Terlalu Sering Nonton Video Porno, Benarkah Bisa Mengubah Cara Kerja Otak?

SEPUCUKJAMBI.ID – Akses terhadap konten pornografi kini semakin terbuka seiring pesatnya perkembangan internet dan teknologi digital.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru: apakah kebiasaan mengonsumsi video porno secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan otak dan kondisi mental seseorang?

Sejumlah penelitian ilmiah mulai menyoroti kemungkinan adanya perubahan pada struktur dan fungsi otak akibat paparan pornografi yang intens.

Salah satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry mengungkap bahwa individu yang sering mengonsumsi konten pornografi menunjukkan perbedaan aktivitas pada beberapa area otak penting, terutama bagian yang berkaitan dengan sistem penghargaan, motivasi, dan pengendalian diri.

Area otak seperti striatum, yang berperan dalam sistem “reward”, serta prefrontal cortex, yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan kontrol impuls, dilaporkan mengalami perubahan respons.

Hal ini mengindikasikan bahwa rangsangan seksual yang terus-menerus dan intens dapat memengaruhi cara otak memproses kesenangan dan dorongan.

Saat menonton video porno, otak melepaskan dopamin zat kimia yang memicu rasa senang dan kepuasan.

Namun, paparan dopamin yang terlalu sering berpotensi menurunkan sensitivitas otak.

Akibatnya, seseorang bisa membutuhkan rangsangan yang lebih kuat atau lebih sering untuk mendapatkan kepuasan yang sama, sebuah mekanisme yang kerap disamakan dengan pola kecanduan.

Efeknya tidak berhenti pada respons seksual semata. Paparan pornografi berlebihan juga dikaitkan dengan menurunnya ketertarikan terhadap hubungan nyata, berkurangnya kepuasan emosional, serta potensi gangguan dalam hubungan intim.

Dalam beberapa kasus, individu melaporkan kesulitan fokus, penurunan konsentrasi, hingga munculnya dorongan kompulsif untuk terus mengonsumsi konten tersebut.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa istilah “merusak otak” sering kali terlalu disederhanakan.

Hingga kini, hubungan sebab-akibat masih terus diteliti dan dampaknya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada usia, frekuensi konsumsi, kondisi psikologis, serta lingkungan sosial.

Bagi mereka yang merasa kebiasaan ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, atau kesehatan mental, langkah awal yang bisa dipertimbangkan adalah membatasi paparan konten pemicu dan mencari bantuan profesional.

Pendekatan seperti terapi perilaku dinilai efektif untuk membantu membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dan seimbang.(*)




Jangan Diabaikan, Ini Arti BAB Berdarah dan Tanda Bahayanya

SEPUCUKJAMBI.ID – Buang air besar (BAB) disertai darah sering kali membuat seseorang panik, apalagi jika terjadi secara tiba-tiba.

Meski demikian, tidak semua BAB berdarah menandakan kondisi berbahaya.

Namun, keluhan ini tetap perlu diperhatikan karena bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada saluran pencernaan.

BAB berdarah terjadi ketika darah keluar bersamaan dengan tinja. Warna darah yang muncul bisa berbeda-beda dan memberikan petunjuk mengenai sumber perdarahan.

Darah berwarna merah terang umumnya berasal dari bagian bawah saluran cerna, seperti anus atau rektum.

Sementara darah berwarna gelap hingga hitam pekat dapat mengindikasikan perdarahan dari saluran cerna bagian atas.

Penyebab paling sering BAB berdarah adalah wasir atau ambeien. Kondisi ini muncul akibat pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus yang mudah pecah, terutama saat mengejan terlalu keras.

Selain wasir, fisura ani juga kerap menjadi penyebab.

Fisura ani merupakan robekan kecil di area anus akibat tinja yang keras atau sulit dikeluarkan. Meski tergolong ringan, kedua kondisi ini bisa menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman.

Di sisi lain, BAB berdarah juga dapat berkaitan dengan masalah pencernaan yang lebih kompleks. Peradangan usus, infeksi saluran cerna, divertikulitis, hingga polip usus dapat memicu perdarahan.

