Bukan Bali, Ini Sumba: Pulau Eksotis dengan Alam dan Tradisi Kuat

SEPUCUKJAMBI.ID – Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur kerap disebut sebagai salah satu destinasi paling autentik di Indonesia.

Pulau ini menawarkan lanskap yang jauh berbeda dari Bali atau Lombok. Hamparan savana luas, perbukitan terbuka, dan pantai-pantai liar berpadu menciptakan suasana yang terasa mentah, sunyi, namun memikat.

Daya tarik utama Sumba terletak pada kontras alamnya. Di satu sisi, savana membentang sejauh mata memandang, berubah warna mengikuti musim hijau segar saat hujan dan keemasan saat kemarau.

Di sisi lain, garis pantai panjang berpasir putih langsung berhadapan dengan ganasnya Samudra Hindia, menghadirkan panorama yang dramatis dan nyaris tak tersentuh.

Pantai-pantai di Sumba dikenal masih sepi dan alami. Ombaknya yang besar menjadikan wilayah ini surga bagi peselancar dunia.

Pantai Nihiwatu, misalnya, pernah masuk daftar pantai terbaik dunia karena keindahan alamnya yang masih terjaga. Namun Sumba bukan hanya tentang laut dan ombak.

Pulau ini juga menyimpan kekayaan budaya yang kuat dan hidup berdampingan dengan alam.

Tradisi megalitik masih dijalankan hingga kini, terlihat dari kubur-kubur batu besar yang berdiri di tengah kampung adat.

Rumah adat beratap tinggi menjulang menciptakan siluet ikonik, terutama saat senja mulai turun.

Salah satu ritual paling terkenal adalah Festival Pasola, sebuah tradisi perang berkuda yang sarat makna spiritual.

Ritual ini menjadi bukti bahwa adat istiadat di Sumba bukan sekadar atraksi wisata, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Keindahan Sumba juga tersembunyi di daratannya. Air terjun alami, laguna tersembunyi, hingga desa adat tersebar di berbagai penjuru pulau.

Danau Weekuri, laguna air asin dengan kejernihan luar biasa, menjadi salah satu ikon wisata yang sering memikat wisatawan.

Perjalanan di Sumba memang membutuhkan waktu dan kesiapan. Jarak antar destinasi cukup jauh dan infrastruktur masih berkembang.

Namun justru di situlah letak pesonanya. Setiap perjalanan terasa seperti eksplorasi, bukan sekadar kunjungan singkat.

Sumba menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi wisata populer lainnya. Tidak ramai, tidak berlebihan, dan tidak dipoles secara berlebihan.

Alamnya terasa luas, budayanya terasa dekat, dan langit malamnya masih dipenuhi bintang.

Bagi banyak orang, Sumba adalah tempat untuk melihat Indonesia dari sudut yang lebih jujur dan liar sebuah pulau yang membuktikan bahwa keindahan sejati tak selalu perlu keramaian untuk terasa luar biasa.(*)




Yusnaini: Kemerdekaan Jurnalis Masih Terbelenggu Tekanan Ekonomi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Meski kemerdekaan pers dijamin secara konstitusional, realita di lapangan menunjukkan bahwa kebebasan jurnalis masih menghadapi banyak tantangan.

Tekanan ekonomi, dominasi industri periklanan, serta komodifikasi profesi jurnalis, menjadi faktor utama yang membatasi ruang gerak media untuk bersuara bebas dan kritis.

Yusnaini, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Nurdin Hamzah dan mahasiswa program doktoral Ilmu Komunikasi di Universitas Sahid, Jakarta, menyebut bahwa kemerdekaan jurnalis saat ini belum sepenuhnya terwujud.

“Secara teori, jurnalis punya kebebasan untuk menyampaikan informasi, mengawasi kekuasaan, dan menjalankan fungsi kontrol sosial. Tapi kenyataannya, media terutama media tradisional masih terjebak dalam tekanan ekonomi yang berat,” ujarnya.

Media konvensional seperti surat kabar, radio, dan televisi, saat ini kesulitan menjaga keberlangsungan hidup di tengah krisis finansial.

Ketergantungan terhadap pendapatan iklan, baik dari pemerintah maupun korporasi besar, membuat media harus menyesuaikan isi pemberitaannya demi menjaga hubungan dengan pengiklan.

“Ketika media bergantung penuh pada iklan, kritik terhadap pemerintah atau kelompok berkuasa menjadi sulit. Bahkan ada kasus di mana jurnalis dimutasi atau diberhentikan karena menulis berita yang dianggap mengganggu kepentingan pemilik modal,” tambah Yusnaini.

