Dekat Jakarta, Waduk Jatiluhur Tawarkan Panorama Air Bak Lautan

SEPUCUKJAMBI.ID – Waduk Jatiluhur yang terletak di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dikenal sebagai waduk terbesar di Indonesia.

Dibangun sejak era 1950-an, waduk ini awalnya dirancang sebagai infrastruktur vital untuk irigasi pertanian, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta pengendali banjir.

Seiring berjalannya waktu, Waduk Jatiluhur berkembang melampaui fungsi utamanya.

Bentangan air yang sangat luas dengan latar perbukitan hijau menjadikan kawasan ini daya tarik wisata alam yang diminati masyarakat.

Dari tepi waduk, permukaan air tampak membentang seperti lautan, menciptakan kesan lapang dan menenangkan.

Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana tenang, memancing, atau sekadar duduk bersantai sambil menikmati angin.

Tersedia pula perahu wisata yang memungkinkan pengunjung berkeliling waduk dan merasakan langsung skala besarnya dari tengah perairan.

Sebagai kawasan rekreasi, Waduk Jatiluhur ramah bagi wisata keluarga.

Fasilitas seperti taman terbuka, penginapan, serta wahana olahraga air turut melengkapi pengalaman berwisata.

Aktivitas jet ski dan perahu santai menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati waduk dengan cara lebih aktif.

Menjelang sore, pantulan cahaya matahari di permukaan air sering menjadi momen favorit untuk berfoto.

Di balik pesona wisatanya, Waduk Jatiluhur tetap memainkan peran penting bagi kehidupan masyarakat Jawa Barat.

Air dari waduk ini mengaliri area persawahan di berbagai daerah, sekaligus menopang sistem energi nasional melalui PLTA.

Perpaduan antara fungsi utilitas dan ruang publik inilah yang membuat Waduk Jatiluhur memiliki karakter unik.

Letaknya yang relatif dekat dari Jakarta menjadikan Waduk Jatiluhur kerap dipilih sebagai tujuan liburan singkat akhir pekan.

Akses jalan yang baik dan waktu tempuh yang terjangkau membuat kawasan ini mudah dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Waduk Jatiluhur menghadirkan pengalaman melihat keindahan alam yang dipadukan dengan hasil rekayasa manusia berskala besar.

Luas, terbuka, dan menenangkan, waduk ini menjadi tempat untuk sejenak melambat dari ritme kehidupan kota yang padat.(*)




Membantu Toko Ibu

Cerpen karya: Lilyana Agnesia. S

Rami yang berusia sebelas tahun berlari ke toko kecil milik orangtuanya di pinggir jalan.

Toko itu penuh dengan aroma nasi goreng dan ayam bakar.

Ayahnya sedang memasak di dapur, ibunya melayani pelanggan.

“Rami, tolong bantu ibu ya,” kata ibunya sambil tersenyum lelah.

Rami mengangguk cepat.

Ia tahu ia harus membantu, karena orangtuanya sibuk sekali hari ini karena memiliki banyak pelanggan.

Rami mulai mencuci piring di wastafel cuci piring.

Ia memutar keran, air mengalir deras, piring-piring kotor dari pelanggan sebelumnya menumpuk tinggi.

Rami menggosok kuat-kuat dengan sabun, air sabun berbuih putih.

Ia merasakan tangannya basah dan dingin, tapi ia terus bekerja.

“Aku bisa lakukan ini,” pikirnya.

Itu kesadaran dirinya sendiri, Rami tahu kekuatannya dan tidak akan merasa lelah segera.

Tiba-tiba, pintu toko terbuka lebar.

Masuklah teman-temannya yaitu Lina, Budi, Sari, dan Toni.

“Hai, Rami! Kami lapar nih,” kata Lina sambil melambaikan tangan.

Rami tersenyum lebar.

“Ayo, duduk dulu, aku lagi bantu ibu.”

Mereka duduk di meja kayu, memesan nasi goreng dan jus jeruk dengan uang jajan yang diberikan orangtua mereka masing-masing.

Ibunya sibuk melayani pelanggan lain.

Rami cepat membersihkan meja kosong dengan lap basah.

Ia menyeka kuat-kuat, debu dan remah-remah terbang.

“Meja ini harus bersih,” gumamnya.

Ia mengontrol emosinya, tidak marah meski tangannya pegal.

Itu pengendalian diri Rami tetap tenang dan fokus.

