Sunset Romantis di Wisata Tanjung Kelayang Belitung

SEPUCUKJAMBI.ID – Tanjung Kelayang, salah satu ikon wisata unggulan Pulau Belitung, menawarkan kombinasi sempurna antara pasir putih lembut, air laut sebening kaca, dan gugusan batu granit raksasa yang menjadi ciri khas Belitung.

Begitu menginjakkan kaki di pantai ini, suasana tropis yang santai langsung terasa.

Nama Tanjung Kelayang diambil dari salah satu batu granit besar di tepi pantai yang menyerupai burung kelayang atau layang-layang.

Batu ini menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto dan sering muncul dalam promosi pariwisata Belitung.

Saat air laut surut, pengunjung bisa mendekat dan menikmati keunikan bentuk batu dari berbagai sudut.

Keindahan pantai semakin lengkap dengan lautnya yang tenang. Ombak relatif kecil membuat pantai ini aman untuk berenang atau bermain air di tepian.

Gradasi warna laut dari hijau toska hingga biru muda menciptakan pemandangan menawan, terutama saat matahari cerah.

Tanjung Kelayang juga menjadi titik keberangkatan populer untuk island hopping.

Wisatawan bisa menyewa perahu untuk menjelajahi pulau-pulau kecil sekitar Belitung, seperti Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, dan Pulau Batu Garuda.

Aktivitas ini menjadi favorit karena memungkinkan snorkeling, melihat terumbu karang, dan menikmati pantai-pantai kecil yang masih alami.

Di sepanjang pantai, wisatawan dapat menemukan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari warung makan dan restoran seafood yang menyajikan hidangan lokal segar seperti gangan, cumi bakar, dan ikan laut segar, hingga gazebo dan area duduk untuk bersantai sambil menikmati pemandangan laut.

Saat sore menjelang, Tanjung Kelayang berubah menjadi tempat romantis. Langit jingga dan pantulan cahaya matahari di permukaan laut menciptakan suasana hangat dan menenangkan.

Banyak wisatawan memilih duduk di pasir, berbincang ringan, atau mengabadikan momen matahari terbenam yang menawan.

Akses menuju Tanjung Kelayang cukup mudah dari Tanjung Pandan, ibu kota Kabupaten Belitung. Perjalanan darat sekitar 30 menit dengan kondisi jalan yang baik, membuat kawasan pantai nyaman untuk wisata keluarga maupun pelancong solo.

Tanjung Kelayang bukan sekadar pantai cantik.

Tempat ini adalah pintu gerbang untuk menjelajahi keindahan laut Belitung, di mana alam tropis, ketenangan, dan petualangan bertemu dalam satu pengalaman wisata yang berkesan.(*)




Pesona Waduk Parang Gombong, Destinasi Camping Favorit di Purwakarta

SEPUCUKJAMBI.ID – Purwakarta memiliki destinasi wisata alam yang menawarkan suasana tenang sekaligus pengalaman rekreasi seru, yakni Waduk Parang Gombong.

Dikelilingi perbukitan hijau dan udara yang sejuk, waduk ini menjadi pilihan favorit bagi warga lokal maupun wisatawan yang ingin melepas penat dari kesibukan sehari-hari.

Selain berfungsi sebagai pengatur irigasi dan suplai air, Waduk Parang Gombong kini berkembang menjadi kawasan rekreasi yang nyaman.

Permukaan air yang luas dan relatif tenang berpadu dengan pepohonan rindang, menciptakan panorama alami yang menenangkan mata.

Beragam aktivitas bisa dilakukan pengunjung di kawasan ini. Mulai dari berjalan santai di tepi waduk, duduk bersantai di gazebo, hingga menikmati piknik bersama keluarga.

Area tepi waduk yang aman juga memungkinkan anak-anak bermain dengan nyaman, sementara orang dewasa dapat memancing atau sekadar menikmati suasana sore yang damai.

Daya tarik lain dari Waduk Parang Gombong adalah area camping yang cukup diminati. Pengunjung dapat mendirikan tenda di sekitar waduk dan merasakan pengalaman bermalam di alam terbuka.

Suasana malam yang sunyi, ditemani suara air dan alam sekitar, menghadirkan kesan relaks dan menenangkan.

Saat pagi tiba, panorama matahari terbit yang memantul di permukaan air menjadi momen istimewa yang sering diburu fotografer dan pencinta alam.

Keindahan waduk ini juga sangat fotogenik. Pantulan langit, awan, serta pepohonan di permukaan air menciptakan pemandangan dramatis, terutama saat matahari terbit dan terbenam.

Beberapa warung kecil di sekitar lokasi turut melengkapi kenyamanan pengunjung dengan menyediakan makanan ringan dan minuman hangat.

Akses menuju Waduk Parang Gombong terbilang mudah dari pusat Kota Purwakarta. Kondisi jalan yang baik serta area parkir yang memadai membuat wisata ini ramah bagi pengunjung.

Meski popularitasnya terus meningkat, suasana waduk tetap relatif tenang dan jauh dari hiruk-pikuk destinasi wisata ramai.

Dengan keindahan alam dan suasana yang damai, Waduk Parang Gombong menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang mencari tempat piknik santai maupun camping sederhana di Purwakarta.

Destinasi ini menawarkan pengalaman menyatu dengan alam yang menenangkan dan menyegarkan.(*)




DOA DALAM DUA RIBUAN

Oleh: Agustina

SEPUCUKJAMBI.ID – Awan mendung berarak mendominasi langit hingga mentari pagi tak sampai menyentuh bumi. Seolah mengetahui hatiku, langit musim hujan menggambarkan kekhawatiran dan kerinduanku pada sosok pria terhebat sepanjang masa Ayah.

Bohong bila mengatakan aku baik-baik saja, namun tersenyum adalah pilihan yang tepat untuk menutupi kegundahan hati. Aku mendudukkan diri di teras setelah memastikan pintu kos terkunci sempurna. Duduk diam, menanti seseorang yang aku harap yaitu Ayah.

