Satgas MBG Hentikan Operasional Dapur Sengeti, Sampel Makanan Diperiksa Laboratorium

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemkab Muaro Jambi menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kelurahan Sengeti menyusul dugaan permasalahan pada makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.

Saat ini, sampel makanan tengah diperiksa laboratorium, disertai investigasi lapangan oleh pihak terkait.

Sekretaris Daerah (Sekda) Muaro Jambi yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG, menegaskan bahwa penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk menjamin keselamatan masyarakat.

“Sampel makanan MBG sedang diperiksa di laboratorium. Badan Gizi Nasional bersama Satgas Pemda juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan penelusuran,” ujar Sekda, Jumat (30/1/2026).

Hasil investigasi awal mengungkap dugaan kelalaian Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dalam penerapan standar kebersihan, higienitas, dan sterilisasi bahan makanan.

Sekda menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, yang jika dijalankan konsisten, seharusnya mencegah kejadian seperti ini.

Sebagai langkah antisipasi, Satgas MBG telah mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh SPPG.

Khususnya yang berada di Sengeti, agar mematuhi SOP mulai dari pengolahan, penggunaan bahan baku, hingga penyajian makanan.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan dan kualitas gizi penerima manfaat menjadi prioritas utama.

Hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lapangan akan dilaporkan kepada pemerintah pusat, yang nantinya akan menentukan apakah program MBG di Sengeti dapat dijalankan kembali.

Evaluasi menyeluruh juga dijadwalkan untuk memastikan program MBG ke depan berjalan sesuai standar dan mencegah terulangnya masalah serupa.(*)




Bupati Muaro Jambi Pastikan Pengobatan Gratis untuk Korban Keracunan MBG

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bergerak cepat menangani insiden keracunan yang menimpa lebih dari 40 murid sekolah.

Seluruh biaya pengobatan korban dipastikan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, didampingi Wakil Bupati Junaidi H Mahir dan Sekretaris Daerah Budhi Hartono, meninjau langsung kondisi para siswa yang dirawat di RSUD Ahmad Ripin, Jumat (30/1/2026).

“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama kami saat ini. Untuk sementara, pengobatan akan diberikan secara gratis kepada seluruh korban,” ujar Bambang saat ditemui di rumah sakit.

Kasus keracunan ini diduga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di sejumlah sekolah.

Para siswa menunjukkan gejala muntah, diare, tubuh lemas, hingga gemetar setelah mengonsumsi makanan di sekolah.

Salah satu orang tua murid, Fitriani, mengungkapkan kondisi anaknya setelah makan di sekolah.

“Sekitar jam sebelas siang masih normal. Setelah pulang, anak saya muntah-muntah. Bibirnya sampai biru dan badannya gemetaran,” kata Fitriani.

Pemerintah daerah menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan tenaga medis agar proses pemulihan para korban berjalan optimal.

Selain itu, Pemkab Muaro Jambi tengah menyiapkan mekanisme penanganan lanjutan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti keracunan serta merumuskan langkah pencegahan agar kasus seperti ini tidak terulang.(*)




Waduh! Puluhan Siswa di Muaro Jambi Diduga Keracunan, Usai Santap Menu MBG

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID Puluhan siswa dari beberapa sekolah di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1/2026).

Pantauan di RSUD Ahmad Ripin Sengeti menunjukkan para siswa mulai berdatangan sejak siang hari secara bertahap.

Mereka dibawa oleh orang tua dan pihak sekolah dengan keluhan muntah, diare, tubuh lemas, hingga gemetar.

Salah satu orang tua murid tingkat RA, Fitriani, mengungkapkan anaknya mulai menunjukkan gejala tidak lama setelah pulang dari sekolah.

“Sekitar pukul 11.00 WIB anak saya masih sehat. Setelah makan di sekolah dan sampai rumah, langsung muntah-muntah. Bibirnya sampai membiru dan badannya gemetar,” kata Fitriani.

