Sudah Tidur 8 Jam Tapi Masih Lemas? Ini 7 Penyebab yang Sering Tak Disadari

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang mengira tidur 7–8 jam setiap malam sudah cukup untuk mengembalikan energi tubuh.

Namun kenyataannya, tidak sedikit yang tetap merasa lemas, kurang bertenaga, bahkan cepat lelah sepanjang hari meskipun jam tidur terpenuhi.

Kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan atau faktor gaya hidup tertentu yang sering kali tidak disadari.

Berikut beberapa penyebab umum tubuh tetap terasa lemah meski sudah tidur cukup:

1. Anemia

Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Kekurangan oksigen membuat organ dan otot bekerja kurang optimal sehingga memicu rasa lelah berkepanjangan.

Gejala lain yang sering muncul antara lain kulit pucat, jantung berdebar, hingga sesak napas ringan saat beraktivitas.

2. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme. Kondisi seperti Hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) dapat memperlambat metabolisme sehingga tubuh terasa lesu.

Sebaliknya, Hipertiroidisme juga bisa menyebabkan kelelahan akibat metabolisme yang terlalu cepat.

3. Kekurangan Nutrisi Penting

Defisiensi vitamin dan mineral tertentu seperti vitamin B12, vitamin D, magnesium, dan zat besi dapat mengganggu produksi energi di tingkat sel. Akibatnya, tubuh terasa cepat lelah meskipun waktu tidur cukup.

4. Penyakit yang Tidak Terdeteksi

Beberapa kondisi medis kronis seperti Diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, atau penyakit autoimun dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan. Penyakit-penyakit ini memengaruhi cara tubuh memproses energi.

5. Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur di mana pernapasan berhenti sementara saat tidur. Meskipun durasi tidur cukup, kualitasnya buruk karena tubuh sering “terbangun” tanpa disadari. Akibatnya, tubuh tidak benar-benar beristirahat.

6. Stres dan Masalah Kesehatan Mental

Stres kronis, kecemasan, hingga depresi dapat menguras energi. Hormon stres yang terus aktif membuat tubuh berada dalam kondisi siaga, sehingga pemulihan saat tidur tidak optimal.

7. Dehidrasi dan Pola Hidup

Kurang minum air, jarang bergerak, pola makan rendah nutrisi, serta konsumsi kafein berlebihan juga bisa menjadi pemicu tubuh terasa lemas.

Bahkan dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat konsentrasi dan stamina menurun.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Jika rasa lemas berlangsung lebih dari 2–4 minggu, semakin berat, atau disertai gejala seperti pucat, pusing, penurunan berat badan tanpa sebab, atau sesak napas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Pemeriksaan seperti tes darah, evaluasi kadar hormon, atau pemeriksaan fungsi organ dapat membantu mengidentifikasi penyebab utamanya lebih dini.(*)




Bahaya Gigi Ompong: Dampak pada Kesehatan Mulut dan Tubuh

SEPUCUKJAMBI.ID – Kehilangan satu atau beberapa gigi sering dianggap sepele, padahal kondisi gigi ompong dapat menimbulkan masalah serius bagi kesehatan mulut dan tubuh.

Salah satu konsekuensi yang paling umum adalah pergeseran gigi lainnya.

Gigi di sebelah ruang kosong dapat miring atau bergeser, sehingga susunan gigi menjadi tidak rapi, gigitan terganggu, dan kemampuan mengunyah menjadi tidak seimbang.

Dampak Gigi Ompong pada Fungsi Kunyah dan Pencernaan

Gigi hilang membuat proses mengunyah kurang optimal.

Makanan yang tidak dihancurkan dengan baik akan masuk ke saluran pencernaan dalam kondisi kurang halus, sehingga dapat memengaruhi efektivitas pencernaan.

Selain fungsi kunyah, gigi ompong juga berdampak pada estetika.

Gigi yang hilang, terutama di bagian depan, dapat menurunkan kepercayaan diri dan membuat seseorang merasa kurang nyaman saat tersenyum atau berbicara di depan umum.

Tekanan Berlebih pada Gigi Lain dan Risiko Infeksi

Gigi yang tersisa harus bekerja lebih keras untuk menggantikan fungsi gigi hilang.

