Keindahan Pulau Komodo, Surga Wisata Alam dan Konservasi di NTT

NTT, SEPUCUKJAMBI.ID – Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.

Pulau ini merupakan habitat asli komodo, reptil raksasa purba yang hanya dapat ditemukan di beberapa pulau di Tanah Air.

Tak heran, Pulau Komodo selalu menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung kehidupan satwa langka tersebut.

Namun pesona Pulau Komodo tidak hanya berhenti pada keberadaan komodo.

Wisatawan disuguhi bentang alam luar biasa, mulai dari pantai berpasir putih, laut sebening kristal, hingga bukit-bukit hijau yang menawarkan panorama indah dari berbagai sudut.

Aktivitas trekking menjadi pilihan populer untuk menikmati pemandangan dari ketinggian, sementara snorkeling menjadi daya tarik utama bagi pecinta dunia bawah laut.

Saat berkunjung dan berinteraksi dengan komodo, keamanan menjadi hal yang wajib dipatuhi.

Setiap pengunjung harus didampingi pemandu resmi dari Taman Nasional Komodo.

Wisatawan juga diwajibkan menjaga jarak aman serta mengikuti arahan pemandu demi keselamatan diri dan satwa.

Komodo, meski terlihat lamban, dapat bergerak cepat ketika merasa terganggu.

Selain kekayaan alam, Pulau Komodo juga memiliki kekayaan budaya. Penduduk lokal khususnya suku Bajo masih mempertahankan cara hidup tradisional, termasuk aktivitas melaut dan membuat kerajinan tangan.

Mengunjungi desa-desa lokal memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin lebih mengenal budaya masyarakat setempat.

Taman Nasional Komodo telah lama diakui sebagai situs warisan dunia, menjadikannya tidak hanya tujuan wisata tetapi juga pusat edukasi lingkungan dan konservasi satwa.

Melihat komodo dari dekat dan menikmati keindahan pulau memberi pengalaman otentik yang sulit dilupakan.

Dengan perpaduan antara keindahan alam, petualangan, dan edukasi konservasi, Pulau Komodo menjadi destinasi yang sempurna bagi siapa pun yang ingin merasakan keunikan Indonesia.(*)




Ganja Medis Diusulkan Legalisasi, Ini Respons BNN dan Legislator

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Siti Aisyah, memicu perbincangan publik setelah mengusulkan legalisasi ganja untuk keperluan medis dalam rapat Badan Legislasi DPR bersama sejumlah menteri pada akhir November 2025.

Ia menyebut banyak masyarakat, termasuk dari Aceh, berharap ganja dapat dimanfaatkan sebagai obat bagi pasien dengan kondisi tertentu.

Siti Aisyah menegaskan bahwa wacana legalisasi ini hanya untuk kebutuhan medis dan akan berada di bawah pengawasan ketat.

“Saya melihat ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga potensi komoditas strategis nasional kalau dikelola dengan baik,” ujarnya.

Namun usulan tersebut belum sepenuhnya diterima. BNN menyatakan belum setuju dengan legalisasi ganja medis karena risiko penyalahgunaan dinilai tetap tinggi apabila regulasi belum kuat.

Selain itu, penggunaan ganja sebagai obat membutuhkan bukti ilmiah yang lebih matang.

Anggota DPR lainnya, Hinca Panjaitan, menilai Indonesia tertinggal dalam riset ganja medis.

Ia menyinggung kasus seorang anak penderita cerebral palsy yang sempat berharap bisa mengakses ganja medis namun meninggal sebelum regulasi dan penelitian di Indonesia tuntas.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat kajian ilmiah.

Sejumlah negara telah memanfaatkan ganja sebagai bahan pengobatan, dan hal ini menjadi salah satu alasan para legislator mendukung pembahasan legalisasi terbatas di Indonesia.

Selain aspek kesehatan, Siti Aisyah juga menekankan peluang ekonomi.

Ia menyebut Aceh sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan komoditas tersebut jika dilegalkan secara resmi dan terkontrol.

Wacana ini membuka diskusi luas antara pihak yang melihatnya sebagai peluang medis dan ekonomi, serta pihak yang menekankan aspek keamanan dan risiko penyalahgunaan.

Legalisasi ganja medis disebut membutuhkan regulasi ketat, riset komprehensif, dan sistem pengawasan yang kuat sebelum dapat diterapkan.

