Pemkab Tebo Tegas! ASN Terlibat Judi Online akan Ditindak

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemkab Tebo menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat judi online. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Tebo, Sindi, pada Senin, 21 April 2025.

“Sesuai instruksi Bupati yang telah disampaikan oleh Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, Pemkab Tebo akan menindak tegas ASN yang terlibat dalam aktivitas judi online,” tegas Sindi.

Untuk mencegah maraknya praktik judi daring di lingkungan pemerintahan, Pemkab Tebo telah menggelar sosialisasi pencegahan judi online kepada seluruh ASN, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati.

“Dampak judi online sangat membahayakan. Sudah banyak contoh rumah tangga hancur, karir hancur, hanya karena judi online. Karena itu, Pak Wabup menegaskan bahwa ASN yang terlibat tidak akan ditoleransi,” tambahnya.

Tak hanya internal, Pemkab Tebo juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam pengawasan.

Sindi mengimbau agar masyarakat tidak ragu melaporkan ASN yang terlibat dalam judi online, terutama jika memiliki bukti kuat.

“Kalau memang ada bukti, masyarakat jangan segan untuk melaporkannya. Kami pastikan laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur,” tutupnya.(*)




Pembangunan Sirkuit Road Race Batanghari Tertunda, Para Pembalap Diminta Bersabar

MUARABULIAN, SEPUCUKAJAMBI.ID – Memasuki periode kedua kepemimpinan Bupati Muhammad Fadhil Arief dan Wakil Bupati Bakhtiar, salah satu janji politik yang tertuang dalam 36 Program Batanghari Tangguh belum juga terealisasi, yakni pembangunan Sirkuit Road Race permanen di Batanghari.

Hingga April 2025, pembangunan sirkuit tersebut masih tertunda lantaran luasan lahan yang tersedia belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Akibatnya, para pembalap dan komunitas otomotif di Batanghari diminta untuk bersabar lebih lama.

Pada tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Batanghari sempat merencanakan pembangunan sirkuit di area jalan lintas Muara Bulian–Bajubang, tepatnya di sebelah pasar ternak.

Namun karena lahan yang tersedia belum mencukupi standar, rencana tersebut batal dan lokasi pembangunan pun dialihkan.

Selanjutnya pada 2023, Pemkab Batanghari kembali melakukan pembebasan lahan seluas 4,9 hektare di wilayah Kelurahan Teratai.

Proyek ini menghabiskan anggaran sebesar Rp4,445 miliar dan ditujukan untuk lokasi road race Batanghari.

Kepala Dinas PUTR Batanghari, Ajrisa Windra, menyampaikan bahwa hingga kini pembangunan belum bisa dimulai karena lahan masih belum memenuhi standar minimum dari IMI.

“Informasi terakhir, tahun ini akan ada rencana penambahan lahan lagi. Karena lahan yang sekarang belum memenuhi standar,” ujarnya, Senin (21/04/2025).

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Batanghari, A Shomad, mengatakan bahwa tahun ini Pemkab berencana menambah lahan seluas 2 hektare untuk memenuhi syarat sirkuit permanen.

“Penambahan lahan ini untuk melengkapi fasilitas umum sirkuit seperti paddock dan lainnya. Kami juga sudah bertemu dengan pemilik lahan,” jelasnya.

Padahal sebelumnya, saat menutup Batanghari Cup Race 2023 di Sirkuit Taman Bebean, Bupati Muhammad Fadhil Arief menyatakan bahwa sirkuit permanen akan mulai dibangun pada 2024.

Saat itu ia juga meminta agar event tersebut menjadi penutup sebelum dipindah ke lokasi baru.

“Sebelum sirkuit permanen dibangun, kita minta ada road race terakhir di Taman Bebean ini sebagai perpisahan,” ujar Fadhil kala itu.

