Daftar Beasiswa Terbaik 2026 untuk Pelajar Indonesia, Daftar Sekarang!

SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi pelajar Indonesia, mimpi kuliah di luar negeri kini semakin nyata pada 2026.

Berbagai negara dan lembaga donor internasional membuka program beasiswa penuh yang menanggung biaya kuliah, uang saku, tiket pesawat, hingga asuransi kesehatan.

Meski terdengar mudah, persaingan untuk mendapatkan beasiswa ini cukup ketat.

Oleh karena itu, persiapan yang matang mulai dari nilai akademik, pengalaman organisasi, kemampuan bahasa, hingga rencana studi menjadi kunci sukses.

Beasiswa internasional tidak hanya menawarkan pendidikan berkualitas, tetapi juga membuka peluang memperluas jaringan global, meningkatkan kemampuan riset, dan memberi pengalaman hidup yang berharga.

Berikut adalah program beasiswa unggulan yang banyak diminati pelajar Indonesia di 2026.

1. Seoul Tech Scholarship (Korea Selatan)

Beasiswa ini cocok bagi pelajar yang ingin melanjutkan S2 atau S3 di bidang teknologi dan sains.

Seoul Tech Scholarship menanggung biaya kuliah penuh, tunjangan hidup, tiket pesawat, dan asuransi kesehatan.

Program ini dirancang untuk mendukung studi akademik dan riset mutakhir.

2. MEXT Scholarship (Jepang)

Beasiswa dari pemerintah Jepang ini populer di kalangan mahasiswa S1. Selain biaya kuliah, MEXT memberikan dukungan hidup lengkap tanpa ikatan dinas.

Peserta perlu mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang dan memenuhi persyaratan akademik tertentu.

3. Stipendium Hungaricum (Hongaria)

Program ini membuka peluang bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 untuk belajar di berbagai universitas di Hongaria.

Semua biaya, termasuk biaya hidup dan asuransi, ditanggung penuh, sehingga menjadi pilihan menarik bagi pelajar internasional.

4. DAAD Scholarship (Jerman)

Beasiswa dari pemerintah Jerman ini fokus pada riset dan studi lanjutan, terutama untuk S2 dan S3.

DAAD menekankan kualitas akademik dan kemampuan bahasa asing, serta memberikan dukungan penuh untuk mahasiswa berprestasi.

5. Türkiye Bursları (Turki)

Beasiswa ini fleksibel untuk jenjang S1, S2, dan S3. Türkiye Bursları memadukan proses pendaftaran kampus dan beasiswa dalam satu langkah, mempermudah pelamar.

Program ini juga menanggung biaya pendidikan, hidup, dan tunjangan lain sesuai jenjang.

Meski beasiswa ini menjanjikan pembiayaan penuh, calon peserta tetap harus memenuhi persyaratan seperti usia, nilai akademik, dan kemampuan bahasa.

Persiapan yang matang akan meningkatkan peluang diterima, sekaligus memaksimalkan pengalaman akademik dan profesional di luar negeri.

Bagi pelajar Indonesia, kesempatan ini tidak hanya membuka jalan untuk studi berkualitas, tetapi juga menjadi langkah awal memperluas jaringan global dan berkontribusi bagi pembangunan nasional setelah kembali ke tanah air.(*)




Lulusan Cepat Terserap Dunia Kerja, Ini Daftar Kampus Terbaik di Indonesia

SEPUCUKJAMBI.ID – Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia berhasil menorehkan prestasi dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2026, khususnya pada indikator employment outcomes.

Indikator ini mencerminkan keberhasilan universitas dalam menyiapkan lulusan agar mampu memasuki dunia kerja secara cepat dan berkelanjutan.

Employment outcomes dinilai berdasarkan dua komponen utama, yakni employer reputation atau pandangan pemberi kerja terhadap kualitas lulusan, serta rekam jejak lulusan dalam memperoleh pekerjaan dan berkembang dalam karier.

Skor tinggi menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara dunia akademik dan kebutuhan industri.

Berikut 10 universitas di Indonesia dengan skor employment outcomes tertinggi pada QS WUR 2026:

  1. Universitas Indonesia (UI)
    UI menempati posisi teratas di tingkat nasional. Lulusannya dikenal memiliki reputasi kuat dan jaringan luas, sehingga cepat terserap di berbagai sektor industri.

