SEA Games 2025: Terus Semangat! Indonesia Sudah Capai Target 80 Emas

THAILAND, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Indonesia resmi mencapai target 80 medali emas di SEA Games 2025 Thailand setelah tim putri kabaddi berhasil keluar sebagai juara pada nomor women three stars finals.

Pada partai final yang berlangsung ketat, Indonesia menaklukkan Malaysia dengan skor tipis 24-23.

Tim kabaddi putri Indonesia diperkuat oleh Ni Komang Tri Meiyoni, Yuni Amirta, Ni Luh Happy Restia, Oktavia Riska Della, dan Ni Kadek Ari Wartini.

Sebelum tambahan emas dari kabaddi, Indonesia sudah meraih beberapa medali emas pada Kamis pagi.

Cabang triathlon membuka koleksi emas melalui nomor beregu, yang diperoleh oleh Eva Desiana, Martina Ayu Pratiwi, dan Zahra Bulan Aprillian Putri.

Selanjutnya, emas lain diraih dari nomor mixed team relay duathlon.

Cabang panahan juga menambah medali emas Indonesia melalui nomor women’s team compound dan women’s individual compound.

Tak ketinggalan, cabang perahu naga menyumbang dua emas dari nomor men small boat 200 meter dan mixed small boat 200 meter.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para atlet atas pencapaian ini.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menembus target 80 emas merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim.

“Alhamdulillah, Indonesia sukses menembus target 80 emas. Semua berkat perjuangan para atlet yang gigih dan tak kenal menyerah. Terima kasih, kalian adalah pahlawan olahraga yang membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya terus berkumandang di SEA Games,” ujar Erick Thohir.

Erick juga mengapresiasi ofisial dan ketua federasi yang terus mendukung atlet sejak persiapan hingga pelaksanaan SEA Games.

Ia menambahkan, capaian ini menempatkan Indonesia sementara di peringkat kedua, sebuah prestasi terbaik sejak 1995.

Meskipun bangga dengan capaian ini, Erick Thohir mengingatkan agar para atlet dan pelatih tetap fokus, karena Asian Games 2026 sudah menanti.

“Kita boleh berbangga atas pencapaian saat ini, tapi jangan tenggelam dalam euforia. Segera rapatkan barisan, fokus, dan jalani pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” imbuhnya.(*)




Usulan Sawit di Papua Jadi Sorotan, Prabowo Tekankan Swasembada Energi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pengembangan wilayah Papua sebagai kawasan penanaman kelapa sawit guna mendukung program swasembada energi nasional.

Kelapa sawit dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber bioenergi yang dapat diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) nabati, sehingga mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

Usulan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah dari Papua serta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, pada 16 Desember 2025.

Dalam arahannya, Prabowo menegaskan pentingnya setiap daerah memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan energi dan pangan secara mandiri.

“Nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam lima tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri, swasembada pangan dan swasembada energi,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, pemanfaatan komoditas lokal seperti kelapa sawit, tebu, dan singkong menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan impor energi.

Selama ini, impor BBM disebut menguras anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Jika daerah mampu memproduksi energi sendiri, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk pembangunan sektor lain.

Selain mendorong kemandirian energi, pengembangan perkebunan sawit di Papua juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Namun, wacana ini memunculkan perhatian dan perdebatan dari berbagai kalangan, terutama terkait dampak lingkungan dan tata kelola lahan.

Sejumlah anggota DPR RI, khususnya dari Komisi IV, menekankan perlunya kajian lingkungan yang komprehensif sebelum kebijakan tersebut direalisasikan.

Mereka mengingatkan agar pengembangan sawit tidak mengorbankan fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem dan daerah resapan air.

Organisasi lingkungan juga menyuarakan kekhawatiran serupa. Papua dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

Sehingga perluasan perkebunan sawit dikhawatirkan dapat mengancam habitat alami serta ruang hidup masyarakat adat jika tidak direncanakan dengan cermat.

Pemerintah menyatakan akan mempertimbangkan seluruh masukan dari berbagai pihak.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa swasembada energi tetap menjadi prioritas nasional, dengan komitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.(*)




Disorot Media Asing, Bendera Putih di Aceh Cerminkan Krisis Pascabencana

ACEH, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh mengibarkan bendera putih sebagai simbol keputusasaan sekaligus permohonan bantuan di tengah kondisi pascabencana banjir dan tanah longsor yang dinilai belum sepenuhnya tertangani.

