Punya Foto Perjalanan Bersama Motor Honda? Ikut Kompetisi Ini, Deadline 30 September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi penghobi fotografi di Jambi, masih ada kesempatan untuk mengubah cerita perjalanan menjadi karya sekaligus memburu hadiah.

AHM Photo Competition 2026 membuka ruang bagi masyarakat untuk mengabadikan berbagai kisah perjalanan bersama sepeda motor Honda.

Kompetisi fotografi yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut mengusung tema “Cerita Sepeda Motor Honda di Setiap Perjalanan.”

Masyarakat Jambi dapat berpartisipasi melalui PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi.

Yang perlu diperhatikan, pengiriman karya dibuka hingga 30 September 2026.

Kompetisi ini tidak sekadar mencari foto dengan komposisi menarik.

Peserta diajak mengangkat cerita tentang bagaimana sepeda motor Honda menjadi bagian dari aktivitas dan perjalanan masyarakat, mulai dari mengejar cita-cita, menjangkau wilayah pelosok, melakukan kegiatan positif, hingga menemani perjalanan keluarga.

Peserta dapat memilih salah satu dari empat subtema yang disediakan dalam AHM Photo Competition 2026.

Keempatnya yakni:

  1. “Sepeda Motor Honda di Balik Setiap Mimpi”
  2. “Menghubungkan Harapan Hingga Pelosok Negeri”
  3. “Satu Hati Menginspirasi Negeri”
  4. “Sepeda Motor Honda Iringi Cerita Keluarga Indonesia”

Pilihan tema tersebut memberi ruang bagi peserta untuk mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk perjalanan, aktivitas sosial, keluarga maupun kisah masyarakat di berbagai daerah.

Public Relation PT Sinar Sentosa Primatama, Syahbilla Putri Andinny, mengajak masyarakat Jambi yang memiliki ketertarikan pada fotografi untuk ikut ambil bagian.

“Buat masyarakat Jambi yang punya hobi fotografi, jangan lewatkan kesempatan ini. Yuk, abadikan cerita perjalanan bersama sepeda motor Honda dan ikut AHM Photo Competition 2026,” ujarnya.

Selain menjadi ruang untuk menunjukkan kreativitas, kompetisi tersebut juga menawarkan hadiah berupa sepeda motor Honda dan uang tunai jutaan rupiah.

Kompetisi ini terbuka untuk masyarakat umum dengan sejumlah persyaratan.

Peserta wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berusia minimal 17 tahun.

Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal lima karya foto yang diambil di wilayah Indonesia.

Foto yang dikirim harus merupakan karya peserta sendiri dan diunggah melalui akun Instagram pribadi.

Peserta juga diwajibkan mengikuti akun Instagram @sahabathati serta menggunakan tagar #SolusiMobilitasProduktif dan #KompetisiFotoAstraHonda.

Khusus peserta dari Jambi dan wilayah Sumatera, terdapat tambahan tagar regional #SatuHatiSumatera.

Setiap karya juga harus dilengkapi judul dan caption yang menjelaskan aktivitas dalam foto sekaligus mencantumkan lokasi pengambilan gambar.

Peserta tidak harus memiliki kamera profesional untuk mengikuti kompetisi ini.

Foto dapat diambil menggunakan berbagai perangkat, mulai dari kamera digital, DSLR, mirrorless, drone hingga handphone.

Peserta juga diperbolehkan melakukan penyuntingan dasar, seperti pengaturan brightness, contrast, level, serta hue/saturation.

Namun ada satu aspek yang tidak boleh diabaikan, yakni keselamatan berkendara.

Objek dalam foto wajib memperlihatkan penerapan safety riding. Pengendara setidaknya menggunakan helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu.

Sepeda motor yang menjadi objek foto juga harus menggambarkan kondisi dan kelengkapan yang layak jalan.

Masyarakat Jambi yang ingin mengikuti kompetisi masih memiliki waktu hingga 30 September 2026 untuk menyiapkan dan mengirimkan karya.

Pengiriman foto dapat dilakukan melalui QR Code yang tersedia pada materi publikasi resmi AHM Photo Competition 2026.

Bagi penghobi fotografi, kompetisi ini dapat menjadi kesempatan untuk mengangkat cerita lokal melalui sudut pandang yang lebih personal.

Perjalanan menuju sekolah, tempat kerja, daerah pelosok, aktivitas keluarga hingga kegiatan sosial dapat menjadi bagian dari cerita selama sesuai dengan tema dan ketentuan lomba.

Dengan hadiah berupa sepeda motor Honda dan uang tunai jutaan rupiah, AHM Photo Competition 2026 tidak hanya menawarkan ruang untuk memamerkan kemampuan fotografi, tetapi juga kesempatan bagi karya terbaik untuk mendapatkan apresiasi.(*)




Kompeten Bukan untuk Dipamerkan

Oleh: Rizal Zebua

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) baru saja selesai. Dua hari bukan waktu yang terlalu panjang, tetapi cukup untuk melihat banyak hal.

Bukan hanya soal siapa yang akhirnya dinyatakan kompeten dan siapa yang belum, tetapi juga bagaimana seorang wartawan mempersiapkan dirinya menghadapi sebuah proses yang memang tidak bisa dianggap sederhana.

Di ruang ujian, barangkali terlihat jelas mana yang sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari dan mana yang baru benar-benar mematangkan persiapan ketika waktu ujian semakin dekat.