Hingga kini, para penggemar balap motor dan komunitas otomotif Batanghari masih menanti realisasi janji ini, sembari berharap pembangunan dapat segera dimulai agar Batanghari memiliki fasilitas balap resmi berstandar nasional.(*)




Warga Talang Belido Keluhkan Limbah TPA Talang Gulo, Air Sungai Tercemar dan Ikan Mati

MUAROJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi mengeluhkan pencemaran sungai akibat limbah cair dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo. Limbah ini diduga mengalir ke Sungai Sarang Buaya, sumber air yang biasa dimanfaatkan warga, terutama saat musim kemarau.

Akibat pencemaran tersebut, warga merasa takut menggunakan air sungai karena khawatir terkontaminasi limbah berbahaya dan berpotensi menyebabkan penyakit. Bahkan, sudah banyak ikan ditemukan mati di aliran sungai tersebut.

Kepala Desa Talang Gulo, Fadli, mengatakan bahwa pencemaran air sungai oleh limbah TPA sudah terjadi sejak tahun 2020. Kondisi ini memberikan dampak serius bagi kehidupan masyarakat.

“Masyarakat sebelumnya menggunakan air sungai ketika musim kemarau. Sekarang, karena tercemar, sungai Sarang Buaya tidak bisa digunakan lagi,” ungkap Fadli.

Fadli juga berharap agar persoalan ini segera diselesaikan, termasuk dugaan pencemaran limbah dari peternakan babi yang diduga ikut mencemari sungai di wilayah tersebut.

“Saya berharap pencemaran bisa segera ditangani agar sungai kembali bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, yang tengah melakukan reses di daerah itu langsung meninjau lokasi sungai yang dikeluhkan warga.

Aidi mengonfirmasi adanya laporan dari warga yang diperkuat oleh kepala desa bahwa limbah lindi dari TPA Talang Gulo Kota Jambi mengalir masuk ke wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

“Laporan warga dan pak Kades menyebutkan banyak ikan mati. Saya langsung cek ke lapangan, jika benar, kami akan segera koordinasi dengan Wali Kota Jambi dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi,” kata Aidi Hatta.

Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Muaro Jambi mendukung investasi, namun dengan syarat tidak merugikan masyarakat dan memiliki legalitas yang jelas.

“Selama tidak menimbulkan masalah di wilayah Muaro Jambi, tidak ada masalah. Tapi kalau ada dampaknya, kita minta Pemerintah Kota Jambi bertindak tegas,” pungkas Aidi.(*)




Curanmor Meningkat di Tanjab Timur, Ini Imbauan Kapolsek Dendang

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID Polres Tanjab Timur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kembali maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah tersebut.

Dalam dua bulan terakhir, aparat kepolisian berhasil mengungkap lima kasus curanmor yang terjadi di Kecamatan Dendang dan Geragai, serta mengamankan lima tersangka pelaku pencurian.

Dari kelima pelaku, satu di antaranya merupakan warga Kecamatan Geragai dan empat lainnya dari Kecamatan Dendang.

Mirisnya, satu pelaku diketahui sebagai residivis yang sudah empat kali keluar masuk penjara.

Kapolsek Dendang, Iptu Sunarto, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan tindak kejahatan. Ia mengingatkan agar warga lebih waspada, terutama dalam menjaga kendaraan pribadi.

“Jangan sembarangan meletakkan kunci kendaraan. Saat meninggalkan rumah, pastikan kendaraan dalam kondisi aman dan terkunci. Waspadai juga saat rumah ditinggal dalam keadaan kosong,” ujar Iptu Sunarto, Rabu (17/4/2025).

Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang, baik ke Polsek, Polres, maupun Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.

“Kami mengapresiasi Tim Opsnal Satreskrim Polres Tanjab Timur yang telah membantu mengungkap beberapa kasus di wilayah hukum kami. Tapi lebih penting lagi, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan angka kriminalitas,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Tanjab Timur, AKP Edi Tasrif, mengingatkan bahwa kewaspadaan harus menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.

