Arti SPH, CYL, Axis dan PD pada Resep Kacamata, Wajib Tahu!

SEPUCUKJAMBI.ID – Resep kacamata bukan sekadar deretan angka dan singkatan yang membingungkan.

Dokumen ini merupakan hasil pemeriksaan mata yang dilakukan oleh dokter mata atau optometris untuk menentukan kekuatan lensa yang sesuai dengan kondisi penglihatan seseorang.

Memahami isi resep kacamata sangat penting agar Anda tidak salah memilih lensa.

Kesalahan membaca resep bisa membuat penglihatan tetap buram, tidak nyaman, bahkan menimbulkan pusing.

Mengenal Struktur Resep Kacamata

Biasanya resep ditulis dalam bentuk tabel dengan dua kolom utama:

  • OD (Oculus Dexter): untuk mata kanan

  • OS (Oculus Sinister): untuk mata kiri

Beberapa resep juga mencantumkan kolom tambahan untuk kebutuhan melihat jauh atau dekat.

Berikut istilah yang paling sering muncul dalam resep kacamata:

1. Sphere (SPH)

SPH menunjukkan kekuatan lensa utama dalam satuan diopter.

  • Angka negatif (-) berarti rabun jauh (miopia)

  • Angka positif (+) berarti rabun dekat (hipermetropi)

Contoh:
Jika tertulis SPH -2.50 pada OD, artinya mata kanan membutuhkan lensa minus 2,50 agar dapat melihat jauh dengan jelas.

2. Cylinder (CYL)

CYL digunakan untuk mengoreksi astigmatisme, yaitu kondisi ketika kelengkungan kornea atau lensa mata tidak merata sehingga penglihatan menjadi kabur atau berbayang.

Semakin besar angka CYL, semakin kuat koreksi astigmatisme yang diperlukan. Jika kolom ini kosong, berarti tidak ada astigmatisme yang perlu dikoreksi.

3. Axis

Axis hanya muncul jika terdapat nilai CYL. Angka ini menunjukkan arah koreksi astigmatisme dalam derajat, mulai dari 0 hingga 180.

Nilai Axis tidak menunjukkan tingkat keparahan, melainkan orientasi posisi lensa silinder agar sesuai dengan kondisi mata.

4. Add

Add biasanya terdapat pada resep kacamata baca atau lensa progresif. Nilai ini menunjukkan tambahan kekuatan lensa pada bagian bawah untuk membantu melihat objek dekat.

Contoh:
Jika tertulis Add +1.50, berarti ada tambahan kekuatan 1,50 diopter untuk membantu membaca atau melihat layar ponsel.

5. PD (Pupillary Distance)

PD adalah jarak antara pusat kedua pupil mata, diukur dalam milimeter. Angka ini penting agar titik fokus lensa sejajar dengan posisi pupil.

Tanpa pengukuran PD yang tepat, kacamata bisa terasa tidak nyaman dan menyebabkan mata cepat lelah.

Kenapa Penting Memahami Resep Kacamata?

Banyak orang hanya menyerahkan resep ke optik tanpa benar-benar memahaminya. Padahal, dengan mengetahui arti SPH, CYL, Axis, Add, dan PD, Anda bisa:

  • Memastikan data sesuai hasil pemeriksaan

  • Memilih jenis lensa yang tepat

  • Menghindari kesalahan produksi kacamata

  • Mendapatkan kenyamanan maksimal saat digunakan

Jika ada istilah yang terasa membingungkan, jangan ragu untuk bertanya langsung kepada dokter mata atau optometris

Penjelasan yang jelas akan membantu Anda mendapatkan kacamata yang benar-benar sesuai kebutuhan penglihatan.(*)




Jangan Dianggap Sepele! Ini Penyebab Kuping Berdenging Menurut Medis

SEPUCUKJAMBI.ID – Kuping berdenging sering kali dianggap hal sepele dan kerap dikaitkan dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.

Banyak orang percaya kondisi ini menjadi tanda sedang dibicarakan orang lain.

Namun, secara medis, fenomena tersebut dikenal sebagai Tinnitus, yaitu sensasi munculnya suara denging, siulan, atau desis tanpa adanya sumber suara dari luar.

Tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya gangguan pada sistem pendengaran.

Kondisi ini bisa terjadi sesekali maupun berlangsung lama, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Kuping Berdenging yang Paling Umum

Salah satu pemicu utama tinnitus adalah paparan suara keras dalam waktu lama.

Kebiasaan mendengarkan musik dengan volume tinggi melalui earphone, menghadiri konser, atau bekerja di lingkungan bising dapat merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam.

Sel-sel ini berperan penting dalam mengirimkan sinyal suara ke otak. Ketika rusak, otak bisa “menciptakan” persepsi suara sendiri yang akhirnya terdengar sebagai dengingan.

Selain kebisingan, beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kuping berdenging antara lain:

  • Penumpukan kotoran telinga (serumen)

  • Infeksi telinga

  • Gangguan pada tulang telinga tengah

  • Masalah aliran darah

  • Penurunan fungsi pendengaran akibat pertambahan usia

Pada sebagian orang, tinnitus juga dapat muncul akibat stres berlebihan yang memengaruhi sensitivitas sistem saraf.

Benarkah Kuping Berdenging Tanda Ada yang Membicarakan?

Kepercayaan bahwa kuping berdenging berarti sedang dibicarakan orang lain hanyalah mitos tanpa dasar ilmiah.

Dari sudut pandang medis, tinnitus sepenuhnya berkaitan dengan mekanisme saraf pendengaran dan respons otak terhadap gangguan sinyal suara.

Artinya, kondisi ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak berhubungan dengan pertanda tertentu.

Cara Mengatasi Kuping Berdenging

Penanganan tinnitus bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga, pembersihan oleh tenaga medis biasanya dapat meredakan gejala.

Apabila dipicu oleh paparan suara keras, mengistirahatkan telinga dari kebisingan sangat dianjurkan. Dalam beberapa kasus, dokter dapat menyarankan:

  • Terapi suara

  • Penggunaan alat bantu dengar

  • Teknik relaksasi untuk mengurangi stres

Perubahan gaya hidup juga berperan penting. Mengurangi konsumsi kafein dan nikotin, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta mengelola stres dapat membantu menurunkan intensitas dengingan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski sering kali tidak berbahaya, kuping berdenging yang berlangsung lama, muncul tiba-tiba, atau disertai pusing dan gangguan pendengaran perlu segera diperiksakan.

Jika dibiarkan, tinnitus dapat mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, hingga aktivitas sehari-hari.

Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sebagian besar penderita tetap bisa menjalani hidup normal tanpa gangguan berarti.(*)




Fakta Kalori Nasi Putih dan Tips Menjaga Berat Badan Sehat

SEPUCUKJAMBI.ID – Nasi putih menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, namun sering menjadi sorotan saat seseorang mulai memperhatikan berat badan.

Memahami kalori nasi putih penting agar tetap bisa menikmatinya tanpa khawatir kelebihan energi atau penumpukan lemak.

Secara umum, 100 gram nasi putih matang mengandung 130–150 kalori.

Dalam satu piring standar 250 gram, jumlah kalorinya mencapai 325–375 kalori.

Angka ini masih wajar untuk kebutuhan energi harian, terutama bagi mereka yang aktif bergerak.

Namun, konsumsi berlebihan tanpa aktivitas fisik dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena kalori yang tidak terpakai disimpan sebagai lemak.

Nasi Putih dan Mitigasi Kenaikan Berat Badan

Seringkali nasi putih dianggap sebagai penyebab kegemukan.

Faktanya, peningkatan berat badan dipengaruhi oleh total kalori harian, bukan hanya satu jenis makanan.

Asupan energi lebih tinggi dari yang dibakar tubuh akan menambah berat badan, terlepas dari sumber kalori.

Tips agar konsumsi nasi putih tetap aman:

  1. Sesuaikan porsi dengan aktivitas harian
    Orang aktif membutuhkan lebih banyak energi dibanding mereka yang banyak duduk.

  2. Padukan dengan protein dan sayuran
    Protein membuat kenyang lebih lama, sedangkan serat dari sayur memperlambat penyerapan gula darah.