Ia menegaskan, sebelum mengonsumsi makanan dari sekolah, anaknya tidak makan apa pun.

“Tidak ada makan dari luar, hanya makanan dari sekolah,” ujarnya.

Kejadian serupa juga dialami oleh siswa SD Negeri 205 Kelurahan Sengeti.

Ratih, orang tua murid, mengatakan anaknya sempat terlihat sehat sepulang sekolah.

Namun beberapa waktu kemudian mengalami gejala keracunan.

“Awalnya tidak apa-apa, tapi kemudian muntah dan mencret. Di sekolah makan soto dari program MBG,” ungkap Ratih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan tersebut berasal dari sekolah-sekolah penerima distribusi makanan SPPG Wilayah Sengeti, yang menjadi penyedia menu dalam program Makanan Bergizi Gratis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Ahmad Ripin masih melakukan penanganan medis terhadap para siswa. Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut masih dalam penyelidikan pihak terkait.(*)




Delapan Pejabat Eselon II Merangin Dilantik, Berikut Nama-namanya

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin H M Syukur, SH, MH secara resmi melantik delapan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau setingkat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.

Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Jumat (30/1/2026), dan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati M Syukur menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka (open bidding) yang telah dilaksanakan pada tahun 2025.

Ia menekankan tidak ada unsur kedekatan pribadi dalam proses penempatan jabatan.

“Pelantikan ini murni hasil seleksi terbuka. Jabatan ini bukan hadiah, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan tanggung jawab,” tegas Bupati.

Ia mengingatkan para pejabat agar tidak terjebak pada ego sektoral serta segera membangun pola kerja kolaboratif lintas OPD.

Menurutnya, komunikasi dan sinergi menjadi kunci utama dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.

“Tinggalkan cara kerja tertutup. Bangun koordinasi yang kuat antar perangkat daerah agar program pemerintah berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Delapan OPD yang kini dipimpin pejabat baru tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Merangin, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bupati M. Syukur menekankan bahwa jabatan kepala OPD bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab besar yang harus diiringi dengan kinerja nyata dan inovatif.

Ia meminta seluruh pejabat segera beradaptasi dan mengakselerasi program kerja sesuai visi Merangin Baru 2030.

“Saya ingin saudara menjadi pemimpin yang inspiratif, berintegritas, dan mampu membawa perubahan. Kebijakan yang diambil harus mendorong Merangin menjadi daerah yang berdaya saing, akuntabel, dan unggul,” tambahnya.

Adapun delapan pejabat yang dilantik antara lain:

  • Kepala Dinas PUPR: Risdiansyah, ST, MM

  • Kepala Dinas Ketahanan Pangan: Ermanto, SKM, M.Si

  • Kepala Dinas Kominfo: Ahmad Khoiruddin Agung Saputro, S.IP

  • Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan: Daryanto, SP

  • Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura: Mujiburrahman, SP

  • Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman: Sibas A, S.S.T

  • Kepala Dinas Kesehatan: dr. Irwan Kurniawan

  • Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan: Dr. Misrinadi, S.Pd, MM

Menutup sambutannya, Bupati M. Syukur mengajak seluruh pejabat untuk mengedepankan semangat pengabdian dengan prinsip kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas demi pelayanan publik yang optimal.

“Keberhasilan pemerintahan adalah hasil kerja tim. Segera menyesuaikan diri, bangun kebersamaan, dan berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Merangin,” pungkasnya.(*)




Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras di Bungo Aman hingga Idulfitri

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Perum Bulog Cabang Muara Bungo memastikan ketersediaan bahan pangan strategis di Kabupaten Bungo dalam kondisi aman dan mencukupi.

