Catat! Sa.Jiwa Fest 2026 Resmi Diumumkan, Promo Tiket dan Line Up Segera Dirilis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabar gembira bagi pecinta musik di Provinsi Jambi. Setelah mencatat kesuksesan pada penyelenggaraan perdananya, Sa.Jiwa Fest dipastikan kembali hadir pada tahun 2026 dengan konsep yang lebih besar, meriah, dan penuh kejutan.

Pengumuman resmi penyelenggaraan Sa.Jiwa Fest 2026 disampaikan pada Jumat (30/5/2026). F

estival musik yang sukses menarik ribuan penonton pada tahun sebelumnya ini akan kembali menjadi salah satu agenda hiburan yang paling dinantikan masyarakat Jambi.

Penyelenggara memastikan berbagai pembaruan tengah dipersiapkan untuk menghadirkan pengalaman festival yang lebih berkesan.

Tidak hanya menampilkan konser musik, Sa.Jiwa Fest 2026 juga akan dikemas sebagai ruang kolaborasi seni, kreativitas, dan hiburan yang dapat dinikmati berbagai kalangan.

Kesuksesan edisi sebelumnya menjadi fondasi kuat bagi penyelenggara untuk meningkatkan kualitas acara.

Pada gelaran tahun 2025, Sa.Jiwa Fest berhasil menghadirkan sejumlah musisi nasional yang tengah digandrungi anak muda, seperti Naykilla, Feast, Nadin Amizah, dan Hindia.

Kehadiran para musisi tersebut sukses menyedot perhatian publik dan menjadikan Sa.Jiwa Fest sebagai salah satu festival musik paling ramai diperbincangkan di Jambi.

Perwakilan manajemen Sa.Jiwa Fest menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kesuksesan festival tahun lalu.

Menurutnya, antusiasme yang tinggi dari masyarakat menjadi motivasi utama untuk menghadirkan gelaran yang lebih berkualitas pada tahun ini.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan masyarakat Jambi. Kesuksesan tahun lalu menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan Sa.Jiwa Fest 2026 dengan konsep yang lebih matang, lebih besar, dan lebih berkesan bagi seluruh pengunjung,” ujarnya.

Selain menghadirkan hiburan musik, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah inovasi baru yang diklaim akan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Festival ini diharapkan mampu menjadi wadah berkumpulnya para penikmat musik sekaligus memperkuat citra Jambi sebagai daerah yang aktif menyelenggarakan event hiburan berskala nasional.

Meski telah resmi diumumkan, sejumlah informasi penting masih dirahasiakan.

Hingga saat ini, pihak penyelenggara belum mengungkap lokasi pelaksanaan, daftar musisi yang akan tampil, maupun jadwal penjualan tiket.

Informasi tersebut akan diumumkan secara bertahap melalui kanal resmi Sa.Jiwa Fest dalam waktu mendatang.

Bagi masyarakat yang tidak ingin ketinggalan informasi terbaru, penyelenggara mengimbau untuk mengikuti akun media sosial resmi Sa.Jiwa Fest.

Selain pengumuman line up dan lokasi acara, pengunjung juga berpeluang mendapatkan berbagai penawaran menarik, termasuk promo tiket early bird yang akan dibuka dalam waktu dekat.

Dengan berbagai persiapan yang tengah dilakukan, Sa.Jiwa Fest 2026 diprediksi kembali menjadi salah satu festival musik terbesar dan paling ditunggu di Provinsi Jambi tahun ini.(*)




Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial Jambi

Oleh: Mukhtadi Putranusa

Hari Raya Idul Adha selalu hadir membawa pesan tentang keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan.

Namun di tengah suasana perayaan itu, masyarakat juga diingatkan pada realitas sosial yang masih terjadi, termasuk di Provinsi Jambi.

Di balik geliat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kesulitan, menghadapi pengangguran, kemiskinan, hingga ketimpangan sosial yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Makna berkurban sejatinya bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban setiap tahun.

Lebih dari itu, Idul Adha mengajarkan pentingnya berbagi dan menghadirkan kepedulian nyata kepada sesama.

Nilai ini menjadi sangat relevan ketika masih ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sementara di sisi lain sebagian kelompok hidup dalam kelimpahan.

Di berbagai daerah di Jambi, persoalan pengangguran masih menjadi tantangan serius.

Banyak anak muda yang belum mendapatkan pekerjaan layak setelah menyelesaikan pendidikan.

