Raih Emas SEA Games, Justin Barki Donasikan Bonus Rp1 Miliar ke Sumatra Utara

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Petenis Indonesia Justin Barki menunjukkan kepedulian sosial setelah berhasil meraih medali emas SEA Games 2025 bersama tim tenis putra Indonesia.

Atlet muda tersebut memutuskan menyumbangkan seluruh bonus prestasi yang diterimanya kepada korban bencana alam di Sumatra Utara yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Justin Barki menjadi bagian dari skuad tenis putra Indonesia yang sukses mengamankan medali emas pada ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.

Atas pencapaian tersebut, ia berhak menerima bonus prestasi dari pemerintah dengan nilai sekitar Rp1 miliar.

Namun, bonus tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan disalurkan sepenuhnya untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Keputusan tersebut disampaikan Justin melalui pernyataan yang beredar di media sosial dan dikutip sejumlah media nasional.

Ia mengaku memiliki dorongan pribadi dan ikatan emosional untuk membantu warga Sumatra Utara yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.

“Saya punya storyline atau sebuah mimpi untuk melihat semua rakyat di Sumatra Utara, jadi saya akan menyumbangkan semua hasil penghargaan kali ini dan uang untuk orang-orang Sumatra Utara. Walaupun mungkin jumlahnya tidak super-super signifikan, tapi saya harap bisa membantu,” ujar Justin Barki.

Dana dari bonus SEA Games tersebut rencananya akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan guna memenuhi kebutuhan mendesak para korban, mulai dari bantuan logistik, pangan, hingga dukungan pemulihan pascabencana.

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara dilaporkan mengakibatkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta memaksa ribuan orang mengungsi.

Aksi sosial Justin Barki menuai apresiasi luas dari warganet, penggemar olahraga, hingga komunitas tenis nasional.

Banyak pihak menilai langkah tersebut sebagai contoh nyata bahwa prestasi olahraga dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama.

Di tengah upaya pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam menangani dampak bencana di Sumatra Utara.

Kontribusi dari figur publik seperti atlet nasional dinilai mampu memperkuat semangat solidaritas dan empati sosial.

Melalui langkah ini, Justin Barki menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya diukur dari medali yang diraih.

Tetapi juga dari kontribusi dan dampak positif yang diberikan kepada masyarakat luas.(*)




Pesona Kawah Ijen Banyuwangi, Destinasi Wisata Alam dengan Fenomena Api Biru Langka

BANYUWANGI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kawah Ijen dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Indonesia.

Berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, kawasan ini merupakan gunung berapi aktif yang menyimpan fenomena alam langka dan menakjubkan.

Keunikan lanskap vulkanik serta aktivitas geologinya menjadikan Kawah Ijen sebagai tujuan favorit wisatawan lokal hingga mancanegara.

Daya tarik utama wisata Kawah Ijen adalah fenomena api biru atau blue fire yang hanya bisa disaksikan pada malam hingga dini hari.

Fenomena ini terjadi akibat pembakaran gas belerang yang keluar dari celah kawah saat bertemu oksigen.

Keberadaan api biru yang sangat langka membuat Kawah Ijen masuk dalam daftar destinasi wisata minat khusus kelas dunia.

Selain api biru, Kawah Ijen juga memiliki danau kawah berwarna hijau toska yang dikenal sebagai salah satu danau asam terbesar di dunia.

Kontras warna air dan dinding kawah menciptakan panorama dramatis yang menjadi daya tarik utama bagi fotografer dan pecinta alam.

Saat matahari terbit, pemandangan kawah terlihat semakin eksotis dengan nuansa alam yang ekstrem namun memukau.

Kawasan ini juga menjadi lokasi penambangan belerang tradisional yang masih berlangsung hingga kini.

Para penambang belerang Kawah Ijen bekerja secara manual dengan peralatan sederhana, mengangkut bongkahan belerang dari dasar kawah.

Aktivitas tersebut menjadi gambaran nyata tentang ketangguhan masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari alam.

Untuk mencapai puncak Kawah Ijen, wisatawan harus melakukan pendakian selama sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Pos Paltuding.

Jalur pendakian relatif ramah, namun kondisi udara dingin dan paparan gas belerang memerlukan persiapan fisik yang matang.

Penggunaan masker gas sangat dianjurkan demi menjaga keselamatan.

