Gangguan Landasan Pacu Akibat Cuaca Panas, Bandara Sultan Thaha Jambi Kembali Beroperasi

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Bandara Sultan Thaha Jambi memastikan operasional penerbangan kembali normal setelah mengalami gangguan pada landasan pacu yang menyebabkan penundaan sejumlah penerbangan.

General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menjelaskan bahwa kendala teknis terjadi akibat panas terik matahari yang menyebabkan roda pesawat lengket pada landasan pacu.

“Masalah ini disebut ‘landasan lendut’, di mana pesawat menjadi terlalu berat, dan roda pesawat tidak bisa lepas dari landasan,” ujar Ardon, Kamis (10/4).

Gangguan tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan mengakibatkan penumpang yang sudah berada di dalam pesawat terpaksa turun.

Beruntung, permasalahan berhasil diatasi dalam waktu dua jam, dan bandara kembali beroperasi normal pada pukul 17.30 WIB.

Saat ini, pihak bandara memastikan bahwa landasan pacu telah kembali dapat digunakan dengan aman.

Perbaikan sementara telah dilakukan, sementara perbaikan permanen akan dilakukan setelah seluruh penerbangan selesai malam ini.

“Setelah penerbangan terakhir malam ini, perbaikan permanen akan segera dilakukan,” tambah Ardon.

Pihak otoritas bandara juga meminta maaf kepada seluruh penumpang yang mengalami gangguan akibat keterlambatan penerbangan ini.

Pada hari ini, Bandara Sultan Thaha Jambi melayani 17 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan.(*)




Sengketa Unbari Berakhir, Mahkamah Agung Menangkan Yayasan Pendidikan Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sengketa panjang terkait penyelenggaraan Universitas Batanghari (Unbari) akhirnya mencapai titik terang.

Mahkamah Agung (MA) secara resmi memenangkan Yayasan Pendidikan Jambi (YPJ) dalam perkara kasasi atas legalitas badan penyelenggara Unbari.

Melalui Putusan Nomor 91 K/TUN/2025, MA membatalkan pengesahan pendirian dua yayasan bentukan Husin Syakur, yakni Yayasan Pendidikan Batanghari Jambi (YPBJ) dan Yayasan Pendidikan Jambi Tujuh Tujuh (YPJ 77).

Putusan ini telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan dapat diakses melalui laman resmi Mahkamah Agung.

Kedua yayasan yang muncul secara tiba-tiba pada 2022 itulah yang memicu dualisme pengelolaan di Unbari.

Akibatnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sempat mengambil alih pengelolaan Unbari dan menunjuk Pj Rektor, sehingga YPJ yang telah membesarkan Unbari selama puluhan tahun tersingkir.

Situasi tersebut berdampak luas pada aktivitas kampus, termasuk terhambatnya proses akademik serta terjadinya pemotongan gaji, tunjangan, dan jam mengajar bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Dengan kemenangan YPJ di tingkat kasasi, kini hanya YPJ yang sah secara hukum sebagai penyelenggara Universitas Batanghari.

Ketua Umum YPJ, Camelia Puji Astuti, menyambut baik putusan Mahkamah Agung dan berharap semua pihak, terutama Kementerian Hukum dan HAM serta Kemdiktisaintek, segera melaksanakan keputusan tersebut.

“Perjuangan kami selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Putusan ini membuktikan bahwa tidak ada yayasan lain yang berhak mengelola Unbari selain YPJ. Kami harap kementerian terkait dapat bersikap kooperatif dan menghormati putusan ini,” ujar Camelia.

Kuasa hukum YPJ, Denny Indrayana, menegaskan bahwa Putusan 91 K/TUN/2025 memiliki posisi strategis karena berkaitan erat dengan gugatan-gugatan lain terkait Unbari, termasuk pembatalan pengangkatan Pj. Rektor Afdalisma.