Sebagian masyarakat di desa-desa juga masih menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu.

Kondisi ini diperparah dengan naiknya harga kebutuhan pokok yang semakin membebani masyarakat kecil.

Dalam situasi seperti ini, semangat berkurban seharusnya dimaknai lebih luas sebagai kesediaan membantu meringankan beban sesama.

Bukan hanya melalui pembagian daging kurban, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Mereka yang memiliki kelebihan rezeki dapat membuka peluang kerja, membantu pendidikan anak-anak kurang mampu, mendukung usaha kecil masyarakat, hingga aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Idul Adha juga menjadi pengingat bagi para pemimpin dan pemangku kebijakan agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat.

Pengorbanan dalam konteks kepemimpinan adalah keberanian mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Program pembangunan seharusnya benar-benar diarahkan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan lapangan pekerjaan yang nyata bagi masyarakat Jambi.

Selain itu, makna berkurban juga harus dimulai dari diri sendiri. Mengorbankan sifat egois, keserakahan, dan sikap tidak peduli terhadap lingkungan sosial merupakan bagian penting dari nilai Idul Adha.

Sebab persoalan sosial tidak akan selesai jika masyarakat hanya memikirkan kepentingan masing-masing.

Momentum Idul Adha hendaknya menjadi refleksi bersama bahwa kesejahteraan sosial tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian antar sesama.

Jika nilai-nilai kurban benar-benar dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, maka harapan untuk melihat Jambi yang lebih adil, sejahtera, dan minim kesenjangan sosial bukanlah sesuatu yang mustahil.(*)




Pesona Obelix Hills Jogja, Spot Foto Estetik dengan Pemandangan Malam Terbaik

SEPUCUKJAMBI.ID – Obelix Hills menjadi salah satu destinasi wisata modern yang sedang populer di kalangan wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta.

Berlokasi di kawasan perbukitan, tempat ini menawarkan panorama alam yang luas dengan pemandangan citylight kota yang memukau saat malam hari.

Daya tarik utama Obelix Hills terletak pada area viewing point yang langsung menghadap ke lanskap perbukitan dan kota Yogyakarta dari ketinggian.

Menjelang matahari terbenam, pengunjung dapat menikmati suasana senja yang berpadu indah dengan lampu-lampu kota yang mulai menyala.

Tempat wisata ini juga dikenal memiliki banyak spot foto estetik dengan konsep modern dan instagramable.

Beragam dekorasi unik, area duduk nyaman, hingga latar panorama alam membuat hampir setiap sudut Obelix Hills menarik untuk diabadikan dalam foto maupun video media sosial.

Selain berburu foto, pengunjung dapat menikmati suasana santai di area makan yang tersedia.

Banyak tempat duduk yang dirancang menghadap langsung ke pemandangan alam sehingga menghadirkan pengalaman bersantai yang nyaman dan menenangkan.

Karena berada di kawasan perbukitan, udara di Obelix Hills terasa lebih sejuk dibandingkan pusat kota Yogyakarta.

Suasana tersebut membuat tempat ini cocok dikunjungi pada sore hingga malam hari untuk menikmati udara segar dan suasana yang lebih tenang.

Obelix Hills juga menjadi pilihan favorit anak muda hingga keluarga yang ingin menikmati wisata malam tanpa harus pergi jauh dari pusat kota.

Akses lokasi yang mudah dijangkau menjadi salah satu faktor tempat ini cepat dikenal wisatawan.

Waktu terbaik untuk datang biasanya menjelang sunset. Pada momen tersebut, pengunjung bisa menyaksikan perubahan suasana dari terang menuju malam dengan panorama citylight yang semakin terlihat indah.

Dengan kombinasi panorama sunset, udara perbukitan yang sejuk, dan banyaknya spot foto menarik, Obelix Hills menjadi salah satu destinasi wisata kekinian favorit di Yogyakarta yang wajib dikunjungi saat liburan.(*)




MENAGIH DAULAT INDUSTRI : REORIENTASI SUBSIDI MENUJU INDONESIA HUB BUS LISTRIK DUNIA

​Oleh: Dr. Benny Nurdin Yusuf, M.H.

​Berhenti Menjadi Bangsa Penikmat

​Sudah saatnya kita menyudahi peran sebagai penonton di tengah gegap gempita revolusi otomotif global.

Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar yang haus konsumsi, melainkan harus hadir sebagai episentrum kekuatan baru.

