UNJA Uji Kebugaran 19 Guru Besar, Profesor Diminta Tak Hanya Duduk di Depan Laptop!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang memasuki masa purnatugas, para guru besar Universitas Jambi (UNJA) tidak hanya mempersiapkan aspek akademik, tetapi juga menjaga kondisi kesehatan fisik.

Sebanyak 19 guru besar bersama Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., mengikuti tes kebugaran jasmani di Gedung Olahraga Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan (GOR JPOK) Kampus UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNJA membangun budaya hidup sehat di lingkungan akademik, khususnya bagi para profesor yang selama ini aktif menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, mengapresiasi pelaksanaan tes kebugaran tersebut. Menurutnya, kesehatan merupakan faktor penting agar para akademisi tetap produktif dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan universitas.

“Saya sangat setuju dengan adanya tes kebugaran ini. Terima kasih kepada Prof. Sukendro yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi para guru besar serta sivitas akademika UNJA,” ujar Helmi.

Menurutnya, menjaga kebugaran bukan hanya berkaitan dengan kesehatan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang memiliki kesadaran terhadap pola hidup sehat.

Ukur Kebugaran dengan Metode Khusus Lansia

Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes., mengatakan tes kebugaran tersebut dirancang agar sesuai dengan kondisi fisik kelompok usia lanjut.

Metode yang digunakan adalah Senior Fitness Test, yakni instrumen pengukuran kebugaran yang diperuntukkan bagi kelompok usia lanjut dengan sejumlah indikator kemampuan fisik.

“Guru besar jangan hanya duduk di depan laptop. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para profesor tetap aktif bergerak sekaligus mengetahui kondisi kebugaran tubuhnya. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga kesehatan,” ujar Prof. Sukendro.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh komponen yang diuji dalam kegiatan tersebut. Di antaranya pengukuran tinggi dan berat badan, kekuatan otot lengan, fleksibilitas tubuh, keseimbangan melalui uji pola angka delapan, serta koordinasi mata dan tangan.

Hasil tes tersebut nantinya dapat menjadi gambaran kondisi kebugaran masing-masing peserta sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Dorong Profesor Tetap Aktif Berkarya

Melalui kegiatan ini, UNJA ingin memastikan para guru besar tetap memiliki kualitas hidup yang baik meskipun memasuki fase menjelang purnatugas.

Kebugaran fisik dinilai memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas akademisi, terutama dalam menjalankan berbagai aktivitas ilmiah dan pengabdian masyarakat.

UNJA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari program peningkatan kesehatan sivitas akademika.

Dengan budaya hidup sehat yang semakin kuat, para guru besar diharapkan tetap mampu memberikan kontribusi pemikiran, pengalaman, dan ilmu pengetahuan bagi perkembangan Universitas Jambi maupun masyarakat luas.(*)




KKN UNJA 2026 Bawa Misi Baru: Mahasiswa Diminta Digitalisasi Warisan Budaya Desa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) mendorong mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 untuk tidak hanya hadir sebagai pengabdi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pelestarian budaya lokal melalui teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembekalan Mahasiswa KKN yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJA di Aula A. Hakim Lubis, LPPM UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Mengusung tema “Digitalisasi Warisan Budaya Lokal sebagai Penguatan Identitas Desa”, program KKN tahun ini diarahkan agar mahasiswa mampu menggali potensi budaya di desa tempat mereka mengabdi, kemudian mengemasnya dalam bentuk digital agar lebih dikenal luas.

Sekretaris LPPM UNJA, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., yang mewakili Ketua LPPM UNJA, mengatakan KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema digitalisasi warisan budaya lokal dipilih karena banyak desa memiliki potensi budaya yang belum terdokumentasi secara optimal.

Melalui keterampilan teknologi yang dimiliki mahasiswa, kekayaan budaya tersebut diharapkan dapat dikemas menjadi informasi digital yang mampu memperkuat identitas desa sekaligus membuka peluang pengembangan potensi lokal.

“Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi desa, mendokumentasikan kekayaan budaya, sekaligus memperkuat identitas desa melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Mahasiswa Dibekali Strategi Pengabdian

Koordinator Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNJA, Dr. M. Ridwansyah, S.E., M.Sc., mengatakan pembekalan menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami berbagai aspek mulai dari teknis pelaksanaan KKN, etika bermasyarakat, hingga penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan desa.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga warisan budaya tersebut dapat dikenal lebih luas dan tetap lestari,” jelas Ridwansyah.

Ia berharap tema KKN tahun ini dapat menjadi pedoman mahasiswa dalam merancang program yang inovatif, kreatif, dan memiliki keberlanjutan setelah masa pengabdian selesai.

Bekal Sebelum Turun ke Desa

Sebagai simbol dimulainya pembekalan, dilakukan penyematan almamater kepada perwakilan mahasiswa oleh Sekretaris LPPM UNJA bersama Koordinator Pusat Pelayanan KKN.

Prosesi tersebut menjadi tanda kesiapan mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian pembekalan sebelum menjalankan pengabdian di lokasi masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan berbagai materi terkait pelaksanaan KKN, penyusunan program kerja, komunikasi dengan masyarakat, serta strategi membangun kolaborasi bersama pemerintah desa.

UNJA berharap mahasiswa KKN 2026/2027 mampu menjadi agen perubahan yang adaptif dan inovatif.

Kehadiran mereka di desa tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal melalui pendekatan teknologi digital.

Dengan konsep tersebut, UNJA ingin menjadikan KKN bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan gerakan mahasiswa untuk memperkuat identitas desa dan mendorong pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.(*)




H-5 Penutupan AHM Best Student 2026, Pelajar Jambi Diminta Segera Daftar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kesempatan pelajar di Provinsi Jambi untuk mengikuti AHM Best Student 2026 tinggal menghitung hari.

Memasuki H-5 penutupan pendaftaran, PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) mengajak siswa SMA, SMK, dan sederajat segera mengirimkan karya tulis ilmiah terbaik agar dapat bersaing di tingkat nasional.

Kompetisi yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) sejak 2003 ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi pelajar Indonesia untuk menunjukkan ide, kreativitas, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tahun ini, AHM Best Student mengangkat tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya!” dengan fokus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui karya ilmiah.

Peserta dapat memilih empat bidang utama, yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi. Setiap karya diharapkan tidak hanya inovatif, tetapi juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

CSR PT Sinar Sentosa Primatama, Lydia Syahada, mengatakan waktu pendaftaran yang tersisa perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelajar di Jambi.

“Waktu pendaftaran AHM Best Student 2026 tinggal menghitung hari. Kami mengajak seluruh pelajar SMA/SMK di Jambi untuk segera mengirimkan karya terbaiknya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk berprestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Lydia, melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, Sinsen ingin terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Bukan Sekadar Lomba

AHM Best Student tidak hanya menjadi ajang kompetisi karya ilmiah, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengasah kreativitas, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

Peserta terbaik dari setiap daerah nantinya akan mengikuti seleksi tingkat nasional dengan kesempatan meraih apresiasi berupa total hadiah senilai ratusan juta rupiah.

Sinsen berharap semakin banyak pelajar asal Jambi yang ikut berpartisipasi sehingga mampu menunjukkan kualitas sumber daya manusia daerah di tingkat nasional.

Partisipasi tersebut juga diharapkan menjadi bukti bahwa generasi muda Jambi memiliki potensi besar dalam melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Pendaftaran Berakhir 8 Agustus

Pendaftaran AHM Best Student 2026 masih dibuka hingga 8 Agustus 2026.

Seluruh pelajar SMA, SMK, dan sederajat di Provinsi Jambi yang memenuhi persyaratan dapat segera mendaftarkan diri melalui laman resmi yang telah disediakan panitia.

Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui akun Instagram @sinsenhonda dan @sahabat1hati, atau menghubungi PIC Regional AHM Best Student Jambi.(*)




UIN STS Jambi Juara Umum PEKSIMIDA 2026, Bukti Konsisten Cetak Mahasiswa Berprestasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan.

Kampus ini berhasil meraih Juara Umum Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Provinsi Jambi Tahun 2026, setelah tampil dominan di berbagai cabang perlombaan seni.

Keberhasilan tersebut menegaskan konsistensi UIN STS Jambi dalam membina mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni, budaya, dan kreativitas.

Ajang PEKSIMIDA 2026 digelar pada 22–25 Juli 2026 dengan Universitas Jambi (UNJA) sebagai tuan rumah.

Sebanyak 167 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi se-Provinsi Jambi berkompetisi dalam 15 tangkai seni, mulai dari seni pertunjukan, sastra, seni rupa, hingga media.

Sepanjang kompetisi, kontingen UIN STS Jambi berhasil menunjukkan performa terbaik dan mengumpulkan prestasi yang mengantarkan kampus tersebut menjadi juara umum.

Keberhasilan itu merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Para mahasiswa menjalani latihan intensif bersama pelatih dan dosen pendamping sebelum mengikuti kompetisi.

Dukungan penuh dari pimpinan universitas juga menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan kontingen sehingga mampu bersaing dan tampil maksimal di setiap cabang yang diikuti.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, capaian sebagai Juara Umum PEKSIMIDA Provinsi Jambi Tahun 2026 merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat juang seluruh kontingen UIN STS Jambi,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa, pelatih, dosen pendamping, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembinaan hingga berhasil membawa nama baik kampus.

Menurut Jamaluddin, prestasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa UIN STS Jambi memiliki kreativitas, kemampuan, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat provinsi.

“Kami berharap prestasi ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama UIN STS Jambi pada ajang-ajang berikutnya, khususnya di tingkat nasional melalui PEKSIMINAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, universitas akan terus memperkuat pembinaan minat dan bakat mahasiswa melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan agar lahir lebih banyak prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Keberhasilan menjadi Juara Umum PEKSIMIDA 2026 juga menjadi momentum bagi UIN STS Jambi untuk semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan unggul, kreatif, dan berkarakter.

Kontingen yang berhasil lolos pada ajang ini selanjutnya dipersiapkan untuk mewakili Provinsi Jambi di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) dengan harapan mampu kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.(*)




Inspiratif! Mahasiswa Disabilitas UIN STS Jambi Lulus Skripsi, Ciptakan Media AI untuk Pembelajaran BISINDO

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana haru menyelimuti ruang ujian skripsi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi saat Mila Erdita, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, berhasil mempertahankan skripsinya di hadapan tim penguji.

Mahasiswa semester delapan tersebut dinyatakan lulus setelah mempresentasikan hasil penelitian yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi bagi penyandang disabilitas.

Dalam sidang yang berlangsung pada Senin 20 Juli 2026, Mila mengangkat skripsi berjudul “Perancangan Video Interaktif Pembelajaran BISINDO Artificial Intelligence di SLBN 1 Kota Jambi.”

Penelitian itu lahir dari kepeduliannya terhadap kebutuhan media pembelajaran yang lebih inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas, khususnya pengguna Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Melalui karya tersebut, Mila merancang video interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diharapkan mampu membantu proses pembelajaran BISINDO menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan mudah diakses oleh siswa di SLBN 1 Kota Jambi.

Selama hampir satu jam, Mila memaparkan latar belakang penelitian, proses perancangan sistem, hingga hasil uji coba yang telah dilakukan.

Seluruh proses sidang berlangsung lancar dengan pendampingan seorang Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang menerjemahkan komunikasi selama ujian berlangsung.

Tim penguji memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan penelitian sekaligus mengapresiasi semangat, inovasi, dan kontribusi yang ditunjukkan melalui karya ilmiah tersebut.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi, H. Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D., mengatakan keberhasilan Mila menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif.