Ada yang datang dengan tenang, ada pula yang terlihat masih sibuk membuka catatan, berdiskusi, bahkan mengingat kembali hal-hal yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.

Namun, di situlah menariknya UKW.

Ujian ini bukan sekadar tentang menjawab soal atau menyelesaikan tugas yang diberikan penguji.

Ada proses untuk melihat bagaimana seorang wartawan berpikir, bekerja, mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.

Sebab menjadi wartawan pada akhirnya bukan hanya soal bisa menulis berita.

Bisa menulis tentu penting. Tetapi wartawan juga harus tahu apa yang layak diberitakan, mengapa sesuatu penting untuk diketahui publik, bagaimana memperoleh informasi yang benar, bagaimana melakukan verifikasi, sampai bagaimana sebuah berita disajikan tanpa kehilangan konteks.

Karena itu, menurut saya, UKW sebenarnya bukan panggung untuk memamerkan siapa yang paling hebat.

Bukan pula tempat untuk memamerkan nilai. Bahkan, predikat kompeten sekalipun bukan sesuatu yang selayaknya dibawa seperti sebuah trofi untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dari wartawan lain.

Predikat kompeten justru membawa beban yang lebih besar.

Ketua Tim Penguji UKW PWI Pusat, Nurcholis, menyampaikan hal yang menurut saya penting untuk direnungkan.

Ia mengatakan, UKW tidak hanya menguji kemampuan teknis wartawan, tetapi juga melihat beberapa aspek yang menjadi bagian penting dari kompetensi seorang jurnalis, yakni skill, knowledge, awareness, dan leadership.

Skill berbicara tentang kemampuan teknis. Menulis, mengolah informasi dan memahami tugas jurnalistik.

Sementara knowledge berkaitan dengan pengetahuan jurnalistik serta wawasan yang dibutuhkan sesuai dengan pekerjaan.

Dua hal itu mungkin relatif mudah terlihat dalam sebuah ujian.

Tetapi ada awareness. Ini yang menurut saya justru menjadi bagian penting dalam pekerjaan sehari-hari seorang wartawan.

Kepekaan melihat sebuah peristiwa. Kemampuan menangkap mana yang memiliki nilai berita dan mana yang tidak.

“Tujuannya adalah melatih sense of news kita, supaya berita kita punya news value,” kata Nurcholis.

Wartawan memang tidak cukup hanya menjadi orang yang datang ke lokasi, mencatat, kemudian menulis.

Ada kemampuan membaca keadaan. Ada kepekaan melihat persoalan di balik sebuah peristiwa.

Ada keberanian bertanya ketika informasi yang diterima belum jelas. Dan ada kehati-hatian ketika berhadapan dengan informasi yang belum terverifikasi.

Di tengah banjir informasi seperti sekarang, kemampuan itu menjadi semakin penting.

Setiap hari masyarakat berhadapan dengan begitu banyak informasi. Sebagian benar, sebagian keliru.

Ada misinformasi yang muncul karena ketidaktahuan, ada pula disinformasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan. Semuanya bisa bergerak begitu cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Di tengah kondisi seperti itu, wartawan seharusnya menjadi salah satu pihak yang membantu publik memilah informasi, bukan justru ikut memperkeruh keadaan.

Di sinilah predikat kompeten menemukan maknanya.

Kompeten bukan berarti tidak pernah salah. Kompeten juga bukan berarti seorang wartawan kemudian berada pada posisi yang lebih tinggi daripada orang lain.

Kompeten berarti memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk menjalankan pekerjaan sesuai standar profesi, sekaligus terus belajar ketika menghadapi persoalan baru.

Nurcholis juga mengingatkan soal leadership. Wartawan dituntut mampu berkoordinasi dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Hal ini kadang luput dibicarakan. Padahal pekerjaan jurnalistik tidak selalu berdiri sendiri. Ada koordinasi, ada komunikasi, ada tanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan.

Ketika sebuah berita sudah tayang, yang dipertaruhkan bukan hanya nama penulisnya, tetapi juga kredibilitas media dan kepercayaan publik.

Karena itu saya kira, selesai UKW bukan berarti selesai pula proses belajar.

Justru sebaliknya.

Ujian hanya berlangsung dua hari. Sementara pembuktian kompetensi berlangsung setiap hari, selama wartawan masih menjalankan profesinya.

Apa yang dilakukan ketika mendapat informasi yang belum jelas? Apa yang dilakukan ketika narasumber hanya memberikan informasi dari satu sisi? Apakah masih mau melakukan verifikasi ketika berita dituntut cepat? Apakah tetap berpegang pada fakta ketika ada tekanan untuk membuat berita sesuai kepentingan tertentu?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tidak ada di ruang ujian. Tetapi jawabannya akan terlihat di lapangan.

“Ujian ini adalah sebagai awal, bukan akhir, pembuktiannya adalah di lapangan,” ujar Nurcholis.

Kalimat tersebut mungkin sederhana, tetapi justru di situlah inti dari UKW.

Sebab setelah sertifikat diterima dan predikat kompeten disandang, tidak ada lagi penguji yang duduk di depan meja untuk menilai setiap pekerjaan.

Tidak ada lagi lembar penilaian yang harus diselesaikan. Yang tersisa adalah tanggung jawab pribadi seorang wartawan terhadap profesinya dan terhadap publik.

Maka, rasanya kurang tepat jika setelah UKW seseorang sibuk menunjukkan bahwa dirinya sudah kompeten.