Tak hanya soal kebijakan redaksional, Yusnaini juga menyoroti kondisi kerja jurnalis yang tidak ideal.

Banyak jurnalis bekerja dengan gaji rendah, tanpa jaminan kesehatan, dan harus memproduksi konten untuk berbagai platform dari media massa hingga media sosial tanpa imbalan tambahan.

Fenomena ini disebut sebagai komodifikasi jurnalis, di mana kerja jurnalistik dilihat semata sebagai produksi konten demi trafik dan keuntungan bisnis.

Ironisnya, karya-karya jurnalistik yang dihasilkan tidak menjadi milik jurnalis, melainkan perusahaan media.

“Ini memperparah ketimpangan dalam dunia jurnalistik. Nilai-nilai kemerdekaan semakin luntur karena jurnalis tidak punya kendali atas hasil karyanya sendiri,” jelasnya.

Yusnaini juga menyoroti dominasi platform digital asing seperti Google, Facebook, dan YouTube yang menyerap sebagian besar pendapatan iklan.

Hal ini membuat media lokal kesulitan bertahan dan kehilangan daya untuk mendanai jurnalisme berkualitas.

“Tanpa dukungan ekonomi yang kuat, mustahil media bisa bertahan sebagai kekuatan kontrol sosial. Kita butuh ekosistem media yang lebih adil agar jurnalis bisa bekerja secara merdeka, tanpa tekanan ekonomi dan kepentingan politik,” tegas Yusnaini.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kebebasan pers bukan sekadar hak, tapi prasyarat utama dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.(*)




Sandaran Ternyaman

Cerpen karya: Lilyana Agnesia. S

Karina dan Veron sudah lima tahun menjalin hubungan kekasih, keduanya telah memiliki kemistry yang cocok dan sangat mencintai satu sama lain.

Suatu hari Veron sudah berjanji akan melamar Karina di waktu yang tepat dan akan menjalani masa-masa hidupnya bersama dengan Karina.

Di langit yang cerah dengan hembusan angin menerpa dedaunan pohon yang jatuh, mereka memberikan hasrat dan perasaan saat berjalan bersama di tengah musim gugur.

“Karina, nanti jika kita hidup bersama selamanya. Aku ingin kau tetap melakukan apapun mimpi yang masih ingin kau capai. Jangan sampai di antara kita menjadi tertekan dan tidak bahagia,” kata Veron menatap Karina sambil tetap berjalan.

“Jadi, kapan kau akan melamarku? Lihatlah umur kita sudah 30 tahun. Aku sudah ditinggalkan teman-temanku menikah.”

“Pastinya aku akan melamarmu, tapi aku butuh persiapan yang matang, sabar ya sayang,” bujuk Veron agar tidak terburu-buru untuk menikah.

“Kau tahu aku akan melanjutkan pendidikan spesialisasi kedokteranku. Aku takut tidak akan ada waktu lagi untuk kita berdua,” ungkap Karina yang khawatir.

“Kau tidak perlu berpikir seperti itu sayang, sesibuk apapun itu. Kita harus tetap menyediakan waktu bersama walaupun sesedikit ini.”

Ucap Veron dan berhenti melangkah untuk mengusap pipi Karina.

“Tapi berjanjilah, setelah kau pulang dari New York nanti, kau sudah mempersiapkan semuanya untuk kita,” kata Karina serius dengan matanya yang berbinar.

“Tentu saja, aku tidak akan berlama-lama lagi untuk itu,” ucap Veron lalu memeluk lembut tubuh Karina.

“Aku akan menunggumu, jadi jangan kecewakan aku,” balas Karina dengan pelukan erat.

Di tengah kesibukannya Karina mengambil pendidikan spesialis anak.

Sudah sebulan ia merenung karena ditinggalkan Veron ke luar negeri karena pekerjaannya.

Kini Karina hanya mengandalkan teman-teman dekatnya untuk menjadi tempat sandaran ketika Veron pergi.

“Karina, sudahlah tidak usah merenung seperti itu terus. Dia pasti akan kembali dengan janjinya itu padamu.”

Kata Serin teman lamanya sejak Sekolah Menengah Pertama itu mengampiri Karina yang sedari tadi terus merenung.

“Aku hanya cemas dia akan tiba-tiba meninggalkanku setelah kembali ke sini,” ungkap Karina menatap Serin.

