Era Digital Makin Kuat, UIN STS Jambi Perkuat Adat Melayu untuk Generasi Muda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perkembangan teknologi dan derasnya interaksi generasi muda di ruang digital menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan adat Melayu Jambi.

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menilai kemajuan teknologi tidak semestinya membuat generasi muda semakin jauh dari nilai adat dan adab yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Melayu.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Adat Istiadat Melayu bagi Generasi Muda di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Revitalisasi Nilai Adat Istiadat Melayu Jambi di Era Digital” tersebut digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN STS Jambi melalui Korpus Peradaban Melayu.

Peserta berasal dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh adat, perangkat desa, dan dosen juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Teknologi Tak Boleh Memutus Generasi Muda dari Adat

Dalam sambutannya, Rektor UIN STS Jambi menekankan bahwa adat bukan sekadar peninggalan masa lalu.

Nilai yang diwariskan leluhur, menurutnya, perlu dipahami dan diterapkan oleh generasi berikutnya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Warisan leluhur itu wajib dikenang. Pelatihan adat ini penting untuk anak muda agar budaya tetap hidup,” ujarnya.

Menurut Rektor, generasi muda perlu mendapatkan pembelajaran adat secara langsung.

Dengan cara tersebut, pemahaman terhadap adat tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menegaskan komitmen UIN STS Jambi dalam menjaga keberlanjutan budaya Melayu melalui lingkungan pendidikan.

Salah satu bentuknya adalah penerapan mata kuliah Adat Melayu yang wajib diikuti seluruh mahasiswa UIN STS Jambi.

“UIN STS Jambi sangat memperhatikan pelestarian adat istiadat. Salah satunya melalui mata kuliah Adat Melayu,” katanya.

Generasi Muda Hidup di Ruang Digital

Korpus Peradaban Melayu UIN STS Jambi, Dr. Tabroni, S.Ag., M.Pd.I., sebelumnya juga menyoroti pentingnya pembelajaran adat bagi generasi muda.

Menurutnya, perubahan zaman justru membuat pemahaman terhadap adat semakin penting sebagai bagian dari penguatan identitas.

Generasi muda saat ini banyak menghabiskan waktu dalam ruang digital dengan arus informasi yang sangat cepat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pembelajaran mengenai adat perlu terus diperkuat.

“Perlu adanya pembelajaran tentang adat istiadat ini. Mari generasi milenial satukan hati mengikuti pelatihan adat istiadat,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan adat yang diwariskan para tokoh dengan generasi muda yang akan meneruskannya.

Tak Hanya Pelatihan, Ada Kerja Sama Pelestarian Adat

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan pelatihan.

Sejumlah kerja sama juga ditandatangani dalam rangkaian kegiatan, mencakup bidang pendidikan, kebudayaan, pelestarian adat, hingga pengembangan hukum.

Kerja sama tersebut diharapkan memperluas upaya pelestarian nilai Melayu sehingga tidak hanya berlangsung dalam forum kebudayaan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pendidikan dan berbagai bidang lainnya.

Ketua LAM Kabupaten Batanghari turut hadir sebagai narasumber utama.

Materi yang disampaikan berfokus pada pemahaman serta penguatan nilai-nilai adat Melayu.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal adat Melayu Jambi sebagai warisan budaya, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, pelestarian adat kemudian menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama.

UIN STS Jambi mendorong agar kemajuan digital tetap berjalan beriringan dengan pemeliharaan nilai adat dan adab Melayu.(*)




Mahasiswa Kedokteran UNJA Juara 1 Nasional, Bawa Inovasi AI dan CRISPR untuk Lawan DBD

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) membawa pulang Juara 1 Interfaculty of Medicine Scientific Competition (INTERMEDISCO) 2026 setelah mengusung gagasan teknologi untuk mendeteksi dan memitigasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Adinda Aisyah Welliani dan Marwin Federico Aslen menjadi wakil UNJA dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII).

Babak final kompetisi berlangsung secara luring pada 29–30 Agustus 2026 di Kampus FK UII, Yogyakarta.

Dalam kompetisi tersebut, keduanya membawa karya ilmiah bertajuk SHIELD, sebuah konsep yang menggabungkan bioteknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menghadapi risiko penularan DBD, khususnya di wilayah rentan dan kawasan pascabencana.

Gabungkan CRISPR, Biosensor Grafena dan AI

SHIELD dirancang dengan mengintegrasikan sejumlah teknologi.

Konsep tersebut memanfaatkan CRISPR-Cas13 sebagai pendekatan deteksi molekuler dan biosensor berbahan grafena untuk membantu mendeteksi virus dengue secara cepat di lapangan.

Data yang diperoleh dari biosensor kemudian dirancang untuk diolah melalui platform analitik berbasis AI.

Dalam konsep yang diajukan, sistem tersebut tidak hanya digunakan untuk mengetahui keberadaan virus, tetapi juga mengolah data untuk memetakan risiko transmisi, memantau vektor, hingga mendukung sistem peringatan dini terhadap potensi wabah.

Dengan pendekatan tersebut, SHIELD diarahkan tidak berhenti pada pemeriksaan pasien secara individual.

Tim UNJA mengembangkan gagasan yang menghubungkan deteksi klinis dengan pemodelan epidemiologi sehingga informasi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan pendukung pengambilan kebijakan kesehatan.

Lolos 10 Besar dari Sekitar 20 Tim

Perjalanan Adinda dan Marwin menuju podium juara dimulai setelah karya mereka melewati proses kurasi ilmiah.

Mereka bersaing dengan sekitar 20 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Setelah proses seleksi, karya SHIELD masuk dalam 10 tim finalis yang berhak mempresentasikan gagasannya di babak final.

Pada tahap tersebut, penguasaan literatur ilmiah, metodologi, hingga kemampuan mempertahankan gagasan melalui sesi tanya jawab menjadi bagian dari penilaian.

Adinda mengatakan persaingan pada babak final berlangsung ketat karena mempertemukan karya-karya yang telah lolos seleksi dari berbagai perguruan tinggi.

“Persaingannya sangat ketat karena mempertemukan sepuluh karya terbaik se-Indonesia. Tantangan terbesarnya ada pada penguasaan materi secara komprehensif, validitas bukti ilmiah terkini, serta kesiapan saat sesi tanya jawab kritis dengan dewan juri di babak final luring kemarin,” ujar Adinda.

Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi hasil dari proses panjang sejak penyusunan naskah hingga persiapan presentasi.

