Anggota DPRD Muaro Jambi Usman Halik Disorot, Mayoritas Kekayaan Berasal dari Properti

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Nama Usman Halik, anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi PDI Perjuangan, menjadi perhatian publik setelah beredarnya sebuah video di media sosial yang menampilkan tumpukan sertifikat tanah.

Video tersebut memicu berbagai tanggapan warganet dan mengarahkan sorotan pada data harta kekayaan yang pernah dilaporkannya.

Sorotan tersebut selaras dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Usman Halik ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2019.

Dalam laporan tersebut, total harta kekayaannya tercatat mencapai Rp 3,126 miliar tanpa adanya kewajiban utang.

Berdasarkan data LHKPN, porsi terbesar kekayaan Usman Halik berasal dari aset tanah dan bangunan.

Total nilai properti yang dimilikinya mencapai Rp 2,73 miliar dan tersebar di wilayah Kabupaten Muaro Jambi serta Kota Jambi.

Usman tercatat memiliki setidaknya sepuluh bidang tanah. Sebagian besar berada di Kabupaten Muaro Jambi dengan luas yang bervariasi, mulai dari belasan ribu hingga puluhan ribu meter persegi.

Meski memiliki luas cukup besar, beberapa bidang tanah tersebut dilaporkan dengan nilai relatif rendah, berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 160 juta per bidang.

Sementara itu, aset properti dengan nilai tertinggi tercatat berada di Kota Jambi.

Salah satunya berupa tanah dan bangunan seluas 733 meter persegi dengan bangunan seluas 150 meter persegi yang ditaksir senilai Rp 900 juta.

Selain itu, terdapat pula sebidang tanah seluas 675 meter persegi dengan nilai sekitar Rp 800 juta.

Selain aset properti, Usman Halik juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp 140 juta.

Aset tersebut terdiri dari satu unit mobil Toyota Calya tahun 2018 serta sepeda motor Yamaha tahun 2018. Ia juga mencatat harta bergerak lainnya dengan nilai Rp 256 juta.

Dalam laporan tersebut, tidak tercantum kepemilikan surat berharga, kas dan setara kas, maupun jenis harta lainnya. Seluruh kekayaan yang dilaporkan disebut sebagai hasil sendiri.

Cek di sini daftar LHKPN USMAN MALIK anggota DPRD Muaro Jambi dari fraksi PDI Perjuangan. (*)




Pimpin RUPS-LB, Bupati BBS Dorong PT Muaro Jambi Unggul Jadi Motor Ekonomi Daerah

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno (BBS) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penggerak ekonomi lokal.

Hal itu disampaikannya saat memimpin langsung Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Muaro Jambi Unggul tahun buku 2026, Jumat (23/1/2026).

RUPS-LB yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Muaro Jambi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Junaidi H Mahir, jajaran komisaris dan direksi, serta perwakilan pemegang saham.

Rapat ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja perusahaan sekaligus menentukan arah kebijakan bisnis ke depan.

Dalam arahannya, Bupati Bambang Bayu Suseno menekankan bahwa PT Muaro Jambi Unggul harus dikelola secara profesional dan berorientasi pada hasil nyata bagi daerah.

“RUPS Luar Biasa ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah evaluasi menyeluruh agar PT Muaro Jambi Unggul benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan berkontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah,” tegas Bupati BBS.

Ia menegaskan pentingnya integritas manajemen, transparansi pengelolaan keuangan, serta inovasi dalam mengembangkan potensi usaha berbasis sumber daya lokal.

“Manajemen harus bekerja dengan profesional, berani berinovasi, dan mampu mengelola aset daerah secara produktif sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Muaro Jambi,” lanjutnya.

Dalam RUPS-LB tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari evaluasi laporan keuangan dan capaian kinerja, penataan serta restrukturisasi manajemen, hingga penyusunan rencana strategis bisnis tahun 2026 yang diarahkan pada pengembangan unit usaha baru.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing PT Muaro Jambi Unggul sekaligus memperkuat posisinya sebagai BUMD yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H Mahir menegaskan bahwa pemerintah daerah sebagai pemegang saham mayoritas akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut.

“Kami akan memastikan PT Muaro Jambi Unggul dikelola secara transparan, akuntabel, dan mampu bersaing secara sehat. Pemerintah daerah juga siap memberikan dukungan regulasi yang dibutuhkan,” ujarnya.

