Museum Fatahillah Jakarta, Wisata Sejarah dengan Nuansa Masa Kolonial

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Museum Fatahillah merupakan salah satu destinasi wisata sejarah paling ikonik di Jakarta.

Berlokasi di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, museum ini menempati bangunan bersejarah yang dahulu dikenal sebagai Stadhuis van Batavia, pusat pemerintahan Belanda pada masa kolonial.

Bangunan Museum Fatahillah mulai didirikan pada 1707 dan resmi digunakan pada 1710.

Pada masa penjajahan Belanda, gedung ini berfungsi sebagai balai kota, pusat administrasi, pengadilan, serta penjara. Dari tempat inilah berbagai kebijakan penting kolonial VOC dijalankan di Batavia.

Setelah Indonesia merdeka, bangunan bersejarah tersebut dialihfungsikan menjadi Museum Sejarah Jakarta dan lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama Museum Fatahillah, diambil dari nama tokoh penakluk Sunda Kelapa, Fatahillah.

Di dalam museum, pengunjung dapat menemukan beragam koleksi bersejarah, mulai dari peta kuno Batavia, mebel antik peninggalan kolonial, lukisan, senjata tradisional, hingga replika prasasti Kerajaan Tarumanegara.

Salah satu koleksi paling terkenal adalah meriam Si Jagur yang berada di halaman museum dan kerap dikaitkan dengan berbagai mitos masyarakat.

Selain nilai sejarahnya, Museum Fatahillah juga dikenal memiliki cerita mistis yang sudah lama beredar.

Hal ini tidak terlepas dari fungsi gedung tersebut di masa lalu sebagai penjara bawah tanah.

Sel-sel sempit dan lembap di bagian bawah bangunan dahulu digunakan untuk menahan para tahanan, termasuk pejuang pribumi.

Sejumlah pengunjung dan pemandu wisata kerap menceritakan pengalaman tak biasa, seperti mendengar suara langkah kaki, pintu berderit, atau merasakan perubahan suhu di area tertentu.

Meski tidak pernah dibuktikan secara resmi, kisah-kisah tersebut justru menambah daya tarik Museum Fatahillah sebagai destinasi wisata sejarah dengan nuansa berbeda.

Kawasan sekitar Museum Fatahillah juga menjadi pusat aktivitas wisata Kota Tua Jakarta.

Pengunjung dapat menikmati suasana alun-alun, bersepeda ontel, berfoto dengan bangunan klasik, hingga mengunjungi museum lain di sekitarnya.

Pada akhir pekan, kawasan ini ramai oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dengan perpaduan arsitektur kolonial, nilai edukasi sejarah, dan atmosfer masa lalu yang kuat, Museum Fatahillah menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Jakarta lebih dekat.(*)




Kemlu dan Polri Pulangkan 9 WNI Korban TPPO di Kamboja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kemlu RI bekerja sama dengan Polri memulangkan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

Pemulangan dilakukan setelah para korban menyelesaikan seluruh prosedur keimigrasian di negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Kemlu menyebut seluruh WNI dipulangkan ke Tanah Air pada 26 Desember 2025, menggunakan penerbangan komersial rute Phnom Penh–Jakarta, dan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 18.50 WIB.

“Seluruh WNI telah menjalani proses keimigrasian setempat, termasuk penyelesaian deportasi dan penerbitan exit permit,” ujar Kemlu.

Kesembilan WNI sebelumnya menjadi korban eksploitasi kerja setelah tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi di Kamboja.

Mereka dijanjikan bekerja sebagai operator komputer, namun setibanya di sana dipaksa melakukan aktivitas penipuan daring (online scam) dan admin perjudian ilegal.

Paspor para korban disita, dan beberapa mengalami tekanan fisik maupun psikis.

Kasus ini terungkap setelah beberapa korban berhasil melarikan diri dan meminta perlindungan ke KBRI Phnom Penh.

Koordinasi lintas instansi antara KBRI, Kemlu RI, dan Bareskrim Polri memastikan keselamatan dan pemulangan para WNI.