UNJA Dorong Riset Mahasiswa

Koordinator Program Studi Kedokteran FKIK UNJA, dr. Huntari Harahap, M.Biomed., mengapresiasi capaian kedua mahasiswa tersebut.

Ia menilai prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa kedokteran UNJA untuk berkompetisi dalam ajang ilmiah tingkat nasional.

“Prestasi yang diraih oleh Adinda dan Marwin membuktikan bahwa mahasiswa kedokteran UNJA memiliki daya saing yang tinggi dan mampu bersanding dengan universitas-universitas terkemuka lainnya di Indonesia,” kata Huntari.

Menurut Huntari, program studi akan terus mendorong ekosistem riset mahasiswa agar kemampuan akademik yang diperoleh di ruang perkuliahan dapat dikembangkan menjadi gagasan yang kritis dan aplikatif.

Dosen: SHIELD Harus Jadi Awal Pengembangan Riset

Dosen pembimbing, I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., mengatakan gagasan SHIELD dibangun dari kajian terhadap literatur ilmiah dan persoalan kesehatan yang dinilai relevan dengan tantangan saat ini.

Ia menyebut kemenangan di INTERMEDISCO 2026 menjadi bukti kemampuan kedua mahasiswa dalam mengembangkan gagasan ilmiah, menyusun metodologi, sekaligus mempresentasikan hasil kajian di hadapan dewan juri.

“Keberhasilan meraih Juara 1 di ajang prestisius seperti INTERMEDISCO merupakan bukti kematangan berpikir ilmiah, metodologi yang terstruktur, serta kemampuan komunikasi riset yang solid,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi kompetisi, tetapi dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan penelitian yang lebih aplikatif.

Adinda dan Marwin Ajak Mahasiswa Berani Meneliti

Bagi Adinda dan Marwin, kemenangan tersebut juga menjadi dorongan bagi mahasiswa lain untuk berani membawa gagasan ilmiah ke tingkat nasional.

Mereka berharap semakin banyak mahasiswa FKIK UNJA yang tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga mengembangkan ide melalui riset dan karya ilmiah.

“Semoga langkah ini bisa menjadi pemantik semangat bagi teman-teman mahasiswa lainnya untuk tidak ragu membawa ide-ide inovatif ke kompetisi nasional dan terus mengharumkan almamater Universitas Jambi,” pungkas Adinda.(*)




Mahasiswa Baru Politeknik Jambi Digembleng Bintalfisdis di Yonif 142/KJ

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Memasuki lingkungan perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik.

Mahasiswa juga dituntut mampu mengatur waktu, bekerja dalam tim, menaati aturan dan menghadapi tekanan selama proses pendidikan.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan Pembinaan Mental, Fisik dan Disiplin (Bintalfisdis) yang diikuti mahasiswa baru Politeknik Jambi di Markas Yonif 142/Ksatria Jaya.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Tahun Akademik 2026/2027 tersebut berlangsung selama enam hari, 14–19 September 2026.

Danyonif 142/Ksatria Jaya Letkol Inf Aries Munandar Effendy S,Hub.Int mengatakan, pembinaan diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa melalui sejumlah nilai, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan mental, kebugaran fisik hingga kepemimpinan dan kekompakan.

Selama berada di lingkungan Yonif 142/Ksatria Jaya, mahasiswa baru mengikuti berbagai materi dan kegiatan kelompok.

Pembinaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga diarahkan pada kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mematuhi aturan, mengelola waktu serta beradaptasi dengan lingkungan baru.

Menurut Danyonif, mahasiswa juga mendapat pembekalan mengenai nilai kebangsaan, termasuk semangat rela berkorban dan pantang menyerah.

“Selain pembinaan mental, fisik dan disiplin, mahasiswa baru juga mendapatkan pembekalan nilai-nilai rasa kebangsaan, khususnya semangat rela berkorban dan pantang menyerah,” ungkapnya.

Nilai tersebut diberikan sebagai bagian dari pembentukan sikap mahasiswa agar mampu menempatkan kepentingan bersama, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Disiplin menjadi salah satu materi yang mendapat penekanan sepanjang kegiatan.

Mahasiswa diarahkan memahami bahwa disiplin bukan sekadar mengikuti aturan selama berada di lingkungan Yonif 142.

Lebih dari itu, disiplin diharapkan menjadi kebiasaan yang dapat dibawa ke lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari.

Sementara pembinaan mental diarahkan untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan mengendalikan diri dan ketangguhan menghadapi tantangan.

Adapun pembinaan fisik ditujukan untuk menjaga kebugaran serta daya tahan yang dapat menunjang aktivitas mahasiswa selama menjalani pendidikan.

Dengan pendekatan tersebut, lingkungan Yonif 142 menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa baru untuk mengenal pola kehidupan yang menekankan keteraturan, tanggung jawab dan kerja sama.

Aries mengatakan kegiatan pembinaan karakter seperti ini menjadi salah satu bentuk dukungan Yonif 142/Ksatria Jaya terhadap instansi pendidikan maupun pemerintah.

“Yonif 142/KJ akan selalu siap sedia membantu instansi pemerintah dan instansi lainnya dalam pembentukan karakter, pembinaan mental, fisik, dan disiplin agar terbentuk generasi-generasi muda yang berjiwa patriot dan paham akan pentingnya makna bela negara demi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar mampu menentukan prioritas selama menjalani masa pendidikan.

Mahasiswa diminta tidak terjebak pada aktivitas yang justru dapat mengganggu proses belajar dan pencapaian tujuan pendidikan.

“Hindari kesenangan yang menghalangimu meraih kesuksesanmu,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar mahasiswa mampu menggunakan waktu secara produktif dan menjadikan masa kuliah sebagai periode untuk membangun kompetensi sekaligus karakter.

Kegiatan Bintalfisdis ini diharapkan menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru Politeknik Jambi untuk menjalani proses pendidikan dengan kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan mental, kemampuan bekerja sama serta semangat menghadapi berbagai tantangan.(*)




Pelajar Jambi Ubah Limbah Organik Jadi Inovasi Anti-Stunting, Sabet Juara AHM Best Student 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan lingkungan dan kesehatan menjadi inspirasi sejumlah pelajar di Jambi untuk melahirkan inovasi.

Dari pemanfaatan limbah organik hingga digitalisasi pengelolaan usaha, berbagai gagasan tersebut dipertandingkan dalam AHM Best Student 2026 Regional Jambi.

