Terlalu Banyak Garam Bisa Berbahaya, Kenali Gejalanya Sejak Dini

SEPUCUKJAMBI.ID – Garam memang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi saraf.

Namun, jika dikonsumsi berlebihan, natrium justru dapat memicu gangguan kesehatan secara perlahan tanpa disadari.

Banyak orang tidak menyadari tubuhnya kelebihan garam karena gejalanya muncul ringan, tetapi konsisten.

Dokter gizi klinis, dr. Maya Putri, menjelaskan bahwa kelebihan natrium sering berasal dari pola makan tinggi makanan olahan.

“Sebagian besar asupan garam harian justru datang dari makanan kemasan dan siap saji, bukan dari garam dapur yang kita tambahkan sendiri,” ujarnya.

Berikut sejumlah tanda tubuh kelebihan garam yang perlu diwaspadai:

1. Rasa haus berlebihan

Asupan natrium yang tinggi menarik cairan keluar dari sel tubuh. Akibatnya, tubuh terus memberi sinyal haus meski sudah cukup minum.

2. Wajah, tangan, atau kaki terlihat bengkak

Retensi cairan menjadi respons umum saat tubuh kelebihan garam. Pembengkakan ringan biasanya terlihat di wajah, jari tangan, dan pergelangan kaki.

3. Tekanan darah cenderung naik

Kadar natrium yang berlebih meningkatkan volume darah, sehingga tekanan pada pembuluh darah ikut meningkat tanpa gejala yang jelas.

4. Sering sakit kepala atau pusing

Perubahan tekanan darah dan keseimbangan cairan dapat memicu sakit kepala, terutama setelah mengonsumsi makanan asin.

5. Perut terasa kembung dan tidak nyaman

Penumpukan cairan di sistem pencernaan membuat perut terasa penuh, kencang, dan kurang nyaman.

6. Perubahan frekuensi buang air kecil

Ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan natrium, sehingga seseorang bisa lebih sering buang air kecil.

7. Tubuh mudah lelah

Ketidakseimbangan elektrolit dapat memengaruhi kerja otot dan saraf, membuat tubuh terasa lemas meski tidak beraktivitas berat.

8. Kram otot lebih sering terjadi

Kelebihan natrium dapat mengganggu keseimbangan mineral lain seperti kalium, yang berperan penting dalam fungsi otot.

9. Mulut terasa kering

Kadar garam yang tinggi bisa menurunkan produksi air liur, menyebabkan mulut terasa kering dan lengket.

Jika kondisi ini berlangsung lama, risiko gangguan kesehatan serius seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan ginjal dapat meningkat.

Karena itu, membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan lebih cermat membaca label nutrisi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.(*)




Dada Sesak dan Nyeri? Kenali Penyebabnya dari Jantung hingga Stres

Jakarta – Rasa sesak dan nyeri di dada sering membuat panik, karena banyak orang langsung mengaitkannya dengan masalah jantung. Padahal, keluhan ini tidak selalu menandakan kondisi serius. Banyak faktor lain yang bisa memicu sensasi tidak nyaman di dada, mulai dari gangguan pencernaan hingga masalah otot, paru-paru, atau faktor psikologis.

Salah satu penyebab utama yang harus diwaspadai adalah gangguan jantung, seperti angina atau serangan jantung. Nyeri dada akibat masalah jantung biasanya terasa seperti ditekan atau tertindih benda berat, bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung. Keluhan ini sering disertai keringat dingin, mual, dan sesak napas, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.

Namun, dada sesak dan nyeri juga bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan, seperti naiknya asam lambung (GERD). Sensasi yang muncul bisa berupa rasa panas di dada, heartburn, atau perih yang mirip dengan nyeri jantung. Biasanya keluhan muncul setelah makan, berbaring, atau saat mengonsumsi makanan pedas dan berlemak.

Masalah paru-paru juga bisa menimbulkan rasa sesak dan nyeri, misalnya asma, pneumonia, atau emboli paru. Nyeri dada akibat gangguan pernapasan biasanya terasa tajam dan memburuk saat bernapas dalam atau batuk.