“Hei, kenapa kau berpikiran seperti itu? Setahuku dia pria dewasa yang tidak akan berpikiran labil seperti itu, meninggalkanmu setelah lima tahun bersama? Tidak mungkinlah. Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu,” ucap Serin untuk menenangkan pikiran Karina yang mulai tidak terkendali.

“Lalu mengapa dia meninggalkanku begitu lama? Aku begitu merindukannya sekarang.”

“Jika dia berencana pergi untuk meninggalkanmu, dia tidak perlu memberikan janjinya. Langsung saja tinggalkan tanpa basa-basi kalau memang begitu,” ucap Serin yang semakin membuat Karina gelisah.

“Serin! Tidak, dia tidak akan meninggalkanku seperti itu!” ucap Karina kesal.

“Nah, itu kau tahu. Lagi pula dia pergi untuk melanjutkan usaha-usaha ayahnya itu kan. Kau seharusnya bersabar, nanti ketika dia pulang, kau akan bersama dengan pria yang sudah matang akan segalanya. Jadi, tidak perlu lagi mengkhawatirkan apapun,” ungkap Serin lebih menenangkan pikiran Karina sekarang.

“Baiklah kalau begitu. Aku mengerti,” ucap Karina dengan mulut manyun dan alis mengerut.

Tiga bulan telah berlalu, belum ada kabar mengenai kabar Veron akan kembali pulang.

Ini semakin membuat Karina cemas dan khawatir, karena janjinya pergi hanya tiga bulan namun saat ini belum kembali tanpa kabar apapun.

Sembari itu, teman-teman kerabnya mengajak Karina liburan untuk menghibur diri dan terakhir mereka pergi ke De’ Tines sebuah tempat untuk karaoke bersama.

Semua temannya bernyanyi lagu-lagu gembira dan menyenangkan.

Namun, ketika Karina diajak untuk bergiliran dengannya, ia sama sekali tidak niat melakukan apapun.

Namun, teman-temannya berusaha untuk membujuknya agar ikut bernyanyi.

“Ayolah, Karina, ini giliranmu sekarang. Nyanyi lah lagu yang girang dan ceria dulu, agar kau lebih lega,” kata Risa membujuk Karina dan memberikan mic dari tangannya.

“Iya, Karina. Dulu ini tempat kita sama-sama bersenang-senang saat penat kerja. Sekarang kau harus menghibur dirimu, jangan seperti orang yang kehilangan arah hidup.” Cetus Serin sangat tajam.

“Aku memang kehilangan arah hidup sekarang. Aku tidak ingin melakukan apapun saat ini,” kata Karina semakin membuat teman-temannya juga ikut bersedih.

“Kenapa kau berkata seperti itu? Jika tidak ada Veron, masih ada kami di sisimu Karina. Ayolah, kita buang pikiran jelek itu sekarang.” Kata Lina membujuk agar Karina ikut bernyanyi sekarang.

“Baiklah, aku akan bernyanyi satu lagu saja. Lalu kita pulang ya, aku lelah hari ini,” ucap Karina lalu mengambil mic dari tangan Risa.

Serin memilih lagu gembira dengan beat yang asyik.

Namun, Karina langsung menggantinya menjadi lagu Sampaikan Rindu milik Lyodra.

Melihat itu, teman-teman Karina yang mendegarkannya bernyanyi serius dengan nada yang dalam membuat mereka kembali bersedih melihat luka Karina yang masih menunggu Veron kembali.

Setelah selesai satu lagu, Karina benar-benar ingin langsung pulang dan teman-temannya hanya pasrah dan mengantarkannya untuk pulang ke rumahnya.

Setelah kembali, Karina langsung berbaring di kasurnya untuk tidur dan melupakan sejenak rindunya itu.

Sehari telah berlalu, Karina tetap menunggu kabarnya yang masih menghilang itu.

Siang hari, ia menjalankan sebuah kegiatan praktik di Universitasnya.

Dalam keheningan dan tenggelam dalam pikirannnya, tiba-tiba ada seseorang yang mencarinya di luar ruangan.

Karina hanya melangkah lemas tidak penasaran dengan orang yang mencarinya itu.

Serin yang melihat Karina keluar ruangan mengikuti langkahnya dari belakang, penasaran akan ke mana Karina itu pergi.

Tiba sampai di luar, ia melihat seorang laki-laki yang gagah tegap memegang bunga membelakanginya.

Sepertinya Karina mengenal siapa yang mencarinya itu.

Untuk memastikan, Karina memegang tangan pria itu lalu ia menoleh menghadap Karina.

