IPB Berjaya di Peringkat Dunia: Unggul dalam Riset Interdisipliner Versi THE 2026

BOGOR, SEPUCUKJAMBI.IDIPB University kembali mencatat prestasi internasional setelah menempati peringkat ke-42 dunia dalam Times Higher Education (THE) Interdisciplinary Science Rankings 2026.

Capaian ini sekaligus menjadikan IPB sebagai kampus terbaik di Indonesia untuk kategori riset interdisipliner, mengungguli ITB yang berada di posisi global 73.

Prestasi tersebut bukan sekadar keberuntungan. IPB dikenal kuat dalam riset lintas disiplin, menggabungkan bidang pertanian, bioteknologi, lingkungan, ketahanan pangan, hingga ilmu sosial.

Keunggulan ini didukung fasilitas penelitian yang sangat komprehensif.

Mulai dari laboratorium modern, perpustakaan pusat, inkubator inovasi, hingga “living laboratories” seperti hutan pendidikan, perkebunan, peternakan, stasiun budi daya laut, dan berbagai lokasi konservasi yang menjadi pusat riset kolaboratif.

Dalam keterangan resminya, IPB menegaskan bahwa kampus terus mendorong pembentukan kelompok riset multidisiplin serta memberikan insentif publikasi internasional lintas bidang bagi para dosen dan peneliti.

Upaya ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan output akademik dan reputasi global kampus.

Meski demikian, peringkat tersebut berlaku khusus untuk kategori riset interdisipliner.

Artinya, kampus dengan kekuatan bidang tertentu seperti teknik atau sains terapan misalnya ITB tetap berpeluang unggul di segmen lainnya.

Keunggulan IPB terletak pada keragaman pendekatan riset dan kolaborasi antarbidang.

Pencapaian ini mengukuhkan bahwa kampus berbasis pertanian, lingkungan, dan ilmu terapan seperti IPB mampu bersaing di tingkat dunia.

Dengan strategi riset interdisipliner yang kuat serta fasilitas yang terus dikembangkan, IPB menunjukkan bahwa inovasi Indonesia bisa berdiri di garis terdepan global.(*)




Prabowo Dorong Materi Lingkungan Masuk Silabus Nasional Usai Bencana di Aceh dan Sumatera

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan pentingnya memasukkan materi lingkungan hidup ke dalam silabus sekolah di seluruh Indonesia.

Ajakan ini disampaikan dalam peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025), setelah banjir dan longsor menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan perlunya meningkatkan pendidikan lingkungan bagi siswa, tidak hanya secara teori tetapi juga melalui tindakan nyata.

“Saya yakin para guru sudah mulai, tapi kita perlu menambah kesadaran akan pentingnya menjaga alam, menjaga hutan-hutan kita,” ujarnya.

Prabowo menambahkan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama.

“Kita harus mencegah pembabatan pohon, perusakan hutan, dan menjaga sungai tetap bersih agar mampu menampung debit air yang datang tiba-tiba,” katanya.

Seruan ini sejalan dengan upaya pemerintah memitigasi dampak bencana yang terjadi di wilayah Sumatra.

Kurikulum lingkungan diharapkan dapat menanamkan kepedulian ekologis sejak usia dini dan membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap hutan, sungai, dan ekosistem Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang negara dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencegah bencana melalui pendidikan.(*)




Keren! FIK UNP Gelar Pelatihan Guru PJOK Padang, Kenalkan Media Pembelajaran AI dan Canva

PADANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) sukses menggelar pelatihan dan pendampingan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SMP se-Kota Padang.

Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 2 Kota Padang dan diikuti oleh seluruh guru PJOK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kota Padang.

Pelatihan ini dipimpin oleh Dr Asep Sujana Wahyuri, SSi, MPd, dosen FIK UNP sekaligus Ketua Tim Pengabdian, didampingi oleh anggota tim pengabdian Abdur Rohim Fadlan, MPd, serta dua mahasiswa FIK UNP.

Menurut Dr. Asep, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PJOK dalam memanfaatkan teknologi berbasis AI, khususnya melalui platform Canva, dalam proses belajar-mengajar.