Sesuatu bergetar di dalam saku. Mode hening yang aku aktifkan nyaris membuatku tak menyadari sebuah panggilan masuk. Dengan cepat, jemariku merogohnya. Ayah, ya itu panggilan dari Ayah.

“Assalamua`laikum, Ayah…” Sapaku menjawab girang. Kekhawatiran yang sudah mendominasi sedari tadi kini sirna sudah. Sepertinya beliau merasakan apa yang aku rasakan.

“Wa`alaikumussalam, Nak…” Seketika, suara teduhnya menghangatkan hatiku, “…bagaimana persiapannya hari ini?” Tanya Ayah.

Aku melirik koper besar dan beberapa kardus berisi perlengkapan selama masa Kuliah Kerja Nyata –KKN, memastikan semua terkemas dalam keadaan baik sebelum menjawab. Ya, hari ini tepat mengisi kegiatan kuliah di semester 7, aku akan mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Semua–”

Tut … tut … tut …

Belum sempat aku menjawab pertanyaan Ayah, panggilan itu berakhir. Berkali-kali jemariku menekan tombol panggilan, hasilnya nihil. Nomor Ayah berada pada kondisi tidak aktif.

Kondisi baterai ponsel Ayah memang tak sesehat saat pertama kali dibeli. Hal seperti ini acapkali terjadi, saat sang baterai tiba-tiba tak memberikan daya meskipun kondisinya berdaya penuh.

Tiiiiit!

Suara klakson kencang cukup membuatku terperanjat, Anisa sudah berada disana. Ia melambaikan tangan kanannya dari seberang jalan. Bagian depannya telah penuh dengan koper bawaannya.

Itu berarti, aku harus memangku sendiri barang bawaanku di belakang. Setelah menunggu beberapa kendaraan melintas, aku menyebrang. Dua puluh menit perjalanan menuju kampus harus cepat kami lakukan sebelum pukul 09.00 dimana seluruh mahasiswa peserta KKN akan diberangkatkan menuju daerah terpencil.

Disepanjang jalan, keegoisanku ingin bertemu Ayah menjadi pikiran setelah sambungan telepon tadi tak berhasil aku lakukan. Aku sangat berharap Ayah mengantarkan kepergianku.

Aku menggeleng pelan, menepis ego dan meyakinkan bahwa Ayah telah mengiringiku dengan do’a. Ia pasti selalu mendoakan putri sulungnya yang manja ini agar selalu sukses. Aku tak boleh egois untuk memaksa Ayah datang.

“Tina, hey!”

Sekali lagi Anisa membuatku tersentak. Pemandangan di hadapanku menjadi alasan kenapa Anisa berteriak menarikku dari lamunan. Kami telah sampai. Lapangan kampus yang kini sudah seperti lautan manusia menyita perhatian kami hingga sebuah mobil dengan kertas tempelan posko 19 di depan kaca menjadi pemberhentian kami memandang.

“Lihat, itu bis kita … ayo kesana.”

Anisa menarik koper lebih dulu dariku. Aku hanya mengekor dibelakang sembari menatap tiap-tiap orang yang kami lewati.

Beberapa dari mereka tengah sibuk menandai barang milik masing-masing, ada pula yang berfoto ria mengabadikan momen mereka yang pasti akan dibagikan ke media sosial. Pemandangan yang hampir sama juga terjadi pada beberapa mahasiswa yang diantarkan keluarganya. Itu cukup membuat dadaku sesak. Aku ingin bertemu Ayah sebelum keberangkatan ini, sungguh ingin.

Percakapan singkat seputar KKN menjadi topik pembicaraan sebelum keberangkatan. Sepertinya trending topik kali ini bukanlah yang aku harapkan. Aku menarik langkah mundur sebelum seseorang mengajakku kedalam pembicaraan.

Benar saja, belum berhasil menyingkir seorang teman melayangkan pertanyaan yang di dalamnya juga diharapkan aku sebagai penjawab.

“Ayahku hanya memberi 2 juta selama 2 bulan masa KKN, mudah-mudahan di Kabupaten kita nanti ada mesin ATM. Jadi, jika ada kekurangan Ayah bisa mentransfer tambahan…, bagaimana dengan kalian?” Kata Asih merusak kepercayaan diriku.

“KKN itu tempatnya sangat berada di daerah terpencil…, bagaimana bisa disana ada ATM. Allhamdulillah orangtuaku sudah membekali persiapan matang, mudah-mudahan uangnya bisa terjaga aman.” Wardah tak menyebutkan nominal yang ia bawa. Puluhan Soekarno pasti mendominasi dompetnya.

“Tidak usah berlebihan! Satu juta saja sudah cukup …” Anisa menunjukkan buku kecil berisi kisaran pengeluaran pribadi dan kelompok selama KKN. Otaknya yang terkenal dengan hemat dan hitung-hitungan itu menjadikannya sebagai koordinator keuangan di posko 19.

Aku melirik deretan tulisan yang Anisa buat. Hingga mataku menangkap nominal paling bawah, hal itu tak juga menyulutkan kegundahanku meskipun nominal itu tak mencapai sembilan ratus ribu. Dikantung hanya terdapat empat ratus ribu sebagai upah mengajar bimbel selama dua bulan.

Sebelumnya, Ayah berjanji akan mengirimkan uang KKN sebelum keberangkatan. Namun sampai saat ini uang itu belum ada, bahkan Ayah tak bisa dihubungi lagi.

Sepintas terbesit pikiran bahwa Ayah tak peduli. Sebisanya perasaan itu aku surutkan dengan tersenyum pada obrolan teman-teman yang telah berganti topik. Namun kegundahan dan keresahan memang musuh bahkan bisa menjadi penyakit hati.

Mati-matian aku menyakinkan hati untuk tak termakan rasa egois. Ayah adalah sosok pria terhebat dalam hidupku. Ya, sangat hebat.

Saat masih duduk di kelas 3 SD, suatu sore Ayah mengajakku pergi ke rumah saudara menyusul ibu dan adikku yang telah berada disana.

