Tangkuban Parahu, Wisata Alam dan Kawah Vulkanik Terpopuler di Bandung

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Tangkuban Parahu menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Jawa Barat.

Terletak sekitar 20 kilometer di utara Kota Bandung, lokasi ini mudah diakses dan menjadi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.

Keunikan bentuk gunung serta kawah aktifnya menjadikan Tangkuban Parahu ikon wisata alam Bandung.

Daya tarik utama kawasan ini adalah kawah-kawah vulkaniknya. Kawah Ratu menjadi yang paling terkenal dan mudah dijangkau.

Pengunjung dapat menyaksikan lanskap kawah besar dengan kepulan asap belerang yang terus keluar, menciptakan pemandangan dramatis sekaligus edukatif tentang aktivitas gunung api.

Selain Kawah Ratu, terdapat Kawah Upas dan Kawah Domas.

Kawah Domas menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan bisa turun lebih dekat ke area kawah dan menyaksikan aktivitas panas bumi secara langsung.

Bau belerang yang khas membuat pengunjung disarankan mengenakan masker.

Tidak hanya geologi, Tangkuban Parahu juga menawarkan panorama alam pegunungan yang indah.

Udara sejuk, hutan pinus, dan hamparan hijau di sekitar kawah menciptakan suasana menyegarkan. Pada hari cerah, pemandangan terlihat luas dan memanjakan mata.

Legenda Sangkuriang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tangkuban Parahu. Cerita rakyat Sunda ini menceritakan asal-usul gunung yang terbentuk dari perahu terbalik.

Nilai budaya dan mitologi tersebut menambah daya tarik wisata, karena pengunjung dapat menikmati alam sekaligus mengenal cerita rakyat lokal.

Fasilitas wisata di Tangkuban Parahu tergolong lengkap, dengan area parkir, jalur pejalan kaki, pusat informasi, serta kios suvenir dan makanan.

Akses jalan yang baik membuat kawasan ini ramah bagi wisata keluarga, termasuk wisatawan lanjut usia.

Meski aman, pengunjung tetap diimbau mematuhi rambu dan aturan yang berlaku. Aktivitas vulkanik terus dipantau.

Sehingga keselamatan wisatawan menjadi prioritas. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama.

Dengan kombinasi keindahan alam, fenomena geologi, dan cerita budaya, Tangkuban Parahu tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam pegunungan di Bandung.(*)




Pesona Kebun Teh Sukawana, Tempat Wisata Tenang Dekat Tangkuban Perahu

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebun Teh Sukawana menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di kawasan Bandung Utara, Jawa Barat.

Berada di perbukitan dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menawarkan udara sejuk, hamparan kebun teh hijau, serta panorama alam yang menenangkan.

Keindahan hamparan kebun teh menjadi daya tarik utama Kebun Teh Sukawana. Barisan tanaman teh yang tertata rapi mengikuti kontur perbukitan menciptakan lanskap alami yang indah dan fotogenik.

Kabut tipis yang kerap turun pada pagi dan sore hari semakin menambah suasana tenang, menjadikan lokasi ini favorit bagi pencinta fotografi alam.

Selain menikmati pemandangan, pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri jalur di tengah kebun teh. Trek yang tersedia relatif mudah dilalui dan cocok untuk wisata santai.

Suasana yang sunyi, jauh dari kebisingan perkotaan, membuat Kebun Teh Sukawana sering dijadikan tempat relaksasi dan refleksi diri.

Kebun Teh Sukawana juga kerap menjadi titik singgah wisatawan yang hendak menuju kawasan Gunung Tangkuban Perahu.

Lokasinya yang strategis membuat destinasi ini mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun sepeda motor.

Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi pemandangan hutan pinus dan perbukitan yang menambah pengalaman berwisata.

Meski merupakan wisata alam terbuka, fasilitas di Kebun Teh Sukawana terbilang cukup memadai. Tersedia area parkir, warung sederhana, serta beberapa titik istirahat.

Namun, kawasan ini tetap mempertahankan konsep alami tanpa banyak bangunan permanen sehingga keasriannya tetap terjaga.

Pengunjung diimbau untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak tanaman teh. Perlu diketahui, kebun ini masih berfungsi sebagai area produksi.

Sehingga wisatawan diharapkan mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan suasana yang sejuk dan pemandangan hijau yang menenangkan, Kebun Teh Sukawana menawarkan pengalaman wisata alam sederhana namun berkesan.

Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat dan menikmati keindahan alam tanpa harus bepergian jauh dari pusat kota.(*)




Pesona Kepulauan Seribu, Wisata Bahari Praktis di Utara Jakarta

SEPUCUKJAMBI.ID – Kepulauan Seribu merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan yang berada di wilayah utara Jakarta.

Meski menyandang nama “Seribu”, kawasan ini terdiri dari sekitar 110 pulau kecil yang tersebar di perairan Laut Jawa.

Lokasinya yang dekat dengan ibu kota menjadikan wisata Kepulauan Seribu sebagai pilihan favorit bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang ingin berlibur tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Keindahan pantai berpasir putih dan laut yang relatif jernih menjadi daya tarik utama Kepulauan Seribu.

Sejumlah pulau populer seperti Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, dan Pulau Macan menawarkan pengalaman wisata yang beragam.

Setiap pulau memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari destinasi ramah keluarga, wisata backpacker, hingga resort eksklusif bagi wisatawan yang menginginkan suasana tenang.

Beragam aktivitas wisata dapat dinikmati di Kepulauan Seribu.

Wisatawan bisa melakukan snorkeling, diving, bersepeda mengelilingi pulau, hingga bersantai di tepi pantai.

Keberadaan terumbu karang dan biota laut yang masih terjaga di beberapa lokasi menjadikan kawasan ini cocok untuk wisata bahari.

Salah satu ikon terkenal adalah Jembatan Cinta di Pulau Tidung yang kerap menjadi spot foto favorit wisatawan.

Selain menawarkan wisata alam, Kepulauan Seribu juga memiliki nilai edukasi dan konservasi. Pulau Pramuka berfungsi sebagai pusat pemerintahan sekaligus lokasi penangkaran penyu sisik.

Di pulau ini, pengunjung dapat mempelajari pentingnya pelestarian ekosistem laut serta peran konservasi dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.

Beberapa pulau lainnya juga ditetapkan sebagai kawasan konservasi laut.

Akses menuju Kepulauan Seribu terbilang mudah dan praktis.

Wisatawan dapat berangkat melalui Pelabuhan Muara Angke atau Marina Ancol dengan menggunakan kapal cepat maupun kapal tradisional.

Waktu tempuh berkisar antara satu hingga dua jam, tergantung tujuan pulau dan jenis kapal.

Pilihan akomodasi pun cukup beragam, mulai dari homestay milik warga hingga resort dengan fasilitas lengkap.

Meski memiliki potensi wisata yang besar, Kepulauan Seribu menghadapi tantangan lingkungan, terutama persoalan sampah laut dan tekanan akibat aktivitas wisata.

Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk menjaga kebersihan, tidak merusak terumbu karang, serta mendukung praktik wisata berkelanjutan demi kelestarian kawasan ini.

Kepulauan Seribu menjadi bukti bahwa Jakarta tidak hanya identik dengan gedung tinggi dan kemacetan.

Di balik hiruk pikuk ibu kota, terdapat gugusan pulau tropis yang menawarkan keindahan alam, ketenangan, dan pengalaman wisata bahari yang menarik.

Bagi wisatawan yang mencari liburan singkat namun berkesan, Kepulauan Seribu menjadi pilihan yang tepat dan mudah dijangkau.(*)




Ferry Irwandi Ditelpon Minta Maaf oleh Anggota DPR, Ini Respons Lengkapnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Ferry Irwandi akhirnya angkat suara setelah aksinya menggalang donasi Rp10 miliar untuk korban bencana di Sumatera disindir oleh anggota DPR Endipat Wijaya.

Melalui akun pribadinya, Ferry merespons kritik tersebut dengan tenang sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan publik.

Dalam unggahannya, Ferry menegaskan bahwa ia tidak merasa tersinggung maupun marah.

“Saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal. Berkat dukungan luar biasa dari teman-teman semua yang sangat masif, tidak ada alasan untuk kesal ketika dapat support sebesar ini. Makasih ya semuanya,” tulis Ferry melalui akun @irwandiferry.

Ferry juga mengungkapkan bahwa, Endipat sudah menghubunginya secara pribadi untuk meminta maaf, dan ia memilih untuk menerima permintaan tersebut demi menjaga situasi tetap kondusif.

“Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf. Saya menerima karena tidak ada gunanya memelihara konflik di kondisi seperti sekarang,” ujarnya.

Selain itu, Ferry menyampaikan bahwa ia telah menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak di lapangan kepada Endipat.