“Kami berharap para guru dapat menciptakan media pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital,” ungkap Dr Asep.

Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar guru PJOK di tingkat SMP mampu mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dan menarik, seiring dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 yang semakin digital.

Ketua MGMP PJOK Kota Padang, Reki Elmiyanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.

“Pelatihan ini adalah langkah penting. Penggunaan AI dan Canva membuka peluang baru bagi guru PJOK untuk menyampaikan materi yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian FIK UNP bersama MGMP PJOK Kota Padang merancang pembentukan Forum Inovasi Pembelajaran PJOK Berbasis AI, yang akan menjadi wadah kolaborasi dan pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi para guru.(*)

sumber: Minangsatu.com




Transformasi Media Digital dalam Politik, Prosumenesia Resmi Diluncurkan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Doktor Ilmu Komunikasi (DIK) Angkatan 33 Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta menggelar seminar nasional sekaligus peluncuran buku berjudul “Prosumenesia: Transformasi Media Digital dalam Politik dan Demokrasi”, Kamis (11/9/2025) di Gedung DPR RI, Ruang GBHN Nusantara V.

Acara ini menghadirkan para penulis buku dan narasumber dari berbagai latar belakang seperti politikus, akademisi, hingga tokoh agama. Turut hadir sebagai pembicara antara lain:

  • Dr.(Can). H. Rahmat Saleh, S.Farm, M.I.P – Anggota DPR RI & Wasekjen PKS

  • Dr.(Can). Andre Sainyakit, S.S, M.A – Tokoh agama dari Ambon

  • Dr.(Can). Mira Natalia Pellu, M.I.Kom – Perwakilan Generasi Z

  • Prof. Dr. Johanes Basuki, M.Psi. – Penelaah independen & Guru Besar STIA-LAN

Peluncuran buku ini juga dihadiri oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi Usahid, Dr. Prasetya Yoga Santoso, serta Dr. Mirza Ronda sebagai penggagas dan editor utama buku Prosumenesia.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dr. H. Sukamta, mewakili Presiden PKS sebagai keynote speaker, menegaskan bahwa era digital ibarat pisau bermata dua.

“Di satu sisi, membuka ruang partisipasi publik yang luas, di sisi lain menghadirkan tantangan serius seperti misinformasi, disinformasi, echo chamber, dan polarisasi,” jelasnya.

Buku Prosumenesia membahas bagaimana transformasi media digital telah mengubah pola komunikasi politik masyarakat Indonesia.

Konsep prosumer—yaitu individu yang tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga memproduksi informasi—menjadi tema sentral buku ini.

Salah satu temuan utama dalam buku ini adalah pentingnya peran Generasi Z dan Milenial, yang mencakup sekitar 60 persen pemilih pada Pemilu 2024.

Mereka menggunakan media sosial sebagai platform utama untuk, mencari informasi politik, menyampaikan opini, mengikuti kampanye digital hingga terlibat dalam petisi online dan kampanye tagar.

Dr.(Can). Rahmat Saleh menekankan bahwa generasi muda bukan sekadar target suara, tapi aktor utama dalam demokrasi digital.

Sementara itu, Mira Natalia menyoroti fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang kerap menjadi pendorong perilaku digital masyarakat, seperti yang terjadi pada kasus viral “Cokelat Dubai”.

Dr.(Can). Andre Sainyakit (Romo) turut memberikan pandangan dari perspektif perdamaian dalam politik.

Ia mengutip pemikiran Paulo Freire dan Jürgen Habermas, menekankan pentingnya ruang publik yang rasional, terbuka, dan dialogis.

“Politik damai berarti mendengarkan, berdialog, dan berpihak pada keadilan substantif,” ujarnya.

Buku ini merupakan hasil riset kolaboratif dari 23 penulis Program Doktor Ilmu Komunikasi Usahid, yang secara mendalam menganalisis fenomena prosumer dalam konteks politik digital Indonesia.

Beberapa rekomendasi kebijakan strategis yang ditawarkan dalam buku ini meliputi, transparansi kepemilikan media, penguatan literasi digital dan media, kolaborasi lintas generasi, peningkatan peran generasi muda dalam kebijakan publik dan penguatan sistem cek fakta dalam kampanye digital.