  3. Perhatikan waktu makan
    Konsumsi nasi dalam jumlah cukup di pagi atau siang hari membantu tubuh menggunakan energi secara optimal. Kurangi porsi saat makan malam karena aktivitas tubuh menurun.

  4. Variasi karbohidrat
    Sebagian nasi putih dapat diganti dengan nasi merah atau karbohidrat tinggi serat agar lebih seimbang.

Nasi putih tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi bijak. Kunci utama: kontrol porsi, keseimbangan nutrisi, dan gaya hidup aktif.

Dengan memahami kalori nasi putih dan strategi pengaturannya, kamu bisa tetap menikmati makanan pokok favorit tanpa mengganggu tujuan kesehatan atau berat badan.(*)




Ini Perbedaan Kolesterol Baik dan Jahat yang Perlu Diketahui

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang menganggap lemak darah sebagai ancaman utama kesehatan.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan lemak untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Masalah baru muncul ketika kadarnya tidak seimbang dan tidak terkontrol.

Lemak dalam darah terdiri dari kolesterol dan trigliserida.

Keduanya berperan dalam pembentukan sel, produksi hormon, serta penyimpanan energi.

Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Memahami jenis-jenis lemak darah membantu kita lebih bijak dalam menjaganya.

1. Kolesterol LDL (Kolesterol Jahat)

LDL dikenal sebagai kolesterol “jahat” karena dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak.

Penumpukan ini dapat mempersempit pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung maupun otak.

2. Kolesterol HDL (Kolesterol Baik)

Sebaliknya, HDL disebut kolesterol “baik” karena membantu membersihkan kelebihan kolesterol dari aliran darah dan membawanya kembali ke hati untuk diproses.

3. Trigliserida

Trigliserida berfungsi sebagai cadangan energi.

Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat memperbesar risiko gangguan jantung, terutama jika disertai LDL tinggi dan HDL rendah.

Dokter biasanya juga mengevaluasi kolesterol total sebagai gambaran umum keseimbangan lemak dalam tubuh.

Beberapa faktor yang memengaruhi kadar lemak darah antara lain:

  • Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula berlebih

  • Kurangnya aktivitas fisik

  • Kebiasaan merokok

  • Kelebihan berat badan

  • Faktor genetik

Sebagian orang memiliki risiko lebih tinggi akibat faktor keturunan, sehingga tetap perlu rutin memantau kadar kolesterol meskipun merasa sehat.

Kabar baiknya, kadar lemak darah bisa dikendalikan dengan perubahan gaya hidup sederhana:

  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan

  • Kurangi makanan tinggi lemak jenuh dan makanan olahan

  • Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari

  • Hindari rokok dan batasi konsumsi alkohol

  • Jaga berat badan tetap ideal

Olahraga terbukti meningkatkan kolesterol HDL sekaligus membantu menurunkan LDL dan trigliserida.

Tes lemak darah atau profil lipid merupakan langkah pencegahan penting.

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi risiko sejak dini sebelum muncul gejala serius.

Dengan pemantauan rutin dan gaya hidup sehat, kadar kolesterol dan trigliserida bisa tetap berada dalam batas normal, sehingga fungsi jantung tetap optimal.

Lemak darah bukanlah musuh yang harus dihilangkan sepenuhnya.

Tubuh tetap membutuhkannya untuk berbagai fungsi vital. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan agar tidak berlebihan.

Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala, risiko penyakit jantung dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga.(*)




6 Mitos DBD yang Masih Dipercaya, Nomor 4 Paling Berbahaya

SEPUCUKJAMBI.ID – Demam Berdarah Dengue atau DBD masih menjadi salah satu penyakit yang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Penyakit akibat virus dengue ini dapat berkembang cepat dan berisiko serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Sayangnya, di tengah meningkatnya kewaspadaan, masih banyak informasi keliru yang beredar.

Kesalahpahaman ini bisa membuat orang menunda pemeriksaan medis atau salah dalam mengambil tindakan.

Berikut beberapa mitos tentang DBD yang perlu diluruskan.