“Saya juga sudah sampaikan concern dan kebutuhan warga terdampak, dan beliau menerima. Jadi, buat yang tanya respons saya, itu aja.. hahaha,” tambahnya.

Respons Ferry tersebut muncul setelah pernyataan anggota DPR Endipat Wijaya dalam rapat Komisi I DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pekan lalu.

Dalam rapat itu, Endipat menyinggung bahwa donasi individu sebesar Rp10 miliar tidak sebanding dengan bantuan pemerintah yang mencapai triliunan rupiah.

“Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu, Bu. Jadi mohon dijadikan perhatian agar tidak ada informasi seolah negara tidak hadir,” ujar Endipat.

Pernyataan itu memicu reaksi publik yang menilai komentar tersebut tidak menghargai bentuk solidaritas masyarakat.

Banyak yang menilai bahwa besarnya donasi pemerintah tidak mengurangi pentingnya kontribusi individu, terutama karena bantuan publik sering tiba lebih cepat ke korban bencana.

Kasus ini kembali membuka diskusi mengenai peran pemerintah dan kontribusi masyarakat dalam merespons bencana.

Meski negara memiliki anggaran besar, aksi masyarakat tetap berperan penting dalam memberikan bantuan cepat dan berbasis empati.(*)




‘Laut Bercerita’ Diadaptasi Jadi Film, Tayang 2026 dengan Reza Rahadian & Dian Sastro

SEPUCUKJAMBI.ID – Novel fenomenal “Laut Bercerita” karya Leila S. Chudori resmi diadaptasi menjadi film layar lebar dan dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara JAFF Market yang menjadi bagian dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival, menandai tonggak penting bagi rumah produksi Pal8 Pictures yang menggarap proyek ambisius ini.

“Laut Bercerita” mengangkat kisah para aktivis mahasiswa di akhir 1990-an, periode yang diwarnai penghilangan paksa aktivis dan gejolak politik di Indonesia.

Novel ini menyoroti trauma keluarga korban, pencarian keadilan, serta upaya menemukan kebenaran dalam situasi represif.

Dengan kekuatan cerita dan kedalaman emosinya, novel tersebut telah dicetak ulang lebih dari 100 kali, menjadikannya salah satu karya sastra kontemporer paling berpengaruh di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, Pal8 Pictures menyebutkan bahwa film “Laut Bercerita” akan masuk tahap produksi pada akhir 2025, dan menjadi debut film panjang bagi rumah produksi tersebut.

“Di tangan Yosep Anggi Noen, film ini akan membawa kita semakin dekat ke layar lebar pada 2026,” tulis Pal8 Pictures dalam unggahan Instagramnya pada 2 Desember 2025.

Film disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, sineas yang dikenal lewat gaya visual puitis dan sensitivitas terhadap narasi sosial-politik.

Leila S. Chudori turut terlibat dalam penulisan skenario untuk memastikan esensi dan jiwa cerita tetap terjaga.

“Kami ingin adaptasi ini setia pada roh cerita, terutama dalam menampilkan kompleksitas emosi tokoh-tokohnya,” kata Leila.

Sejumlah aktor papan atas bergabung dalam proyek ini. Reza Rahadian berperan sebagai tokoh utama, Biru Laut, sementara Dian Sastrowardoyo memerankan Kasih Kinanti (Kinan).

Nama besar lain seperti Eva Celia, Christine Hakim, dan Arswendy Bening Swara juga memperkuat jajaran pemeran, menambah kualitas akting yang diharapkan mampu menghadirkan karakter-karakter novel secara autentik.

Proses syuting direncanakan berlangsung di beberapa kota di Jawa, antara lain Semarang, Salatiga, dan Sukabumi.

Selain itu, sutradara Yosep Anggi Noen dan produser Gita Fara menerima hibah MPA APSA Academy Film Fund 2025 untuk mendukung pengembangan skenario dan produksi film ini.

Target rilis nasional ditetapkan pada 2026.

Adaptasi ini mendapat sambutan luas karena mengangkat kisah yang tidak hanya dramatis, tetapi juga sarat memori sejarah dan kritik sosial.

Tim produksi menegaskan bahwa film ini bukan semata proyek komersial, melainkan bentuk upaya menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap tragedi penghilangan paksa aktivis.

Antusiasme publik terutama pembaca setia novelnya pun tinggi. Banyak berharap film ini mampu menangkap kedalaman emosi, konflik, dan realitas sejarah yang selama ini membuat novel “Laut Bercerita” begitu melekat.