Bareskrim Polri menegaskan pemulangan ini bagian dari upaya penegakan hukum terhadap jaringan TPPO lintas negara.

Aparat juga mendalami peran perekrut di Indonesia yang diduga terlibat dalam pengiriman korban melalui jalur nonprosedural.

Kemlu RI mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri dengan janji gaji tinggi tanpa kejelasan prosedur dan legalitas.

Kamboja bukan negara resmi penempatan pekerja migran Indonesia, sehingga WNI yang bekerja di sana berisiko kehilangan perlindungan hukum.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerja sama internasional serta penegakan hukum dalam negeri.

Ini dilakukan guna menekan praktik perdagangan orang dan melindungi keselamatan WNI di luar negeri.(*)




IKN Jadi Favorit Warga Selama Nataru, 37.000 Orang Kunjungi Kawasan Inti Pemerintahan

IKN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Ribuan warga dari berbagai daerah memanfaatkan momen libur akhir tahun untuk berkunjung dan melihat secara langsung perkembangan ibu kota baru Indonesia yang berlokasi di Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), pada hari pertama libur Natal, Rabu (25/12/2025), jumlah pengunjung yang masuk ke kawasan KIPP IKN mencapai sekitar 37.000 orang.

Angka tersebut diperoleh dari pencatatan kendaraan dan pengunjung yang memasuki area inti pemerintahan.

Tingginya jumlah kunjungan ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang besar terhadap pembangunan IKN sebagai proyek strategis nasional.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan momentum libur Natal dan Tahun Baru menjadi perhatian khusus pemerintah karena potensi lonjakan pengunjung yang signifikan.

Oleh sebab itu, OIKN telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar kunjungan masyarakat dapat berlangsung secara tertib dan aman.

“Momentum libur Natal dan Tahun Baru menjadi perhatian khusus karena potensi peningkatan jumlah pengunjung. Oleh karena itu, kami menyiapkan sistem pelayanan yang terkoordinasi, mulai dari pengaturan alur kunjungan, transportasi, hingga dukungan kesehatan, agar seluruh aktivitas dapat berjalan tertib dan aman,” ujar Troy dalam keterangannya pada Jumat (26/12/2025).

Selama periode libur Nataru, kunjungan masyarakat ke kawasan IKN dibuka selama kurang lebih sembilan hari, mulai 25 Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Sejumlah titik di kawasan KIPP menjadi lokasi favorit pengunjung, terutama area di sekitar Istana Negara dan plaza utama yang dihiasi ornamen Natal.

Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto bersama keluarga sekaligus mengenal lebih dekat kawasan ibu kota baru yang selama ini lebih banyak mereka kenal melalui pemberitaan.

Untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan pengunjung, OIKN menyiapkan berbagai fasilitas pendukung.

Di antaranya pengaturan lalu lintas dan arus kunjungan, penambahan area parkir, serta penyediaan fasilitas umum seperti toilet dan musala.

Selain itu, layanan kesehatan juga disiagakan di beberapa titik untuk mengantisipasi kebutuhan darurat selama masa kunjungan.

Akses menuju kawasan IKN turut diperkuat dengan difungsikannya secara terbatas ruas tol Balikpapan–IKN selama periode libur Nataru.

Langkah ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan sekaligus mengurangi kepadatan di jalur alternatif menuju kawasan inti ibu kota baru.

Ramainya kunjungan selama libur akhir tahun ini menunjukkan bahwa IKN mulai dipandang tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan.

Tetapi juga sebagai destinasi wisata baru yang menarik minat masyarakat.

Pemerintah menilai tingginya animo publik ini sebagai sinyal positif.

Sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan pengelolaan kawasan dan kualitas pelayanan publik di IKN agar kunjungan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, dan tertib.(*)




Ketegangan Politik Aceh Kembali Mencuat, Dialog Jadi Kunci Hadapi Simbol GAM

ACEH, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketegangan terkait pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kembali mencuat setelah aparat TNI dan Polri membubarkan aksi massa di Lhokseumawe, Aceh, pada 25–26 Desember 2025.

Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi pascabanjir dan longsor yang melanda provinsi tersebut.

Kapuspen Mabes TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menegaskan bahwa pembubaran dilakukan dengan pendekatan persuasif dan sesuai hukum.

Mengingat simbol GAM dikaitkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI.

“TNI menegaskan bahwa pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku karena simbol tersebut terkait gerakan separatis,” ujar Freddy.

Aparat awalnya meminta massa menghentikan aksi dan menyerahkan bendera, namun imbauan tidak diindahkan, sehingga langkah terukur dijalankan.

Selama pembubaran, aparat menemukan senjata api dan tajam yang kemudian diserahkan ke polisi untuk proses hukum.

Anggota DPR RI Komisi I, TB Hasanuddin, menyarankan agar penyelesaian isu ini dilakukan melalui dialog dan pendekatan persuasif, bukan kekerasan.

Ia menekankan pemerintah sebaiknya fokus pada rehabilitasi korban bencana daripada memperkeruh situasi dengan ketegangan politik.

Pengamat politik, Ali Rif’an, mengingatkan bahwa bendera GAM bukan ekspresi biasa karena muatan historis dan politisnya sensitif pascakonflik Aceh.

Ia menekankan kemunculannya di ruang publik tidak boleh dinormalisasi demi menjaga komitmen perdamaian.

Kasus ini memperlihatkan ketegangan antara kebebasan berekspresi dan penegakan hukum terkait simbol yang sarat sejarah. Hingga kini, situasi di Lhokseumawe relatif kondusif.

Namun dialog damai dan langkah persuasif tetap menjadi fokus untuk menjaga stabilitas sosial dan keamanan di Aceh.(*)




Wow! OJK Klaim Telah Blokir 27 Ribu Rekening Judi Online

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan komitmen tegasnya dalam memberantas praktik judi online di Indonesia.

Hingga Desember 2025, OJK memerintahkan bank-bank nasional untuk memblokir puluhan ribu rekening yang terindikasi digunakan untuk transaksi judi daring.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga integritas sistem keuangan sekaligus melindungi masyarakat dari risiko ekonomi akibat perjudian online.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa pemblokiran rekening dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta PPATK.

“OJK telah meminta perbankan menutup rekening-rekening yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online,” ujar Dian.

Hingga akhir 2025, OJK mencatat sebanyak 27.395 rekening telah masuk daftar pemblokiran, dan jumlah ini terus bertambah seiring pendalaman pengawasan dan verifikasi identitas.

Pemblokiran dilakukan secara selektif dengan memperhatikan kesesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan penerapan enhanced due diligence (EDD) terhadap rekening yang dicurigai.

Selain rekening aktif, OJK juga menyoroti potensi penyalahgunaan rekening dormant atau tidak aktif yang sering diperdagangkan untuk transaksi ilegal, termasuk judi online.

Dian menekankan bahwa, bank harus memantau rekening tidak aktif agar tidak disalahgunakan dan meningkatkan efektivitas penanganan jual-beli rekening.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional pemberantasan judi online yang melibatkan regulator keuangan, otoritas digital, dan aparat penegak hukum.

OJK menegaskan bahwa pemblokiran rekening akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Bank diminta memperkuat sistem pemantauan transaksi, verifikasi nasabah, dan pelaporan transaksi mencurigakan agar ruang gerak pelaku judi daring semakin terbatas.(*)




Panduan Lengkap Mengunjungi Monumen Nasional Jakarta, Ikon Perjuangan Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Monumen Nasional (Monas) adalah simbol kebanggaan dan perjuangan bangsa Indonesia yang terletak di pusat kota Jakarta, tepatnya di Lapangan Merdeka.

Monas bukan hanya penanda geografis Jakarta, tetapi juga ikon identitas nasional yang mudah dikenali dari berbagai arah.