Kepastian ini diberikan untuk menenangkan masyarakat di tengah potensi meningkatnya kebutuhan konsumsi selama Ramadhan hingga Hari Raya Idulfitri.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Muara Bungo, Ichsan Nurul Hakim, menyampaikan bahwa Bulog telah melakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Bungo mencapai sekitar 1.300 ton, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok pangan kita aman. Saat ini Bulog Muara Bungo menguasai sekitar 1.300 ton beras. Insyaallah mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bungo selama Ramadhan hingga Idulfitri,” ujar Ichsan, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, stok tersebut terdiri dari berbagai komoditas strategis, mulai dari beras medium, beras SPHP, beras premium, minyak goreng, gula pasir, jagung, hingga daging kerbau beku.

Sebagian komoditas, khususnya jagung, berasal dari pengadaan lokal guna mendukung petani daerah.

Untuk beras medium, Bulog Bungo mengandalkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikemas dalam ukuran 5 kilogram.

Seluruh stok beras tersebut tersimpan aman di gudang Bulog yang berlokasi di kawasan Kampung Manggis.

“Beras medium SPHP menjadi stok terbesar yang kami kuasai. Totalnya sekitar 1.300 ton dan siap disalurkan sesuai kebutuhan,” jelas Ichsan.

Selain beras, Bulog Muara Bungo juga menyiapkan sekitar 3 ton daging kerbau beku yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp80 ribu per kilogram.

Menurut Ichsan, permintaan masyarakat terhadap daging beku ini cukup tinggi, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Ia menegaskan, Bulog akan terus memantau perkembangan pasar dan siap melakukan penyaluran tambahan apabila dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Bulog siap melayani kebutuhan pangan masyarakat melalui Rumah Pangan Kita (RPK) maupun langsung di kantor Bulog,” pungkasnya.

Dengan kesiapan stok tersebut, Bulog berharap masyarakat Kabupaten Bungo dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pangan pokok.(*)




Kelangkaan LPG 3 Kg di Tebo, Pedagang Kecil Terpaksa Beli dengan Harga Tinggi

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon mulai dirasakan di Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Kondisi ini terutama menyulitkan pedagang kecil, yang sangat bergantung pada pasokan gas untuk menjalankan usaha sehari-hari.

Selain sulit didapatkan, kelangkaan LPG 3 Kg juga memicu lonjakan harga di tingkat pengecer.

Gas yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) kini banyak dijual jauh di atas ketentuan, bahkan tembus Rp35 ribu per tabung.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Disprindagkop UKM Kabupaten Tebo, Mardiansyah, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah langsung di lapangan.

“Kami sudah turun ke beberapa pangkalan dan toko pengecer. Memang ditemukan harga di pengecer jauh dari HET yang ditetapkan,” ujar Mardiansyah.

Disprindagkop UKM Tebo juga telah memanggil lima agen LPG yang beroperasi di wilayah tersebut untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pangkalan. Mardiansyah menegaskan bahwa agen harus memastikan LPG subsidi dijual sesuai HET dan tepat sasaran.

“HET di pangkalan ditetapkan Rp19 ribu per tabung untuk wilayah dalam kota dan Rp20 ribu per tabung untuk wilayah lebih jauh. Jika ada pangkalan yang melanggar, kami akan menindak tegas,” tegasnya.

Salah satu pedagang di Tebo Tengah, Yulia, mengaku sudah beberapa minggu kesulitan mendapatkan gas subsidi.

“Di pangkalan sering kosong. Terpaksa beli di warung seharga Rp35 ribu per tabung. Kami keliling dari siang ke pasar demi kebutuhan usaha,” keluhnya.

Yulia berharap pemerintah segera menemukan solusi untuk kelangkaan LPG subsidi ini agar usaha pedagang kecil tidak terganggu.

“Dampaknya cukup berat bagi kami. Semoga masalah gas ini cepat terselesaikan,” ujarnya.

Pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan monitoring dan pengawasan agar distribusi LPG 3 Kg berjalan lancar dan harga tetap sesuai ketentuan.(*)




Gedung Baru Dealer Honda Mandiangin Diresmikan, Nikmati Promo Spesial hingga Februari 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Masyarakat Mandiangin dan sekitarnya kini memiliki akses lebih mudah untuk memiliki sepeda motor Honda.

