Ajakan Taubat dari Cak Imin Picu Debat Publik, Para Menteri Beri Tanggapan Berbeda

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyerukan ajakan “taubat nasuha” kepada sejumlah menteri setelah banjir dan longsor melanda beberapa wilayah di Sumatera.

Seruan tersebut ia sampaikan sebagai bentuk dorongan agar para pejabat mengevaluasi kebijakan pengelolaan lingkungan dan penanganan bencana.

Cak Imin menegaskan pentingnya introspeksi dan pembenahan tata kelola pemerintahan, terutama terkait mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan.

“Evaluasi total seluruh kebijakan dan langkah-langkah kita adalah bentuk taubatan nasuha,” ujarnya, merujuk pada istilah pertobatan tulus dalam tradisi Nahdlatul Ulama.

Ia juga mengungkapkan telah mengirim surat resmi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Respons para menteri pun berbeda-beda. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyambut positif ajakan tersebut dan mengakui perlunya pembenahan pengelolaan lingkungan.

Raja Juli Antoni juga menerima ajakan itu, seraya menyebut bahwa Cak Imin sempat menghubunginya melalui WhatsApp untuk menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan respons yang lebih kritis.

Ia menilai bahwa ajakan untuk bertobat dan mengevaluasi diri berlaku untuk semua pihak, termasuk Cak Imin sendiri.

Pernyataan Cak Imin memicu reaksi publik. Sebagian masyarakat menilai seruan “taubat nasuha” kurang tepat di tengah kondisi korban bencana yang masih berduka.

Kritik lain menyoroti kewenangan Cak Imin, karena penilaian atau evaluasi terhadap para menteri seharusnya berada di bawah wewenang presiden.

Meski menuai pro dan kontra, seruan Cak Imin menyoroti pentingnya perbaikan kebijakan lingkungan, mitigasi risiko bencana, dan peningkatan kesiapsiagaan pemerintah di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Ajakan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dengan tetap mempertimbangkan sensitivitas situasi para korban bencana.(*)




Kenapa Gunung Bromo Jadi Favorit Wisata? Ini Pesona yang Selalu Dicari Wisatawan

SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Bromo di Jawa Timur menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.

Meski ketinggiannya tidak setara dengan gunung-gunung besar lainnya, pesona alamnya membuat Bromo selalu menempati posisi istimewa di hati para wisatawan.

Siluet gunung yang dramatis, hamparan lautan pasir yang luas, serta udara pegunungan yang sejuk menjadikan kawasan ini favorit untuk liburan singkat maupun petualangan alam.

Salah satu daya tarik utama Bromo adalah momen matahari terbit. Titik pandang Penanjakan dikenal luas sebagai spot sunrise terbaik di Indonesia.

Setiap pagi, wisatawan sudah berkumpul sebelum fajar untuk menyaksikan matahari yang perlahan muncul di balik perbukitan.

Sinar keemasan yang menembus kabut dan menerangi Gunung Bromo, Batok, serta Semeru menghasilkan panorama yang sering disebut sebagai pengalaman “once in a lifetime”.

Usai menikmati sunrise, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan menuju lautan pasir, sebuah hamparan luas yang menciptakan kesan seperti berada di gurun.

Kadang area ini diselimuti kabut tipis, menambah nuansa misterius sekaligus magis.

Dari sini, pengunjung dapat berjalan kaki atau menunggang kuda menuju deretan tangga yang mengarah ke bibir kawah Bromo.

Setibanya di puncak, kawah aktif Gunung Bromo terlihat jelas dengan kepulan asap tipis yang keluar dari perut bumi.

Meski jalurnya menanjak, pemandangan dari atas selalu menjadi imbalan yang setimpal.

Di sinilah keindahan dan kekuatan alam terlihat bersamaan, memperlihatkan bahwa kawasan Tengger masih sangat hidup secara geologis.

Tak jauh dari area kawah, terdapat Bukit Teletubbies, sebuah savana luas yang berubah warna mengikuti musim.

Saat hujan, bukit-bukitnya hijau segar, sementara di musim kemarau berubah menjadi cokelat keemasan.

Pemandangan lembut dan tenang di area ini menjadikannya spot favorit untuk fotografi dan relaksasi.

Akses menuju Bromo kini semakin mudah. Wisatawan dapat memilih rute melalui Malang, Pasuruan, atau Probolinggo.

Banyak operator tur menyediakan paket lengkap mulai dari jeep, pemandu, hingga penginapan, sehingga perjalanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan pengunjung.