Meski menuai pro dan kontra, isu legalisasi ganja medis menjadi salah satu topik paling hangat di DPR karena menyentuh tiga aspek utama: kesehatan, hukum, dan ekonomi.

Para legislator berharap pembahasan ini dapat membuka peluang pengobatan alternatif bagi pasien tanpa mengganggu stabilitas hukum dan keamanan publik.(*)




Temuan Gajah Mati Pascabanjir Aceh Soroti Kerusakan Hutan dan Risiko Ekologi

ACEH, SEPUCUKJAMBI.ID – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menyisakan temuan mengejutkan.

Warga menemukan seekor gajah Sumatera mati di tumpukan kayu dan lumpur di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu.

Lokasi penemuan berada di kawasan hutan yang hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki selama hampir dua jam.

Menurut keterangan warga, sebagian tubuh gajah terbenam lumpur dan ditemukan dalam posisi kepala menghadap ke bawah.

“Gajahnya terseret arus banjir dan terjebak di tumpukan kayu hutan,” ujar Muhammad Ardi, warga yang ikut melakukan penyisiran.

Warga menduga gajah tersebut terbawa arus kuat dari kawasan hulu sungai karena sebelumnya tidak pernah ada satwa gajah yang berkeliaran di desa tersebut.

Banjir bandang membawa kayu, lumpur, dan material hutan sehingga diduga menjadi penyebab kematian satwa dilindungi itu.

Wakil Bupati Pidie Jaya, H. Tarmizi, mengatakan pihaknya masih menyelidiki apakah banjir bandang diperparah oleh kerusakan hutan di hulu, termasuk aktivitas penebangan liar.

“Kami akan memeriksa kondisi hutan di hulu sungai untuk menilai potensi risiko serupa ke depan,” ujarnya.

Ahli konservasi dari Forum Konservasi Gajah Sumatera, Dr. Lestari Widjaja, menilai kasus ini menunjukkan besarnya ancaman terhadap Gajah Sumatera, yang statusnya sudah rentan.

“Tidak hanya manusia dan infrastruktur yang perlu dilindungi dari bencana, tapi juga satwa liar. Gajah Sumatera menghadapi ancaman ganda dari kerusakan hutan dan bencana alam,” kata Dr. Lestari.

Penemuan bangkai gajah ini mempertegas pentingnya pengelolaan hutan dan daerah aliran sungai secara berkelanjutan.

Upaya mitigasi bencana berbasis ekologi dinilai dapat meminimalkan dampak bagi warga sekaligus melindungi satwa liar di Aceh dan wilayah rawan bencana lainnya di Sumatera.(*)




Penembakan 5 Petani di Bengkulu Selatan, Konflik dengan PT ABS Memanas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Insiden penembakan lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, Senin (24/11/2025), memicu kecaman luas dari organisasi masyarakat sipil hingga lembaga HAM.

Para korban ditembak saat memprotes aktivitas PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) yang menggunakan alat berat untuk meratakan lahan garapan warga.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.45 WIB ketika petani menemukan bulldozer perusahaan masuk ke lahan yang mereka klaim sebagai area garapan turun-temurun.

Ketegangan antara petani dan pihak keamanan perusahaan pun terjadi hingga akhirnya terdengar letusan senjata.

Lima petani mengalami luka tembak. Buyung terkena tembakan di bagian dada, sementara Linsurman, Edi Hermanto, Santo, dan Suhardin mengalami luka di bagian dengkul, paha, bawah ketiak, dan betis. Semua korban segera dilarikan ke rumah sakit.

Warga yang berada di lokasi menangkap satu orang yang diduga sebagai pelaku penembakan, yang disebut merupakan anggota keamanan perusahaan.

Pelaku kemudian diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum.

Konflik agraria antara petani Pino Raya dan PT ABS telah berlangsung sejak perusahaan memperoleh izin lokasi seluas 2.950 hektare pada 2012.

Warga mengaku sering mengalami intimidasi dan perusakan tanaman sebelum insiden penembakan terjadi.

WALHI mengecam keras tindakan kekerasan tersebut. Mereka menilai penggunaan senjata api oleh pihak keamanan perusahaan tidak dapat dibenarkan.

“Ini bukti konflik agraria masih menjadi persoalan serius. Kekerasan seperti ini tidak boleh dibiarkan,” tulis WALHI dalam pernyataannya.