Hal ini mempercepat keausan gigi dan meningkatkan risiko kerusakan atau sensitivitas.

Ruang kosong akibat gigi ompong juga menjadi tempat menumpuknya sisa makanan dan bakteri.

Kondisi ini meningkatkan risiko plak, karang gigi, infeksi gusi, dan penyakit periodontal.

Risiko Jangka Panjang: Penyusutan Tulang Rahang

Jika gigi ompong dibiarkan terlalu lama, tulang rahang di area tersebut bisa menyusut karena tidak mendapatkan rangsangan dari akar gigi.

Hal ini memengaruhi struktur wajah, bukan hanya soal penampilan tetapi juga kesehatan tulang secara keseluruhan.

Solusi dan Pencegahan

Untuk mengatasi gigi hilang, beberapa opsi tersedia:

  • Gigi tiruan (dental prosthesis)

  • Jembatan gigi (bridge)

  • Implan gigi

Perawatan ini membantu:

  • Memulihkan fungsi kunyah

  • Mencegah pergeseran gigi lain

  • Menjaga struktur tulang rahang

  • Mempertahankan estetika senyum

Konsultasi ke dokter gigi secepatnya dianjurkan, terutama jika gigi ompong menyebabkan gangguan mengunyah, ketidaknyamanan, atau menurunkan kepercayaan diri.(*)




Tips Mencegah Sembelit Saat Berpuasa, Pencernaan Lancar dan Tubuh Bugar

SEPUCUKJAMBI.ID – Menjalani puasa membawa manfaat bagi tubuh dan jiwa, tetapi perubahan pola makan dan jam aktivitas sering memengaruhi sistem pencernaan.

Salah satu masalah yang umum terjadi adalah sembelit, kondisi ketika frekuensi buang air besar berkurang atau feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Sembelit bisa membuat perut kembung, tidak nyaman, bahkan nyeri saat duduk atau beraktivitas.

Penyebab Sembelit Saat Puasa

Sembelit saat berpuasa biasanya muncul karena beberapa faktor:

  1. Durasi puasa yang panjang – Feses berada lebih lama di usus besar sehingga tubuh menyerap lebih banyak air, membuat tekstur feses keras.

  2. Kurangnya asupan cairan – Saat sahur dan berbuka, jika tubuh tidak cukup terhidrasi, risiko sembelit meningkat.

  3. Kurang aktivitas fisik – Gerakan usus melambat ketika tubuh jarang bergerak, sehingga pencernaan kurang lancar.

Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

  • Frekuensi buang air besar menurun

  • Feses keras atau kering

  • Rasa tidak tuntas saat BAB

  • Perut kembung atau nyeri

  • Harus mengejan kuat saat buang air besar

Mendeteksi gejala lebih awal sangat penting agar tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum masalah memburuk.

Cara Mencegah dan Mengatasi Sembelit Saat Puasa

  1. Penuhi kebutuhan cairan – Minum cukup air saat sahur, berbuka, dan malam hari. Jus buah tanpa gula atau sup bening juga membantu.

  2. Konsumsi makanan berserat tinggi – Buah, sayuran, kacang-kacangan, dan beras merah dapat mendorong gerakan usus lebih lancar.

  3. Batasi minuman berkafein dan soda – Minuman ini bersifat diuretik dan bisa memicu dehidrasi.

  4. Olahraga ringan – Jalan kaki, stretching, atau squat santai merangsang pergerakan usus.

  5. Jangan menunda BAB – Menahan buang air besar membuat feses semakin keras.

  6. Kelola stres dan rileks – Aktivitas ringan seperti membaca, mendengarkan musik, atau latihan pernapasan membantu pencernaan tetap lancar.

Jika sembelit tetap muncul meski sudah menerapkan cara di atas, atau disertai gejala serius seperti nyeri hebat, darah pada feses, atau penurunan berat badan drastis, segera konsultasikan ke dokter.

Tenaga medis dapat memberi saran penggunaan obat pencahar yang aman saat puasa.

Dengan menjaga asupan cairan, serat, olahraga ringan, dan relaksasi, sembelit saat puasa bisa dicegah. Tubuh tetap bugar, pencernaan sehat, dan ibadah pun lebih nyaman.(*)




Kepala Terasa Berat dan Pusing? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Keluhan kepala terasa berat dan pusing menjadi masalah yang cukup sering dialami, baik oleh remaja maupun orang dewasa.