Pembangunan Monas dimulai pada tahun 1961 atas inisiatif Presiden Soekarno, dengan tujuan menjadi pengingat abadi perjuangan rakyat Indonesia meraih kemerdekaan.

Dengan tinggi mencapai 132 meter, Monas menjulang sebagai landmark ikonik Jakarta.

Bangunan ini memiliki filosofi mendalam: tugu melambangkan lingga, sementara pelatarannya melambangkan yoni, simbol keseimbangan dan kesuburan

Di puncak Monas terdapat lidah api berlapis emas yang melambangkan semangat perjuangan yang terus berkobar, menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Di bagian dalam, Monas memiliki Museum Sejarah Nasional, yang menampilkan diorama perjalanan sejarah Indonesia dari masa prasejarah hingga kemerdekaan.

Diorama ini disusun kronologis sehingga mudah dipahami oleh pelajar maupun wisatawan umum.

Pengunjung juga dapat menikmati panorama Jakarta dari pelataran puncak Monas menggunakan lift.

Dari ketinggian, pemandangan gedung pencakar langit, area hijau, dan hiruk pikuk ibu kota terlihat jelas, terutama pada hari cerah.

Kawasan Lapangan Merdeka di sekitar Monas juga difungsikan sebagai ruang terbuka hijau untuk olahraga, bersantai, dan kegiatan publik.

Monas kerap menjadi lokasi peringatan kenegaraan dan acara budaya nasional.

Fasilitas di Monas cukup lengkap, termasuk area parkir, ruang pameran, dan jalur pedestrian yang rapi. Akses menuju Monas pun mudah dengan berbagai moda transportasi umum.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Monas adalah simbol persatuan dan perjuangan bangsa. Monas mengingatkan masyarakat akan sejarah panjang Indonesia menuju kemerdekaan.

Sekaligus menawarkan pengalaman wisata edukatif, rekreasi, dan sejarah di jantung Jakarta.(*)




Viral Patung Macan Putih Mirip Zebra di Kediri, Ini Penjelasan Kades

KEDIRI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mendadak viral di media sosial.

Patung yang awalnya dibuat sebagai ikon desa itu ramai diperbincangkan karena bentuknya dinilai tidak menyerupai macan putih pada umumnya, sehingga memicu beragam komentar warganet.

Foto dan video patung tersebut banyak dibagikan di berbagai platform media sosial.

Sejumlah netizen menilai bentuknya unik dan tidak proporsional, bahkan menyebut patung itu lebih mirip zebra, badak, kuda nil, hingga capybara ketimbang seekor macan putih.

Padahal, patung tersebut dibangun sebagai simbol identitas dan mitos lokal. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, macan putih diyakini sebagai penjaga atau danyang desa yang kerap muncul dalam cerita turun-temurun warga Balongjeruk.

Viralnya patung ini menarik perhatian publik dari luar daerah. Beberapa warga bahkan datang langsung ke lokasi untuk melihat dan berfoto di depan patung yang kini disebut-sebut sebagai “ikon tak resmi” Desa Balongjeruk.

Meski menuai kritik, tak sedikit pula yang menganggap patung tersebut memiliki nilai humor dan kreativitas tersendiri.

Menanggapi sorotan publik, Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa telah berencana melakukan perbaikan.

“Semua kritik dan saran kami terima. Insyaallah patung ini akan kami perbaiki agar lebih aman dan lebih baik ke depannya,” ujar Safi’i saat ditemui di lokasi.

Safi’i menjelaskan bahwa pembangunan patung macan putih tersebut tidak menggunakan dana desa (APBDes), melainkan berasal dari swadaya masyarakat.

Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor hasil patung belum sesuai harapan banyak pihak.

Total biaya pembangunan patung tersebut disebut kurang dari Rp 3,5 juta, dengan sekitar Rp 2 juta digunakan untuk jasa pemborong dan sisanya untuk pembelian material.

Safi’i juga mengaku turut menyumbangkan material bangunan dari toko miliknya secara sukarela.