Yang lebih penting adalah menunjukkan kompetensi itu melalui karya.

Melalui berita yang tidak asal cepat. Melalui informasi yang terverifikasi. Melalui keberanian menjaga independensi. Melalui kemampuan memahami persoalan secara utuh. Dan melalui kesediaan mengakui serta memperbaiki kesalahan ketika memang terjadi.

Sebab marwah profesi wartawan tidak dijaga oleh selembar sertifikat.

Ia dijaga oleh pekerjaan yang dilakukan setiap hari.

UKW boleh selesai. Nilai boleh diumumkan. Predikat kompeten boleh disandang. Tetapi ujian yang sesungguhnya baru dimulai setelah semua itu selesai.

Dan ujian tersebut bernama: lapangan.(*)

Penulis adalah jurnalis aktif di Provinsi Jambi




Berbagi di Hari Jadi, KAI Logistik Gelar Donor Darah untuk Sesama

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, KAI Logistik memaknai perjalanan perusahaan dengan berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Kantor Pusat KAI Logistik, Jakarta, pada Selasa (8/9), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi perusahaan.
Kegiatan donor darah ini tidak hanya menjadi agenda internal perusahaan, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi pegawai di lingkungan KAI Group dan masyarakat umum. Lebih dari 100 orang tercatat melakukan registrasi untuk mengikuti kegiatan tersebut. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan memenuhi kriteria donor, sekitar 50 kantong darah berhasil dikumpulkan untuk selanjutnya dikelola oleh PMI Kota Bekasi..

Manager of Public Relations KAI Logistik menyampaikan bahwa donor darah menjadi salah satu cara perusahaan memaknai pertambahan usia dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata. “Bertambahnya usia perusahaan menjadi momentum bagi kami untuk melihat kembali bagaimana keberadaan KAI Logistik dapat memberikan manfaat, tidak hanya melalui layanan yang kami hadirkan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat turut mendukung ketersediaan stok darah dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Semangat berbagi dalam rangkaian HUT ke-17 KAI Logistik juga diwujudkan melalui sejumlah kegiatan sosial lainnya. Salah satunya melalui program Gerbong Literasi dengan menyalurkan sebanyak 1.700 buku ke sejumlah lokasi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Buku-buku tersebut diharapkan dapat mendukung keberadaan pojok baca serta mendorong tumbuhnya minat baca, khususnya di lingkungan masyarakat dan anak-anak.

Tidak berhenti pada aspek sosial, rangkaian kegiatan juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di sekitar area operasional KAI Logistik. Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas kontribusi di luar aktivitas bisnis, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Pelaksanaan berbagai inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen KAI Logistik dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan. Bagi perusahaan, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan usaha, tetapi juga bagaimana aktivitas perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Komitmen ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan, serta pelestarian lingkungan.

Memasuki usia ke-17, KAI Logistik akan terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat membuka ruang kolaborasi dan partisipasi masyarakat. Melalui kegiatan donor darah yang dilakukan secara berkala maupun inisiatif sosial dan lingkungan lainnya, perusahaan berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kontribusi bersama untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi sesama.

Tentang KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Tren Hybrid Training Makin Populer, Bohopanna Hadirkan Sportswear Dry-fit Lokal Pertama untuk Anak Indonesia

Bohopanna menghadirkan Sportswear Collection terbaru dengan genuine dry-fit technology dan mengajak anak lebih aktif melalui Bohopanna Sports Day.

JAKARTA – Di tengah meningkatnya screen time pada anak Generasi Alpha, kebutuhan akan aktivitas yang mendorong anak untuk lebih banyak bergerak dan bereksplorasi menjadi semakin penting. Merespon hal tersebut, Bohopanna, brand fashion anak di bawah naungan Hypefast, menghadirkan Bohopanna Sports Day pada 6 September 2026 di KYZN, BSD. Momentum ini sekaligus menjadi ajang pengenalan Sportswear Collection, koleksi baju olahraga anak dengan material dry-fit, sportswear dry-fit lokal pertama di Indonesia.

Melalui Sports Day, Bohopanna mengajak anak untuk mengenal dan mencoba berbagai aktivitas olahraga secara langsung, mulai dari basketball, gymnastics, football, tennis, hingga padel. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anak untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama orangtua melalui aktivitas yang lebih aktif dan menyenangkan.

Sebagai orangtua sekaligus figur publik yang aktif berolahraga, Melanie Ricardo turut hadir dan membagikan tantangannya dalam menemukan sportswear yang cocok untuk anak.

“Mencari sportswear untuk anak dengan bahan yang nyaman dan bagus memang saat ini pilihannya masih cukup terbatas. Terutama yang dibuat oleh brand lokal. Karena itu, saya senang melihat Bohopanna bisa berikan pilihan alternatif sportswear yang memang dibuat khusus untuk kebutuhan anak,” ujar Melanie.

Melihat kebutuhan tersebut, Bohopanna menghadirkan Sportswear Collection dengan material premium dry-fit yang dirancang untuk mendukung kenyamanan anak selama beraktivitas.

Devy Natalia, Co-Founder Bohopanna, mengatakan, “Kami melihat anak-anak semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan olahraga. Karena itu, kami ingin menghadirkan sportswear yang nyaman, fungsional, dan bisa mendukung anak bergerak lebih bebas dalam berbagai aktivitas.”