Fasilitas wisata di kawasan Kawah Ijen terus ditingkatkan, mulai dari area parkir, pusat informasi, hingga layanan pemandu lokal.

Pengelolaan wisata dilakukan secara ketat untuk memastikan keamanan pengunjung sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi.

Pengunjung diharapkan mematuhi seluruh aturan yang berlaku, termasuk menjaga jarak dari area berbahaya dan tidak merusak lingkungan.

Sebagai kawasan konservasi alam, Kawah Ijen membutuhkan kesadaran wisatawan untuk menerapkan prinsip wisata berkelanjutan.

Dengan perpaduan fenomena api biru, danau kawah yang unik, serta kehidupan manusia di tengah alam ekstrem, Kawah Ijen menawarkan pengalaman wisata yang tidak terlupakan.

Destinasi ini menjadi pilihan ideal bagi pencinta petualangan dan keindahan alam yang autentik.(*)




Tangkuban Parahu, Wisata Alam dan Kawah Vulkanik Terpopuler di Bandung

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Tangkuban Parahu menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Jawa Barat.

Terletak sekitar 20 kilometer di utara Kota Bandung, lokasi ini mudah diakses dan menjadi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.

Keunikan bentuk gunung serta kawah aktifnya menjadikan Tangkuban Parahu ikon wisata alam Bandung.

Daya tarik utama kawasan ini adalah kawah-kawah vulkaniknya. Kawah Ratu menjadi yang paling terkenal dan mudah dijangkau.

Pengunjung dapat menyaksikan lanskap kawah besar dengan kepulan asap belerang yang terus keluar, menciptakan pemandangan dramatis sekaligus edukatif tentang aktivitas gunung api.

Selain Kawah Ratu, terdapat Kawah Upas dan Kawah Domas.

Kawah Domas menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan bisa turun lebih dekat ke area kawah dan menyaksikan aktivitas panas bumi secara langsung.

Bau belerang yang khas membuat pengunjung disarankan mengenakan masker.

Tidak hanya geologi, Tangkuban Parahu juga menawarkan panorama alam pegunungan yang indah.

Udara sejuk, hutan pinus, dan hamparan hijau di sekitar kawah menciptakan suasana menyegarkan. Pada hari cerah, pemandangan terlihat luas dan memanjakan mata.

Legenda Sangkuriang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tangkuban Parahu. Cerita rakyat Sunda ini menceritakan asal-usul gunung yang terbentuk dari perahu terbalik.

Nilai budaya dan mitologi tersebut menambah daya tarik wisata, karena pengunjung dapat menikmati alam sekaligus mengenal cerita rakyat lokal.

Fasilitas wisata di Tangkuban Parahu tergolong lengkap, dengan area parkir, jalur pejalan kaki, pusat informasi, serta kios suvenir dan makanan.

Akses jalan yang baik membuat kawasan ini ramah bagi wisata keluarga, termasuk wisatawan lanjut usia.

Meski aman, pengunjung tetap diimbau mematuhi rambu dan aturan yang berlaku. Aktivitas vulkanik terus dipantau.

Sehingga keselamatan wisatawan menjadi prioritas. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama.

Dengan kombinasi keindahan alam, fenomena geologi, dan cerita budaya, Tangkuban Parahu tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam pegunungan di Bandung.(*)




Gubernur Aceh Bantah Isu Minta Bantuan PBB, Fokus Penanganan Bencana Lokal

BANDAACEH, SEPUCUKJAMBI.ID Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, membantah keras kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi Aceh meminta bantuan langsung kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah.

Ia menegaskan informasi tersebut keliru dan tidak sesuai fakta.

Isu ini muncul setelah beredar kabar mengenai surat yang disebut dikirim Pemerintah Aceh ke PBB.

Kabar tersebut memicu polemik publik terkait kewenangan pemerintah daerah dalam menjalin komunikasi internasional.

Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menegaskan dirinya tidak mengetahui adanya permintaan bantuan ke PBB. Ia menyebut terjadi kesalahan tafsir terhadap surat yang dimaksud.

“Saya tidak tahu apa-apa, sebenarnya keliru, (surat) bukan ke PBB, tapi kepada LSM yang ada di Aceh,” ujar Mualem.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan surat yang dikirim memang ada, namun ditujukan kepada lembaga atau mitra kemanusiaan lokal, bukan PBB.