  2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
    UGM dinilai konsisten menghasilkan lulusan dengan kompetensi, integritas, dan kepemimpinan yang dibutuhkan dunia kerja.

  3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
    Keunggulan ITB di bidang sains, teknologi, dan rekayasa menjadikan alumninya sangat diminati industri.

  4. Universitas Padjadjaran (Unpad)
    Unpad menunjukkan performa positif melalui kolaborasi aktif dengan dunia usaha dan industri.

  5. IPB University
    Lulusan IPB unggul di bidang pertanian, pangan, dan lingkungan, dengan tingkat penyerapan kerja yang tinggi.

  6. Universitas Trisakti
    Kampus ini dikenal memiliki hubungan erat dengan dunia usaha, membantu lulusan lebih cepat masuk pasar kerja.

  7. Universitas Brawijaya (UB)
    UB menghasilkan lulusan dari berbagai disiplin ilmu yang mampu bersaing di sektor publik maupun swasta.

  8. Universitas Diponegoro (Undip)
    Lulusan Undip banyak dibutuhkan, khususnya di bidang teknik, kesehatan, dan perencanaan wilayah.

  9. Universitas Airlangga (Unair)
    Unair dikenal kuat di bidang kesehatan dan hukum, dengan alumni yang cepat mendapatkan pekerjaan.

  10. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
    Kampus ini memiliki lulusan yang kompetitif, terutama di sektor bisnis, komunikasi, dan sosial.

Capaian skor tinggi pada indikator employment outcomes menunjukkan bahwa universitas-universitas tersebut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Tak heran jika daftar ini kerap dijadikan referensi oleh calon mahasiswa dan orang tua dalam menentukan pilihan perguruan tinggi, terutama bagi mereka yang mempertimbangkan peluang karier sejak awal masa studi.(*)




Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Pimpinan Perguruan Tinggi Bahas Strategi Pendidikan Nasional

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 1.200 rektor, guru besar, dekan, dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia dalam pertemuan strategis di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Forum berskala besar ini menjadi salah satu pertemuan paling komprehensif antara kepala negara dan dunia akademik sejak awal pemerintahannya, dengan fokus pada arah kebijakan pendidikan tinggi, penguatan sumber daya manusia, serta tantangan geopolitik global.

Pertemuan yang bertajuk “Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026” berlangsung sejak pagi hingga siang hari.

Presiden Prabowo tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga membuka ruang dialog dengan para pemimpin kampus untuk menyerap masukan terkait kebijakan pendidikan, riset, dan inovasi.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari pola komunikasi Presiden dengan berbagai elemen bangsa, terutama kalangan akademik.

“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan beliau, update kondisi negara, serta rencana besar ke depan. Hari ini kebetulan fokusnya berdiskusi dengan rektor, guru besar, perguruan tinggi negeri dan swasta,” ujar Prasetyo Hadi melalui Tim Media Presiden.

Pemerintah menekankan pendidikan tinggi sebagai tulang punggung Indonesia Emas 2045, khususnya dalam meningkatkan daya saing, kemandirian teknologi, dan kualitas SDM.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi kampus, industri, dan pemerintah, agar riset tidak berhenti di jurnal ilmiah, tetapi benar-benar berdampak pada pembangunan nasional.

Beberapa isu strategis yang dibahas antara lain:

  • Peningkatan kualitas dan reputasi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global

  • Penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional

  • Kebutuhan tenaga profesional dan medis berkualitas

  • Upaya menjaga keterjangkauan biaya pendidikan tanpa mengorbankan mutu akademik

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menambahkan bahwa pemerintah juga ingin memberi ruang lebih besar bagi ilmu sosial dan humaniora, tidak hanya STEM. Menurutnya, kebijakan publik yang baik membutuhkan landasan akademik dari berbagai disiplin ilmu.

Forum ini juga menyinggung dinamika geopolitik global, terutama terkait persaingan teknologi, keamanan maritim, dan posisi Indonesia di kancah internasional.

Presiden Prabowo ingin perguruan tinggi berperan aktif dalam menghasilkan kajian strategis yang mendukung kebijakan luar negeri dan pertahanan nasional.