Kompetisi karya tulis ilmiah yang mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya!” tersebut mempertemukan pelajar dari sejumlah sekolah di Jambi dengan gagasan yang berangkat dari persoalan di sekitar mereka.

Puncak kompetisi digelar Senin 31 Agustus 2026, setelah rangkaian seleksi berlangsung sejak Juni. Peserta terlebih dahulu melewati tahap pendaftaran, pengumpulan karya, seleksi administrasi, hingga penilaian karya sebelum lima finalis terbaik melaju ke presentasi tingkat regional.

Pada tahap final, masing-masing tim mempresentasikan proyek mereka di hadapan dewan juri. Gagasan yang dibawa peserta cukup beragam, mulai dari penelitian dan sistem digital hingga pengembangan produk fisik.

Dari lima finalis, tim SMA Negeri 3 Jambi keluar sebagai juara pertama melalui penelitian berjudul “Efektivitas Bio-Enzyme Limbah Organik terhadap Peningkatan Kadar Zat Besi (Fe), Asam Folat, dan Vitamin C pada Tanaman Bayam (Amaranthus Tricolor) sebagai Pangan Anti-Stunting.”

Karya tersebut dikembangkan oleh Sutan Zeza Pahlevi dan Talitha Dhia Afifah.

Gagasan mereka menghubungkan dua persoalan sekaligus, yakni pemanfaatan limbah organik dan upaya mendukung ketersediaan pangan yang berkaitan dengan isu stunting.

Posisi kedua kembali diraih SMA Negeri 3 Jambi. Tim yang terdiri dari Andhika Saputra, Lovely Azwa Eko Putri, dan M. Fadhil Farandi mengembangkan “Pasar+: Digitalisasi Tata Kelola Operasional dan Keuangan Berbasis Smart Analytics.”

Sementara itu, SMA Islam Terpadu Nurul Ilmi Jambi menempati posisi ketiga melalui inovasi “STIKUBI: Stiker Pintar Ubi Jalar Ungu Pendeteksi Suhu pada Obat.”

Karya tersebut dikembangkan oleh Nurqisthi Mardhatillah, Rasheesa Syawli Hanaafi, dan Syafira Aina.

Tiga karya terbaik itu menunjukkan pendekatan berbeda dalam menjawab kebutuhan di lingkungan sekitar, mulai dari persoalan pangan dan kesehatan hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Kompetisi tidak berhenti pada penilaian naskah. Lima tim finalis bersama guru pembimbing harus mempresentasikan proyek masing-masing dan mempertahankan gagasan mereka di hadapan dewan juri.

Untuk memperkuat proses penilaian, Sinsen turut melibatkan dosen yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan sebagai anggota dewan juri.

Tahapan presentasi menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya dituntut memiliki ide, tetapi juga harus mampu menjelaskan konsep dan manfaat proyek yang mereka kembangkan.

PIC AHM Best Student 2026 Regional Jambi, Rasti Darvi, menilai karya peserta menunjukkan keberanian generasi muda dalam mengubah persoalan di sekitar mereka menjadi gagasan yang dapat dikembangkan.

“Karya yang dihadirkan peserta AHM Best Student 2026 Regional Jambi menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang cerdas dan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Yang membanggakan adalah keberanian mereka mengangkat permasalahan sekitar menjadi gagasan yang kreatif dan berdampak,” ujar Rasti.

Menurutnya, kreativitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat berkembang menjadi langkah yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Kemenangan di tingkat regional belum menjadi akhir bagi tim SMA Negeri 3 Jambi.

Sebagai juara pertama, mereka akan membawa karya tersebut untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional melalui ajang AHM Best Student.

Ajang ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menguji gagasan mereka sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi yang lahir dari persoalan di lingkungan sekitar.

Dengan tema yang mengedepankan peran generasi Z, kompetisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan, lingkungan, pengelolaan usaha hingga teknologi dapat menjadi titik awal bagi pelajar untuk menghasilkan karya yang lebih aplikatif.

Kini, tantangan berikutnya berada di tingkat nasional. Tim SMA Negeri 3 Jambi akan membawa riset bio-enzyme limbah organik mereka untuk kembali diuji dan bersaing dengan karya pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.(*)




Teknologi Motor Honda Makin Canggih, Siswa SMKN 3 Bungo Dibekali Skill Standar Industri

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID — Dunia kerja otomotif tidak lagi cukup mengandalkan kemampuan bongkar-pasang mesin.

Perkembangan teknologi sepeda motor membuat teknisi dituntut memahami sistem elektronik, melakukan diagnosis secara tepat hingga mampu menggunakan perangkat khusus sesuai standar pabrikan.

Kebutuhan kompetensi tersebut mulai diperkenalkan secara langsung kepada siswa Program Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Negeri 3 Bungo melalui program Guru Tamu Industri yang digelar bersama PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, instruktur dari Sinsen membawa materi Advance Technology Honda.

Para siswa tidak hanya mendapatkan teori mengenai teknologi sepeda motor terbaru, tetapi juga diperkenalkan dengan cara kerja, prosedur diagnosis, penggunaan special tools dan standar pelayanan yang diterapkan jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS.

Langkah ini menjadi penting karena teknologi sepeda motor semakin kompleks.

Sistem injeksi, fitur keselamatan elektronik hingga teknologi elektrifikasi membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja otomotif dengan kompetensi spesifik semakin besar.

Dari PGM-FI hingga Teknologi Elektrifikasi

Sejumlah teknologi yang diperkenalkan kepada siswa mencakup PGM-FI (Programmed Fuel Injection), Honda Selectable Torque Control (HSTC), Honda Smart Key System, Assist & Slipper Clutch, Emergency Stop Signal (ESS) dan sistem pengereman ABS.

Siswa juga mendapatkan pengenalan mengenai teknologi elektrifikasi pada sepeda motor Honda.

Materi tersebut memberi gambaran bahwa pekerjaan teknisi modern tidak berhenti pada pemeriksaan komponen mekanis.

Kemampuan membaca gejala kerusakan, memahami sistem kendaraan dan melakukan diagnosis sesuai prosedur menjadi bagian penting dari kompetensi teknisi.

Di sisi lain, pengenalan special tools dan standar AHASS memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi kerja sebenarnya.

Dengan pendekatan seperti ini, siswa dapat mengetahui sejak di bangku sekolah bahwa standar pekerjaan di industri memiliki prosedur yang harus dipatuhi, terutama terkait ketepatan diagnosis, penggunaan peralatan dan kualitas pelayanan kepada konsumen.

