Sambut Idul Fitri 1447 H, Dinkes Muaro Jambi Siapkan Tenaga Medis 24 Jam di Posko Strategis

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi menyiagakan tenaga medis dan ambulans di lima posko pelayanan kesehatan strategis menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Langkah ini bertujuan memastikan keselamatan dan kesehatan para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Aang Hambali, menyatakan setiap posko dilengkapi satu dokter, dua perawat, dan satu unit ambulans yang standby selama periode arus mudik.

“Di setiap posko kami siapkan tenaga medis lengkap dan ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan pemudik,” ujar Aang.

Kelima posko kesehatan ditempatkan di kecamatan strategis dan dirancang untuk memberikan pelayanan cepat bagi pemudik yang mengalami kelelahan, sakit mendadak, maupun membutuhkan pertolongan medis darurat.

Selain itu, puskesmas yang beroperasi 24 jam tetap siap melayani masyarakat dan pemudik di wilayah Muaro Jambi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran arus mudik, sekaligus memastikan akses layanan kesehatan tetap terjamin.

“Dengan kesiapan tenaga medis dan ambulans di posko-posko ini, kami berharap pemudik merasa aman dan terbantu saat membutuhkan layanan kesehatan,” tambah Aang.(*)




GSM Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi Dorong Literasi Al-Qur’an

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sukses menggelar puncak kegiatan Gerakan Sekolah Mengaji (GSM) Ramadan 1447 H / 2026 M, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini ditandai dengan khataman Al-Qur’an 30 Juz secara serentak yang diikuti ribuan siswa dari PAUD, SD, hingga SMP di seluruh wilayah Muaro Jambi.

Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir hadir mewakili Bupati Dr. Bambang Bayu Suseno untuk memberikan apresiasi sekaligus menutup rangkaian kegiatan spiritual Ramadan.

Acara juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi, perwakilan Baznas, pengurus PGRI, kepala sekolah, guru, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya Gerakan Sekolah Mengaji sebagai benteng moral dan spiritual generasi muda.

“Pendidikan tidak boleh hanya fokus pada kecerdasan intelektual. Anak-anak kita harus memiliki fondasi spiritual yang kuat, akhlak mulia, dan karakter kokoh melalui nilai-nilai Qur’ani,” tegas Junaidi H. Mahir.

Kegiatan mengaji di sekolah selama Ramadan bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an dan menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap kitab suci sejak dini.

Suasana khidmat menyelimuti prosesi khataman, dan Wakil Bupati berpesan agar Al-Qur’an menjadi pedoman hidup sehari-hari, tidak hanya terbatas pada bulan Ramadan.

“Khataman hari ini bukanlah akhir, melainkan awal komitmen untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam bersikap kepada orang tua, menghormati guru, dan berbuat baik kepada sesama,” tambahnya.

Selain fokus pada siswa, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga memberikan penghargaan kepada guru, pengawas, dan tenaga kependidikan atas perannya dalam membimbing moral dan iman generasi penerus.

Pemerintah daerah berharap Gerakan Sekolah Mengaji dapat menjadi budaya positif yang berkelanjutan dan melahirkan generasi cerdas, beriman, dan berbudi pekerti luhur.(*)




SPPG Sengeti Dihentikan Sementara! Satgas MBG Muaro Jambi Keluarkan 9 Rekomendasi Tegas

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Muaro Jambi mengeluarkan sembilan rekomendasi tegas untuk pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti, Kecamatan Sekernan, setelah hasil uji laboratorium menemukan kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Sekretaris Satgas MBG Muaro Jambi, Ardanus, menegaskan, semua rekomendasi harus segera dijalankan oleh Yayasan Aziz Rukiyah Amanah selaku pengelola dapur.

“Ini bukan sekadar catatan evaluasi. Semua poin wajib dijalankan dan akan kami pantau langsung di lapangan,” kata Ardanus, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, temuan bakteri ini mengindikasikan kelemahan dalam sistem higiene dan sanitasi dapur. Produksi makanan massal menuntut prosedur ketat dan terdokumentasi dengan baik.

“Jika SOP tidak diterapkan secara konsisten, risiko kontaminasi sangat tinggi, apalagi untuk konsumsi dalam jumlah besar,” ujarnya.

Ardanus menekankan bahwa rekomendasi Satgas MBG fokus pada perbaikan sistem dapur secara menyeluruh, bukan sekadar respons sementara pascakejadian.