Kondisi ini dapat muncul mendadak dan mengganggu aktivitas, terutama karena membuat sulit fokus serta menimbulkan rasa tidak nyaman.

Sensasi kepala berat biasanya terasa seperti ada tekanan di bagian atas atau samping kepala. Sementara pusing dapat dirasakan seperti berputar, goyah, atau seolah tubuh melayang.

Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diwaspadai jika terjadi berulang.

Faktor yang Sering Menjadi Pemicu

Beberapa penyebab yang paling umum antara lain kurang tidur dan kualitas istirahat yang buruk. Tubuh yang tidak mendapat waktu pemulihan cukup akan mengalami ketegangan otot, khususnya di area leher dan kepala.

Selain itu, dehidrasi juga menjadi pemicu utama. Kekurangan cairan dapat menurunkan aliran darah dan oksigen ke otak sehingga memunculkan sensasi pusing.

Stres dan tekanan emosional berlebih turut berperan. Saat seseorang cemas atau tertekan, sistem saraf bekerja lebih keras dan memicu ketegangan fisik.

Kebiasaan duduk terlalu lama dengan postur yang kurang baik, termasuk menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama, juga dapat menyebabkan ketegangan otot leher.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah kadar gula darah rendah akibat telat makan atau kurang asupan energi.

Cara Sederhana Meredakan Kepala Berat

Jika keluhan muncul dan tidak disertai gejala serius, beberapa langkah berikut dapat dicoba:

  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi

  • Istirahatkan mata serta lakukan peregangan ringan

  • Gunakan kompres hangat di leher atau kompres dingin di dahi

  • Konsumsi camilan sehat seperti buah atau roti gandum

  • Lakukan teknik pernapasan dalam untuk membantu tubuh rileks

Kebiasaan menjaga pola tidur yang cukup dan teratur juga sangat membantu mencegah keluhan datang kembali.

Waspadai Gejala Tambahan

Meski sering kali ringan, kepala berat dan pusing perlu mendapat perhatian medis apabila disertai nyeri hebat, gangguan penglihatan, sesak napas, atau terjadi sangat sering hingga mengganggu aktivitas harian.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Menjaga hidrasi, mengatur waktu istirahat, serta mengelola stres merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mencegah keluhan ini berulang.

Dengan gaya hidup yang lebih seimbang, tubuh akan terasa lebih ringan dan pikiran pun tetap fokus menjalani aktivitas.(*)




Arti SPH, CYL, Axis dan PD pada Resep Kacamata, Wajib Tahu!

SEPUCUKJAMBI.ID – Resep kacamata bukan sekadar deretan angka dan singkatan yang membingungkan.

Dokumen ini merupakan hasil pemeriksaan mata yang dilakukan oleh dokter mata atau optometris untuk menentukan kekuatan lensa yang sesuai dengan kondisi penglihatan seseorang.

Memahami isi resep kacamata sangat penting agar Anda tidak salah memilih lensa.

Kesalahan membaca resep bisa membuat penglihatan tetap buram, tidak nyaman, bahkan menimbulkan pusing.

Mengenal Struktur Resep Kacamata

Biasanya resep ditulis dalam bentuk tabel dengan dua kolom utama:

  • OD (Oculus Dexter): untuk mata kanan

  • OS (Oculus Sinister): untuk mata kiri

Beberapa resep juga mencantumkan kolom tambahan untuk kebutuhan melihat jauh atau dekat.

Berikut istilah yang paling sering muncul dalam resep kacamata:

1. Sphere (SPH)

SPH menunjukkan kekuatan lensa utama dalam satuan diopter.

  • Angka negatif (-) berarti rabun jauh (miopia)

  • Angka positif (+) berarti rabun dekat (hipermetropi)

Contoh:
Jika tertulis SPH -2.50 pada OD, artinya mata kanan membutuhkan lensa minus 2,50 agar dapat melihat jauh dengan jelas.

2. Cylinder (CYL)

CYL digunakan untuk mengoreksi astigmatisme, yaitu kondisi ketika kelengkungan kornea atau lensa mata tidak merata sehingga penglihatan menjadi kabur atau berbayang.

