Program Beasiswa Guru UNAIR 2025 Dibuka, Fokus Tingkatkan Kompetensi SMP SMA SMK

SURABAYA, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Airlangga (UNAIR) meluncurkan Program Beasiswa Guru bagi pendidik SMP, SMA, dan SMK di Jawa Timur.

Program beasiswa ini dibuka bagi guru yang lolos seleksi mahasiswa baru jenjang magister mulai 14 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan menengah dengan memperkuat kompetensi guru melalui studi lanjut yang relevan.

Direktur Direktorat Pendidikan UNAIR, Dr Maftuchah Rochmanti, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan, karena kualitas pendidikan tinggi sangat dipengaruhi oleh mutu lulusan sekolah menengah.

“Tujuan utamanya memang meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan tinggi berasal dari sekolah menengah, sehingga kami berkontribusi memperkuat kualitas guru,” ujar Maftuchah.

Program beasiswa ini juga merupakan hasil koordinasi Rektor UNAIR dengan Gubernur Jawa Timur, sehingga prioritas diberikan bagi guru di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya dan sekitarnya.

Beasiswa ini tersedia untuk guru mata pelajaran yang sesuai dengan sembilan program studi magister UNAIR, yakni: Kimia, Biologi, Matematika, Sosiologi, Ilmu Kesehatan Olahraga, Ilmu Ekonomi, Sains Ekonomi Islam, Bioteknologi Perikanan dan Kelautan, serta Ilmu Perikanan.

Setiap program studi menyediakan kuota awal dua guru, dengan kemungkinan penambahan kuota di masa depan sesuai antusiasme peserta.

Fasilitas beasiswa mencakup bebas biaya registrasi, pembebasan UKT selama empat semester, dan biaya wisuda.

Maftuchah menekankan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah menengah, karena kualifikasi magister akan memperkuat kompetensi guru dalam menjalankan tugasnya di kelas.

“Kami berharap guru tetap dapat mengajar sambil menempuh studi magister, dengan izin kepala sekolah, hingga menyelesaikan studinya,” tambah Maftuchah.

UNAIR berharap program ini menjadi langkah awal memperluas kontribusi universitas dalam penguatan sumber daya manusia, khususnya sektor pendidikan menengah di Jawa Timur.(*)




Astra Honda SDGs Future Leaders 2025 Dorong Generasi Muda, untuk Pembangunan Berkelanjutan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda melalui program Astra Honda SDGs Future Leaders 2025 (SFL).

Mengusung tema “Synergy for Sustainability”, program ini diikuti oleh 259 tim mahasiswa dari 116 perguruan tinggi di 29 provinsi dengan ide kontribusi sosial yang berdampak di masing-masing wilayah.

Rangkaian kegiatan SFL 2025 yang berlangsung dari Juli hingga November 2025 memilih tiga tim terbaik berdasarkan kreativitas, kebermanfaatan program, dan potensi keberlanjutan.

Implementasi ide ketiga tim pemenang ini didukung Yayasan AHM dengan total pendanaan senilai Rp126 juta.

Tim Pemuda Berkarya dari Universitas PGRI Madiun meraih posisi terbaik dengan program Pemberdayaan Petani Madu di Dusun Maron, Madiun. Program ini membantu puluhan petani melalui penanaman pohon bunga sebagai sumber pakan lebah, penerapan IoT untuk penyiraman, serta pembuatan alat pemanen madu modern.

Selain itu, inisiasi wisata edukasi pemberdayaan lebah membuka potensi pendapatan baru bagi masyarakat setempat.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Yayasan AHM. Kami diberikan ruang untuk langsung terjun ke masyarakat dalam menjawab isu sosial terkait ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Yoga Ferry Pradana, Ketua Tim Pemuda Berkarya.

Tim Gehu dari Universitas Diponegoro mengusung program Mengubah Limbah Tahu Menjadi Pupuk Cair Biofertilizer di Desa Gogik, Semarang.

Sementara tim Arunika Berdaya dari Universitas Gadjah Mada menjalankan Aksi Konservasi Energi dan Air di Pesisir Pantai Kayu Arum, Gunungkidul, Yogyakarta.