Mari kita balik logikanya: “Hentikan subsidi kepemilikan kendaraan pribadi, alihkan menjadi modal industri transportasi massal.”

Biarkan dunia sibuk membanjiri pasar dengan kendaraan listrik personal, namun pastikan setiap bus listrik yang melintas di kota-kota besar dunia membawa identitas: Made in Indonesia.

Inilah manifestasi hakiki dari kedaulatan sektor otomotif kita. Negara wajib hadir memenuhi mandat konstitusional untuk mobilitas rakyat yang aman.

Keberpihakan pada transportasi massal bukan sekadar urusan mengurai macet, melainkan tentang harga diri bangsa dan tanggung jawab moral menyelamatkan nyawa.

Ingatlah, di balik dinginnya statistik, ada 3 hingga 4 nyawa anak bangsa yang melayang sia-sia di jalan raya setiap jamnya.

​Paradoks Lumbung Nikel: Antara Hilirisasi dan Ilusi Subsidi

​Indonesia hari ini berdiri di atas tumpukan “emas hijau”. Sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, kita adalah pemegang kunci transisi energi global.

Namun, sebuah ironi besar sedang terjadi: negara lumbung energi ini justru dijebak menjadi pasar konsumsi bagi kendaraan listrik (EV) asing.

Alih-alih membangun sebuah peradaban angkutan massal, Pemerintah tengah merencanakan kucuran subsidi sebesar Rp30 triliun untuk motor listrik pribadi.

Mungkin terdengar seperti angin segar bagi individu.

Namun, dibalik itu ini sebuah alarm kuat bagi ketahanan transportasi nasional, dalam menjaga ekosistem transportasi jalan di Indonesia.

Kebijakan rencana subsidi motor listrik dengan angka fantastis (30 teilliun) berisiko melanggengkan dominasi roda dua yang populasinya telah mencapai ±140 juta unit (85% dari total kendaraan), sementara populasi bus kita masih mengenaskan di angka kurang dari 1%.

Kita sedang terjebak dalam kebijakan yang hanya mengganti polusi dengan “kemacetan yang lebih canggih”, Sudah seharusnya kita keluar dari ketergantungan kendaraan pribadi dan membangun peradaban transportasi publik yang bermartabat dan berkeadilan.

Menggugat Subsidi: Memperlebar Lubang Maut?

Pertanyaan besarnya: apakah kucuran subsidi kendaraan listrik ini benar-benar sebuah manifestasi Etika Lingkungan, atau justru sekadar kedok kapitalisme yang memperdalam jurang kesenjangan antara privilese kendaraan pribadi dan keterpurukan angkutan umum?

Jika kebijakan ini terus dipaksakan, kita bukan sedang menyelamatkan bumi, melainkan sedang mempertaruhkan keselamatan di jalan raya atas nama transisi energi.

Berdasarkan fakta di lapangan yang cukup mengerikan, bahwa sepeda motor menyumbang 75% angka kecelakaan lalu lintas.

Dengan fatalitas mencapai 30.000 jiwa per tahun, mayoritas korban berada pada usia produktif (15–40 tahun).

Subsidi motor listrik tanpa pembenahan sistemik hanya mengubah konsumsi BBM menjadi baterai, tanpa mengubah fakta bahwa nyawa tetap bertaruh di jalanan.

Sementara program menghadirkan layanan angkutan umum massal seperti Buy The Service (BTS) masih tertatih-tatih di koridor utama, belum menyentuh “nadi” pemukiman.

Keterbatasan anggaran daerah selalu menjadi alasan klasik yang mematikan inovasi.

Kondisi inilah yang memaksa masyarakat tetap bergantung pada roda dua sebagai pilihan terakhir yang rasional namun berisiko tinggi.

​Strategi “Balas Budi”: Menjadi Raja di Rumah Sendiri

​Jika pemain global menyerbu pasar kita dengan kendaraan pribadi, strategi paling elegan untuk membalasnya adalah: Ekspor Bus Listrik.

Kita harus menggunakan “Kartu As” nikel untuk menekan pemain global melalui skema alih teknologi yang agresif. Kita tidak boleh lagi puas hanya menjadi “tukang jahit” karoseri.

​Indonesia harus naik kelas: memproduksi sasis dan sel baterai secara mandiri. Inilah esensi kedaulatan industri; menjadikan Indonesia sebagai Hub Produksi Bus Listrik Dunia.