Diperempatan jalan, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti mendadak, menyebabkan ban motor Ayah menyenggol bemper belakang mobil tersebut. Tidak ada kerusakan bahkan kelecetan yang menodai. Namun entah terbuat dari apa hati sang pengemudi, ia turun dari mobil dan memaki Ayah.

“Hey tukang ojek! mobil saya ini mahal! Dibeli dari luar, bahkan sorum di daerah ini tidak ada yang menjualnya!” Perawakannya memang terlihat sangat terawat.

Bisa dikatakan wanita salon, dengan baju mewah dan riasan tebal diwajah bak artis masuk kampung menunjukan bahwa ia memang memiliki harta yang banyak.

Beberapa kendaraan mulai menekan klakson kuat, menyadarkan keributan itu hanya membuat jalanan macet, “Hey! Jangan berlebihan … mobil itu tidak mengalami kerusakan!” Seorang pengguna jalan yang berada tak jauh dari kami membela Ayah.

Ayah tertunduk meminta maaf, tak terbesit dari raut wajah Ayah untuk membela diri. Ia menunduk tak peduli bahwa tidak ada yang salah darinya.

“Ck!” wanita itu berdecak marah, “Penghasilan anda seumur hidup tidak akan mampu memperbaiki kelecetan ini.” Tunjuknya pada garis halus yang tampak kasat mata. Matanya menatap jijik pada motor Ayah yang tua.

Aku menangis memeluk erat Ayah dari belakang, khawatir jika wanita kaya itu akan berbuat buruk kepada Ayah. Meskipun usiaku masih sangat kecil untuk mengerti situasi yang terjadi, tapi ucapan wanita itu sangat aku pahami; menyakitkan!

“Maaf, Bu … sekali lagi maaf, saya tidak sengaja.” Ayah tertunduk dan berharap wanita itu tak memperpanjang masalah. Sementara hingar bingar pengemudi lain mulai memekikkan telinga dengan klakson mereka.

“Dasar miskin!” Makinya menendang ban motor depan. Ia berlalu pergi memasuki mobilnya dan beranjak pergi. Sepanjang penglihatanku, sumpah serapah ia keluarkan hingga tak terlihat lagi.

Ayah menepikan motor memastikan aku baik-baik saja. Beliau mengusap kedua pipiku yang telah basah. Garis wajahnya sungguh menyejukan, “Ayo sayang, kita lanjutkan perjalanan …, anak Ayah yang manis tidak boleh menangis.”

Pasti Ayah sedih, ya! pasti sedih. Namun beliau dengan senyum tulusnya mengajarkan aku bahwa bersabar adalah kunci ketenangan hati. Sejak saat itu Ayah adalah pria terhebat dalam hidupku.

Penyelamat keluarga yang berusaha melawan terik dan dinginnya cuaca, mengantar orang-orang ke tempat tujuan untuk rupiah yang dapat menghidupi bahkan menyekolahkan aku.

Bekerja sebagai tukang ojek pangkalan membuatnya mati-matian bekerja keras sekedar untuk makan yang terkadang terasa sulit.

Dibalik pekerjaan yang acapkali diremehkan orang, ia selalu mengajarkan bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Allah selalu bersama orang-orang yang bersabar. Aku harus menjadi anak yang kuat dan sukses untuk mengangkat derajat orang tuaku. Untuk itu, hanya karena tidak diberi uang untuk bekal KKN. Bukan berarti aku boleh berhenti berjuang untuk sebuah pendidikan.

Ayah, ia berjuang lebih besar selama ini. Ayah tercinta, adalah nikmat Allah paling besar yang aku miliki.

Bis kecil berderu memanaskan mobil sebelum keberangkatan menuju lokasi KKN. Aku telah membulatkan hati akan berusaha melakukan yang terbaik di lapangan. Hujan rintik yang makin lama makin deras mengiringi keberangkatan seluruh mahasiswa KKN yang memang masuk di musim hujan.

Tiba-tiba perhatianku tertuju pada pintu gerbang kampus. Sebuah motor tua melaju kencang memecah rintik hujan yang menghalangi. Itu Ayah! aku melangkah turun setelah memastikan masih ada waktu.

Hujan mulai turun, Aku tak memperdulikan lagi genangan air yang terinjak, bahkan hujan telah membasahi bahu serta bagian atas jilbabku. Saat ini, tempat Ayah menghentikan motornya dan berteduh adalah tujuanku.

“Assalamua`laikum Ayah …” Seruku menyembar tangannya. Mencium hormat sembari tersenyum.

“Waa`laikumussalam, Nak …” Ayah memelukku erat, ada rasa bersalah terlukis di raut wajahnya, “Maafkan Ayah terlambat memberi janji ini.” Ujarnya menyodorkan amplop putih. Matanya memerah basah, antara hujan dan air mata yang tidak bisa dibedakan lagi.

“Jumlahnya tidak banyak, tapi nanti Ayah akan berusaha mencari dan mengirimkan untuk tambahan.”

Sudut mataku mulai basah, aku tak boleh menangis. Harus menjadi anak yang kuat adalah alasan aku harus menguatkan hati, “Bahkan jika Ayah tak membawa uang, aku sudah bersyukur bisa melihat Ayah sebelum keberangkatan.” Ujarku memeluk sebelum beranjak pergi.

Klakson bis di belakang sana sudah merusak momen pertemuanku dengan Ayah. Ayah juga mengerti akan hal itu. Aku berlari menuju mobil setelah berpamitan pada Ayah. Tubuh rentanya menunggui hingga mobil kami pergi dan hilang dari pandangannya.

Hiruk pikuk keramaian di dalam bis tak membuatku bergabung kedalamnya. Isi amplop yang Ayah berikan mengundang perhatian sendiri untukku. Sebuah surat diantara banyaknya uang dua ribuan, terselip disana.

Assalamu’alaikum putri Ayah tersayang.