Peningkatan fasilitas juga membuat kawasan ini semakin ramah untuk wisatawan dari berbagai usia.

Meski demikian, tingginya jumlah kunjungan membawa tantangan tersendiri. Upaya menjaga kelestarian alam menjadi sangat penting.

Wisatawan diimbau tetap menjaga kebersihan, mematuhi jalur yang ditetapkan, serta menghormati masyarakat Tengger yang memiliki hubungan spiritual kuat dengan Gunung Bromo.

Kesadaran konservasi ini menjadi kunci agar Bromo tetap lestari untuk generasi mendatang. Gunung Bromo adalah bukti betapa kaya dan beragamnya lanskap Indonesia.

Perpaduan sunrise yang memukau, lautan pasir, savana, dan budaya lokal menjadikan kawasan ini destinasi yang tak terlupakan pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan alam dalam waktu singkat.(*)




Lindungi Alam Samosir, Bupati Vandiko Keluarkan Larangan Terima Bantuan CSR Berisiko

SAMOSIR, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengambil langkah tegas dalam upaya melindungi lingkungan dengan menolak bantuan dari perusahaan yang dinilai berpotensi merusak alam.

Sikap ini ditegaskan melalui Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 28 November 2025.

Aturan tersebut berlaku untuk seluruh pejabat pemerintah kabupaten, mulai dari OPD, camat, hingga kepala desa.

Dalam surat edaran itu, Vandiko mencontohkan dua perusahaan yang selama ini mendapat sorotan, yakni PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan PT Aqua Farm Nusantara (AFN).

Kedua perusahaan tersebut dianggap memiliki aktivitas yang berisiko mengganggu ekosistem dan keberlanjutan lingkungan di wilayah Samosir.

“Ini merupakan imbauan untuk tidak menerima bantuan dari perusahaan atau lembaga yang kegiatan usahanya berpotensi merusak lingkungan,” tegas Vandiko, menekankan tujuan utama dari kebijakan tersebut.

Selain bertujuan menjaga kelestarian alam, kebijakan ini juga dirancang untuk mencegah potensi konflik sosial.

Vandiko meminta seluruh aparat pemerintah tidak menerima bantuan dana, fasilitas, atau program CSR dari perusahaan yang memiliki rekam jejak buruk terhadap lingkungan.

Sikap tegas ini disebut selaras dengan upaya menjaga integritas pemerintahan dan membangun kepercayaan publik dalam pengelolaan sumber daya alam.

Surat edaran tersebut juga mengatur agar pejabat pemerintah tidak memberikan rekomendasi atau dukungan apa pun terhadap kegiatan usaha yang dapat mengancam kelestarian lingkungan.

Apabila masyarakat melaporkan adanya aktivitas perusahaan yang merusak alam, pemerintah diminta segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Langkah Vandiko muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap perusahaan seperti TPL, yang sebelumnya disebut-sebut terlibat dalam kerusakan lingkungan dan konflik lahan.

Kebijakan ini juga sejalan dengan sikap HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yang lebih dulu menolak bantuan dari perusahaan serupa, terutama dalam penanganan korban banjir di wilayah Sumatera.

Dengan kebijakan ini, Vandiko menegaskan bahwa pembangunan di Samosir tidak boleh mengorbankan kelestarian alam dan kepentingan masyarakat lokal.

Pemerintah Kabupaten Samosir menempatkan perlindungan lingkungan dan kepercayaan publik sebagai prioritas utama.(*)




Bantuan Rp7 Miliar dari Jabar Dikirim ke Aceh, Dedi Mulyadi Ikut Cari Kerabatnya

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertolak ke Sumatera pada awal Desember 2025 untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan sekaligus mencari anggota keluarganya yang hilang kontak akibat bencana banjir dan longsor di Aceh.

Kunjungan ini menarik perhatian publik karena memadukan tugas resmi sebagai kepala daerah dengan kepentingan pribadi yang sangat emosional.

Dedi membawa bantuan senilai sekitar Rp7 miliar yang dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kadin, Apindo, Baznas, hingga Bank BJB.

Bantuan tersebut dikirim menggunakan dua pesawat Susi Air agar dapat menjangkau lokasi yang sulit dilalui jalur darat.

Sejumlah kebutuhan pokok juga dibeli langsung dari pedagang di Sumatera Barat untuk mempercepat distribusi menuju wilayah-wilayah terdampak.

Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa keluarganya di Aceh masih belum dapat dihubungi setelah bencana terjadi.

“Saudara saya sampai sekarang hilang kontak di Aceh,” ujar Dedi di Gedung Sate, Bandung.

“Saya nanti juga akan mencoba mencari apakah saudara saya bisa ditemukan,” tambahnya.

Setibanya di Sumatra Barat, Dedi disambut hangat warga. Ia meninjau sejumlah toko dan sentra logistik lokal untuk memastikan bantuan yang dibeli sesuai kebutuhan lapangan.

Dedi juga mengajak masyarakat Jawa Barat terus menunjukkan solidaritas bagi korban bencana di Sumatera serta mengingatkan para pemangku kebijakan agar lebih bijak dalam mengambil keputusan yang dapat berdampak pada kerentanan bencana.

Sementara itu, kondisi di Aceh dan beberapa wilayah Sumatra lainnya masih memprihatinkan.

Rusaknya jaringan komunikasi serta akses wilayah membuat proses pencarian korban, termasuk keluarga Dedi, berjalan lambat.

Pemerintah daerah setempat masih melakukan pendataan dan pencarian, namun banyak warga yang dilaporkan hilang kontak belum dapat dipastikan keberadaannya.

Hingga berita ini ditulis, rombongan Gubernur Jawa Barat masih melakukan distribusi bantuan.

Sementara upaya pencarian anggota keluarga Dedi terus dilakukan mengikuti perkembangan situasi di lapangan.(*)




BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Desember 2025, Waspadai Banjir dan Gelombang Tinggi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang Desember 2025.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi menjelang periode libur akhir tahun yang biasanya diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat melanda wilayah Jawa bagian barat dan tengah.

Meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Yogyakarta.

Kondisi atmosfer sedang sangat labil dengan kandungan uap air yang tinggi akibat aktifnya monsun Asia dan suhu muka laut yang hangat.

Hujan lebat hingga sangat lebat dengan curah 80–150 mm per hari sudah tercatat di beberapa wilayah.

“Ini menjadi sinyal kuat untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Dwikorita di Jakarta.

Saat ini, sekitar 43,8% wilayah Indonesia atau 306 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan.

Puncak musim hujan diperkirakan terjadi bertahap mulai November 2025 hingga Februari 2026, bergerak dari wilayah barat menuju timur.

Menurut Dwikorita, periode Desember 2025 – Januari 2026 menjadi fase puncak utama musim hujan untuk sebagian besar wilayah Indonesia, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, dan longsor.

Selain hujan ekstrem, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi pada 5–8 Desember 2025 di sejumlah perairan Indonesia.

Gelombang diperkirakan mencapai hingga 4 meter dipicu oleh angin kencang dan pengaruh bibit siklon tropis di sekitar Laut Filipina dan Papua Barat Daya.

Nelayan serta masyarakat pesisir diminta menunda aktivitas laut selama periode tersebut.

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan area perbukitan rawan longsor.

Warga juga diimbau memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta memastikan saluran drainase tetap bersih untuk meminimalkan risiko bencana saat hujan lebat dan gelombang tinggi.(*)




Pesona Labuan Bajo: Surga Wisata Flores yang Semakin Dikenal Dunia

SEPUCUKJAMBI.ID – Labuan Bajo di ujung barat Pulau Flores kini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia.

Dahulu dikenal sebagai desa nelayan kecil yang tenang, kawasan ini kini menjelma menjadi gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo, habitat asli komodo satwa purba yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Tak hanya menawarkan pengalaman melihat komodo, Labuan Bajo juga memikat wisatawan dengan panorama laut biru jernih, pulau-pulau eksotis, bukit hijau, hingga pantai berpasir putih yang menawan.

Beragam aktivitas menarik bisa dinikmati wisatawan.

Wisata bahari seperti island hopping, snorkeling, dan diving menjadi favorit berkat kekayaan bawah lautnya yang luar biasa.

Pengunjung dapat menjumpai pari manta, menikmati terumbu karang yang berwarna-warni, serta menyaksikan kehidupan laut yang masih terjaga.

Pulau Padar, Gili Laba, dan Pulau Komodo menawarkan jalur trekking dengan pemandangan spektakuler.

Sementara Batu Cermin menghadirkan pengalaman menjelajahi gua dengan cahaya alami yang memantul pada stalaktit dan stalagmit.

Keunikan budaya lokal turut menjadi daya tarik.