Sportswear yang Dirancang untuk Anak Aktif

Sport Collection terbaru Bohopanna hadir untuk anak usia 1–14 tahun, dengan beragam pilihan activewear seperti sport bra, sporty jacket, sport tee, jersey, legging, skort, dan pants. Koleksi ini mengutamakan kenyamanan, fungsi, dan keleluasaan bergerak, dengan penggunaan genuine dryfit technology yang mampu mengelola penyerapan keringat dan uv protection.

Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah sports bra khusus anak usia 4–14 tahun, yang dirancang dengan support dan coverage sesuai kebutuhan anak yang mulai aktif berolahraga.

Bagi Bohopanna, pengembangan activewear anak tidak cukup hanya dengan membuat versi lebih kecil dari pakaian olahraga dewasa. Setiap desain perlu mempertimbangkan kebutuhan anak untuk bergerak dengan nyaman, leluasa, dan tetap percaya diri.

Irene Kristy, Co-Founder Bohopanna, menambahkan, “Anak bergerak sangat aktif saat berolahraga, sehingga material sportswear menjadi hal yang penting. Dengan dry-fit dan cutting-an yang sesuai, kami ingin memastikan anak tetap nyaman saat berkeringat dan dapat bergerak dengan lebih leluasa.”

Selain memperkenalkan koleksi terbaru, Bohopanna Sports Day tahun ini juga menghadirkan hybrid sports melalui Kids & Relay Family Hybrid Training, yang memadukan latihan fungsional dan tantangan olahraga bagi anak dan orangtua.

Devy mengatakan, “Kami berharap melalui Sports Day dan Sportswear Collection ini, Bohopanna dapat turut menemani anak-anak Indonesia untuk aktif bergerak, bereksplorasi, dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.”

Melalui Sport Collection dan Sports Day, Bohopanna ingin menjadikan aktivitas olahraga sebagai bagian yang menyenangkan dari keseharian anak, mulai dari mencoba olahraga baru hingga bergerak bersama orangtua. Sportswear Collection Bohopanna kini tersedia melalui berbagai platform e-commerce dan offline store Bohopanna, dengan harga mulai dari Rp95.000 hingga Rp185.000.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




BRI BO Cempaka Mas Sambut Nasabah dengan Hangat dan Penuh Kekeluargaan

Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, BRI Branch Office (BO) Cempaka Mas menghadirkan suasana pelayanan yang hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan bagi para nasabah yang datang ke banking hall untuk melakukan berbagai transaksi perbankan.

Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi kesempatan bagi jajaran pekerja BRI BO Cempaka Mas untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada nasabah sekaligus mempererat hubungan yang telah terjalin. Nasabah yang datang disambut dengan keramahan dan sapaan hangat, sehingga menciptakan suasana pelayanan yang lebih dekat dan menyenangkan.

Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan transaksi perbankan, BRI BO Cempaka Mas juga menjadikan momen ini sebagai bentuk nyata komitmen BRI dalam memberikan customer experience terbaik kepada setiap nasabah. Kehangatan dalam berinteraksi menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman perbankan yang tidak hanya mudah dan nyaman, tetapi juga memberikan kesan positif bagi nasabah.

Melalui peringatan Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Cempaka Mas terus menegaskan komitmennya untuk senantiasa menempatkan nasabah sebagai bagian penting dalam setiap langkah pelayanan. Semangat tersebut diwujudkan melalui pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis, sejalan dengan upaya BRI untuk terus memberikan layanan terbaik dan membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.

Dengan semangat “Melayani dengan Hati”, BRI BO Cempaka Mas berharap setiap kunjungan nasabah dapat menjadi pengalaman yang berkesan serta semakin memperkuat kepercayaan dan kedekatan antara BRI dengan masyarakat.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Setelah “Jangan Paksa Rindu” Meledak, Ifan Seventeen Hadirkan Versi Baru “Apa Kabar”

SEPUCUKJAMBI.ID – Ifan Seventeen kembali memperluas katalog musiknya dengan merilis “Apa Kabar (Alternative Version)”, sebuah interpretasi baru dari lagu yang sebelumnya telah dikenal para pendengar.

Alih-alih sekadar menghadirkan aransemen berbeda, versi ini menawarkan nuansa emosional yang lebih kuat sehingga mampu mempertegas makna di balik setiap liriknya.

Kehadiran lagu tersebut menjadi lanjutan perjalanan musikal Ifan setelah album Resonance mendapat sambutan positif.

Salah satu lagunya, “Jangan Paksa Rindu”, bahkan mencatatkan lebih dari 200 juta stream di berbagai platform musik digital dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Momentum tersebut menjadi modal penting bagi Ifan untuk kembali menyapa pendengar melalui karya yang masih mengangkat tema cinta, kehilangan, dan harapan yang belum sepenuhnya padam.

Tak hanya menawarkan warna musik yang lebih sendu, Official Lyric Video “Apa Kabar (Alternative Version)” juga mulai menarik perhatian penikmat musik.

Dalam fase awal perilisannya, video tersebut telah mengumpulkan lebih dari 4.000 penayangan dan berpotensi terus bertambah seiring meningkatnya antusiasme penggemar.

Secara musikal, aransemen yang lebih sederhana justru memberi ruang lebih luas bagi vokal Ifan untuk menyampaikan emosi.

Pendengar diajak masuk ke dalam kisah seseorang yang masih berusaha mempertahankan hubungan meski berbagai upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil.

Lirik seperti “Segala cara t’lah ku coba” hingga “Telah ku pertaruhkan semua egoku ini” menjadi gambaran tentang perjuangan seseorang yang rela mengesampingkan harga diri demi mempertahankan orang yang dicintai.