Lebih lanjut, Safi’i menyebut ide pembangunan patung macan putih berasal dari usulan tokoh masyarakat yang ingin memperkuat identitas desa melalui simbol budaya lokal.

Ke depan, pihak desa telah membahas rencana penggantian atau perbaikan patung dengan desain yang lebih mendekati bentuk macan putih secara realistis.

Diharapkan, patung yang telah diperbaiki nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan warga, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata desa.

Fenomena viral ini sekaligus menunjukkan bagaimana proyek sederhana di tingkat desa bisa mendapat perhatian luas melalui media sosial, serta membuka diskusi tentang seni publik, partisipasi warga, dan transparansi anggaran.(*)




Stok Pangan Nasional Aman, Pemerintah Wanti-wanti Penimbunan Jelang Nataru

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepastian ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat pada periode libur akhir tahun.

Mentan Amran menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, termasuk saat momentum hari besar keagamaan.

Ia menyebut stok pangan strategis, khususnya beras dan minyak goreng, berada pada level yang sangat aman.

“Nilai kebersamaan, kepedulian, dan persatuan menjadi semangat kita dalam menjaga pangan nasional. Negara harus hadir memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, termasuk pada perayaan Natal,” kata dia.

“Kita produsen minyak goreng yang menyuplai dunia. Stok kita aman. Beras kita perkirakan stoknya 3,53 juta ton di akhir tahun, dan itu tertinggi,” ujar Amran dalam keterangan resminya.

Menurut Amran, jumlah stok beras tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga hingga melewati puncak konsumsi akhir tahun.

Selain beras, pemerintah juga memastikan ketersediaan komoditas strategis lain seperti minyak goreng, gula, daging ayam, telur, dan bawang dalam kondisi terkendali.

Untuk menjaga stabilitas tersebut, Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta kementerian dan lembaga terkait terus melakukan pemantauan harga dan distribusi pangan di lapangan.

Pengawasan dilakukan melalui inspeksi langsung ke pasar tradisional dan modern.

Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga bahan pokok masih berada sesuai atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah juga menegaskan akan bertindak tegas terhadap pelaku usaha yang mencoba memainkan harga menjelang Nataru.

Pengawasan diperkuat melalui koordinasi dengan Satgas Pangan, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah guna mencegah praktik penimbunan serta kenaikan harga yang tidak wajar.

Langkah antisipatif ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tenang, dan kondusif tanpa tekanan lonjakan harga bahan pokok.

Pemerintah berharap stabilitas pangan yang terjaga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung suasana positif selama libur akhir tahun.(*)




Nenek 80 Tahun Diduga Diusir Paksa di Surabaya, Warga Geruduk Kantor Ormas

SURABAYA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus dugaan pengusiran paksa seorang nenek berusia 80 tahun di Surabaya menuai kecaman luas dan memicu aksi massa.

Ratusan warga yang mengatasnamakan Arek Suroboyo menggeruduk kantor salah satu organisasi masyarakat (ormas), Jumat (26/12/2025), menuntut penegakan hukum atas tindakan yang dinilai tidak berperikemanusiaan.

Peristiwa ini mencuat setelah video viral di media sosial memperlihatkan seorang lansia bernama Elina Widjajanti (80) ditarik dan diangkat secara paksa dari rumahnya di kawasan Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Dalam rekaman tersebut, korban tampak tak berdaya saat dipaksa meninggalkan tempat tinggalnya oleh sekelompok orang yang diduga oknum ormas.

Kuasa hukum korban, Wellem Mintarja, menegaskan bahwa pengusiran tersebut dilakukan tanpa dasar hukum yang sah.

“Klien kami diusir secara paksa tanpa adanya putusan pengadilan. Ini tindakan melanggar hukum dan tidak manusiawi,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Wellem, kejadian itu melibatkan sekitar 30 orang. Akibat peristiwa tersebut, Elina mengalami luka di bagian hidung dan bibir hingga berdarah.