Pada kondisi tertentu, BAB berdarah juga bisa menjadi tanda penyakit serius seperti kanker usus besar, terutama jika disertai gejala lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab, nyeri perut berkepanjangan, atau perubahan pola buang air besar.

Penanganan BAB berdarah bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada kasus ringan seperti wasir atau fisura ani, perawatan mandiri di rumah biasanya cukup efektif.

Mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayuran dan buah-buahan, memperbanyak minum air putih, serta menghindari kebiasaan mengejan berlebihan dapat membantu melunakkan tinja dan mengurangi iritasi.

Selain itu, mandi air hangat atau kompres hangat di area anus juga dapat membantu meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan.

Namun, jika BAB berdarah terjadi berulang, tidak kunjung membaik, atau jumlah darah yang keluar semakin banyak, pemeriksaan medis sangat disarankan.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan sumber perdarahan, mulai dari pemeriksaan fisik, tes darah, hingga prosedur endoskopi jika diperlukan.

Langkah ini penting untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit yang lebih serius.

Ada beberapa tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Segera cari pertolongan medis jika BAB berdarah disertai pusing berat, tubuh terasa sangat lemas, demam tinggi, nyeri perut hebat, atau feses berwarna hitam pekat.

Kondisi tersebut bisa menandakan perdarahan serius yang membutuhkan penanganan cepat.

Sebagai langkah pencegahan, menjaga kesehatan saluran pencernaan menjadi hal utama.

Terapkan pola makan seimbang, cukupi asupan cairan, rutin beraktivitas fisik, serta hindari duduk terlalu lama di toilet.

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menurunkan risiko terjadinya BAB berdarah.(*)




Lelah Tak Kunjung Hilang? Bisa Jadi Itu Tanda Burnout

SEPUCUKJAMBI.ID – Merasa lelah setelah menjalani aktivitas seharian adalah hal yang normal.

Namun, jika rasa lelah tersebut terus berlanjut, bahkan tidak membaik setelah beristirahat, kondisi ini patut diwaspadai.

Bisa jadi itu bukan sekadar kelelahan biasa, melainkan burnout.

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik dan mental yang muncul akibat tekanan berkepanjangan. Rutinitas padat, tuntutan tinggi, serta kurangnya waktu jeda sering menjadi pemicu utama.

Burnout tidak hanya dialami oleh pekerja kantoran, tetapi juga mahasiswa, pekerja lepas, hingga ibu rumah tangga.

Salah satu alasan burnout sering luput disadari adalah karena gejalanya muncul secara perlahan.

Banyak orang menganggapnya sebagai bagian wajar dari kehidupan sehari-hari, padahal jika dibiarkan, dampaknya bisa cukup serius.

Tanda paling umum dari burnout adalah kelelahan yang berlangsung terus-menerus. Tubuh terasa lemas, energi cepat terkuras, dan sulit berkonsentrasi meski waktu tidur dirasa cukup.

Selain itu, motivasi pun menurun. Aktivitas yang sebelumnya terasa menyenangkan atau menantang kini justru terasa berat dan melelahkan.

Burnout juga dapat memengaruhi kondisi emosional. Penderitanya kerap merasa kurang percaya diri, tidak kompeten, atau terus menyalahkan diri sendiri.

Dalam beberapa kasus, muncul perubahan emosi seperti mudah tersinggung, lebih sensitif, atau cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.

Tak hanya berdampak pada mental, burnout juga bisa memicu keluhan fisik. Sakit kepala, gangguan tidur, nyeri otot, hingga masalah pencernaan sering kali muncul akibat stres yang menumpuk.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi performa kerja, hubungan sosial, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Langkah awal yang penting adalah menyadari dan mengakui kondisi diri sendiri.

Mengalami burnout bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian.

Memberi waktu istirahat yang cukup menjadi kunci utama. Istirahat bukan hanya soal tidur, tetapi juga memberi jeda dari rutinitas yang menekan.