Seminar dan peluncuran buku Prosumenesia ini dihadiri lebih dari 100 peserta, termasuk akademisi, politisi, mahasiswa, serta tenaga ahli DPR.

Acara berlangsung interaktif, membahas secara mendalam tren baru komunikasi digital dalam demokrasi Indonesia.

Para penulis buku Prosumenesia terdiri Andi Mirza Ronda, Andreas Sainyakit, Fatimah Bilqis, Fitri Sarasati
Pritha Ayodya Basuki, Wahyu Adi Setyo Wibowo, Tri Wahyuti, India Aristyavani, Edi Nur wahyu Julianto, Henry Sianipar
Herman Novri Kristiansen, Hayatun Nufus Hamami, Hamzah Ramadhan dan Rachmat Hidayat.

Kemudian Rahmat Saleh, Riski M Baskoro, Suci Rahma Yusrafitri, Yusnaini, Mira Natalia Pellu, Marwan Hadi, Miftahul Anwar, Ade Haryana. (*)




Kematian Balita Cacingan: Kasus Tragis dan Cara Pencegahannya

RAYA BALITA YANG MENINGGA AKIBAT TUBUHNYA DIPENUHI CACING

SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang balita berusia tiga tahun ditemukan meninggal dan tubuhnya dipenuhi cacing kasus tragis yang memicu keprihatinan mendalam. Banyak vidio yang beredar di media sosial mengundang banyak keprihatinan masyrakat, oleh karena itu artikel ini akan membedah penyebab askariasis berat, vaksinasi, sanitasi buruk, hingga pentingnya edukasi kesehatan masyarakat.

Meninggalnya seorang balita tiga tahun karena tubuhnya dipenuhi cacing menjadi sebuah tragedi yang tidak seharusnya terjadi. Infeksi cacing, yang sering dianggap masalah ringan, ternyata bisa berkembang menjadi kondisi mematikan jika dibiarkan tanpa penanganan.

Menurut pakar kesehatan, jenis cacing yang paling sering menyerang anak-anak adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Jika jumlahnya banyak, cacing bisa menumpuk di usus, mengganggu pencernaan, menyerap nutrisi, bahkan menyumbat organ dalam. Anak yang mengalami kondisi ini berisiko menderita gizi buruk, anemia, hingga komplikasi serius yang berujung pada kematian.

Faktor Risiko Utama

Ada sejumlah faktor yang membuat anak-anak rentan terkena cacingan, di antaranya:

  1. Sanitasi buruk – lingkungan kotor, saluran air tidak sehat, serta tidak adanya akses toilet bersih.

  2. Kebiasaan jajan sembarangan – makanan yang tidak higienis bisa mengandung telur cacing.

  3. Kurangnya kebiasaan mencuci tangan – terutama setelah bermain atau sebelum makan.

  4. Tidak rutin diberi obat cacing – anak-anak di daerah endemik wajib mendapat obat cacing minimal dua kali setahun.

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Kasus meninggalnya balita ini harus menjadi pengingat bahwa cacingan dapat dicegah dengan langkah sederhana. Berikut beberapa cara efektif:

  1. Pemberian Obat Cacing Rutin
    Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberian obat cacing setiap enam bulan sekali untuk anak usia 1–12 tahun. Obat ini murah, mudah didapat, dan terbukti efektif menekan angka infeksi.

  2. Menjaga Kebersihan Diri
    Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah bermain. Kebiasaan kecil ini dapat mengurangi risiko tertelan telur cacing.

  3. Menyediakan Air Minum yang Aman
    Pastikan air yang dikonsumsi anak bersih dan matang. Air yang terkontaminasi menjadi media penularan utama penyakit cacingan.

  4. Menggunakan Alas Kaki
    Anak-anak sebaiknya dibiasakan memakai sandal atau sepatu saat bermain di luar rumah. Hal ini mencegah masuknya larva cacing tambang melalui kulit.