Dan benar saja itu adalah Veron yang ia tunggu-tunggu, sekarang ada di depannya.

Serin yang melihatnnya dari jauh terkejut sampai menutup mulut dengan kedua tangannya.

“Veron? Kau kembali?” Karina yang melihat itu mulai meneteskan air mata karena orang yang dirindukannya telah kembali.

“Karina, maafkan aku telat untuk kembali.”

Singkatnya Veron sambil memeluk erat Karina, namun ia hanya bisa menangis saat ini.

“Kenapa kau tidak ada kabar selama tiga hari lalu? Aku mengkhawtirkanmu, seharusnya kau tahu itu!” ucap Karina sambil memukul pelan dada Veron dalam pelukannya.

“Maaf ya, ponselku rusak di sana, jadi aku harus memperbaikinya. Aku menghampirimu tadi di rumah tapi kau tidak ada. Aku langsung menelponmu tapi ponselmu tidak aktif. Jadi, aku langsung ke sini menghampirimu.” Ungkap Veron setelah melepaskan pelukannya, lalu memberikan buket bunga mawar kepada Karina.

“Jika kau sudah kembali, tidak apa kalau begitu,” ucap Karina mengambil buket yang diberikan Veron.

“Jam berapa kau selesai nanti, apakah kau sibuk? Aku ingin mengajakmu makan malam,” ucap Veron sambil menyeka air mata di pipi Karina.

“Jam lima sore nanti aku sudah selesai, aku akan kabarimu nanti,” kata Karina menundukkan kepalanya karena tersipu.

“Baiklah, nanti aku akan jemput ke rumah ya,” ajak Veron dengan senyumannya.

Setelah bertemu, Karina kembali masuk dan melihat Serin yang memperhatikannya dari kejauhan sedari tadi.

Serin menggoda Karina dengan wajahnya karena Karina terlihat senyum lebar begitu masuk kembali.

Begitu selesai, Veron menjemput Karina untuk makan malam di sebuah restoran mewah.

Suasanannya begitu romantis di penuhi dengan bunga-bunga dan lilin dengan cahaya yang persik hangat.

Hanya mereka yang menjadi pelanggan di tempat itu karena Veron telah mereservasi tempat itu khusus untuk mereka berdua saja.

“Kau tahu aku begitu merindukanmu? Tiba-tiba kau tidak ada kabar, aku kira kau akan meninggalkanku,” ungkap Karina tentang perasaannya akhir-akhir ini.

“Aku tidak mungkin meninggalkanmu Karina sayang. Jika begitu, akulah yang bodoh karena meninggalkan berlian yang langka ini,” balas Veron membuat Karina merona.

“Kau tahukan, dirimu saja yang bisa menjadi tempat sandaran ternyamanku, aku tidak akan bisa tanpamu. Berlian ini akan berkarat jika pangerannya tidak ada.”

“Kau bisa saja. Lagi pula aku sudah berjanji akan melamarmu. Jadi, setelah aku kembali, aku ingin langsung memberikanmu ini,” ucap Veron mengeluarkan sebuah cincin berlian dari kotaknya yang berwarna merah.

Karina sangat terkejut dan begitu terharu melihat tindakan kekasihnya itu.

“Karina, sudah lama aku berniat untuk melamarmu. Tapi karena masih banyak kekurangan dariku, aku harus mepersiapkan segalanya terlebih dahulu dan mungkin inilah waktu yang tepat itu. Aku ingin mendampingimu sampai akhir sisa hidupku, menjagamu, menyayangimu dan mengikat kasih cinta. Apakah kau mau Karina?” ucapan Veron membuat Karina kembali meneteskan air matanya.

“Tentu saja, Veron! Ini yang ku tunggu darimu. Terima kasih Veron.”

Karina memeluk Veron yang sedari tadi berlutut dengan satu lutut sambil memegangi cincinnya.

“Terima kasih, Karina. Aku akan berusaha untuk membahagiakanmu setiap waktu. Karena dirimu juga adalah sandaran terkuat untuk diriku,” ucap Veron membalas pelukannya dengan erat.

Mereka akhirnya sampai ke tahap pernikahan.

Ini bukanlah akhir tapi awal dari mereka memulai kehidupan bersama dengan kasih dan ketulusan cinta.

Tempat yang menjadi sandaran ketika dunia tidak berjalan sesuai kehendaknya, hanya satu orang itulah yang bisa mengerti dan tahu akan kesedihan serta kebahagiaannya karena telah menjadi satu dalam ikatan kasih.