Dealer resmi Citra Sentosa Motor (CSM) Mandiangin resmi menghadirkan gedung baru yang diresmikan pada 24 Januari 2026.

Berlokasi di Jalan Lintas Sarolangun – Muara Tembesi, Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, dealer ini tampil lebih modern, representatif, dan dilengkapi fasilitas lengkap untuk memberikan pengalaman layanan optimal bagi konsumen, baik untuk pembelian maupun perawatan sepeda motor Honda.

Dengan hadirnya gedung baru, dealer CSM Mandiangin kini memiliki fasilitas AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dan ruang tunggu pelanggan yang nyaman, sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Erwin Susanto, General Manager Service and Parts PT Sinar Sentosa Primatama, menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen Honda dalam meningkatkan kualitas layanan jaringan dealer.

“Peresmian gedung baru Dealer Honda Citra Sentosa Motor Mandiangin diharapkan memberikan kemudahan akses masyarakat sekaligus layanan purna jual yang cepat dan terjangkau,” ujar Erwin.

Dealer ini sudah beroperasi penuh, menyediakan layanan penjualan sepeda motor Honda, servis berkala, dan layanan purna jual dengan fasilitas modern yang memudahkan pelanggan.

Tak hanya itu, dealer juga menghadirkan promo spesial bagi konsumen:

  • Potongan angsuran Rp50.000–Rp100.000 untuk pembelian Honda BeAT dan Scoopy hingga 7 Februari 2026.

  • Promo servis ringan hanya Rp10.000.

  • Free check-up sepeda motor Honda.

Kepala Cabang Agus Triyanto menegaskan bahwa kehadiran gedung baru ini adalah bukti komitmen dealer untuk menghadirkan pelayanan terbaik, cepat, dan nyaman bagi konsumen.

“Dengan fasilitas dan layanan yang terus ditingkatkan, kami ingin CSM Mandiangin menjadi dealer pilihan utama masyarakat yang mengutamakan integritas, kenyamanan, dan kecepatan pelayanan,” ungkap Agus.

Dealer Citra Sentosa Motor Mandiangin berharap dengan gedung baru dan fasilitas modern ini, posisinya semakin kuat sebagai dealer Honda profesional, terpercaya, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Mandiangin dan Sarolangun akan sepeda motor Honda beserta layanan purna jual berkualitas.(*)




DPRD Muaro Jambi Sampaikan Hasil Reses 2026, Infrastruktur Jadi Sorotan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro Jambi menggelar rapat paripurna untuk menyampaikan laporan hasil reses masa persidangan I tahun sidang 2026, Kamis (29/1), di Ruang Sidang Utama DPRD.

Rapat ini menjadi momen strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat dari seluruh daerah pemilihan (Dapil) dan merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, didampingi Wakil Ketua I dan II, serta dihadiri Sekretaris Daerah, Forkopimda, kepala OPD, dan seluruh anggota DPRD.

Dalam laporan yang disampaikan para juru bicara masing-masing Dapil, persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat. Usulan yang mengemuka meliputi:

  • Perbaikan jalan lingkungan

  • Peningkatan sarana irigasi pertanian

  • Pembenahan fasilitas kesehatan di tingkat desa

Juru bicara Dapil I, Edison, menekankan bahwa hasil reses mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat.

“Ini suara langsung dari warga. Pemerintah daerah harus memprioritaskan usulan-usulan strategis ini dalam rencana pembangunan mendatang,” tegas Edison.

Sementara Juru Bicara Dapil II, Usman Khalik, menyoroti penguatan ekonomi kerakyatan dan dukungan sektor pertanian.

Menurutnya, program pembangunan tahun 2026 harus menyentuh akar rumput untuk menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Muaro Jambi.

“Kami berharap semua aspirasi masyarakat diakomodir dan direalisasikan tepat sasaran,” ujar Usman.