Seluruh tim terbaik mendapatkan pendampingan mentor profesional selama implementasi program.

Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menekankan bahwa program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepemimpinan sosial dan mendorong percepatan pencapaian SDGs di Indonesia.

“Kami ingin mahasiswa memiliki kepekaan sosial dengan turut andil menciptakan solusi berkelanjutan yang berdampak,” ujar Muhibbuddin.

Selain pendanaan, ketiga tim terbaik juga menerima beasiswa pendidikan berdasarkan evaluasi akhir.

Tim Pemuda Berkarya mendapatkan beasiswa Rp10 juta, Tim Gehu Rp7,5 juta, dan Tim Arunika Berdaya Rp6 juta.

Ajang SFL 2025 menantang mahasiswa untuk merespons masalah sosial di masyarakat melalui seleksi proposal, presentasi, hingga evaluasi lapangan, guna memastikan setiap inisiatif berjalan terukur, kolaboratif, dan berdampak jangka panjang.(*)




Miris, 12 Siswa SDN 160 Bungo Terpaksa Belajar di Lantai karena Fasilitas Minim

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kondisi memprihatinkan dialami 12 siswa kelas IV SD Negeri (SDN) 160 Baru Balai Panjang, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi.

Para siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai akibat minimnya fasilitas meubelair di sekolah tersebut.

Para siswa hanya mengandalkan meja duduk seadanya, bahkan satu-satunya meja duduk yang tersedia kini sudah rusak.

Meski fasilitas belajar sangat terbatas, semangat belajar para siswa tetap tinggi.

Tidak hanya masalah meubelair, kondisi gedung sekolah yang dipimpin Plt. Kepala Sekolah Rosa Eriyoni, S.Pd, juga dalam keadaan mengkhawatirkan.

Bagian teras, atap, dan dek bangunan mengalami kerusakan parah dan dinilai berpotensi roboh.

Rosa Eriyoni yang didampingi Pengawas Sekolah Korwil V Jujuhan–Jujuhan Ilir, Muhammad Syarif, S.Pd, membenarkan kondisi tersebut.

“Benar, sebanyak 12 siswa kami harus belajar di lantai karena keterbatasan meja dan kursi. Kondisi gedung juga sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Menurut Rosa, pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi gedung kepada pemerintah, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Sudah berkali-kali kami usulkan, tetapi belum ada bantuan. Harapan kami Pemkab maupun Pemprov dapat membantu agar gedung SDN 160 bisa diperbaiki,” tambahnya.

Pengawas sekolah, Muhammad Syarif, turut menegaskan bahwa SDN 160 adalah satu-satunya sekolah di wilayah Jujuhan dan Jujuhan Ilir yang belum pernah menerima bantuan renovasi.

“Benar, kondisi siswa belajar di lantai dan gedung sekolah sangat memprihatinkan. Di kecamatan Jujuhan dan Jujuhan Ilir hanya SDN 160 yang belum pernah mendapat bantuan. Semoga tahun 2026 ada perhatian,” ucapnya.

Kondisi ini menjadi sorotan mengenai pemerataan fasilitas pendidikan di Kabupaten Bungo.

Masyarakat berharap pemerintah segera menindaklanjuti permohonan tersebut demi kenyamanan dan keselamatan para siswa dalam belajar.(*)




IPB Berjaya di Peringkat Dunia: Unggul dalam Riset Interdisipliner Versi THE 2026

BOGOR, SEPUCUKJAMBI.ID – IPB University kembali mencatat prestasi internasional setelah menempati peringkat ke-42 dunia dalam Times Higher Education (THE) Interdisciplinary Science Rankings 2026.

Capaian ini sekaligus menjadikan IPB sebagai kampus terbaik di Indonesia untuk kategori riset interdisipliner, mengungguli ITB yang berada di posisi global 73.

Prestasi tersebut bukan sekadar keberuntungan. IPB dikenal kuat dalam riset lintas disiplin, menggabungkan bidang pertanian, bioteknologi, lingkungan, ketahanan pangan, hingga ilmu sosial.