Kita harus membalik status dari negara konsumtif menjadi produsen strategis.

​Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

​Pemerintah harus berani mereorientasi arah kebijakan, termasuk kebijakan yg kurang populer tapi mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Beberpa yg mendasar antara lain ;

1. ​Akselerasi Regulasi Fiskal: Pangkas birokrasi dan mudahkan insentif bagi lahirnya Bus Listrik Nasional karya anak bangsa.

Kita butuh visi besar seperti BYD; yang bermula dari mimpi, namun kini merajai ekosistem dunia.

2. ​Massifikasi Angkutan Listrik Terintegrasi: Dorong layanan transportasi massal berbasis listrik di setiap wilayah perkotaan.

Jadikan mobilitas masyarakat bertumpu pada sistem yang terintegrasi, bukan pada kepemilikan pribadi.

3. ​Subsidi Berbasis Layanan (Service-Based): Alihkan anggaran Rp30 triliun tersebut untuk pengadaan armada bus listrik nasional yang dioperasikan sebagai layanan publik berkualitas.

Jangkau hingga gang-gang kecil melalui angkutan pengumpan (feeder), sehingga rakyat tak lagi punya alasan untuk bergantung pada kendaraan pribadi.

Etika Lingkungan atau Kedok Kapitalisme?

​Menyelamatkan lingkungan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan nyawa.

Memperbaiki angkutan umum adalah etika lingkungan yang paling murni karena ia menyelesaikan emisi, kemacetan, dan keselamatan secara simultan.

Jangan sampai subsidi ini hanya menjadi “karpet merah” bagi kapitalisme global, sementara rakyat kecil tetap bertaruh nyawa di atas roda dua. ​Mari bangkit.

Bangun industri bus listrik kita sendiri, amankan jalan raya kita dengan standar keselamatan yang handal.

Jadikan Indonesia mercusuar produksi bus listrik dunia, bukan sekadar pasar teknologi asing!

​Bantaeng, 3 Mei 2026




Menikmati Sunrise Spektakuler dari Puncak Gunung Batur Bali

SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Batur menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Bali yang menawarkan pengalaman pendakian sekaligus panorama matahari terbit yang menakjubkan.

Terletak di kawasan Kintamani, gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.717 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai gunung berapi aktif yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik ringan.

Meski demikian, jalur pendakiannya relatif ramah bagi pemula sehingga banyak wisatawan domestik maupun mancanegara menjadikannya pilihan utama untuk aktivitas trekking.

Gunung Batur menawarkan pengalaman sunrise trekking yang menjadi daya tarik utama. Pendakian biasanya dimulai pada dini hari agar pendaki dapat mencapai puncak sebelum matahari terbit.

Saat fajar tiba, pemandangan langit perlahan berubah warna dan menampilkan panorama matahari terbit yang dramatis dan memukau.

Momen ini menjadi salah satu daya tarik paling ikonik di Bali.

Dari puncak Gunung Batur, pengunjung dapat melihat pemandangan luas Danau Batur serta jajaran pegunungan di sekitarnya.

Kombinasi lanskap alam ini sering menjadi incaran para fotografer karena keindahannya yang khas dan alami.

Selain sunrise, pengalaman unik lainnya adalah melihat aktivitas geotermal di sekitar kawah, seperti uap panas yang keluar dari celah batuan.

Bahkan, pemandu lokal sering memanfaatkan panas alami tersebut untuk memasak telur sebagai atraksi sederhana bagi wisatawan.

Perjalanan menuju puncak biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam, tergantung kondisi fisik dan kecepatan pendaki.

Jalur yang dilalui berupa tanah berpasir dan bebatuan, sehingga tetap membutuhkan kehati-hatian meskipun tergolong jalur pendakian yang bersahabat.

Setelah menikmati panorama di puncak, wisatawan akan turun kembali pada pagi hari dengan pemandangan yang lebih jelas, memperlihatkan keindahan alam Kintamani secara menyeluruh.

Akses menuju Gunung Batur juga cukup mudah dari berbagai kawasan wisata di Bali seperti Ubud dan Kintamani.

Banyak operator wisata yang menawarkan paket pendakian lengkap dengan pemandu lokal berpengalaman.