Semakin besar angka CYL, semakin kuat koreksi astigmatisme yang diperlukan. Jika kolom ini kosong, berarti tidak ada astigmatisme yang perlu dikoreksi.

3. Axis

Axis hanya muncul jika terdapat nilai CYL. Angka ini menunjukkan arah koreksi astigmatisme dalam derajat, mulai dari 0 hingga 180.

Nilai Axis tidak menunjukkan tingkat keparahan, melainkan orientasi posisi lensa silinder agar sesuai dengan kondisi mata.

4. Add

Add biasanya terdapat pada resep kacamata baca atau lensa progresif. Nilai ini menunjukkan tambahan kekuatan lensa pada bagian bawah untuk membantu melihat objek dekat.

Contoh:
Jika tertulis Add +1.50, berarti ada tambahan kekuatan 1,50 diopter untuk membantu membaca atau melihat layar ponsel.

5. PD (Pupillary Distance)

PD adalah jarak antara pusat kedua pupil mata, diukur dalam milimeter. Angka ini penting agar titik fokus lensa sejajar dengan posisi pupil.

Tanpa pengukuran PD yang tepat, kacamata bisa terasa tidak nyaman dan menyebabkan mata cepat lelah.

Kenapa Penting Memahami Resep Kacamata?

Banyak orang hanya menyerahkan resep ke optik tanpa benar-benar memahaminya. Padahal, dengan mengetahui arti SPH, CYL, Axis, Add, dan PD, Anda bisa:

  • Memastikan data sesuai hasil pemeriksaan

  • Memilih jenis lensa yang tepat

  • Menghindari kesalahan produksi kacamata

  • Mendapatkan kenyamanan maksimal saat digunakan

Jika ada istilah yang terasa membingungkan, jangan ragu untuk bertanya langsung kepada dokter mata atau optometris

Penjelasan yang jelas akan membantu Anda mendapatkan kacamata yang benar-benar sesuai kebutuhan penglihatan.(*)




Jangan Dianggap Sepele! Ini Penyebab Kuping Berdenging Menurut Medis

SEPUCUKJAMBI.ID – Kuping berdenging sering kali dianggap hal sepele dan kerap dikaitkan dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.

Banyak orang percaya kondisi ini menjadi tanda sedang dibicarakan orang lain.

Namun, secara medis, fenomena tersebut dikenal sebagai Tinnitus, yaitu sensasi munculnya suara denging, siulan, atau desis tanpa adanya sumber suara dari luar.

Tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya gangguan pada sistem pendengaran.

Kondisi ini bisa terjadi sesekali maupun berlangsung lama, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Kuping Berdenging yang Paling Umum

Salah satu pemicu utama tinnitus adalah paparan suara keras dalam waktu lama.

Kebiasaan mendengarkan musik dengan volume tinggi melalui earphone, menghadiri konser, atau bekerja di lingkungan bising dapat merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam.

Sel-sel ini berperan penting dalam mengirimkan sinyal suara ke otak. Ketika rusak, otak bisa “menciptakan” persepsi suara sendiri yang akhirnya terdengar sebagai dengingan.

Selain kebisingan, beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kuping berdenging antara lain:

  • Penumpukan kotoran telinga (serumen)

  • Infeksi telinga

  • Gangguan pada tulang telinga tengah

  • Masalah aliran darah

  • Penurunan fungsi pendengaran akibat pertambahan usia

Pada sebagian orang, tinnitus juga dapat muncul akibat stres berlebihan yang memengaruhi sensitivitas sistem saraf.

Benarkah Kuping Berdenging Tanda Ada yang Membicarakan?

Kepercayaan bahwa kuping berdenging berarti sedang dibicarakan orang lain hanyalah mitos tanpa dasar ilmiah.

Dari sudut pandang medis, tinnitus sepenuhnya berkaitan dengan mekanisme saraf pendengaran dan respons otak terhadap gangguan sinyal suara.

Artinya, kondisi ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak berhubungan dengan pertanda tertentu.

Cara Mengatasi Kuping Berdenging

Penanganan tinnitus bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga, pembersihan oleh tenaga medis biasanya dapat meredakan gejala.