Bendera putih terlihat terpasang di depan rumah warga, di pinggir jalan, hingga di area persawahan.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf membenarkan adanya fenomena pengibaran bendera putih tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa makna di balik aksi warga itu beragam dan tidak dapat disimpulkan secara tunggal.

“Saya tidak tahu apa-apa, sebenarnya keliru, (bendera putih) bukan ke PBB, kepada LSM yang ada di Aceh,” ujar Muzakir Manaf saat memberikan klarifikasi kepada awak media.

Menurut Muzakir, sebagian warga mengibarkan bendera putih sebagai bentuk permintaan bantuan akibat keterbatasan logistik dan tekanan ekonomi yang dialami pascabencana.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya memastikan penanganan bencana dan distribusi bantuan terus berjalan.

Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh mengakibatkan kerusakan infrastruktur, terputusnya akses jalan, serta terganggunya distribusi bahan pangan.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Fenomena bendera putih di Aceh juga menjadi sorotan media internasional.

Channel News Asia (CNA) melaporkan bahwa, warga mengibarkan bendera putih sebagai tanda kekurangan makanan dan bantuan yang belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Sejumlah warga terdampak bencana mengaku bantuan belum diterima secara merata.

“Kami mengibarkan bendera putih agar orang tahu kami masih membutuhkan bantuan. Kami hanya ingin makan dan bertahan hidup,” sebut seorang warga Aceh, yang dikutip media asing.

Di Banda Aceh, kelompok masyarakat sipil turut mengibarkan bendera putih di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah agar menetapkan status bencana nasional, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Pemberitaan terkait pengibaran bendera putih di Aceh semakin meluas setelah mendapat perhatian media asing.

Aksi simbolik ini dinilai mencerminkan situasi darurat kemanusiaan yang membutuhkan respons cepat dan konkret dari pemerintah.

Sementara itu, hasil penelusuran cek fakta Tempo memastikan bahwa pengibaran bendera putih oleh warga Aceh benar terjadi dan tidak terkait dengan informasi palsu.

Simbol tersebut digunakan warga sebagai upaya menarik perhatian agar bantuan segera disalurkan secara merata.

Pemerintah pusat dan daerah menyatakan terus memantau perkembangan di lapangan serta berupaya mempercepat penyaluran bantuan bagi warga terdampak, sembari menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.(*)




Raih Emas SEA Games, Justin Barki Donasikan Bonus Rp1 Miliar ke Sumatra Utara

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Petenis Indonesia Justin Barki menunjukkan kepedulian sosial setelah berhasil meraih medali emas SEA Games 2025 bersama tim tenis putra Indonesia.

Atlet muda tersebut memutuskan menyumbangkan seluruh bonus prestasi yang diterimanya kepada korban bencana alam di Sumatra Utara yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Justin Barki menjadi bagian dari skuad tenis putra Indonesia yang sukses mengamankan medali emas pada ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.

Atas pencapaian tersebut, ia berhak menerima bonus prestasi dari pemerintah dengan nilai sekitar Rp1 miliar.

Namun, bonus tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan disalurkan sepenuhnya untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Keputusan tersebut disampaikan Justin melalui pernyataan yang beredar di media sosial dan dikutip sejumlah media nasional.

Ia mengaku memiliki dorongan pribadi dan ikatan emosional untuk membantu warga Sumatra Utara yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.

“Saya punya storyline atau sebuah mimpi untuk melihat semua rakyat di Sumatra Utara, jadi saya akan menyumbangkan semua hasil penghargaan kali ini dan uang untuk orang-orang Sumatra Utara. Walaupun mungkin jumlahnya tidak super-super signifikan, tapi saya harap bisa membantu,” ujar Justin Barki.

Dana dari bonus SEA Games tersebut rencananya akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan guna memenuhi kebutuhan mendesak para korban, mulai dari bantuan logistik, pangan, hingga dukungan pemulihan pascabencana.

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara dilaporkan mengakibatkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta memaksa ribuan orang mengungsi.