  5. Menerapkan Pola Makan Sehat
    Nutrisi yang cukup akan memperkuat daya tahan tubuh anak sehingga tidak mudah terserang penyakit, termasuk infeksi cacing.

  6. Perbaikan Sanitasi Lingkungan
    Program pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta menyediakan toilet sehat sangat penting untuk menekan penyebaran cacing.

Kasus ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak. Pemerintah perlu memperkuat kampanye pencegahan cacingan melalui sekolah, posyandu, dan layanan kesehatan masyarakat. Orang tua pun diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan anak, terutama pada usia balita yang masih sangat rentan.

Dengan pencegahan yang konsisten, kematian akibat cacingan sebenarnya bisa dihindari. Tragedi yang dialami balita tiga tahun ini menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih peduli pada isu kesehatan sederhana yang sering diabaikan, namun berisiko fatal jika disepelekan. (*)




Hebat! Siswa SDN 002 Sarolangun Wakili Jambi di OSN Nasional 2025

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi membanggakan diraih oleh dua siswa SDN 002/VII Pasar Sarolangun II, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Mereka berhasil lolos ke babak semi final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tingkat nasional.

Kepala SDN 002 Pasar Sarolangun, Rusdyanti, M.Pd, didampingi guru pembimbing Siti Nurohmatin, S.Pd, menyampaikan bahwa dua siswa berprestasi tersebut adalah Abidzar Al Ghifari Firmanta dan Alvian Adief Morata.

Keduanya akan bersaing dengan 115 peserta dari seluruh Indonesia di babak semi final.

“Kedua siswa kami berhasil menyingkirkan 2.177 peserta dari berbagai provinsi. Mereka lolos ke 115 besar yang diumumkan pada 31 Agustus 2025 lalu,” ujar Rusdyanti, Senin (1/9/2025).

Keberhasilan ini diumumkan secara resmi oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) – Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, dalam ajang OSN tingkat SD/MI sederajat yang digelar pada 6–7 Agustus 2025.

“Dari hasil seleksi, sebanyak 345 siswa lolos ke tahap semi final, masing-masing 115 peserta dari bidang IPA, IPS, dan Matematika. Alhamdulillah, dua siswa kami masuk di bidang IPA,” tambahnya.

Pihak sekolah kini tengah mempersiapkan kedua siswa menghadapi babak semi final OSN IPA yang dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2025.

Berbagai latihan soal dan pendampingan intensif terus dilakukan agar mereka dapat tampil maksimal.

“Kami terus melatih mereka dengan soal-soal prediktif untuk menghadapi tantangan di semi final nanti. Harapannya, mereka bisa melangkah ke babak final dan membawa nama baik Sarolangun dan Provinsi Jambi,” tutupnya.(*)




Pemprov Jambi Buka Beasiswa S1, S2, S3 Mulai 6 Agustus 2025, Ini Syarat dan Link Pendaftaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi melalui program Pro-Jambi Cerdas kembali membuka kesempatan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3.

Untuk tahap terdekat, pendaftaran beasiswa khusus mahasiswa Strata 1 (S1) akan dibuka mulai 6 Agustus hingga 20 Agustus 2025.

Menurut Pejabat Fungsional Madya Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi, Watni, pendaftaran akan dimulai setelah tahap sosialisasi yang saat ini masih berlangsung.

Tim seleksi beasiswa telah dibentuk dan melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi.

Untuk tahun ini, kuota beasiswa S1 sebanyak 300 orang, terdiri dari 210 kuota untuk mahasiswa kurang mampu, dan 90 kuota untuk mahasiswa berprestasi.

Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan dana pendidikan sebesar Rp12 juta per mahasiswa.

“Mahasiswa yang bisa mendaftar adalah mereka yang sudah menempuh minimal semester 3, agar dipastikan status aktif kuliahnya serta memiliki IPK,” jelas Watni, Minggu (4/8/2025).

📌 Cara Daftar Beasiswa Pro-Jambi Cerdas:

  • Kunjungi situs resmi: http://beasiswa.jambiprov.go.id

  • Daftar secara daring

  • Peserta yang lulus seleksi administrasi akan diminta menyerahkan dokumen autentik

Selain beasiswa S1, tahun ini Pemprov Jambi juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 yang dijadwalkan buka pada September 2025.