Dekat Jakarta, Waduk Jatiluhur Tawarkan Panorama Air Bak Lautan

SEPUCUKJAMBI.ID – Waduk Jatiluhur yang terletak di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dikenal sebagai waduk terbesar di Indonesia.

Dibangun sejak era 1950-an, waduk ini awalnya dirancang sebagai infrastruktur vital untuk irigasi pertanian, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta pengendali banjir.

Seiring berjalannya waktu, Waduk Jatiluhur berkembang melampaui fungsi utamanya.

Bentangan air yang sangat luas dengan latar perbukitan hijau menjadikan kawasan ini daya tarik wisata alam yang diminati masyarakat.

Dari tepi waduk, permukaan air tampak membentang seperti lautan, menciptakan kesan lapang dan menenangkan.

Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana tenang, memancing, atau sekadar duduk bersantai sambil menikmati angin.

Tersedia pula perahu wisata yang memungkinkan pengunjung berkeliling waduk dan merasakan langsung skala besarnya dari tengah perairan.

Sebagai kawasan rekreasi, Waduk Jatiluhur ramah bagi wisata keluarga.

Fasilitas seperti taman terbuka, penginapan, serta wahana olahraga air turut melengkapi pengalaman berwisata.

Aktivitas jet ski dan perahu santai menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati waduk dengan cara lebih aktif.

Menjelang sore, pantulan cahaya matahari di permukaan air sering menjadi momen favorit untuk berfoto.

Di balik pesona wisatanya, Waduk Jatiluhur tetap memainkan peran penting bagi kehidupan masyarakat Jawa Barat.

Air dari waduk ini mengaliri area persawahan di berbagai daerah, sekaligus menopang sistem energi nasional melalui PLTA.

Perpaduan antara fungsi utilitas dan ruang publik inilah yang membuat Waduk Jatiluhur memiliki karakter unik.

Letaknya yang relatif dekat dari Jakarta menjadikan Waduk Jatiluhur kerap dipilih sebagai tujuan liburan singkat akhir pekan.

Akses jalan yang baik dan waktu tempuh yang terjangkau membuat kawasan ini mudah dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Waduk Jatiluhur menghadirkan pengalaman melihat keindahan alam yang dipadukan dengan hasil rekayasa manusia berskala besar.

Luas, terbuka, dan menenangkan, waduk ini menjadi tempat untuk sejenak melambat dari ritme kehidupan kota yang padat.(*)




Membantu Toko Ibu

Cerpen karya: Lilyana Agnesia. S

Rami yang berusia sebelas tahun berlari ke toko kecil milik orangtuanya di pinggir jalan.

Toko itu penuh dengan aroma nasi goreng dan ayam bakar.

Ayahnya sedang memasak di dapur, ibunya melayani pelanggan.

“Rami, tolong bantu ibu ya,” kata ibunya sambil tersenyum lelah.

Rami mengangguk cepat.

Ia tahu ia harus membantu, karena orangtuanya sibuk sekali hari ini karena memiliki banyak pelanggan.

Rami mulai mencuci piring di wastafel cuci piring.

Ia memutar keran, air mengalir deras, piring-piring kotor dari pelanggan sebelumnya menumpuk tinggi.

Rami menggosok kuat-kuat dengan sabun, air sabun berbuih putih.

Ia merasakan tangannya basah dan dingin, tapi ia terus bekerja.

“Aku bisa lakukan ini,” pikirnya.

Itu kesadaran dirinya sendiri, Rami tahu kekuatannya dan tidak akan merasa lelah segera.

Tiba-tiba, pintu toko terbuka lebar.

Masuklah teman-temannya yaitu Lina, Budi, Sari, dan Toni.

“Hai, Rami! Kami lapar nih,” kata Lina sambil melambaikan tangan.

Rami tersenyum lebar.

“Ayo, duduk dulu, aku lagi bantu ibu.”

Mereka duduk di meja kayu, memesan nasi goreng dan jus jeruk dengan uang jajan yang diberikan orangtua mereka masing-masing.

Ibunya sibuk melayani pelanggan lain.

Rami cepat membersihkan meja kosong dengan lap basah.

Ia menyeka kuat-kuat, debu dan remah-remah terbang.

“Meja ini harus bersih,” gumamnya.

Ia mengontrol emosinya, tidak marah meski tangannya pegal.

Itu pengendalian diri Rami tetap tenang dan fokus.

Lina yang melihat Rami bekerja merasa iba.

“Kami bantu ya, Rami,” katanya.

Mereka ikut membersihkan meja.

