Pahami Visual Snow Syndrome: Saat Dunia Terlihat Seperti Salju

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah melihat titik-titik kecil seperti butiran salju atau “semut televisi” di seluruh bidang penglihatan, bahkan di ruangan gelap?.

Fenomena ini mungkin menandakan Visual Snow Syndrome, sebuah kondisi neurologis yang memengaruhi cara otak memproses penglihatan.

Sindrom ini membuat penderitanya terus melihat “salju visual” yang tidak hilang dalam waktu singkat

Tidak hanya itu, beberapa orang juga mengalami gejala tambahan, seperti kilatan cahaya, garis-garis melayang, bayangan bergerak, hingga sensitivitas tinggi terhadap cahaya.

Kondisi ini bisa muncul tanpa pemicu jelas, meski stres, kurang tidur, atau kelelahan mental dapat memperburuk gejala.

Para ahli menegaskan bahwa Visual Snow Syndrome bukan gangguan mata murni, melainkan masalah pada cara otak memproses sinyal visual.

Oleh karena itu, pemeriksaan mata standar sering kali tidak menunjukkan kelainan.

Diagnosis biasanya membutuhkan evaluasi neurologis lengkap dan riwayat kesehatan pasien untuk membedakan dengan kondisi lain, seperti migrain visual atau kelainan retina.

Hingga kini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan sindrom ini secara total. Penanganannya lebih menekankan pada pengelolaan gejala, misalnya:

  • Kacamata dengan filter cahaya tertentu

  • Teknik relaksasi untuk mengurangi stres

  • Terapi adaptasi otak terhadap gangguan visual

  • Obat-obatan tertentu untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan sensitivitas cahaya

Meski tidak mengancam kesehatan fisik secara langsung, dampak Visual Snow Syndrome terhadap kualitas hidup bisa cukup signifikan.

Penderita disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis mata atau neurolog agar mendapatkan arahan dan dukungan yang tepat.

Dengan penanganan yang sesuai, penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.(*)




Sleep Call Jadi Tren Anak Muda, Ini Manfaat dan Dampaknya bagi Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Sleep call menjadi salah satu tren yang populer di kalangan pasangan muda.

Aktivitas ini merujuk pada kebiasaan menelepon atau melakukan video call dengan pasangan hingga tertidur.

Meski terdengar romantis, sleep call tidak sekadar soal menemani tidur karena di balik kehangatan yang ditawarkan, kebiasaan ini juga menyimpan sejumlah dampak yang perlu diperhatikan.

Secara bahasa, sleep call berarti “panggilan tidur”, namun dalam praktiknya, istilah ini mengacu pada aktivitas komunikasi jarak jauh yang dilakukan pasangan pada malam hari dan berakhir ketika salah satu atau keduanya tertidur.

Kegiatan ini biasanya berlangsung saat kesibukan mulai mereda, sehingga pasangan memiliki waktu lebih leluasa untuk berbincang.

Awalnya, sleep call banyak dilakukan oleh pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR).

Keterbatasan pertemuan fisik membuat panggilan malam menjadi sarana untuk menjaga kedekatan emosional.

Namun seiring meningkatnya penggunaan ponsel pintar, tren ini juga mulai dilakukan oleh pasangan yang tinggal di kota atau wilayah yang sama dan menjadikannya sebagai rutinitas harian.

Aktivitas sleep call bagi pasangan memberi sejumlah manfaat selain rasa aman dan nyaman, yaitu.

1. Mempererat Hubungan

Pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh atau LDR biasanya menjadikan sleep call sebagai salah satu sarana untuk mempererat hubungan.

Karena berbagai kesibukan sepanjang hari, biasanya mereka hanya bisa berkomunikasi dengan leluasa saat malam.

2. Membuat Tidur Lebih Cepat

Sleep call juga dapat membantu seseorang tidur lebih cepat dengan menceritakan apa yang masih membebani pikirannya pada lawan bicara (pasangan).

Pikiran akan menjadi lebih tenang dan tidur pun lebih cepat dan nyenyak.

3. Mengatasi Rasa Kesepian

Selain pada pasangan, sleep call juga bisa dilakukan antara teman atau keluarga untuk mengatasi rasa kesepian, terutama bagi mereka yang tinggal sendirian di tempat rantau dan jauh dari keluarga.