“Kami mengapresiasi putusan kasasi ini. Saat ini tidak ada dasar hukum bagi Kemdiktisaintek untuk terus mengintervensi pengelolaan Unbari. Kami juga mendorong Kemenkum untuk segera mencabut pengesahan YPBJ dan YPJ 77,” jelas Denny.

Ia juga menyoroti kemungkinan upaya Peninjauan Kembali (PK) oleh pihak Kemenkum.

Namun menurut Denny, SEMA Nomor 2 Tahun 2024 telah membatasi ruang PK bagi badan atau pejabat tata usaha negara, kecuali memenuhi kriteria tertentu seperti novum atau konflik putusan.

“Sejauh ini tidak ada alasan hukum yang memenuhi ketentuan SEMA 2/2024. Maka dari itu, kami menilai Putusan 91 sudah final dan mengikat,” tutup Guru Besar Hukum Tata Negara ini.(*)




Tol Baleno Jadi Primadona Baru! Pemudik Serbu Jalur Ini Saat Arus Lebaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jalan Tol Bayung Lencir–Tempino (Baleno) yang merupakan tol pertama di Provinsi Jambi mencatat lonjakan arus lalu lintas selama masa mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2025.

Menurut data PT Hutama Karya (Persero), sejak H-4 hingga H+6 Lebaran atau antara 27 Maret hingga 5 April 2025, total 98.300 kendaraan melintasi ruas tol Baleno.

Hanung Hanindito, Branch Manager Tol Baleno, mengungkapkan bahwa puncak arus mudik terjadi pada H-4, dengan jumlah kendaraan yang masuk ke Jambi melalui Tol Baleno mencapai 10.000 unit.

Sementara itu, pada arus balik, tercatat sebanyak 10.300 kendaraan keluar dari Jambi hingga H+6.

“Puncak arus balik diperkirakan terjadi tadi malam, Minggu malam,” kata Hanung, Senin (7/4).

Tol Baleno kini menjadi jalur favorit bagi masyarakat Jambi dan sekitarnya dalam mendukung perjalanan mudik yang lebih cepat dan aman.

Ruas ini menghubungkan titik strategis dari Bayung Lencir ke Tempino, serta terintegrasi dengan koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Secara keseluruhan, Hutama Karya mencatat 180.722 kendaraan melintasi seluruh JTTS pada 6 April 2025, meningkat 93,91% dibandingkan trafik normal.

PT Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan optimal selama musim mudik dan balik.

@sepucukjambi.id wow, selama mudik lebaran tahun 2025, total ada 98 ribu lebih kendaraan yang melintas di jalan tol Bayung Lencir – Tempino Jambi… @Kementerian PU #jambipride #fypシ゚ #videotiktok #toljambi #toltempino #tolbayunglencir #tolbayunglencirtempino #jalantol #tolbaleno

♬ Wheels On The Bus (New Version) – Lingokids

Pengguna jalan tol juga diimbau untuk terus memantau informasi lalu lintas terkini melalui kanal resmi: Instagram: @HutamaKaryaTollRoad Twitter/X: @HutamaKarya

Masyarakat juga dapat menggunakan call center di masing-masing ruas untuk update kondisi jalan dan pelayanan.(*)




Antisipasi Longsor, BPJN Siagakan Alat Berat di Jalur Sungai Penuh–Kerinci

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Untuk mengantisipasi potensi longsor di jalur rawan Sungai Penuh – Batas Tapan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi mendirikan Posko Siaga 2.5 di kilometer 12, tepatnya di kawasan puncak Kota Sungai Penuh.

Posko ini dilengkapi dengan 1 unit Backhoe Loader, 1 unit mobil Pick Up, serta operator yang selalu siaga di sekitar Posko Sapta Taruna.

Kehadiran posko ini menjadi sarana vital bagi pengendara dari arah Sungai Penuh, Bengkulu, hingga Tapan, terutama di musim hujan dan saat arus mudik Lebaran.