Sejumlah pengamat menilai forum ini mencerminkan gaya kepemimpinan Prabowo yang intensif merangkul dunia akademik, dan komunikasi langsung dengan pimpinan kampus penting untuk menyelaraskan visi pembangunan jangka panjang.

Meski tertutup untuk umum, hasil pertemuan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan SDM dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah dan perguruan tinggi kini dihadapkan pada tantangan yang sama: memastikan Indonesia mampu bersaing di tengah disrupsi teknologi dan perubahan global yang semakin cepat.(*)




Guru SMKN 3 Berbak Dikeroyok Siswa! Kepala Sekolah Pastikan Sudah Dimediasi

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Kejadian viral di SMKN 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, berujung pada pengeroyokan terhadap seorang guru pada Selasa (13/1/2026).

Insiden ini sempat menjadi perhatian publik setelah video perseteruan antara guru dan siswa tersebar luas di media sosial.

Berdasarkan kronologi, guru yang menjadi korban sedang berada di lingkungan sekolah saat sekelompok siswa mulai melancarkan provokasi verbal.

Saat mencoba menenangkan situasi, guru tersebut sempat melayangkan pukulan sebagai bentuk pertahanan diri, karena dikejar dan dihadapkan pada pengeroyokan oleh beberapa siswa.

Insiden berlanjut hingga jam istirahat, namun pihak sekolah langsung mengevakuasi guru dan menenangkan siswa yang terlibat.

Kepala SMKN 3 Berbak, Ranto M, memastikan bahwa kejadian tersebut telah ditangani melalui proses mediasi.

Mediasi melibatkan guru yang terlibat, perwakilan siswa beserta orang tua, kepala sekolah, komite sekolah, Forkopimcam Kecamatan Berbak, Babinsa, dan Kapolsek beserta personelnya.

“Kami sudah melaksanakan mediasi bersama seluruh pihak terkait. Saat ini situasi telah kondusif dan kegiatan belajar mengajar di SMKN 3 Berbak kembali normal,” ujar Ranto M.

Kapolsek Berbak, Iptu Hans Simangunsong, menambahkan bahwa masyarakat dan orang tua siswa diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.

“Kami mengajak semua pihak untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang belum tentu benar, dan bersama-sama menjaga keamanan sekolah,” katanya.

Kejadian ini menegaskan pentingnya pengawasan di lingkungan sekolah dan perlunya penanganan konflik secara profesional agar tidak menimbulkan korban tambahan.(*)




Kronologi Guru SMKN 3 Tanjab Timur Dipukul Siswa: Dari Perundungan Hingga Pengeroyokan

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur menjadi viral di media sosial setelah video kejadian tersebar.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa pagi, 13 Januari 2026, dan melibatkan guru bernama Agus Saputra, yang mengaku menjadi korban perundungan verbal selama bertahun-tahun sebelum insiden penamparan terjadi.

Berikut kronologi kejadian menurut keterangan Agus:

1. Provokasi Siswa di Luar Kelas

Agus menjelaskan, awal insiden terjadi saat ia berada di luar kelas sementara proses belajar mengajar berlangsung bersama guru olahraga.

Tiba-tiba, seorang siswa meneriakkan kata-kata yang dianggap tidak sopan dan merendahkan ke arahnya.

“Saya ditegur dengan teriakan yang tidak hormat dan kata-kata yang tidak pantas di saat proses belajar berlangsung,” kata Agus.

Ia menilai tindakan siswa tersebut merupakan bagian dari perundungan verbal yang telah terjadi selama 2–3 tahun.

2. Masuk ke Kelas untuk Klarifikasi

Merasa dirugikan, Agus kemudian masuk ke kelas untuk menanyakan siapa siswa yang memanggilnya.

Siswa itu langsung mengaku dengan nada menantang.

“Dia bilang ‘Saya!’ dan bersikap menantang. Secara refleks saya menampar satu kali,” jelas Agus.

Ia menegaskan, tindakan penamparan tersebut spontan, sebagai respons terhadap provokasi yang terus berlangsung, bukan bentuk kekerasan atau penganiayaan.

3. Ketegangan Berlanjut Hingga Jam Istirahat

Setelah insiden awal, situasi semakin memanas. Siswa yang sama kembali menantang Agus hingga jam istirahat dan siang hari, membuat suasana kelas menjadi tidak terkendali.