Aksi sosial Justin Barki menuai apresiasi luas dari warganet, penggemar olahraga, hingga komunitas tenis nasional.

Banyak pihak menilai langkah tersebut sebagai contoh nyata bahwa prestasi olahraga dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama.

Di tengah upaya pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam menangani dampak bencana di Sumatra Utara.

Kontribusi dari figur publik seperti atlet nasional dinilai mampu memperkuat semangat solidaritas dan empati sosial.

Melalui langkah ini, Justin Barki menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya diukur dari medali yang diraih.

Tetapi juga dari kontribusi dan dampak positif yang diberikan kepada masyarakat luas.(*)




Pesona Kawah Ijen Banyuwangi, Destinasi Wisata Alam dengan Fenomena Api Biru Langka

BANYUWANGI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kawah Ijen dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Indonesia.

Berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, kawasan ini merupakan gunung berapi aktif yang menyimpan fenomena alam langka dan menakjubkan.

Keunikan lanskap vulkanik serta aktivitas geologinya menjadikan Kawah Ijen sebagai tujuan favorit wisatawan lokal hingga mancanegara.

Daya tarik utama wisata Kawah Ijen adalah fenomena api biru atau blue fire yang hanya bisa disaksikan pada malam hingga dini hari.

Fenomena ini terjadi akibat pembakaran gas belerang yang keluar dari celah kawah saat bertemu oksigen.

Keberadaan api biru yang sangat langka membuat Kawah Ijen masuk dalam daftar destinasi wisata minat khusus kelas dunia.

Selain api biru, Kawah Ijen juga memiliki danau kawah berwarna hijau toska yang dikenal sebagai salah satu danau asam terbesar di dunia.

Kontras warna air dan dinding kawah menciptakan panorama dramatis yang menjadi daya tarik utama bagi fotografer dan pecinta alam.

Saat matahari terbit, pemandangan kawah terlihat semakin eksotis dengan nuansa alam yang ekstrem namun memukau.

Kawasan ini juga menjadi lokasi penambangan belerang tradisional yang masih berlangsung hingga kini.

Para penambang belerang Kawah Ijen bekerja secara manual dengan peralatan sederhana, mengangkut bongkahan belerang dari dasar kawah.

Aktivitas tersebut menjadi gambaran nyata tentang ketangguhan masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari alam.

Untuk mencapai puncak Kawah Ijen, wisatawan harus melakukan pendakian selama sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Pos Paltuding.

Jalur pendakian relatif ramah, namun kondisi udara dingin dan paparan gas belerang memerlukan persiapan fisik yang matang.

Penggunaan masker gas sangat dianjurkan demi menjaga keselamatan.

Fasilitas wisata di kawasan Kawah Ijen terus ditingkatkan, mulai dari area parkir, pusat informasi, hingga layanan pemandu lokal.

Pengelolaan wisata dilakukan secara ketat untuk memastikan keamanan pengunjung sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi.

Pengunjung diharapkan mematuhi seluruh aturan yang berlaku, termasuk menjaga jarak dari area berbahaya dan tidak merusak lingkungan.

Sebagai kawasan konservasi alam, Kawah Ijen membutuhkan kesadaran wisatawan untuk menerapkan prinsip wisata berkelanjutan.

Dengan perpaduan fenomena api biru, danau kawah yang unik, serta kehidupan manusia di tengah alam ekstrem, Kawah Ijen menawarkan pengalaman wisata yang tidak terlupakan.

Destinasi ini menjadi pilihan ideal bagi pencinta petualangan dan keindahan alam yang autentik.(*)




Tangkuban Parahu, Wisata Alam dan Kawah Vulkanik Terpopuler di Bandung

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Tangkuban Parahu menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Jawa Barat.

Terletak sekitar 20 kilometer di utara Kota Bandung, lokasi ini mudah diakses dan menjadi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.

Keunikan bentuk gunung serta kawah aktifnya menjadikan Tangkuban Parahu ikon wisata alam Bandung.

Daya tarik utama kawasan ini adalah kawah-kawah vulkaniknya. Kawah Ratu menjadi yang paling terkenal dan mudah dijangkau.

Pengunjung dapat menyaksikan lanskap kawah besar dengan kepulan asap belerang yang terus keluar, menciptakan pemandangan dramatis sekaligus edukatif tentang aktivitas gunung api.