Rijal, Pengawas Lapangan PPK 2.5 BPJN Jambi, menyebutkan bahwa sebelum Lebaran 2025 sudah terjadi dua titik longsor di jalur nasional, yaitu di KM 18 dan KM 25.

Tanah longsor yang menutup badan jalan setinggi setengah meter berhasil dibersihkan menggunakan alat berat yang disiagakan.

“Jalur ini memang rawan longsor karena berdekatan dengan kawasan Bukit Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS),” kata Rijal, Senin (7/4).

Kepala BPJN Jambi, Ibnu Kurniawan, telah meninjau langsung posko siaga ini.

Posko dibangun sebagai bagian dari upaya tanggap darurat untuk mengamankan jalur nasional sepanjang 114 km di ruas Sungai Penuh–Kerinci yang menjadi tanggung jawab PPK 2.5.

Meski sarana dan prasarana masih bersifat swadaya, posko ini tetap dilengkapi dengan panggung jaga, kursi, tikar untuk beristirahat, musala, dan toilet umum.

Untuk penerangan malam, digunakan genset hingga pukul 22.00 WIB.

@sepucukjambi.id sejumlah alat berat disiagakan di posko mudik @kemenpu di Satker 2.5 Sungai Penuh – Batas Tapan sebagai antisipasi longsor yang kerap terjadi di wilayah tersebut… #toljambi #videotiktok #fypシ゚ #jambipride #sungaipenuh

♬ Manifest (with Novet) – ALIGN & Novet

Sejumlah pengguna jalan mengapresiasi keberadaan posko tersebut. Salah satunya, Romadhon, pengemudi dari Sungai Penuh yang hendak menuju Muko-Muko.

“Posko ini sangat membantu. Lokasinya strategis, parkirnya luas, dan bisa istirahat sambil menikmati pemandangan Sungai Penuh dari ketinggian,” ujarnya.(*)




Meski Gratis, Melintas di Tol Bayung Lencir–Tempino Tetap Butuh Kartu Tol

JAMBISeiring dengan mulai beroperasinya Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino (Baleno), pengelola tol mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar menyiapkan kartu tol elektronik saat melintas di ruas tersebut.

Meskipun tarif tol belum diberlakukan karena masih dalam tahap uji coba operasional, pengguna tetap diwajibkan memiliki kartu tol sebagai bagian dari persiapan sistem pembayaran yang akan diterapkan dalam waktu dekat.

Menurut Hanung Hanindito, Branch Manager Tol Baleno, kartu tol tetap diperlukan meski belum ada pungutan tarif.

Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran sistem transaksi elektronik saat uji coba selesai dan tarif resmi diberlakukan.

“Walaupun tarif untuk saat ini belum diberlakukan, pengguna jalan tol tetap harus memiliki kartu tol,” ujar Hanung.

Ia menambahkan bahwa, penggunaan kartu tol juga membantu pengelola dalam memonitor volume kendaraan serta meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna jalan.

Bagi pengendara yang belum memiliki kartu tol, pengelola menyediakan berbagai opsi pembelian dan registrasi.

“Harapannya, dengan adanya kartu tol ini, pengguna bisa merasakan kemudahan transaksi, terutama saat tarif sudah mulai diberlakukan,” lanjut Hanung.

Keberadaan kartu tol menjadi bagian dari transformasi menuju sistem transportasi modern dan efisien.

Pengelola Tol Baleno berharap pengguna jalan dapat segera menyiapkan kartu tol untuk mendukung kelancaran operasional dan memaksimalkan pelayanan ke depannya.(*)




Nekat Masuk Tol Tanpa Lampu Belakang, Mobil Ini Disuruh Putar Balik saat Berada di Gerbang Tol Bayung Lencir

BAYUNGLENCIR, SEPUCUKJAMBI.ID – Satu mobil berwarna hitam terpaksa diminta putar balik oleh petugas tol saat hendak memasuki Gerbang Tol Bayung Lencir menuju arah Tol Tempino, Jambi, pada Minggu 6 April 2025 malam.