Lina yang melihat Rami bekerja merasa iba.

“Kami bantu ya, Rami,” katanya.

Mereka ikut membersihkan meja.

Budi menyapu lantai, Sari membereskan kursi-kursi, dan Toni mengambil sampah.

Rami merasakan hati hangat.

Ia terharu, bisa merasakan kelelahan ibunya dan kebaikan teman-temannya.

“Terima kasih, teman-teman. Ini membantu sekali,” kata Rami sambil tersenyum.

Ayahnya keluar dari dapur, membawa piring nasi goreng panas.

“Wah, banyak bantuan hari ini!” serunya.

Rami dan teman-temannya tertawa. Mereka makan bersama di meja yang sudah bersih.

Rami mengunyah nasi gorengnya, rasa pedas dan gurih.

Ia memotivasi untuk membantu lebih banyak, karena melihat teman-temannya bahagia.

Setelah makan, Lina dan yang lain membantu lagi.

Mereka mencuci gelas bekas jus. Rami memegang spons, menggosok gelas hingga berkilau.

“Ini seru, seperti main air!” kata Toni sambil menyemprot air.

Rami ikut tertawa.

Ia menggunakan keterampilan sosialnya berbagi tugas dan bekerja sama dengan teman-temannya.

Toko mulai sepi.

Ibunya duduk sebentar, minum air.

“Rami, kamu hebat sekali. Dan teman-temanmu juga,” katanya sambil memeluk Rami.

Rami merasa bangga.

“Aku senang bisa membantu, Bu. Dan teman-teman datang untuk makan, jadi lebih ramai.”

Mereka bermain sebentar di depan toko. Lina melempar bola kecil, Budi menangkapnya.

“Ayo, main lagi besok!” seru Sari.

Rami mengangguk.

Ia belajar bahwa membantu orangtua membuat hari lebih menyenangkan, dan teman-teman bisa jadi bagian dari itu.

Sore hari, Rami pulang sambil bergandengan dengan teman-temannya.

Ia tahu, kepedulian dan kebaikan itu membuat segalanya lebih baik.




Lagu Terbaru eńau ft. Ari Lesmana Mengangkat Kisah Kehilangan dan Kerinduan

SEPUCUKJAMBI.ID – Musisi eńau kembali hadir dengan karya terbaru, kali ini berkolaborasi dengan Ari Lesmana dalam lagu berjudul “Sesi Potret”.

Dirilis pada awal 2026, lagu ini mengangkat tema reflektif tentang perasaan, penerimaan, dan proses berdamai dengan diri sendiri.

Lagu ini menjadi pertemuan musikal dua karakter vokal yang berbeda namun saling melengkapi.

eńau membawa lirik emosional yang jujur dan puitis, sementara Ari Lesmana menambahkan dimensi ekspresif dan kuat, menjadikan “Sesi Potret” sebagai dialog rasa yang intim.

Menurut rilis resmi yang diterima media, lagu ini ditulis pada November 2025 dan terinspirasi dari kisah nyata orang-orang di sekitar eńau.

Tema utama lagu menyentuh duka kehilangan, penyesalan, dan kerinduan terhadap waktu yang tidak bisa diulang.

Pesannya mengingatkan pendengar untuk tidak lalai menghargai momen bersama orang tercinta karena gengsi atau penundaan.

Produksi musik lagu ini dipercayakan kepada Kevin Pangestu, dengan dukungan musisi pengisi gitar, bass, dan drum.

Liriknya juga dibantu oleh Mulia Kennedy, yang merangkai kata menjadi ungkapan puitis dan emosional.

“Sesi Potret” sudah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi sorotan karena kedalaman cerita dan kombinasi vokal yang harmonis antara eńau dan Ari Lesmana.

Berikut ini merupakan lirik lagu “Sesi Potret” – enau ft. Ari Lesmana.

Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan

Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu di ijabah sang maha kaya

Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah ditangan

Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang

Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh,
kalau rindu aku tak mampu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu

Sesi potret yang selalu ku benci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi

Ooh… Satu… dua… tiga…
Ini nyata, kau telah pergi…

Reff:

Ku bertamu kerumah barumu,
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu

Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir

Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu

Kehilanganmu. (*)




Panduan Lengkap Liburan ke Gunung Kelud, Destinasi Alam Populer Jawa Timur

SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Kelud menjadi salah satu tujuan wisata alam paling populer di Jawa Timur.

Terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, gunung berapi ini dikenal tidak hanya karena sejarah letusannya yang panjang, tetapi juga karena keindahan kawah dan lanskap vulkanik yang dramatis.

Daya tarik utama wisatawan adalah kawah Gunung Kelud, yang mengalami perubahan signifikan pasca-erupsi besar pada 2014.

Danau kawah yang luas kini berganti dengan lanskap batuan vulkanik dan kubah lava, menciptakan pemandangan unik dengan warna gelap berpadu kabut tipis.

Suasana pagi hari terutama terlihat mistis dan memikat banyak pengunjung.

Akses menuju Kawasan Wisata Gunung Kelud relatif mudah.

Jalan beraspal memungkinkan kendaraan mencapai area dekat kawah, sementara pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek lokal.

Tangga panjang menuju kawah menjadi jalur utama untuk menikmati lanskap vulkanik dari dekat.

Selain kawah, wisata Gunung Kelud menawarkan hutan pinus, jalur trekking ringan, dan beberapa spot pandang yang menghadap lembah hijau. Saat cuaca cerah, panorama pegunungan di sekitarnya terlihat luas dan memukau.

Banyak wisatawan datang bukan untuk mendaki ekstrem, melainkan untuk menikmati udara dingin dan keindahan alam yang jarang ditemui di tempat lain.

Gunung Kelud juga memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Letusan masa lalu tercatat sebagai salah satu yang paling berdampak di Jawa, menjadikannya objek penelitian penting bagi para vulkanolog.

Keaktifannya menunjukkan bahwa keindahan alam di kawasan ini berjalan berdampingan dengan kekuatan geologi yang nyata.

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari, saat kabut belum terlalu tebal dan suasana masih sepi.

Menjelang siang, kawasan mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Gunung Kelud menawarkan pengalaman melihat gunung api dari jarak dekat tanpa memerlukan pendakian berat, dengan lanskap mentah yang menegaskan kekuatan alam.

Bagi pencinta wisata alam, Gunung Kelud menghadirkan kombinasi antara akses mudah, udara sejuk, dan pemandangan vulkanik yang tetap terasa liar dan eksotis.(*)




Pasar Terapung Banjarmasin, Tradisi Ratusan Tahun yang Masih Bertahan

SEPUCUKJAMBI.ID – Pasar terapung Banjarmasin telah menjadi ikon budaya dan destinasi wisata unik yang bertahan selama ratusan tahun.

Berbeda dari pasar konvensional, kegiatan jual beli berlangsung di atas perahu kayu tradisional atau jukung yang berjejer di tengah sungai, menciptakan pemandangan khas yang sulit ditemui di daerah lain.

Pasar terapung paling terkenal berada di Sungai Martapura dan Sungai Barito, biasanya dimulai sebelum matahari terbit.

Para pedagang, didominasi oleh perempuan, membawa berbagai produk mulai dari sayur, buah, kue tradisional, hingga kebutuhan sehari-hari, sambil mengayuh perahu mereka dengan ritme yang tenang namun dinamis.

Salah satu hal yang membuat pasar ini menarik adalah praktik barter yang masih kadang terlihat. Pedagang bisa menukar barang tanpa menggunakan uang, sebuah tradisi lama yang menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepercayaan antarwarga.

Bagi wisatawan, pengalaman terbaik adalah menyewa perahu kecil untuk masuk ke tengah keramaian pasar.

Dari dekat, pengunjung dapat melihat interaksi pedagang, warna-warni dagangan, serta mendengar tawar-menawar khas yang berlangsung di atas air, memberikan sensasi otentik dan hidup.

Pasar terapung bukan hanya atraksi wisata, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat sungai di Banjarmasin.

Sejak lama, kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat bergantung pada jalur air, dan pasar ini menjadi bukti nyata bagaimana sungai berperan sebagai ruang perdagangan sekaligus komunitas.

Meski modernisasi terus berjalan, pasar terapung tetap bertahan.

Pemerintah setempat menjadikan pasar ini sebagai destinasi wisata unggulan, sambil menjaga fungsi tradisionalnya.

Mengunjungi pasar terapung berarti menyaksikan tradisi hidup yang harmonis antara perdagangan, budaya, dan alam.(*)




Wisata Sejarah di Cirebon, Jelajahi Keunikan Keraton Kasepuhan

SEPUCUKJAMBI.ID – Keraton Kasepuhan, salah satu keraton tertua di Jawa Barat, masih berdiri kokoh hingga kini dan tetap berfungsi sebagai pusat tradisi Kesultanan Cirebon.