Keunggulan ini didukung fasilitas penelitian yang sangat komprehensif.

Mulai dari laboratorium modern, perpustakaan pusat, inkubator inovasi, hingga “living laboratories” seperti hutan pendidikan, perkebunan, peternakan, stasiun budi daya laut, dan berbagai lokasi konservasi yang menjadi pusat riset kolaboratif.

Dalam keterangan resminya, IPB menegaskan bahwa kampus terus mendorong pembentukan kelompok riset multidisiplin serta memberikan insentif publikasi internasional lintas bidang bagi para dosen dan peneliti.

Upaya ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan output akademik dan reputasi global kampus.

Meski demikian, peringkat tersebut berlaku khusus untuk kategori riset interdisipliner.

Artinya, kampus dengan kekuatan bidang tertentu seperti teknik atau sains terapan misalnya ITB tetap berpeluang unggul di segmen lainnya.

Keunggulan IPB terletak pada keragaman pendekatan riset dan kolaborasi antarbidang.

Pencapaian ini mengukuhkan bahwa kampus berbasis pertanian, lingkungan, dan ilmu terapan seperti IPB mampu bersaing di tingkat dunia.

Dengan strategi riset interdisipliner yang kuat serta fasilitas yang terus dikembangkan, IPB menunjukkan bahwa inovasi Indonesia bisa berdiri di garis terdepan global.(*)




Prabowo Dorong Materi Lingkungan Masuk Silabus Nasional Usai Bencana di Aceh dan Sumatera

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan pentingnya memasukkan materi lingkungan hidup ke dalam silabus sekolah di seluruh Indonesia.

Ajakan ini disampaikan dalam peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025), setelah banjir dan longsor menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan perlunya meningkatkan pendidikan lingkungan bagi siswa, tidak hanya secara teori tetapi juga melalui tindakan nyata.

“Saya yakin para guru sudah mulai, tapi kita perlu menambah kesadaran akan pentingnya menjaga alam, menjaga hutan-hutan kita,” ujarnya.

Prabowo menambahkan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama.

“Kita harus mencegah pembabatan pohon, perusakan hutan, dan menjaga sungai tetap bersih agar mampu menampung debit air yang datang tiba-tiba,” katanya.

Seruan ini sejalan dengan upaya pemerintah memitigasi dampak bencana yang terjadi di wilayah Sumatra.

Kurikulum lingkungan diharapkan dapat menanamkan kepedulian ekologis sejak usia dini dan membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap hutan, sungai, dan ekosistem Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang negara dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencegah bencana melalui pendidikan.(*)




Keren! FIK UNP Gelar Pelatihan Guru PJOK Padang, Kenalkan Media Pembelajaran AI dan Canva

PADANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) sukses menggelar pelatihan dan pendampingan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SMP se-Kota Padang.

Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 2 Kota Padang dan diikuti oleh seluruh guru PJOK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kota Padang.

Pelatihan ini dipimpin oleh Dr Asep Sujana Wahyuri, SSi, MPd, dosen FIK UNP sekaligus Ketua Tim Pengabdian, didampingi oleh anggota tim pengabdian Abdur Rohim Fadlan, MPd, serta dua mahasiswa FIK UNP.

Menurut Dr. Asep, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PJOK dalam memanfaatkan teknologi berbasis AI, khususnya melalui platform Canva, dalam proses belajar-mengajar.

“Kami berharap para guru dapat menciptakan media pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital,” ungkap Dr Asep.

Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar guru PJOK di tingkat SMP mampu mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dan menarik, seiring dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 yang semakin digital.

Ketua MGMP PJOK Kota Padang, Reki Elmiyanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.