“Ini adalah bentuk komitmen UIN STS Jambi dalam melayani mahasiswa berkebutuhan khusus dengan sepenuh hati. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun mahasiswa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan tinggi. Prestasi ananda hari ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Menurut Arfan, kampus terus menghadirkan lingkungan akademik yang ramah bagi seluruh mahasiswa melalui penyediaan fasilitas, pendampingan dosen, serta layanan akademik yang adaptif.

Ia berharap hasil penelitian Mila tidak berhenti sebagai syarat kelulusan, tetapi dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang benar-benar diterapkan di sekolah.

“Kita juga berharap karya skripsi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan benar-benar diimplementasikan di SLBN 1 Kota Jambi sebagai salah satu solusi pembelajaran berbasis teknologi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas UIN STS Jambi, Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D., menyebut keberhasilan Mila merupakan hasil dari ekosistem kampus inklusif yang terus dibangun.

Menurutnya, saat ini UIN STS Jambi memiliki 30 mahasiswa difabel aktif, dengan mayoritas merupakan mahasiswa Tuli yang memerlukan layanan pendampingan selama proses perkuliahan.

“Kelulusan Mila adalah capaian kita bersama, berkat ekosistem kampus yang mendukung, para relawan, dan khususnya teman-teman Juru Bahasa Isyarat yang setia mendampingi selama proses perkuliahan hingga menyempurnakan keberhasilan ini,” ujarnya.

Di akhir sidang, tim penguji menyatakan Mila lulus. Keputusan tersebut disambut tepuk tangan dari keluarga, dosen, serta rekan-rekan yang hadir.

Keberhasilan Mila menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi yang inklusif mampu membuka kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.

Lebih dari itu, inovasi yang dihasilkannya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pembelajaran ramah disabilitas di dunia pendidikan.(*)




UNJA Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Siapkan Lulusan Teknologi Pertanian Lebih Siap Kerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA), terus memperkuat kualitas pendidikan dengan menyempurnakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Langkah ini dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Kurikulum Jurusan Teknologi Pertanian Berbasis OBE yang diselenggarakan Program Studi Teknologi Industri Pertanian di Gedung Unifac Universitas Jambi pada 23–24 Juli 2026.

Workshop menghadirkan akademisi dari IPB University, Dr. Ir. Elisa Anggraeni, S.TP., M.Sc., sebagai narasumber.

Kegiatan ini diikuti pimpinan jurusan, pengelola program studi, dosen, hingga unsur Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNJA.

Berbagai materi dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis OBE, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga sistem evaluasi pembelajaran.

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA, Prof. Dr. Fitry Tafzi, S.TP., M.Si., mengatakan workshop ini menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik terbaik penerapan kurikulum OBE dari IPB University.

“Kami berharap memperoleh berbagai masukan dari narasumber, khususnya terkait praktik baik dalam penyusunan kurikulum, termasuk penerapan pembelajaran berbasis proyek yang tetap selaras dengan penyelesaian skripsi mahasiswa. Semoga hasil workshop ini dapat menjadi acuan dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Teknologi Industri Pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Elisa Anggraeni menjelaskan bahwa konsep Outcome-Based Education menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai dasar utama dalam penyusunan kurikulum.

Menurutnya, seluruh proses pembelajaran, mulai dari mata kuliah, penyusunan RPS, hingga metode asesmen, harus saling terhubung untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang terukur.

“Tujuan utama kurikulum berbasis OBE adalah memastikan setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan agar mutu pendidikan terus meningkat dan mampu menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja maupun perkembangan teknologi.

“Evaluasi kurikulum tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan mutu. RPS yang disusun pada awal semester perlu dievaluasi pada akhir semester untuk memastikan ketercapaian pembelajaran. Tidak semua capaian pembelajaran harus muncul pada setiap mata kuliah, tetapi seluruh mata kuliah harus saling mendukung dalam membentuk kompetensi lulusan yang utuh,” katanya.