Koordinasi ini dilakukan untuk memperkuat penanganan dan pemulihan bencana, bukan untuk mengalihkan tanggung jawab pemerintah.

Menurut Muhammad MTA, langkah ini wajar mengingat Aceh memiliki pengalaman panjang bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan sejak masa pemulihan pascatsunami 2004.

Pemerintah Aceh menegaskan tidak ada pelanggaran kewenangan karena tidak mengajukan permintaan resmi kepada organisasi internasional.

Pemerintah Aceh berharap klarifikasi ini meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

Fokus utama tetap pada percepatan penanganan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak secara optimal melalui koordinasi yang sesuai ketentuan hukum.(*)




Kapok! Pasca Demonstrasi APDESI, Pemerintah Perintahkan Audit Dana Desa

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah pusat memerintahkan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa setelah ribuan kepala desa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, awal Desember 2025.

Aksi tersebut menuntut percepatan pencairan Dana Desa serta evaluasi kebijakan administrasi yang dianggap memberatkan pemerintah desa.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, audit dilakukan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan pemanfaatan Dana Desa sesuai peruntukannya.

“Audit ini melibatkan Inspektorat Jenderal, BPKP, dan aparat pengawasan internal pemerintah daerah. Pemeriksaan mencakup dokumen anggaran hingga pengecekan fisik kegiatan di lapangan,” jelas Purbaya.

Audit bertujuan memastikan dana yang disalurkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa dan mencegah potensi masalah hukum di kemudian hari.

Hasil audit nantinya akan menjadi dasar evaluasi kebijakan penyaluran Dana Desa di masa depan.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Surta Wijaya, menjelaskan dampak keterlambatan pencairan Dana Desa terhadap operasional desa.

“Dana desa yang tertahan menyebabkan beban hutang operasional desa meningkat. Banyak kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tidak bisa ditunda,” kata Surta.

Pemerintah menegaskan, jika ditemukan penyimpangan pidana, akan diproses sesuai hukum.

Sementara untuk kesalahan administratif, pendekatan pembinaan dan perbaikan menjadi prioritas.

Langkah audit ini diharapkan dapat memperbaiki tata kelola Dana Desa sekaligus menjaga kepercayaan publik.(*)




Presiden Prabowo Minta Korban Mendapat Perawatan Terbaik, Pasca Kecelakaan Mobil SPPG

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, menjenguk korban kecelakaan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasien sekaligus memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Presiden menemui tiga korban yang masih menjalani perawatan intensif.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa Prabowo berkomunikasi langsung dengan pasien.

“(Presiden) menengok tiga pasien yang masih dirawat sekalian berkomunikasi dengan ketiganya,” kata Dadan.

Prabowo berbincang dengan korban dan keluarga, menanyakan kondisi kesehatan serta proses pemulihan.

Ia juga berdialog dengan tenaga medis untuk memastikan seluruh pasien menerima penanganan terbaik.

Menurut Dadan, kunjungan ini menunjukkan perhatian Presiden terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui SPPG.

Insiden kecelakaan ini menjadi bahan evaluasi agar standar keselamatan operasional transportasi program pemerintah dapat diperkuat ke depannya.

Presiden juga memberikan motivasi kepada korban agar tetap semangat menjalani perawatan dan segera pulih.

Ia menegaskan pentingnya keselamatan masyarakat dalam setiap pelaksanaan program pemerintah dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang.

Kecelakaan mobil SPPG sebelumnya menimpa siswa dan seorang guru sekolah dasar di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Sejumlah korban mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Pemerintah memastikan akan terus memantau kondisi para korban serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan transportasi dalam distribusi layanan pemenuhan gizi.(*)




Optimalkan JTTS di Momen Nataru, Hutama Karya Operasikan Tol Palembang–Betung! Cek Waktu dan Ketentuannya di Sini

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) mengoptimalkan pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) guna mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Sejumlah ruas tol dan jalur fungsional dioperasikan secara khusus untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di jalur utama Sumatera.

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pengoperasian ruas fungsional Junction Palembang yang mencakup Ramp I, Ramp V, Ramp VI, Ramp VII B, dan Ramp VIII.

Ruas ini mulai difungsikan sejak 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dan beroperasi penuh selama 24 jam untuk mendukung distribusi arus kendaraan di wilayah Palembang dan sekitarnya.