Selain itu, nyeri dada juga bisa bersumber dari otot dan tulang, seperti cedera otot, radang sendi tulang rusuk, atau postur tubuh yang buruk. Rasa sakit ini cenderung memburuk saat bergerak atau ditekan, dan berkurang saat beristirahat.

Faktor psikologis, termasuk stres, cemas, atau serangan panik, juga bisa memicu sensasi dada sesak.

Meski tidak berbahaya secara fisik, keluhan ini bisa terasa nyata, sering disertai jantung berdebar dan napas pendek.

Tips Mengatasi Nyeri dan Sesak Dada:

  • Kenali pemicu keluhan dan gejala penyerta.

  • Kelola stres dan cemas dengan teknik relaksasi.

  • Jaga pola makan sehat, hindari makanan pemicu GERD, rokok, dan alkohol.

  • Perbaiki postur tubuh saat duduk atau bekerja.

  • Tetap aktif dengan olahraga ringan secara rutin.

Peringatan: Jika nyeri dada muncul tiba-tiba, sangat hebat, atau disertai sesak napas berat, segera cari pertolongan medis.

Penanganan cepat bisa menyelamatkan nyawa jika penyebabnya gangguan jantung serius.(*)




Rahasia Kesehatan dari Teh Tawar, Kaya Antioksidan dan Menenangkan Pikiran

SEPUCUKJAMBI.ID – Minum teh tawar teh yang diseduh dari daun teh tanpa gula atau pemanis tidak hanya menyegarkan di pagi hari, tetapi juga menyimpan segudang manfaat kesehatan.

Meski sederhana, teh ini kaya senyawa alami yang berperan menjaga tubuh tetap optimal.

1. Menjaga Kadar Gula Darah

Polifenol dalam teh, terutama teh hijau, dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Hal ini membantu sel tubuh menyerap glukosa lebih efisien, sehingga kadar gula darah lebih stabil dan risiko diabetes tipe 2 dapat berkurang.

2. Menurunkan Kolesterol Jahat

Kandungan antioksidan dalam teh membantu menurunkan kadar kolesterol LDL yang tinggi, menjaga kesehatan jantung, dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.

3. Kaya Antioksidan

Teh tawar mengandung flavonoid dan polifenol yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Antioksidan ini berperan dalam pencegahan penuaan dini dan beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, prostat, dan usus besar.

4. Menunjang Pencernaan

Minum teh hangat dapat merangsang gerakan usus, mempermudah buang air besar, dan mengurangi sembelit.

Air hangat membantu melunakkan tinja, sedangkan senyawa dalam teh mendukung kontraksi otot usus.

5. Meredakan Stres dan Kecemasan

L-theanine, asam amino unik dalam teh, meningkatkan gelombang alfa di otak yang berhubungan dengan relaksasi.

Teh tawar membantu menenangkan pikiran, membuat suasana hati lebih stabil, dan mengurangi stres.

6. Mendukung Hidrasi Tubuh

Meski mengandung kafein, teh tawar tetap menyumbang cairan tubuh sehingga membantu hidrasi harian, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan.

7. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Kombinasi L-theanine dan kafein dalam teh tawar membantu meningkatkan fokus tanpa efek stimulasi berlebihan seperti kopi.

Ini membuat teh tawar cocok dikonsumsi saat bekerja atau belajar.

Tips Aman Minum Teh Tawar

  • Konsumsi dalam jumlah wajar untuk menghindari efek samping kafein, seperti gangguan tidur atau detak jantung cepat.

  • Sajikan tanpa gula tambahan untuk mendapatkan manfaat optimal.

Secara keseluruhan, teh tawar adalah minuman sehat, mudah disiapkan, dan cocok dijadikan bagian dari gaya hidup sehat.