RUPS-LB ditutup dengan penandatanganan berita acara keputusan, yang akan menjadi acuan kerja jajaran direksi dan komisaris PT Muaro Jambi Unggul dalam menjalankan program dan target perusahaan sepanjang tahun 2026.(*)




OPBM Diluncurkan, Bupati Bungo Minta Camat Aktif Tangani Sampah

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Bungo H. Dedy Putra secara tegas mendorong seluruh camat, lurah, serta pengurus RT dan RW di Kabupaten Bungo untuk mendukung dan mengadopsi Program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah di wilayah permukiman.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati saat meresmikan peluncuran OPBM di Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh peran aktif pemerintah di tingkat kecamatan hingga lingkungan terkecil.

“Saya minta camat, lurah, RT dan RW benar-benar mendukung program OPBM ini. Kalau kita kompak, persoalan sampah bisa kita atasi bersama dan berkelanjutan,” tegas Bupati Dedy Putra.

Peluncuran OPBM di Sungai Pinang disebut Bupati sebagai langkah awal yang diharapkan menjadi contoh bagi kelurahan dan kecamatan lain di Kabupaten Bungo.

Program ini dirancang untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Bupati menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah.

Diperlukan sinergi semua pihak agar lingkungan tetap bersih, tertib, dan sesuai dengan tata ruang daerah.

“Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah. Ini tanggung jawab bersama. OPBM hadir untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungannya sendiri,” ujarnya.

Dalam skema OPBM, satuan tugas operator akan mengumpulkan sampah langsung dari rumah warga menggunakan motor bak sampah roda tiga.

Sampah kemudian dibawa ke tempat transit sementara sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dengan sistem tersebut, Bupati berharap tidak lagi ditemukan tumpukan sampah maupun bak sampah terbuka di tepi jalan yang selama ini mengganggu kebersihan dan estetika kota.

“Kalau program ini berjalan baik, Kota Bungo bisa lebih bersih dan tertata. Sungai Pinang kami jadikan pilot project,” kata Dedy Putra.

Sebagai tanda dimulainya operasional OPBM, Bupati Bungo secara simbolis menyerahkan dua unit motor bak sampah roda tiga kepada Kelurahan Sungai Pinang.

Penyerahan tersebut disaksikan unsur Forkopimda, Camat Bungo Dani, perwakilan OPD, serta masyarakat setempat.(*)




Libatkan Masyarakat, Bupati Bungo Dorong OPBM Atasi Persoalan Sampah

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMIB.ID – Pemerintah Kabupaten Bungo resmi meluncurkan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) di Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani, Minggu (25/1/2026).

Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan sampah dengan melibatkan langsung masyarakat di tingkat RT dan RW.

Peluncuran OPBM dilakukan langsung oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat Bungo Dani, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan warga setempat.

Bupati Dedy Putra menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Diperlukan peran aktif masyarakat agar pengelolaan lingkungan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui OPBM, RT dan RW bersama warga menjadi ujung tombak dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” ujar Dedy Putra.

Ia menjelaskan, OPBM dirancang untuk menjangkau langsung rumah tangga.

Satuan tugas OPBM akan melakukan pengumpulan sampah dari warga menggunakan kendaraan motor bak sampah roda tiga, kemudian dibawa ke tempat transit sementara sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurut Dedy Putra, sistem ini diharapkan mampu mengurangi keberadaan bak sampah terbuka di pinggir jalan serta mencegah penumpukan sampah di kawasan permukiman.

“Kelurahan Sungai Pinang kami dorong menjadi percontohan. Jika berjalan baik, OPBM bisa diterapkan di kelurahan dan kecamatan lain di Kabupaten Bungo,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh camat, lurah, serta pengurus RT dan RW untuk bersinergi menyukseskan program tersebut.

Ia menekankan bahwa keberhasilan OPBM sangat bergantung pada komitmen bersama, bukan hanya pada fasilitas yang disediakan pemerintah.

Sebagai simbol dimulainya operasional OPBM, Bupati Bungo menyerahkan dua unit motor bak sampah roda tiga kepada Kelurahan Sungai Pinang. Penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Forkopimda dan para tamu undangan.(*)




Jalur Trekking Diperbaiki, Danau Kaco Kerinci Tutup Sementara

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Desa Manjunto Lempur bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Karang Taruna resmi menutup sementara objek wisata Danau Kaco, Desa Manjunto Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, mulai Minggu, 25 Januari 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah tegas untuk melindungi kelestarian lingkungan, memperbaiki jalur trekking, serta menjaga keselamatan wisatawan yang selama ini mengakses destinasi tersebut.

Danau Kaco dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam Kerinci dengan air danau yang jernih dan panorama hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang masih alami.