Mengatur ulang jadwal, mengambil cuti, atau meluangkan waktu tanpa tuntutan dapat membantu memulihkan energi.

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau olahraga santai juga dapat membantu meredakan ketegangan.

Selain itu, berbagi cerita dengan orang terdekat bisa meringankan beban pikiran dan memberi sudut pandang baru.

Menetapkan batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga penting. Mengurangi kebiasaan membawa pekerjaan ke waktu istirahat dapat membantu mencegah stres terus menumpuk.

Burnout bukan kondisi yang harus dihadapi sendirian. Jika keluhan tidak kunjung membaik dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional merupakan langkah yang bijak.

Dengan penanganan yang tepat, burnout dapat diatasi dan keseimbangan hidup pun perlahan bisa kembali.(*)




Buah Kersen Kecil tapi Kaya Manfaat, Ini Khasiatnya untuk Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Buah kersen dikenal dengan bentuknya yang kecil dan warna merah cerah.

Meski kerap dianggap buah liar dan dipandang sebelah mata, kersen ternyata menyimpan beragam nutrisi penting seperti vitamin C, serat, flavonoid, polifenol, protein nabati, serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Buah ini tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia dan mudah ditemukan di pekarangan atau pinggir jalan.

Kersen dapat dikonsumsi langsung, maupun diolah menjadi jus, selai, atau minuman segar. Di balik tampilannya yang sederhana, manfaat buah kersen cukup beragam.

Salah satu manfaat utama kersen adalah mendukung daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C di dalamnya membantu merangsang sistem imun agar bekerja lebih optimal dalam melawan infeksi ringan seperti flu dan batuk.

Kersen juga kaya akan antioksidan alami. Senyawa flavonoid dan polifenol membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Asupan antioksidan secara rutin berperan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Dari sisi kesehatan jantung, buah kersen dapat menjadi pendukung alami.

Serat dan antioksidannya membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta membantu mengontrol kadar kolesterol, dua faktor penting dalam menjaga fungsi jantung tetap optimal.

Buah kecil ini juga dikenal memiliki sifat antiradang ringan.

Kandungan flavonoid di dalamnya berpotensi membantu meredakan peradangan dan nyeri ringan pada tubuh bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Selain itu, kersen juga memiliki potensi dalam mendukung kestabilan tekanan darah.

Vitamin C berperan membantu relaksasi pembuluh darah sehingga aliran darah lebih lancar, terutama bila dibarengi dengan gaya hidup sehat.

Bagi penderita asam urat, buah kersen sering dikaitkan dengan manfaat pendukung.

Vitamin C di dalamnya dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dan berpotensi mengurangi risiko kekambuhan nyeri sendi, meski tetap perlu dikombinasikan dengan pola makan yang tepat.

Kersen juga bermanfaat dalam mendukung pencegahan anemia. Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan, sehingga tubuh lebih optimal dalam membentuk sel darah merah.

Terakhir, kandungan serat alami pada buah kersen membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Serat berperan melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, serta mendukung keseimbangan bakteri baik di usus.

Meski ukurannya mungil, manfaat buah kersen tidak bisa diremehkan. Menambahkan buah ini ke dalam menu harian, baik dikonsumsi segar maupun diolah, bisa menjadi cara sederhana untuk meningkatkan asupan nutrisi alami bagi tubuh.(*)




Cara Alami Membantu Meredakan Gejala Gondongan di Rumah

SEPUCUKJAMBI.ID – Gondongan merupakan infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar air liur, terutama kelenjar parotis di area pipi dan rahang.

Kondisi ini kerap disertai nyeri saat menelan atau mengunyah, serta dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga sistem kekebalan tubuh berhasil melawan virus penyebabnya.

Karena belum ada obat khusus yang dapat membunuh virus gondongan secara langsung, perawatan umumnya difokuskan pada meredakan gejala dan membantu tubuh pulih dengan lebih nyaman.