Dengan konsumsi yang tepat, teh tawar memberikan manfaat bagi gula darah, kolesterol, pencernaan, relaksasi, dan fokus mental.(*)




GERD Bisa Ganggu Tidur hingga Gigi, Kenali Tanda-Tandanya

SEPUCUKJAMBI.ID – GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah kondisi ketika asam lambung dan isi perut naik kembali ke kerongkongan secara berulang.

Masalah ini terjadi akibat melemahnya sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup yang seharusnya menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung.

Ketika fungsi katup menurun, asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan dan memicu berbagai keluhan yang mengganggu.

Salah satu gejala GERD yang paling umum adalah heartburn, yakni sensasi panas atau terbakar di dada.

Keluhan ini biasanya muncul setelah makan, terutama setelah makan dalam porsi besar atau saat langsung berbaring.

Rasa panas tersebut bisa menjalar hingga ke tenggorokan dan mulut, sehingga sering disalahartikan sebagai masuk angin biasa.

Tanda khas lainnya adalah regurgitasi, yaitu kondisi ketika cairan atau makanan dari lambung naik kembali ke mulut dengan rasa asam atau pahit.

Banyak orang menganggapnya sekadar sendawa asam, padahal ini merupakan gejala refluks yang perlu diwaspadai jika terjadi berulang.

GERD juga dapat menimbulkan nyeri dada yang terasa seperti tekanan atau rasa tidak nyaman.

Karena keluhannya bisa menyerupai gangguan jantung, kondisi ini tidak boleh dianggap enteng, terutama bila nyeri muncul tiba-tiba atau sering kambuh.

Selain keluhan di dada, GERD sering memicu batuk kronis.

Asam lambung yang mengiritasi kerongkongan dapat merangsang saluran napas dan menyebabkan batuk yang sulit sembuh meski sudah minum obat batuk.

Beberapa penderita juga mengeluhkan sulit menelan atau sensasi seperti ada ganjalan di tenggorokan.

Kondisi ini, yang dikenal sebagai disfagia, biasanya berkaitan dengan iritasi jangka panjang akibat paparan asam lambung.

Tak jarang, GERD memengaruhi suara dan pernapasan.

Suara serak, tenggorokan terasa kering, hingga sesak napas ringan, terutama di pagi hari, bisa muncul akibat asam lambung yang naik ke saluran napas bagian atas saat tidur.

Gangguan tidur juga menjadi keluhan yang sering dialami pengidap GERD.

Refluks asam cenderung memburuk saat posisi berbaring, sehingga penderitanya kerap terbangun di malam hari karena rasa terbakar di dada atau batuk mendadak.

Dalam jangka panjang, GERD bahkan dapat berdampak pada kesehatan gigi.

Paparan asam lambung secara terus-menerus dapat mengikis email gigi, membuat gigi lebih sensitif terhadap suhu panas, dingin, maupun makanan manis.

Mengenali gejala GERD sejak dini sangat penting.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan iritasi kronis pada kerongkongan dan menurunkan kualitas hidup.

Apabila keluhan muncul semakin sering atau tidak membaik meski sudah melakukan perubahan gaya hidup, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.(*)




Sering Flu Tak Sembuh? Bisa Jadi Itu Tanda Sinusitis

SEPUCUKJAMBI.ID – Hidung terasa tersumbat terus-menerus, wajah seperti ditekan dari dalam, kepala nyeri berdenyut, hingga kemampuan mencium bau menurun? Jangan anggap sepele.

Keluhan tersebut bisa menjadi tanda sinusitis, kondisi yang kerap muncul setelah flu atau pilek berkepanjangan.

Sinusitis merupakan peradangan pada sinus, yaitu rongga berisi udara yang terletak di sekitar hidung, pipi, dahi, dan belakang mata.

Dalam kondisi normal, sinus menghasilkan lendir yang berfungsi menjaga kelembapan rongga hidung sekaligus menyaring debu dan kuman.

Namun saat terjadi peradangan, saluran pengeluaran lendir tersumbat sehingga cairan menumpuk dan memicu rasa nyeri serta tekanan di wajah.

Di dalam wajah manusia terdapat beberapa jenis sinus.