Nak, maafkan Ayah hanya bisa memberikan lembaran uang dua ribuan ini. Maafkan Ayah belum bisa memberikan yang lebih besar lima puluh atau seratus ribuan. Ayah belum bisa menjadi Ayah yang baik.

Mudah-mudahan, Allah memberikan kesempatan untuk Ayah agar bisa bekerja lebih giat. Gunakan uang ini sebaik-baiknya. Semoga uang ini bermanfaat.

Jangan lupa giat belajar, mengabdi pada masyarakat dengan ikhlas dan yang paling penting jangan lupakan shalat!. Allah selalu bersama kita.

Salam sayang, Ayah.

Cairan bening mulai mengisi sudut mataku hingga akhirnya tumpah ruah begitu saja. Aku bangga pada Ayah, kebanggaanku yang telah lama bersemayam di hati semakin menggelora.

Ayah memang pantas dibanggakan. Sejak aku duduk di kelas 3 SD hingga sekarang aku kuliah duduk di semester 7, hampir 14 tahun sudah Ayah menekuni pekerjaannya sebagai tukang ojek pangkalan. Ayah mencintai pekerjaannya dan aku pun bangga pada Ayah.

Aku memandang keluar jendela, berharap tak seorangpun menangkap kesedihanku. Secepat yang aku bisa, aku mengetik pesan sebelum kendaraan kami masuk ke daerah yang tak terjangkau sinyal.

            Assalamu’alaikum Ayah, Terima kasih sudah menjadi Ayah terhebat. Tina bangga memiliki Ayah. Do’akan Tina. Tulisku singkat sebelum menekan tombol kirim.

Tidak ada jutaan rupiah yang datang. Hanya ada puluhan uang dua ribuan dan sepucuk surat bersama Ayah yang hebat. Dengan do’anya, kegundahan hati ini hilang dalam sekejap berganti keceriaan yang kini membuatku mantap menjalani hari.

Ya, Do’a orangtua adalah yang terbaik. Terimakasih ya Allah. Terimakasih telah memberikan seorang Ayah yang begitu sempurna.

_Do’a dalam dua ribuan_




Keindahan Danau Singkarak, Surga Wisata Alam di Jantung Sumatera Barat

SOLOK, SEPUCUKJAMBI.ID – Danau Singkarak menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatra Barat yang terus menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Terletak di wilayah Kabupaten Solok dan Tanah Datar, danau terbesar kedua di Pulau Sumatera ini menyuguhkan keindahan alam yang berpadu erat dengan budaya Minangkabau yang masih terjaga.

Hamparan air danau yang luas dengan warna biru kehijauan dikelilingi perbukitan hijau menciptakan panorama yang menenangkan.

Pada pagi hari, kabut tipis kerap menyelimuti permukaan danau, menghadirkan suasana dramatis yang menjadi daya tarik tersendiri bagi fotografer dan pencinta alam.

Selain panorama alamnya, Danau Singkarak juga dikenal lewat kekayaan tradisi masyarakat setempat.

Salah satu yang paling populer adalah pacu perahu tradisional yang rutin digelar.

Ajang ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga simbol semangat kebersamaan dan warisan budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Danau Singkarak memiliki nilai ekologis penting karena menjadi habitat ikan bilih, ikan endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.

Ikan ini berperan besar dalam kehidupan ekonomi masyarakat sekitar dan menjadi kuliner khas yang banyak diburu wisatawan.

Upaya menjaga kelestarian ikan bilih dan ekosistem danau terus dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Beragam aktivitas wisata dapat dinikmati pengunjung, mulai dari menyusuri danau dengan perahu, memancing, hingga bersantai di tepi danau sambil menikmati sajian kuliner lokal.

Warung-warung sederhana di sekitar danau menawarkan berbagai hidangan khas Minangkabau, termasuk olahan ikan bilih yang menjadi ikon Danau Singkarak.

Akses menuju Danau Singkarak kini semakin mudah dengan kondisi jalan yang terus membaik.

Wisatawan dapat menempuh perjalanan darat dari Kota Padang maupun kota lain di Sumatera Barat.

Meski membutuhkan waktu, keindahan alam dan suasana tenang yang ditawarkan menjadikan perjalanan terasa sangat layak.

Dengan kombinasi lanskap alam yang memukau dan kekayaan budaya lokal, Danau Singkarak tidak sekadar destinasi wisata, melainkan ruang untuk merasakan pengalaman autentik Sumatera Barat.

Danau ini menjadi bukti nyata bahwa keindahan alam dan tradisi dapat berjalan beriringan.(*)




Penyakit Menahun Kabupaten Sarolangun

Oleh: Warsun Arbain

Saya mau bilang, persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Sarolangun sebagai penyakit menahun, terutama akses utama dari Panca Karya – Lubuk Bedorong – Bukit Bulan, Kecamatan Limun dan wilayah Sepintun Pauh Timur, Kecamatan Pauh yang artinya merupakan persoalan yang muncul setiap tahun bahkan sejak Kabupaten ini berdiri, terlebih lagi di musim hujan.

Dua wilayah di dua Kecamatan ini selalu menjadi sorotan warga maupun netizen (warga medsos), karena memang jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah Kabupaten Sarolangun, sekali lagi, terutama musim hujan yang terjadi saat ini.

Sebenarnya ada lagi jalan Kabupaten yang juga sering menjadi sorotan warga sekitar, yang juga menjadi jalan tanggungjawab pemerintah Kabupaten Sarolangun yang hingga saat ini juga tak kunjung usai.

Yaitu jalan Kasiro Batang Asai dan jalan menuju desa Kasang Melintang – Pangkal Bulian, Kecamatan Pauh. Namun pembahasannya sering tidak begitu ramai karena tenggelam oleh pembahasan persoalan jalan Sepintun dan Bukit Bulan tadi.

Sarolangun secara resmi berdiri sebagai Kabupaten pada 12 Oktober 1999, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Yang mana sebelumnya tergabung dengan Kabupaten Merangin yaitu Sarolangun – Bangko (Sarko).