Budi menyapu lantai, Sari membereskan kursi-kursi, dan Toni mengambil sampah.

Rami merasakan hati hangat.

Ia terharu, bisa merasakan kelelahan ibunya dan kebaikan teman-temannya.

“Terima kasih, teman-teman. Ini membantu sekali,” kata Rami sambil tersenyum.

Ayahnya keluar dari dapur, membawa piring nasi goreng panas.

“Wah, banyak bantuan hari ini!” serunya.

Rami dan teman-temannya tertawa. Mereka makan bersama di meja yang sudah bersih.

Rami mengunyah nasi gorengnya, rasa pedas dan gurih.

Ia memotivasi untuk membantu lebih banyak, karena melihat teman-temannya bahagia.

Setelah makan, Lina dan yang lain membantu lagi.

Mereka mencuci gelas bekas jus. Rami memegang spons, menggosok gelas hingga berkilau.

“Ini seru, seperti main air!” kata Toni sambil menyemprot air.

Rami ikut tertawa.

Ia menggunakan keterampilan sosialnya berbagi tugas dan bekerja sama dengan teman-temannya.

Toko mulai sepi.

Ibunya duduk sebentar, minum air.

“Rami, kamu hebat sekali. Dan teman-temanmu juga,” katanya sambil memeluk Rami.

Rami merasa bangga.

“Aku senang bisa membantu, Bu. Dan teman-teman datang untuk makan, jadi lebih ramai.”

Mereka bermain sebentar di depan toko. Lina melempar bola kecil, Budi menangkapnya.

“Ayo, main lagi besok!” seru Sari.

Rami mengangguk.

Ia belajar bahwa membantu orangtua membuat hari lebih menyenangkan, dan teman-teman bisa jadi bagian dari itu.

Sore hari, Rami pulang sambil bergandengan dengan teman-temannya.

Ia tahu, kepedulian dan kebaikan itu membuat segalanya lebih baik.




Lagu Terbaru eńau ft. Ari Lesmana Mengangkat Kisah Kehilangan dan Kerinduan

SEPUCUKJAMBI.ID – Musisi eńau kembali hadir dengan karya terbaru, kali ini berkolaborasi dengan Ari Lesmana dalam lagu berjudul “Sesi Potret”.

Dirilis pada awal 2026, lagu ini mengangkat tema reflektif tentang perasaan, penerimaan, dan proses berdamai dengan diri sendiri.

Lagu ini menjadi pertemuan musikal dua karakter vokal yang berbeda namun saling melengkapi.

eńau membawa lirik emosional yang jujur dan puitis, sementara Ari Lesmana menambahkan dimensi ekspresif dan kuat, menjadikan “Sesi Potret” sebagai dialog rasa yang intim.

Menurut rilis resmi yang diterima media, lagu ini ditulis pada November 2025 dan terinspirasi dari kisah nyata orang-orang di sekitar eńau.

Tema utama lagu menyentuh duka kehilangan, penyesalan, dan kerinduan terhadap waktu yang tidak bisa diulang.

Pesannya mengingatkan pendengar untuk tidak lalai menghargai momen bersama orang tercinta karena gengsi atau penundaan.

Produksi musik lagu ini dipercayakan kepada Kevin Pangestu, dengan dukungan musisi pengisi gitar, bass, dan drum.

Liriknya juga dibantu oleh Mulia Kennedy, yang merangkai kata menjadi ungkapan puitis dan emosional.

“Sesi Potret” sudah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi sorotan karena kedalaman cerita dan kombinasi vokal yang harmonis antara eńau dan Ari Lesmana.

Berikut ini merupakan lirik lagu “Sesi Potret” – enau ft. Ari Lesmana.

Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan

Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu di ijabah sang maha kaya

Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah ditangan

Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang

Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh,
kalau rindu aku tak mampu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu

Sesi potret yang selalu ku benci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi

Ooh… Satu… dua… tiga…
Ini nyata, kau telah pergi…

Reff:

Ku bertamu kerumah barumu,
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu

Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir

Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu

Kehilanganmu. (*)




Panduan Lengkap Liburan ke Gunung Kelud, Destinasi Alam Populer Jawa Timur

SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Kelud menjadi salah satu tujuan wisata alam paling populer di Jawa Timur.

Terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, gunung berapi ini dikenal tidak hanya karena sejarah letusannya yang panjang, tetapi juga karena keindahan kawah dan lanskap vulkanik yang dramatis.

Daya tarik utama wisatawan adalah kawah Gunung Kelud, yang mengalami perubahan signifikan pasca-erupsi besar pada 2014.