Sementara penggalan “Karena aku tak bisa sendiri” memperlihatkan betapa besar rasa kehilangan yang masih membayangi tokoh dalam lagu.

Makna Lirik Sarat Penyesalan dan Harapan

Jika dicermati lebih dalam, “Apa Kabar (Alternative Version)” tidak hanya berbicara mengenai kerinduan.

Lagu ini juga merekam perjalanan emosional seseorang yang dihantui penyesalan setelah sebuah hubungan berakhir.

Ungkapan “Telah ku pertaruhkan semua egoku ini” menunjukkan adanya kesediaan untuk berubah dan menurunkan gengsi demi memperbaiki hubungan.

Namun, usaha tersebut belum mampu menghadirkan akhir yang diinginkan.

Sementara kalimat “Ku pendam harapan kau untuk kembali” menggambarkan harapan yang masih tersimpan, meski peluang untuk kembali bersama semakin tipis.

Di sisi lain, frasa “Kepala ku patah tanpamu” merupakan bentuk hiperbola yang menggambarkan kondisi batin yang hancur akibat kehilangan.

Kalimat tersebut bukan dimaknai secara harfiah, melainkan menjadi simbol tekanan emosional yang dirasakan seseorang setelah ditinggalkan.

Melalui versi alternatif ini, Ifan Seventeen kembali menegaskan ciri khasnya sebagai penyanyi yang konsisten mengangkat tema-tema percintaan dengan pendekatan emosional.

Aransemen baru yang lebih syahdu membuat pesan lagu terasa semakin kuat sekaligus memberi pengalaman mendengarkan yang berbeda dibandingkan versi sebelumnya.

Dengan menggabungkan lirik yang sederhana, aransemen yang lebih intim, dan interpretasi vokal yang emosional, “Apa Kabar (Alternative Version)” berpotensi menjadi salah satu lagu yang kembali menarik perhatian penikmat musik Indonesia, khususnya mereka yang menyukai lagu bertema patah hati, penyesalan, dan kerinduan.

Lirik Lagu Apa Kabar – Ifan Seventeen

Apa kabar kamu di sanaTahukah kau ku trus bertanyaMasihkah ku ada di hatimu berdiamTemani harimu
Segala cara t’lah ku cobaHanya untuk buatmu kembali
Telah ku pertaruhkan semua egoku iniKembali padaku
Ohhhh
reff:
Karena aku tak bisa sendiriSadarkah engkau ku masih di siniKu pendam harapan kau untuk kembaliKu kalah, ku patah
Tanpamu
Telah ku pertaruhkan semua egoku iniKembali padaku
Ohhhh
Karena aku tak bisa sendiriSadarkah engkau ku masih di siniKu pendam harapan kau untuk kembaliKu kalah, ku patah
Tanpamu

Karena aku tak bisa sendiriSadarkah engkau ku masih di siniKu pendam harapan kau untuk kembaliKu kalah, ku patahTanpamu.

(*)




Single Baru Ungu “Utara-Selatan” Bawa Cerita Perpisahan: Saat Cinta Tak Lagi Sejalan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah lama dinantikan para penggemar, grup band Ungu kembali menghadirkan karya terbaru melalui single berjudul “Utara-Selatan”.

Lagu tersebut resmi dirilis pada Jumat 31 Juli 2026 pukul 00.00 WIB dan kini tersedia di berbagai platform musik digital.

Mengusung tema tentang perpisahan dan perjalanan cinta yang tidak lagi berada dalam satu arah, “Utara-Selatan” membawa karakter khas Ungu melalui balutan musik emosional dengan lirik yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

Lagu ini tidak bercerita tentang hilangnya rasa cinta, melainkan tentang dua orang yang masih memiliki perasaan, tetapi harus menerima kenyataan bahwa tujuan hidup mereka telah berbeda.

Melalui penggalan lirik “Berpisahlah kita berbeda, mimpimu ke utara aku ke Selatan, tak lagi ada satu tujuan”, Ungu menggambarkan situasi ketika sebuah hubungan harus berakhir karena masing-masing memilih jalan yang tidak sama.

Bukan sekadar kisah tentang jarak, “Utara-Selatan” menghadirkan makna bahwa perpisahan terkadang terjadi bukan karena kurangnya kasih sayang, tetapi karena kehidupan membawa seseorang menuju arah yang berbeda.

Nuansa kehilangan juga terasa kuat dalam lagu ini.

Sosok yang dulu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup akhirnya hanya tersisa sebagai kenangan yang masih membekas.

Pada bagian lain, Ungu menghadirkan gambaran tentang rasa rindu yang tidak lagi memiliki tempat untuk kembali.

Cinta masih ada, tetapi keadaan membuat hubungan tersebut tidak mungkin dipertahankan.

Sejak dirilis, lagu ini langsung mendapat respons dari pendengar. Hingga Jumat siang 31 Juli 2026, “Utara-Selatan” telah mencatat puluhan ribu pendengar di salah satu platform musik digital.

Kehadiran single terbaru ini menjadi lanjutan perjalanan panjang Ungu di industri musik Indonesia.

Band yang dikenal dengan karya-karya pop rock dan balada romantis tersebut telah bertahan hampir tiga dekade sejak terbentuk pada 1996.

Lirik lagu Utara-Selatan

(*)

Langit malam bicara sunyi

Hening menyelimuti bumi

Kau disana aku disini

 Ada jarak yang tak terjembatani

Ada luka yang tak terobati.