Amnesty International Indonesia juga mendesak aparat menuntaskan penyelidikan, menyebut kasus ini sebagai pelanggaran hak hidup dan keamanan warga yang harus dilindungi negara.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan siap menanggung biaya perawatan seluruh korban serta memberi pendampingan hukum bagi petani.

Sementara itu, kepolisian melakukan penyelidikan lanjutan terkait pelaku penembakan dan legalitas perizinan perkebunan sawit di wilayah tersebut.

Insiden ini kembali menyoroti lemahnya perlindungan terhadap petani di tengah konflik agraria yang masih kerap terjadi di Indonesia.

Para pemerhati menilai kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola lahan dan memastikan perusahaan tidak menggunakan kekerasan dalam menangani sengketa.(*)




Internet Rakyat Hadirkan 5G FWA Murah, Sudah Tersedia di 12 Daerah

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Internet Rakyat resmi diluncurkan dan langsung menarik perhatian publik karena menawarkan layanan internet rumah berkecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif hanya Rp100.000 per bulan.

Berbeda dari layanan internet konvensional, Internet Rakyat menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) berbasis Open RAN di frekuensi 1.4 GHz, sehingga tidak membutuhkan jaringan kabel fiber optik.

Program ini dikembangkan melalui kolaborasi SURGE (PT Solusi Sinergi Digital) dengan perusahaan teknologi Jepang, OREX SAI.

Model layanannya memungkinkan pengguna menikmati internet unlimited hanya dengan memasang modem (CPE) yang menerima sinyal 5G dari BTS terdekat.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa modem tidak dikenakan biaya sewa, sehingga pelanggan cukup membayar biaya bulanan Rp100 ribu.

Saat ini, cakupan Internet Rakyat mulai meluas ke berbagai wilayah di Indonesia. Layanan disebut telah menjangkau lebih dari 12 daerah, termasuk sejumlah kawasan di Jawa, Maluku, dan Papua.

Meski demikian, pemerataan jaringan masih menjadi hambatan karena banyak wilayah belum masuk area jangkauan. Pemerintah dan penyedia layanan menargetkan perluasan signifikan mulai 2026.

Pemerintah menekankan bahwa Internet Rakyat dirancang untuk menekan biaya internet rumah sekaligus memperluas akses digital masyarakat.

Teknologi 5G FWA dinilai mampu menjangkau wilayah yang sulit dilalui kabel fiber, sehingga diharapkan mendorong transformasi digital, pendidikan, UMKM, hingga layanan publik.

Meski menawarkan harga yang sangat terjangkau, sejumlah kekhawatiran muncul terkait konsistensi kualitas jaringan, terutama saat jumlah pengguna meningkat.

Beberapa pengguna forum teknologi juga mempertanyakan kecepatan pada jam sibuk serta kesiapan infrastruktur di tahap awal ekspansi.

Calon pelanggan dapat mengecek ketersediaan layanan melalui portal resmi sebelum mendaftar.

Jika alamat masuk jangkauan, pemasangan bisa dilakukan tanpa biaya tambahan. Beberapa daerah bahkan dilaporkan mendapat promo gratis bulan pertama.

Dengan biaya jauh lebih rendah dibanding internet rumahan pada umumnya, Internet Rakyat menjadi salah satu layanan yang paling dinanti masyarakat.

Namun keberhasilan jangka panjangnya akan ditentukan oleh pemerataan jaringan dan pemeliharaan infrastruktur nasional.(*)




WALHI: Banjir Sumatera Bukan Sekadar Cuaca Ekstrem, tetapi Krisis Ekologis

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Serangkaian banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 memunculkan peringatan keras mengenai kerusakan lingkungan di Pulau Sumatera.

Meski hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar menjadi pemicu langsung, para ahli menilai bahwa bencana kali ini merupakan akumulasi dari kerusakan ekologis jangka panjang, terutama akibat deforestasi dan aktivitas pertambangan.

Data BPBD mencatat ribuan warga terpaksa mengungsi, ratusan jiwa meninggal, dan ribuan rumah serta infrastruktur hancur diterjang banjir bandang dan longsor.

Namun, faktor cuaca bukan satu-satunya penyebab.

Ketua WALHI Sumatera, Riska Aditya, menegaskan bahwa hilangnya tutupan hutan dan rusaknya lahan gambut membuat banyak wilayah kehilangan kemampuan alamiah untuk menyerap air.