Masyarakat Manggarai dikenal ramah dan terbuka terhadap wisatawan. Melalui kunjungan ke kampung adat dan rumah tradisional, pengunjung bisa mempelajari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Banyak wisatawan juga memilih menginap di kapal phinisi untuk merasakan pengalaman berlayar dari pulau ke pulau, menikmati matahari terbenam, dan mencicipi hidangan laut segar langsung dari perairan Flores.

Popularitas Labuan Bajo yang meningkat membuat akses menuju kawasan ini semakin mudah.

Bandara diperluas, penerbangan domestik dan internasional bertambah, serta pilihan akomodasi kini lebih beragam, mulai dari hostel hingga resort mewah.

Fasilitas kota pun berkembang sehingga sejumlah destinasi wisata dapat dicapai dengan lebih mudah.

Namun, pertumbuhan pariwisata yang pesat membawa tantangan baru. Peningkatan jumlah pengunjung berpotensi memberikan tekanan pada ekosistem laut dan habitat satwa.

Pemerintah bersama pihak konservasi menekankan pentingnya penerapan wisata berkelanjutan untuk menjaga kelestarian alam.

Pengaturan jumlah wisatawan dan edukasi mengenai eco-tourism menjadi langkah penting agar Labuan Bajo tetap terjaga.

Transformasi Labuan Bajo membuktikan bahwa sebuah daerah kecil dapat berkembang menjadi destinasi kelas dunia.

Perpaduan alam yang liar, budaya lokal, dan pengalaman laut yang tak terlupakan menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang mencari petualangan sekaligus ketenangan.

Yang terpenting, setiap kunjungan harus disertai kesadaran untuk menjaga alam dan menghormati masyarakat lokal agar keindahan Labuan Bajo tetap dapat dinikmati generasi mendatang.(*)




Fenomena Unik Danau Singkarak Tetap Bersih Saat Banjir Sumatera Barat, Ini Rahasia Alamnya

SUMBAR, SEPUCUKJAMBI.ID – Meski banjir bandang melanda wilayah Sumatera Barat pada akhir November 2025, air Danau Singkarak dan Sungai Ombilin tetap jernih

Arus deras membawa kayu gelondongan dan material hanyut dari hulu, namun air danau tetap bersih, bahkan berwarna biru‑hijau, yang memukau warga dan menjadi sorotan media sosial.

“Sungai-sungai yang berhulu ke Danau Singkarak membawa air yang sudah jernih sehingga Danau Singkarak tetap jernih,” ujar Ade, dikutip dari YouTube Kompas TV pada Rabu, 3 Desember 2025.

Kondisi ini telah menjadi keunggulan Danau Singkarak sejak lama.

Kejernihan air disebabkan sungai-sungai yang masuk ke danau melewati daerah berbatu kapur, yang secara alami menyaring lumpur dan material hanyut.

“Dari dulu keunggulan Danau Singkarak adalah airnya yang selalu jernih karena batu kapur berfungsi sebagai penyaring alami,” tambahnya.

Fenomena ini memikat warga dan wisatawan. Banyak yang mengabadikan momen Danau Singkarak tetap jernih meski banjir terjadi, menjadikan danau ini perbincangan hangat di media sosial.

Pihak berwenang mengingatkan masyarakat tetap waspada karena kayu gelondongan masih tersebar di danau dan banjir memengaruhi beberapa nagari di sekitarnya.

Pemerintah daerah bersama tim mitigasi bencana fokus pada pemulihan wilayah terdampak, evakuasi warga, dan distribusi bantuan sambil terus memantau kondisi danau.

Kejernihan Danau Singkarak di tengah banjir menjadi bukti unik kekuatan alam yang mampu mempertahankan keindahan meski kondisi ekstrem melanda.(*)




Hutama Karya Tandatangani Proyek Gedung MA dan MPR di IKN, Terapkan Arsitektur Modern Nusantara

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) resmi menandatangani kontrak pembangunan Gedung Mahkamah Agung (MA) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penandatanganan berlangsung Kamis (4/12/2025) di Ruang Serbaguna Kantor Kemenko IV, Tower 1 – KIPP IKN, dengan hadirnya pihak Otorita IKN dan manajemen Hutama Karya beserta konsorsium pelaksana proyek.

Pembangunan Gedung MA dan Plaza Keadilan dilakukan oleh KSO Hutama Karya–Jaya Konstruksi di atas lahan seluas 79.179 m² dengan luas bangunan 55.752 m².