1. DBD Hanya Terjadi Saat Musim Hujan

Banyak yang mengira DBD hanya muncul ketika musim hujan. Memang, curah hujan tinggi meningkatkan jumlah genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Namun, nyamuk pembawa virus dengue bisa berkembang kapan saja selama ada air tergenang, bahkan di musim kemarau.

Artinya, risiko DBD ada sepanjang tahun jika lingkungan tidak dikelola dengan baik.

2. DBD Hanya Menyerang Anak-Anak

Anggapan ini membuat sebagian orang dewasa merasa lebih aman. Faktanya, DBD bisa menyerang semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Orang dewasa pun berisiko mengalami gejala berat jika terlambat mendapatkan perawatan. Karena itu, siapa pun yang mengalami demam tinggi mendadak perlu waspada.

3. Jambu Biji Bisa Menyembuhkan DBD

Jambu biji sering dianggap sebagai “obat alami” untuk DBD karena dipercaya dapat meningkatkan trombosit.

Memang, buah ini kaya vitamin C dan baik untuk menjaga daya tahan tubuh.

Namun, jambu biji bukan pengobatan untuk virus dengue. Pasien DBD tetap memerlukan pemantauan medis, pemeriksaan laboratorium, dan penanganan sesuai kondisi klinisnya.

4. Turunnya Demam Berarti Sudah Sembuh

Ini adalah salah satu kesalahpahaman paling berbahaya. Pada DBD, fase kritis sering terjadi justru ketika demam mulai turun.

Di fase ini, risiko kebocoran plasma darah, perdarahan, hingga syok dapat meningkat.

Oleh karena itu, pasien tetap harus dalam pengawasan tenaga medis meskipun suhu tubuh sudah menurun.

5. DBD Menular Lewat Kontak Langsung

Sebagian masyarakat takut berinteraksi dengan penderita karena mengira penyakit ini menular lewat sentuhan, batuk, atau bersin.

Faktanya, DBD tidak menular secara langsung antar manusia. Penularan hanya terjadi melalui gigitan nyamuk yang membawa virus dengue.

6. Rumah Bersih Pasti Bebas DBD

Lingkungan yang terlihat bersih belum tentu aman dari DBD.

Nyamuk penyebab DBD justru berkembang di air bersih yang tergenang, seperti bak mandi, talang air, vas bunga, atau wadah terbuka.

Langkah pencegahan seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air tetap harus dilakukan secara rutin.

Waspadai Gejala Awal DBD

Gejala awal DBD biasanya meliputi:

  • Demam tinggi mendadak

  • Nyeri kepala dan nyeri di belakang mata

  • Nyeri otot dan sendi

  • Mual atau muntah

  • Bintik merah atau tanda perdarahan

Jika mengalami gejala tersebut, jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Pencegahan tetap menjadi langkah utama untuk menekan risiko DBD. Edukasi yang benar dan kewaspadaan bersama dapat membantu melindungi keluarga dari ancaman penyakit ini.(*)




Jangan Salah! Ini Cara Mengatur Porsi Makan yang Benar Saat Diet

SEPUCUKJAMBI.ID – Masih banyak orang menganggap diet berarti mengurangi makan secara drastis atau bahkan melewatkan waktu makan.

Padahal, cara tersebut justru bisa berdampak buruk bagi metabolisme tubuh.

Kunci utama menurunkan berat badan bukan sekadar makan lebih sedikit, melainkan mengatur porsi makan secara seimbang dan terukur.

Tubuh tetap membutuhkan nutrisi lengkap agar proses metabolisme dan pembakaran lemak berjalan optimal.

Diet yang terlalu ekstrem dapat memperlambat metabolisme, memicu rasa lapar berlebihan, hingga berisiko menyebabkan pola makan tidak terkontrol.

Mengapa Mengatur Porsi Itu Penting?

Mengatur porsi makan membantu menciptakan defisit kalori secara sehat tanpa membuat tubuh kekurangan energi.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk penurunan berat badan jangka panjang dibanding diet ketat yang sulit dipertahankan.

Salah satu metode sederhana yang bisa diterapkan adalah metode pembagian piring:

  • ½ piring diisi sayuran

  • ¼ piring protein

  • ¼ piring karbohidrat kompleks

Sayuran kaya serat membantu rasa kenyang lebih lama dengan kalori rendah.