Selain Kawah Ratu, terdapat Kawah Upas dan Kawah Domas.

Kawah Domas menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan bisa turun lebih dekat ke area kawah dan menyaksikan aktivitas panas bumi secara langsung.

Bau belerang yang khas membuat pengunjung disarankan mengenakan masker.

Tidak hanya geologi, Tangkuban Parahu juga menawarkan panorama alam pegunungan yang indah.

Udara sejuk, hutan pinus, dan hamparan hijau di sekitar kawah menciptakan suasana menyegarkan. Pada hari cerah, pemandangan terlihat luas dan memanjakan mata.

Legenda Sangkuriang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tangkuban Parahu. Cerita rakyat Sunda ini menceritakan asal-usul gunung yang terbentuk dari perahu terbalik.

Nilai budaya dan mitologi tersebut menambah daya tarik wisata, karena pengunjung dapat menikmati alam sekaligus mengenal cerita rakyat lokal.

Fasilitas wisata di Tangkuban Parahu tergolong lengkap, dengan area parkir, jalur pejalan kaki, pusat informasi, serta kios suvenir dan makanan.

Akses jalan yang baik membuat kawasan ini ramah bagi wisata keluarga, termasuk wisatawan lanjut usia.

Meski aman, pengunjung tetap diimbau mematuhi rambu dan aturan yang berlaku. Aktivitas vulkanik terus dipantau.

Sehingga keselamatan wisatawan menjadi prioritas. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama.

Dengan kombinasi keindahan alam, fenomena geologi, dan cerita budaya, Tangkuban Parahu tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam pegunungan di Bandung.(*)




Gubernur Aceh Bantah Isu Minta Bantuan PBB, Fokus Penanganan Bencana Lokal

BANDAACEH, SEPUCUKJAMBI.ID Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, membantah keras kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi Aceh meminta bantuan langsung kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah.

Ia menegaskan informasi tersebut keliru dan tidak sesuai fakta.

Isu ini muncul setelah beredar kabar mengenai surat yang disebut dikirim Pemerintah Aceh ke PBB.

Kabar tersebut memicu polemik publik terkait kewenangan pemerintah daerah dalam menjalin komunikasi internasional.

Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menegaskan dirinya tidak mengetahui adanya permintaan bantuan ke PBB. Ia menyebut terjadi kesalahan tafsir terhadap surat yang dimaksud.

“Saya tidak tahu apa-apa, sebenarnya keliru, (surat) bukan ke PBB, tapi kepada LSM yang ada di Aceh,” ujar Mualem.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan surat yang dikirim memang ada, namun ditujukan kepada lembaga atau mitra kemanusiaan lokal, bukan PBB.

Koordinasi ini dilakukan untuk memperkuat penanganan dan pemulihan bencana, bukan untuk mengalihkan tanggung jawab pemerintah.

Menurut Muhammad MTA, langkah ini wajar mengingat Aceh memiliki pengalaman panjang bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan sejak masa pemulihan pascatsunami 2004.

Pemerintah Aceh menegaskan tidak ada pelanggaran kewenangan karena tidak mengajukan permintaan resmi kepada organisasi internasional.

Pemerintah Aceh berharap klarifikasi ini meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

Fokus utama tetap pada percepatan penanganan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak secara optimal melalui koordinasi yang sesuai ketentuan hukum.(*)




Kapok! Pasca Demonstrasi APDESI, Pemerintah Perintahkan Audit Dana Desa

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah pusat memerintahkan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa setelah ribuan kepala desa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, awal Desember 2025.

Aksi tersebut menuntut percepatan pencairan Dana Desa serta evaluasi kebijakan administrasi yang dianggap memberatkan pemerintah desa.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, audit dilakukan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan pemanfaatan Dana Desa sesuai peruntukannya.

“Audit ini melibatkan Inspektorat Jenderal, BPKP, dan aparat pengawasan internal pemerintah daerah. Pemeriksaan mencakup dokumen anggaran hingga pengecekan fisik kegiatan di lapangan,” jelas Purbaya.

Audit bertujuan memastikan dana yang disalurkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa dan mencegah potensi masalah hukum di kemudian hari.

