Kenali 5 Tanda Awal Penyakit Ginjal yang Jarang Disadari

SEPUCUKJAMBI.ID – Penyakit ginjal masuk dalam daftar 20 penyebab kematian terbesar di dunia dan berada di posisi 10 besar penyebab kematian pada perempuan.

Data tahun 2023 mencatat sekitar 1,5 juta orang mengalami gagal ginjal, dengan biaya penanganan mencapai Rp2,92 triliun.

Angka ini terus bertambah,termasuk pasien yang menjalani prosedur cuci darah (hemodialisa) dan penderita gagal ginjal akut pada anak yang juga meningkat.

Untuk mencegah penyakit ini masuk pada tahap kronis, perlu adanya diagnosis secara dini.

Berikut lima tanda penyakit ginjal yang kerap tidak disadari

1. Kekurangan energi atau kesulitan berkonsentrasi

Apakah Anda merasa kurang energik atau kesulitan berkonsentrasi? Ini bisa menjadi tanda peringatan penyakit ginjal.

Ketika fungsi ginjal Anda menurun secara signifikan, hal itu dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah.

Hal ini dapat menyebabkan energi rendah, sehingga sulit untuk fokus.

Menurut Yayasan Ginjal Nasional, penyakit ginjal juga dapat menyebabkan komplikasi lain seperti anemia, yang dapat mengakibatkan kelelahan dan keletihan.

2. Kulit kering dan gatal

Kebanyakan orang salah memahami tanda penting ini. Mereka mengaitkan kulit kering dan gatal dengan kurangnya pelembap atau penyakit kulit.

Padahal, ini bisa jadi peringatan dari ginjal Anda.

Ginjal bertanggung jawab untuk membuang limbah dan cairan berlebih dari tubuh, membantu memproduksi sel darah merah, menjaga tulang tetap kuat, dan menjaga jumlah mineral yang tepat dalam darah.

Jadi, ketika keseimbangannya terganggu, hal ini dapat menyebabkan kulit gatal dan kering.

3. Sulit tidur

Jangan pernah remehkan masalah tidur. Jika Anda kesulitan tidur, bisa jadi itu pertanda penyakit ginjal.

Ketika ginjal tidak menyaring dengan baik, racun tetap berada di dalam darah, alih-alih dikeluarkan melalui urine.

Jika Anda merasakan salah satu dari gejala di atas, periksakan diri ke tenaga medis.

Meskipun tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti penyakit ginjal, pemeriksaan awal sangat membantu memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi lebih lanjut.(*)




Keindahan Pulau Komodo, Surga Wisata Alam dan Konservasi di NTT

NTT, SEPUCUKJAMBI.ID – Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.

Pulau ini merupakan habitat asli komodo, reptil raksasa purba yang hanya dapat ditemukan di beberapa pulau di Tanah Air.

Tak heran, Pulau Komodo selalu menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung kehidupan satwa langka tersebut.

Namun pesona Pulau Komodo tidak hanya berhenti pada keberadaan komodo.

Wisatawan disuguhi bentang alam luar biasa, mulai dari pantai berpasir putih, laut sebening kristal, hingga bukit-bukit hijau yang menawarkan panorama indah dari berbagai sudut.

Aktivitas trekking menjadi pilihan populer untuk menikmati pemandangan dari ketinggian, sementara snorkeling menjadi daya tarik utama bagi pecinta dunia bawah laut.

Saat berkunjung dan berinteraksi dengan komodo, keamanan menjadi hal yang wajib dipatuhi.

Setiap pengunjung harus didampingi pemandu resmi dari Taman Nasional Komodo.

Wisatawan juga diwajibkan menjaga jarak aman serta mengikuti arahan pemandu demi keselamatan diri dan satwa.

Komodo, meski terlihat lamban, dapat bergerak cepat ketika merasa terganggu.

Selain kekayaan alam, Pulau Komodo juga memiliki kekayaan budaya. Penduduk lokal khususnya suku Bajo masih mempertahankan cara hidup tradisional, termasuk aktivitas melaut dan membuat kerajinan tangan.