Sinus maksilaris berada di area pipi, sinus frontalis di dahi, sinus etmoidalis terletak di antara kedua mata, sementara sinus sfenoidalis berada lebih dalam di belakang hidung.

Seluruh sinus ini saling terhubung ke rongga hidung melalui saluran kecil. Ketika saluran tersebut membengkak atau tersumbat lendir kental, tekanan di dalam sinus meningkat dan menimbulkan berbagai gejala tidak nyaman.

Penyebab sinusitis cukup beragam. Infeksi virus akibat flu menjadi pemicu paling sering.

Selain itu, infeksi bakteri, alergi yang tidak terkontrol, polip hidung, hingga kelainan bentuk sekat hidung juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sinusitis.

Faktor lingkungan seperti paparan asap rokok dan udara yang tercemar turut memperparah peradangan.

Gejala sinusitis biasanya meliputi hidung tersumbat atau berair, nyeri dan rasa tertekan di sekitar pipi, hidung, atau dahi, sakit kepala, serta batuk yang sering muncul pada malam hari.

Beberapa penderita juga mengalami bau napas tidak sedap, mudah lelah, demam ringan, hingga nyeri yang menjalar ke gigi atau telinga jika kondisi sudah cukup berat.

Penanganan sinusitis bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.

Pada kasus ringan, perawatan mandiri di rumah bisa membantu meredakan keluhan, seperti menghirup uap hangat, mencuci hidung dengan larutan saline, memperbanyak minum air putih, dan memastikan tubuh cukup istirahat.

Obat pereda nyeri dan dekongestan juga kerap digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan hidung tersumbat.

Jika sinusitis dipicu infeksi bakteri atau sering kambuh, dokter dapat memberikan pengobatan khusus sesuai kondisi pasien.

Dalam kasus tertentu, tindakan medis lanjutan mungkin diperlukan untuk membuka sumbatan pada sinus.

Agar sinusitis tidak mudah kambuh, penting untuk menjaga kebersihan tangan, menghindari asap rokok, serta mengelola alergi dengan baik.

Daya tahan tubuh yang prima juga berperan besar dalam mencegah infeksi saluran pernapasan yang dapat memicu peradangan sinus.(*)




Sindrom Laron dan Fakta Unik di Baliknya, Termasuk Risiko Diabetes Lebih Rendah

SEPUCUKJAMBI.ID – Sindrom Laron merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan tubuh tidak mampu merespons hormon pertumbuhan secara normal.

Kondisi ini terjadi meskipun hormon pertumbuhan diproduksi dalam jumlah cukup atau bahkan berlebih oleh kelenjar pituitari.

Akibatnya, proses pertumbuhan fisik tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Pada kondisi normal, hormon pertumbuhan berperan merangsang pembentukan insulin-like growth factor 1 (IGF-1), hormon penting yang mendukung pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh.

Namun pada penderita sindrom Laron, mutasi genetik pada reseptor hormon pertumbuhan membuat sel tubuh gagal menerima sinyal tersebut.

Dampaknya, produksi IGF-1 menjadi sangat rendah dan pertumbuhan terhambat.

Anak dengan sindrom Laron umumnya lahir dengan ukuran tubuh normal.

Namun, seiring waktu biasanya setelah beberapa bulan atau tahun pertama laju pertumbuhan melambat drastis dibandingkan anak seusianya.

Kondisi ini menyebabkan postur tubuh yang jauh lebih pendek, dengan tinggi badan orang dewasa rata-rata berkisar antara 120 hingga 140 sentimeter.

Selain pertumbuhan yang terhambat, sindrom Laron juga disertai ciri fisik khas.

Penderitanya sering memiliki dahi yang tampak lebih menonjol, hidung relatif datar, serta proporsi tubuh tertentu yang berbeda.

Penumpukan lemak di area tengah tubuh, keterlambatan perkembangan organ reproduksi, hingga risiko gula darah rendah pada masa bayi juga dapat terjadi.

Penyebab utama sindrom Laron adalah mutasi pada gen Growth Hormone Receptor (GHR).