Hutama Karya resmi menandatangani kontrak pembangunan Gedung Mahkamah Agung dan Majelis Permusyawaratan Rakyat di IKN.

Gedung ini akan mendukung operasional peradilan nasional, mencakup ruang sidang, pusat layanan publik, dan Plaza Yudikatif sebagai ruang publik formal.

Arsitektur gedung memadukan identitas Nusantara, seperti panel motif Talawang khas Suku Dayak, penggunaan batu alam, laminated wood, rotan sintetis, serta motif tenun Nusantara pada overstek sebagai peneduh matahari.

Konsep bangunan panggung (pilotis) mendukung sirkulasi udara dan efisiensi energi, dilengkapi Intelligent Sun Control System pada fasad.

Hutama Karya resmi menandatangani kontrak pembangunan Gedung Mahkamah Agung dan Majelis Permusyawaratan Rakyat di IKN. 

Kawasan MPR dibangun oleh KSO Hutama Karya–Wijaya Karya–BAP seluas 74.196 m², mencakup Gedung MPR, museum, masjid, dan fasilitas pendukung.

Gedung mengusung konsep rumah panggung, menghadirkan kesan agung, terbuka, dan responsif terhadap kontur lahan.

Identitas budaya Nusantara diperkuat dengan aksen Wastra Nusantara, sky garden, photovoltaic, dan rainwater harvesting untuk mendukung prinsip green & sustainable.

Kedua bangunan diintegrasikan dengan jalur pedestrian, vegetasi hijau, dan plaza publik, menekankan efisiensi ruang, keamanan, serta keterhubungan kawasan legislatif dan yudikatif di IKN.

Hutama Karya menggunakan teknologi konstruksi terintegrasi seperti LiDAR, BIM 360, dan HK Shield, serta menerapkan QHSSE dengan prinsip Zero Fatality untuk menjamin mutu dan ketepatan waktu proyek.

 Proyek mengusung arsitektur Modern Nusantara dengan fasilitas publik dan teknologi konstruksi terintegrasi.

“Pembangunan kawasan yudikatif-legislatif ini adalah amanah penting bagi Hutama Karya. Proyek ini akan menjadi elemen utama dalam pembentukan pusat pemerintahan Indonesia di IKN, sekaligus menampilkan arsitektur modern Nusantara yang ikonik,” kata Mardiansyah, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Hutama Karya sebelumnya telah menyelesaikan sejumlah proyek strategis di IKN, termasuk Rusun ASN, fasilitas Bandara VVIP, RS Vertikal, dan Gedung Kemenko, menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menangani proyek infrastruktur pemerintahan secara profesional.(*)




Kritik Meluas Usai Video Zulhas Angkat Beras, PAN Beri Pembelaan

PADANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), kembali menjadi sorotan usai video dirinya memikul karung beras saat meninjau lokasi banjir di Padang, Sumatera Barat, viral di berbagai platform media sosial.

Aksi yang direkam saat ia berjalan di tengah genangan lumpur itu memicu pertanyaan publik mengenai keaslian beban karung yang terlihat sangat ringan.

Video tersebut mendapat reaksi beragam. Sebagian masyarakat mengapresiasi kehadiran langsung pejabat negara di tengah kondisi darurat.

Namun tidak sedikit warganet yang mempertanyakan aksi itu dan menilai gestur mengangkat karung beras tersebut lebih menyerupai pencitraan untuk kepentingan kamera.

Perdebatan kian meningkat ketika kritik terhadap Zulhas memicu beredarnya kembali potongan video lawas yang menampilkan aktor Hollywood Harrison Ford menegur pejabat Indonesia dalam program dokumenter bertema lingkungan.

Video itu kembali digunakan untuk menyudutkan Zulhas, terutama di tengah rangkaian bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Namun kader Partai Amanat Nasional (PAN) balik membela ketua umum mereka.

Mereka menilai tuduhan yang menghubungkan kebijakan Zulhas dengan penyebab banjir sebagai isu menyesatkan dan tidak berdasar.

“Penyebab banjir tidak bisa disederhanakan menjadi kesalahan satu orang atau satu kebijakan masa lalu. Konteksnya sangat berbeda,” ujar salah satu kader PAN.

Dalam kunjungannya ke lokasi banjir, Zulhas menegaskan bahwa fokusnya adalah memastikan pasokan pangan aman dan bantuan tiba tepat waktu.

“Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Bantuan harus sampai tepat sasaran dan tepat waktu,” ujar Zulhas.