 

Reff:

 

Berpisahlah kita berbeda

Mimpimu ke utara aku ke Selatan

 Tak lagi ada satu tujuan

Berpisahlah meski hati tertinggal.

(**)

Angin berhembus bawa kabar

Namun semua terasa hambar

Cinta kita seperti debu di udara

Tak bisa ku sentuh walau dekat

Hanya bayangan terus melekat

Perjalanan Panjang Ungu di Musik Indonesia

Sebelum dikenal luas dengan nama Ungu, perjalanan band ini bermula dari sebuah grup bernama Glasses.

Nama Ungu kemudian dipilih sebagai identitas baru yang membawa mereka menuju panggung musik nasional.

Dalam perjalanan kariernya, Ungu mengalami sejumlah perubahan formasi hingga akhirnya dikenal dengan susunan personel yang membawa mereka meraih popularitas besar, yakni Pasha sebagai vokalis, Makki pada bass, Enda dan Oncy pada gitar, serta Rowman sebagai penggebuk drum.

Sejumlah lagu Ungu sebelumnya telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia, terutama karya-karya yang mengangkat tema cinta, kehilangan, harapan, dan dinamika kehidupan.

Melalui “Utara-Selatan”, Ungu kembali mempertahankan kekuatan utama mereka: menyampaikan cerita emosional melalui lirik sederhana yang mudah dirasakan pendengar.

Lagu ini menjadi pengingat bahwa tidak semua kisah cinta berakhir karena rasa yang hilang.

Terkadang, dua orang harus berpisah karena mereka memang ditakdirkan berjalan menuju arah yang berbeda.(*)




Tantangan ‘Dua Putera Kerinci’ Nasrul dan Atma Jaya di Depan Mata

OLEH : Andri Brilliant

REGENERASI Kepala Dinas Pemprov Jambi asal Kabupaten Kerinci terjadi. Kadis Kelautan dan Perikanan Asraf serta Kadis Perpustakaan Arsip Daerah Tema Wisman yang mendekati pensiun disegarkan dengan 2 kadis baru asal Bumi Sakti Alam Kerinci.

Gubernur Al Haris pada Kamis malam 16 Juli 2026 memutuskan melantik 2 anak buahnya itu hasil dari seleksi lelang jabatan.

Disclaimer dahulu ya, tulisan ini tentu bukan soal Primordialisme atau penulis tak nasionalisme, tapi lebih tentang semangat keduanya membawa harapan dampak bagi masyarakat jambi sebagai perwakilan kabupaten paling ujung barat Jambi itu.

Dialah Ir. Nasrul, ST, MT dan Drs. Atma Jaya, M. Si. Satunya pejabat kenyang pengalaman mengerti khatam sistem ke-PU-an dan satunya lagi senior ASN Pemprov Jambi yang teruji alias dedengkotnya IPDN Jambi.

Keduanya dipercaya mempimpin dinas beranggaran jumbio untuk pemberdayaan masyarakat di Pemprov Jambi.

Nasrul merupakan Kadis baru rasa lama, ia telah dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Kadis PUPR dan Perkim hingga meraih peringkat satu terbaik sebagai Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Jambi.

Nasrul merupakan sosok kelahiran Keliling Danau Kabupaten Kerinci tahun 1975. Ia kenyang pengalaman, semua bidang di PU hampir pernah didudukinya.

Mulai dari UPTD Alkal, Bidang Sumber Daya Air hingga terakhir menjadi Kepala Bidang Cipta Karya. Jabatan bidang CK paling mentereng, ia menjadi penanggung jawab bidang pekerjaan Stadion Swarna Bhumi dan Islamic Center, salah dia dari lima proyek Multiyears Gubernur Al Haris yang akan menjadi legacy itu.

Berangkat dari itu, pria yang sering disapa Wo Nasrul itu memiliki pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

Tantangan di depan mata adalah merealisasikan program ‘tahunan’ bedah rumah 2026. Yang saat ini masuk tahap rekrut pendamping.

Tahun ini ada 555 kuota yang bedah rumah yang dinantikan masyarakat kurang mampu. Rumah yang termasuk tak layak huni akan disulap menjadi layak untuk ditinggali menggunakan fulus APBD Provinsi Jambi masing-masing Rp20 juta per rumah.

Program ini jadi salah satu unggulan Haris-Sani sejak periode pertama menjabat ini.

Kini perkembangan terakhirnya, diakui Nasrul sedang direkrut tenaga pendamping atau tenaga teknis untuk mengawasi pelaksanaan ini.

Tantangannya perlu percepatan mengingat tahun 2026 yang makin dekat ke penghujung tahun.

Yang tak boleh luput dari harapan adalah kuota bedah rumah yang tahun lalu banyak mendapat protes masyarakat Kerinci. Saat itu kalangan aktivis Kerinci-Sungai penuh protes jumlah kuota Kerinci Sungai Penuh yang dinilai sedikit hingga membuat anggota Komisi III Dapil Kerinci-Sungai Penuh Arwianto tak bisa tidur dan bertekad lebih banyak di 2026.

Hal itu, tentu akan menjadi ujian tersendiri bagi Nasrul memformulasikan pembagian bedah rumah sesuai regulasi yang berkeadilan.

Untuk Kerinci yang tanah kelahirannya itu, perlu satu kesatuan untuk duduk bersama dengan sosok pemersatu DPRD Provinsi Jambi Dapil Kerinci-Sungai Penuh seperti Arwiyanto, Edminuddin.