Mengunjungi desa-desa lokal memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin lebih mengenal budaya masyarakat setempat.

Taman Nasional Komodo telah lama diakui sebagai situs warisan dunia, menjadikannya tidak hanya tujuan wisata tetapi juga pusat edukasi lingkungan dan konservasi satwa.

Melihat komodo dari dekat dan menikmati keindahan pulau memberi pengalaman otentik yang sulit dilupakan.

Dengan perpaduan antara keindahan alam, petualangan, dan edukasi konservasi, Pulau Komodo menjadi destinasi yang sempurna bagi siapa pun yang ingin merasakan keunikan Indonesia.(*)




Candi Prambanan, Destinasi Wajib saat Liburan ke Yogyakarta

SEPUCUKJAMBI.ID – Candi Prambanan kembali menjadi sorotan sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling populer di Indonesia.

Terletak di perbatasan Sleman, Klaten, dan Yogyakarta, kompleks candi abad ke-9 ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya dan dikenal sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia yang didedikasikan untuk tiga dewa utama Hindu: Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Awalnya Prambanan diperkirakan memiliki sekitar 240 bangunan, namun kini sekitar 200 candi masih berdiri dan telah melalui proses pemugaran panjang.

Ikon utamanya, Candi Siwa, menjulang setinggi 47 meter dan dikelilingi bangunan Brahma dan Wisnu.

Relief-relief epik Ramayana menghiasi dinding-dindingnya, menghadirkan kisah kepahlawanan dan kehidupan dewa-dewa dalam bentuk ukiran yang detail dan terjaga.

Selain keindahan arsitektur, kompleks Prambanan dikenal dengan tata letak simetris yang mencerminkan konsep kosmologi Hindu.

Meski mengalami kerusakan akibat gempa dan aktivitas vulkanik pada masa lalu, restorasi intensif membuat situs ini tetap berdiri megah sebagai destinasi wisata sejarah utama di Indonesia.

Data kunjungan terbaru menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap warisan budaya ini.

Pada libur panjang Januari 2025, sebanyak 88.762 wisatawan tercatat mengunjungi Prambanan, didominasi pelancong domestik, disusul ribuan wisatawan mancanegara. Tren ini menunjukkan bahwa candi tetap menjadi magnet wisata budaya di Yogyakarta.

Candi Prambanan juga terkenal dengan Ramayana Ballet, pertunjukan seni yang digelar malam hari dengan latar kemegahan candi yang diterangi cahaya.

Tarian, musik gamelan, dan alur cerita Ramayana menjadikan pengalaman menonton semakin dramatis, membawa penonton serasa kembali ke era kerajaan Hindu.

Tak hanya menawarkan wisata sejarah, pengelola juga rutin mengadakan kegiatan budaya kontemporer seperti festival seni, pasar kreatif, hingga workshop budaya.

Pengunjung dapat menikmati perpaduan edukasi, hiburan, dan pengalaman budaya sekaligus.

Sebagai warisan dunia UNESCO, Prambanan bukan sekadar lokasi foto ikonik, tetapi ruang hidup yang mempertemukan sejarah, seni, dan spiritualitas.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, Prambanan tetap menjadi destinasi yang menghadirkan pengalaman yang mendalam dan tak terlupakan.(*)




3 Jam Sehari di Medsos, Mengapa Dumb Scrolling Berbahaya? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Di era digital saat ini, hampir semua orang pernah mengatakan, “Buka medsos sebentar saja,” lalu tanpa sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam menggeser layar tanpa tujuan jelas.

Kebiasaan ini dikenal sebagai dumb scrolling, atau aktivitas scroll pasif yang dilakukan tanpa fokus, dan belakangan menjadi fenomena yang banyak dibahas di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Data terbaru mencatat ada 191,4 juta pengguna media sosial aktif, atau sekitar 68,9 persen dari total populasi

Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial mencapai 3 jam 17 menit per hari, sementara sebagian besar pengguna mengaku menghabiskan 1–3 jam per hari hanya untuk scroll konten.