Menjembatani Sekolah dan Dunia Kerja

Program Guru Tamu tersebut merupakan bagian dari implementasi Link and Match antara SMK binaan Honda dan dunia industri.

Konsep ini diarahkan untuk memperkecil jarak antara kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

Bagi pendidikan vokasi, keterlibatan industri menjadi salah satu cara agar materi pembelajaran tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.

Kepala SMK Negeri 3 Bungo, Agus Supriyanto, mengatakan kehadiran instruktur industri memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka dapat memperoleh informasi langsung mengenai teknologi yang digunakan dalam dunia kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Sinar Sentosa Primatama yang secara konsisten memberikan pembelajaran berbasis industri kepada siswa kami,” ujar Agus.

Menurut dia, pembelajaran langsung dari praktisi industri diharapkan dapat membantu meningkatkan kompetensi lulusan sehingga lebih siap menghadapi persaingan di sektor otomotif.

Kolaborasi tersebut tidak hanya dilakukan melalui program Guru Tamu.

Penguatan pendidikan vokasi Honda di Jambi juga mencakup pengembangan kurikulum, Teaching Factory atau AHASS TEFA serta peningkatan kompetensi siswa yang disesuaikan dengan standar industri.

Sinsen Dorong Siswa Punya Pola Pikir Industri

General Manager Service & Part PT Sinar Sentosa Primatama, Erwin Susanto, mengatakan percepatan perkembangan teknologi sepeda motor membuat peningkatan kompetensi guru dan siswa harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui program Guru Tamu ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi Honda saat ini,” kata Erwin.

Ia menilai siswa perlu memiliki lebih dari sekadar pemahaman teori.

Mereka juga perlu dibekali pola pikir industri, kemampuan diagnosis dan pemahaman terhadap prosedur kerja yang berlaku di jaringan AHASS.

Bagi Sinsen, kolaborasi dengan sekolah vokasi menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri otomotif.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep Sinergi Bagi Negeri yang menjadi landasan perusahaan dalam membangun kerja sama dengan dunia pendidikan.

Siswa Dihadapkan pada Teknologi yang Mereka Temui di Dunia Kerja

Antusiasme siswa terlihat selama sesi berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dengan instruktur, mengajukan pertanyaan hingga mengikuti demonstrasi teknologi.

Interaksi semacam ini memberikan ruang bagi siswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di sekolah dengan aplikasi teknologi pada sepeda motor yang digunakan konsumen.

Bagi siswa TSM, pengalaman tersebut juga dapat menjadi gambaran awal mengenai tuntutan pekerjaan setelah lulus.

Teknisi dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjaga ketepatan prosedur dalam menangani kendaraan.

Kolaborasi SMKN 3 Bungo dan Sinsen pada akhirnya bukan hanya soal memperkenalkan fitur baru sepeda motor Honda.

Lebih jauh, program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dituntut bergerak mengikuti perubahan industri.

Ketika kendaraan semakin mengandalkan sistem elektronik, fitur keselamatan dan teknologi elektrifikasi, kompetensi tenaga kerja juga harus ikut berubah.

Tantangannya kini bukan hanya mencetak lulusan yang bisa memperbaiki sepeda motor, tetapi menyiapkan teknisi yang mampu mendiagnosis, memahami teknologi dan bekerja sesuai standar industri.(*)




UIN STS Jambi Tambah 5 Guru Besar, Rektor Bidik 40 Profesor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mempercepat penguatan sumber daya akademiknya.

Lima akademisi dikukuhkan sebagai guru besar dalam satu agenda yang digelar di Auditorium Chatib Quzwain, Kampus II UIN STS Jambi, Kamis 20 Agustus 2026.

Lima profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang keilmuan yang berbeda, mulai dari hukum pidana Islam, peradilan agama, manajemen pendidikan, hukum ekonomi syariah hingga manajemen pemasaran pendidikan Islam.

Mereka adalah Prof. Dr. H. Ishaq, S.H., M.Hum. sebagai guru besar bidang Hukum Pidana Islam; Prof. Dr. Dra. Illy Yanti, M.Ag. dalam bidang Peradilan Agama; serta Prof. Dr. Ahmad Ridwan, M.Pd.I. sebagai guru besar bidang Manajemen Pendidikan.

Kemudian, Prof. Dr. Zulqarnain, S.Ag., M.Hum., Ph.D. dikukuhkan sebagai guru besar bidang Hukum Ekonomi Syariah dan Prof. Dr. H. Mahmud MY, S.Ag., M.Pd. dalam bidang Manajemen Pemasaran Pendidikan Islam.

Pengukuhan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Senat UIN STS Jambi, Prof. Mukhtar, dilanjutkan pembacaan riwayat hidup masing-masing akademisi.

Kelima profesor kemudian menyampaikan orasi ilmiah di hadapan anggota senat dan tamu undangan.

Namun, di balik seremoni tersebut, UIN STS Jambi tengah membidik target yang jauh lebih besar.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., mengatakan kampus yang dipimpinnya menargetkan memiliki 40 guru besar selama masa kepemimpinannya.

Menurut dia, target tersebut bukan sekadar ambisi kelembagaan. Perkembangan jumlah profesor dalam dua tahun terakhir menjadi dasar optimisme universitas untuk mengejar angka tersebut.

“Target 40 guru besar bukan sesuatu yang tidak mungkin dicapai,” ujar Kasful Anwar.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga 2026, UIN STS Jambi telah mengukuhkan 15 guru besar.

Capaian tersebut menjadi pijakan untuk mempercepat pertumbuhan jabatan akademik tertinggi bagi dosen di lingkungan kampus.

Tak berhenti pada 15 profesor, saat ini terdapat 10 dosen yang telah diajukan untuk mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari tahapan menuju jabatan guru besar.

Angka tersebut membuat target 40 profesor semakin terbuka untuk dikejar, sekaligus menunjukkan bahwa universitas sedang menyiapkan regenerasi profesor secara lebih sistematis.

Kasful Anwar menekankan percepatan guru besar tidak boleh hanya berorientasi pada bertambahnya jumlah profesor.

Pemenuhan persyaratan akademik, khususnya kualitas publikasi ilmiah, menjadi bagian yang turut diperkuat.

Karena itu, universitas mendorong dosen mempersiapkan persyaratan akademik secara lebih matang melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah.