Dalam praktiknya, sejumlah bahan alami sering digunakan sebagai pendukung selama masa pemulihan.

Salah satu langkah paling sederhana adalah memperbanyak minum air putih. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga hidrasi tubuh, mendukung fungsi sistem imun, serta mencegah dehidrasi yang bisa terjadi saat demam.

Lidah buaya juga kerap dimanfaatkan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat pembengkakan.

Gel lidah buaya dapat diaplikasikan secara luar pada area wajah yang bengkak sebagai kompres dingin alami. Sensasi sejuknya membantu meredakan nyeri dan memberi rasa nyaman sementara.

Untuk keluhan nyeri di tenggorokan, berkumur dengan air garam hangat sering menjadi pilihan.

Larutan ini membantu menjaga kebersihan rongga mulut sekaligus meredakan iritasi ringan di sekitar jaringan yang terdampak.

Dari sisi nutrisi, beberapa bahan alami dikenal dapat mendukung daya tahan tubuh. Bawang putih, misalnya, mengandung senyawa allicin yang sering dikaitkan dengan dukungan sistem imun.

Mengonsumsinya sebagai bagian dari makanan hangat seperti sup dapat membantu tubuh tetap bertenaga selama masa pemulihan.

Jahe juga kerap dipilih karena sifatnya yang menghangatkan dan membantu meredakan peradangan ringan.

Jahe bisa diolah menjadi minuman hangat atau ditambahkan ke dalam masakan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada tubuh.

Untuk pembengkakan di area kelenjar, kompres dingin menggunakan es batu yang dibungkus kain lembut dapat dicoba. Suhu dingin membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri secara sementara.

Perlu diingat, bahan-bahan alami ini hanya bersifat pendukung, bukan pengganti penanganan medis. Gondongan umumnya akan membaik seiring kerja sistem imun.

Namun jika gejala bertambah berat, nyeri semakin hebat, atau tidak menunjukkan perbaikan, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.(*)




Jangan Sepelekan Sakit Pinggang, Ini Faktor Penyebab dan Solusinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Sakit pinggang merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga orang dewasa.

Rasa nyeri di area pinggang dapat muncul dalam bentuk nyeri tumpul, tajam, atau sensasi kaku dan tegang.

Meski kerap dianggap ringan, sakit pinggang yang berlangsung lama dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup.

Salah satu penyebab paling umum sakit pinggang adalah ketegangan otot.

Kondisi ini sering dipicu oleh postur tubuh yang kurang tepat, kebiasaan duduk terlalu lama, atau aktivitas fisik berat seperti mengangkat beban tanpa teknik yang benar.

Ketegangan otot di area punggung bawah dapat menimbulkan nyeri yang menjalar hingga ke pinggang.

Gangguan pada struktur tulang belakang juga kerap menjadi pemicu nyeri pinggang.

Salah satunya adalah hernia nukleus pulposus (HNP), yaitu kondisi ketika bantalan antar ruas tulang belakang menonjol dan menekan saraf di sekitarnya.

Nyeri akibat HNP sering disertai keluhan lain seperti kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada kaki.

Faktor usia turut memengaruhi risiko sakit pinggang. Seiring bertambahnya usia, tulang belakang dan jaringan penyangganya mengalami proses degeneratif, seperti berkurangnya elastisitas dan kekuatan otot.

Risiko ini semakin meningkat pada orang dengan gaya hidup kurang aktif atau jarang berolahraga.

Berat badan berlebih juga memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang dan sendi, sehingga memperbesar kemungkinan munculnya nyeri pinggang

Selain itu, kebiasaan duduk dalam waktu lama dengan posisi yang tidak ergonomis, terutama pada pekerja kantoran, menjadi faktor risiko yang sering tidak disadari.

Tidak hanya disebabkan oleh masalah otot dan tulang, sakit pinggang juga bisa berkaitan dengan gangguan organ dalam.

Infeksi ginjal, batu ginjal, hingga masalah pada organ reproduksi dapat menimbulkan nyeri di area pinggang.