Jika kita bicara usia, sekarang usia Kabupaten Sarolangun sudah berjalan 26 tahun 2 bulan 21 hari sejak tulisan ini saya buat. Artinya usia berdirinya sejak jadi Kabupaten sendiri sudah cukup matang sebagai Kabupaten dan dewasa secara usia.

Sejak berdiri sebagai Kabupaten sudah delapan orang menjabat Bupati di daerah ini, baik hasil Pilkada lewat DPRD tahun 2001 yaitu Bupati dan Wakil Bupati melalui DPRD Kabupaten Sarolangun Tahun 2001 terpilih Bupati dan Wakil Bupati H. Muhammad Madel, dan H. Maryadi Syarif.

Berikut adalah data perkiraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sarolangun, Jambi, pada rentang tahun 2001 – 2005, berdasarkan data belanja infrastruktur yang tersedia:
2001: Rp4,86 Miliar
2002: Rp18,21 Miliar
2003: Rp32,96 Miliar
2004: Rp27,1 Miliar
2005: Rp49,22 Miliar

Catatan: Angka di atas merujuk pada data belanja infrastruktur yang bersumber dari Katadata. Data APBD total (pendapatan + belanja) secara utuh tidak dirinci secara spesifik dalam hasil pencarian, namun tren menunjukkan kenaikan signifikan dari tahun 2001 ke 2005. “Sumber :https://sarolangunkab.go.id/halaman/sejarah

Maupun lewat Pilkada Langsung pertama yang dipilih oleh rakyat, yaitu untuk periode 2006 – 2011 yang dimenangkan oleh Hasan Basri Agus (HBA) – Cek Endra.

Berikutnya dijabat oleh Cek Endra menghabiskan massa jabatan periode 2006-2011 karena saat itu Hasan Basri Agus (HBA) maju sebagai calon Gubernur Jambi periode 2010 – 2015 dan menang berpasangan dengan H Fachrori Umar.

Berikutnya di pilkada untuk periode 2011- 2016 dimenangkan oleh Cek Endra – Pahrul Rozi.

Dan untuk mengisi kekosongan menjelang Pilkada untuk periode 2017 – 2022 diisi oleh Penjabat (Pj) Bupati Arief Munandar.

Di pilkada untuk periode 2017 – 2022 tersebut Cek Endra kembali maju berpasangan dengan Hillalatil Badri dan menang dengan persentase mencapai 55,76% saat itu. Sumber: data KPU.

Artinya untuk seorang H Cek Endra sendiri sudah terlibat lebih kurang selama 15 tahun dalam kancah politik kekuasaan di Kabupaten Sarolangun, termasuk sebagai wakil.

Lagi-lagi persoalan dua jalan poros utama di dua Kecamatan yang saya sebutkan diatas hingga saat ini masih jadi persoalan menahun yang tak kunjung usai. Sekali lagi terlebih di musim hujan.

Selanjutnya menjelang Pilkada tahun 2024, Kabupaten Sarolangun tiga kali berganti pimpinan seorang Penjabat (Pj) Bupati, pertama Henrizal, kedua Bachril Bakri dan ketiga Bahri, dua orang terakhir merupakan pejabat Kementerian Dalam negeri (Kemendagri).

Sementara itu untuk saat ini Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sarolangun dijabat oleh H Hurmin dan Gerry Trisatwika yang merupakan hasil pilkada langsung pada November 2024 dan dilantik pada 20 Februari 2025. Sumber: https://sarolangunkab.go.id/halaman/kepala-daerah-sarolangun-dari-masa-ke-masa

Bukan tak pernah dianggarkan

Sebenarnya jika kita bicara soal anggaran pembangunan jalan tersebut, beberapa kali di pemerintah sebelumnya juga sudah sering dianggarkan hanya saja mungkin belum maksimal atau pola pengerjaannya yang tidak maksimal.

Bahkan pada periode keduanya H Cek Endra mengatakan sudah total Rp100 miliar digelontorkan pemerintah daerah untuk jalan poros wilayah Pauh Timur, Kecamatan Pauh tersebut. Sumber: Berita online saat kunjungan H Cek Endra ke Sepintun, Senin (18/2/2020).

Hal sama juga pernah dilakukan untuk jalan Bukit Bulan. Anggaran besar yang digelontorkan untuk pembangunan jalan di kawasan Meribung (Bukit Bulan), Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, pada sekitar tahun 2015-2016 mencapai angka Rp 31 miliar.

Berikut detail terkait anggaran tersebut:
Proyek: Perbaikan/peningkatan jalan ruas Panca Karya – Meribung.
Sumber Dana: Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

Konteks Waktu: Anggaran ini sempat menjadi sorotan dan dilaporkan ke pihak berwajib terkait dugaan korupsi pada tahun-tahun berikutnya (sekitar 2018) karena pekerjaannya yang dinilai bermasalah.

Persoalan rusak parah jalan ini pernah saya tulis di: https://jambi.antaranews.com/berita/326881/kerusakan-jalan-panca-karya-meribung-parah

Solusi pembangunan skala prioritas dan Multiyears

Jika kita bicara ukuran atau panjang jalan rusak di Sepintun, Sarolangun, khususnya ruas menuju Trans 3 SAD (Desa Sepintun), memiliki panjang sekitar 15 kilometer dan jalan Pitco-Sepintun (sekitar 24 km) yang kondisinya juga memprihatinkan.

Sementara Jalan Poros Bukit Bulan di Kecamatan Limun, Sarolangun, mengalami kerusakan parah sepanjang sekitar 20 kilometer.

Jika kita bicara APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), Kabupaten Sarolangun sendiri sudah mencapai Rp1 Triliun lebih sejak tahun 2016.

APBD Sarolangun tahun anggaran 2016 mulai dibahas dan diproses pada akhir tahun 2015, seperti yang terlihat dari berita Desember 2015 yang menyatakan APBD 2016 masih dalam kajian Pemprov Jambi, dan Peraturan Daerah (Perda) No. 11 Tahun 2015 mengatur APBD 2016, yang kemudian diubah dengan Perda No. 6 Tahun 2016, menunjukkan bahwa penyusunan dan penetapannya dimulai pada tahun sebelumnya (2015). Sumber: https://peraturan.bpk.go.id/Details/45204/perda-kab-sarolangun-no-6-tahun-2016.