Angka tersebut menunjukkan bahwa konsumsi media digital telah menjadi rutinitas harian yang sulit dipisahkan dari kehidupan modern.

Walaupun tampak sebagai aktivitas santai, dumb scrolling memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan psikologis.

Berbagai penelitian mengungkap bahwa konsumsi media sosial secara pasif dapat memicu:

  • Stres dan kecemasan meningkat

  • Rasa kurang percaya diri, akibat perbandingan sosial yang berlebihan

  • FOMO (fear of missing out)

  • Perasaan tidak puas terhadap diri sendiri

Scroll tanpa tujuan membuat otak terus menerima informasi secara berlebihan.

Ketika dilakukan menjelang waktu tidur, paparan cahaya layar dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh beristirahat, sehingga tidur terganggu dan pikiran tetap aktif meski tubuh sedang lelah.

Dumb scrolling sering disebut sebagai pencuri waktu paling halus.

Aktivitas ringan yang sekilas hanya memakan beberapa menit ternyata mudah berubah menjadi satu jam atau lebih tanpa disadari.

Waktu tersebut sebenarnya bisa dialokasikan untuk:

  • belajar atau membaca,

  • mengerjakan pekerjaan pribadi,

  • menulis atau berlatih skill,

  • melakukan kegiatan fisik, atau

  • beristirahat.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mengurangi fokus dan kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas penting, sehingga produktivitas harian menurun.

Meski memiliki dampak negatif, media sosial tetap menawarkan banyak manfaat: memperkuat hubungan sosial, memperoleh informasi terbaru, hiburan, hingga inspirasi untuk berkarya.

Kuncinya adalah cara penggunaan.

Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi dumb scrolling:

  • membuka media sosial dengan tujuan yang jelas,

  • mengatur durasi pemakaian harian,

  • menjadwalkan jeda digital,

  • menggunakan fitur screen time atau pengingat waktu,

  • mematikan notifikasi yang tidak penting,

  • mencoba digital detox berkala.

Upaya sederhana ini terbukti mampu meningkatkan fokus, kualitas tidur, dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Media sosial bukan musuh. Dumb scrolling pun tidak selalu buruk bila dilakukan sesekali sebagai hiburan.

Namun, saat kebiasaan ini mengganggu emosi, tidur, produktivitas, atau relasi sosial, saat itulah kontrol harus diperketat.

Dengan kesadaran diri dan pengelolaan waktu yang tepat, kita tetap bisa menikmati media sosial tanpa mengorbankan kesehatan mental dan kualitas hidup. Dumb scrolling boleh, asal tetap terkendali.(*)




Pesona Mistis Borobudur Saat Pagi, Ini Fakta dan Keunikannya

MAGELANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Bayangkan kamu bangun pagi, melangkah di antara kabut tipis yang menyelimuti lembah Magelang, lalu perlahan melihat matahari terbit tepat di balik ratusan stupa dan arca Buddha.

Itulah pengalaman ikonik yang menanti setiap wisatawan di Candi Borobudur, mahakarya warisan dunia yang telah diakui UNESCO sejak 1991 dan menjadi salah satu destinasi spiritual sekaligus wisata sejarah paling populer di Indonesia.

Candi Borobudur merupakan situs Buddha terbesar di dunia yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 pada masa Dinasti Syailendra, candi ini diperkirakan selesai sekitar tahun 825 M.

Dengan alas berukuran 121 × 121 meter dan tinggi mencapai 35,4 meter, Borobudur mengesankan bukan hanya secara visual, tetapi juga dari segi arsitektur dan filosofi.

Struktur candi berbentuk piramida bertingkat mulai dari dasar persegi, teras bertingkat menurun, hingga bagian puncak berbentuk lingkaran.

Bentuk ini menggambarkan konsep kosmologi Buddha, perjalanan manusia dari dunia fana menuju pencerahan.