“Pelatihan ini adalah langkah penting. Penggunaan AI dan Canva membuka peluang baru bagi guru PJOK untuk menyampaikan materi yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian FIK UNP bersama MGMP PJOK Kota Padang merancang pembentukan Forum Inovasi Pembelajaran PJOK Berbasis AI, yang akan menjadi wadah kolaborasi dan pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi para guru.(*)

sumber: Minangsatu.com




Transformasi Media Digital dalam Politik, Prosumenesia Resmi Diluncurkan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Doktor Ilmu Komunikasi (DIK) Angkatan 33 Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta menggelar seminar nasional sekaligus peluncuran buku berjudul “Prosumenesia: Transformasi Media Digital dalam Politik dan Demokrasi”, Kamis (11/9/2025) di Gedung DPR RI, Ruang GBHN Nusantara V.

Acara ini menghadirkan para penulis buku dan narasumber dari berbagai latar belakang seperti politikus, akademisi, hingga tokoh agama. Turut hadir sebagai pembicara antara lain:

  • Dr.(Can). H. Rahmat Saleh, S.Farm, M.I.P – Anggota DPR RI & Wasekjen PKS

  • Dr.(Can). Andre Sainyakit, S.S, M.A – Tokoh agama dari Ambon

  • Dr.(Can). Mira Natalia Pellu, M.I.Kom – Perwakilan Generasi Z

  • Prof. Dr. Johanes Basuki, M.Psi. – Penelaah independen & Guru Besar STIA-LAN

Peluncuran buku ini juga dihadiri oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi Usahid, Dr. Prasetya Yoga Santoso, serta Dr. Mirza Ronda sebagai penggagas dan editor utama buku Prosumenesia.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dr. H. Sukamta, mewakili Presiden PKS sebagai keynote speaker, menegaskan bahwa era digital ibarat pisau bermata dua.

“Di satu sisi, membuka ruang partisipasi publik yang luas, di sisi lain menghadirkan tantangan serius seperti misinformasi, disinformasi, echo chamber, dan polarisasi,” jelasnya.

Buku Prosumenesia membahas bagaimana transformasi media digital telah mengubah pola komunikasi politik masyarakat Indonesia.

Konsep prosumer—yaitu individu yang tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga memproduksi informasi—menjadi tema sentral buku ini.

Salah satu temuan utama dalam buku ini adalah pentingnya peran Generasi Z dan Milenial, yang mencakup sekitar 60 persen pemilih pada Pemilu 2024.

Mereka menggunakan media sosial sebagai platform utama untuk, mencari informasi politik, menyampaikan opini, mengikuti kampanye digital hingga terlibat dalam petisi online dan kampanye tagar.

Dr.(Can). Rahmat Saleh menekankan bahwa generasi muda bukan sekadar target suara, tapi aktor utama dalam demokrasi digital.

Sementara itu, Mira Natalia menyoroti fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang kerap menjadi pendorong perilaku digital masyarakat, seperti yang terjadi pada kasus viral “Cokelat Dubai”.

Dr.(Can). Andre Sainyakit (Romo) turut memberikan pandangan dari perspektif perdamaian dalam politik.

Ia mengutip pemikiran Paulo Freire dan Jürgen Habermas, menekankan pentingnya ruang publik yang rasional, terbuka, dan dialogis.

“Politik damai berarti mendengarkan, berdialog, dan berpihak pada keadilan substantif,” ujarnya.

Buku ini merupakan hasil riset kolaboratif dari 23 penulis Program Doktor Ilmu Komunikasi Usahid, yang secara mendalam menganalisis fenomena prosumer dalam konteks politik digital Indonesia.

Beberapa rekomendasi kebijakan strategis yang ditawarkan dalam buku ini meliputi, transparansi kepemilikan media, penguatan literasi digital dan media, kolaborasi lintas generasi, peningkatan peran generasi muda dalam kebijakan publik dan penguatan sistem cek fakta dalam kampanye digital.

Seminar dan peluncuran buku Prosumenesia ini dihadiri lebih dari 100 peserta, termasuk akademisi, politisi, mahasiswa, serta tenaga ahli DPR.

Acara berlangsung interaktif, membahas secara mendalam tren baru komunikasi digital dalam demokrasi Indonesia.

Para penulis buku Prosumenesia terdiri Andi Mirza Ronda, Andreas Sainyakit, Fatimah Bilqis, Fitri Sarasati
Pritha Ayodya Basuki, Wahyu Adi Setyo Wibowo, Tri Wahyuti, India Aristyavani, Edi Nur wahyu Julianto, Henry Sianipar
Herman Novri Kristiansen, Hayatun Nufus Hamami, Hamzah Ramadhan dan Rachmat Hidayat.