Melalui penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA berharap mampu menghasilkan lulusan yang lebih adaptif, kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan industri pertanian modern.(*)




UIN STS Jambi Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Rektor Bidik Predikat Kampus Informatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi terus memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik.

Salah satunya melalui kegiatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang dibuka langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., di Aula Lantai 6 Rektorat, Kamis 23 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan profesional.

“Keterbukaan informasi merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja. Karena itu, kapasitas pengelola PPID dan website harus terus ditingkatkan agar pelayanan informasi kepada masyarakat semakin baik,” ujar Prof. Kasful Anwar.

Target Raih Predikat Kampus Informatif

Rektor mengungkapkan, UIN STS Jambi menargetkan mampu meraih predikat Kampus Informatif dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik tahun 2026.

Menurutnya, predikat tersebut bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

“Pelayanan informasi yang baik akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi. Karena itu, seluruh pengelola informasi harus memahami tugas dan tanggung jawabnya secara optimal,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh unit kerja dalam menyediakan informasi yang akurat, mudah diakses, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Hadirkan Narasumber dari Komisi Informasi Pusat

Kegiatan pengembangan SDM PPID menghadirkan dua narasumber dari Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, yakni Komisioner Komisi Informasi Pusat RI Handoko Agung Saputro, S.Sos., serta Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat RI Siti Ajijah, M.H.

Keduanya memberikan pembekalan mengenai implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, standar pelayanan informasi, hingga strategi membangun layanan informasi publik yang profesional, transparan, dan responsif.

Peserta kegiatan terdiri atas pengelola PPID dan pengelola website dari berbagai unit kerja di lingkungan UIN STS Jambi.

Website Jadi Garda Terdepan Pelayanan Informasi

Selain penguatan PPID, pengelolaan website universitas juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Website dinilai sebagai media utama penyampaian informasi kepada masyarakat sehingga harus mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, mudah dipahami, serta selalu diperbarui.

Melalui penguatan kapasitas SDM ini, UIN STS Jambi berharap seluruh pengelola informasi mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga kualitas pelayanan publik kampus terus meningkat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi Informasi Provinsi Jambi, jajaran wakil rektor, dekan, ketua lembaga, kepala UPT, kepala bagian, kepala subbagian, serta pimpinan unit kerja di lingkungan UIN STS Jambi sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat budaya keterbukaan informasi publik.(*)




Peksimida Jambi 2026 Dibuka, UNJA Targetkan Lahirkan Wakil Terbaik ke Peksiminas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Jambi 2026 yang diikuti 167 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi se-Provinsi Jambi.

Ajang seni dua tahunan ini menjadi pintu seleksi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026.

Pembukaan berlangsung di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA, Rabu 22 Juli 2026, dengan mengusung tema “Peksimida Jambi Bergerak, Seni Melayu Berdampak.” Selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Juli 2026, para peserta akan berkompetisi dalam 15 tangkai lomba seni.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, mengatakan Peksimida bukan sekadar kompetisi seni, tetapi juga momentum bagi mahasiswa untuk terus berinovasi sekaligus menjaga kelestarian budaya Melayu di tengah perkembangan teknologi.

Menurutnya, budaya Melayu harus mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai dan identitasnya.

“Perkembangan budaya yang lahir dari tradisi dan masyarakat kita harus terus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai budaya ini dianggap terbelakang. Justru pelestarian budaya Melayu harus didukung oleh perkembangan teknologi,” ujar Helmi saat membuka Peksimida Jambi 2026.

Ia mencontohkan sejumlah pelajar di Jambi yang telah berhasil menggabungkan teknologi dengan seni tari maupun karya karikatur bertema budaya Melayu sebagai bukti bahwa inovasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA sekaligus Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jambi, Prof. Dr. Fauzi Syam, menjelaskan Peksimida merupakan agenda resmi BPSMI yang menjadi tahapan seleksi menuju Peksiminas XVIII di Universitas Jember, Jawa Timur, pada September 2026.