Dengan dukungan tim kreatif berpengalaman dan fondasi cerita yang kuat, film ini digadang-gadang menjadi salah satu film Indonesia paling berpengaruh pada 2026, menghadirkan drama, sejarah, dan kemanusiaan dalam satu karya yang menyentuh.(*)




Kenapa Gunung Bromo Jadi Favorit Wisata? Ini Pesona yang Selalu Dicari Wisatawan

SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Bromo di Jawa Timur menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.

Meski ketinggiannya tidak setara dengan gunung-gunung besar lainnya, pesona alamnya membuat Bromo selalu menempati posisi istimewa di hati para wisatawan.

Siluet gunung yang dramatis, hamparan lautan pasir yang luas, serta udara pegunungan yang sejuk menjadikan kawasan ini favorit untuk liburan singkat maupun petualangan alam.

Salah satu daya tarik utama Bromo adalah momen matahari terbit. Titik pandang Penanjakan dikenal luas sebagai spot sunrise terbaik di Indonesia.

Setiap pagi, wisatawan sudah berkumpul sebelum fajar untuk menyaksikan matahari yang perlahan muncul di balik perbukitan.

Sinar keemasan yang menembus kabut dan menerangi Gunung Bromo, Batok, serta Semeru menghasilkan panorama yang sering disebut sebagai pengalaman “once in a lifetime”.

Usai menikmati sunrise, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan menuju lautan pasir, sebuah hamparan luas yang menciptakan kesan seperti berada di gurun.

Kadang area ini diselimuti kabut tipis, menambah nuansa misterius sekaligus magis.

Dari sini, pengunjung dapat berjalan kaki atau menunggang kuda menuju deretan tangga yang mengarah ke bibir kawah Bromo.

Setibanya di puncak, kawah aktif Gunung Bromo terlihat jelas dengan kepulan asap tipis yang keluar dari perut bumi.

Meski jalurnya menanjak, pemandangan dari atas selalu menjadi imbalan yang setimpal.

Di sinilah keindahan dan kekuatan alam terlihat bersamaan, memperlihatkan bahwa kawasan Tengger masih sangat hidup secara geologis.

Tak jauh dari area kawah, terdapat Bukit Teletubbies, sebuah savana luas yang berubah warna mengikuti musim.

Saat hujan, bukit-bukitnya hijau segar, sementara di musim kemarau berubah menjadi cokelat keemasan.

Pemandangan lembut dan tenang di area ini menjadikannya spot favorit untuk fotografi dan relaksasi.

Akses menuju Bromo kini semakin mudah. Wisatawan dapat memilih rute melalui Malang, Pasuruan, atau Probolinggo.

Banyak operator tur menyediakan paket lengkap mulai dari jeep, pemandu, hingga penginapan, sehingga perjalanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan pengunjung.

Peningkatan fasilitas juga membuat kawasan ini semakin ramah untuk wisatawan dari berbagai usia.

Meski demikian, tingginya jumlah kunjungan membawa tantangan tersendiri. Upaya menjaga kelestarian alam menjadi sangat penting.

Wisatawan diimbau tetap menjaga kebersihan, mematuhi jalur yang ditetapkan, serta menghormati masyarakat Tengger yang memiliki hubungan spiritual kuat dengan Gunung Bromo.

Kesadaran konservasi ini menjadi kunci agar Bromo tetap lestari untuk generasi mendatang. Gunung Bromo adalah bukti betapa kaya dan beragamnya lanskap Indonesia.

Perpaduan sunrise yang memukau, lautan pasir, savana, dan budaya lokal menjadikan kawasan ini destinasi yang tak terlupakan pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan alam dalam waktu singkat.(*)




Pesona Labuan Bajo: Surga Wisata Flores yang Semakin Dikenal Dunia

SEPUCUKJAMBI.ID – Labuan Bajo di ujung barat Pulau Flores kini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia.

Dahulu dikenal sebagai desa nelayan kecil yang tenang, kawasan ini kini menjelma menjadi gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo, habitat asli komodo satwa purba yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Tak hanya menawarkan pengalaman melihat komodo, Labuan Bajo juga memikat wisatawan dengan panorama laut biru jernih, pulau-pulau eksotis, bukit hijau, hingga pantai berpasir putih yang menawan.

Beragam aktivitas menarik bisa dinikmati wisatawan.