Kemudian Rahmat Saleh, Riski M Baskoro, Suci Rahma Yusrafitri, Yusnaini, Mira Natalia Pellu, Marwan Hadi, Miftahul Anwar, Ade Haryana. (*)




Kematian Balita Cacingan: Kasus Tragis dan Cara Pencegahannya

RAYA BALITA YANG MENINGGA AKIBAT TUBUHNYA DIPENUHI CACING

SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang balita berusia tiga tahun ditemukan meninggal dan tubuhnya dipenuhi cacing kasus tragis yang memicu keprihatinan mendalam. Banyak vidio yang beredar di media sosial mengundang banyak keprihatinan masyrakat, oleh karena itu artikel ini akan membedah penyebab askariasis berat, vaksinasi, sanitasi buruk, hingga pentingnya edukasi kesehatan masyarakat.

Meninggalnya seorang balita tiga tahun karena tubuhnya dipenuhi cacing menjadi sebuah tragedi yang tidak seharusnya terjadi. Infeksi cacing, yang sering dianggap masalah ringan, ternyata bisa berkembang menjadi kondisi mematikan jika dibiarkan tanpa penanganan.

Menurut pakar kesehatan, jenis cacing yang paling sering menyerang anak-anak adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Jika jumlahnya banyak, cacing bisa menumpuk di usus, mengganggu pencernaan, menyerap nutrisi, bahkan menyumbat organ dalam. Anak yang mengalami kondisi ini berisiko menderita gizi buruk, anemia, hingga komplikasi serius yang berujung pada kematian.

Faktor Risiko Utama

Ada sejumlah faktor yang membuat anak-anak rentan terkena cacingan, di antaranya:

  1. Sanitasi buruk – lingkungan kotor, saluran air tidak sehat, serta tidak adanya akses toilet bersih.

  2. Kebiasaan jajan sembarangan – makanan yang tidak higienis bisa mengandung telur cacing.

  3. Kurangnya kebiasaan mencuci tangan – terutama setelah bermain atau sebelum makan.

  4. Tidak rutin diberi obat cacing – anak-anak di daerah endemik wajib mendapat obat cacing minimal dua kali setahun.

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Kasus meninggalnya balita ini harus menjadi pengingat bahwa cacingan dapat dicegah dengan langkah sederhana. Berikut beberapa cara efektif:

  1. Pemberian Obat Cacing Rutin
    Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberian obat cacing setiap enam bulan sekali untuk anak usia 1–12 tahun. Obat ini murah, mudah didapat, dan terbukti efektif menekan angka infeksi.

  2. Menjaga Kebersihan Diri
    Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah bermain. Kebiasaan kecil ini dapat mengurangi risiko tertelan telur cacing.

  3. Menyediakan Air Minum yang Aman
    Pastikan air yang dikonsumsi anak bersih dan matang. Air yang terkontaminasi menjadi media penularan utama penyakit cacingan.

  4. Menggunakan Alas Kaki
    Anak-anak sebaiknya dibiasakan memakai sandal atau sepatu saat bermain di luar rumah. Hal ini mencegah masuknya larva cacing tambang melalui kulit.

  5. Menerapkan Pola Makan Sehat
    Nutrisi yang cukup akan memperkuat daya tahan tubuh anak sehingga tidak mudah terserang penyakit, termasuk infeksi cacing.

  6. Perbaikan Sanitasi Lingkungan
    Program pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta menyediakan toilet sehat sangat penting untuk menekan penyebaran cacing.

Kasus ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak. Pemerintah perlu memperkuat kampanye pencegahan cacingan melalui sekolah, posyandu, dan layanan kesehatan masyarakat. Orang tua pun diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan anak, terutama pada usia balita yang masih sangat rentan.