Program tersebut diarahkan untuk membantu dosen meningkatkan kemampuan publikasi sekaligus mempercepat pemenuhan persyaratan akademik menuju jabatan guru besar.

Dengan pendekatan itu, pertumbuhan jumlah profesor di UIN STS Jambi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas riset dan publikasi akademik.

Bagi UIN STS Jambi, keberadaan guru besar memiliki konsekuensi yang lebih besar daripada sekadar status akademik.

Para profesor diharapkan menjadi penggerak pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat dan penguatan proses pendidikan.

Penambahan profesor juga diposisikan sebagai bagian dari strategi kelembagaan untuk meningkatkan mutu serta daya saing UIN STS Jambi.

Semakin banyak akademisi pada jenjang profesor, semakin besar pula kapasitas kampus dalam membangun pusat-pusat keunggulan keilmuan, menghasilkan penelitian berkualitas dan memperluas kontribusi akademik kepada masyarakat.

Karena itu, Rektor UIN STS Jambi menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh unsur akademik.

Percepatan jumlah guru besar, menurutnya, membutuhkan dukungan institusi sekaligus kesiapan dosen dalam memenuhi standar akademik yang ditetapkan.

Dengan pengukuhan lima profesor terbaru tersebut, UIN STS Jambi kembali menambah kekuatan akademiknya.

Tantangan berikutnya bukan hanya mengejar target 40 guru besar, tetapi memastikan para profesor tersebut menghasilkan karya ilmiah, riset dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.(*)




UNJA Dorong Bahan Ajar Berkelas Dunia, Dosen Didorong Manfaatkan Sumber Open Source

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Universitas Jambi (UNJA) mendorong dosen mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan mampu bersaing dalam konteks pendidikan global.

Upaya tersebut dilakukan melalui Technical Assistance bertema “Pemanfaatan Data Pembelajaran Open Source Kelas Dunia Dalam Pengembangan Bahan Ajar Digital di Lingkungan UNJA Tahun 2026” yang digelar Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UNJA di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen dalam memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka (open source) dalam penyusunan bahan ajar digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., mengatakan istilah “bahan ajar berkelas dunia” tidak semata-mata berarti menggunakan bahasa Inggris atau mencantumkan referensi dari akademisi luar negeri.

Menurutnya, kualitas bahan ajar harus diukur dari kekuatan standar akademik, relevansi terhadap perkembangan keilmuan serta kemampuannya menjawab kebutuhan pendidikan di tengah perubahan global.

“Bahan ajar berkelas dunia bukan hanya tentang penggunaan bahasa Inggris atau mengutip penulis-penulis dari luar negeri. Yang kita harapkan adalah bahan ajar yang memiliki standar akademik internasional dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era globalisasi,” ujar Hafrida.

Penguatan kualitas bahan ajar juga dipandang memiliki kaitan dengan upaya UNJA meningkatkan mutu institusi.

Hafrida mengatakan pengembangan bahan ajar dengan standar internasional dapat menjadi salah satu elemen pendukung proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Lebih jauh, kualitas bahan ajar diharapkan tidak berhenti pada dokumen akademik, tetapi memberi pengaruh terhadap proses pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.

“Pengembangan bahan ajar dengan standar internasional diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas akademik Universitas Jambi, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di tingkat global,” katanya.

Ketua LPMPP UNJA, Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum., mengatakan Technical Assistance tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengembangan perangkat pembelajaran yang telah dimulai sebelumnya.

Pada 12 Agustus 2026, LPMPP telah menggelar kegiatan terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan bahan ajar.

“Pada 12 Agustus lalu, LPMPP telah melaksanakan pertemuan dalam rangka penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hari ini, kegiatan tersebut kita lanjutkan dengan pengembangan bahan ajar,” ujar Retno.

Menurutnya, penggunaan sumber pembelajaran terbuka yang berkualitas dapat membantu dosen memperkaya bahan ajar dengan referensi dan materi yang lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

LPMPP, kata Retno, memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

“Kami ingin memastikan bahan ajar yang dikembangkan terus diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan akademik, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ella Masita, S.Pd., M.Pd., M.Sc., mengatakan pengembangan bahan ajar merupakan salah satu agenda tahunan LPMPP UNJA.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam mengembangkan materi pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas proses belajar-mengajar.

“Selama dua hari ini, kami akan bersama-sama mengembangkan bahan ajar yang dipandu oleh narasumber. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan bahan ajar yang dapat langsung dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” jelas Ella.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.

Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan bahan ajar berkelas dunia, termasuk bagaimana memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka untuk menghasilkan materi yang memenuhi aspek akademik sekaligus memiliki relevansi internasional.

Tak hanya berupa pemaparan materi, peserta juga diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan pemilihan bahan ajar terbaik dalam empat kategori pada akhir rangkaian kegiatan.

“Besok, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, akan dilakukan pemilihan empat kategori bahan ajar terbaik. Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas bahan ajar yang dikembangkan,” kata Ella.

Kegiatan tersebut diikuti dosen-dosen di lingkungan UNJA bersama jajaran LPMPP.

Bagi UNJA, Technical Assistance ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peningkatan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan.

Pengembangan bahan ajar digital berbasis sumber terbuka diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membuat proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan masa kini.(*)




Mahasiswa Baru UIN STS Jambi Segera Ikuti PBAK 2026, Ini Jadwal dan Fokus Persiapannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mematangkan persiapan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.

Agenda penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 itu akan berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Agustus 2026.

Persiapan menjadi perhatian karena PBAK tahun ini akan melibatkan mahasiswa baru dalam jumlah besar dan lebih banyak menjalankan kegiatan di luar ruangan.

Hal tersebut dibahas dalam rapat persiapan PBAK 2026 yang berlangsung di Amphitheater Lantai IV Rektorat UIN STS Jambi, Selasa 11 Agustus 2026.

Rapat dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin.

Dalam rapat tersebut, panitia membahas kesiapan teknis sekaligus pembagian tugas masing-masing unsur yang terlibat.

Koordinasi diperkuat agar pelaksanaan PBAK tidak hanya berjalan sesuai jadwal, tetapi juga mampu memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru.

Kegiatan di Luar Ruangan Jadi Perhatian

Kondisi pelaksanaan PBAK tahun ini menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan secara matang. Sebagian besar rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung di luar ruangan.

Karena itu, aspek teknis, keamanan, ketertiban dan koordinasi antarpanitia menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Panitia diarahkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala selama lima hari pelaksanaan.