Alasannya, mobil tersebut diketahui tidak menyalakan lampu belakang, sehingga dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, terutama saat melintas di malam hari.

Petugas yang berjaga langsung menghentikan kendaraan tersebut saat mendekati area gerbang masuk.

Setelah dilakukan pemeriksaan singkat, ditemukan bahwa lampu bagian belakang kendaraan dalam kondisi tidak menyala.

“Kami tidak izinkan kendaraan masuk tol jika tidak memenuhi standar keselamatan. Apalagi ini menyangkut visibilitas di malam hari,” ujar salah satu petugas.

Mobil tersebut kemudian diminta keluar dari jalur masuk tol dan diarahkan untuk memperbaiki kondisi lampunya terlebih dahulu sebelum diperbolehkan melintas kembali.

Pihak pengelola Tol Bayung Lencir–Tempino (Baleno) mengimbau seluruh pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, termasuk kelistrikan dan sistem penerangan, sebelum memasuki jalan tol.

“Tol adalah jalur dengan kecepatan tinggi, sehingga standar keselamatan harus benar-benar diperhatikan,” kata Hanung Hanindito, Branch Manager Tol Baleno.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan tol agar tidak hanya menyiapkan kartu tol elektronik, tetapi juga mengecek kelengkapan kendaraan, seperti lampu, rem, dan ban.

@sepucukjambi.id satu mobil yang hendak masuk ke gerbang tol Bayung Lencir menuju Tempino, terpaksa disuruh putar balik… ini gara-gara, lampu mobil tersebut tak hidup… #jalantol #tolbaleno #tolbayunglencirtempino #tolbayunglencir #toltempino #toljambi

♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Dengan standar keselamatan yang tinggi, pengelola berharap seluruh pengguna tol dapat berkendara dengan aman dan nyaman selama berada di ruas tol Bayung Lencir–Tempino.(*)




Arus Mudik Lebaran 2025: Trafik Kendaraan di Tol Trans Sumatera Capai 177.243

SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) mengumumkan perkembangan terbaru mengenai Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Pada 5 April 2025, tercatat lebih dari 177.243 kendaraan melintas di berbagai ruas tol JTTS, mengalami peningkatan sebesar 102,49% dibandingkan trafik normal pada hari yang sama.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol fungsional mencapai 13.163 kendaraan.

Jumlah kendaraan yang melintas di JTTS menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan kondisi normal, seiring dengan lonjakan arus mudik yang sudah dimulai pada awal April 2025.

PT Hutama Karya mencatat, pergerakan kendaraan yang tinggi ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menggunakan jalan tol sebagai pilihan utama selama musim mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Rincian angka trafik di setiap ruas tol JTTS dapat dilihat pada tabel yang terlampir:

Angka-angka tersebut menjadi indikator penting bagi pengelola tol untuk memantau kondisi lalu lintas dan meningkatkan kesiapan infrastruktur di seluruh ruas jalan tol.

PT Hutama Karya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi menciptakan pengalaman mudik yang lancar dan nyaman bagi para pemudik.

Perusahaan terus berupaya memastikan kondisi jalan tol tetap aman dan lancar dengan meningkatkan pengawasan dan layanan di sepanjang JTTS.

Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk memantau informasi terkini seputar Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 melalui akun media sosial resmi Hutama Karya di @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya.

Informasi terbaru seputar kondisi lalu lintas, rest area, dan informasi penting lainnya akan terus diperbarui di sana.