Pihak sekolah sempat mengupayakan mediasi untuk meredam ketegangan.

“Pada saat itu saya berada di kantor, ada rekaman CCTV sebagai bukti. Saya juga merekam teriakan dan provokasi mereka,” ujar Agus.

4. Mediasi yang Berujung Ricuh

Dalam mediasi, Agus menawarkan dua opsi kepada siswa:

  1. Membuat pernyataan jika tidak ingin dirinya mengajar lagi.

  2. Berjanji memperbaiki sikap dan perilaku ke depan.

Namun, mediasi tersebut justru berakhir ricuh. Agus kemudian diajak masuk ke ruang kantor bersama komite sekolah.

Di mana ia mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa siswa dari berbagai kelas.

5. Pengeroyokan dan Dampaknya

Agus mengalami pemukulan, dilempari batu, dan benda keras lainnya

Akibat insiden ini, guru tersebut mengalami lebam di beberapa bagian tubuh, nyeri tangan, dan memar di punggung.

Meski begitu, Agus tetap menekankan bahwa dirinya adalah korban provokasi dan kekerasan dari siswa.

Ia juga menjelaskan bahwa video viral yang menampilkan dirinya membawa senjata tajam bukan untuk menyerang siswa, melainkan untuk menggertak agar siswa bubar.

“Saya tidak berniat melakukan kejahatan. Semua alat itu memang tersedia di SMK pertanian tempat saya mengajar,” tegas Agus.

6. Laporan ke Dinas Pendidikan

Meski mengalami kekerasan, Agus memilih untuk belum menempuh jalur hukum karena para pelaku adalah anak didiknya sendiri yang masih membutuhkan pembinaan.

Sebagai langkah awal, ia melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, berharap ada pihak yang menjadi penengah agar masalah tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan korban baru.

“Saya menunggu arahan dan perlindungan resmi dari dinas. Kalau tidak ada kepastian, saya memilih tidak kembali dulu ke sekolah,” pungkas Agus.

Agus menegaskan bahwa kejadian ini bukan pertama kali ia menghadapi perundungan verbal dari siswa

“Saya sudah mengajar hampir 16 tahun. Ini pertama kali saya menampar siswa, tapi perundungan verbal terhadap saya sudah terjadi bertahun-tahun,” ujarnya.(*)




Viral Pengeroyokan Guru di SMKN 3 Tanjab Timur, Ini Penjelasan Korban

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur mendadak menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa pagi, 13 Januari 2026, dan melibatkan seorang guru bernama Agus Saputra.

Dalam keterangannya kepada media, Agus mengungkapkan bahwa insiden tersebut merupakan puncak dari tekanan dan perundungan verbal yang menurutnya telah dialami selama beberapa tahun terakhir saat mengajar di sekolah tersebut.

Agus menjelaskan, kejadian bermula ketika ia berada di luar kelas saat proses belajar mengajar berlangsung bersama guru pendidikan jasmani.

Di tengah kegiatan belajar, seorang siswa melontarkan teriakan yang dinilainya tidak sopan dan merendahkan ke arah dirinya.

“Saya diteriaki dengan kata-kata yang tidak pantas di saat proses belajar masih berlangsung,” ujar Agus.

Merasa tersinggung, Agus kemudian masuk ke dalam kelas dan menanyakan siapa siswa yang memanggil namanya. Siswa tersebut langsung mengaku dengan nada menantang.

“Dia langsung bilang ‘saya’, dengan sikap menantang. Secara refleks saya menampar satu kali,” katanya.

Agus menegaskan, tindakan tersebut bukan bermaksud melakukan kekerasan, melainkan reaksi spontan untuk menegakkan nilai dasar kedisiplinan dan penghormatan terhadap guru.

Situasi kemudian semakin memanas hingga waktu istirahat dan berlanjut sampai siang hari.

Menurut Agus, siswa tersebut kembali memprovokasi sehingga ketegangan berlangsung dari sekitar pukul 13.00 WIB hingga sore hari.

Pihak sekolah sempat melakukan upaya mediasi untuk meredam situasi.