Ia berharap Provinsi Jambi mampu kembali meraih prestasi nasional setelah sempat mencatatkan sejumlah gelar juara pada penyelenggaraan sebelumnya.

“Pada 2008, 2010, dan 2016 kita pernah meraih juara, kemudian tahun 2022 kembali memperoleh satu gelar juara. Tahun 2024 kita belum berhasil, sehingga tahun 2026 ini kami ingin mengulang sejarah prestasi tersebut,” katanya.

Prof. Fauzi mengungkapkan antusiasme perguruan tinggi mengikuti Peksimida tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Jika pada tahun 2024 jumlah peserta hanya 67 orang, maka pada Peksimida 2026 meningkat menjadi 167 peserta yang berasal dari 11 perguruan tinggi di Provinsi Jambi.

Selain peningkatan jumlah peserta, penyelenggaraan tahun ini juga semakin modern dengan penggunaan website resmi BPSMI sebagai sistem terpadu untuk pendaftaran peserta, jadwal lomba, lokasi pertandingan, hingga pengumuman hasil kompetisi.

Menurutnya, Jambi menjadi salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang telah menerapkan sistem digital tersebut.

“Kehadiran website ini menunjukkan bahwa Jambi siap diperhitungkan pada ajang Peksiminas 2026,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Peksimida 2026, Indra Gunawan, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan bakat seni mahasiswa di tingkat daerah.

Selain memperebutkan tiket menuju Peksiminas, Peksimida juga menjadi ruang membangun kreativitas, jejaring, dan kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Ia berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan pengalaman selama kompetisi sebagai bekal untuk terus berkembang di dunia seni.

Pembukaan Peksimida Provinsi Jambi 2026 ditandai dengan penyematan tanda pengenal kepada peserta dan dewan juri, dilanjutkan penampilan Tari Zapin Rajuk Rindu serta sesi foto bersama.(*)




UIN STS Jambi Kirim Kontingen di PEKSIMIDA Jambi 2026, Ikut 15 Tangkai Lomba

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi resmi mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Provinsi Jambi Tahun 2026 dengan mengirimkan kontingen mahasiswa yang akan berkompetisi pada 15 tangkai lomba.

Keikutsertaan UIN STS Jambi diawali melalui pembukaan PEKSIMIDA Provinsi Jambi 2026 yang berlangsung di Aula Rektorat Universitas Jambi, Rabu 22 Juli 2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan perguruan tinggi, perwakilan mahasiswa, dosen pendamping, serta para kontingen dari berbagai universitas di Provinsi Jambi.

PEKSIMIDA Provinsi Jambi 2026 menjadi ajang kompetisi seni mahasiswa tingkat daerah yang bertujuan mengembangkan kreativitas, meningkatkan apresiasi terhadap seni dan budaya, serta mempererat hubungan antarmahasiswa perguruan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, M.Pd., hadir mendampingi kontingen UIN STS Jambi sebagai bentuk dukungan langsung kepada mahasiswa yang akan bertanding.

Kehadiran pimpinan universitas tersebut menjadi motivasi bagi para delegasi untuk tampil maksimal dan membawa nama baik almamater dalam kompetisi seni tingkat Provinsi Jambi.

Dr Jamaluddin menyampaikan bahwa keikutsertaan UIN STS Jambi dalam PEKSIMIDA 2026 merupakan bentuk komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga seni dan budaya.

“Partisipasi UIN STS Jambi pada PEKSIMIDA merupakan bentuk dukungan nyata universitas terhadap pengembangan bakat, kreativitas, dan prestasi mahasiswa. Kami berharap seluruh delegasi dapat bertanding dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama UIN STS Jambi,” ujar Dr. Jamaluddin.

Dorong Mahasiswa Berprestasi di Bidang Seni

PEKSIMIDA merupakan wadah kompetisi seni antarmahasiswa yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat nilai budaya bangsa melalui berbagai cabang seni yang diperlombakan.