Selain itu, pengguna jalan juga disarankan untuk mencatat nomor Call Center PT Hutama Karya untuk mendapatkan bantuan dan informasi lebih lanjut seputar kondisi jalan tol selama periode mudik Lebaran. (*)




PT Hutama Karya Catat Peningkatan Trafik Arus Mudik Lebaran 2025, Capai 173.571 Kendaraa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – PT Hutama Karya (Persero) menginformasikan perkembangan terkini arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Pada 3 April 2025, tercatat ada 173.571 kendaraan yang melintas di JTTS, menunjukkan peningkatan sebesar 122,24% dibandingkan dengan trafik normal pada hari yang sama. Selain itu, untuk ruas tol fungsional, tercatat ada 14.085 kendaraan yang melintas.

Untuk memudahkan pemantauan, rincian angka trafik di setiap ruas tol dapat dilihat pada tabel yang terlampir dalam informasi resmi.

Sebagai bagian dari komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik, PT Hutama Karya memastikan pengalaman mudik yang nyaman dan aman bagi pengguna jalan.

Untuk informasi terkini seputar arus mudik dan balik Lebaran 2025 di JTTS, PT Hutama Karya menghimbau pengguna jalan untuk mengikuti akun resmi media sosial Hutama Karya di @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya.

Selain itu, pengguna juga diingatkan untuk mencatat nomor Call Center masing-masing guna mendapatkan bantuan dan informasi lebih lanjut.

Dengan perkembangan arus mudik yang signifikan, PT Hutama Karya terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal, memastikan kelancaran perjalanan pengguna jalan sepanjang JTTS selama periode Lebaran 2025.(*(




Kenaikan Tarif AS 32%: Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Jakarta, SEPUCUKJAMNI.ID– Pada Rabu, 2 April 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan baru yang akan menaikkan tarif impor sebesar 10% pada barang-barang yang masuk ke AS dari banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam pengumuman yang disampaikan melalui unggahan di Instagram Gedung Putih, Indonesia terdaftar sebagai salah satu negara yang terkena dampak, dengan tarif yang dikenakan sebesar 32%. Negara ini menempati urutan kedelapan dalam daftar negara-negara yang akan menerima kenaikan tarif tersebut.

Apa Itu Tarif Timbal Balik?

Kenaikan tarif ini adalah bagian dari kebijakan tarif timbal balik yang bertujuan menanggapi tarif yang diterapkan negara lain terhadap barang-barang AS. Indonesia, bersama dengan sekitar 60 negara lainnya, akan dikenakan tarif tambahan yang jumlahnya sebanding dengan tarif yang mereka berlakukan terhadap AS. Beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia (24%), Kamboja (49%), Vietnam (46%), dan Thailand (36%), juga terdaftar dalam kebijakan ini.

Tujuan Kebijakan Trump: Meningkatkan Lapangan Pekerjaan di AS

Dalam pengumumannya, Trump mengklaim bahwa kebijakan tarif tersebut dimaksudkan untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Amerika Serikat. Trump menyebutkan bahwa kebijakan ini menjadi “Hari Pembebasan” bagi AS, yang selama ini merasa dirugikan akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil oleh pemerintahannya. Ia berpendapat bahwa kebijakan tersebut akan meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan memulihkan perekonomian AS yang selama ini terpuruk.

Kebijakan Baru AS yang Menyebabkan Ketegangan Perdagangan Global

Sejak terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada Januari 2025, Trump telah memberlakukan beberapa kebijakan tarif baru. Salah satunya adalah tarif tambahan 25% untuk mobil yang diproduksi di luar Amerika Serikat, yang akan mulai diberlakukan pada Kamis, 4 April 2025. Selain itu, AS juga memberlakukan tarif 25% pada seluruh impor baja dan aluminium dari negara-negara mitra dagangnya.

Dampak dari kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga akan mempengaruhi negara-negara lain di seluruh dunia yang bergantung pada perdagangan dengan AS. Bagi negara-negara yang terkena tarif tambahan ini, seperti Indonesia, kebijakan ini berpotensi meningkatkan biaya impor barang-barang dari AS dan dapat menyebabkan lonjakan harga yang signifikan.

Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia?

Bagi Indonesia, kenaikan tarif ini dapat berdampak pada berbagai sektor, terutama yang bergantung pada ekspor dan impor barang. Misalnya, produk-produk yang diekspor ke AS mungkin akan menghadapi hambatan tarif yang lebih tinggi, sementara barang-barang impor dari AS, seperti teknologi dan bahan baku industri, juga akan semakin mahal.

Pemerintah Indonesia akan segera mencari cara untuk menanggapi kebijakan ini, baik melalui negosiasi perdagangan dengan AS atau dengan mencari pasar alternatif untuk produk-produk Indonesia. Namun, tantangan yang dihadapi Indonesia adalah bagaimana menjaga daya saing produk-produk dalam negeri di pasar internasional yang semakin kompetitif.

Tarif Baru Mulai Berlaku April 2025

Menurut pejabat senior Gedung Putih, tarif universal yang dikenakan pada barang-barang impor dari berbagai negara akan mulai berlaku pada Sabtu, 5 April 2025. Sementara itu, tarif timbal balik yang menargetkan sekitar 60 mitra dagang AS, termasuk Indonesia, akan diberlakukan mulai Rabu, 9 April 2025.

Kebijakan ini diperkirakan akan semakin memperburuk ketegangan perdagangan global, yang dapat memicu respons balasan dari negara-negara yang terkena dampak. Ini juga dapat mempengaruhi hubungan ekonomi internasional dan memperburuk ketidakpastian pasar global.

Kenaikan tarif ini tentu saja menambah tantangan bagi Indonesia, yang harus menghadapi potensi dampak negatif terhadap ekonomi domestiknya. Namun, kebijakan ini juga membuka peluang bagi pemerintah dan pelaku industri Indonesia untuk mengeksplorasi pasar baru dan memperkuat daya saing produk dalam negeri.(*)




Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi 5 April, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 akan terjadi pada Sabtu, 5 April.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Polri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan rekayasa lalu lintas, bekerja sama dengan berbagai stakeholder.

“Arus balik diprediksi akan terjadi pada 5 atau 6 April. Kami akan melakukan langkah-langkah strategis dengan semua pihak terkait untuk mengelola rekayasa lalu lintas,” kata Agus kepada wartawan pada Rabu, 2 April 2025.

Agus menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan meliputi sistem contraflow dan one way.

Untuk contraflow, rencananya akan diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek dari KM 70 hingga KM 47. Jika volume kendaraan meningkat, contraflow akan diperpanjang hingga KM 36.

Selain itu, mulai 3 April 2025, Polri akan memberlakukan sistem one way lokal.

Tahap pertama one way akan diterapkan dari KM 188 Tol Palimanan hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama.

“Jika pada 4 April arus balik dari arah timur ke Jakarta masih teras, kami akan menerapkan one way tahap dua dari KM 246 hingga KM 188,” jelas Agus.

“Dan pada 5 April, kami akan memperpanjang one way, mungkin mulai dari Batang atau KM 414.”

Agus menambahkan bahwa pihaknya akan menambah jumlah personel di lapangan, khususnya di tol Cikampek hingga Palimanan dan di rest area.

Penebalan anggota ini untuk membantu pengaturan arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan.

“Kami juga akan mempertebal kehadiran anggota, terutama di kilometer 37 hingga 70, serta di rest area. Ini melibatkan anggota Sabara dan tim urai lalu lintas,” katanya.

Polri juga mempersiapkan pengamanan dan pengaturan arus di tol fungsional.

“Hari ini kami akan melakukan gladi untuk tol fungsional dari Sadang hingga kilometer 34, mengalihkan arus balik dari Bandung melalui tol tersebut untuk mengurangi beban di Cikampek,” tutur Agus.

Dengan persiapan matang ini, Polri berharap dapat meminimalkan kemacetan dan memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2025. (*)