“Saya berada di kantor, ada CCTV sebagai bukti. Saya juga merekam teriakan dan ancaman yang diarahkan ke saya,” ungkapnya.

Dalam mediasi, Agus menawarkan dua opsi kepada siswa, yakni membuat pernyataan keberatan jika tidak menginginkannya mengajar lagi, atau berkomitmen memperbaiki sikap ke depan.

Namun, mediasi tersebut justru berujung ricuh.

Agus mengaku, setelah diajak masuk ke ruang kantor bersama pihak komite sekolah, dirinya justru menjadi korban pengeroyokan.

“Saya dikeroyok oleh siswa dari kelas satu, dua, dan tiga. Kejadiannya terekam dan videonya sudah viral,” ujarnya.

Ia menyebut meski sudah berada di dalam ruangan, kondisi tidak terkendali. Agus mengaku dipukul, dilempari batu, dan benda keras lainnya.

Akibat kejadian tersebut, ia mengalami lebam di beberapa bagian tubuh, nyeri pada tangan, serta memar di bagian punggung.

Menanggapi video viral yang memperlihatkan dirinya membawa senjata tajam, Agus memberikan klarifikasi.

Ia menjelaskan bahwa, sekolahnya merupakan SMK pertanian, sehingga alat-alat tersebut memang tersedia dan tersimpan di kantor.

“Saya mengambilnya hanya untuk menggertak agar mereka bubar dan menghentikan tindakan anarkis, bukan untuk melukai,” jelasnya.

Meski mengalami kekerasan, Agus mengaku masih mempertimbangkan langkah hukum. Alasannya, para pelaku merupakan anak didiknya sendiri.

“Mereka masih butuh pembinaan. Membawa ini ke ranah hukum bukan keputusan mudah,” katanya.

Namun demikian, Agus menyadari bahwa peristiwa tersebut memiliki konsekuensi hukum yang tidak bisa diabaikan.

Sebagai langkah awal, ia memilih melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

“Saya bawahan dinas. Mengadu ke dinas adalah bentuk mencari solusi dan perlindungan,” ujarnya.

Agus berharap ada pihak yang dapat menjadi penengah agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan korban baru.

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa ini bukan kejadian pertama.

“Saya mengajar hampir 16 tahun. Ini pertama kalinya saya menampar siswa, tapi perundungan verbal sudah saya alami dua hingga tiga tahun terakhir,” ungkapnya.

Saat ini, Agus mengaku mengalami dampak fisik dan psikologis serta merasa keselamatannya terancam.

Ia bahkan menunda agenda mediasi lanjutan di tingkat kecamatan karena belum adanya jaminan keamanan.

“Saya menunggu arahan dan perlindungan resmi dari dinas. Kalau tidak ada kepastian, saya memilih tidak kembali dulu,” pungkasnya.(*)




Wisuda Angkatan IV IAIMA Jambi, Maulana Dorong Kontribusi Nyata untuk Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi kembali mencatatkan momen penting dengan menggelar Wisuda Angkatan IV, Rabu (14/1/2026).

Sebanyak 210 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dikukuhkan sebagai lulusan dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan.

Pendiri IAIMA Jambi yang juga Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Maulana mengapresiasi perkembangan IAIMA Jambi yang dinilai terus menunjukkan kemajuan signifikan dari tahun ke tahun.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Rektor IAIMA Jambi beserta seluruh civitas akademika atas komitmen dan konsistensi dalam membangun kualitas pendidikan tinggi.

Khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di Kota Jambi dan Provinsi Jambi.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia. Kami berharap IAIMA Jambi terus berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas SDM, baik di tingkat kota maupun provinsi,” ujar Maulana.

Sebagai pendiri kampus, Maulana mengaku bangga dengan pencapaian IAIMA Jambi yang kini telah mengembangkan program pascasarjana.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat mutu akademik serta meningkatkan daya saing pendidikan tinggi di daerah.

Pada kesempatan itu, Maulana juga memberikan pesan khusus kepada para wisudawan dan wisudawati agar ilmu yang diperoleh selama masa studi dapat dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab.

“Ilmu yang dimiliki tidak hanya untuk kepentingan pribadi atau keluarga, tetapi juga harus mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan masyarakat,” tegasnya.