Hasil audit nantinya akan menjadi dasar evaluasi kebijakan penyaluran Dana Desa di masa depan.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Surta Wijaya, menjelaskan dampak keterlambatan pencairan Dana Desa terhadap operasional desa.

“Dana desa yang tertahan menyebabkan beban hutang operasional desa meningkat. Banyak kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tidak bisa ditunda,” kata Surta.

Pemerintah menegaskan, jika ditemukan penyimpangan pidana, akan diproses sesuai hukum.

Sementara untuk kesalahan administratif, pendekatan pembinaan dan perbaikan menjadi prioritas.

Langkah audit ini diharapkan dapat memperbaiki tata kelola Dana Desa sekaligus menjaga kepercayaan publik.(*)




Presiden Prabowo Minta Korban Mendapat Perawatan Terbaik, Pasca Kecelakaan Mobil SPPG

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, menjenguk korban kecelakaan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasien sekaligus memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Presiden menemui tiga korban yang masih menjalani perawatan intensif.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa Prabowo berkomunikasi langsung dengan pasien.

“(Presiden) menengok tiga pasien yang masih dirawat sekalian berkomunikasi dengan ketiganya,” kata Dadan.

Prabowo berbincang dengan korban dan keluarga, menanyakan kondisi kesehatan serta proses pemulihan.

Ia juga berdialog dengan tenaga medis untuk memastikan seluruh pasien menerima penanganan terbaik.

Menurut Dadan, kunjungan ini menunjukkan perhatian Presiden terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui SPPG.

Insiden kecelakaan ini menjadi bahan evaluasi agar standar keselamatan operasional transportasi program pemerintah dapat diperkuat ke depannya.

Presiden juga memberikan motivasi kepada korban agar tetap semangat menjalani perawatan dan segera pulih.

Ia menegaskan pentingnya keselamatan masyarakat dalam setiap pelaksanaan program pemerintah dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang.

Kecelakaan mobil SPPG sebelumnya menimpa siswa dan seorang guru sekolah dasar di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Sejumlah korban mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Pemerintah memastikan akan terus memantau kondisi para korban serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan transportasi dalam distribusi layanan pemenuhan gizi.(*)




Optimalkan JTTS di Momen Nataru, Hutama Karya Operasikan Tol Palembang–Betung! Cek Waktu dan Ketentuannya di Sini

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) mengoptimalkan pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) guna mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Sejumlah ruas tol dan jalur fungsional dioperasikan secara khusus untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di jalur utama Sumatera.

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pengoperasian ruas fungsional Junction Palembang yang mencakup Ramp I, Ramp V, Ramp VI, Ramp VII B, dan Ramp VIII.

Ruas ini mulai difungsikan sejak 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dan beroperasi penuh selama 24 jam untuk mendukung distribusi arus kendaraan di wilayah Palembang dan sekitarnya.

Selain itu, Hutama Karya juga mengoperasikan Tol Palembang–Betung Seksi 1 (Musi Landas–Pulau Rimau) secara fungsional mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan waktu operasional pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Pengoperasian ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalur nasional dan mempercepat waktu tempuh pengguna jalan.

Di wilayah Aceh, ruas Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) telah lebih dahulu difungsikan sejak 7 Desember 2025 dan akan tetap beroperasi hingga 4 Januari 2026.

Kehadiran ruas ini menjadi salah satu penopang utama mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas di ruas tol utama, Hutama Karya bersama instansi terkait turut menerapkan rekayasa lalu lintas.

Termasuk skema holding system di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). Skema ini bertujuan mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di jalur utama tol.

Ketua Tim Penanganan Layanan Nataru Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis lalu lintas, puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember 2025.

Sedangkan arus balik Tahun Baru diproyeksikan pada 1 serta 3–4 Januari 2026.

“Kami mengimbau pengguna JTTS untuk merencanakan perjalanan dengan bijak dan memilih waktu perjalanan yang tepat agar terhindar dari kepadatan, sehingga perjalanan selama libur Nataru tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Dengan pengoperasian ruas tol fungsional dan penerapan manajemen lalu lintas terpadu, Hutama Karya berharap JTTS dapat berfungsi optimal sebagai tulang punggung konektivitas Sumatera selama periode libur panjang.(*)