yang tinggal di bantaran sungai untuk lebih berhati-hati dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.(*)




Jalur Utama Tebo–Rimbo Bujang Rusak Berat, Ancam Keselamatan dan Mobilitas Warga

MUARTEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kondisi jalan lintas Tebo–Rimbo Bujang semakin memprihatinkan.

Ratusan titik kerusakan ditemukan di sepanjang jalur ini, menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pengendara yang melintasi jalan tersebut setiap hari.

Jalan yang menjadi akses utama penghubung antar kecamatan di Kabupaten Tebo, seperti Rimbo Bujang, Rimbo Ilir, Serai Serumpun, Rimbo Ulu, VII Koto, dan VII Koto Ilir, kini dipenuhi lubang-lubang yang sebagian besar tergenang air.

Kerusakan ini tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Bambang, salah satu warga yang kerap melintasi jalur tersebut, menyampaikan kekesalannya atas kondisi jalan yang cepat mengalami kerusakan meski baru saja dibangun.

“Kemarin hanya beberapa titik yang rusak dan bergelombang. Sekarang sudah ada ratusan lubang, sebagian besar tergenang air,” ujarnya.

Jalan lintas Tebo–Rimbo Bujang merupakan jalur vital yang sering dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk oleh pejabat daerah dan anggota dewan.

Namun, kondisi jalan yang semakin memburuk membuat banyak pengguna jalan merasa tidak aman saat melintas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan diduga disebabkan oleh kualitas pembangunan yang buruk serta tingginya intensitas kendaraan berat yang melintasi jalur tersebut.

Sejauh ini, belum ada perbaikan menyeluruh yang dilakukan oleh pihak terkait, meskipun keluhan terus disuarakan oleh masyarakat.

Warga mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan jalan, guna menghindari potensi kecelakaan serta menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.(*)




Bupati BBS Serahkan LKPD 2024, Muaro Jambi Penuhi Mandatory Spending

MUAROJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemkab Muaro Jambi secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2024 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi, Selasa (15/4/2025).

Penyerahan LKPD yang berlangsung di Auditorium Sultan Thaha BPK RI Perwakilan Jambi ini dilakukan langsung oleh Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS), SP, MM, M.Si, dan diterima oleh Kepala BPK Perwakilan Jambi, Muhammad Toha Arafat.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima laporan, yang merupakan wujud komitmen Pemkab Muaro Jambi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Penyerahan LKPD unaudited ini dilakukan sesuai amanat Pasal 56 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, yang mewajibkan pemerintah daerah menyerahkan laporan keuangan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Dalam sambutannya, Bupati Bambang Bayu Suseno menyampaikan bahwa Pemkab Muaro Jambi telah memenuhi mandatory spending sesuai ketentuan perundang-undangan, yaitu:

  • Alokasi Pendidikan: 30,45% dari APBD (minimal 20%)

  • Alokasi Kesehatan: 21,42% dari APBD (minimal 10%)

  • Alokasi Infrastruktur: 45,58% dari APBD (minimal 40%)

  • Alokasi Pengawasan: Minimal 0,75% dari APBD

“Dengan terpenuhinya porsi alokasi ini, Pemkab Muaro Jambi telah menjalankan kewajiban belanja sesuai amanat undang-undang,” tegas Bupati BBS.

Bupati juga menyampaikan harapannya agar seluruh perangkat daerah, khususnya BPKAD, Inspektorat, dan BPK sebagai pemeriksa eksternal, terus menjalin sinergi demi mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang profesional dan transparan.

Kepala BPK Perwakilan Jambi mengapresiasi langkah cepat Pemkab Muaro Jambi dalam penyerahan LKPD Tahun 2024 dan berharap pemeriksaan dapat berjalan optimal sesuai prosedur.

Penyerahan LKPD ini juga dilakukan serentak bersama beberapa pemerintah daerah lainnya, yakni Kabupaten Kerinci, Merangin, Batanghari, dan Kota Sungai Penuh.(*)




Kronologi Tenggelamnya Harto Sukarno di Sungai Lagan, Pencarian Berlangsung Hingga Malam

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Hingga pukul 22.30 WIB, Selasa 15 April 2025, korban tenggelam di Sungai Lagan, Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur  belum juga ditemukan.