“Selalu gunakan kunci ganda saat parkir kendaraan, bahkan di dalam rumah sekalipun. Jangan biarkan kunci tergantung di kendaraan. Ini celah yang paling sering dimanfaatkan pelaku curanmor,” tegasnya.

AKP Edi juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan tidak ragu memberikan informasi kepada polisi jika melihat aktivitas mencurigakan, termasuk adanya penjualan barang-barang tanpa kejelasan asal-usul.

“Kepedulian kita bersama bisa mencegah aksi kriminal lebih luas. Laporkan setiap hal mencurigakan, itu bagian dari menjaga keamanan bersama,” pungkasnya.(*)




KPU Bungo Tunggu Surat MK, untuk Penetapan Bupati Terpilih Pasca PSU

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemungutan Suara Ulang (PSU Pilkada Bungo 2025) resmi berakhir dengan kemenangan pasangan calon nomor urut 01, Dedy Putra – Tri Wahyu Hidayat.

Mereka unggul tipis atas pasangan nomor urut 02, Jumiwan Aguza – Maidani, dengan selisih hanya 220 suara.

Dengan berakhirnya PSU, saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo tinggal menunggu surat resmi dari KPU RI untuk melanjutkan ke tahapan penetapan Bupati dan Wakil Bupati Bungo terpilih.

Ketua KPU Bungo, Armidis, menjelaskan bahwa proses penetapan hasil Pilkada Bungo masih menunggu surat dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak adanya sengketa hasil.

“Surat itu akan dikeluarkan MK ke KPU RI dan diteruskan ke KPU Bungo. Setelah itu, baru kita bisa menetapkan hasil Pilkada,” jelas Armidis.

Ia menambahkan, meski waktu penetapan belum bisa dipastikan, proses akan segera dilakukan begitu surat MK diterima.

“Intinya kita menunggu surat. Setelah surat turun, satu atau dua hari setelahnya langsung kita lakukan penetapan,” ujarnya.

Pasangan Jumiwan Aguza – Maidani yang kalah dalam hasil PSU Pilkada Bungo 2025, memilih untuk tidak mengajukan gugatan ke MK dan secara legowo menerima hasil akhir.

Tahapan selanjutnya setelah penetapan oleh KPU adalah rapat paripurna DPRD Kabupaten Bungo untuk pengusulan pelantikan.

Kemudian, proses pelantikan akan diteruskan hingga ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dengan hasil ini, masyarakat Kabupaten Bungo kini menunggu penetapan resmi Bupati dan Wakil Bupati Bungo terpilih guna memastikan kelanjutan kepemimpinan daerah yang sah, demokratis, dan stabil.(*)




Muaro Jambi Tuan Rumah MTQ Provinsi Jambi 2025, Siapkan Anggaran Rp7 Miliar

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabupaten Muaro Jambi resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jambi tahun 2025.

Pemkab Muaro Jambi menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan perhelatan religi tahunan ini dengan persiapan yang matang, baik dari sisi sarana, infrastruktur, hingga pelayanan untuk kafilah peserta dari seluruh kabupaten/kota.

Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, menyampaikan bahwa lokasi utama pelaksanaan MTQ akan dipusatkan di area pendopo depan Lapangan Kantor Bupati Muaro Jambi.

Lokasi tersebut akan direhabilitasi total agar layak dijadikan arena utama MTQ tingkat provinsi.

“Insya Allah kita sudah siap. Semua persiapan, mulai dari arena utama, penginapan kafilah, hingga teknis pelaksanaan sudah kita bahas bersama,” kata Budhi.

Dalam rangka mendukung kesuksesan penyelenggaraan, Pemkab Muaro Jambi juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7 miliar.

Anggaran ini akan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari rehab arena utama, pengaspalan jalan akses lokasi, akomodasi peserta, hingga hadiah bagi para pemenang.

“Ini anggaran total untuk keseluruhan pelaksanaan, termasuk pembenahan lokasi, hadiah, dan logistik lainnya,” tambah Budhi.