Di dalamnya terdapat sekitar 2.672 panel relief yang memuat kisah kehidupan, ajaran moral, hingga perjalanan spiritual.

Tak hanya itu, sekitar 504 arca Buddha tersebar di berbagai tingkat, memperkuat nuansa sakral dan mendalam yang dimiliki situs ini.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, berjalan di Borobudur terasa seperti memasuki museum terbuka terbesar di Indonesia.

Setiap relief menyimpan pesan dan kisah peradaban masa lampau. Banyak pengunjung merasa seolah sedang menyusuri jejak spiritual para leluhur Nusantara.

Momen paling magis terjadi pada waktu subuh, ketika kabut lembah perlahan menipis dan sinar matahari pertama menyentuh stupa-stupa.

Atmosfer yang hening dan damai ini menjadikan Borobudur destinasi favorit bagi pemburu sunrise, fotografer, hingga wisatawan spiritual.

Warisan Dunia yang Harus Dijaga

Sejak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO (1991), Borobudur bukan lagi sekadar destinasi wisata  ia adalah simbol warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya.

Wisatawan diimbau menjaga perilaku selama berada di area candi:

– tidak memanjat atau menyentuh relief sembarangan,
– tidak merusak arca,
– mengikuti jalur kunjungan yang telah ditentukan,
– menghormati suasana situs.

Dengan kedatangan ratusan ribu wisatawan setiap tahun, kesadaran menjaga Borobudur sangat penting agar monumen ini tetap lestari untuk generasi mendatang.

Borobudur menawarkan pengalaman lengkap edukasi sejarah, keindahan arsitektur, nilai spiritual, serta suasana alam yang menenangkan.

Pelajar, wisatawan lokal hingga mancanegara, pecinta fotografi, hingga pencari ketenangan, semuanya menemukan alasan untuk kembali ke sini.

Jika berencana berkunjung, datanglah pagi-pagi. Siapkan kamera, rasa hormat, dan hati yang terbuka.

Karena di Borobudur, kamu bukan sekadar melihat candi, tetapi menyentuh warisan peradaban Nusantara yang telah hidup ribuan tahun.(*)




Film Animasi ‘JUMBO’ Rilis di Netflix Akhir Tahun, Ini Sinopsis dan Prestasinya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabar gembira datang bagi para pecinta film animasi Indonesia. Film animasi fenomenal “JUMBO” resmi diumumkan akan tayang di platform streaming Netflix mulai 25 Desember 2025.

Informasi ini dipublikasikan melalui akun resmi Netflix Indonesia serta akun resmi film, dan langsung disambut antusias oleh penggemar yang menantikan perilisan digitalnya.

Keputusan menghadirkan “JUMBO” di Netflix menjadi kabar baik bagi penonton yang belum sempat menyaksikannya di layar lebar, maupun bagi keluarga yang ingin menikmati ulang petualangan penuh makna ini selama masa liburan akhir tahun.

Film Animasi Lokal yang Mencuri Perhatian

“JUMBO” merupakan karya dari Visinema Studios, yang pertama kali dirilis di bioskop Indonesia pada 31 Maret 2025.

Film ini mengisahkan Don, seorang anak bertubuh besar yang kerap menjadi sasaran perundungan.

Hidup Don berubah ketika buku dongeng peninggalan orang tuanya dicuri, memaksanya memulai petualangan ajaib bersama teman-temannya dan seorang gadis misterius dari dunia lain bernama Meri.

Melalui kisah yang menyentuh tentang keberanian, persahabatan, penerimaan diri, dan arti keluarga, film ini berhasil menyedot perhatian penonton dari berbagai generasi.

Visual animasi yang memukau dan storytelling yang hangat membuat “JUMBO” dipuji sebagai salah satu film animasi lokal terbaik dalam satu dekade terakhir.

Sebelum tayang di Netflix, “JUMBO” mencatatkan prestasi mengesankan sebagai salah satu film animasi terlaris sepanjang masa di Indonesia.