Dengan kombinasi trekking yang relatif mudah, panorama sunrise yang spektakuler, serta pemandangan alam yang luas, Gunung Batur terus menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Bali yang menawarkan pengalaman petualangan sekaligus ketenangan alam.(*)




Surga Foto di Tengah Hutan Pinus, Ini Keunikan The Lodge Maribaya

SEPUCUKJAMBI.ID – Jika mencari destinasi wisata alam yang berpadu dengan konsep modern dan kekinian, The Lodge Maribaya menjadi salah satu pilihan unggulan di kawasan Lembang.

Terletak di tengah hutan pinus yang asri, tempat ini menawarkan pengalaman wisata berbeda dengan menghadirkan berbagai wahana foto unik yang memacu adrenalin sekaligus memanjakan mata.

Salah satu daya tarik utama The Lodge Maribaya adalah beragam spot foto di ketinggian.

Pengunjung dapat mencoba wahana seperti sepeda gantung, ayunan langit, hingga balon udara dekoratif yang menjadi favorit wisatawan.

Dari atas, panorama hutan pinus terlihat begitu memukau dan menghasilkan foto yang dramatis serta estetik.

Tak hanya mengandalkan spot foto, suasana alam yang sejuk juga menjadi nilai lebih.

Pepohonan pinus yang menjulang tinggi menciptakan udara segar khas pegunungan, menjadikan tempat ini cocok untuk melepas penat dari rutinitas harian.

Area wisata juga ditata dengan jalur yang rapi dan nyaman, sehingga pengunjung bisa berjalan santai sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Selain itu, fasilitas di lokasi ini terbilang lengkap. Tersedia area kuliner dengan beragam pilihan makanan dan minuman, serta tempat duduk yang menghadap langsung ke pemandangan alam.

Pengunjung dapat bersantai sambil menikmati suasana hutan yang menenangkan.

Dengan konsep wisata yang menggabungkan alam dan hiburan, The Lodge Maribaya cocok untuk berbagai kalangan, mulai dari keluarga hingga pasangan.

Tak heran jika destinasi ini kerap menjadi sorotan di media sosial karena banyaknya spot foto yang menarik.

Akses menuju lokasi juga cukup mudah dari Bandung, meskipun jalur yang dilalui didominasi tanjakan khas daerah pegunungan.

Karena popularitasnya, kawasan ini biasanya ramai saat akhir pekan maupun musim liburan.

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, pengunjung disarankan datang pada pagi atau sore hari saat cahaya matahari lebih lembut dan suasana terasa lebih nyaman.

Kabut tipis yang sesekali muncul di antara pepohonan pinus juga menambah kesan magis khas pegunungan.

Dengan kombinasi panorama alam, wahana foto ekstrem, serta fasilitas lengkap, The Lodge Maribaya menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lembang yang menawarkan pengalaman liburan tak terlupakan sekaligus sangat fotogenik.(*)




Candi Bajang Ratu hingga Candi Tikus, Jejak Kejayaan Majapahit di Trowulan

SEPUCUKJAMBI.ID – Kawasan Trowulan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu situs bersejarah paling penting di Indonesia.

Wilayah ini diyakini sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit, kerajaan besar yang pernah berjaya di Nusantara pada masa lampau.

Berbeda dengan situs tunggal, Trowulan merupakan kompleks arkeologi luas yang tersebar di berbagai titik.

Di kawasan ini, ditemukan berbagai peninggalan seperti candi, gerbang kuno, kolam, hingga sisa permukiman yang menggambarkan kehidupan masyarakat Majapahit.

Salah satu peninggalan paling ikonik adalah Candi Bajang Ratu, sebuah gerbang megah yang diduga menjadi pintu masuk kawasan penting kerajaan.

Struktur ini menjadi bukti tingginya nilai seni dan arsitektur pada masa Majapahit.

Selain itu, terdapat Candi Tikus, sebuah bangunan berbentuk kolam yang memiliki desain unik. Situs ini dipercaya memiliki fungsi ritual atau tempat pemandian pada masa kerajaan.

Keunikan Trowulan tidak hanya terletak pada bangunannya, tetapi juga pada luasnya kawasan serta sistem tata kota yang sudah tertata sejak ratusan tahun lalu.

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya sistem drainase dan pola permukiman yang cukup maju untuk ukuran peradaban pada zamannya.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa Majapahit bukan hanya kerajaan besar, tetapi juga memiliki perencanaan kota yang sangat berkembang.

Selain nilai sejarahnya, Trowulan juga menawarkan suasana pedesaan yang tenang.