Beasiswa S2 tersedia untuk 52 mahasiswa, dengan bantuan Rp20 juta per orang, sedangkan untuk S3, tersedia 102 kuota dengan dana bantuan Rp30 juta per penerima.

Beasiswa untuk jenjang S3 terbuka bagi dosen maupun masyarakat umum.

Khusus mahasiswa S1 kurang mampu, pihak panitia akan melakukan verifikasi faktual langsung ke lapangan, mengacu pada data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) guna memastikan kondisi ekonomi calon penerima.(*)




Total Nilai 1.521, Nasrul Choonan Sabet Juara Umum II di Pesantren Darul Arifin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Nasrul Choonan Rahsatya, siswa Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi, meraih prestasi yang membanggakan.

Pada semester genap tahun ajaran 2025, Nasrul berhasil meraih Juara Umum II dengan total nilai 1.521 dari 17 mata pelajaran dan rata-rata nilai 89.

Nasrul merupakan putra pertama Bripka Rahmada Akbari, S.E., anggota Satuan Brimob Polda Jambi.

Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang tinggi dalam menuntut ilmu di Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi.

Ayah Nasrul menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Saya sangat senang dan bangga dengan Nasrul. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi adik-adiknya dan teman-temannya untuk terus belajar dan berprestasi,” ujar Bripka Rahmada Akbari, Selasa (8/7/2025).

Pihak Pondok Pesantren Darul Arifin juga memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami bangga dengan Nasrul yang telah menunjukkan kemampuan akademis yang baik. Semoga ini menjadi contoh bagi santri lain untuk terus meningkatkan prestasi,” kata salah satu perwakilan dari pesantren Darul Arifin.

Dengan capaian ini, Nasrul diharapkan mampu terus mengembangkan potensi diri dan mempertahankan prestasi pada jenjang pendidikan selanjutnya.(*)




Coco Berjuang Demi Cintanya: Akankah Takdir Berpihak Padanya?

SEPUCUKJAMBI.ID – Cinta sering kali datang tanpa melihat status, latar belakang, atau restu orang lain. Namun, bagi Coco, cinta yang ia yakini justru datang dengan berbagai rintangan yang nyaris mustahil dilewati.

Kisah Cinta Terlarang: Mengapa Coco Harus Berjuang?

Coco jatuh cinta pada Maya, seorang gadis yang berasal dari dunia yang sangat berbeda dengannya. Hubungan mereka tidak hanya ditentang oleh keluarga, tetapi juga lingkungan sekitar yang menganggap keduanya tidak seharusnya bersatu.

Perbedaan status sosial menjadi masalah utama.
Keluarga menolak keras hubungan mereka.
Lingkungan sekitar ikut menekan mereka dengan berbagai prasangka.

Namun, bagi Coco, perasaan ini bukan sekadar ketertarikan sesaat. Ia ingin memperjuangkan cinta yang menurutnya layak dipertahankan.

Perjuangan Dimulai: Antara Cinta dan Pandangan Orang Lain

Seperti kisah cinta di drama atau novel, hubungan mereka tak semudah kelihatannya. Maya mulai merasa hubungan ini terlalu sulit untuk dijalani.

“Mungkin kita memang tak ditakdirkan bersatu,” ucap Maya dengan ragu.
Coco tak ingin menyerah begitu saja. Baginya, cinta adalah sesuatu yang harus diperjuangkan, bukan sekadar diterima begitu saja.

Namun, apakah perjuangannya akan membuahkan hasil?

Bukti Nyata: Inilah Cara Coco Melawan Takdir!

Di tengah tekanan dan ketidakpastian, Coco memilih untuk tidak mundur.

1️⃣ Membuktikan pada keluarga bahwa cintanya tulus.
Dengan ketekunan dan kesabaran, Coco mencoba meyakinkan orang-orang terdekat bahwa Maya adalah pilihannya.