Bahaya Sleep Call bagi Kesehatan

Meski memberi kenyamanan emosional, sleep call tidak selalu berdampak positif. Jika dilakukan terlalu sering atau tanpa batasan, kebiasaan ini justru bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental.

Sleep call berpotensi membuat seseorang sulit menetapkan batasan pribadi. Ketergantungan pada kehadiran pasangan setiap malam dapat mengurangi ruang untuk diri sendiri, padahal setiap orang tetap membutuhkan waktu istirahat tanpa distraksi.

1. Kekurangan Tidur yang Berpengaruh pada Emosi

Kurangnya waktu tidur dapat berpengaruh pada pengendalian emosi dan mood seseorang.

Kekurangan tidur akibat sleep call juga bisa membuat seseorang sulit mengendalikan emosi dan akhirnya akan berpengaruh pada relasi sosialnya.

2. Rentan Konflik dengan Keluarga atau Lingkungan Sekitar

Aktivitas sleep call mungkin mengganggu anggota keluarga lain yang tinggal serumah atau tetangga kamar kos/kontrakan.

Pengendalian emosi yang buruk juga dapat menimbulkan konflik dengan keluarga atau lingkungan sekitar tempat tinggal.

3. Menurunkan Mutu Quality Time

Sebagian orang pasti memerlukan quality time dengan pasangan sehingga melakukan sleep call.

Namun, terlalu sering sleep call juga justru dapat menurunkan mutu dari quality time itu sendiri.

Quality time bersama orang terdekat kita yang lain juga terganggu karena mungkin kita sudah lelah karena sleep call.

4. Meningkatkan Kelelahan dan Stres

Sleep call biasanya dilakukan saat malam ketika tubuh dan pikiran kita seharusnya beristirahat.

kegiatan ini bisa memaksa pikiran kita terus berjalan dan tubuh kekurangan istirahat.

Sehingga keesokan harinya kita bangun dengan perasaan lelah dan stres yang meningkat.

5. Frustrasi karena Lelah Bertumpuk

Jika kelelahan dan stres itu terus bertumpuk dan berkepanjangan tanpa bisa dikurangi, kita akan merasa frustrasi dan berpengaruh pada kesehatan mental.

Sleep call menawarkan kehangatan dan rasa dekat bagi banyak pasangan, terutama di tengah keterbatasan jarak.

Namun, tanpa pengelolaan yang bijak, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan kualitas hubungan.

Menjaga keseimbangan antara komunikasi dan istirahat menjadi kunci agar sleep call tetap memberi manfaat,nyaman dan aman.




Jauhi Cowok Perokok, Menkes BGS Ingatkan Bahaya Kanker Payudara dan Serviks

JAKARTA, SEPUCUKAJAMBI.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan agar perempuan lebih selektif dalam memilih pasangan dengan menjauhi laki-laki perokok.

Pernyataan ini disampaikan dalam konteks kesehatan jangka panjang, bukan sekadar gaya hidup.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, BGS menegaskan bahwa kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada perokok itu sendiri, tetapi juga perempuan yang hidup dekat dengannya.

“Untuk para perempuan, jauhi cowok perokok. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam program #BudiGemarSharing.

Bahaya Asap Rokok bagi Perempuan

Menkes menjelaskan bahwa perempuan yang dekat dengan perokok bisa terkena:

  • Asap rokok tidak langsung (secondhand smoke)

  • Residu asap rokok (thirdhand smoke) yang menempel di pakaian, rambut, dan kulit

Paparan ini berpotensi membuat perempuan menjadi perokok pasif tanpa disadari, dengan risiko kesehatan serius.

Menkes menegaskan bahwa paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker serviks hingga 40 persen dibanding perempuan yang tidak terpapar rokok sama sekali.

“Asap rokok itu jahat. Bukan hanya di udara, namun menempel di baju, rambut, dan kulit… Tanpa sadar, kamu jadi perokok pasif dan risiko kanker payudara serta serviks bisa meningkat,” tegas BGS.

Deteksi Dini dan Layanan Pemerintah

Di sisi positif, pemerintah menyediakan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas di seluruh Indonesia untuk perempuan yang memiliki faktor risiko. Layanan ini meliputi:

  • Pemeriksaan payudara klinis

  • USG payudara

  • Tes HPV DNA

Menkes berharap layanan ini membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara dan serviks, sekaligus mendorong kesadaran pentingnya lingkungan bebas asap rokok.(*)




Apa Itu Darah Manis? Simak Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Istilah darah manis sering muncul dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan orang yang mudah digigit nyamuk atau serangga, serta mengalami luka yang tampak lebih lama sembuh.