Biasanya, kondisi ini disertai gejala tambahan seperti demam, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri haid yang tidak biasa.

Untuk sakit pinggang ringan, penanganan awal bisa dilakukan secara mandiri.

Mengistirahatkan tubuh, menghindari aktivitas berat, serta mengompres area nyeri dengan kompres hangat atau dingin dapat membantu meredakan keluhan.

Latihan peregangan ringan yang menargetkan punggung bawah dan pinggul juga bermanfaat untuk mengurangi ketegangan otot.

Obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat digunakan untuk sementara waktu, namun tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang tanpa pengawasan medis.

Jika nyeri pinggang tidak kunjung membaik, semakin parah, atau disertai gejala seperti mati rasa dan kelemahan pada kaki, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.

Pencegahan sakit pinggang dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga untuk memperkuat otot punggung dan otot inti, serta memperhatikan postur tubuh saat duduk, berdiri, maupun mengangkat beban.

Gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan pinggang dalam jangka panjang.(*)




Jangan Diabaikan, Ini Berbagai Penyebab Bibir Terlihat Pucat

SEPUCUKJAMBI.ID – Warna bibir sering kali mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Bibir yang sehat umumnya tampak merah merona karena aliran darah dan kadar oksigen yang cukup.

Namun, ketika bibir terlihat lebih pucat dari biasanya, terutama jika terjadi secara mendadak atau berlangsung lama, kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran.

Salah satu penyebab paling umum bibir pucat adalah anemia. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Akibatnya, suplai darah beroksigen ke bibir berkurang, sehingga warnanya tampak memudar. Anemia biasanya juga disertai keluhan lain seperti mudah lelah, pusing, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Selain anemia, dehidrasi juga dapat memengaruhi warna bibir. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun dan sirkulasi darah ke kulit serta bibir menjadi kurang optimal.

Kondisi ini membuat bibir terlihat lebih pucat, kering, dan kusam.

Bibir pucat akibat dehidrasi umumnya membaik setelah kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

Infeksi tertentu, terutama yang disertai demam atau kondisi tubuh yang melemah, juga bisa menyebabkan bibir tampak pucat.

Saat tubuh melawan infeksi, aliran darah dan distribusi oksigen dapat terganggu sementara, sehingga memengaruhi warna bibir.

Paparan suhu dingin turut menjadi faktor yang sering tidak disadari. Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit dan bibir akan menyempit untuk mempertahankan suhu tubuh.

Akibatnya, aliran darah ke area bibir berkurang dan warna bibir tampak lebih pucat. Biasanya, perubahan ini bersifat sementara dan akan kembali normal ketika tubuh menghangat.

Kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat juga berperan dalam munculnya bibir pucat.

Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah yang sehat. Jika asupannya kurang, produksi sel darah merah dapat terganggu dan memengaruhi warna bibir.

Kondisi ini sering disertai gejala lain seperti sariawan, nafsu makan menurun, dan tubuh terasa lemas.

Dalam beberapa kasus, bibir pucat dapat berkaitan dengan penyakit kronis, seperti gangguan jantung, paru-paru, atau ginjal.

Penyakit-penyakit ini dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah, sehingga bibir tampak pucat atau kusam secara menetap.

Untuk menilai apakah bibir pucat masih tergolong ringan atau perlu pemeriksaan medis, penting memperhatikan gejala yang menyertainya.

Bibir pucat akibat dehidrasi ringan atau udara dingin biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Namun, jika warna bibir tetap pucat dalam waktu lama atau disertai keluhan seperti sesak napas, pusing berat, atau kelelahan ekstrem, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.

Menjaga asupan nutrisi yang seimbang, mencukupi kebutuhan cairan harian, serta rutin memantau kondisi kesehatan dapat membantu mencegah beberapa penyebab umum bibir pucat dan menjaga tubuh tetap sehat secara menyeluruh.(*)




Gaya Hidup Vegan Makin Diminati, Ini Penjelasan dan Cara Menjalaninya

SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah vegan semakin sering terdengar, mulai dari media sosial, menu restoran, hingga percakapan sehari-hari.