Jangan juga lupa dengan sosok legislator muda progresif seperti Afuan Yuza Putra (AYP), Rucita, dan Darmaiyansyah.

Nasrul sendiri telah menyusun langkah usai pelantikan. Saat di wawancara para wartawan menurutnya program bantuan perumahan masyarakat miskin ekstrem di Provinsi Jambi juga akan didorong melalui skema pendanaan alternatif.

Nasrul mengklaim pihaknya segera menggandeng sektor swasta dan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menyiasati efisiensi anggaran pemerintah.

Dikatakannya, inovasi pelibatan pihak ketiga menjadi solusi mendesak agar target penyediaan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu tidak terhambat oleh keterbatasan anggaran daerah.

Terpisah, kemudian yang tak kalah beratnya adalah tugas Atma Jaya. Pria yang diangkat Gubernur jambi Al haris karena telah teruji pengalaman dan senioritasnya. Terakhir ia promosi dari Sekretaris Dinas Perhubungan menjadi Pejabat Eselon II Pemprov.

Atma Jaya dipercaya menjadi Kepala Dinas yang paling panjang namanya di Pemprov Jambi : Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2).

Tugas Atma Jaya yang kelahiran tahun 1970 ini tentu kompleks. Tercermin dari panjangnya nama dinas ini, tepat bila ada usulan dari dalam dinas itu untuk pemisahan dinas seperti Pengendalian Penduduk dipisahkan tersendiri menjadi Dinas Pemerintah Masyarakat Desa.

Atma Jaya akan dihadapkan pada penyaluran Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) Rp100 juta untuk setiap desa di Provinsi Jambi. Dimana pada Juli ini yang telah disalurkan adalah tunda bayar untuk tahun 2025.

Sedangkan untuk penyaluran tahun 2026 masih proses penyusunan penyesuaian regulasi baru.

Makin tinggi tingkat kesulitannya, karena eksekusi kegiatan di tingkat bawah ke depan makin beragam seperti BKBK bisa dipergunakan untuk program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Reformasi Birokrasi Integratif (RBI), hingga rencana pengadaan kendaraan roda dua untuk operasional perangkat desa dan kelurahan.

Penyaluran yang tepat waktu dan draft perubahan regulasi yang jelas harus secepatnya dirampungkan dan adil bagi semua.

Dari sisi sosialisasi dan action perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan pun juga perlu ditingkatkan Atma Jaya yang juga Ketua Atlet Tenis Veteran-nya (Baveti) Provinsi Jambi ini.

Negara melalui pemprov harus selalu hadir untuk melindungi anak dan memberdayakan perempuan Jambi. (*)

*Penulis Adalah Wartawan Lulusan Jenjang Utama UKW PWI. Pernah menjadi Ketua Harian Ikatan Pemuda Kerinci-Sungai Penuh 2022-2024.(*)




Enam Band Lokal Bakar Panggung Rock Rise Vol. VI, Musik Rock Jambi Kembali Bergelora

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dentuman gitar distorsi, gebukan drum, dan energi musik cadas kembali memenuhi Kota Jambi.

Event musik tahunan Rock Rise Vol. VI sukses digelar di Kesiko Sosial Space, kawasan Beringin, Kota Jambi, Selasa 14 Juli 2026 malam.

Gelaran tersebut kembali mempertegas eksistensi musik rock di Provinsi Jambi dengan menghadirkan musisi lokal, komunitas, serta ratusan penikmat musik dalam satu panggung penuh energi.

Sejak sore hari, area acara mulai dipadati pengunjung dari berbagai wilayah.

Tidak hanya menjadi hiburan, Rock Rise juga menjadi ruang temu bagi musisi dan komunitas untuk mempererat hubungan sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem musik rock di Jambi.

Enam band tampil dalam perhelatan kali ini, masing-masing membawa warna musik berbeda, yakni Sektor Thirteen, Tiga Empat Tiga, Allbezt Reborn, Enjoy Band, Greget, dan Titinaka.

Mulai dari rock alternatif, rock n roll, progressive rock hingga metal, seluruh karakter musik tersebut berhasil menghadirkan atmosfer berbeda sepanjang malam.

Enam Band, Enam Warna Musik

Panggung Rock Rise Vol. VI dibuka oleh Sektor Thirteen. Band tersebut tampil dengan sajian rock yang kuat dengan sentuhan lirik bernuansa pesan sosial dan kritik kehidupan.

Penampilan awal itu langsung membangun atmosfer konser dan memancing antusiasme penonton.

Energi semakin meningkat ketika band asal Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tiga Empat Tiga, mengambil alih panggung.

Dengan karakter rock yang khas, mereka tampil atraktif dan berhasil membuat penonton larut dalam alunan musik yang mereka bawakan.

Berikutnya, giliran Allbezt Reborn menghadirkan aksi panggung penuh musikalitas. Band asal Jambi tersebut membawa nuansa progressive rock dengan membawakan lagu-lagu bernuansa Dream Theater.

Kualitas permainan instrumen serta kekompakan antarpersonel mendapat respons positif dari penonton yang hadir.

Suasana semakin akrab ketika Enjoy Band tampil. Grup musik yang dipunggawai Eko Sinyo tersebut menjadi salah satu penampil yang konsisten mengikuti perjalanan Rock Rise sejak volume pertama.