Tim SAR dan warga setempat terus melakukan pencarian intensif.

Korban yang diketahui bernama Harto Sukarno, berusia sekitar 58 tahun, dilaporkan tenggelam di Sungai Lagan sekitar pukul 16.35 WIB.

Awalnya, seorang warga menemukan perahu korban yang sedang membawa rumput pakan ternak hanyut di aliran Sungai Lagan, dekat dengan kantor desa.

Perahu tersebut ditemukan tanpa ada pemiliknya.

Menurut pantauan Jambi Independent di lokasi kejadian, ratusan warga terlihat memadati sekitar lokasi kejadian.

Beberapa warga setempat turut serta dalam upaya pencarian menggunakan perahu dan alat penerangan.

Selain itu, Tim SAR yang datang malam ini juga telah melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet bersama pihak TNI dan Polri.

Harto Sukarno, warga Dusun Suka Maju, RT 004, RW 001, Desa Suka Maju, diduga tenggelam setelah terpeleset dari perahunya saat sedang mencari rumput di sekitar aliran Sungai Lagan.

Menurut keterangan keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis, meskipun pada saat itu, korban belum makan namun hal tersebut biasa dilakukan korban saat bekerja.

Sungai Lagan yang memiliki arus cukup deras dan ketinggian air yang meningkat saat ini dipenuhi oleh rumput liar di bagian tengahnya.

Selain itu, sejumlah warga juga mengungkapkan bahwa di sekitar aliran sungai ini terdapat buaya liar berukuran besar yang sering terlihat.

Perahu korban telah ditambatkan dan dipasang police line sebagai barang bukti.

Dari penuturan warga, kemungkinan korban terpeleset dari perahu yang ia gunakan untuk membawa rumput, yang menyebabkan ia jatuh dan tenggelam di Sungai Lagan.

Sungai Lagan Tanjab Timur: Pencarian Korban Tenggelam Masih Berlangsung, Diduga Terpeleset dari Perahu

Proses pencarian korban oleh Tim SAR dan pihak berwenang terus berlanjut hingga saat ini. Pihak keluarga berharap agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.(*)




Diduga Tenggelam, Warga Geragai Hilang Saat Mencari Rumput di Sungai Lagan

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang warga Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dilaporkan hilang saat mencari rumput di sekitar aliran Sungai Lagan, Senin sore (14/4/2025).

Korban diketahui bernama Harto Sukarno (58), warga Dusun Suka Maju, RT 004, RW 001.

Informasi hilangnya korban pertama kali diketahui saat warga melihat perahu milik korban hanyut dengan muatan rumput, namun tanpa keberadaan pemiliknya.

Kepala Desa Suka Maju, Didik Budi Cahyanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut lokasi perahu korban ditemukan sekitar 50 meter dari jembatan dekat Kantor Desa Suka Maju.

“Kejadiannya sore tadi. Ada warga yang sedang memperbaiki perahu di bawah jembatan Sungai Lagan melihat perahu korban hanyut, tapi korban tidak ada. Setelah dicek, perahu tersebut benar milik Harto Sukarno yang biasa digunakan untuk mencari rumput ternak,” jelas Kades.

Pihak keluarga juga menyatakan tidak mengetahui keberadaan korban sejak sore. Dugaan sementara, korban tenggelam di aliran Sungai Lagan Suka Maju.

Proses pencarian terhadap korban telah dilakukan sejak sore hari dan masih berlangsung hingga malam pukul 18.50 WIB.

Warga bersama aparat desa masih melakukan penyisiran sambil menunggu kedatangan Tim SAR.

“Kami masih melakukan pencarian bersama warga. Tim SAR juga sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk membantu pencarian,” tambah Kades Didik.

Sementara itu, Kapolsek Geragai, Iptu Budi Sitinjak, juga membenarkan adanya laporan warga hilang tersebut.

Ia menyatakan bahwa anggota Polsek, Babinsa, dan masyarakat telah dikerahkan untuk membantu pencarian menggunakan perahu dan alat lainnya.

“Upaya pencarian terus dilakukan dengan menyisir aliran sungai di sekitar lokasi. Mudah-mudahan korban segera ditemukan,” ujar Kapolsek.(*)