Selain itu, Hutama Karya juga mengoperasikan Tol Palembang–Betung Seksi 1 (Musi Landas–Pulau Rimau) secara fungsional mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan waktu operasional pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Pengoperasian ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalur nasional dan mempercepat waktu tempuh pengguna jalan.

Di wilayah Aceh, ruas Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) telah lebih dahulu difungsikan sejak 7 Desember 2025 dan akan tetap beroperasi hingga 4 Januari 2026.

Kehadiran ruas ini menjadi salah satu penopang utama mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas di ruas tol utama, Hutama Karya bersama instansi terkait turut menerapkan rekayasa lalu lintas.

Termasuk skema holding system di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). Skema ini bertujuan mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di jalur utama tol.

Ketua Tim Penanganan Layanan Nataru Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis lalu lintas, puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember 2025.

Sedangkan arus balik Tahun Baru diproyeksikan pada 1 serta 3–4 Januari 2026.

“Kami mengimbau pengguna JTTS untuk merencanakan perjalanan dengan bijak dan memilih waktu perjalanan yang tepat agar terhindar dari kepadatan, sehingga perjalanan selama libur Nataru tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Dengan pengoperasian ruas tol fungsional dan penerapan manajemen lalu lintas terpadu, Hutama Karya berharap JTTS dapat berfungsi optimal sebagai tulang punggung konektivitas Sumatera selama periode libur panjang.(*)




Hadapi Lonjakan Arus Nataru, Hutama Karya Siapkan Ribuan Personel JTTS

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Hutama Karya (Persero) menggelar Apel Siaga Nataru 2025–2026 sebagai bentuk kesiapan operasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Kegiatan ini dilaksanakan di Rest Area KM 397 Jalur A Tol Palembang–Betung, Selasa (16/12/2025).

Apel siaga dipimpin oleh Aiptu Bambang Pramono selaku Komandan Apel, dengan Direktur Operasi II Hutama Karya, Gunadi, bertindak sebagai Pembina Apel.

Kegiatan ini menandai dimulainya kesiapsiagaan layanan tol sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi lonjakan arus lalu lintas selama libur akhir tahun.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Bupati Banyuasin Askolani, perwakilan Pemerintah Kota Palembang, Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, Balai Provinsi Sumatra Selatan, BPBD, Damkar, BPJN Lampung dan Jambi, serta ratusan personel tim siaga Nataru.

Dalam rangkaian apel, Hutama Karya juga mengukuhkan Tim Penanganan Layanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang diwakili Ketua Tim Dwi Aryono Bayuaji.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kendaraan dan peralatan operasional, seperti kendaraan patroli, derek, rescue, dan ambulans, sebagai simbol kesiapan layanan di lapangan.

Dalam arahannya, Gunadi menyampaikan bahwa volume lalu lintas di JTTS diproyeksikan meningkat hingga 30,2 persen selama periode Nataru.

Kondisi tersebut menuntut kesiapan menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur, personel, maupun koordinasi lintas instansi pusat dan daerah.

Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, Hutama Karya memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan rutin dan berkala di ruas JTTS telah rampung sebelum puncak Nataru.

“Kami memastikan seluruh ruas tol dalam kondisi prima agar pengguna jalan dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.

Selama Nataru, Hutama Karya mengoperasikan 14 ruas JTTS sepanjang 800,52 kilometer, dengan dukungan 3.223 personel siaga, 451 unit armada operasional, serta 29 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).

Layanan juga diperkuat dengan ratusan gardu tol, mobile reader, kamera CCTV, dan ratusan Variable Message Sign (VMS) yang terintegrasi melalui HK Toll Apps.

Hutama Karya turut menyiapkan strategi layanan tambahan, termasuk pengoperasian ruas fungsional dan penerapan holding system di TIP untuk mengatur arus kendaraan.

Puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember 2025, sementara puncak arus balik Tahun Baru diproyeksikan pada 1 serta 3–4 Januari 2026.

Mengusung tagline “Perjalanan Nataru Lebih Cepat, Karena Sumatera Sudah Dekat”, Hutama Karya menegaskan komitmennya menghadirkan layanan jalan tol yang andal, aman, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan selama periode libur panjang.(*)




HKI Buka Uji Coba Jalan Lembah Anai untuk Kendaraan Roda Empat

PADANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus mempercepat penanganan darurat pascabanjir dan tanah longsor di ruas Padang Panjang–Sicincin (Padang–Bukittinggi via Lembah Anai).