Kesiapan tersebut dinilai penting mengingat peserta PBAK berasal dari berbagai program studi dengan jumlah mahasiswa baru yang cukup besar.

Selain persoalan teknis, panitia juga diharapkan membangun suasana PBAK yang aman, damai dan edukatif.

Kegiatan pengenalan kampus tidak diarahkan sekadar menjadi rangkaian seremonial, tetapi menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan mereka sebagai bagian dari sivitas akademika UIN STS Jambi.

Libatkan Pimpinan Fakultas hingga Organisasi Mahasiswa

Kepanitiaan PBAK 2026 melibatkan berbagai unsur kampus. Kabag Akademik UIN STS Jambi Saparuddin turut hadir dalam rapat persiapan.

Sejumlah Wakil Dekan III dari masing-masing fakultas juga dilibatkan bersama dosen dan tenaga kependidikan.

Dari unsur mahasiswa, Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) turut mengambil bagian dalam kepanitiaan.

Keterlibatan lintas unsur tersebut diharapkan memperlancar komunikasi antara panitia, fakultas dan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Dengan koordinasi yang lebih luas, setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat segera ditangani sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Bukan Sekadar Penyambutan Mahasiswa Baru

PBAK menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sebelum menjalani perkuliahan secara penuh.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa akan diperkenalkan dengan budaya akademik, layanan kampus, aturan, lingkungan pendidikan hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan yang tersedia di UIN STS Jambi.

Karena itu, pelaksanaan PBAK dituntut mampu menciptakan kesan pertama yang positif.

Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal ruang dan fasilitas kampus, tetapi juga memahami nilai, etika dan kehidupan akademik yang akan mereka jalani.

Rapat persiapan yang digelar menjelang pelaksanaan PBAK menjadi bagian dari konsolidasi panitia untuk menyatukan langkah.

Dengan persiapan teknis dan koordinasi lintas unsur yang lebih matang, UIN STS Jambi menargetkan PBAK 2026 berlangsung tertib, aman dan memberikan pengalaman awal yang baik bagi mahasiswa baru.(*)




Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu

SEPUCUKJAMBI.ID – Kenapa harus belajar bahasa Inggris? Pertanyaan ini sering kali muncul, terutama bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas hidup, baik dalam aspek karir maupun kehidupan sehari-hari.

Bahasa Inggris bukan hanya bahasa internasional yang digunakan di banyak negara, tetapi juga merupakan kunci untuk membuka berbagai peluang, baik untuk karir global maupun interaksi dengan orang dari berbagai budaya.

Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan berbahasa Inggris memberikan banyak keuntungan, mulai dari memudahkan komunikasi di tempat kerja hingga membuka akses ke informasi terbaru di bidang teknologi, pendidikan, dan bahkan hiburan.

Oleh karena itu, kursus bahasa Inggris bukan hanya soal menambah keterampilan, melainkan investasi besar untuk masa depan.

Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya

Belajar bahasa Inggris kini bukan hanya sekadar keahlian tambahan, tetapi sebuah kebutuhan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan.

Dengan menguasai bahasa internasional ini, kamu bisa membuka banyak peluang, baik dalam dunia pendidikan, karir, maupun kehidupan sosial.

Untuk lebih jelasnya lagi berikut ini beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan ketika belajar bahasa Inggris:

Bahasa Inggris Digunakan untuk Komunikasi Global

Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa internasional yang menghubungkan individu, kelompok, dan negara di seluruh dunia.

Dengan kemampuan bahasa Inggris, kamu dapat menjangkau berbagai kesempatan yang sebelumnya mungkin tidak dapat diakses.

Kenapa harus belajar Bahasa Inggris? Salah satunya adalah karena bahasa ini digunakan dalam hampir semua forum internasional, mulai dari konferensi ilmiah, pertemuan bisnis, hingga interaksi diplomatik antara negara.

Karena sifatnya yang universal, banyak organisasi besar, seperti PBB, NATO, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi mereka. Ini memudahkan negara-negara yang berbeda bahasa untuk berkomunikasi dengan lebih efisien.

Tidak hanya di dunia pemerintahan dan organisasi internasional, di sektor swasta pun bahasa Inggris memiliki peran penting.

Perusahaan-perusahaan multinasional, yang memiliki cabang dan mitra di berbagai negara, umumnya menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di kantor pusat maupun di berbagai cabangnya.

Hal ini memudahkan komunikasi antar karyawan, serta dalam membuat kesepakatan bisnis lintas negara.

Di dunia pendidikan, bahasa Inggris juga memegang peranan besar. Banyak perguruan tinggi di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk program-program akademik, termasuk di universitas-universitas top dunia seperti di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.

Oleh karena itu, menguasai bahasa Inggris bukan hanya penting untuk komunikasi pribadi, tetapi juga untuk mengikuti pendidikan tinggi di level internasional.

Selain itu, bahasa Inggris sangat membantu dalam menjalin hubungan antar individu dari berbagai latar belakang budaya.

Banyak platform media sosial dan aplikasi komunikasi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa standar, memungkinkan kamu untuk berinteraksi dan melakukan conversation dengan teman-teman dari seluruh dunia, tanpa hambatan bahasa yang menghalangi.

Peluang Karir yang Lebih Luas

Peluang karir yang lebih luas menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang bertanya, kenapa harus belajar bahasa Inggris? Bahasa Inggris telah menjadi bahasa internasional yang digunakan secara luas dalam dunia bisnis, diplomasi, dan teknologi.

Banyak perusahaan multinasional, baik di sektor teknologi, keuangan, maupun manufaktur, mengutamakan kemampuan berbahasa Inggris yang profesional dalam proses rekrutmen.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang beroperasi secara global, kebutuhan untuk berkomunikasi dalam bahasa yang umum digunakan ini menjadi sangat penting.

Karyawan yang memiliki kemampuan bahasa Inggris tidak hanya dapat berkomunikasi dengan kolega dari berbagai negara, tetapi juga memiliki kesempatan untuk dipromosikan ke posisi yang lebih strategis.

Dalam banyak kasus, perusahaan akan lebih cenderung memilih kandidat yang bisa berbahasa Inggris dengan baik karena mereka dapat dengan mudah bekerja dengan tim internasional, menghadiri rapat atau presentasi, serta memahami dan memproduksi materi yang menggunakan bahasa Inggris.

Ini menjadi keuntungan kompetitif yang besar, mengingat semakin banyaknya perusahaan yang melebarkan sayapnya ke pasar internasional.