Prosesi Wisuda Angkatan IV IAIMA Jambi turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, para dosen, orang tua wisudawan, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan untuk melangkah ke tahap berikutnya, baik di dunia kerja, pendidikan lanjutan, maupun pengabdian kepada masyarakat.(*)




Ini 10 Kampus Terbaik Indonesia Menurut QS 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Indonesia (UI) kembali menempati posisi teratas sebagai universitas terbaik di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings 2026.

Pencapaian ini menegaskan konsistensi UI sebagai perguruan tinggi unggulan di tingkat nasional sekaligus berdaya saing di level global.

Selain UI, sejumlah universitas negeri dan swasta di Indonesia juga berhasil masuk dalam 10 besar nasional versi QS 2026, mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia di kancah internasional.

Berikut daftar 10 universitas terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2026:

1. Universitas Indonesia (UI)

UI menempati peringkat dunia sekitar 189. Kampus ini unggul dalam reputasi akademik, produktivitas riset, serta jejaring internasional.

2. Universitas Gadjah Mada (UGM)

UGM berada di peringkat dunia sekitar 224, dikenal kuat dalam riset multidisipliner, kualitas pengajaran, dan kontribusi akademik global.

3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

ITB menempati peringkat dunia sekitar 255, dengan keunggulan di bidang teknik, sains, dan inovasi teknologi.

4. Universitas Airlangga (Unair)

Unair berada di peringkat dunia sekitar 287, unggul di bidang kesehatan, biomedis, dan ilmu sosial.

5. IPB University

IPB menempati peringkat dunia sekitar 399, fokus pada pertanian, sumber daya alam, dan ilmu lingkungan.

6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

ITS Surabaya berada di peringkat dunia sekitar 509, dikenal sebagai kampus teknik dan teknologi terapan.

7. Universitas Padjadjaran (Unpad)

Unpad menempati peringkat dunia sekitar 515, unggul dalam ilmu sosial, kedokteran, dan manajemen.

8. Universitas Diponegoro (Undip)

Undip berada di peringkat dunia sekitar 624, dengan kekuatan di bidang teknik, hukum, dan ekonomi.

9. Universitas Brawijaya (UB)

UB berada di peringkat dunia sekitar 680, menjadi salah satu universitas terbesar dan terkemuka di Jawa Timur.

10. Binus University

Binus University menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) dalam 10 besar nasional, dengan peringkat dunia 851–900, unggul di bidang teknologi, bisnis, dan ilmu komputer.

QS World University Rankings menilai universitas berdasarkan sejumlah indikator utama, antara lain reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, sitasi penelitian, serta orientasi internasional.

Hasil pemeringkatan ini menunjukkan bahwa kualitas perguruan tinggi Indonesia, baik negeri maupun swasta, semakin mampu bersaing di tingkat global.

Selain QS, THE World University Rankings 2026 juga mencatat sejumlah kampus Indonesia, dengan UI kembali memimpin di tingkat nasional, disusul ITB, UGM, Unair, dan UMS.

Hal ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi dunia.

Hasil pemeringkatan internasional ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi calon mahasiswa, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk terus meningkatkan mutu akademik, riset, dan inovasi di Indonesia.(*)




Oknum Dosen UIM Ludahi Kasir, Kampus Resmi Berhentikan Pelaku

MAKASSAR, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus oknum dosen Universitas Islam Makassar (UIM) yang meludahi seorang kasir swalayan di Kota Makassar terus menjadi sorotan publik.

Aksi tidak terpuji tersebut terekam kamera pengawas dan viral di media sosial sejak 24 Desember 2025, memicu kecaman luas dari masyarakat.

Peristiwa itu terjadi di sebuah swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea.

Berdasarkan keterangan korban, kasir berinisial N (21), insiden bermula saat pelaku berinisial AS diduga memotong antrean pelanggan lain.

Korban kemudian menegur pelaku agar mengikuti antrean sesuai aturan yang berlaku.

Namun, teguran tersebut justru memicu emosi pelaku

Dalam rekaman CCTV yang beredar luas, AS terlihat terlibat adu argumen singkat sebelum meludahi wajah kasir.

Tindakan tersebut membuat korban merasa syok, terhina, dan direndahkan di hadapan pelanggan lain.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Hardianto, membenarkan adanya laporan dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

“Benar, korban sudah melapor. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV,” ujar Hardianto, Senin (29/12/2025).