Dan sekarang APBD Kabupaten Sarolangun Tahun Anggaran 2026 telah disetujui dan disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada November 2025, dengan total pendapatan direncanakan sekitar Rp1,26 triliun, bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp124,38 miliar dan dana transfer mencapai Rp1,006 triliun.

Jalan Panca Karya – Meribung pernah dianggarkan pada tahun 2025 lalu. Yaitu Rp 31 Miliar (Direncanakan 2025 – Batal): Terdapat rencana anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp31 miliar untuk perbaikan jalan Panca Karya – Meribung. Namun, proyek ini dikabarkan batal/tertunda pada awal 2025 karena pemotongan anggaran dari pusat atau dampak efisiensi. Sumber (KMK Nomor 29 tahun 2025).

Artinya jika kita melihat berbagai catatan dari pola pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sarolangun, dan dengan jumlah APBD yang ada hingga saat ini sejak tahun 2016 yang APBD nya mencapai Rp1 Triliun lebih, jika pola pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi persoalan menahun ini dimasukkan dalam skala prioritas.

Bukan tidak mungkin persoalan menahun ini akan cepat selesainya. Karena jalan yang menjadi persoalan menahun hingga saat ini merupakan urat nadi aktifitas perekonomian maupun aktifitas penting lainnya bagi masyarakat masing-masing wilayah tersebut.

Solusi berikutnya tentu saja dengan pola pembangunan Multiyears (Tahun Jamak), yaitu metode perencanaan dan pembiayaan proyek pemerintah (pusat/daerah) yang pelaksanaannya memakan waktu lebih dari satu tahun anggaran, menggunakan “Induk Kontrak” yang mencakup total nilai dan durasi, membagi pembayaran secara bertahap sesuai tahun anggaran.

Dan bertujuan untuk menyelesaikan proyek besar seperti infrastruktur yang membutuhkan dana besar dan waktu lama (jembatan, jalan, gedung), memastikan kualitas, pemerataan pembangunan, serta efisiensi anggaran tanpa terputus di setiap pergantian tahun.

Prinsip Utama

Durasi Lebih dari 1 Tahun: Kontrak membebani APBN/APBD selama lebih dari satu tahun anggaran, dengan penyelesaian pekerjaan bisa lebih dari 12 bulan.

Satu Kesatuan Output: Pekerjaan secara teknis merupakan satu kesatuan yang menghasilkan satu output (misalnya, satu jembatan, bukan bagian-bagian kecilnya).

Kontrak Induk: Ada satu “kontrak induk” (Contract Header) yang mencatat total nilai dan jangka waktu, lalu pembayaran dianggarkan per tahun dalam sistem.

Regulasi: Diatur dalam berbagai peraturan pemerintah dan menteri (seperti PMK, Permendagri) untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi.

Contoh Penerapan

Infrastruktur Besar: Pembangunan jembatan, jalan, gedung perkantoran, atau irigasi yang memerlukan dana besar dan waktu pengerjaan panjang.

Kegiatan Berkelanjutan: Penanaman bibit, penghijauan, pelayanan rutin (sampah, cleaning service) yang tidak bisa berhenti di akhir tahun.

Manfaat

Efisiensi & Kualitas: Memungkinkan proyek skala besar selesai tepat waktu dengan kualitas lebih baik karena perencanaan jangka panjang, tidak terputus karena anggaran tahunan.

Pemerataan: Membantu pembangunan merata di seluruh wilayah dengan membagi biaya proyek besar secara bertahap (misal, selama masa jabatan kepala daerah).

Kapasitas Kontraktor: Memberi kesempatan kontraktor dengan modal kuat untuk mengerjakan proyek besar karena pembayaran dicicil.

Tata Cara (Sederhana)

Perencanaan: PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) membuat paket multiyears di sistem (SIRUP/SPSE) dengan mencantumkan total nilai, uraian, spesifikasi, dan izin multiyears.

Persetujuan: Membutuhkan persetujuan dari KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan izin dari instansi terkait (seperti Kemenkeu/DPRD).

Perekaman Kontrak: Di sistem keuangan, direkam sebagai “Kontrak Header” Multiyears dengan tipe kontrak Multiyears, mencatat nilai total dan jangka waktu lintas tahun.

Pencairan: Pencairan dilakukan setiap tahun sesuai pagu anggaran tahunan yang disetujui (pembayaran bertahap). Sumber: Google.

*Penulis adalah seorang Jurnalis dan ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sarolangun tinggal di Sarolangun




Danau Toba, Danau Vulkanik Terbesar Asia Tenggara yang Mendunia

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Danau Toba dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Indonesia.

Berlokasi di Provinsi Sumatra Utara, Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara yang memiliki nilai geografis, budaya, sekaligus pariwisata yang tinggi.

Danau ini terbentuk dari letusan gunung api super purba ribuan tahun silam.

Bekas letusan tersebut menciptakan kaldera raksasa yang kemudian terisi air dan membentuk bentang alam spektakuler.

Di tengah Danau Toba berdiri Pulau Samosir, pulau besar yang menjadi pusat budaya dan kehidupan masyarakat Batak.

Daya tarik Danau Toba tidak hanya terletak pada luas wilayah dan panorama alamnya, tetapi juga pada atmosfer tenang yang sulit ditemukan di destinasi lain.

Udara sejuk pegunungan, hamparan air berwarna biru, serta perbukitan hijau di sekeliling danau menciptakan suasana ideal untuk relaksasi dan wisata alam berkelanjutan.

Pulau Samosir menjadi magnet utama bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.

Di pulau ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung kekayaan budaya Batak melalui rumah adat tradisional, pertunjukan tari, musik daerah, hingga kehidupan desa wisata yang masih mempertahankan kearifan lokal.