Wisata bahari seperti island hopping, snorkeling, dan diving menjadi favorit berkat kekayaan bawah lautnya yang luar biasa.

Pengunjung dapat menjumpai pari manta, menikmati terumbu karang yang berwarna-warni, serta menyaksikan kehidupan laut yang masih terjaga.

Pulau Padar, Gili Laba, dan Pulau Komodo menawarkan jalur trekking dengan pemandangan spektakuler.

Sementara Batu Cermin menghadirkan pengalaman menjelajahi gua dengan cahaya alami yang memantul pada stalaktit dan stalagmit.

Keunikan budaya lokal turut menjadi daya tarik.

Masyarakat Manggarai dikenal ramah dan terbuka terhadap wisatawan. Melalui kunjungan ke kampung adat dan rumah tradisional, pengunjung bisa mempelajari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Banyak wisatawan juga memilih menginap di kapal phinisi untuk merasakan pengalaman berlayar dari pulau ke pulau, menikmati matahari terbenam, dan mencicipi hidangan laut segar langsung dari perairan Flores.

Popularitas Labuan Bajo yang meningkat membuat akses menuju kawasan ini semakin mudah.

Bandara diperluas, penerbangan domestik dan internasional bertambah, serta pilihan akomodasi kini lebih beragam, mulai dari hostel hingga resort mewah.

Fasilitas kota pun berkembang sehingga sejumlah destinasi wisata dapat dicapai dengan lebih mudah.

Namun, pertumbuhan pariwisata yang pesat membawa tantangan baru. Peningkatan jumlah pengunjung berpotensi memberikan tekanan pada ekosistem laut dan habitat satwa.

Pemerintah bersama pihak konservasi menekankan pentingnya penerapan wisata berkelanjutan untuk menjaga kelestarian alam.

Pengaturan jumlah wisatawan dan edukasi mengenai eco-tourism menjadi langkah penting agar Labuan Bajo tetap terjaga.

Transformasi Labuan Bajo membuktikan bahwa sebuah daerah kecil dapat berkembang menjadi destinasi kelas dunia.

Perpaduan alam yang liar, budaya lokal, dan pengalaman laut yang tak terlupakan menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang mencari petualangan sekaligus ketenangan.

Yang terpenting, setiap kunjungan harus disertai kesadaran untuk menjaga alam dan menghormati masyarakat lokal agar keindahan Labuan Bajo tetap dapat dinikmati generasi mendatang.(*)




Berpulangnya Epy Kusnandar: Karier, Perjalanan Hidup, dan Warisan Karya

Dunia hiburan Indonesia berduka atas meninggalnya aktor senior Epy Kusnandar pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 14.24 WIB.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh sang istri, Karina Ranau, melalui unggahan di media sosialnya.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un, telah berpulang ke Rahmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutasa,” tulis Karina dalam unggahannya.

Jenazah Epy disemayamkan di rumah duka Harmony Residence 88, Jalan Pasir Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut pada Kamis, 4 Desember 2025, pukul 08.00 WIB.

Epy Kusnandar lahir di Garut, Jawa Barat, pada 1 Mei 1964. Ia memulai karier pada 1996 lewat sinetron 1 Kakak 7 Ponakan.

Namanya melambung melalui peran ikonik “Kang Mus” dalam serial populer Preman Pensiun, yang membuatnya dikenal sebagai salah satu aktor watak terbaik Tanah Air.

Selama lebih dari dua dekade berkarya, Epy tampil dalam berbagai film, FTV, sinetron, dan acara televisi, serta dikenal dengan karakter komedi yang khas.

Pada 2010–2011, Epy sempat divonis menderita kanker otak. Meski dokter memperkirakan masa hidupnya hanya beberapa bulan, ia mampu melewati masa kritis dan kembali aktif di dunia seni peran.

Dalam beberapa tahun terakhir, Epy juga mulai mengembangkan usaha kecil bersama istrinya.

Kepergian Epy Kusnandar meninggalkan duka mendalam bagi publik, rekan sesama artis, dan para penggemarnya.

Banyak yang mengenangnya sebagai sosok sederhana dan pekerja keras, sementara karakter Kang Mus tetap menjadi salah satu peran paling melekat di hati penonton.

Warisan karya Epy Kusnandar diyakini akan terus hidup dan dikenang sebagai bagian berharga dalam perjalanan industri hiburan Indonesia.(*)




Film Agak Laen 2 Banjir Pujian, Cerita Berdiri Sendiri dan Lebih Segar

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Film Agak Laen 2: Menyala Pantiku resmi hadir di bioskop Indonesia pada 27 November 2025.