Namun, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dinilai mulai memberi tekanan pada ekosistem dan kondisi jalur menuju lokasi.

Ketua Karang Taruna Desa Manjunto Lempur, Ahmad Yani Zakaria, membenarkan penutupan sementara tersebut.

“Iya, mulai 25 Januari Danau Kaco kami tutup sementara. Fokus kami saat ini pemulihan lingkungan dan perbaikan jalur menuju lokasi,” ujarnya.

Selama masa penutupan, pengelola akan melakukan pembersihan sampah, penataan ulang area sekitar danau, serta perbaikan jalur trekking yang selama ini sering tertutup semak dan licin saat musim hujan.

Sejumlah pembenahan infrastruktur ringan juga dilakukan demi meningkatkan faktor keamanan.

Tokoh masyarakat Lempur, Daswarsya, menegaskan bahwa keputusan penutupan ini murni demi keberlangsungan alam Danau Kaco, bukan untuk membatasi minat wisata.

“Ini untuk membersihkan sampah, memperbaiki jalan yang terjal, dan menyegarkan kembali vegetasi di sekitar danau,” katanya.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut juga bertujuan melindungi habitat satwa liar yang kerap melintasi kawasan tersebut.

“Kami ingin ekosistem tetap seimbang, satwa bisa melintas dengan aman, dan alam tetap lestari,” tambahnya.

Selama penutupan, seluruh aktivitas wisata ke Danau Kaco dihentikan sementara. Pengelola juga telah menyepakati penerapan sanksi bagi pengunjung yang nekat masuk tanpa izin.

Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti pembukaan kembali Danau Kaco. Informasi terbaru akan diumumkan setelah seluruh proses pemulihan dan penataan dinyatakan selesai.

“Kalau sudah siap dan aman untuk dikunjungi, tentu akan kami sampaikan ke masyarakat,” tutup Daswarsya.

Penutupan ini diharapkan menjadi momentum penting agar Danau Kaco tetap terjaga sebagai destinasi wisata alam unggulan Kerinci yang aman, lestari, dan berkelanjutan.(*)




Kenduri Sko di Kerinci, Gubernur Al Haris Tegaskan Pentingnya Pelestarian Adat

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, atas komitmennya memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya melalui kegiatan Kenduri Sko yang digelar secara konsisten.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur menghadiri Kenduri Sko Manggien Depati Niniek Mamak Luhah Depati Intan Siulak Mukai, yang berlangsung di Lapangan Bola Kaki Trides Tebing Tinggi, Sabtu (24/01/2026).

Gubernur Al Haris menekankan pentingnya kegiatan budaya ini untuk memastikan budaya luhur tetap terjaga dan dapat dikenal oleh generasi penerus.

“Agenda budaya ini menjadi salah satu keunggulan masyarakat dan diharapkan dikenal lebih luas hingga ke penjuru negeri. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Pemangku Adat, Tokoh Adat, dan Lembaga Adat atas dedikasinya memegang teguh adat-istiadat dan kearifan lokal yang menjadi pilar penting pembangunan,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyoroti peran Pemangku Adat sebagai mitra strategis pemerintah dalam memelihara tradisi, membimbing generasi muda, dan menjaga harmoni sosial.

Selain itu, Gubernur menyampaikan kebanggaannya karena Kenduri Sko telah tercatat sebagai budaya tak benda di Kementerian Kebudayaan, yang menjadi aset budaya daerah yang wajib dilestarikan.

Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali rumah adat empat sejenis di Kota Sungai Penuh, karena secara adat, Kerinci dan Sungai Penuh tetap bersatu meski administrasi pemerintahan berbeda.

Gubernur berpesan agar Kenduri Sko dijadikan sarana memperkuat silaturahmi dan menyatukan masyarakat, termasuk dengan melibatkan aparat hukum dalam restorasi yudisial berbasis adat.

Pendekatan ini menekankan prinsip keadilan restoratif (restorative justice) melalui musyawarah mufakat, bukan sekadar hukuman fisik.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si, menekankan bahwa Kenduri Sko adalah simbol persatuan dan kesatuan masyarakat, sekaligus wujud pelestarian adat pusako leluhur.

“Acara ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga usaha kita melestarikan adat istiadat yang diwariskan leluhur. Kami akan terus mendukung kegiatan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” jelas Bupati Monadi.