Danau kawah yang luas kini berganti dengan lanskap batuan vulkanik dan kubah lava, menciptakan pemandangan unik dengan warna gelap berpadu kabut tipis.

Suasana pagi hari terutama terlihat mistis dan memikat banyak pengunjung.

Akses menuju Kawasan Wisata Gunung Kelud relatif mudah.

Jalan beraspal memungkinkan kendaraan mencapai area dekat kawah, sementara pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek lokal.

Tangga panjang menuju kawah menjadi jalur utama untuk menikmati lanskap vulkanik dari dekat.

Selain kawah, wisata Gunung Kelud menawarkan hutan pinus, jalur trekking ringan, dan beberapa spot pandang yang menghadap lembah hijau. Saat cuaca cerah, panorama pegunungan di sekitarnya terlihat luas dan memukau.

Banyak wisatawan datang bukan untuk mendaki ekstrem, melainkan untuk menikmati udara dingin dan keindahan alam yang jarang ditemui di tempat lain.

Gunung Kelud juga memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Letusan masa lalu tercatat sebagai salah satu yang paling berdampak di Jawa, menjadikannya objek penelitian penting bagi para vulkanolog.

Keaktifannya menunjukkan bahwa keindahan alam di kawasan ini berjalan berdampingan dengan kekuatan geologi yang nyata.

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari, saat kabut belum terlalu tebal dan suasana masih sepi.

Menjelang siang, kawasan mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Gunung Kelud menawarkan pengalaman melihat gunung api dari jarak dekat tanpa memerlukan pendakian berat, dengan lanskap mentah yang menegaskan kekuatan alam.

Bagi pencinta wisata alam, Gunung Kelud menghadirkan kombinasi antara akses mudah, udara sejuk, dan pemandangan vulkanik yang tetap terasa liar dan eksotis.(*)




Pasar Terapung Banjarmasin, Tradisi Ratusan Tahun yang Masih Bertahan

SEPUCUKJAMBI.ID – Pasar terapung Banjarmasin telah menjadi ikon budaya dan destinasi wisata unik yang bertahan selama ratusan tahun.

Berbeda dari pasar konvensional, kegiatan jual beli berlangsung di atas perahu kayu tradisional atau jukung yang berjejer di tengah sungai, menciptakan pemandangan khas yang sulit ditemui di daerah lain.

Pasar terapung paling terkenal berada di Sungai Martapura dan Sungai Barito, biasanya dimulai sebelum matahari terbit.

Para pedagang, didominasi oleh perempuan, membawa berbagai produk mulai dari sayur, buah, kue tradisional, hingga kebutuhan sehari-hari, sambil mengayuh perahu mereka dengan ritme yang tenang namun dinamis.

Salah satu hal yang membuat pasar ini menarik adalah praktik barter yang masih kadang terlihat. Pedagang bisa menukar barang tanpa menggunakan uang, sebuah tradisi lama yang menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepercayaan antarwarga.

Bagi wisatawan, pengalaman terbaik adalah menyewa perahu kecil untuk masuk ke tengah keramaian pasar.

Dari dekat, pengunjung dapat melihat interaksi pedagang, warna-warni dagangan, serta mendengar tawar-menawar khas yang berlangsung di atas air, memberikan sensasi otentik dan hidup.

Pasar terapung bukan hanya atraksi wisata, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat sungai di Banjarmasin.

Sejak lama, kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat bergantung pada jalur air, dan pasar ini menjadi bukti nyata bagaimana sungai berperan sebagai ruang perdagangan sekaligus komunitas.

Meski modernisasi terus berjalan, pasar terapung tetap bertahan.

Pemerintah setempat menjadikan pasar ini sebagai destinasi wisata unggulan, sambil menjaga fungsi tradisionalnya.

Mengunjungi pasar terapung berarti menyaksikan tradisi hidup yang harmonis antara perdagangan, budaya, dan alam.(*)




Wisata Sejarah di Cirebon, Jelajahi Keunikan Keraton Kasepuhan

SEPUCUKJAMBI.ID – Keraton Kasepuhan, salah satu keraton tertua di Jawa Barat, masih berdiri kokoh hingga kini dan tetap berfungsi sebagai pusat tradisi Kesultanan Cirebon.

Didirikan pada abad ke-16, keraton ini menjadi simbol harmonisasi budaya Jawa, Sunda, Islam, Tiongkok, dan Eropa, sekaligus saksi sejarah panjang Cirebon sebagai pelabuhan penting di pesisir utara Pulau Jawa.