Protein berperan menjaga massa otot selama proses diet. Sementara karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau oatmeal memberikan energi stabil tanpa lonjakan gula darah.

Jangan Lupakan Buah dan Lemak Sehat

Buah tetap penting dikonsumsi sebagai camilan sehat, sekitar satu hingga dua porsi per hari.

Selain itu, tubuh juga membutuhkan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, atau minyak zaitun.

Lemak sehat membantu penyerapan vitamin serta memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga dapat mencegah makan berlebihan.

Contoh Menu Seimbang untuk Diet

Berikut gambaran menu harian yang bisa diterapkan:

  • Sarapan: oatmeal dengan potongan buah segar

  • Makan siang: nasi merah, ayam tanpa lemak, dan sayuran

  • Makan malam: ikan atau ayam panggang dengan salad

  • Camilan: yogurt rendah lemak atau buah

Selain komposisi makanan, kebiasaan makan juga memengaruhi keberhasilan diet.

Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengontrol porsi makan:

  • Makan secara perlahan agar tubuh sempat mengenali rasa kenyang

  • Gunakan piring berukuran lebih kecil untuk menghindari porsi berlebihan

  • Hindari makan sambil menonton televisi atau bermain ponsel

  • Pastikan minum minimal delapan gelas air putih per hari

Air putih membantu proses metabolisme sekaligus mengurangi keinginan makan berlebih yang sering kali dipicu rasa haus.

Konsultasi Jika Berat Badan Tak Kunjung Turun

Jika berat badan tidak turun meski sudah mengatur porsi makan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori dan kondisi metabolisme yang berbeda, sehingga pendekatan diet sebaiknya disesuaikan secara personal.

Diet yang sehat bukan tentang menyiksa diri, melainkan membangun pola makan cerdas dan berkelanjutan. Dengan porsi makan yang tepat, berat badan dapat turun secara sehat tanpa mengorbankan energi dan kesehatan tubuh.(*)




Sering Lelah dan Pucat? Bisa Jadi Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi

SEPUCUKJAMBI.ID – Zat besi merupakan mineral penting yang berperan besar dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Tanpa asupan zat besi yang cukup, distribusi oksigen menjadi tidak optimal dan organ-organ tubuh harus bekerja lebih keras.

Kondisi ini tidak hanya menyebabkan anemia, tetapi juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius jika berlangsung dalam jangka panjang.

Berikut 9 dampak kekurangan zat besi yang perlu diwaspadai:

1. Anemia Defisiensi Besi

Ini adalah dampak paling umum. Gejalanya meliputi mudah lelah, wajah pucat, pusing, jantung berdebar, hingga sesak napas karena tubuh kekurangan oksigen.

2. Daya Tahan Tubuh Melemah

Zat besi berperan dalam fungsi sistem imun. Ketika kadarnya rendah, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan proses pemulihan pun lebih lambat.

3. Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Pada anak-anak, defisiensi zat besi dapat mengganggu perkembangan otak, menurunkan kemampuan belajar, serta memengaruhi konsentrasi.

4. Risiko Gangguan Jantung

Saat kadar hemoglobin rendah, jantung harus memompa darah lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Dalam jangka panjang, hal ini bisa meningkatkan risiko gangguan jantung.

5. Kelelahan Kronis

Rasa lelah berkepanjangan meskipun sudah cukup istirahat bisa menjadi tanda kadar zat besi rendah.

6. Penurunan Fungsi Kognitif

Orang dewasa yang kekurangan zat besi dapat mengalami sulit fokus, penurunan daya ingat, serta gangguan produktivitas kerja.

7. Komplikasi Kehamilan

Ibu hamil dengan kadar zat besi rendah berisiko mengalami anemia berat, persalinan prematur, serta melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

8. Sindrom Kaki Gelisah

Defisiensi zat besi juga dikaitkan dengan restless legs syndrome, yaitu sensasi tidak nyaman pada kaki yang menimbulkan dorongan untuk terus digerakkan.

9. Gangguan Suasana Hati

Kadar zat besi yang rendah dapat memengaruhi keseimbangan kimia di otak, sehingga meningkatkan risiko perubahan mood dan perasaan tidak stabil.