Meski populer, istilah ini bukan istilah medis resmi, tetapi sejumlah gejala yang dikaitkan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Orang yang disebut darah manis biasanya lebih sering digigit nyamuk atau serangga lain.

Hal ini dipengaruhi oleh bau tubuh, suhu kulit, dan senyawa kimia pada kulit, yang membuat beberapa individu lebih menarik bagi serangga.

Reaksi setelah digigit, seperti pembengkakan atau gatal berkepanjangan, merupakan respons imun tubuh terhadap saliva serangga, bukan karena kadar gula darah lebih tinggi.

Beberapa orang juga melaporkan luka lebih sulit sembuh atau mudah terinfeksi. Secara medis, hal ini bisa dipengaruhi oleh kondisi sistem imun, hidrasi, kebersihan luka, hingga status gizi.

Orang dengan masalah kesehatan tertentu memang lebih rentan terhadap infeksi dan penyembuhan lambat, tetapi bukan berarti “darah manis” adalah penyakit.

Pandangan populer lainnya menyebut darah manis bisa membuat seseorang mudah lelah atau lesu.

Padahal, rasa lelah lebih berkaitan dengan pola tidur, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan umum, bukan jenis darah atau kadar gula.

Jika sering mengalami luka sulit sembuh, infeksi berulang, atau reaksi alergi berat, sebaiknya segera konsultasi dengan tenaga kesehatan.

Hal ini penting untuk memastikan kondisi tubuh ditangani dengan tepat, tanpa salah kaprah karena istilah populer.

Memahami fakta tentang darah manis membantu kita menghindari miskonsepsi dan mengambil langkah yang sesuai untuk merawat tubuh dan mencegah masalah kesehatan.(*)




Kenali Gejala dan Langkah Darurat Saat Serangan Jantung

SEPUCUKJAMBI.ID – Serangan jantung merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat secara tiba-tiba.

Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh penumpukan plak kolesterol atau terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah jantung.

Kondisi ini sangat berbahaya, terlebih jika terjadi saat seseorang sedang sendirian tanpa bantuan di sekitar.

Gejala serangan jantung dapat muncul secara mendadak maupun perlahan.

Tanda yang paling umum adalah nyeri dada, rasa tertekan atau terbakar di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, hingga rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan kiri, leher, punggung, atau rahang.

Pada sebagian orang, terutama lansia dan perempuan, gejala bisa tidak khas dan kerap diabaikan.

Ketika serangan jantung terjadi saat sendirian, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menghentikan seluruh aktivitas.

Ambil posisi duduk atau setengah berbaring dengan punggung disangga untuk mengurangi beban kerja jantung.

Usahakan tubuh tetap tenang dan hindari gerakan mendadak yang dapat memperparah kondisi.

Langkah paling krusial selanjutnya adalah segera menghubungi layanan gawat darurat. Penanganan serangan jantung membutuhkan pertolongan medis profesional secepat mungkin.

Saat menghubungi petugas, jelaskan gejala yang dirasakan dan lokasi secara rinci agar bantuan dapat datang tanpa hambatan.

Jika tersedia dan tidak memiliki alergi atau kontraindikasi medis, mengunyah aspirin dosis rendah dapat membantu memperlambat pembentukan gumpalan darah.

Aspirin bekerja sebagai pengencer darah, namun langkah ini hanya bersifat pertolongan awal dan tidak menggantikan perawatan medis.

Bagi penderita yang sebelumnya telah diresepkan nitrogliserin oleh dokter, obat tersebut dapat digunakan sesuai anjuran.

Nitrogliserin berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga dapat membantu meredakan nyeri dada dan memperbaiki aliran darah ke jantung.

Selama menunggu bantuan datang, atur pernapasan secara perlahan dan teratur.

Tarik napas dalam melalui hidung dan hembuskan perlahan melalui mulut.

Menjaga ketenangan sangat penting karena kepanikan dapat meningkatkan denyut jantung dan memperburuk kondisi.