Misalnya, di sektor teknologi, peran-peran yang berhubungan dengan penelitian dan pengembangan (R&D) sering kali membutuhkan interaksi dengan mitra global atau pemangku kepentingan yang mungkin tidak berbicara bahasa lokal.

Akses ke Informasi dan Teknologi

Akses ke informasi dan teknologi adalah salah satu alasan utama kenapa harus belajar Bahasa Inggris.

Sebagian besar konten di internet, seperti artikel, buku, jurnal, dan berbagai materi penelitian lainnya, tersedia dalam bahasa Inggris.

Hal ini membuat bahasa Inggris menjadi kunci utama untuk mengakses pengetahuan global.

Banyak sumber daya pendidikan dan ilmiah yang hanya tersedia dalam bahasa Inggris atau lebih dulu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, yang menjadikannya sebagai bahasa utama dalam dunia akademis dan penelitian.

Dengan menguasai bahasa Inggris, kamu dapat menjelajahi berbagai sumber daya ini dan memperoleh wawasan yang lebih luas dalam berbagai bidang, mulai dari sains, teknologi, hingga seni.

Selain itu, banyak platform pembelajaran online yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, seperti kursus, video tutorial, dan e-book yang dapat membantu kamu dalam meningkatkan kemampuan di berbagai bidang, termasuk bisnis dan teknologi.

Saat kamu menguasai bahasa Inggris, kamu juga akan lebih mudah memahami berbagai manual perangkat lunak atau teknologi yang sebagian besar disusun dalam bahasa Inggris.

Teknologi terbaru, dari aplikasi hingga perangkat keras, biasanya memerlukan pemahaman terhadap bahasa Inggris untuk dapat dipahami dan digunakan dengan maksimal.

Sebagai contoh, software populer, alat pengembangan web, atau bahkan dokumentasi teknis di perusahaan-perusahaan besar sering kali ditulis dalam bahasa Inggris.

Bisa Mendapatkan Kesuksesan Akademik

Kemampuan berbahasa Inggris memainkan peran yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan akademik, terutama di perguruan tinggi ternama yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.

Seiring dengan semakin banyaknya universitas di dunia yang menawarkan program-program berkualitas dengan pengajaran dalam bahasa Inggris, penguasaan bahasa ini menjadi syarat utama bagi mahasiswa internasional.

Universitas seperti Harvard, Oxford, dan Stanford, misalnya, menggunakan bahasa Inggris dalam semua aspek perkuliahan mereka, dari kuliah hingga ujian, tugas, dan penelitian.

Oleh karena itu, menguasai bahasa Inggris akan mempermudah mahasiswa untuk beradaptasi dengan materi kuliah, berkomunikasi dengan dosen dan teman sekelas, serta mengakses literatur akademik yang mayoritas ditulis dalam bahasa Inggris.

Selain itu, kemampuan bahasa Inggris yang baik juga berpengaruh besar pada proses memperoleh beasiswa.

Banyak program beasiswa internasional, seperti Fullbright, Chevening, dan Erasmus Mundus, mensyaratkan peserta untuk memiliki skor TOEFL atau IELTS yang baik.

Beasiswa tersebut seringkali membutuhkan bukti kemampuan bahasa Inggris yang memadai untuk memastikan bahwa penerima beasiswa dapat mengikuti perkuliahan dan berkomunikasi dengan lancar di lingkungan akademik internasional.

Mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi biasanya memiliki peluang lebih besar untuk diterima di universitas-universitas top dan mendapatkan pendanaan untuk studi mereka.

Meningkatkan Percaya Diri

Menguasai bahasa Inggris dapat menjadi faktor yang sangat penting dalam meningkatkan rasa percaya diri, terutama ketika berinteraksi dalam berbagai situasi yang melibatkan banyak orang dari latar belakang budaya yang berbeda.

Hal ini berlaku di banyak aspek kehidupan, baik itu di tempat kerja, di sekolah, atau saat bepergian ke luar negeri.

Ketika kamu memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, kamu akan merasa lebih nyaman berbicara dengan orang dari berbagai negara dan budaya.

Hal ini bisa mengurangi rasa cemas atau ragu-ragu yang sering muncul ketika berbicara dengan orang yang tidak kamu kenal, apalagi jika bahasa yang digunakan bukan bahasa ibu kamu.

Di tempat kerja, terutama di perusahaan internasional, kemampuan berbahasa Inggris memungkinkan kamu untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan dari negara lain.

Kamu akan merasa lebih mampu dalam menyampaikan pendapat, ide, atau bahkan berpartisipasi dalam rapat yang melibatkan peserta dari berbagai belahan dunia.

Rasa percaya diri ini akan membuat kamu lebih dihargai dan mampu menunjukkan potensi yang kamu miliki secara lebih optimal.

Begitu juga saat kamu berada di lingkungan akademik, baik itu di universitas atau sekolah internasional, kemampuan berbahasa Inggris akan memungkinkan kamu untuk berbicara dengan lebih lancar dan jelas dalam diskusi, presentasi, atau bahkan saat bekerja dalam kelompok.

Ini akan memperkuat posisi kamu dalam percakapan atau tugas akademik, serta membantu kamu untuk lebih mudah beradaptasi dengan sistem belajar di luar negeri.

Membantu Mobilitas Global

Meningkatan mobilitas global kini menjadi kenyataan yang semakin terasa. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi, batasan geografis semakin tidak relevan dalam dunia kerja dan kehidupan sosial.

Hal ini membuka kesempatan bagi banyak orang untuk bekerja atau tinggal di luar negeri, serta berinteraksi dengan berbagai budaya.

Salah satu faktor yang memperlancar transisi tersebut adalah kemampuan berbahasa Inggris.

Bahasa ini menjadi penghubung utama di banyak industri internasional, mulai dari teknologi, bisnis, hingga hiburan.

Dengan adanya berbagai platform digital, perusahaan global, dan berbagai kesempatan internasional, banyak negara mengandalkan bahasa Inggris untuk komunikasi sehari-hari, terutama dalam sektor profesional.

Di hampir semua industri, seperti di perusahaan multinasional, sektor teknologi, dan media digital, bahasa Inggris bukan lagi sekadar alat komunikasi tambahan, melainkan menjadi bahasa utama yang digunakan untuk berkoordinasi dengan kolega, klien, atau mitra bisnis dari berbagai belahan dunia.