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi

Kabar baiknya, kekurangan zat besi dapat dicegah dengan pola makan seimbang. Beberapa sumber zat besi yang baik antara lain:

  • Daging merah dan hati

  • Ikan dan telur

  • Kacang-kacangan

  • Sayuran hijau seperti bayam

Agar penyerapannya lebih optimal, konsumsi makanan kaya zat besi bersama vitamin C, misalnya dari jeruk, tomat, atau paprika.

Jika sering mengalami gejala seperti lemas tanpa sebab jelas, pucat, atau mudah pusing, sebaiknya lakukan pemeriksaan darah sederhana untuk memastikan kadar hemoglobin dan zat besi dalam tubuh.

Meski hanya mineral mikro, zat besi memiliki peran besar dalam menjaga fungsi organ tetap optimal. Memastikan kecukupan zat besi berarti menjaga energi, daya tahan tubuh, dan kesehatan jangka panjang.(*)




Akses Kesehatan Masyarakat Miskin Terancam, DPR Tuntut Regulasi Tertulis BPJS PBI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Penonaktifan jutaan peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) menimbulkan kekhawatiran soal akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

DPR meminta pemerintah memastikan peserta yang statusnya nonaktif tetap mendapatkan pelayanan medis, setidaknya selama proses verifikasi dan pembaruan data berlangsung.

Penonaktifan dilakukan setelah pembaruan basis data kesejahteraan sosial, namun dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang bergantung pada jaminan kesehatan gratis.

Kekhawatiran muncul karena rumah sakit bekerja berdasarkan sistem administrasi dan klaim yang ketat, sehingga status kepesertaan menjadi faktor penting dalam pelayanan.

DPR Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

Anggota DPR Edy menegaskan, jaminan layanan tidak cukup hanya melalui pernyataan pejabat, melainkan harus diperkuat secara administratif agar rumah sakit memiliki kepastian hukum.

“Pemerintah tidak bisa mengandalkan imbauan lisan. Rumah sakit bekerja berdasarkan aturan tertulis dan hitungan risiko. Negara wajib menerbitkan regulasi atau Surat Keputusan yang menjamin rumah sakit tetap melayani pasien BPJS PBI nonaktif dan memastikan klaimnya dibayarkan,” jelas Edy, Rabu (11/2/2026).

Tanpa payung hukum yang jelas, fasilitas kesehatan bisa ragu memberikan layanan karena khawatir klaim tidak dibayar.

Situasi ini berpotensi merugikan pasien yang membutuhkan perawatan mendesak, termasuk lansia, penderita penyakit kronis, dan keluarga miskin.

Pemerintah Janjikan Masa Transisi

Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan memberikan masa transisi sambil proses verifikasi data berjalan.

Dalam periode ini, peserta yang dinonaktifkan tetap dijanjikan akses layanan kesehatan.

Koordinasi dilakukan antara Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah untuk memastikan peserta yang berhak dapat diaktifkan kembali.

Namun, DPR menekankan bahwa masa transisi harus disertai jaminan administratif yang tegas agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.

Kepastian ini penting agar seluruh biaya pelayanan tetap ditanggung negara dan risiko penolakan pasien dapat diminimalkan.

Pentingnya Sinkronisasi Data dan Kepercayaan Publik

Desakan penerbitan regulasi tertulis juga dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem jaminan sosial nasional.

Program BPJS PBI selama ini menjadi jaring pengaman utama bagi jutaan warga miskin.

Gangguan akses layanan, meski sementara, bisa berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Polemik ini menyoroti pentingnya sinkronisasi data sosial dengan sistem pelayanan kesehatan.

Pemerintah diharapkan mempercepat pembaruan data sekaligus memastikan tidak ada warga miskin yang kehilangan hak atas layanan medis selama masa penyesuaian kebijakan.(*)




Telapak Tangan Sering Berkeringat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Telapak tangan berkeringat merupakan kondisi yang cukup sering dialami banyak orang. Secara alami, tubuh memang menghasilkan keringat untuk membantu mengatur suhu.

Namun, jika telapak tangan terasa basah meski tidak sedang beraktivitas berat atau berada di suhu panas, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri.