Film ini berhasil menarik lebih dari 10 juta penonton, menjadikannya bukti bahwa karya animasi lokal memiliki kualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional.

Tak hanya sukses secara komersial, Visinema juga menargetkan “JUMBO” sebagai evergreen IP sebuah intelektual properti jangka panjang yang dapat berkembang menjadi serial animasi, proyek film lanjutan, hingga lini merchandise.

Kesuksesan ini memperkuat posisi industri animasi Indonesia dalam persaingan global.

Kehadiran “JUMBO” di Netflix memberikan akses lebih luas bagi penonton di seluruh Indonesia, memungkinkan mereka menikmati film ini kapan pun tanpa perlu ke bioskop.

Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi momentum ideal bagi keluarga untuk menikmati tontonan berkualitas yang menghibur sekaligus sarat pesan positif.

Selain memperkuat distribusi, tayangnya film ini di platform digital global juga menunjukkan bahwa animasi Indonesia telah diakui dan diminati di era streaming.

Meski demikian, ketersediaan film di wilayah internasional masih bergantung pada lisensi distribusi masing-masing negara.

Dengan kehadirannya di Netflix, “JUMBO” kini memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau penonton lintas generasi dan lintas wilayah, sekaligus membuka babak baru bagi perkembangan industri animasi lokal.(*)




Malioboro, Ikon Wisata Yogyakarta yang Semakin Nyaman Setelah Jadi Kawasan Pedestrian

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Bayangkan sebuah jalan yang selalu hidup sepanjang hari: warna-warni lampu, aroma kuliner khas Yogyakarta, hingga alunan musik jalanan di malam hari.

Itulah Malioboro, ikon wisata yang menjadi pusat belanja, budaya, dan kuliner di jantung Kota Yogyakarta.

Nama “Malioboro” berakar dari kata malyabhara yang berarti “karangan bunga”.

Pada masa lalu, jalan ini dihias bunga saat upacara kerajaan.

Kini, nuansa tradisional itu tetap terasa lewat bangunan tua kolonial dan aktivitas budaya yang tetap terjaga.

Memasuki tahun 2025, Malioboro mengalami perubahan besar melalui uji coba kawasan khusus pejalan kaki.

Kendaraan bermotor dilarang melintas sehingga wisatawan dapat berjalan lebih santai tanpa kebisingan.

Lebih enak, lebih sejuk… kayak tenang gitu, ujar salah satu pengunjung yang merasakan perubahan ini.

Di sepanjang Malioboro, pengunjung bisa berbelanja batik, kerajinan tangan, dan oleh-oleh khas Jogja.

Kuliner seperti Gudeg, bakpia, sate kere, kopi angkringan, hingga jajanan kaki lima menjadi daya tarik yang selalu diburu wisatawan.

Tak jauh dari kawasan ini terdapat Benteng Vredeburg dan Keraton Yogyakarta dua destinasi sejarah yang semakin melengkapi pengalaman wisata.

Meski tetap ramai, kawasan ini kini jauh lebih tertata.

Pedagang kaki lima ditempatkan lebih rapi, trotoar lebih lebar, dan ruang berjalan kaki lebih nyaman.

Suasana malam hari di Malioboro pun semakin memikat dengan cahaya lampu, aroma makanan, dan kehidupan jalanan yang khas.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Yogyakarta, Malioboro adalah tempat terbaik untuk merasakan “jiwa” kota ini.

Perpaduan belanja, kuliner, budaya, dan sejarah membuat Malioboro menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan.(*)




Minat Baca Indonesia Naik, Gen Z Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Literasi

SEPUCUKJAMBI.ID – Minat baca masyarakat Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Terutama berkat dorongan kuat dari generasi muda, khususnya Gen Z.

Para penggiat literasi menilai perkembangan ini sebagai sinyal positif bagi penguatan budaya membaca di Tanah Air.

Data terbaru Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Tingkat Gemar Membaca (TGM) nasional naik dari 66,77 pada 2023 menjadi 72,44 pada 2024.