Dengan pencegahan yang konsisten, kematian akibat cacingan sebenarnya bisa dihindari. Tragedi yang dialami balita tiga tahun ini menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih peduli pada isu kesehatan sederhana yang sering diabaikan, namun berisiko fatal jika disepelekan. (*)




Hebat! Siswa SDN 002 Sarolangun Wakili Jambi di OSN Nasional 2025

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi membanggakan diraih oleh dua siswa SDN 002/VII Pasar Sarolangun II, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Mereka berhasil lolos ke babak semi final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tingkat nasional.

Kepala SDN 002 Pasar Sarolangun, Rusdyanti, M.Pd, didampingi guru pembimbing Siti Nurohmatin, S.Pd, menyampaikan bahwa dua siswa berprestasi tersebut adalah Abidzar Al Ghifari Firmanta dan Alvian Adief Morata.

Keduanya akan bersaing dengan 115 peserta dari seluruh Indonesia di babak semi final.

“Kedua siswa kami berhasil menyingkirkan 2.177 peserta dari berbagai provinsi. Mereka lolos ke 115 besar yang diumumkan pada 31 Agustus 2025 lalu,” ujar Rusdyanti, Senin (1/9/2025).

Keberhasilan ini diumumkan secara resmi oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) – Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, dalam ajang OSN tingkat SD/MI sederajat yang digelar pada 6–7 Agustus 2025.

“Dari hasil seleksi, sebanyak 345 siswa lolos ke tahap semi final, masing-masing 115 peserta dari bidang IPA, IPS, dan Matematika. Alhamdulillah, dua siswa kami masuk di bidang IPA,” tambahnya.

Pihak sekolah kini tengah mempersiapkan kedua siswa menghadapi babak semi final OSN IPA yang dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2025.

Berbagai latihan soal dan pendampingan intensif terus dilakukan agar mereka dapat tampil maksimal.

“Kami terus melatih mereka dengan soal-soal prediktif untuk menghadapi tantangan di semi final nanti. Harapannya, mereka bisa melangkah ke babak final dan membawa nama baik Sarolangun dan Provinsi Jambi,” tutupnya.(*)




Pemprov Jambi Buka Beasiswa S1, S2, S3 Mulai 6 Agustus 2025, Ini Syarat dan Link Pendaftaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi melalui program Pro-Jambi Cerdas kembali membuka kesempatan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3.

Untuk tahap terdekat, pendaftaran beasiswa khusus mahasiswa Strata 1 (S1) akan dibuka mulai 6 Agustus hingga 20 Agustus 2025.

Menurut Pejabat Fungsional Madya Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi, Watni, pendaftaran akan dimulai setelah tahap sosialisasi yang saat ini masih berlangsung.

Tim seleksi beasiswa telah dibentuk dan melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi.

Untuk tahun ini, kuota beasiswa S1 sebanyak 300 orang, terdiri dari 210 kuota untuk mahasiswa kurang mampu, dan 90 kuota untuk mahasiswa berprestasi.

Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan dana pendidikan sebesar Rp12 juta per mahasiswa.

“Mahasiswa yang bisa mendaftar adalah mereka yang sudah menempuh minimal semester 3, agar dipastikan status aktif kuliahnya serta memiliki IPK,” jelas Watni, Minggu (4/8/2025).

📌 Cara Daftar Beasiswa Pro-Jambi Cerdas:

  • Kunjungi situs resmi: http://beasiswa.jambiprov.go.id

  • Daftar secara daring

  • Peserta yang lulus seleksi administrasi akan diminta menyerahkan dokumen autentik

Selain beasiswa S1, tahun ini Pemprov Jambi juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 yang dijadwalkan buka pada September 2025.

Beasiswa S2 tersedia untuk 52 mahasiswa, dengan bantuan Rp20 juta per orang, sedangkan untuk S3, tersedia 102 kuota dengan dana bantuan Rp30 juta per penerima.

Beasiswa untuk jenjang S3 terbuka bagi dosen maupun masyarakat umum.

Khusus mahasiswa S1 kurang mampu, pihak panitia akan melakukan verifikasi faktual langsung ke lapangan, mengacu pada data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) guna memastikan kondisi ekonomi calon penerima.(*)