Sebelum mengikuti ajang tersebut, para mahasiswa UIN STS Jambi telah melalui proses seleksi dan pembinaan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

Dengan mengirimkan peserta pada 15 tangkai lomba, UIN STS Jambi menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pengembangan mahasiswa yang seimbang antara kemampuan akademik, kreativitas, dan prestasi nonakademik.

Pihak universitas optimistis para delegasi mampu memberikan penampilan terbaik dan bersaing secara positif dalam setiap cabang perlombaan.

Seluruh sivitas akademika UIN STS Jambi turut memberikan dukungan dan doa kepada kontingen agar mampu tampil percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta meraih prestasi yang membanggakan dalam PEKSIMIDA Provinsi Jambi 2026.(*)




11 Dosen FST UIN STS Jambi Raih Sertifikasi Dosen, Rektor Tekankan Profesionalisme

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menggelar tasyakuran atas keberhasilan 11 dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) meraih Sertifikasi Dosen Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi, Selasa 21 Juli 2026.

Acara tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus apresiasi atas pencapaian para dosen yang berhasil melewati seluruh tahapan Sertifikasi Dosen.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme dosen di lingkungan UIN STS Jambi.

Kegiatan dihadiri Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Pahmi Sy, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Jamaluddin, M.Pd.I., Kepala Biro, para dekan, wakil dekan, serta dosen di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Kasful Anwar menyampaikan ucapan selamat kepada 11 dosen Fakultas Sains dan Teknologi yang berhasil memperoleh Sertifikasi Dosen Tahun 2026.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan komitmen, kerja keras, dan konsistensi.

“Selamat kepada 11 orang dosen yang telah menerima Sertifikasi Dosen ini,” ujar Prof. Kasful Anwar.

Rektor juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk senantiasa menumbuhkan rasa syukur atas setiap pencapaian.

Ia menilai rasa syukur menjadi fondasi penting dalam membangun budaya akademik yang berkualitas dan berintegritas.

Menurutnya, rasa syukur dapat diwujudkan dalam tiga bentuk, yakni melalui hati, ucapan, dan perbuatan.

“Rasa syukur itu dapat dilakukan dengan tiga hal. Pertama, bersyukur dengan hati. Kedua, bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah. Ketiga, bersyukur dengan perbuatan,” katanya.

Prof. Kasful Anwar menambahkan, kegiatan tasyakuran merupakan salah satu bentuk syukur yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Selain mempererat silaturahmi, keberhasilan memperoleh Sertifikasi Dosen diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi, Arfan Aziz, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D., mengapresiasi perjuangan para dosen yang telah mengikuti seluruh tahapan sertifikasi.

Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat 14 dosen yang mengikuti proses verifikasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 dosen dinyatakan berhasil memperoleh Sertifikasi Dosen Tahun 2026, sementara peserta lainnya masih melengkapi sejumlah persyaratan administrasi dan proses penilaian.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan syukuran atas keberhasilan 11 dosen FST yang menerima Sertifikasi Dosen,” ujarnya.

Arfan berharap dosen yang belum dinyatakan lulus tetap optimistis dan terus menyelesaikan seluruh tahapan yang diperlukan.

Fakultas, lanjutnya, akan memberikan pendampingan hingga seluruh proses sertifikasi selesai.

Perwakilan dosen penerima Sertifikasi Dosen, Pol Metra, M.Kom., turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas dan fakultas atas dukungan selama proses sertifikasi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor beserta jajaran dan Bapak Dekan atas segala bantuan, dukungan, serta arahannya,” kata Pol Metra.

Menurutnya, proses Sertifikasi Dosen tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga memberikan pengalaman berharga yang mendorong peningkatan kompetensi akademik dan profesionalisme dosen.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, UIN STS Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dosen serta memperkuat mutu pendidikan tinggi di Provinsi Jambi.(*)