2️⃣ Menghadapi komentar negatif dengan kepala tegak.
Lingkungan sekitar mungkin tak berhenti berbisik, tetapi Coco tak membiarkan pendapat orang lain mengontrol hidupnya.

3️⃣ Membantu Maya meyakini cinta mereka.
“Jika kita menyerah sekarang, kita akan menyesal seumur hidup,” ucap Coco.

Happy Ending atau Justru Luka yang Mendalam?

Tidak semua kisah cinta berakhir bahagia, tetapi perjuangan Coco mengajarkan kita bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang keberanian untuk memperjuangkannya.

💡 Apakah cinta Coco dan Maya akan menang melawan takdir, atau justru harus kandas karena kenyataan?

🔥 Bagikan pendapatmu! Apakah cinta selalu harus diperjuangkan, atau ada saatnya kita harus merelakan?  (*)

 




Program Sekolah Rakyat Menyasar Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, mengungkapkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia sedang mempersiapkan Program Sekolah Rakyat yang akan segera diluncurkan.

Program ini bertujuan untuk membantu siswa dari keluarga miskin.

“Semua tim sudah melakukan rapat koordinasi. Ada tim khusus untuk kurikulum, perekrutan guru, dan sarana-prasarana,” kata Gus Ipul di Jakarta, Sabtu.

Dalam hal perekrutan tenaga pengajar, pemerintah akan menggunakan guru ASN yang memenuhi syarat.

Baca juga:  Arab Saudi Buka Peluang Baru untuk 600.000 Pekerja Migran Indonesia, Ini Detailnya

Baca juga:  Alasan Cidera, Neymar Terpaksa Dicoret dari Skuad Timnas Brasil

Mereka akan menjalani tes seleksi setelah lulus tes PBG (Pusat Belajar Guru). Penempatan guru akan disesuaikan dengan domisili mereka.

Baca juga:  Miretti Cetak Dua Gol, Genoa Kalahkan Lecce 2-1 di Liga Italia

Baca juga:  Hasto Kristiyanto Didakwa Suap dan Halangi Penyidikan Kasus Harun Masiku

Gus Ipul menjelaskan, tenaga pengajar yang lulus seleksi akan mendapatkan pelatihan khusus sebelum mengajar.

Tim perekrutan dipimpin oleh Prof. Nuh, mantan Menteri Pendidikan Nasional, dan melibatkan tim dari Kemendikdasmen serta Kemdikdikti.

Gus Ipul menyatakan bahwa calon siswa Sekolah Rakyat harus memenuhi beberapa kriteria.

Mereka harus berada di desil 1 atau 2 pada DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional). Proses seleksi ini juga sudah disusun.

Baca juga:  Hasto Kristiyanto Tegaskan Siap Ikuti Proses Hukum! Kasus Dugaan Perintangan Penyidikan Korupsi Harun Masiku

Baca juga:  Bupati Sarolangun Ajak ASN Ikut Gerakan Gemastajid Maju, Ciptakan Kebersamaan dalam Ibadah

Perekrutan siswa akan diprioritaskan bagi anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi Sekolah Rakyat.

Tujuannya untuk menghindari anak-anak putus sekolah di tengah jalan.

Siswa Sekolah Rakyat akan melalui tahap orientasi sebelum memulai pendidikan.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah berjalan lancar, dan banyak daerah telah mengajukan lokasi calon Sekolah Rakyat.

Baca juga:  Turut Berduka Cita, Staf Diskominfo Kota Jambi Gugur Dalam Tugas, Ini Kata Walikota dan Kadis Kominfo

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Tanam Jagung Hibrida sebagai Dukungan Swasembada Pangan

Sekolah Rakyat akan didirikan untuk membantu siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tercatat di DTSEN.

Sekolah ini akan berkonsep asrama gratis, menanggung biaya sekolah, makan, dan tempat tinggal. Program ini bertujuan untuk mengubah taraf kesejahteraan keluarga siswa.

Sekolah Rakyat akan mencakup jenjang SD hingga SMA dengan kurikulum yang mencakup pendidikan formal dan karakter.

Tujuan utamanya adalah mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di tingkat perguruan tinggi dan mengatasi kemiskinan antargenerasi.(*)