Sementara itu, AS mengakui perbuatannya dan menyebut aksi tersebut dilakukan karena emosi sesaat. Ia juga menyampaikan penyesalan atas tindakannya.

Meski demikian, AS memberikan versi berbeda terkait kronologi antrean dan mengklaim tidak menyerobot giliran.

Pengakuan tersebut tidak meredam reaksi publik yang mengecam keras perilaku pelaku, terlebih karena statusnya sebagai seorang pendidik.

Pihak Universitas Islam Makassar merespons cepat insiden tersebut. Rektor UIM, Prof. Muammar Bakry, menyatakan tindakan AS bertentangan dengan nilai moral, etika akademik, dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh institusi.

UIM secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan masyarakat luas.

Melalui sidang Komisi Disiplin internal yang digelar pada 29 Desember 2025, kampus memutuskan memberhentikan AS dari jabatannya sebagai dosen.

“Sanksinya adalah pemberhentian dari Universitas Islam Makassar karena yang bersangkutan terbukti melanggar kode etik dosen,” tegas Muammar Bakry.

Selain sanksi administratif dari kampus, kepolisian menyebut AS masih berpotensi menghadapi proses hukum dengan dugaan tindak penghinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pendidik dituntut menjaga sikap dan etika, tidak hanya di lingkungan akademik, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.(*)




Nilai Matematika dan Inggris Anjlok, DPR dan Pemerintah Soroti Mutu Pendidikan Nasional

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menunjukkan capaian nilai peserta didik yang dinilai memprihatinkan dan memicu perhatian luas terhadap kualitas pendidikan nasional.

Nilai rata-rata siswa SMA dan SMK tercatat rendah, terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, sehingga dianggap sebagai alarm serius bagi sistem pembelajaran di Indonesia.

Berdasarkan data resmi, rata-rata nilai Matematika TKA 2025 hanya mencapai 36,10 dari skala 100. Sementara itu, nilai Bahasa Inggris bahkan lebih rendah, yakni 24,93.

Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, rata-rata nilai tercatat 55,38, meski angka tersebut masih dinilai belum ideal.

Mayoritas provinsi mencatat nilai Matematika di kisaran 30-an, dan hanya sedikit daerah yang mampu menembus angka 40.

Rendahnya capaian tersebut mendapat respons dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan pentingnya pengawalan serius terhadap pelaksanaan TKA agar benar-benar berfungsi sebagai alat ukur kualitas pendidikan.

“Komisi X DPR RI akan terus mengawal implementasi TKA agar benar-benar berfungsi sebagai alat ukur objektif dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional, bukan sekadar menjadi formalitas atau beban tambahan bagi peserta didik,” ujar Lalu Hadrian Irfani.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa hasil TKA tidak digunakan sebagai penentu kelulusan siswa, melainkan sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan nasional.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin, menyebut perbedaan capaian nilai antarmata pelajaran mencerminkan karakter kompetensi dan tingkat kesulitan soal.

“Kita lihat capaian rata-rata menunjukkan variasi antarmata pelajaran yang mencerminkan perbedaan karakter kompetensi dan tingkat kesulitan,” kata Toni Toharudin.

Menurut pemerintah, rendahnya nilai TKA mencerminkan tantangan besar dalam penguatan kemampuan analisis, penalaran, serta literasi numerasi siswa.

TKA dirancang untuk menguji pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir kritis, bukan sekadar hafalan materi.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai rendahnya nilai TKA juga dipengaruhi oleh kesiapan guru dan siswa yang belum merata dalam menghadapi model asesmen baru.

Selain itu, kesenjangan kualitas pembelajaran antarwilayah serta keterbatasan sarana pendidikan di sejumlah daerah turut menjadi faktor pendukung.

Hasil TKA 2025 diharapkan menjadi momentum evaluasi dan perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh.

DPR dan pemerintah sepakat bahwa diperlukan tindak lanjut konkret, mulai dari peningkatan kualitas guru, penguatan kurikulum, hingga pembiasaan pembelajaran berbasis penalaran sejak pendidikan dasar agar capaian akademik siswa Indonesia dapat meningkat ke depan.(*)