Kenaikan tersebut tidak hanya berasal dari meningkatnya jumlah buku yang dibaca.

Tetapi juga dari semakin populernya konsumsi bacaan digital, seperti e-book, artikel daring, serta konten literasi di media sosial.

Tren seperti booktok dan bookgram terbukti mendorong anak muda lebih aktif membaca sekaligus membentuk ekosistem literasi yang kreatif.

Salah satu penggiat literasi nasional menyebut bahwa Gen Z menjadi motor utama pertumbuhan literasi.

Mereka dinilai lebih adaptif dengan format digital dan aktif membangun komunitas baca yang dinamis.

Tak hanya dunia digital, literasi dalam bentuk fisik juga tumbuh signifikan.

Berbagai pameran buku seperti Big Bad Wolf Books maupun book fair lokal selalu mendapat sambutan meriah, terutama dari anak-anak, remaja, hingga keluarga.

Program pemerintah seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan layanan perpustakaan digital iPusnas juga dinilai mulai memberikan dampak.

Meski akses buku fisik di beberapa daerah masih menjadi tantangan.

Namun, para ahli literasi mengingatkan bahwa meningkatnya minat baca belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas literasi.

Banyak anak muda masih lebih sering memilih bacaan populer atau konten cepat.

Sehingga kemampuan analisis dan pemahaman bacaan belum turut meningkat secara signifikan.

Survei nasional serta data dari BBW Books menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia rata-rata membaca sekitar enam buku per tahun.

Angka ini menunjukkan bahwa meski tren membaca meningkat, kebiasaan membaca rutin masih relatif rendah dan belum merata di berbagai wilayah.

Meski demikian, para pengamat melihat tren positif ini sebagai peluang besar untuk memperkuat budaya baca nasional.

Pemanfaatan teknologi, pengembangan konten digital, serta komunitas literasi kreatif dinilai mampu memperluas akses terhadap bacaan berkualitas dan menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.

Generasi muda, khususnya Gen Z, diharapkan menjadi ujung tombak transformasi literasi.

Tidak hanya membaca untuk hiburan, tetapi turut mengembangkan komunitas literasi yang inklusif dan kolaboratif.

Dengan momentum yang dipimpin generasi muda, para penggiat literasi optimistis bahwa peningkatan minat baca masyarakat dapat terus berlanjut.

Sehingga Indonesia mampu membangun budaya membaca yang kuat, berkelanjutan, dan merata di masa depan.(*)




Penggunaan Media Sosial Berlebih Ancam Kesehatan Mental Gen Z

SEPUCUK JAMBI.ID – Kesehatan mental menjadi aspek penting dalam kehidupan setiap individu, termasuk generasi muda atau Gen Z.

Isu ini semakin mendapat perhatian publik, terutama karena kelompok usia tersebut tumbuh dalam era digital dan media sosial yang berkembang cepat.

Mengutip Halodoc, penelitian yang dilaporkan dalam jurnal JAMA Psychiatry menunjukkan remaja yang menggunakan media sosial lebih dari tiga jam per hari berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental, terutama terkait internalisasi alias citra diri.

Temuan ini menegaskan kekhawatiran bahwa konsumsi konten digital berlebihan dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis.

Di tengah kondisi tersebut, pendekatan proaktif dan bijaksana dinilai penting untuk menjaga kesehatan mental Gen Z.

Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Membuat Batasan Penggunaan Media Sosia

Menetapkan durasi penggunaan dan menghindari akses sebelum tidur dinilai mampu mengurangi paparan konten negatif sekaligus meningkatkan kualitas istirahat.

2. Fokus pada Kegiatan yang Membawa Kebahagiaan

Melakukan aktivitas menyenangkan seperti olahraga, hobi, atau berkumpul dengan keluarga dan teman dapat membantu menurunkan tingkat stres.