Mutasi ini membuat tubuh tidak mampu “menerjemahkan” sinyal hormon pertumbuhan.

Akibatnya, meskipun kadar hormon pertumbuhan dalam darah normal atau tinggi, efek biologisnya tidak dirasakan oleh tubuh.

Sindrom ini diturunkan secara autosomal resesif, artinya kedua orang tua harus membawa gen mutasi agar anak dapat mengalami kondisi tersebut.

Karena pola pewarisan ini, sindrom Laron tergolong sangat jarang dan hanya ditemukan pada sejumlah kecil kasus di seluruh dunia.

Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan kadar hormon pertumbuhan dan IGF-1 dalam darah.

Tes genetik juga dilakukan untuk memastikan adanya mutasi pada gen reseptor hormon pertumbuhan.

Pemeriksaan ini penting untuk membedakan sindrom Laron dari gangguan pertumbuhan lain yang disebabkan kekurangan hormon atau faktor gizi.

Penanganan sindrom Laron difokuskan pada terapi penggantian IGF-1 menggunakan obat sintetik.

Terapi ini bertujuan merangsang pertumbuhan secara langsung, meskipun reseptor hormon pertumbuhan tidak berfungsi.

Hasil terbaik umumnya diperoleh jika terapi dimulai sejak usia dini, sebelum pertumbuhan tulang terhenti.

Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penderita sindrom Laron memiliki risiko lebih rendah terhadap diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker.

Hal ini diduga berkaitan dengan perubahan metabolisme akibat rendahnya aktivitas hormon pertumbuhan, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti.

Secara keseluruhan, sindrom Laron adalah kondisi genetik langka yang berdampak besar pada pertumbuhan fisik.

Dengan diagnosis dini, terapi yang tepat, dan pendampingan medis berkelanjutan, penderita tetap dapat menjalani kualitas hidup yang baik.(*)




Manfaat Lobak untuk Diet, Pencernaan, hingga Jantung

SEPUCUKJAMBI.ID – Lobak sering kali dipandang sebagai sayuran pelengkap karena tampilannya yang sederhana dan rasanya yang cukup tajam.

Namun di balik kesan tersebut, lobak menyimpan beragam kandungan gizi yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara rutin.

Salah satu keunggulan utama lobak adalah kandungan seratnya yang cukup tinggi.

Serat berperan penting dalam membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga efektif untuk mengontrol pola makan.

Dengan kalori dan lemak yang rendah, lobak menjadi pilihan tepat bagi mereka yang sedang menjaga berat badan tanpa mengurangi asupan nutrisi penting.

Tak hanya itu, lobak juga mengandung antioksidan alami seperti flavonoid dan isothiocyanate.

Senyawa ini berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Beberapa studi menunjukkan bahwa kandungan antioksidan tersebut berpotensi membantu menekan pertumbuhan sel abnormal dan mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Manfaat lobak juga dirasakan oleh sistem pencernaan. Kandungan seratnya membantu melancarkan proses buang air besar dan mencegah sembelit.

Selain itu, lobak dipercaya dapat membantu menyeimbangkan kadar asam lambung, sehingga mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran cerna, terutama bagi mereka yang sering mengalami gangguan pencernaan ringan.

Dari sisi kesehatan jantung, lobak mengandung kalium, serat, serta antioksidan yang berperan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Kombinasi nutrisi tersebut membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan melancarkan aliran darah, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Lobak juga memiliki manfaat dalam menjaga kadar gula darah.

Senyawa aktif di dalamnya diyakini membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mendukung metabolisme tubuh.

Karena itu, lobak relatif aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, asalkan tetap memperhatikan porsi yang dikonsumsi.

Selain itu, serat pada lobak membantu mengikat kolesterol jahat di dalam saluran pencernaan agar tidak diserap berlebihan oleh tubuh.

Efek ini berkontribusi dalam menjaga keseimbangan kadar kolesterol dan kesehatan pembuluh darah.