Beberapa area masih berupa lahan terbuka yang belum sepenuhnya diekskavasi, sehingga menyimpan potensi penemuan arkeologi baru di masa depan.

Tidak hanya menarik bagi wisatawan, kawasan ini juga menjadi lokasi penting bagi peneliti dan arkeolog dalam mengungkap sejarah Nusantara.

Trowulan juga erat kaitannya dengan tokoh legendaris seperti Gajah Mada, yang dikenal melalui Sumpah Palapa dan perannya dalam penyatuan Nusantara pada masa Majapahit.

Akses menuju Trowulan terbilang mudah karena lokasinya dekat dengan Kota Mojokerto dan Surabaya.

Fasilitas wisata seperti museum dan pusat informasi sejarah juga terus dikembangkan untuk mendukung edukasi pengunjung.

Dengan kekayaan sejarah, temuan arkeologi yang beragam, serta nilai budaya yang tinggi, Trowulan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling penting di Indonesia yang terus menarik perhatian publik.(*)




Fakta Menarik Pantai Nihiwatu, Surga Para Peselancar Dunia

SEPUCUKJAMBI.ID – Pantai Nihiwatu kembali menjadi sorotan sebagai salah satu destinasi wisata premium yang tidak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga dikenal luas di kancah internasional.

Keindahan alamnya yang masih asli menjadikan pantai ini kerap masuk dalam daftar pantai terbaik dunia.

Berada di Pulau Sumba, pantai ini menyuguhkan panorama pasir putih yang bersih berpadu dengan air laut berwarna biru kristal.

Karakter ombaknya yang besar dan stabil menjadikan lokasi ini sebagai surga bagi peselancar profesional dari berbagai negara. Ombak khas Nihiwatu bahkan dikenal menantang dan hanya cocok untuk surfer berpengalaman.

Tak hanya pesona lautnya, suasana di kawasan pantai ini juga dikenal sangat privat dan tenang.

Pengelolaan yang eksklusif membuat jumlah pengunjung terbatas, sehingga pengalaman wisata terasa lebih intim dan jauh dari hiruk pikuk destinasi mainstream.

Dikelilingi perbukitan hijau yang asri, Nihiwatu menghadirkan nuansa alami yang autentik.

Di kawasan ini juga berdiri resort mewah berkelas dunia yang menawarkan pengalaman menginap menyatu dengan alam.

Wisatawan dapat menikmati layanan premium sekaligus merasakan ketenangan khas pulau tropis yang jarang ditemukan di tempat lain.

Salah satu momen paling ditunggu wisatawan adalah saat matahari terbenam.

Gradasi warna langit dari jingga hingga keemasan menciptakan pemandangan dramatis yang memukau di sepanjang garis pantai.

Sunset di Nihiwatu menjadi pengalaman visual yang sulit dilupakan.

Selain berselancar, pengunjung dapat menikmati aktivitas santai seperti berjalan di tepi pantai, menikmati panorama alam, hingga menjelajahi kawasan sekitar yang masih alami.

Tempat ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin rehat dari kesibukan dan mencari ketenangan.

Meski akses menuju lokasi terbilang menantang karena letaknya yang cukup terpencil, hal tersebut justru menjadi faktor utama yang menjaga keaslian dan eksklusivitasnya.

Tidak heran jika Pantai Nihiwatu tetap menjadi destinasi impian bagi banyak pelancong.

Dengan kombinasi keindahan alam, ombak kelas dunia, dan suasana eksklusif, Nihiwatu menawarkan pengalaman wisata yang lebih dari sekadar liburan melainkan perjalanan yang berkesan dan menenangkan.(*)




DIDUGA SLOGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DIJADIKAN ALAT KEJAHATAN

Oleh: Jamhuri

SEPUCUKJAMBI.ID – Beredarnya brosur yang mengusung jargon politik kekuasaan bertemakan Kampung Bahagia Asri ditengah-tengah Masyarakat yang patut diduga kuat untuk diyakini milik dan/atau berasal dari PT. Siginjai Sakti sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Jambi hasil kerjasama dengan salah satu developer berbadan hukum yang berada di Kota Jambi.

Sepertinya brosur tersebut tidak hanya sebatas sebagai alat pemasaran semata akan tetapi patut diduga kuat untuk diyakini secara yuridis dan/atau berdasarkan ketentuan Pasal 235 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP Baru).