“Ini bukan hanya bencana alam, tetapi bencana ekologis. Deforestasi dan ekspansi tambang telah membuat kawasan ini sangat rentan terhadap banjir dan longsor,” ujarnya.

Aktivitas pertambangan mulai dari penebangan hutan, pembangunan jalan tambang, hingga penggalian lahan mengubah struktur bentang alam.

Vegetasi yang hilang mempercepat erosi, aliran air terganggu, dan sedimentasi dari tambang menyumbat sungai, menyebabkan air meluap lebih cepat.

Kondisi ini memperbesar risiko banjir besar meski intensitas hujan sedang.

Pengamat lingkungan dari Universitas Andalas, Dr. Hendra Gunawan, menyebut kawasan pegunungan Bukit Barisan sebagai titik paling rawan.

“Hutan di lereng-lereng pegunungan banyak dibuka untuk perkebunan dan tambang. Hujan lebat sedikit saja sudah cukup untuk memicu longsor besar,” katanya.

Pemerintah pusat melalui KLHK menyatakan akan mempercepat evaluasi pengelolaan hutan dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di wilayah terdampak.

Upaya ini penting untuk mengurangi kerentanan masyarakat dalam jangka panjang.

Para aktivis menilai bencana ini harus menjadi momentum reformasi tata kelola lingkungan di Indonesia.

“Jika eksploitasi alam terus dibiarkan tanpa pengawasan ketat, bencana serupa akan semakin sering terjadi,” lanjut Riska.

Banjir dan longsor di Sumatra tahun ini menjadi bukti bahwa kombinasi cuaca ekstrem dan kerusakan lingkungan menghasilkan dampak yang jauh lebih destruktif.

Perbaikan tata kelola hutan, pengawasan tambang, serta pemulihan DAS menjadi kunci untuk mencegah bencana yang lebih parah di masa depan.(*)




Goyang Boger Bojinov di Dangdut Academy 7 Viral, KPI Beri Teguran Indosiar

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Indosiar kembali menjadi sorotan publik setelah penayangan program Dangdut Academy 7 (DA7) memicu kontroversi.

Sebuah video singkat yang viral memperlihatkan bintang tamu Boger Bojinov berjoget dengan gaya “goyang ngebor”, sementara musik pengiringnya terdengar menyerupai lantunan kalimat tauhid.

Kombinasi tersebut sontak menuai protes luas karena dianggap tidak pantas dan melecehkan nilai-nilai agama Islam.

Insiden terjadi pada 25 November 2025, ketika Boger tampil untuk mendukung salah satu kontestan. Gerakan tariannya, yang dipadukan dengan musik berunsur religius, memicu penilaian negatif dan membuat warganet ramai-ramai mengecam acara tersebut.

Beberapa tokoh masyarakat juga menilai hal ini sebagai kelalaian serius dalam mengelola konten siaran.

Menanggapi polemik tersebut, pihak DA7 dan Indosiar mengeluarkan permintaan maaf terbuka.

Host acara seperti Ramzi dan Gilang Dirga menjelaskan bahwa kejadian itu tidak disengaja dan merupakan kesalahan teknis saat pemutaran musik.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan tidak ada niat untuk menyinggung nilai agama,” ujar perwakilan tim produksi.

Pihak acara juga memastikan musik kontroversial tersebut langsung diganti begitu kesalahan teridentifikasi.

Meski permintaan maaf telah disampaikan, respons publik tetap terbelah.

Sebagian warganet menganggap insiden ini sebagai kekeliruan teknis semata, sementara kelompok lain menilai Indosiar harus lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan agar unsur sakral tidak kembali dicampuradukkan dengan hiburan.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kemudian menjatuhkan teguran tertulis kepada DA7 karena menilai penayangan tersebut melanggar prinsip penghormatan nilai agama.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyebut tindakan itu sebagai bentuk pelecehan dan mendesak evaluasi mendalam terhadap SOP produksi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa industri hiburan harus berhati-hati dalam mengelola konten yang menyentuh aspek agama.

Publik kini menantikan langkah lanjutan dari Indosiar untuk memastikan standar sensitivitas agama diperkuat sehingga kejadian serupa tidak terulang.(*)




Modernisasi Jalur Cikampek–Padalarang, Proyek Kilat Pajajaran Masuk Tahap Perencanaan

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menghadirkan layanan kereta cepat Kilat Pajajaran.