Kandungan kalsium serta mineral penting lainnya pada lobak juga mendukung kesehatan tulang.

Jika dikonsumsi secara teratur sebagai bagian dari pola makan seimbang, lobak dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko pengeroposan.

Bahkan bagi ibu hamil, lobak mengandung folat dan kolin yang berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin.

Dengan berbagai manfaat tersebut, lobak layak menjadi bagian dari menu harian.

Mudah diolah, harganya terjangkau, dan kaya nutrisi, lobak merupakan pilihan sederhana untuk menunjang gaya hidup sehat secara alami.(*)




Cerita Peserta PBI Jambi, Berobat Nyaman Berkat Program JKN

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program JKN BPJS Kesehatan kembali membuktikan manfaat nyatanya bagi masyarakat Kota Jambi.

Mawardi, seorang peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didaftarkan oleh Pemerintah Kota Jambi, merasakan langsung kemudahan layanan kesehatan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Theresia Jambi.

Selama proses pengobatan, seluruh biaya perawatan Mawardi ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan sesuai ketentuan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dengan demikian, ia dapat menjalani perawatan tanpa kekhawatiran terhadap beban biaya medis.

Mawardi mengungkapkan rasa syukur atas kepesertaan JKN yang dimilikinya. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat kecil yang membutuhkan akses layanan kesehatan.

“Alhamdulillah, dengan BPJS Kesehatan saya bisa berobat tanpa memikirkan biaya. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah mendaftarkan kami sebagai peserta PBI dan juga kepada BPJS Kesehatan. Pelayanan di RS Theresia Jambi juga sangat memuaskan,” ujar Mawardi.

Manfaat yang dirasakan Mawardi tidak lepas dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung terwujudnya Universal Health Coverage (UHC).

Melalui UHC, seluruh penduduk Kota Jambi diupayakan memiliki kepesertaan JKN aktif sehingga dapat memperoleh layanan kesehatan secara adil dan merata.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, Shanti Lestari, menyampaikan bahwa keberhasilan Kota Jambi mencapai UHC merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.

“Pemerintah Kota Jambi berperan besar dalam memastikan masyarakat memiliki perlindungan kesehatan, khususnya peserta PBI yang iurannya ditanggung pemerintah. Ini menjadi fondasi penting dalam memberikan akses layanan kesehatan yang berkelanjutan,” jelas Shanti.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu memanfaatkan layanan kesehatan sejak dini.

Program JKN memungkinkan peserta memperoleh layanan kesehatan mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan tanpa beban biaya.

Melalui penerapan UHC, Pemerintah Kota Jambi berharap derajat kesehatan masyarakat terus meningkat serta memberikan rasa aman bagi warga dalam mengakses pelayanan kesehatan.

BPJS Kesehatan bersama fasilitas kesehatan, termasuk RS Theresia Jambi, berkomitmen terus meningkatkan mutu layanan demi terwujudnya pemerataan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)




Handgrip, Alat Fitness Kecil dengan Efek Besar bagi Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Meski terlihat sederhana, latihan menggunakan handgrip menawarkan manfaat kesehatan yang luas, tidak hanya untuk memperkuat tangan.

Alat kecil ini, yang terdiri dari dua pegangan dan pegas, bekerja dengan cara digenggam dan ditekan berulang kali.

Latihan handgrip secara rutin meningkatkan kekuatan otot pergelangan tangan dan lengan bawah, yang penting untuk aktivitas sehari-hari seperti membuka botol, membawa barang belanjaan, atau menjaga keseimbangan.

Selain itu, latihan ini juga dapat meningkatkan kepadatan tulang, mencegah osteoporosis, dan mengurangi risiko cedera seperti keseleo, tendinitis, atau sindrom carpal tunnel.

Penelitian awal menunjukkan bahwa latihan handgrip isometrik menahan tekanan tanpa gerakan panjang otot berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi ringan.

Latihan ini juga mendukung sirkulasi darah, meningkatkan pasokan oksigen dan nutrisi, serta mempercepat pembuangan limbah metabolik.