Beragam aktivitas wisata dapat dinikmati di Danau Toba, mulai dari berkeliling danau menggunakan perahu, berenang di tepian danau, hingga menikmati panorama dari sejumlah titik pandang populer.

Beberapa kawasan juga menyediakan pemandian air panas alami yang bersumber dari aktivitas geotermal.

Dari sisi aksesibilitas, perjalanan menuju Danau Toba kini semakin mudah dengan beroperasinya Bandara Internasional Silangit.

Peningkatan infrastruktur dan fasilitas wisata terus dilakukan untuk mendukung kenyamanan pengunjung, sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya setempat.

Tak hanya menawarkan keindahan alam, Danau Toba juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat.

Berbagai legenda tentang asal-usul danau, serta tradisi masyarakat Batak, masih terjaga dan menjadi bagian penting dari identitas kawasan ini.

Dengan perpaduan antara lanskap alam megah, kekayaan budaya, dan suasana yang menenangkan.

Danau Toba menjadi destinasi wisata unggulan bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan yang bermakna dan autentik di Indonesia.(*)




Menikmati Keindahan Puncak Bogor, Dari Kebun Teh hingga Wisata Keluarga

BOGOR, SEPUCUKJAMBI.ID – Puncak Bogor sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Jabodetabek.

Berada di jalur strategis yang menghubungkan Bogor dan Cianjur, kawasan ini menawarkan udara sejuk pegunungan, panorama hijau, serta suasana alam yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Keindahan alam menjadi daya tarik utama Puncak Bogor.

Perbukitan hijau yang membentang luas, hamparan kebun teh, serta jalan berkelok dengan latar pegunungan menjadi pemandangan khas yang mudah ditemui.

Tak sedikit wisatawan yang datang hanya untuk menikmati udara segar, bersantai, atau melepas penat tanpa perlu bepergian jauh.

Kebun teh menjadi ikon wisata yang melekat kuat dengan Puncak Bogor.

Kawasan seperti Gunung Mas dan sekitarnya kerap menjadi tujuan favorit untuk berjalan santai, berfoto, hingga menikmati secangkir teh hangat sambil memandangi hamparan hijau.

Pada pagi hari, kabut tipis yang menyelimuti area ini menciptakan suasana sejuk dan menenangkan.

Selain wisata alam, Puncak Bogor juga menawarkan beragam destinasi wisata keluarga.

Taman rekreasi, area bermain anak, hingga tempat wisata edukatif tersebar di sepanjang jalur Puncak.

Kondisi ini menjadikan Puncak Bogor sebagai pilihan ideal untuk liburan singkat bersama keluarga, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Dari sisi kuliner, Puncak Bogor memiliki banyak pilihan restoran dan kafe dengan konsep alam terbuka.

Tempat makan dengan pemandangan pegunungan menjadi daya tarik tersendiri, memungkinkan pengunjung menikmati hidangan sambil disuguhi panorama hijau yang menyejukkan mata.

Meski populer, kawasan Puncak Bogor juga menghadapi tantangan, terutama kemacetan lalu lintas.

Pada waktu tertentu, sistem buka-tutup jalur diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Oleh karena itu, wisatawan disarankan merencanakan perjalanan dengan matang dan memilih waktu kunjungan di luar jam sibuk.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap kelestarian lingkungan di kawasan Puncak Bogor terus meningkat.

Penataan kawasan serta pembatasan pembangunan dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan pariwisata.

Dengan akses yang mudah, fasilitas wisata yang lengkap, serta keindahan alam yang menawan, Puncak Bogor tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin beristirahat sejenak dari rutinitas perkotaan.(*)




Wakatobi dan Kekayaan Lautnya, Surga Diving di Timur Indonesia

SULAWESI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakatobi menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia yang namanya telah dikenal hingga mancanegara.

Terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakatobi merupakan singkatan dari empat pulau utama, yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Kawasan ini menawarkan panorama laut yang masih alami dan terjaga, menjadikannya surga bagi pencinta alam dan wisata bawah laut.

Keunggulan utama wisata Wakatobi terletak pada kekayaan terumbu karangnya.

Perairan Wakatobi masuk dalam kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia dengan ratusan jenis karang dan ribuan spesies biota laut.

Air laut yang jernih membuat aktivitas diving dan snorkeling di Wakatobi terasa istimewa, bahkan tanpa menyelam pun keindahan bawah laut sudah dapat dinikmati dari permukaan.

Berbeda dari destinasi wisata bahari yang padat pengunjung, Wakatobi menghadirkan suasana tenang dan jauh dari keramaian.

Pantai-pantainya masih sepi, menawarkan pasir putih, laut biru, dan angin pantai yang menenangkan.

Kondisi ini menjadikan Wakatobi pilihan ideal bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan pengalaman liburan yang lebih eksklusif.

Tak hanya menyuguhkan keindahan alam, Wakatobi juga menawarkan wisata budaya yang autentik.

Kehidupan masyarakat pesisir yang masih sederhana dan erat dengan laut menjadi daya tarik tersendiri.

Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan warga lokal dan melihat bagaimana tradisi serta kearifan lokal tetap dijaga hingga kini.

Sebagai kawasan konservasi, Wakatobi memiliki Taman Nasional yang berperan penting dalam pelestarian ekosistem laut.

Upaya konservasi dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat, sehingga aktivitas pariwisata dan perlindungan lingkungan berjalan seimbang.

Inilah yang menjadikan Wakatobi sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

Akses menuju Wakatobi kini semakin mudah melalui penerbangan ke Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi.

Meski memerlukan perencanaan perjalanan yang matang, pengalaman menikmati keindahan alam Wakatobi sebanding dengan usaha yang dilakukan.

Letaknya yang relatif jauh justru menjadi faktor utama terjaganya keaslian kawasan ini.

Fasilitas wisata di Wakatobi terus berkembang, mulai dari homestay hingga resor selam bertaraf internasional.