3. Cari Dukungan

Apabila merasa kewalahan oleh kecemasan, Gen Z dianjurkan tidak ragu mencari bantuan profesional seperti psikiater, psikolog, atau konselor untuk mendapatkan strategi penanganan kesehatan mental yang tepat.

4. Luangkan Waktu untuk Ibadah

Rutinitas ibadah dalam suasana tenang dapat membantu meredakan kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental.

5. Selektif dalam Mengikuti Akun Media Sosial

Mengikuti akun yang memberikan dampak positif dan inspiratif dinilai lebih bermanfaat, sekaligus menghindari konten yang memicu perbandingan sosial.

6. Berbagi dan Mendiskusikan Perasaan

Membicarakan perasaan dengan orang terdekat dapat meredakan kecemasan dan membuka perspektif baru.

7. Edukasi Diri tentang Kesehatan Mental

Pemahaman mengenai kesehatan mental dan dampak media sosial membantu Gen Z membuat keputusan yang lebih bijak dalam menggunakan teknologi.

Kesehatan mental  yang sering kali terabaikan di tengah aktivitas sehari-hari terutama bagi kalangan Gen Z yang dinilai perlu lebih peka terhadap dampak media sosial terhadap kondisi psikologis mereka.

Dengan langkah pencegahan yang tepat serta dukungan lingkungan dan profesional, Gen Z tetap memiliki peluang menjaga kesehatan mental dan membangun masa depan yang lebih sehat dan bahagia.




Mengenal Jalan Braga Bandung! Daya Tarik Wisata Ikonik Kota Kembang Memikat Pengunjung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, ada satu kawasan yang hampir selalu muncul dalam rekomendasi wisata: Jalan Braga Bandung.

Bagi yang baru pertama kali mengenal Kota Kembang, nama ini mungkin terdengar sederhana.

Namun begitu melangkah ke jalannya, suasana berbeda langsung terasa ramai tapi hangat, modern tapi tetap menyimpan sentuhan lama yang membuat orang ingin berhenti sejenak.

Jalan Braga Bandung adalah salah satu kawasan kota lama yang masih bertahan dengan karakter khasnya.

Bangunan-bangunan berarsitektur kuno berdiri berdampingan dengan kafe dan toko yang tampil lebih modern.

Perpaduan inilah yang sering membuat pengunjung baru merasa seperti masuk ke ruang kecil yang memotong waktu: tak sepenuhnya masa lalu, tapi juga bukan area kota modern yang biasa.

Meski tidak panjang, Braga punya banyak hal yang membuat orang betah berjalan kaki.

Wisatawan kerap berhenti untuk menikmati pameran seni kecil, melihat toko kreatif lokal, atau sekadar mengabadikan momen di sepanjang Jalan Braga.

Banyak yang datang tanpa rencana khusus, namun pulang dengan kesan bahwa kawasan heritage Bandung ini punya daya tarik yang tidak dibuat-buat.

Penataan kawasan oleh pemerintah kota turut membuat Braga semakin ramah untuk dijelajahi.

Area pedestrian diperbaiki, trotoar dirapikan, dan ruang publik dibuat nyaman sehingga pengunjung baru bisa menikmati suasana tanpa harus terburu-buru.

Yang membuat wisata Braga Bandung semakin menarik adalah atmosfernya yang hidup tapi tetap santai.

Tidak jarang pengunjung menemukan musisi jalanan, pameran kecil, atau aktivitas komunitas yang terjadi begitu saja.

Kesederhanaan inilah yang membuat banyak orang merasa “klik” dengan tempat ini sejak kunjungan pertama.

Bagi yang ingin mengenal Bandung tanpa harus menelusuri banyak lokasi, Jalan Braga adalah pilihan mudah dan menarik.

Cukup berjalan, melihat sekitar, dan membiarkan suasana kota yang hangat memberi pengalaman pertama yang menyenangkan.

Braga mungkin hanya satu ruas jalan, tetapi bagi banyak orang, di sininlah perjalanan mereka mengenal Bandung benar-benar dimulai.(*)