Apabila kondisi memburuk hingga kehilangan kesadaran atau kesulitan bernapas, bantuan dari orang sekitar sangat diperlukan untuk memberikan pertolongan pertama sambil menunggu tenaga medis.

Oleh karena itu, penting untuk segera menghubungi bantuan sebelum kondisi semakin kritis.

Serangan jantung tidak boleh dianggap sepele.

Mengenali gejala sejak dini dan memahami langkah penyelamatan diri saat sendirian dapat meningkatkan peluang keselamatan serta menurunkan risiko komplikasi serius yang mengancam nyawa.(*)




7 Minuman Aman untuk Penderita Asam Lambung

SEPUCUKJAMBI.IDPenderita asam lambung perlu memperhatikan tidak hanya jenis makanan, tetapi juga minuman yang dikonsumsi.

Minuman tertentu dapat membantu meredakan gejala seperti heartburn, rasa asam naik ke kerongkongan, dan ketidaknyamanan pencernaan.

Berikut beberapa pilihan minuman aman bagi penderita asam lambung:

  1. Air Putih – Minuman netral ini membantu menetralisir asam lambung sekaligus menjaga tubuh tetap terhidrasi. Minum secara rutin sepanjang hari dapat meringankan gejala.

  2. Air Kelapa Muda – Tanpa tambahan gula, air kelapa kaya elektrolit, terutama kalium, yang membantu menjaga keseimbangan pH tubuh dan meredakan naiknya asam lambung.

  3. Susu Nabati – Alternatif bagi yang intoleran laktosa, seperti susu almond atau kedelai, rendah lemak dan cenderung tidak memicu produksi asam berlebih.

  4. Susu Rendah Lemak – Pilih susu sapi rendah lemak atau skim. Susu tinggi lemak sulit dicerna dan dapat memperburuk gejala.

  5. Teh Herbal Tanpa Kafein – Teh chamomile atau jahe hangat menenangkan pencernaan. Hindari peppermint atau spearmint karena bisa memicu refluks pada sebagian orang.

  6. Jus Buah Rendah Asam – Jus dari buah pisang, pepaya, atau semangka lebih ramah lambung. Hindari buah tinggi asam seperti jeruk atau nanas.

  7. Smoothie Buah Lembut – Campuran buah rendah asam dengan susu nabati membantu memenuhi nutrisi tanpa memicu naiknya asam lambung.

Kombinasi minuman yang tepat dengan pola makan seimbang, tidur cukup, dan pengelolaan stres dapat membantu mengendalikan asam lambung.

Jika gejala terus muncul, konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.(*)




Body Composition Lebih Penting daripada Berat Badan, Ini Alasannya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang masih mengandalkan timbangan untuk menilai kesehatan tubuh, padahal angka berat badan saja tidak cukup menggambarkan kondisi tubuh secara menyeluruh.

Di sinilah pentingnya body composition atau komposisi tubuh, yang menunjukkan persentase lemak, massa otot, tulang, dan cairan dalam tubuh.

Dua orang dengan berat badan sama bisa memiliki kondisi tubuh yang berbeda.

Seseorang mungkin terlihat normal di timbangan, tetapi persentase lemaknya tinggi, sementara yang lain memiliki massa otot lebih banyak meski berat badan lebih besar.

Memahami body composition membantu menilai kesehatan lebih realistis dan mencegah kesalahpahaman.

Komponen utama body composition meliputi:

  • Lemak tubuh: Penting untuk energi dan perlindungan organ, tapi kelebihan lemak, terutama di perut, meningkatkan risiko penyakit.

  • Massa otot: Membantu metabolisme, kekuatan, dan daya tahan tubuh.

  • Kepadatan tulang dan cairan tubuh: Tulang yang kuat mencegah cedera, cairan tubuh penting untuk fungsi organ optimal.

Manfaat mengetahui komposisi tubuh tidak hanya soal pencegahan penyakit, tetapi juga untuk melihat hasil diet dan olahraga secara akurat.

Berat badan mungkin tidak turun, tapi otot bertambah dan lemak berkurang  perubahan ini baru terlihat melalui body composition.

Pengukuran body composition bisa dilakukan melalui alat bioelectrical impedance, pemeriksaan medis, atau teknologi pencitraan.

Hasil pengukuran memberikan panduan bagi gaya hidup sehat, mulai dari pola makan seimbang, olahraga rutin, latihan kekuatan, hingga cukup istirahat.