Lagu-lagu rock yang mereka bawakan sukses mengajak penonton bernyanyi bersama.

Memasuki puncak acara, Greget menghadirkan atmosfer berbeda melalui karakter musik metal yang lebih agresif.

Permainan gitar dengan distorsi tebal, hentakan drum yang kuat, serta aksi panggung penuh energi membuat suasana semakin panas.

Sebagai penutup, Titinaka berhasil mengakhiri Rock Rise Vol. VI dengan penampilan yang memikat.

Band beranggotakan tiga personel tersebut memberikan sajian terakhir yang menjadi penutup sempurna bagi malam perayaan musik rock tersebut.

Rock Rise Jadi Ruang Kreativitas Musisi Jambi

Pendiri Rock Rise, Eko Sinyo bersama Andri JmbPro, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut.

Menurut mereka, keberhasilan Rock Rise Vol. VI tidak lepas dari dukungan sponsor, panitia, musisi, komunitas, media partner, serta para pecinta musik rock yang hadir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor, panitia, musisi, komunitas, media partner, serta seluruh pecinta musik rock yang telah hadir dan menjadi bagian dari Rock Rise Vol. VI. Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan ruang berkumpul dan berkarya bagi musisi rock di Jambi,” ujar mereka.

Mereka berharap Rock Rise dapat terus menjadi agenda tahunan yang memberikan ruang bagi musisi lokal untuk berkarya, memperkenalkan musik mereka, serta memperkuat solidaritas antar komunitas musik di Jambi.

Kesuksesan Rock Rise Vol. VI menjadi bukti bahwa musik rock masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat Jambi.

Lebih dari sekadar pertunjukan musik, Rock Rise kini berkembang menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan semangat menjaga denyut musik rock tetap hidup di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.(*)




Eko Sinyo Bangun Rock Rise dari Nol, Kini Jadi Rumah Musisi Rock Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah dominasi musik populer dan cepatnya perubahan tren industri hiburan, komunitas musik rock di Kota Jambi masih tetap bertahan.

Salah satu sosok yang konsisten menjaga denyut skena tersebut adalah Eko Sinyo, musisi sekaligus penggagas Rock Rise, sebuah panggung independen yang kini menjadi ruang berkumpul sekaligus berkarya bagi para pelaku musik rock di Jambi.

Bagi Eko, Rock Rise tidak pernah dimaksudkan sekadar menjadi konser musik.

Sejak awal, ia ingin menghadirkan sebuah ruang yang mampu menyatukan para musisi lintas generasi, dari band-band senior hingga kelompok muda yang baru memulai perjalanan mereka di dunia rock.

Gagasan itu lahir pada 2021, ketika aktivitas panggung musik di Jambi sempat meredup dan banyak band kehilangan kesempatan tampil.

Bersama sejumlah rekan komunitas, Eko kemudian memulai Rock Rise dengan konsep sederhana, mengandalkan semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Rock Rise bukan hanya tentang musik. Yang kami bangun adalah rasa persaudaraan. Kami ingin menunjukkan bahwa musik rock di Jambi masih hidup dan masih memiliki banyak musisi yang layak mendapatkan ruang,” ujar Eko, Senin 13 Juli 2026.

Perjalanan Rock Rise tidak langsung berjalan mulus. Berawal dari panggung sederhana dengan fasilitas terbatas, acara tersebut perlahan berkembang hingga kini memasuki penyelenggaraan keenam.

Setiap edisi menghadirkan semakin banyak band lokal dari berbagai warna musik rock dan metal yang tampil bergantian di hadapan komunitasnya sendiri.

Di luar aktivitas sebagai penggerak komunitas, Eko juga dikenal sebagai gitaris Enjoy Band, salah satu grup rock yang cukup lama eksis di Jambi.

Bersama band tersebut, ia tetap aktif manggung sembari mendorong munculnya regenerasi musisi baru agar skena rock daerah tidak kehilangan penerus.

Dalam membangun Rock Rise, Eko tidak berjalan sendiri. Ia berkolaborasi dengan Andry JMBpro untuk menyusun konsep acara, membangun jejaring komunitas, hingga mengoordinasikan pelaksanaan setiap penyelenggaraan.

Sinergi keduanya membuat Rock Rise mampu bertahan dan terus berkembang di tengah berbagai tantangan.

Menurut Eko, ukuran keberhasilan sebuah acara musik bukan semata dilihat dari ramainya penonton atau megahnya panggung.

Yang lebih penting adalah terciptanya ruang bagi musisi untuk saling bertemu, berbagi pengalaman, dan menjaga solidaritas.

“Event ini menjadi ajang silaturahmi. Semangat utama kami adalah menjaga persaudaraan antarmusisi rock di Jambi agar tetap kuat,” katanya.

Semangat itulah yang kembali dibawa dalam penyelenggaraan Rock Rise Vol. VI yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026 di Kesiko Sosial Space, Simpang Kebun Kopi, Kota Jambi.

Melalui panggung tersebut, Eko berharap semakin banyak generasi muda mengenal musik rock sekaligus melihat bahwa komunitas musik lokal masih memiliki ruang untuk tumbuh dan berkarya.

Di tengah derasnya arus industri musik yang terus berubah, Eko memilih tetap berada di jalur yang diyakininya sejak lama.

Baginya, musik rock bukan sekadar dentuman drum atau distorsi gitar, melainkan tentang karakter, konsistensi, dan semangat kebersamaan yang terus dijaga dari satu generasi ke generasi berikutnya.(*)