Gaya hidup ini menarik perhatian banyak orang karena dinilai lebih sehat, ramah lingkungan, serta mencerminkan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.

Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya vegan itu?

Vegan merupakan gaya hidup yang menghindari penggunaan produk berbahan dasar hewan, baik dalam pola makan maupun aktivitas sehari-hari.

Seorang vegan tidak mengonsumsi daging, ikan, telur, susu, dan seluruh produk turunannya.

Tidak hanya itu, banyak penganut veganisme juga memilih untuk tidak menggunakan barang seperti kulit hewan, wol, hingga kosmetik yang melibatkan uji coba pada hewan.

Dalam hal konsumsi makanan, pola makan vegan berfokus pada bahan nabati.

Sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, tempe, serta berbagai produk olahan nabati menjadi menu utama.

Meski terkesan terbatas, pilihan makanan vegan kini semakin beragam dan mudah ditemukan, termasuk alternatif daging dan susu berbasis tumbuhan.

Dari sisi kesehatan, pola makan vegan yang disusun dengan baik berpotensi memberikan berbagai manfaat.

Kandungan serat yang tinggi membantu menjaga sistem pencernaan, sementara rendahnya lemak jenuh dapat mendukung kesehatan jantung.

Banyak pelaku vegan juga melaporkan berat badan yang lebih terkontrol serta energi tubuh yang lebih stabil dalam aktivitas harian.

Meski demikian, menjalani gaya hidup vegan membutuhkan perencanaan yang matang.

Beberapa nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, kalsium, dan asam lemak omega-3 perlu diperhatikan karena umumnya lebih mudah diperoleh dari produk hewani.

Oleh sebab itu, vegan disarankan untuk cermat memilih makanan, mengombinasikan sumber nabati, dan mempertimbangkan suplemen bila diperlukan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Adaptasi gaya hidup juga menjadi tantangan tersendiri. Mulai dari membaca label makanan, mencari alternatif produk rumah tangga, hingga menyesuaikan pilihan menu saat makan di luar rumah.

Banyak orang memilih menjalani proses ini secara bertahap, misalnya dengan mengurangi konsumsi produk hewani sebelum beralih sepenuhnya.

Selain manfaat kesehatan, veganisme juga kerap dikaitkan dengan isu lingkungan dan etika.

Produksi pangan berbasis hewan membutuhkan air, lahan, dan energi dalam jumlah besar.

Dengan beralih ke pola hidup berbasis tumbuhan, sebagian orang merasa turut berkontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan dan menjaga keberlanjutan bumi.

Pada akhirnya, vegan adalah pilihan gaya hidup yang bersifat personal

Jika dijalani dengan pemahaman dan perencanaan yang tepat, veganisme dapat menjadi alternatif pola hidup yang sehat, etis, dan berkelanjutan.(*)




Klaim Penyakit Kronis Terus Naik, BPJS Kesehatan Tekankan Gaya Hidup Sehat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan mencatat total pembayaran biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp190,3 triliun.

Angka tersebut mencakup layanan kesehatan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit.

Dari total tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun dialokasikan untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit kronis. Penyakit yang mendominasi antara lain jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengungkapkan bahwa penyakit jantung menjadi penyumbang klaim terbesar dengan total 29,7 juta kasus dan biaya mencapai Rp17,3 triliun.

“Selanjutnya disusul gagal ginjal dengan 12,6 juta kasus dan biaya Rp13,3 triliun, serta kanker sebanyak 7,2 juta kasus dengan biaya Rp10,3 triliun,” ujarnya, Jumat (23/01).

Rizzky menambahkan, tren biaya penyakit kronis terus meningkat dari tahun ke tahun. Padahal, sebagian besar penyakit tersebut dapat dicegah sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat.

“Penyakit kronis sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Jika pencegahan dilakukan secara konsisten, risiko dan beban biaya dapat ditekan,” jelasnya.