Setelah mendapat penugasan resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat, HKI langsung mengerahkan sumber daya untuk memulihkan akses vital tersebut.

Sebagai bagian dari progres penanganan, sejak 8 Desember 2025 dilakukan uji coba terbatas pembukaan jalan untuk kendaraan roda dua.

Selanjutnya, pada Selasa (16/12/2025), uji coba open traffic kendaraan roda empat resmi diberlakukan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatra Barat Gatot Tri Suryanta, didampingi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin.

Uji coba ini dijadwalkan berlangsung hingga 21 Desember 2025, dengan pengaturan waktu operasional tertentu guna menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran pekerjaan di lapangan.

Bupati Tanah Datar Eka Putra sebelumnya menyampaikan bahwa pembukaan jalur roda empat dilakukan setelah tahap penilaian kesiapan infrastruktur dan keamanan

“Akses kendaraan roda empat dibuka mulai pukul 16.00 hingga 09.00 pagi sebagai langkah uji coba,” ujarnya.

Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas selama melintasi jalur Lembah Anai.

Ia menjelaskan, pembatasan waktu operasional dilakukan agar proses perbaikan dengan alat berat dapat dimaksimalkan pada siang hari, mengingat potensi cuaca ekstrem pada malam hari.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Roy Rizali Anwar menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam pembukaan jalur tersebut agar keselamatan pengguna jalan tetap terjamin.

Dalam kunjungan lapangan, Deputi Kemenko Infrastruktur Muhammad Rachmat Kaimuddin menekankan perlunya perhitungan matang terhadap aliran sungai di sekitar badan jalan.

Menurutnya, rekayasa teknis harus dilakukan secara komprehensif untuk mengantisipasi potensi aliran air yang dapat kembali mengganggu struktur jalan.

Direktur Utama HKI Aji Prasetyanti menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen mempercepat pemulihan akses Lembah Anai dengan tetap menjaga mutu pekerjaan.

“Kami mengerahkan seluruh kemampuan agar jalan ini dapat berfungsi normal kembali secepat mungkin, dengan kualitas yang tetap terjaga,” ujarnya.

Selain penanganan infrastruktur, HKI bersama Hutama Karya juga menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat berupa toilet portable, genset, perlengkapan bayi dan dewasa, serta toren air yang diserahkan melalui Posko BPBD Agam.

Melalui langkah penanganan darurat dan dukungan kemanusiaan tersebut, HKI menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan infrastruktur serta membantu masyarakat Sumatra Barat bangkit pascabencana.(*)




Jangan Jadi Wisata Bencana! Presiden Prabowo Geram, Ingatkan Pejabat Negara

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pejabat negara tidak boleh menjadikan lokasi bencana sebagai ajang wisata bencana.

Pernyataan ini disampaikan saat arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025), di tengah penanganan bencana yang masih berlangsung di beberapa daerah.

Prabowo menyoroti praktik sebagian pejabat dan tokoh publik yang datang ke lokasi bencana hanya untuk pencitraan atau foto-foto tanpa tujuan konkret

“Kalau datang, benar-benar harus ada tujuan membantu mengatasi masalah. Rakyat di situ jangan dijadikan objek,” tegasnya.

Presiden menegaskan setiap kunjungan ke daerah terdampak bencana harus dilandasi empati dan tanggung jawab.

Serta fokus pada upaya membantu masyarakat secara nyata. Kegiatan pejabat di lokasi bencana seharusnya digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak.

Hingga memastikan bantuan tersalurkan efektif, dan mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya menjaga etika komunikasi publik terkait bencana.

Pejabat diminta menyampaikan informasi faktual, menenangkan, dan berpihak pada korban, tanpa mengeksploitasi penderitaan warga terdampak.

Presiden juga menyatakan komitmennya untuk memantau penanganan bencana secara langsung, minimal satu minggu sekali, agar proses tanggap darurat, pemulihan pascabencana, dan mitigasi bencana berjalan optimal.

Arahan ini menegaskan standar etika bagi pejabat publik dalam merespons bencana: hadir dengan empati, tindakan nyata, dan bukan sekadar menunjukkan kehadiran di tengah musibah.(*)