Disutradarai oleh Muhadkly Acho dan diproduksi Imajinari Pictures, film ini kembali menampilkan empat pemeran utama.

Yakni, Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga dengan kisah baru yang sepenuhnya berdiri sendiri, meski menggunakan embel-embel “2”.

Berbeda dari film pertamanya yang bernuansa komedi horor, Agak Laen 2 menghadirkan genre komedi investigasi.

Kali ini, keempat sahabat itu berperan sebagai detektif dadakan yang mendapat tugas memburu buronan terkait kasus pembunuhan anak wali kota.

Jejak penyelidikan membawa mereka ke sebuah panti jompo, memaksa mereka menyamar sebagai perawat hingga lansia demi mengungkap kebenaran dari dalam.

Syuting dimulai pada 9 Juni 2025 dan turut menghadirkan sejumlah aktor serta komika baru yang memperkaya dinamika cerita.

Kehadiran para pemeran lama tetap menjadi daya tarik yang memperkuat identitas franchise ini.

Film ini juga menghadirkan post-credit scene, sehingga penonton disarankan untuk tetap duduk hingga akhir kredit.

Sejak hari pertama penayangan, antusiasme publik langsung meledak.

Dalam tiga hari, film ini menembus satu juta penonton, dan pada hari keempat jumlahnya melesat ke dua juta penonton.

Respons positif juga ramai di media sosial, dengan banyak warganet memuji kelucuan, improvisasi aktor, serta konsep cerita yang terasa lebih segar.

Peralihan genre dari komedi horor ke komedi investigasi menjadi langkah menarik bagi perfilman Indonesia, menandakan keberanian untuk mengeksplorasi formula cerita baru.

Dengan alur yang berdiri sendiri dan humor yang mudah diterima, Agak Laen 2: Menyala Pantiku menjadi tontonan favorit akhir tahun 2025 bagi penonton setia maupun penonton baru.

Film ini membuktikan diri sebagai salah satu film komedi terpopuler tahun ini, sekaligus menunjukkan kuatnya minat pasar terhadap hiburan ringan dengan konsep yang kreatif dan tidak monoton.(*)




Keindahan Pulau Komodo, Surga Wisata Alam dan Konservasi di NTT

NTT, SEPUCUKJAMBI.ID – Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.

Pulau ini merupakan habitat asli komodo, reptil raksasa purba yang hanya dapat ditemukan di beberapa pulau di Tanah Air.

Tak heran, Pulau Komodo selalu menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung kehidupan satwa langka tersebut.

Namun pesona Pulau Komodo tidak hanya berhenti pada keberadaan komodo.

Wisatawan disuguhi bentang alam luar biasa, mulai dari pantai berpasir putih, laut sebening kristal, hingga bukit-bukit hijau yang menawarkan panorama indah dari berbagai sudut.

Aktivitas trekking menjadi pilihan populer untuk menikmati pemandangan dari ketinggian, sementara snorkeling menjadi daya tarik utama bagi pecinta dunia bawah laut.

Saat berkunjung dan berinteraksi dengan komodo, keamanan menjadi hal yang wajib dipatuhi.

Setiap pengunjung harus didampingi pemandu resmi dari Taman Nasional Komodo.

Wisatawan juga diwajibkan menjaga jarak aman serta mengikuti arahan pemandu demi keselamatan diri dan satwa.

Komodo, meski terlihat lamban, dapat bergerak cepat ketika merasa terganggu.

Selain kekayaan alam, Pulau Komodo juga memiliki kekayaan budaya. Penduduk lokal khususnya suku Bajo masih mempertahankan cara hidup tradisional, termasuk aktivitas melaut dan membuat kerajinan tangan.

Mengunjungi desa-desa lokal memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin lebih mengenal budaya masyarakat setempat.

Taman Nasional Komodo telah lama diakui sebagai situs warisan dunia, menjadikannya tidak hanya tujuan wisata tetapi juga pusat edukasi lingkungan dan konservasi satwa.

Melihat komodo dari dekat dan menikmati keindahan pulau memberi pengalaman otentik yang sulit dilupakan.

Dengan perpaduan antara keindahan alam, petualangan, dan edukasi konservasi, Pulau Komodo menjadi destinasi yang sempurna bagi siapa pun yang ingin merasakan keunikan Indonesia.(*)