Bupati menambahkan pentingnya persatuan dan kesepakatan dalam adat, sebagaimana pepatah Kerinci:
“Lah Bulat Air Dek Pembuluh, Lah Bulat Kato Dek Mufakat, Ka Ateh lah Sepucuk Bulat, Ka Bawah Lah Seurat Nunggang, Lah Saciok Bak Ayam, Lah Sedencing Bak Besi.”.(*)




DPRD Muaro Jambi Terima Lima Ranperda, Ketua Aidi Hatta Tegaskan Fungsi Legislasi

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.IDDPRD Kabupaten Muaro Jambi kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga legislatif strategis melalui Rapat Paripurna di ruang utama Gedung DPRD, yang digelar untuk menerima penyampaian lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dari Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, dan dihadiri seluruh anggota dewan, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Wakil Bupati Junaidi H. Mahir, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis 23 Januari 2026.

Kehadiran unsur eksekutif menegaskan sinergi kuat antara DPRD dan Pemkab dalam mengawal arah kebijakan pembangunan daerah.

Dalam rapat tersebut, DPRD secara resmi menerima lima Ranperda yang mencakup berbagai aspek strategis sebagai fondasi penting tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

Ketua DPRD Aidi Hatta menegaskan bahwa setiap Ranperda akan dibahas secara cermat sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

“DPRD berkomitmen mengawal proses pembahasan Ranperda agar benar-benar berkualitas dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks,” ujar Aidi Hatta.

Selain itu, DPRD menekankan pentingnya partisipasi publik dalam setiap tahapan pembahasan Ranperda sebagai wujud keterbukaan dan akuntabilitas lembaga legislatif kepada masyarakat.

Rapat Paripurna ini menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Muaro Jambi dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara profesional.

DPRD juga berperan memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Bumi Sailun Salimbai.(*)




Kabar Baik! 400 Warga Tebo Dapat Operasi Katarak Gratis Tahun 2026

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tebo kembali menghadirkan kabar positif bagi masyarakat di bidang kesehatan.

Pada tahun 2026, Kabupaten Tebo memperoleh kuota program operasi katarak gratis dengan jumlah yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Tebo, Arif Haryoko, mengungkapkan bahwa kuota operasi katarak gratis tahun ini meningkat hingga empat kali lipat.

Total penerima manfaat yang ditargetkan mencapai 400 orang.

“Alhamdulillah, tahun ini kuota operasi katarak untuk Kabupaten Tebo meningkat cukup besar. Target kita sebanyak 400 orang penerima manfaat,” ujar Arif Haryoko saat dikonfirmasi..

Program operasi katarak gratis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya para lanjut usia yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Arif menjelaskan, pelaksanaan operasi katarak direncanakan akan dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Tebo.

Menurutnya, rumah sakit tersebut dinilai memiliki fasilitas dan tenaga medis yang memadai untuk mendukung kelancaran program.

“Untuk lokasi pelaksanaan operasi, rencananya akan dipusatkan di RSUD Sulthan Thaha Saifuddin Tebo,” jelasnya.

Terkait jadwal pelaksanaan, Arif menyebutkan bahwa operasi katarak gratis tersebut direncanakan berlangsung pada Juni 2026.

Meski demikian, pihaknya masih terus melakukan berbagai persiapan serta koordinasi lintas sektor agar program berjalan sesuai rencana.

Saat ini, Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Tebo juga tengah menjalin koordinasi dengan seluruh Puskesmas di setiap kecamatan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pendataan calon penerima manfaat tepat sasaran.

“Kami berkoordinasi dengan Puskesmas di tiap kecamatan, karena mereka yang paling memahami kondisi kesehatan masyarakat dan calon penerima manfaat,” ungkap Arif.

Ia menambahkan, sasaran utama program ini adalah lansia produktif yang masuk dalam kategori desil penerima manfaat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.(*)




Sekda Zulhifni Buka UM Fest 2026, Gen Z Diajak Lestarikan Budaya Merangin

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin, Zulhifni, resmi membuka Universitas Merangin (UM) Fest 2026 yang digelar di Aula Kampus Talang Kawo, Kamis (22/1/2026).

Mengusung tema “Adat Dijunjung, Budayo Kito Jago”, Zulhifni mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, untuk menjaga dan melestarikan akar budaya sebagai warisan luhur masyarakat Merangin.

Dalam sambutannya, Zulhifni memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Merangin atas inisiatif menyelenggarakan festival yang dianggap sangat inspiratif.

Ia menekankan bahwa jargon yang diangkat festival ini mewakili identitas budaya yang harus diwariskan kepada anak muda di tengah pesatnya perkembangan zaman.

“Universitas Merangin Fest 2026 memiliki tujuan mulia, yaitu melestarikan budaya kepada generasi muda, agar tetap memiliki akar budaya yang kuat,” ujar Zulhifni.