Ia juga berjanji menambah jumlah bantuan, termasuk mendistribusikan beras hingga dua kali lipat untuk kebutuhan warga terdampak.

Menanggapi isu yang mengaitkan kebijakan masa lalu dengan bencana alam saat ini, Zulhas merespons dengan nada satir.

“Kalau saya dikatakan Indonesia rusak karena Zulkifli Hasan, saya tersanjung. Begitu berkuasakah saya?” katanya.

Meski pemerintah telah menegaskan komitmen memperkuat logistik dan penanganan darurat, perdebatan publik belum mereda.

Aksi Zulhas memikul karung beras tetap menjadi bahan perbincangan antara yang melihatnya sebagai bukti kerja nyata dan mereka yang menilainya sebagai pencitraan politik di tengah situasi bencana.(*)




Izin Internasional Dicabut, Pemerintah Perketat Pengawasan Bandara IMIP Usai Sorotan Publik

MOROWALI, SEPUCUKJAMBI.ID — Bandara IMIP yang berada di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali jadi perhatian publik setelah muncul laporan yang menyebut adanya penerbangan internasional tanpa pengawasan aparat negara.

Pemerintah menegaskan bahwa bandara ini hanya diperbolehkan melayani penerbangan domestik dan telah memperkuat pengawasan di seluruh lini operasional.

Kementerian Perhubungan secara resmi mencabut izin layanan penerbangan internasional di Bandara IMIP melalui Keputusan Menhub Nomor KM 55 Tahun 2025, yang mencabut ketentuan sebelumnya dalam KM 38/2025.

Dengan demikian, Bandara IMIP tidak lagi diperkenankan menerima penerbangan langsung dari atau menuju luar negeri.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa tidak pernah ada izin bagi Bandara IMIP untuk menjadi bandara internasional.

“Bandara khusus diberikan hanya untuk melayani penerbangan domestik. Kita tidak pernah mengizinkan bandara di Morowali menjadi bandara internasional,” kata Luhut.

Ia menjelaskan bahwa, pembangunan bandara dilakukan sebagai fasilitas penunjang investasi di kawasan industri, terutama untuk mendukung hilirisasi nikel dan mendatangkan investor berskala besar.

TNI Angkatan Udara memastikan sejauh ini tidak ditemukan aktivitas pesawat asing di Bandara IMIP.

“Berdasarkan pemantauan kami, belum ada aktivitas pesawat asing di bandara tersebut,” ujar Marsekal Muda Palito Sitorus, Asisten Teritorial KSAU.

Meski begitu, TNI AU menegaskan pengawasan akan diperketat, terutama jika ada indikasi aktivitas penerbangan ilegal atau tidak sesuai prosedur.

Untuk memastikan pengawasan berjalan efektif, pemerintah sudah menempatkan petugas bea cukai, imigrasi, kepolisian, dan Kemenhub di bandara tersebut.

Bandara IMIP dibangun sebagai fasilitas penunjang investasi di sektor hilirisasi nikel dengan nilai investasi miliaran dolar AS dan serapan tenaga kerja besar.

Menurut Luhut, keberadaan bandara merupakan “trade-off wajar selama sesuai regulasi”, mengingat investor membutuhkan akses penerbangan cepat untuk mobilitas teknisi, tenaga ahli, dan logistik.

DPR RI menegaskan, perlunya audit dan investigasi menyeluruh terhadap operasional Bandara IMIP.

Sejumlah anggota dewan menyoroti lemahnya pengawasan sebelumnya dan meminta penjelasan rinci mengenai izin, penggunaan bandara, serta potensi pelanggaran prosedur.

“Kami ingin memastikan seluruh aktivitas di Bandara IMIP sesuai aturan dan tidak menimbulkan risiko bagi negara,” ujar salah satu anggota DPR.

Jika ditemukan kegiatan ilegal, termasuk terkait aktivitas pertambangan atau mobilitas barang dan orang tanpa prosedur resmi, DPR meminta pemerintah melakukan penegakan hukum tegas.

Dengan pencabutan izin internasional serta penempatan aparat negara di lokasi, pemerintah berharap status hukum dan tata kelola Bandara IMIP semakin transparan.

Namun, sorotan publik dan DPR menunjukkan bahwa pengawasan tetap harus diperkuat ke depan.

Bandara IMIP masih terus menjadi perhatian karena perannya yang strategis di kawasan industri Morowali, sekaligus pentingnya kepastian bahwa setiap kegiatan di dalamnya berjalan sesuai peraturan nasional.(*)