Proyek ini digagas untuk memangkas waktu perjalanan Jakarta (Gambir)–Bandung menjadi sekitar 1,5 jam, jauh lebih cepat dibandingkan layanan reguler yang kini memerlukan 2,5–3 jam.

Dedi menyebut percepatan layanan kereta ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan konektivitas antarkota, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, logistik, dan pariwisata di Jawa Barat.

“Kami ingin menghadirkan mobilitas yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran sekitar Rp 8 triliun, yang dialokasikan bertahap melalui APBD untuk modernisasi jalur kereta eksisting.

Pendekatan ini dipilih untuk menghindari pembangunan rel baru dan fokus pada peningkatan infrastruktur.

Seperti perbaikan tikungan, penataan kontur jalur, serta penggunaan teknologi bogie tilting yang memungkinkan kereta melaju lebih cepat pada lintasan berkelok tanpa mengurangi aspek keselamatan.

KAI menjelaskan bahwa hambatan terbesar kecepatan kereta selama ini bukan pada armada, tetapi pada kondisi jalur Cikampek–Padalarang yang memiliki banyak tikungan dan elevasi menurun.

Modernisasi jalur menjadi kunci agar kereta dapat mencapai kecepatan tinggi dengan aman.

Selain melayani penumpang, kereta cepat Kilat Pajajaran juga akan difokuskan pada distribusi logistik, terutama untuk hasil pertanian Jawa Barat.

Pemerintah berharap layanan ini dapat mempercepat arus komoditas dari sentra produksi ke kota-kota besar.

Meski konsepnya telah diperkenalkan, proyek ini masih berada dalam tahap perencanaan dan kajian teknis.

Modernisasi jalur diprediksi berjalan mulai tahun 2027 hingga 2030, bergantung pada kesiapan pendanaan, koordinasi lintas daerah, dan proses pembebasan lahan.

Sejumlah pihak juga memberikan catatan mengenai potensi tumpang tindih dengan moda transportasi lain dan kebutuhan infrastruktur daerah yang masih mendesak.

Namun Pemprov Jawa Barat menegaskan bahwa Kilat Pajajaran merupakan investasi jangka panjang yang akan meningkatkan efisiensi perjalanan, mengurangi kemacetan, dan menumbuhkan pusat ekonomi baru.

Dedi Mulyadi berharap proyek ini menjadi contoh transformasi transportasi publik modern di Indonesia.(*)




Cara Daftar Magang Hub Kemnaker Batch 3, Terbuka untuk Lulusan D3–S1

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran Magang Nasional Batch 3 pada Desember 2025.

Program ini ditujukan bagi fresh graduate untuk memberikan pengalaman kerja nyata, memperluas jaringan profesional, serta menjembatani kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri.

Peluncuran Batch 3 dilakukan setelah capaian peserta Batch 1 dan 2 baru mencapai sekitar 62.000 orang, atau masih kurang dari target nasional 100.000 peserta.

Pemerintah berharap batch terbaru dapat menyerap lebih banyak lulusan dari seluruh daerah Indonesia.

Tahapan pendaftaran dibagi dua kelompok. Pendaftaran mitra penyelenggara perusahaan maupun instansi pemerintah dibuka lebih dulu pada 24 November–3 Desember 2025.

Sementara itu, pendaftaran peserta magang dibuka pada 4–7 Desember 2025 melalui portal resmi MagangHub Kemnaker.

Proses seleksi berlangsung efektif, dengan pengumuman hasil pada 8–11 Desember, dan program magang dijadwalkan mulai 16 Desember 2025.

Masa magang berlangsung hingga pertengahan 2026, sesuai kebijakan masing-masing mitra.

Program Magang Nasional Batch 3 terbuka untuk lulusan D3 dan S1 dengan masa kelulusan maksimal satu tahun. Peserta wajib merupakan Warga Negara Indonesia dan berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar.

Pada batch ini, Kemnaker menegaskan program bersifat inklusif, membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi.

Melalui program ini, Kemnaker mendorong lebih banyak perusahaan swasta dan instansi pemerintah menjadi mitra penyelenggara.

Sehingga semakin banyak lulusan bisa mendapatkan pengalaman profesional yang relevan dengan dunia kerja.

Pemerintah menilai program magang nasional berperan penting dalam meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kompetisi kerja.

Selain memperoleh keterampilan praktis, peserta magang juga berkesempatan membangun jejaring industri yang dapat menunjang karier masa depan.