Tak hanya itu, rumah yang selama ini ditempatinya kemudian dipalang, bahkan beberapa hari setelah kejadian dilaporkan diratakan menggunakan alat berat.

Sejumlah barang milik korban, termasuk dokumen penting, disebut hilang.

Kasus ini memicu kemarahan publik. Massa mendatangi kantor ormas yang disebut-sebut terkait dan mendesak aparat untuk bertindak tegas terhadap praktik premanisme.

Warga menilai pengusiran lansia dari rumahnya merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga.

“Kasus ini sudah ditangani Polda Jawa Timur. Saya pastikan tidak ada ruang bagi premanisme di Surabaya,” tegas Eri.

Ia juga menyatakan Pemkot Surabaya akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum guna mencegah kejadian serupa terulang, serta memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan seperti lansia.

Senada, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengecam keras dugaan pengusiran tersebut.

“Sengketa apa pun harus diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan. Ini tindakan yang tidak berperikemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak ormas yang dituding terlibat membantah bahwa pengusiran tersebut merupakan keputusan organisasi.

Mereka mengklaim tindakan itu dilakukan oleh individu secara pribadi dan tidak mewakili ormas secara resmi.

Hingga kini, Polda Jawa Timur masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pengusiran paksa nenek Elina.

Publik menanti langkah tegas aparat untuk mengungkap fakta dan memastikan keadilan bagi korban.(*)




Klaim Tinggi, OJK Ingatkan Asuransi Kredit Perketat Manajemen Risiko

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pelaku industri jasa keuangan terhadap meningkatnya risiko di sektor asuransi kredit.

Regulator mencatat rasio klaim asuransi kredit telah berada pada level yang sangat tinggi, sehingga berpotensi menekan kesehatan keuangan perusahaan asuransi jika tidak dikelola secara disiplin.

OJK mencatat rasio klaim asuransi kredit mencapai sekitar 85,56 persen dari total premi yang dihimpun.

Angka ini mencerminkan tingginya risiko gagal bayar debitur yang dijamin oleh produk asuransi kredit, terutama pada pembiayaan sektor produktif dan konsumtif yang tengah menghadapi tekanan kualitas kredit.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius regulator.

“Rasio klaim yang tinggi menunjukkan bahwa risiko pada asuransi kredit harus dikelola dengan lebih hati-hati, khususnya dalam aspek underwriting dan manajemen risiko,” ujar Ogi dalam keterangannya, Kamis (27/12).

Menurut OJK, meningkatnya klaim asuransi kredit berkaitan erat dengan memburuknya kualitas kredit di sejumlah sektor usaha, yang dipicu oleh pelemahan daya beli masyarakat serta ketidakpastian ekonomi.

Kondisi ini mendorong kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), yang kemudian berujung pada klaim terhadap perusahaan asuransi kredit.

OJK mengingatkan perusahaan asuransi agar tidak terlalu agresif dalam menerima penjaminan kredit tanpa analisis risiko yang memadai.

Penetapan premi, seleksi debitur, serta kerja sama dengan lembaga pembiayaan harus dilakukan secara lebih selektif dan berbasis mitigasi risiko yang kuat.

Selain itu, regulator juga mendorong penguatan permodalan dan kecukupan cadangan teknis untuk menjaga ketahanan keuangan perusahaan asuransi kredit jika tren klaim tinggi berlanjut.

Pengawasan terhadap penerapan tata kelola perusahaan (good corporate governance) juga akan diperketat, termasuk evaluasi konsentrasi risiko pada sektor atau debitur tertentu.

OJK menegaskan bahwa penguatan manajemen risiko di sektor asuransi kredit menjadi kunci untuk menjaga stabilitas industri perasuransian secara keseluruhan.

Asuransi kredit memiliki peran strategis dalam mendukung pembiayaan perbankan dan lembaga keuangan nonbank, namun harus dijalankan secara prudent agar tidak menimbulkan risiko sistemik ke depan.(*)