UM Fest 2026 yang berlangsung selama dua hari (21-22 Januari) dimeriahkan dengan lomba tari tingkat SD dan SMA.

Sekda Zulhifni menilai keterlibatan pelajar menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan karakter berbudaya dan percaya diri sejak usia dini.

Selain aspek seni, festival ini juga menonjolkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui bazar UMKM, yang menjadi sarana untuk mengasah kreativitas sekaligus mendorong penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Zulhifni meluncurkan dua buku antologi cerpen karya penulis lokal, yakni “Betandang” oleh Bayu Kumara dan Yanto Bule, serta “Surat-surat Sunyi”.

Ia berharap karya sastra lokal ini memberi warna bagi dunia literasi di Jambi dan mendukung Merangin menjadi Kota Literasi.

Pemerintah Kabupaten Merangin juga memberikan penghargaan kepada tiga pelaku seni berdedikasi, yaitu Febra Muyu Ari, Wiko Antoni, dan Bayu Kumara, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam melestarikan budaya.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua TP PKK Kabupaten Merangin Lavita Mudahar Syukur, Asisten III Setda Hennizor, Plt Kadikbud Merangin Juhendri, Rektor Universitas Merangin Yosi Elfisa beserta jajaran wakil rektor, Ketua Dewan Kesenian Merangin Asraf Almutawir, Ketua KNPI Andi Putra, dan Kasat Binmas Polres Merangin Karto.

Festival ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Sekda Zulhifni kepada para pemenang lomba dan pelaku seni sebagai simbol dukungan penuh pemerintah terhadap kelestarian budaya Kabupaten Merangin.

Daftar Pemenang Lomba Tari Kreasi Daerah UM Fest 2026:

Kategori SD/Sederajat:

  • Juara 1: Moonchild, SDN 282 – Qianna Syafiqa Jila, Naura Nadhifa Putri, Nazila Humaira, Airin Mikaila RTS Khaira Shafana

  • Juara 2: Ekskul Tari 028, SDN 028 – Adzikia Ikhwatunnisa, Novita Dewi, Renata Stevani

  • Juara 3: Perempuan Dance, MIN 1 Bangko – Assyha Ainaya Rediti, Fatthiya Rahma, Fatimah Azzahra

Kategori SMA/Sederajat:

  • Juara 1: Sanggar SMANel, SMAN 5 – Bias Cinta Jefina, Wahyu Setiawati, Silviani Azzuhra, Fike Zivilia Zahra

  • Juara 2: Sanggar SMANDEIArt, SMAN 8 – Istiarani, Intan Wirda Putri, Izzatun Nisak, Bunga Lestari, Aurelda Putri Yulianti

  • Juara 3: Smandubel Dance ART, SMAN 12 – Delita Ulfah, Na’afi Rahmawati, Safa Dini Febiani, Saskia Lira Ansyari

UM Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya, literasi, dan kewirausahaan, sekaligus memperkuat identitas budaya Merangin di era modern.(*)




Dua Rumah Hangus dan Satu Warga Alami Luka Bakar di Muarasabak Ilir

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana pagi di Kelurahan Muarasabak Ilir, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur, mendadak mencekam akibat kebakaran yang melanda pemukiman warga pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit bangunan rumah berbahan kayu dan menyebabkan satu orang mengalami luka bakar

Bangunan yang terdampak terdiri dari rumah milik Abdul Muin (76) dan satu unit rumah kontrakan dua pintu milik M. Yunus (40) yang ditempati Saripudin dan Alim.

Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Candra, melalui Kapolsek Muara Sabak Timur, AKP Chandra Adinata, menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui berasal dari dapur rumah Abdul Muin sekitar pukul 06.00 WIB.

“Api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian depan rumah, hingga menjalar ke rumah kontrakan di sebelahnya,” jelasnya.

Mendapat laporan, personel Polsek Muara Sabak Timur langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanjab Timur.

Satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dan dibantu warga setempat untuk memadamkan api.

“Setelah upaya pemadaman lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan. Selanjutnya dilakukan proses pendinginan oleh petugas dan masyarakat,” ujar AKP Chandra.

Meski tidak ada korban jiwa, Abdul Muin menderita luka bakar pada telapak tangan, bahu kanan, kaki kanan, serta punggung.

Korban kini tengah menjalani perawatan di Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Muarasabak Timur.

Kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 250 juta. Dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik.

“Hingga saat ini, situasi di lokasi sudah aman dan kondusif. Petugas bersama warga masih melakukan pendinginan di TKP,” tutupnya. (*)