Dengan cakupan nasional, program ini dirancang agar berdampak pada lulusan dari berbagai wilayah, termasuk daerah yang minim akses kesempatan kerja.

Bagi para lulusan baru yang ingin memperkuat CV dan meningkatkan peluang diterima kerja, Magang Kemnaker Batch 3 menjadi kesempatan yang layak dipertimbangkan.

Calon peserta disarankan menyiapkan dokumen seperti ijazah, identitas diri, serta membuat akun di portal SIAPKerja sebelum melakukan pendaftaran.(*)




Setelah Dikritik, Oxford Revisi Unggahan dan Cantumkan Peneliti Indonesia

SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah menuai kritik luas dari masyarakat Indonesia dan komunitas ilmiah, University of Oxford akhirnya merevisi unggahan resminya terkait laporan mekarnya bunga Rafflesia hasseltii, salah satu spesies Rafflesia langka yang ditemukan di hutan hujan Sumatera.

Revisi dilakukan pada 28 November 2025, atau empat hari setelah unggahan awal yang dianggap mengabaikan peran peneliti dan pemandu lapangan asal Indonesia.

Unggahan Oxford pada 24 November 2025 hanya menyebut nama Chris Thorogood sebagai representasi tim ekspedisi yang mendokumentasikan mekarnya Rafflesia hasseltii.

Namun, tokoh yang berperan penting dalam ekspedisi tersebut, seperti Septian Andriki (Deki) dan pemandu lokal Iswandi, tidak dicantumkan sama sekali.

Penghilangan tersebut memicu protes keras dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, serta tokoh publik seperti Anies Baswedan yang menegaskan pentingnya pengakuan terhadap ilmuwan Indonesia.

“Peneliti lokal yang berperan besar harus diakui. Tanpa mereka, penemuan ini tidak mungkin terjadi,” ujarnya.

Kritik ini segera menjadi sorotan nasional karena dianggap mencerminkan persoalan lama dalam riset internasional yang kerap mengabaikan kontribusi lokal terutama ketika penelitian dilakukan di negara dengan tingkat biodiversitas tinggi seperti Indonesia.

Merespons kritik tersebut, University of Oxford memperbarui unggahan mereka pada 28 November 2025.

Dalam versi terbaru, Oxford mencantumkan secara lengkap nama-nama peneliti dan pemandu lokal yang berperan dalam ekspedisi, termasuk:

  • Septian Andriki (Deki) – Pemandu lokal dan peneliti lapangan

  • Iswandi – Pemandu lapangan

  • Joko Ridho Witono (BRIN) – Peneliti utama biodiversitas Indonesia

  • Akademisi dari Universitas Bengkulu yang turut mengonfirmasi temuan lapangan

“Penemuan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, termasuk rekan-rekan Indonesia yang berada di lapangan,” sebut Chris Thorogood dalam pernyataannya.

Rafflesia hasseltii yang mekar tersebut ditemukan pada 18 November 2025 di kawasan hutan hujan Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Bunga parasit raksasa ini dikenal sangat sulit ditemukan dalam kondisi mekar, membuat temuan kali ini menjadi peristiwa ilmiah yang menarik perhatian global.

“Melihat bunga ini mekar adalah pengalaman yang tidak bisa digambarkan. Bertahun-tahun pencarian akhirnya terbayar,” kata Septian Andriki, pemandu lokal.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa publikasi ilmiah internasional yang sedang disiapkan terkait temuan ini akan mencantumkan peneliti Indonesia sebagai penulis utama, sekaligus menggarisbawahi kredibilitas dan kontribusi ilmiah mereka.

Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk koreksi penting untuk menghindari dominasi narasi dari satu institusi.

Kontroversi yang sempat muncul ini mengingatkan bahwa kerja sama ilmiah global harus dijalankan secara transparan dan adil.

Pengakuan terhadap peran peneliti lokal sangat penting, terutama pada riset lapangan yang melibatkan risiko tinggi, pengetahuan ekologi lokal, serta tahun-tahun upaya penelitian.

Revisi yang dilakukan Oxford dipandang sebagai langkah positif yang memperbaiki hubungan kolaboratif sekaligus mengakui bahwa penemuan biodiversitas Indonesia adalah hasil kerja kolektif, bukan semata kontribusi pihak luar.

Peristiwa ini juga menyoroti kekayaan hayati Indonesia dan besarnya potensi riset yang masih dapat ditemukan di hutan tropis Nusantara.(*)