Selain manfaat fisik, handgrip juga memberi efek positif pada kesehatan mental.

Progres genggaman yang terasa setiap hari dapat meningkatkan rasa percaya diri, meredakan stres, dan memberi fokus yang menenangkan, terutama bagi lansia.

Dengan biaya murah dan fleksibilitas tinggi, handgrip bisa digunakan di rumah atau di kantor sebagai latihan singkat setiap hari.

Latihan sederhana ini membuktikan bahwa alat kecil bisa memberi dampak besar bagi kebugaran dan kesehatan secara menyeluruh.(*)




Lama Tidak Olahraga, Ini Cara Bangkitkan Kebiasaan Sehat

SEPUCUKJAMBI.ID – Berhenti berolahraga dalam waktu lama sering kali terjadi tanpa disadari.

Rutinitas kerja yang padat, perubahan gaya hidup, hingga rasa malas membuat aktivitas fisik perlahan tersingkir.

Saat keinginan untuk kembali aktif muncul, tak sedikit orang justru merasa ragu takut cepat lelah, cedera, atau tidak mampu seperti dulu.

Kabar baiknya, kembali berolahraga setelah lama vakum bisa dilakukan dengan aman asalkan dilakukan secara bertahap dan realistis.

Berikut langkah-langkah yang dapat membantu tubuh kembali beradaptasi.

1. Mulai dengan target yang realistis

Langkah awal yang penting adalah menetapkan tujuan yang masuk akal. Tidak perlu langsung menargetkan berat badan ideal atau stamina tinggi.

Cukup fokus pada tujuan sederhana seperti ingin lebih bugar, tidak mudah pegal, atau rutin bergerak setiap minggu.

2. Pilih aktivitas ringan terlebih dahulu

Tubuh yang lama tidak aktif memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Aktivitas ringan seperti jalan kaki, peregangan, yoga ringan, atau bersepeda santai bisa menjadi pilihan awal.

Mulailah dengan durasi singkat, sekitar 15–20 menit per sesi.

3. Bangun kebiasaan lewat jadwal rutin

Kunci keberhasilan bukan pada beratnya latihan, melainkan konsistensi. Tentukan jadwal yang realistis dan mudah dijalani, misalnya tiga hingga lima kali dalam seminggu.

Latihan ringan tapi rutin jauh lebih efektif dibanding latihan berat yang hanya bertahan sebentar.

4. Jangan abaikan pemanasan dan pendinginan

Pemanasan membantu mengurangi risiko cedera dengan menyiapkan otot dan sendi sebelum bergerak.

Sementara pendinginan membantu tubuh kembali ke kondisi normal. Dua tahap ini sangat penting, terutama bagi yang baru kembali berolahraga.

5. Naikkan intensitas secara perlahan

Jika tubuh sudah mulai terbiasa, intensitas atau durasi latihan bisa ditingkatkan sedikit demi sedikit.

Hindari membandingkan kemampuan sekarang dengan kondisi sebelum vakum olahraga.

Progres perlahan justru lebih aman dan berkelanjutan.

6. Peka terhadap sinyal tubuh

Pegal ringan setelah olahraga merupakan hal wajar. Namun jika muncul nyeri tajam, pusing, atau kelelahan berlebihan, sebaiknya hentikan latihan dan beri tubuh waktu untuk pulih.

Mendengarkan tubuh adalah bagian penting dari proses kembali bugar.

7. Perhatikan pemulihan dan pola hidup

Olahraga akan lebih efektif jika dibarengi dengan istirahat cukup, asupan cairan yang memadai, serta makanan bergizi.

Tanpa pemulihan yang baik, tubuh lebih mudah lelah dan motivasi berolahraga bisa menurun.

Kembali aktif setelah lama berhenti bukan tentang seberapa cepat hasil terlihat, melainkan seberapa konsisten kamu menjalaninya.

Dengan pendekatan yang santai dan bertahap, tubuh akan kembali terbiasa bergerak dan kebugaran pun meningkat secara alami.(*)