Beberapa keterangan yang tercantum pada brosur dimaksud patut diduga kuat untuk diyakini telah dengan sengaja dibuat oleh pemilik keinginan melakukan sesuatu perbuatan baik yang dilakukan secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama oleh baik sebagian maupun secara keseluruhan pelaku atau pemegang hak managerial pada kedua badan hukum dimaksud.

Dimana keterangan dimaksud melahirkan dugaan ataupun asumsi bahwa brosur tersebut adalah merupakan suatu alat bukti dan/atau setidak-tidaknya adalah merupakan suatu petunjuk awal yang dapat dipergunakan untuk melakukan Langkah-langkah pembuktian terhadap dugaan adanya suatu perbuatan melawan hukum dan/atau setidak-tidaknya adanya suatu niat jahat yang akan merugikan orang lain.

Sejumlah keterangan tersebut kiranya patut diduga kuat untuk diyakini adanya suatu perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan Pasal 9 sampai dengan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta adanya perbuatan yang menjadikan Barang Milik Daerah (BMD) yaitu Lapak/Kios Angso Duo sebagai hadiah yang diberikan kepada para konsumen perumahan yang mengatasnamakan jargon politik kekuasaan penguasa tersebut.

Disamping keterangan tersebut masih terdapat beberapa keterangan yang patut diduga kuat untuk diyakini terlahir dari “Cacat Logika dan Sesat Pikiran” dengan mencantumkan diksi atau keterangan yang seakan-akan perumahan tersebut menggunakan Subsidi yang bersumber dari APBD Kota Jambi, yang ditandai dengan adanya slogan yang menyatakan bahwa adanya Subsidi Bahagia serta menggratiskan semua bentuk kewajiban terhadap keuangan daerah maupun keuangan negara.

Peredaran brosur sebagaimana dugaan ataupun asumsi diatas memberikan suatu gambaran dengan preseden penilaian jelek yang melahirkan penilaian bahwa kekuasaan pemerintah amat indentik atau tidak terlepas dari kekuasaan Oligarki.

Dimana slogan jargon politik kekuasaan penguasa patut diduga kuat untuk diyakini telah dengan sengaja dipergunakan untuk melakukan perbuatan melawan hukum atau sesuatu kejahatan, yang membuat tidak tecapai tujuan sebagaimana fungsi dan kemanfaataan hukum.

Bertolak dari situ dalam melihat beberapa fakta hukum tentang potret buram penyelenggaraan negara dengan tingginya angka Korupsi dan beberapa Kejahatan Berkerah Putih (White Collar Crime) atau kejahatan kaum berseragam status sosial tinggi (Hight Class), menimbulkan kesan bahwa jangankan untuk menimbulkan efek jera bahkan untuk membedakan antara Pejabat dan Penjahat saja Hukum tak lagi mampu.

Padahal secara filosofis diketahui penjahat sering dikaitkan dengan individu yang bertindak secara amoral (bertentangan dengan moral kemanusiaan) dan antisosial, dimana perbuatan jahat adalah tindakan yang sadar, kejam, dan menyebabkan kerusakan atau penderitaan.

Disisi lain penjahat diartikan sebagai Aktor Rasional yang Menyimpang yang perbuatannya dilakukan dengan menggunakan rasionya demi kepentingan pribadi yang merugikan orang lain (egoisme ekstrem) serta didefenisikan sebagai kaum antagonis (Musuh Sosial) Penjahat sering digambarkan sebagai karakter atau figur yang menjadi musuh utama dari harmoni dan nilai-nilai kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

Pada tatanan penyelenggaraan negara ketidak mampuan hukum tersebut menimbulkan kesan bahwa Pemerintah tidak lagi memiliki wibawah dan telah gagal melahirkan kebijakan yang menciptakan suatu suasana seakan-akan dan dirasakan oleh masyarakaat negara benar-benar hadir ditengah-tengah mereka.

Diantara kebijakan yang dapat digunakan untuk menilai dengan melahirkan asumsi bahwa oknum Pemerintah tidak memahami konsep Negara Kesejahteraan (Welfare State) dengan adanya sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh para oknum yang seakan-akan merasa kebal hukum dikarenakan memiliki kedekatan dengan pejabat ataupun penguasa.