Saat memasuki kompleks, pengunjung disambut gerbang merah bata yang megah.

Ornamen keramik khas Tiongkok menghiasi dinding, sementara tata ruang bangunan mengikuti filosofi keraton Jawa, menciptakan perpaduan unik yang sulit ditemukan di keraton lain.

Di dalam kompleks, museum menyimpan berbagai benda pusaka, termasuk Kereta Singa Barong, kereta kerajaan dengan desain gabungan naga, singa, dan burung.

Simbol ini mencerminkan hubungan diplomatik Cirebon dengan budaya Tiongkok, India, dan Timur Tengah pada masa lalu.

Suasana keraton terasa tenang dan sakral. Halaman luas, pendopo megah, serta ruang-ruang tua yang masih terawat menghadirkan pengalaman seolah waktu berjalan lebih lambat.

Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto, tapi juga untuk menelusuri sejarah panjang Cirebon dan memahami akar budayanya.

Keraton Kasepuhan juga aktif sebagai pusat tradisi. Berbagai upacara adat dan peringatan hari besar masih dijalankan secara rutin, membuat keraton tetap hidup sebagai ruang budaya yang dinamis, bukan sekadar museum.

Letaknya yang strategis di tengah kota memudahkan akses pengunjung.

Banyak wisatawan bahkan mengombinasikan kunjungan dengan wisata kuliner khas Cirebon.

Seperti empal gentong dan nasi jamblang, yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari keraton.

Dengan pesona sejarah dan budaya yang kental, Keraton Kasepuhan menawarkan pengalaman wisata edukatif yang mendalam.

Setiap sudutnya bercerita tentang kejayaan Cirebon sebagai kota pelabuhan dan titik pertemuan berbagai peradaban yang membentuk identitasnya hingga kini.(*)




Bukit Kelam, Destinasi Pendakian Ekstrem dengan Keindahan Alam yang Masih Liar

SEPUCUKJAMBI.ID – Bukit Kelam menjadi salah satu lanskap alam paling ikonik di Kalimantan Barat.

Terletak di Kabupaten Sintang, bukit batu raksasa ini dikenal luas sebagai salah satu monolit terbesar di dunia.

Dari kejauhan, wujudnya tampak mencolok sebuah dinding batu gelap yang berdiri kokoh di tengah hamparan hutan tropis Kalimantan.

Dengan ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, Bukit Kelam didominasi batu granit keras yang membentuk tebing-tebing curam hampir tegak lurus.

Karakter inilah yang membedakannya dari gunung pada umumnya.

Minim vegetasi di permukaan batu membuat Bukit Kelam terlihat monumental, seolah sebuah benteng alam yang menjulang dari bumi.

Aktivitas pendakian menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Meski tergolong menantang, jalur menuju puncak masih memungkinkan dilalui pendaki pemula dengan kondisi fisik dan perlengkapan yang memadai.

Sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati hutan lembap, akar-akar pohon besar, hingga permukaan batu terbuka yang licin saat hujan.

Beberapa titik telah dilengkapi tali pengaman untuk membantu pendakian.

Sesampainya di puncak, pemandangan terbuka luas tanpa halangan.

Aliran Sungai Kapuas terlihat berkelok di kejauhan, berpadu dengan hamparan hutan hijau yang nyaris tak berujung.

Pada cuaca cerah, panorama ini menghadirkan kontras dramatis antara langit biru, hutan tropis, dan batu granit gelap yang menjadi ciri khas Bukit Kelam.

Selain menawarkan keindahan visual, Bukit Kelam juga memiliki nilai ekologis penting. Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna khas Kalimantan.

Sejumlah tumbuhan endemik mampu tumbuh di celah-celah batu, mencerminkan ketangguhan alam dalam beradaptasi di lingkungan ekstrem.

Bagi masyarakat setempat, Bukit Kelam bukan sekadar objek wisata.

Bukit ini lekat dengan cerita rakyat dan legenda turun-temurun yang memperkaya identitas budaya Sintang.

Kisah-kisah tersebut menjadikan Bukit Kelam tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga sarat makna historis dan kultural.

Tanpa fasilitas wisata massal yang berlebihan, Bukit Kelam justru mempertahankan kesan alaminya.

Destinasi ini cocok bagi pencinta alam dan petualang yang ingin merasakan sisi Kalimantan yang masih asli, sunyi, dan kuat.

Berdiri di puncaknya memberi pengalaman reflektif—manusia terasa kecil di hadapan alam yang tak tergoyahkan.(*)