Didirikan pada abad ke-16, keraton ini menjadi simbol harmonisasi budaya Jawa, Sunda, Islam, Tiongkok, dan Eropa, sekaligus saksi sejarah panjang Cirebon sebagai pelabuhan penting di pesisir utara Pulau Jawa.

Saat memasuki kompleks, pengunjung disambut gerbang merah bata yang megah.

Ornamen keramik khas Tiongkok menghiasi dinding, sementara tata ruang bangunan mengikuti filosofi keraton Jawa, menciptakan perpaduan unik yang sulit ditemukan di keraton lain.

Di dalam kompleks, museum menyimpan berbagai benda pusaka, termasuk Kereta Singa Barong, kereta kerajaan dengan desain gabungan naga, singa, dan burung.

Simbol ini mencerminkan hubungan diplomatik Cirebon dengan budaya Tiongkok, India, dan Timur Tengah pada masa lalu.

Suasana keraton terasa tenang dan sakral. Halaman luas, pendopo megah, serta ruang-ruang tua yang masih terawat menghadirkan pengalaman seolah waktu berjalan lebih lambat.

Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto, tapi juga untuk menelusuri sejarah panjang Cirebon dan memahami akar budayanya.

Keraton Kasepuhan juga aktif sebagai pusat tradisi. Berbagai upacara adat dan peringatan hari besar masih dijalankan secara rutin, membuat keraton tetap hidup sebagai ruang budaya yang dinamis, bukan sekadar museum.

Letaknya yang strategis di tengah kota memudahkan akses pengunjung.

Banyak wisatawan bahkan mengombinasikan kunjungan dengan wisata kuliner khas Cirebon.

Seperti empal gentong dan nasi jamblang, yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari keraton.

Dengan pesona sejarah dan budaya yang kental, Keraton Kasepuhan menawarkan pengalaman wisata edukatif yang mendalam.

Setiap sudutnya bercerita tentang kejayaan Cirebon sebagai kota pelabuhan dan titik pertemuan berbagai peradaban yang membentuk identitasnya hingga kini.(*)




Bukit Kelam, Destinasi Pendakian Ekstrem dengan Keindahan Alam yang Masih Liar

SEPUCUKJAMBI.ID – Bukit Kelam menjadi salah satu lanskap alam paling ikonik di Kalimantan Barat.

Terletak di Kabupaten Sintang, bukit batu raksasa ini dikenal luas sebagai salah satu monolit terbesar di dunia.

Dari kejauhan, wujudnya tampak mencolok sebuah dinding batu gelap yang berdiri kokoh di tengah hamparan hutan tropis Kalimantan.

Dengan ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, Bukit Kelam didominasi batu granit keras yang membentuk tebing-tebing curam hampir tegak lurus.

Karakter inilah yang membedakannya dari gunung pada umumnya.

Minim vegetasi di permukaan batu membuat Bukit Kelam terlihat monumental, seolah sebuah benteng alam yang menjulang dari bumi.

Aktivitas pendakian menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Meski tergolong menantang, jalur menuju puncak masih memungkinkan dilalui pendaki pemula dengan kondisi fisik dan perlengkapan yang memadai.

Sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati hutan lembap, akar-akar pohon besar, hingga permukaan batu terbuka yang licin saat hujan.

Beberapa titik telah dilengkapi tali pengaman untuk membantu pendakian.

Sesampainya di puncak, pemandangan terbuka luas tanpa halangan.

Aliran Sungai Kapuas terlihat berkelok di kejauhan, berpadu dengan hamparan hutan hijau yang nyaris tak berujung.

Pada cuaca cerah, panorama ini menghadirkan kontras dramatis antara langit biru, hutan tropis, dan batu granit gelap yang menjadi ciri khas Bukit Kelam.

Selain menawarkan keindahan visual, Bukit Kelam juga memiliki nilai ekologis penting. Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna khas Kalimantan.

Sejumlah tumbuhan endemik mampu tumbuh di celah-celah batu, mencerminkan ketangguhan alam dalam beradaptasi di lingkungan ekstrem.

Bagi masyarakat setempat, Bukit Kelam bukan sekadar objek wisata.