Apabila dipicu oleh paparan suara keras, mengistirahatkan telinga dari kebisingan sangat dianjurkan. Dalam beberapa kasus, dokter dapat menyarankan:

  • Terapi suara

  • Penggunaan alat bantu dengar

  • Teknik relaksasi untuk mengurangi stres

Perubahan gaya hidup juga berperan penting. Mengurangi konsumsi kafein dan nikotin, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta mengelola stres dapat membantu menurunkan intensitas dengingan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski sering kali tidak berbahaya, kuping berdenging yang berlangsung lama, muncul tiba-tiba, atau disertai pusing dan gangguan pendengaran perlu segera diperiksakan.

Jika dibiarkan, tinnitus dapat mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, hingga aktivitas sehari-hari.

Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sebagian besar penderita tetap bisa menjalani hidup normal tanpa gangguan berarti.(*)




Fakta Kalori Nasi Putih dan Tips Menjaga Berat Badan Sehat

SEPUCUKJAMBI.ID – Nasi putih menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, namun sering menjadi sorotan saat seseorang mulai memperhatikan berat badan.

Memahami kalori nasi putih penting agar tetap bisa menikmatinya tanpa khawatir kelebihan energi atau penumpukan lemak.

Secara umum, 100 gram nasi putih matang mengandung 130–150 kalori.

Dalam satu piring standar 250 gram, jumlah kalorinya mencapai 325–375 kalori.

Angka ini masih wajar untuk kebutuhan energi harian, terutama bagi mereka yang aktif bergerak.

Namun, konsumsi berlebihan tanpa aktivitas fisik dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena kalori yang tidak terpakai disimpan sebagai lemak.

Nasi Putih dan Mitigasi Kenaikan Berat Badan

Seringkali nasi putih dianggap sebagai penyebab kegemukan.

Faktanya, peningkatan berat badan dipengaruhi oleh total kalori harian, bukan hanya satu jenis makanan.

Asupan energi lebih tinggi dari yang dibakar tubuh akan menambah berat badan, terlepas dari sumber kalori.

Tips agar konsumsi nasi putih tetap aman:

  1. Sesuaikan porsi dengan aktivitas harian
    Orang aktif membutuhkan lebih banyak energi dibanding mereka yang banyak duduk.

  2. Padukan dengan protein dan sayuran
    Protein membuat kenyang lebih lama, sedangkan serat dari sayur memperlambat penyerapan gula darah.

  3. Perhatikan waktu makan
    Konsumsi nasi dalam jumlah cukup di pagi atau siang hari membantu tubuh menggunakan energi secara optimal. Kurangi porsi saat makan malam karena aktivitas tubuh menurun.

  4. Variasi karbohidrat
    Sebagian nasi putih dapat diganti dengan nasi merah atau karbohidrat tinggi serat agar lebih seimbang.

Nasi putih tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi bijak. Kunci utama: kontrol porsi, keseimbangan nutrisi, dan gaya hidup aktif.

Dengan memahami kalori nasi putih dan strategi pengaturannya, kamu bisa tetap menikmati makanan pokok favorit tanpa mengganggu tujuan kesehatan atau berat badan.(*)




Ini Perbedaan Kolesterol Baik dan Jahat yang Perlu Diketahui

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang menganggap lemak darah sebagai ancaman utama kesehatan.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan lemak untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Masalah baru muncul ketika kadarnya tidak seimbang dan tidak terkontrol.

Lemak dalam darah terdiri dari kolesterol dan trigliserida.

Keduanya berperan dalam pembentukan sel, produksi hormon, serta penyimpanan energi.

Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Memahami jenis-jenis lemak darah membantu kita lebih bijak dalam menjaganya.

1. Kolesterol LDL (Kolesterol Jahat)

LDL dikenal sebagai kolesterol “jahat” karena dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak.

Penumpukan ini dapat mempersempit pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung maupun otak.

2. Kolesterol HDL (Kolesterol Baik)

Sebaliknya, HDL disebut kolesterol “baik” karena membantu membersihkan kelebihan kolesterol dari aliran darah dan membawanya kembali ke hati untuk diproses.

3. Trigliserida

Trigliserida berfungsi sebagai cadangan energi.

Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat memperbesar risiko gangguan jantung, terutama jika disertai LDL tinggi dan HDL rendah.