Pemkab Muaro Jambi juga telah menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan tim Provinsi Jambi terkait kesiapan pelaksanaan MTQ.

Sejumlah rapat teknis telah digelar untuk menyusun kebutuhan, standar pelaksanaan, serta jadwal pelaksanaan yang akan ditetapkan dalam waktu dekat.(*)




Kasus Viral Pengeroyokan Anak di Sarolangun, Polisi Panggil 5 Terduga Pelaku

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap anak SD di Sarolangun yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu kini tengah ditangani secara serius oleh Polres Sarolangun.

Korban berinisial DM (14), warga Desa Bernai, Kecamatan Sarolangun, diduga dianiaya oleh lima orang anak lainnya pada 9 April 2025.

Kanit PPA Polres Sarolangun Ipda Heri Cipta, SH, mewakili Kasat Reskrim Iptu June Heler Sianipar, S.Tr.K., MH, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap lima terduga pelaku anak.

“Lima orang terduga pelaku sudah kita panggil, salah satunya telah hadir didampingi keluarga dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A),” ujar Ipda Heri, Sabtu (20/4/2025).

Dari lima terduga pelaku, diketahui berinisial A, C, D, dan I, serta satu anak lainnya yang merekam kejadian pengeroyokan.

Polres Sarolangun akan menindaklanjuti kasus ini sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Jika pelaku berusia 14 tahun ke atas, maka bisa dikenai pidana sesuai UU SPPA, namun dengan ketentuan hukuman paling lama setengah dari ancaman pidana orang dewasa,” jelas Ipda Heri.

Sementara itu, anak-anak yang berusia di bawah 14 tahun hanya dapat dikenai tindakan non-pidana seperti pengembalian kepada orang tua, pembinaan di lembaga, atau perawatan khusus, sebagaimana diatur dalam Pasal 82 UU SPPA.

Dalam proses hukum ini, Polres Sarolangun juga melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan DP3A guna menerapkan mekanisme diversi, yakni pengalihan penyelesaian perkara anak dari jalur peradilan ke pendekatan restoratif.

“Upaya diversi ini untuk kepentingan terbaik anak, agar mereka bisa pulih secara sosial dan tidak kembali mengulangi tindakan serupa,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Sarolangun Iptu June Heler memastikan bahwa proses penyelidikan terus berlanjut dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari Unit PPA.

“Kami tegaskan proses hukum tetap berjalan. Kasus ini tidak kami biarkan, dan kami pastikan penanganannya profesional dan sesuai prosedur,” tegasnya.(*)




Polres Sarolangun Pastikan Ibadah Jumat Agung 2025 Berjalan Aman dan Khusyuk

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang merayakan Jumat Agung tahun 2025, Polres Sarolangun melakukan pengamanan ketat di seluruh wilayah hukumnya pada Jumat, 18 April 2025.

Sebanyak 34 gereja yang tersebar di Kabupaten Sarolangun terpantau menggelar ibadah dengan khidmat dan aman.

Kapolres Sarolangun AKBP Budi Prasertya, S.I.K., M.Si. turun langsung memantau jalannya pengamanan bersama sejumlah pejabat utama Polres.

Monitoring dilakukan sejak pukul 08.00 WIB, dengan titik fokus utama di beberapa gereja yang menjadi pusat kegiatan ibadah di Kecamatan Sarolangun.

Beberapa gereja yang dikunjungi secara langsung oleh Kapolres antara lain:

  • Gereja GPdI Pasar Sarolangun
  • Gereja Katolik Santo Paulus Aur Gading
  • Gereja GBKP Aur Gading
  • GPI Aur Gading

Kegiatan pengecekan berlangsung di Gereja HKBP Jalan Tambir RT 22, Kelurahan Aur Gading.

Dalam kunjungannya, Kapolres didampingi oleh Kasat Intelkam AKP Tarjono, Kapolsek Sarolangun AKP Ilham Tri Kurnia, Kaban Kesbangpol M Hudri, serta personel Polres dan Polsek setempat.