Fokusnya bukan diet ekstrem, tetapi konsistensi dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Dengan memahami body composition, seseorang dapat menilai tubuh secara lebih adil, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang.(*)




Bukan Karena Skincare Mahal, Ini Penyebab Kulit Sering Bermasalah

SEPUCUKJAMBI.ID – Kulit yang tiba-tiba terasa kasar, muncul bintik kecil, atau tampak kusam sering kali memicu kepanikan.

Banyak orang langsung mengira ada masalah besar pada kulit.

Padahal, kondisi kulit yang mendadak “rewel” tidak selalu disebabkan oleh satu faktor utama.

Justru, kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele kerap menjadi pemicunya.

Salah satu kebiasaan paling umum adalah terlalu sering menyentuh wajah.

Tangan yang digunakan untuk memegang ponsel, keyboard, atau benda lain menyimpan banyak kotoran dan bakteri.

Saat wajah disentuh berulang kali, kotoran tersebut dapat berpindah ke kulit dan menyumbat pori-pori, sehingga memicu bruntusan dan jerawat.

Penggunaan produk skincare yang berlebihan juga sering menjadi penyebab masalah kulit. Banyak orang tergoda mencoba berbagai produk sekaligus demi hasil instan.

Padahal, kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Terlalu banyak bahan aktif dalam satu waktu justru bisa memicu iritasi, kemerahan, hingga tekstur kulit yang tidak merata.

Cara membersihkan wajah yang kurang tepat pun sering luput dari perhatian.

Mencuci wajah terlalu sering atau menggosok kulit terlalu keras dapat merusak lapisan pelindung alami kulit.

Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami masalah. Membersihkan wajah dengan lembut dan sesuai kebutuhan justru lebih efektif untuk menjaga kesehatan kulit.

Selain itu, kebersihan benda yang sering bersentuhan dengan wajah juga berperan besar.

Sarung bantal, handuk, kuas makeup, hingga layar ponsel dapat menjadi tempat menumpuknya minyak dan bakteri.

Jika jarang dibersihkan, kotoran tersebut dapat berpindah ke kulit dan memperburuk kondisi wajah.

Pola hidup turut memengaruhi kesehatan kulit. Kurang tidur, stres berkepanjangan, serta kurangnya asupan cairan dapat mengganggu proses regenerasi kulit.

Saat tubuh kelelahan, kulit akan terlihat lebih kusam dan mudah mengalami masalah.

Untuk menjaga kulit tetap sehat dan stabil, kunci utamanya adalah konsistensi dan kesederhanaan.

Gunakan produk sesuai kebutuhan, beri waktu kulit untuk beradaptasi, serta perhatikan kebiasaan kecil yang sering diabaikan.

Membersihkan wajah dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dan cukup beristirahat dapat memberikan dampak besar bagi kondisi kulit.

Pada akhirnya, kulit yang sehat tidak selalu berasal dari perawatan mahal atau rutinitas rumit.

Dengan memahami kebiasaan sehari-hari dan memperlakukannya secara lebih bijak, kulit dapat kembali terasa nyaman dan tampak segar secara alami.(*)




Waspada Polusi Udara, Risiko Iritasi hingga Penyakit Mata Serius

SEPUCUKJAMBI.ID – Polusi udara tidak hanya berdampak pada sistem pernapasan dan kesehatan jantung, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan mata.

Berbagai polutan di udara seperti partikel halus PM2.5 dan PM10, nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), ozon (O₃), serta asap kendaraan dan aktivitas industri dapat langsung mengenai permukaan mata yang sensitif.

Paparan polusi udara secara berulang berpotensi menyebabkan mata iritasi, perih, hingga mengalami peradangan jika tidak ditangani dengan baik.

Salah satu mekanisme utama yang membuat polusi berbahaya bagi mata adalah gangguan pada lapisan air mata.

Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung alami yang membersihkan partikel asing dan menjaga kelembapan permukaan mata.

Ketika polutan bersentuhan dengan lapisan air mata, kestabilannya dapat terganggu sehingga penguapan terjadi lebih cepat.

Kondisi ini memicu mata kering, iritasi, dan peradangan. Partikel halus berukuran sangat kecil bahkan dapat menembus jaringan mata dan memicu stres oksidatif yang berpotensi merusak sel-sel mata.