Monitoring berkala akan dilakukan untuk memastikan semua rekomendasi dijalankan konsisten.

“Saat ini dapur SPPG Sengeti masih dihentikan sementara, keputusan operasional kembali menjadi kewenangan BGN Pusat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Muaro Jambi, Jurjani, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Pengurus SPPG tidak boleh lalai, satu tahapan saja yang diabaikan bisa berdampak luas,” kata Jurjani.

Berikut 9 rekomendasi Satgas MBG Muaro Jambi untuk SPPG Sengeti:

  1. Perkuat penerapan Good Hygiene Practices (GHP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), serta SOP tertulis di setiap tahapan produksi.

  2. Proses memasak wajib dimulai pukul 02.00–03.00 WIB agar alur produksi dan distribusi terkendali.

  3. Sediakan pintu terpisah untuk jalur karyawan dan penerimaan bahan baku, lengkap dengan dokumentasi administrasi.

  4. Dapur harus memiliki ruang pendingin khusus pasca pemasakan, dengan penyimpanan tertutup dan suhu terkontrol.

  5. Pantau dan catat suhu pangan matang secara rutin dari proses memasak hingga pembersihan.

  6. Perbaiki pengelolaan ompreng sesuai SOP untuk mencegah kontaminasi silang.

  7. Gunakan air yang memenuhi standar kesehatan untuk seluruh proses pengolahan makanan.

  8. Pastikan sumber air berjarak lebih dari 10 meter dari limbah, dan kelola sistem pembuangan limbah sesuai kapasitas produksi.

  9. Seluruh tenaga dapur wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Satgas MBG menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan makanan massal bagi masyarakat dan menghindari risiko kesehatan yang lebih luas.(*)




Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2026 di Muaro Jambi, Cek Ketentuannya di Sini

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi resmi menetapkan besaran zakat fitrah untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Kementerian Agama Muaro Jambi, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Ketua Baznas Kabupaten Muaro Jambi, Kasmadi, menjelaskan, zakat fitrah dalam bentuk beras ditetapkan 2,5 kilogram atau setara 3,5 liter per jiwa.

Sementara zakat fitrah dalam bentuk uang dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan kualitas beras yang biasa dikonsumsi masyarakat:

  • Kualitas tinggi (baik): Rp57.600 per jiwa

  • Kualitas sedang: Rp52.800 per jiwa

  • Kualitas biasa: Rp40.320 per jiwa

“Penetapan ini merujuk pada harga beras terkini di pasaran. Kami juga melakukan survei harga di pasar induk Muaro Jambi dan hasil musyawarah bersama pemerintah, Kemenag, dan MUI,” ujar Kasmadi, Rabu (4/3/2026).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, besaran zakat fitrah mengalami kenaikan pada dua kategori.

Pada 2025, zakat fitrah untuk beras kualitas tinggi sebesar Rp55.000, kualitas sedang Rp48.000, dan kualitas biasa Rp41.000.

Selain itu, fidyah bagi umat Islam yang tidak bisa berpuasa karena uzur syar’i ditetapkan Rp40.000 per hari per jiwa.

Kasmadi mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan pembayaran zakat fitrah dengan kualitas beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari agar sah menurut syariat dan membawa keberkahan.

Ia juga mendorong pembayaran zakat dilakukan lebih awal melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid atau musala terdekat.

Dengan begitu, distribusi kepada mustahik dapat dilaksanakan sebelum Idul Fitri dan manfaatnya lebih terasa.

“Kami berharap zakat tidak dibayarkan mendekati hari raya saja. Pembayaran lebih awal akan membantu pendistribusian kepada yang membutuhkan tepat waktu,” tutup Kasmadi.(*)




DPRD Muaro Jambi Soroti Kinerja DLH Usai Sampah Menumpuk di Pusat Pemerintahan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi disorot setelah tumpukan sampah menggunung hanya beberapa puluh meter dari rumah dinas Wakil Bupati dan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sampah rumah tangga bercampur plastik, sisa makanan, dan limbah lain berserakan hingga ke badan jalan, sementara bau menyengat dan lalat beterbangan di sekitar lokasi.

Pengendara yang melintas mengaku terganggu dengan kondisi ini. “Baunya menyengat sekali. Kalau lewat harus tutup hidung,” kata Amrizal, seorang pengendara sepeda motor.

Anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi PAN, Ulil Amri, menyoroti kinerja Kepala DLH yang baru dilantik.

Ia menilai respons dan inisiatif dinas terkait dalam menangani persoalan sampah di pusat pemerintahan belum terlihat.

“Seharusnya lebih baik dari pejabat sebelumnya. Ini justru terkesan pembiaran,” ujar Ulil. Ia menekankan bahwa lemahnya pengawasan dan manajemen pengangkutan sampah menjadi perhatian serius.

Menurut Ulil, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah titik lain, termasuk di depan SMP 7 Jaluko.

Ia mendesak DLH segera mengambil langkah konkret tanpa harus menunggu laporan masyarakat dan meminta Bupati Muaro Jambi mengevaluasi kinerja pejabat terkait apabila masalah terus berulang.

Kondisi tumpukan sampah di pusat pemerintahan ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Sorotan DPRD menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi di tengah tuntutan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

Publik kini menunggu langkah cepat pemerintah daerah untuk membersihkan kawasan tersebut dan mencegah persoalan serupa terjadi kembali.(*)




Sampah Menggunung Dekat Kantor DLH Muaro Jambi, Bau Menyengat Ganggu Pengendara

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tumpukan sampah terlihat menggunung di jalan lingkungan kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

Ironisnya, lokasi tersebut berada tidak jauh dari simpang rumah dinas Wakil Bupati serta kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi.

Pantauan di lapangan, sampah rumah tangga bercampur plastik, kardus, dan sisa makanan berserakan di tepi jalan.

Beberapa kantong plastik tampak robek hingga isinya meluber ke badan jalan.

Kondisi itu diperparah dengan munculnya lalat yang mengerubungi tumpukan sampah.

Air lindi terlihat mengalir tipis di sekitar lokasi, menambah kesan kumuh di kawasan yang seharusnya menjadi representasi kebersihan lingkungan pemerintahan.

Bau menyengat sudah tercium beberapa meter sebelum mencapai titik tumpukan.

Sejumlah pengendara yang melintas tampak menutup hidung atau mempercepat laju kendaraan saat melewati area tersebut.

“Baunya menyengat sekali. Kalau lewat harus tutup hidung,” ujar Amrizal, salah satu pengendara sepeda motor yang rutin melintasi kawasan itu, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut sangat disayangkan karena terjadi di kawasan perkantoran pemerintah.

Ia menilai area tersebut semestinya menjadi contoh dalam hal penataan dan kebersihan lingkungan.

“Ini kawasan kantor. Harusnya lebih tertata dan bersih,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya aktivitas pembersihan di lokasi.

Keberadaan sampah yang menumpuk itu dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan sekaligus mencoreng citra kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.(*)




Lonjakan Harga Awal Puasa, Bupati Muaro Jambi Turunkan Operasi Pasar

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kembali menggelar pasar murah sebagai langkah pengendalian harga kebutuhan pokok pada awal Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang dikemas dalam Gebyar Ramadan ini berlangsung selama dua hari di Lapangan Masjid Jami’ Miftahurrahman, Desa Simpang Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), mulai Minggu (1/3/2026).

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, mengatakan pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah peningkatan konsumsi saat awal Ramadan.

Menurutnya, sejumlah komoditas kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar umum, sehingga dapat membantu meringankan beban warga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pasar murah ini menawarkan harga yang relatif lebih rendah dibanding harga di pasaran. Masyarakat yang berhak hendaknya dapat memanfaatkannya dengan baik,” ujar Bambang.

Bupati yang akrab disapa BBS itu menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok di awal Ramadan merupakan pola tahunan yang kerap terjadi.

Lonjakan tersebut, katanya, berdampak langsung terhadap rumah tangga dengan pendapatan terbatas.

Karena itu, pemerintah daerah melakukan intervensi melalui operasi pasar murah sebagai bentuk pengendalian harga dan stabilisasi pasokan.

“Kita ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi warga dalam kegiatan Gebyar Ramadan menjadi indikator bahwa program tersebut menyasar kebutuhan riil masyarakat.

Pemkab Muaro Jambi, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok sepanjang Ramadan.

Evaluasi akan dilakukan jika terjadi lonjakan signifikan pada komoditas tertentu.

“Kami akan melihat dinamika harga di lapangan. Jika diperlukan langkah tambahan, tentu akan kita tindak lanjuti,” tegasnya.(*)