Bahkan dalam dunia hiburan, sebagian besar film, musik, dan media digital diproduksi dengan bahasa Inggris, menjadikannya bahasa yang sangat vital untuk berkomunikasi dan memahami tren global.

Peningkatan Konektivitas Budaya

Bahasa Inggris memainkan peran kunci dalam meningkatkan konektivitas budaya di seluruh dunia.

Sebagai bahasa global yang digunakan di banyak bidang, seperti seni, hiburan, dan ilmu pengetahuan, bahasa Inggris membuka akses yang luas untuk memahami dan menikmati berbagai budaya dari seluruh penjuru dunia.

Misalnya, dalam dunia hiburan, banyak film internasional yang diproduksi dalam bahasa Inggris, atau setidaknya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Ini memungkinkan kamu untuk menikmati film-film dari berbagai negara tanpa kendala bahasa, serta memperkenalkan budaya yang berbeda melalui sinematografi, cerita, dan karakter yang unik.

Selain film, musik juga merupakan aspek budaya yang sangat dipengaruhi oleh bahasa Inggris.

Banyak genre musik populer seperti pop, rock, dan hip-hop menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, yang tidak hanya mendominasi pasar musik internasional, tetapi juga mempengaruhi tren musik di berbagai belahan dunia.

Lirik-lirik dalam bahasa Inggris memungkinkan pendengar dari berbagai latar belakang budaya untuk merasakan pesan dan emosi yang terkandung dalam karya musik tersebut, serta menciptakan keterhubungan antarbudaya.

Lebih jauh lagi, bahasa Inggris juga mendominasi dunia sastra. Banyak karya sastra besar, baik yang ditulis oleh penulis berbahasa Inggris maupun karya-karya terjemahan dari bahasa lain, dipublikasikan dalam bahasa Inggris.

Karya-karya tersebut tidak hanya mencerminkan pemikiran dan nilai-nilai budaya dari negara asalnya, tetapi juga memberikan wawasan baru kepada pembaca dari seluruh dunia.

Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggrismu di ICAN Learning Center

Belajar Bahasa Inggris menjadi hal yang sangat penting di era globalisasi ini.

Kemampuan berbahasa Inggris membuka banyak peluang di berbagai aspek kehidupan, seperti karir, pendidikan, hingga perjalanan internasional.

Bahasa Inggris tidak hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga menjadi bahasa utama dalam banyak bidang profesional, teknologi, dan ilmiah.

Dengan menguasai Bahasa Inggris, kamu akan memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi global, bisa berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara, serta meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan impian atau melanjutkan studi di luar negeri.

Jika kamu ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggrismu secara efektif dan terstruktur, bergabunglah dengan ICAN Learning Center! Di ILC, kamu akan mendapatkan pelatihan dari pengajar profesional yang berpengalaman, dengan metode yang dirancang untuk memaksimalkan pemahaman dan keterampilan berbahasa Inggris.

Selain itu, ICAN Learning Center menawarkan berbagai keuntungan, seperti kelas yang fleksibel, materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhanmu, dan lingkungan yang mendukung untuk belajar secara maksimal.

Dengan dukungan ICAN English, kamu akan lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris di berbagai situasi dan siap menghadapi tes-tes internasional seperti TOEFL, SAT atau IELTS. Jadi, tunggu apa lagi? Tingkatkan kemampuan Bahasa Inggrismu sekarang juga di ICAN English.(*)




UIN STS Jambi Gandeng Kemendikdasmen Perkuat Bahasa Indonesia, Mahasiswa Disiapkan Berdaya Saing Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi memperkuat langkah pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama strategis dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN STS Jambi dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, Selasa 4 Agustus 2026.

Nota Kesepahaman ditandatangani langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si.

Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tingkat universitas. Sebagai tindak lanjut, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Bahasa Provinsi Jambi dengan sejumlah unit akademik UIN STS Jambi, yakni Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, serta Unit Pengembangan Bahasa.

Perkuat Kompetensi Bahasa di Lingkungan Kampus

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, mengatakan kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas kebahasaan di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, penguatan bahasa Indonesia menjadi bagian penting dalam peningkatan kompetensi mahasiswa maupun tenaga pendidik, terutama di tengah tuntutan dunia akademik yang semakin kompetitif.

“Kita menandatangani Nota Kesepahaman antara UIN STS Jambi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan ini sangat penting karena banyak sisi positif yang telah kita rasakan selama empat tahun terakhir,” ujar Kasful.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian mahasiswa UIN STS Jambi dalam berbagai ajang kebahasaan, khususnya Duta Bahasa Provinsi Jambi.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir mahasiswa UIN STS Jambi konsisten meraih prestasi hingga dipercaya mewakili Provinsi Jambi pada ajang Duta Bahasa tingkat nasional.

“Saya merasa bahagia dan bangga. Dalam tiga hingga empat tahun terakhir, UIN STS Jambi selalu menjadi wakil Provinsi Jambi pada ajang Duta Bahasa tingkat nasional,” katanya.

Kolaborasi Pendidikan Jadi Kunci

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengapresiasi komitmen UIN STS Jambi dalam membangun kolaborasi untuk pengembangan bahasa dan sastra.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, hingga komunitas pendidikan.

“Sejatinya kita tidak mungkin bekerja sendiri. Dalam setiap aktivitas kita membutuhkan dukungan, bantuan, dan kerja sama dari berbagai pihak,” ujar Hafidz.

Ia menjelaskan, Kemendikdasmen terus mendorong konsep partisipasi semesta dalam membangun pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.

Kerja sama dengan UIN STS Jambi dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas peran perguruan tinggi dalam pengembangan bahasa Indonesia, kesastraan, serta peningkatan kompetensi kebahasaan generasi muda.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Dalam Nota Kesepahaman tersebut, kedua pihak sepakat mengembangkan berbagai program kebahasaan dan kesastraan di lingkungan UIN STS Jambi.

Beberapa program yang menjadi ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pengembangan bidang penerjemahan dan penjurubahasaan, serta peningkatan kompetensi bahasa bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Selain itu, kerja sama juga mencakup program praktik kerja lapangan, magang, implementasi Kurikulum Kampus Berdampak, penyediaan narasumber seminar dan workshop, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Melalui kemitraan tersebut, UIN STS Jambi dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen berharap dapat melahirkan generasi yang memiliki kemampuan bahasa lebih kuat, kompetensi akademik yang meningkat, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Penguatan bahasa Indonesia di lingkungan kampus juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi ilmiah dalam dunia pendidikan tinggi.(*)