Rapat paripurna ini menjadi bukti komitmen DPRD Muaro Jambi agar aspirasi yang dihimpun selama reses tidak sekadar menjadi catatan, tetapi diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program konkret yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.(*)




Sengketa Lahan Pulau Mentaro dan Puding Masih Berlarut, BPD Desak Timdu Turun Lapangan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persoalan tapal batas antara Desa Pulau Mentaro dan Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, kembali menjadi sorotan.

Hingga kini, konflik lahan antarwarga dua desa tersebut belum menemukan titik terang, sehingga dikhawatirkan dapat memicu ketegangan sosial di masyarakat.

Kepala Desa Puding, Dewi Kurniawan, mengatakan bahwa terbitnya Peraturan Bupati Muaro Jambi Nomor 16 Tahun 2018 justru menimbulkan ketidakjelasan batas wilayah administratif antara kedua desa.

Menurutnya, sebelum aturan itu diberlakukan, hubungan antarwilayah berjalan lancar tanpa masalah.

“Secara historis, wilayah Desa Puding berbatasan langsung dengan Desa Betung. Namun setelah Perbup ini terbit, batas administrasi menjadi tidak jelas,” ujar Dewi kepada awak media, Rabu (28/01/2026).

Keluhan senada juga disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Puding, Alhusori.

Ia menyoroti kinerja Tim Terpadu (Timdu) Kabupaten Muaro Jambi, yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam menyelesaikan konflik.

“Penyelesaian batas wilayah administrasi memang sedang berjalan, tetapi penanganan konflik sosialnya justru terabaikan. Timdu harus tegas menegakkan kesepakatan dalam berita acara konflik dan turun langsung ke lapangan,” kata Alhusori.

Ia menambahkan, pihak Kesbangpol seolah menutup mata terhadap masalah ini. Menurut Alhusori, jika persoalan ini terus dibiarkan, potensi konflik sosial di masyarakat bisa meningkat.

“Untuk konflik batas dengan desa lain, seperti Desa Betung, sudah ada titik terang. Namun dengan Desa Pulau Mentaro, masalah masih terhambat oleh kebuntuan administratif dan ketidakjelasan dasar hukum,” tambahnya.

Hingga saat ini, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas agar sengketa tapal batas ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan, sehingga tidak menimbulkan gesekan baru di tengah masyarakat.(*)




Mayat Pria Tanpa Identitas Mengapung di Anak Sungai Muaro Pijoan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Desa Muaro Pijoan, RT 14, Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di aliran anak sungai, Selasa sore.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah melintas di sekitar sungai sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ditemukan, tubuh korban terlihat mengapung di aliran sungai yang lokasinya cukup jauh dari permukiman warga.

Kapolsek Jambi Luar Kota, IPTU Yohanes Candra Putra, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan, setelah menemukan jasad korban, warga langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

“Mayat tersebut ditemukan warga saat melintas di sungai sekitar pukul 15.00 WIB dalam kondisi mengapung. Selanjutnya warga melaporkan ke petugas untuk dilakukan penanganan,” ujar IPTU Yohanes Candra Putra, Rabu (28/01/2026).

Warga sekitar bersama petugas kemudian mengevakuasi jasad pria tersebut dari aliran sungai.

Setelah proses evakuasi selesai, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat jam sebelum ditemukan.

“Dari hasil pemeriksaan dokter, korban diperkirakan tenggelam di air sekitar empat jam. Identitas korban belum ditemukan dan diperkirakan berusia di atas 30 tahun,” jelas Kapolsek.

Hingga saat ini, jenazah masih dititipkan di RS Bhayangkara Jambi karena belum ada pihak keluarga yang datang untuk menjemput atau mengidentifikasi korban.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera menghubungi Polsek Jambi Luar Kota,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menduga korban tidak memiliki kemampuan berenang. Selain itu, korban juga diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.(*)