Dokter biasanya juga mengevaluasi kolesterol total sebagai gambaran umum keseimbangan lemak dalam tubuh.

Beberapa faktor yang memengaruhi kadar lemak darah antara lain:

  • Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula berlebih

  • Kurangnya aktivitas fisik

  • Kebiasaan merokok

  • Kelebihan berat badan

  • Faktor genetik

Sebagian orang memiliki risiko lebih tinggi akibat faktor keturunan, sehingga tetap perlu rutin memantau kadar kolesterol meskipun merasa sehat.

Kabar baiknya, kadar lemak darah bisa dikendalikan dengan perubahan gaya hidup sederhana:

  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan

  • Kurangi makanan tinggi lemak jenuh dan makanan olahan

  • Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari

  • Hindari rokok dan batasi konsumsi alkohol

  • Jaga berat badan tetap ideal

Olahraga terbukti meningkatkan kolesterol HDL sekaligus membantu menurunkan LDL dan trigliserida.

Tes lemak darah atau profil lipid merupakan langkah pencegahan penting.

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi risiko sejak dini sebelum muncul gejala serius.

Dengan pemantauan rutin dan gaya hidup sehat, kadar kolesterol dan trigliserida bisa tetap berada dalam batas normal, sehingga fungsi jantung tetap optimal.

Lemak darah bukanlah musuh yang harus dihilangkan sepenuhnya.

Tubuh tetap membutuhkannya untuk berbagai fungsi vital. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan agar tidak berlebihan.

Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala, risiko penyakit jantung dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga.(*)




6 Mitos DBD yang Masih Dipercaya, Nomor 4 Paling Berbahaya

SEPUCUKJAMBI.ID – Demam Berdarah Dengue atau DBD masih menjadi salah satu penyakit yang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Penyakit akibat virus dengue ini dapat berkembang cepat dan berisiko serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Sayangnya, di tengah meningkatnya kewaspadaan, masih banyak informasi keliru yang beredar.

Kesalahpahaman ini bisa membuat orang menunda pemeriksaan medis atau salah dalam mengambil tindakan.

Berikut beberapa mitos tentang DBD yang perlu diluruskan.

1. DBD Hanya Terjadi Saat Musim Hujan

Banyak yang mengira DBD hanya muncul ketika musim hujan. Memang, curah hujan tinggi meningkatkan jumlah genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Namun, nyamuk pembawa virus dengue bisa berkembang kapan saja selama ada air tergenang, bahkan di musim kemarau.

Artinya, risiko DBD ada sepanjang tahun jika lingkungan tidak dikelola dengan baik.

2. DBD Hanya Menyerang Anak-Anak

Anggapan ini membuat sebagian orang dewasa merasa lebih aman. Faktanya, DBD bisa menyerang semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Orang dewasa pun berisiko mengalami gejala berat jika terlambat mendapatkan perawatan. Karena itu, siapa pun yang mengalami demam tinggi mendadak perlu waspada.

3. Jambu Biji Bisa Menyembuhkan DBD

Jambu biji sering dianggap sebagai “obat alami” untuk DBD karena dipercaya dapat meningkatkan trombosit.

Memang, buah ini kaya vitamin C dan baik untuk menjaga daya tahan tubuh.

Namun, jambu biji bukan pengobatan untuk virus dengue. Pasien DBD tetap memerlukan pemantauan medis, pemeriksaan laboratorium, dan penanganan sesuai kondisi klinisnya.

4. Turunnya Demam Berarti Sudah Sembuh

Ini adalah salah satu kesalahpahaman paling berbahaya. Pada DBD, fase kritis sering terjadi justru ketika demam mulai turun.

Di fase ini, risiko kebocoran plasma darah, perdarahan, hingga syok dapat meningkat.

Oleh karena itu, pasien tetap harus dalam pengawasan tenaga medis meskipun suhu tubuh sudah menurun.

5. DBD Menular Lewat Kontak Langsung

Sebagian masyarakat takut berinteraksi dengan penderita karena mengira penyakit ini menular lewat sentuhan, batuk, atau bersin.

Faktanya, DBD tidak menular secara langsung antar manusia. Penularan hanya terjadi melalui gigitan nyamuk yang membawa virus dengue.