Bukit ini lekat dengan cerita rakyat dan legenda turun-temurun yang memperkaya identitas budaya Sintang.

Kisah-kisah tersebut menjadikan Bukit Kelam tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga sarat makna historis dan kultural.

Tanpa fasilitas wisata massal yang berlebihan, Bukit Kelam justru mempertahankan kesan alaminya.

Destinasi ini cocok bagi pencinta alam dan petualang yang ingin merasakan sisi Kalimantan yang masih asli, sunyi, dan kuat.

Berdiri di puncaknya memberi pengalaman reflektif—manusia terasa kecil di hadapan alam yang tak tergoyahkan.(*)




Hunian Baru Cristiano Ronaldo Bernilai Fantastis, Garasi Bisa Tampung 20 Mobil

SEPUCUKJAMBI.ID – Cristiano Ronaldo kembali mencuri perhatian, kali ini lewat investasi properti supermewah bersama sang pasangan, Georgina Rodriguez.

Pasangan ini dikabarkan menambah koleksi hunian mereka dengan sebuah mansion megah di Cascais, Portugal, tanah kelahiran Ronaldo.

Menurut laporan majalah Spanyol Semana, mansion terbaru ini memiliki nilai fantastis £21,6 juta (lebih dari Rp500 miliar) dengan luas lahan 12 ribu meter persegi dan bangunan utama 5 ribu meter persegi.

Hunian ini dirancang dengan fasilitas kelas dunia, termasuk kolam renang indoor & outdoor, bioskop pribadi, pusat kebugaran berteknologi tinggi, taman luas, dan garasi untuk 20 mobil.

Koleksi mobil mewah Ronaldo sendiri diklaim bernilai lebih tinggi, sekitar £22 juta, dengan permata utama berupa Bugatti Tourbillon senilai £3,2 juta.

Mansion ini dibangun sejak 2020, menampilkan interior marmer Italia, keran emas solid, dan mural Louis Vuitton eksklusif.

Properti di Cascais menjadi bagian dari portofolio mewah Ronaldo dan Georgina yang tersebar di berbagai negara.

Seperti Arab Saudi, Spanyol, Italia, Inggris, dan Uni Emirat Arab, dengan total nilai sekitar £65 juta.

Hunian ini diproyeksikan menjadi rumah keluarga bagi pasangan dengan lima anak mereka.

Selain properti, Ronaldo dan Georgina juga tengah menyiapkan pernikahan.

Ronaldo resmi melamar Georgina pada Agustus lalu dengan cincin tunangan senilai £3,7 juta.

Georgina mengaku terkejut dan membutuhkan waktu untuk mencerna kejutan tersebut.

Dengan mansion baru dan rencana pernikahan yang kian dekat, Cristiano Ronaldo tampak menikmati fase baru kehidupan yang memadukan kemewahan, keluarga, dan cinta.(*)




Mengenal Kota Tua Surabaya, Kawasan Bersejarah yang Menolak Dilupakan Waktu

SURABAYA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Tua Surabaya menjadi saksi perjalanan panjang salah satu kota terbesar di Indonesia.

Kawasan bersejarah ini membentang dari Jembatan Merah, Kembang Jepun, hingga wilayah Ampel, menyimpan berbagai kisah penting yang membentuk wajah Surabaya hari ini.

Menjelajahi kawasan ini serasa membuka kembali lembaran sejarah yang masih berdampingan dengan denyut kehidupan modern.

Jembatan Merah menjadi titik paling ikonik di kawasan Kota Tua.

Lokasi ini dikenal luas sebagai medan pertempuran besar pada masa perjuangan kemerdekaan.

Meski kini berfungsi sebagai jalur lalu lintas harian, nilai historis Jembatan Merah tetap terasa kuat dan menjadi penanda penting perjalanan kota.

Sejarawan Surabaya, R. Ahmad Zainal, menyebut kawasan ini memiliki posisi strategis dalam sejarah nasional.

“Jembatan Merah dan sekitarnya bukan hanya simbol perlawanan, tapi juga pusat aktivitas ekonomi dan sosial sejak era kolonial. Jejak itu masih bisa dirasakan sampai sekarang,” ujarnya.

Di sekitar Jembatan Merah, deretan bangunan peninggalan kolonial masih berdiri.

Gudang lama, kantor dagang, hingga rumah-rumah bergaya Eropa menjadi bagian dari lanskap sehari-hari.