Sebagai langkah preventif, BPJS Kesehatan menginisiasi program Gerak 335, yaitu aktivitas fisik sederhana berupa jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang sebanyak lima kali hingga mencapai total 30 menit.

Aktivitas ini dapat dilakukan kapan saja tanpa memerlukan alat khusus.

Selain aktivitas fisik, BPJS Kesehatan juga mendorong masyarakat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, website resmi BPJS Kesehatan, atau langsung di FKTP.

“Prosesnya hanya membutuhkan waktu 5–10 menit, tetapi manfaatnya sangat besar karena bisa mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini,” kata Rizzky.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Prof Trina Astuti, menekankan bahwa penyakit kronis umumnya membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Oleh karena itu, pencegahan melalui pola hidup sehat menjadi kunci utama.

Menjelang peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 pada 25 Januari, Prof Trina mengingatkan pentingnya penerapan empat Pilar Gizi Seimbang, yakni mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, aktif bergerak, serta menjaga berat badan tetap normal.

Ia juga mengajak masyarakat menerapkan panduan makan “Isi Piringku”, dengan komposisi setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat piring karbohidrat, serta seperempat piring protein hewani atau nabati.

“Selain itu, konsumsi gula, garam, dan lemak juga perlu dibatasi agar risiko penyakit kronis dapat ditekan,” pungkasnya.(*)




Rutin Duduk Terlalu Lama Bisa Bikin Cepat Capek, Simak Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID– Pernah merasa cepat lelah padahal aktivitas harian cenderung santai dan lebih banyak duduk? Ternyata, rasa lelah ini bisa menjadi tanda tubuh kurang bergerak.

Menurut dr. Andi Prasetyo, SpKO, ahli kesehatan olahraga, Gaya hidup sedentari membuat otot jarang digunakan dan aliran darah melambat.

Padahal, tubuh membutuhkan gerakan rutin untuk menjaga metabolisme, energi, dan kesehatan mental.

Mengapa Tubuh Cepat Lelah Meski Minim Aktivitas?

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik
    Duduk terlalu lama membuat sirkulasi darah kurang optimal, sehingga pasokan oksigen dan energi ke seluruh tubuh menurun, menimbulkan rasa lemas.

  2. Pengaruh terhadap Metabolisme
    Tubuh yang jarang bergerak membakar kalori lebih sedikit dan cenderung menyimpan energi sebagai lemak, membuat seseorang mudah mengantuk dan merasa berat.

  3. Dampak pada Kesehatan Mental
    Aktivitas fisik memicu pelepasan hormon endorfin, yang membantu menjaga suasana hati. Minim gerak dapat menyebabkan stres, cemas, atau kehilangan motivasi.

  4. Risiko Jangka Panjang
    Kebiasaan duduk terlalu lama berisiko menyebabkan nyeri otot dan sendi, gangguan metabolik, serta masalah postur dan tulang belakang.

Cara Mengatasi Tubuh Cepat Lelah Karena Jarang Bergerak

  • Gerakan Ringan Rutin: Berdiri atau berjalan singkat setiap jam, melakukan peregangan sederhana, atau naik tangga daripada lift.

  • Aktivitas Harian Sederhana: Berjalan kaki 15–30 menit, bersepeda santai, atau latihan ringan di rumah.

  • Integrasi Gerak dalam Rutinitas: Selipkan aktivitas fisik kecil di sela pekerjaan, seperti melakukan stretching saat istirahat.

“Tubuh yang aktif secara fisik tidak hanya terasa lebih bertenaga, tetapi juga menjaga kesehatan jangka panjang, mulai dari metabolisme yang lebih lancar hingga mood yang lebih stabil,” tambah dr Andi Prasetyo.

Kesimpulan

Rasa lelah yang muncul meski tidak banyak bergerak adalah sinyal tubuh membutuhkan aktivitas fisik

Dengan membiasakan diri aktif, tubuh lebih segar, fokus meningkat, dan risiko masalah kesehatan jangka panjang bisa ditekan.(*)