6. Rumah Bersih Pasti Bebas DBD

Lingkungan yang terlihat bersih belum tentu aman dari DBD.

Nyamuk penyebab DBD justru berkembang di air bersih yang tergenang, seperti bak mandi, talang air, vas bunga, atau wadah terbuka.

Langkah pencegahan seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air tetap harus dilakukan secara rutin.

Waspadai Gejala Awal DBD

Gejala awal DBD biasanya meliputi:

  • Demam tinggi mendadak

  • Nyeri kepala dan nyeri di belakang mata

  • Nyeri otot dan sendi

  • Mual atau muntah

  • Bintik merah atau tanda perdarahan

Jika mengalami gejala tersebut, jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Pencegahan tetap menjadi langkah utama untuk menekan risiko DBD. Edukasi yang benar dan kewaspadaan bersama dapat membantu melindungi keluarga dari ancaman penyakit ini.(*)




Jangan Salah! Ini Cara Mengatur Porsi Makan yang Benar Saat Diet

SEPUCUKJAMBI.ID – Masih banyak orang menganggap diet berarti mengurangi makan secara drastis atau bahkan melewatkan waktu makan.

Padahal, cara tersebut justru bisa berdampak buruk bagi metabolisme tubuh.

Kunci utama menurunkan berat badan bukan sekadar makan lebih sedikit, melainkan mengatur porsi makan secara seimbang dan terukur.

Tubuh tetap membutuhkan nutrisi lengkap agar proses metabolisme dan pembakaran lemak berjalan optimal.

Diet yang terlalu ekstrem dapat memperlambat metabolisme, memicu rasa lapar berlebihan, hingga berisiko menyebabkan pola makan tidak terkontrol.

Mengapa Mengatur Porsi Itu Penting?

Mengatur porsi makan membantu menciptakan defisit kalori secara sehat tanpa membuat tubuh kekurangan energi.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk penurunan berat badan jangka panjang dibanding diet ketat yang sulit dipertahankan.

Salah satu metode sederhana yang bisa diterapkan adalah metode pembagian piring:

  • ½ piring diisi sayuran

  • ¼ piring protein

  • ¼ piring karbohidrat kompleks

Sayuran kaya serat membantu rasa kenyang lebih lama dengan kalori rendah.

Protein berperan menjaga massa otot selama proses diet. Sementara karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau oatmeal memberikan energi stabil tanpa lonjakan gula darah.

Jangan Lupakan Buah dan Lemak Sehat

Buah tetap penting dikonsumsi sebagai camilan sehat, sekitar satu hingga dua porsi per hari.

Selain itu, tubuh juga membutuhkan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, atau minyak zaitun.

Lemak sehat membantu penyerapan vitamin serta memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga dapat mencegah makan berlebihan.

Contoh Menu Seimbang untuk Diet

Berikut gambaran menu harian yang bisa diterapkan:

  • Sarapan: oatmeal dengan potongan buah segar

  • Makan siang: nasi merah, ayam tanpa lemak, dan sayuran

  • Makan malam: ikan atau ayam panggang dengan salad

  • Camilan: yogurt rendah lemak atau buah

Selain komposisi makanan, kebiasaan makan juga memengaruhi keberhasilan diet.

Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengontrol porsi makan:

  • Makan secara perlahan agar tubuh sempat mengenali rasa kenyang

  • Gunakan piring berukuran lebih kecil untuk menghindari porsi berlebihan

  • Hindari makan sambil menonton televisi atau bermain ponsel

  • Pastikan minum minimal delapan gelas air putih per hari

Air putih membantu proses metabolisme sekaligus mengurangi keinginan makan berlebih yang sering kali dipicu rasa haus.

Konsultasi Jika Berat Badan Tak Kunjung Turun

Jika berat badan tidak turun meski sudah mengatur porsi makan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori dan kondisi metabolisme yang berbeda, sehingga pendekatan diet sebaiknya disesuaikan secara personal.

Diet yang sehat bukan tentang menyiksa diri, melainkan membangun pola makan cerdas dan berkelanjutan. Dengan porsi makan yang tepat, berat badan dapat turun secara sehat tanpa mengorbankan energi dan kesehatan tubuh.(*)