Sebagian bangunan tampak terawat dan digunakan, sementara lainnya dibiarkan menua, menciptakan kontras visual yang justru memperkuat karakter kawasan Kota Tua Surabaya.

Kawasan Kembang Jepun, yang dikenal sebagai Pecinan Surabaya, turut menjadi denyut penting kawasan ini. Sejak dahulu, wilayah ini merupakan pusat perdagangan.

Hingga kini, aktivitas niaga masih berlangsung, ditandai dengan toko-toko lama, pasar tradisional, serta kuliner legendaris yang bertahan lintas generasi.

Pada malam hari, kawasan ini sering ramai dikunjungi warga dan wisatawan pencinta wisata kuliner.

Berbeda dengan kawasan wisata yang ditata secara khusus, Kota Tua Surabaya berkembang secara alami.

Aktivitas warga berlangsung berdampingan dengan bangunan bersejarah, menciptakan suasana yang otentik.

Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat peninggalan masa lalu, tetapi juga menyaksikan bagaimana sejarah tetap hidup dalam keseharian masyarakat.

Waktu terbaik mengunjungi Kota Tua Surabaya adalah pagi atau sore hari, ketika cuaca lebih bersahabat.

Banyak pengunjung memilih berjalan kaki, berhenti untuk berfoto, atau sekadar duduk menikmati suasana.

Beberapa titik juga dilengkapi papan informasi yang menjelaskan peristiwa penting yang pernah terjadi di kawasan tersebut.

Kota Tua Surabaya menawarkan pengalaman wisata yang berbeda.

Tanpa atraksi buatan atau wahana modern, kawasan ini menghadirkan cerita, atmosfer, dan memori kolektif yang kuat.

Tempat ini cocok bagi siapa saja yang ingin mengenal Surabaya lebih dalam, sebagai kota yang tumbuh dari sejarah panjang, perdagangan, dan perjuangan.(*)




Danau Sentarum, Surga Tersembunyi Ikan Arwana dan Satwa Liar di Kapuas Hulu

SEPUCUKJAMBI.ID – Danau Sentarum bukan sekadar danau biasa. Terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kawasan ini dikenal sebagai salah satu ekosistem rawa dan danau paling unik di Indonesia.

Keistimewaannya terletak pada siklus musiman yang menakjubkan: saat kemarau, sebagian wilayah mengering dan berubah menjadi padang rumput.

Sementara saat musim hujan, danau ini menjelma menjadi lautan air tawar yang luas.

Keunikan Danau Sentarum membuat setiap kunjungan berbeda.

Air danau bergantung pada curah hujan dan aliran sungai di sekitarnya, sehingga pemandangan bisa berubah drastis: dari danau besar, hutan terendam, hingga savana basah.

Ekosistem Danau Sentarum kaya akan keanekaragaman hayati. Beberapa ikan air tawar endemik, termasuk ikan arwana super red, hidup di sini.

Kawasan ini juga menjadi habitat burung air, reptil, dan berbagai satwa liar lainnya, menjadikan Danau Sentarum surga bagi pecinta alam dan fotografer satwa liar.

Pengalaman utama bagi pengunjung adalah menyusuri danau dengan perahu. Perjalanan ini memberikan sensasi ketenangan, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Rumah-rumah terapung warga lokal terlihat menyatu dengan alam, menciptakan pemandangan yang sederhana namun menawan.

Selain aspek alam, nilai budaya Danau Sentarum juga tinggi. Masyarakat Dayak dan Melayu yang tinggal di sekitar danau hidup selaras dengan ritme alam.

Aktivitas mereka seperti menangkap ikan, berpindah mengikuti musim, dan menjaga keseimbangan lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sebagai Taman Nasional, akses ke Danau Sentarum tidak mudah.

Perjalanan panjang dan perencanaan matang dibutuhkan, namun justru membuat kawasan ini tetap alami dan tidak terlalu ramai.

Pengunjung yang datang biasanya adalah mereka yang ingin menikmati alam secara mendalam, bukan sekadar wisata singkat.

Danau Sentarum bukan destinasi untuk hiburan instan.

Tempat ini menghadirkan pengalaman sunyi, kontemplatif, dan alami, sekaligus memberikan pelajaran tentang keseimbangan ekosistem.

Bagi pencinta alam yang ingin menjelajahi sisi liar Kalimantan, Danau Sentarum menawarkan pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam.(*)