Kapolres Sarolangun melalui Kasie Humas AKP Riendradi menyampaikan bahwa seluruh kegiatan ibadah Jumat Agung tahun ini diamankan oleh personel Polres dan jajaran Polsek, sesuai Surat Perintah (Sprint) Kapolres Sarolangun Nomor: Sprint/415/IV/PAM.3.3./2025.

“Tujuan utama dari pengamanan ini adalah untuk memberikan rasa aman, tenteram, dan menjamin kekhusyukan umat saat menjalankan ibadah di gereja,” ujar AKP Riendradi.

Ia juga menambahkan bahwa, pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis, mengedepankan sinergi antara petugas keamanan dan tokoh agama setempat.(*)




Usai Poskes Parak Kelapo Terbakar, Ketua TP PKK Merangin Langsung Beri Dukungan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Musibah kebakaran hebat melanda Pos Kesehatan (Poskes) Parak Kelapo, Kelurahan Pasar Bangko, Jumat (18/4/2025) sekitar pukul 13.30 WIB.

Seluruh bangunan ludes dilahap api, termasuk peralatan medis dan barang pribadi milik Bidan Devi Sulastri yang bertugas di sana.

Di tengah kesedihan yang menyelimuti, Ketua TP PKK Kabupaten Merangin, Hj Lavita Syukur, menunjukkan empati dan perhatian tinggi dengan langsung mendatangi lokasi kebakaran tak lama setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIB.

“Alhamdulillah anak-anak berhasil diselamatkan. Kami dari TP PKK Merangin turut berduka atas musibah ini. Semoga tidak terulang kembali dan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada,” ujar Hj. Lavita Syukur saat menemui Bidan Devi yang tengah berduka.

Hj Lavita Syukur datang bersama Camat Bangko, Anggi Sukoso, meninjau langsung puing-puing bekas kebakaran dan menyampaikan dukungan moril kepada petugas kesehatan yang terdampak.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas keselamatan dua anak Bidan Devi yang sempat terjebak di dalam Poskes.

“Kami juga berterima kasih kepada tim pemadam kebakaran yang telah bekerja keras. Lokasi padat penduduk membuat proses pemadaman tidak mudah,” tambah Lavita.

Poskes yang juga difungsikan sebagai Posyandu ini menjadi tempat tinggal sementara bagi Bidan Devi karena sering mendapat panggilan persalinan dari warga sekitar, bahkan di waktu-waktu tidak terduga.

Saat kejadian, Devi sedang keluar memeriksa seorang ibu hamil, sementara dua anaknya yang berusia 9 dan 5 tahun berada di dalam Poskes.

Beruntung, teriakan warga yang menyadari keberadaan anak-anak itu berhasil memicu aksi penyelamatan tepat waktu sebelum api membesar.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, termasuk peralatan medis dan dokumen penting.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.(*)




Bupati Tebo Warning OPD, Maksimalkan Kinerja dan Jaga Integritas

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, memberikan peringatan tegas kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bekerja lebih maksimal demi mendorong kemajuan daerah.

Dalam arahannya, Agus menekankan pentingnya koordinasi antardinas serta antarinstansi untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik yang optimal.

“Seluruh kepala OPD harus saling berkoordinasi dan bekerja sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi), agar hasil kerja bisa tercapai secara maksimal,” ujar Agus Rubiyanto.

Ia juga mengingatkan bahwa kinerja yang baik harus didukung oleh pengetahuan, fasilitas penunjang, serta motivasi kerja yang tinggi. Namun yang paling utama, kata Agus, adalah integritas.

“Pekerjaan harus dijalankan dengan semangat, didorong oleh motivasi, dan yang paling penting adalah integritas. Tanpa integritas, kerja keras tidak akan berarti,” tegasnya.

Agus berharap, dengan semangat kerja yang tinggi dari seluruh OPD, Kabupaten Tebo dapat terus berkembang dan mencapai target-target pembangunan.(*)