Meski demikian, nuansa alami tetap dipertahankan agar wisatawan dapat merasakan kedekatan dengan alam.

Wakatobi bukan sekadar tujuan liburan, melainkan pengalaman menyatu dengan laut dan alam.

Keindahan bawah laut, suasana yang tenang, serta kehidupan lokal yang autentik menjadikan Wakatobi salah satu destinasi wisata bahari terbaik di Indonesia yang patut dikunjungi.(*)




Mengenal Ubud Gianyar, Jantung Seni dan Budaya Pulau Bali

BALI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ubud dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling ikonik di Bali. Berada di Kabupaten Gianyar, kawasan ini menawarkan nuansa yang berbeda dibandingkan wilayah pesisir.

Ubud identik dengan suasana yang tenang, kental akan seni dan budaya, serta dikelilingi lanskap alam yang masih asri.

Sejak lama, Ubud berkembang sebagai pusat seni dan kebudayaan Bali. Berbagai galeri seni, museum, dan sanggar tari tersebar di seluruh kawasan.

Pertunjukan seni tradisional seperti Tari Legong, Barong, dan Kecak rutin digelar dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Daya tarik Ubud juga terletak pada keindahan alamnya. Hamparan sawah terasering, lembah hijau, serta aliran sungai menciptakan suasana yang menenangkan.

Kawasan Tegalalang menjadi salah satu ikon wisata alam Ubud dengan lanskap sawah bertingkat yang terkenal hingga ke mancanegara.

Selain itu, jalur trekking di sekitar Ubud menawarkan pengalaman menyatu langsung dengan alam Bali.

Ubud juga dikenal sebagai destinasi wisata spiritual dan kesehatan. Banyak wisatawan datang untuk mengikuti kelas yoga, meditasi, hingga retret kebugaran.

Kehadiran pusat yoga, spa tradisional, dan pengobatan holistik menjadikan Ubud sebagai tempat pelarian dari rutinitas dan tekanan kehidupan modern.

Dari sisi kuliner, Ubud menawarkan pengalaman bersantap yang beragam. Restoran dan kafe menyajikan perpaduan masakan tradisional Bali dengan hidangan internasional.

Banyak tempat makan mengusung konsep alami dengan pemandangan sawah, lembah, atau sungai, sehingga menciptakan pengalaman kuliner yang lebih berkesan.

Aktivitas wisata di Ubud juga mencakup eksplorasi budaya dan sejarah.

Pasar Seni Ubud menjadi tempat favorit wisatawan untuk berburu kerajinan tangan, kain tradisional, serta cendera mata khas Bali.

Sementara itu, Puri Ubud menjadi saksi sejarah peran kerajaan dalam perkembangan seni dan budaya kawasan ini.

Meski semakin populer sebagai destinasi wisata dunia, Ubud tetap mempertahankan karakter dan tradisi lokalnya.

Upacara adat serta ritual keagamaan masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Wisatawan kerap berkesempatan menyaksikan prosesi keagamaan yang berlangsung di pura-pura sekitar Ubud.

Dengan perpaduan budaya, alam, dan gaya hidup sehat, Ubud menawarkan pengalaman wisata yang seimbang dan autentik.

Destinasi ini menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi Bali yang lebih tenang, reflektif, dan sarat nilai tradisi.(*)




Danau Ranau, Keindahan Danau Vulkanik di Kaki Gunung Seminung

LAMPUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Danau Ranau merupakan salah satu danau terbesar di Indonesia yang berada di perbatasan Provinsi Sumatra Selatan dan Lampung.

Keindahan alamnya yang masih terjaga menjadikan Danau Ranau sebagai destinasi wisata alam yang cocok bagi wisatawan pencari ketenangan, jauh dari hiruk pikuk kawasan wisata massal.

Danau Ranau terletak di kaki Gunung Seminung dan terbentuk dari aktivitas vulkanik purba.

Lanskap pegunungan yang mengelilingi danau menghadirkan panorama alam yang dramatis sekaligus menenangkan.

Air danau yang jernih berpadu dengan perbukitan hijau menjadi daya tarik utama yang memanjakan mata pengunjung.

Suasana di kawasan Danau Ranau terasa sejuk, terutama pada pagi dan sore hari.

Kabut tipis yang kerap menyelimuti permukaan danau di pagi hari menciptakan pemandangan eksotis dan fotogenik, menjadikan lokasi ini favorit bagi pencinta fotografi alam dan wisata santai.

Beragam aktivitas wisata dapat dilakukan di Danau Ranau.

Wisatawan dapat berkeliling danau menggunakan perahu tradisional, memancing, berenang di tepian danau, atau sekadar bersantai menikmati panorama alam.

Di beberapa titik, tersedia pemandian air panas alami yang berasal dari aktivitas geotermal Gunung Seminung.

Selain keindahan alamnya, Danau Ranau juga menawarkan pengalaman wisata budaya dan kehidupan lokal.

Masyarakat sekitar masih mempertahankan tradisi dan kearifan lokal melalui aktivitas pertanian, perikanan, serta perkebunan kopi.

Interaksi dengan warga setempat memberikan pengalaman wisata yang lebih autentik dan berkesan.

Akses menuju Danau Ranau dapat ditempuh melalui jalur darat dari Palembang maupun Bandar Lampung.

Meski memerlukan waktu perjalanan yang cukup panjang, pemandangan alam sepanjang perjalanan berupa jalan berkelok dan pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta wisata alam.

Fasilitas wisata di kawasan Danau Ranau terus berkembang, mulai dari penginapan sederhana, homestay, hingga resort kecil dengan pemandangan langsung ke danau.

Kondisi ini menjadikan Danau Ranau tetap nyaman dikunjungi tanpa kehilangan kesan alami dan tenang.

Dengan keindahan alam, suasana damai, serta kedekatan dengan kehidupan masyarakat lokal, Danau Ranau menjadi destinasi wisata yang layak dijelajahi.

Danau ini menawarkan sisi lain pariwisata Indonesia yang sunyi, alami, dan autentik.(*)