Beberapa kelompok masyarakat diketahui lebih rentan terhadap dampak polusi udara pada mata.

Mereka yang tinggal di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi tinggi, pekerja yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Serta individu dengan riwayat gangguan mata seperti mata kering atau alergi cenderung mengalami gejala yang lebih berat.

Anak-anak dan lansia juga termasuk kelompok yang lebih sensitif terhadap paparan polusi udara.

Gejala awal gangguan mata akibat polusi umumnya meliputi mata merah, gatal, berair, sensasi terbakar, atau terasa mengganjal.

Pada sebagian orang, mata bisa terasa sangat kering atau justru mengeluarkan air mata berlebihan sebagai respons terhadap iritasi.

Jika paparan berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi konjungtivitis iritatif, sindrom mata kering yang semakin parah, atau peradangan kelopak mata yang memerlukan penanganan medis.

Sejumlah penelitian internasional juga menunjukkan bahwa paparan polusi udara jangka panjang.

Khususnya partikel halus dan nitrogen dioksida, dapat meningkatkan risiko gangguan mata yang lebih serius.

Seperti degenerasi makula terkait usia (AMD), katarak, serta peradangan kronis yang memengaruhi struktur mata.

Untuk mengurangi risiko tersebut, langkah pencegahan sederhana dapat dilakukan.

Memantau kualitas udara harian, menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta memakai tetes mata pelumas yang sesuai dapat membantu menjaga kelembapan mata.

Di dalam ruangan, penggunaan pemurni udara atau air purifier juga dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya.

Apabila keluhan pada mata tidak kunjung membaik meskipun sudah beristirahat atau melakukan perawatan dasar, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata guna memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.(*)




Tubuh Tetap Terasa Lelah Meski Aktivitas Ringan? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari

SEPUCUKJAMBI.ID  – Merasa cepat lelah, lesu, atau kurang bertenaga meski tidak melakukan banyak aktivitas merupakan keluhan yang cukup umum.

Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal sepele atau hanya akibat kurang tidur.

Padahal, ada sejumlah faktor kesehatan yang bisa menjadi penyebab tubuh terasa lemah tanpa alasan yang jelas.

Salah satu penyebab utama tubuh tetap lelah adalah kualitas tidur yang buruk.

Tidur lama tidak selalu menjamin tubuh benar-benar beristirahat.

Tidur yang sering terbangun, jadwal tidur tidak teratur, atau tidur terlalu larut dapat mengganggu proses pemulihan tubuh.

Tubuh membutuhkan ritme tidur yang konsisten agar sistem metabolisme dan hormon bekerja secara optimal.

Faktor lain yang sering luput diperhatikan adalah pola makan yang kurang tepat.

Meski terlihat cukup makan, tubuh bisa kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin B, atau serat.

Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan energi cepat menurun, meski aktivitas fisik tergolong ringan.

Tidak hanya fisik, kondisi psikologis juga sangat memengaruhi tingkat energi tubuh.

Stres ringan yang berlangsung lama, tekanan pekerjaan, atau pikiran yang terus aktif dapat menguras energi tanpa disadari.

Kelelahan mental sering kali muncul sebagai rasa lelah fisik, meskipun tubuh tidak banyak bergerak.

Terlalu lama berada di dalam ruangan juga bisa menjadi penyebab tubuh terasa lemas.

Kurangnya paparan sinar matahari pagi dapat mengganggu ritme biologis tubuh serta produksi vitamin D, yang berperan penting dalam menjaga stamina dan suasana hati.

Akibatnya, tubuh bisa terasa kurang segar dan mudah lelah.

Meski terdengar bertolak belakang, jarang bergerak dapat membuat tubuh lebih cepat lelah.

Tubuh yang terlalu pasif cenderung kaku dan peredaran darah menjadi kurang lancar.

Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau olahraga singkat justru membantu meningkatkan energi dan membuat tubuh terasa lebih segar.

Jika rasa lelah muncul terus-menerus dan tidak membaik meski sudah beristirahat cukup, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.

Tubuh sering kali memberi sinyal adanya ketidakseimbangan atau gangguan kesehatan tertentu.

Mengenali penyebab tubuh mudah lelah meski tidak banyak aktivitas sejak dini dapat membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.(*)