Padahal di dalam perspektif Pancasila konsep tersebut dijabarkan sebagai suatu konsep negara yang bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan rakyat melalui pelayanan, perlindungan, dan jaminan sosial, terutama berdasarkan sila kelima, yang bertujuan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Keadaan tersebut sepertinya patut diduga kuat untuk diyakini memberikan gambaran bahwa oknum pemerintah yang dimaksud tidak ada niat atau pun i’tikad baik untuk mengerti dan memahami guna menghayati secara mendalam serta dengan penuh kesadaran bahwa status atau bentuk negara ini sebagai negara hukum, atau setidak-tidaknya memberikan suatu gambaran ataupun penilaian penyelenggaraan penyelenggaraan negara dilakukan oleh oknum-oknum pejabat yang tidak memiliki kemampuan tentang pemerintahan dan bernegara sama sekali.

Dengan pemahaman dan kesadaran dimaksud seharusnya pemerintah memiliki wibawah dan kehormatan, Kredibilitas dan Akuntabilitas hingga mampu mencegah orang lain berpikir untuk melakukan sesuatu perbuatan yang diketahui dan disadari amat sangat bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, etika dan norma-norma peradaban bangsa.

Wibawah dan Kehormatan Pemerintahan yang terlahir dari suatu pemahaman dan penghayatan serta kesadaran dalam menetapkan suatu kebijakan public tetap mengedepankan konsep negara kesejahteraan sebagaimana diatas dan serta dengan berlandaskan konsep-konsep amanat konstitusional sebagaimana pada Azaz-Azaz Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB).

Masih mengacu dari suatu keadaan sebagaimana penilaian diatas tentang indikasi kelumpuhan Hukum yang sepertinya belum mampu menimbulkan efek jera dan ketidak mengertian oknum Pemerintah akan konsep Negara Kesejahteraan (Welfare State) dan serta Azaz-Azaz Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) terjadi suatu perbuatan yang patut diduga kuat untuk diyakini adalah Perbuatan Melawan Hukum.(*)

Penulis adalah Direktur Eksekutif LSM Sembilan




Surga Tersembunyi di Malang, Ini Keunikan Pantai Tiga Warna

MALANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Keindahan alam Pantai Tiga Warna menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di selatan Jawa Timur.

Pantai ini dikenal memiliki fenomena unik berupa gradasi tiga warna air laut dalam satu panorama, yang jarang ditemukan di tempat lain.

Perpaduan warna biru tua, biru muda, hingga hijau menciptakan pemandangan eksotis yang memanjakan mata.

Perbedaan warna tersebut terbentuk secara alami akibat variasi kedalaman laut serta keberadaan ekosistem bawah laut seperti terumbu karang.

Bagian laut yang lebih dalam tampak biru gelap, sementara area dangkal yang jernih memantulkan warna hijau kebiruan.

Kombinasi ini menjadikan pantai ini sebagai salah satu spot fotografi favorit wisatawan.

Kawasan Wisata Berbasis Konservasi

Pantai ini berada dalam kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC), yang dikenal sebagai area konservasi lingkungan.

Pengelolaan di kawasan ini cukup ketat guna menjaga kelestarian alam, khususnya terumbu karang dan habitat laut.

Jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk setiap hari dibatasi. Hal ini dilakukan agar ekosistem tetap terjaga dan tidak rusak akibat aktivitas wisata berlebihan.

Aktivitas Seru dan Edukatif

Selain menikmati panorama, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas menarik, seperti snorkeling untuk melihat keindahan bawah laut.

Air yang relatif tenang memungkinkan wisatawan mengamati ikan-ikan kecil serta terumbu karang yang masih alami.

Tak hanya itu, suasana pantai yang bersih dan tenang membuat tempat ini cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk kota.

Akses dengan Sistem Reservasi

Untuk mengunjungi pantai ini, wisatawan diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu.

Selain itu, perjalanan menuju lokasi juga cukup menantang karena harus melewati trekking ringan di kawasan hutan mangrove dan jalur alami.

Namun, perjalanan tersebut justru menjadi pengalaman tersendiri yang menambah kesan petualangan bagi para pengunjung.

Wisata Alam yang Bertanggung Jawab

Salah satu hal yang membuat pantai ini berbeda adalah aturan ketat terkait kebersihan. Setiap pengunjung diwajibkan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berada di area wisata.

Konsep ini menjadikan Pantai Tiga Warna tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menjadi contoh wisata berkelanjutan yang peduli lingkungan.

Dengan keunikan warna laut, suasana yang masih alami, serta sistem pengelolaan berbasis konservasi, Pantai Tiga Warna menjadi destinasi yang wajib masuk daftar kunjungan saat berada di Malang.(*)