Pada sebagian orang, telapak tangan yang mudah berkeringat bahkan membuat aktivitas sederhana seperti berjabat tangan, menulis, atau memegang gawai terasa mengganggu.

Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari respons emosional hingga kondisi medis tertentu.

Berikut beberapa penyebab umum telapak tangan sering berkeringat:

1. Stres dan Kecemasan

Saat seseorang mengalami stres, gugup, atau cemas, sistem saraf otomatis akan memicu respons “fight or flight”.

Akibatnya, produksi keringat meningkat, termasuk di telapak tangan. Inilah sebabnya tangan sering basah saat menghadapi situasi menegangkan.

2. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis merupakan kondisi medis yang menyebabkan tubuh memproduksi keringat berlebihan tanpa pemicu yang jelas.

Penderita bisa mengalami telapak tangan yang terus berkeringat meski berada di ruangan ber-AC atau dalam kondisi santai.

Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Aktivitas Fisik

Saat berolahraga atau melakukan aktivitas berat, tubuh akan berkeringat untuk menurunkan suhu.

Telapak tangan termasuk bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat sehingga ikut mengeluarkan keringat lebih banyak.

4. Perubahan Suhu Lingkungan

Perpindahan dari lingkungan dingin ke panas dapat memicu kelenjar keringat bekerja lebih aktif. Reaksi adaptasi ini bisa menyebabkan telapak tangan terasa lembap atau basah.

5. Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat tertentu diketahui dapat meningkatkan produksi keringat sebagai efek samping, terutama obat yang memengaruhi hormon, saraf, atau metabolisme tubuh.

6. Faktor Genetik

Kecenderungan berkeringat berlebihan juga bisa dipengaruhi faktor keturunan. Jika ada anggota keluarga dengan kondisi serupa, kemungkinan besar faktor genetik ikut berperan.

Untuk mengatasi telapak tangan yang sering berkeringat, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Mengelola stres melalui teknik relaksasi, meditasi, atau latihan pernapasan dapat membantu mengurangi produksi keringat.

Penggunaan antiperspiran khusus untuk tangan juga bisa menjadi solusi praktis.

Selain itu, disarankan untuk membatasi konsumsi kafein dan makanan pedas yang dapat memicu keringat.

Jika keluhan dirasakan berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah tepat.

Dokter dapat merekomendasikan terapi seperti iontoforesis, obat tertentu, atau perawatan lainnya sesuai kondisi.

Pada umumnya, telapak tangan berkeringat bukanlah kondisi berbahaya.

Dengan memahami penyebabnya, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengelola keluhan ini dan tetap nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.(*)




Tidur Mudah Terganggu? Kenali Ciri dan Cara Mengatasi Light Sleeper

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah terbangun hanya karena suara samar, cahaya lampu dari luar kamar, atau perubahan kecil di sekitar?

Jika iya, Anda mungkin termasuk light sleeper, istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang dengan pola tidur ringan dan mudah terganggu.

Kondisi ini sebenarnya cukup umum dan tidak selalu berbahaya.

Namun, jika terjadi terus-menerus, kualitas tidur dapat menurun dan berdampak pada aktivitas sehari-hari.

Banyak light sleeper merasa tubuh tetap lelah meski durasi tidurnya terlihat cukup.

Orang dengan tidur ringan umumnya kesulitan masuk ke fase tidur dalam. Akibatnya, proses pemulihan tubuh tidak berjalan optimal.

Dampak yang sering dirasakan antara lain sulit fokus, mengantuk di siang hari, hingga rasa lesu saat bangun pagi.

Ada berbagai faktor yang dapat memicu seseorang menjadi light sleeper. Stres dan kecemasan menjadi penyebab paling umum.

Pikiran yang terus aktif membuat otak sulit mencapai kondisi istirahat penuh. Selain itu, lingkungan tidur yang kurang mendukung seperti kamar terlalu terang, bising, atau suhu tidak nyaman juga berperan besar.

Kebiasaan tidur yang tidak teratur, sering begadang, serta konsumsi kafein atau minuman berkafein di malam hari dapat mengganggu ritme alami tubuh.

Dalam beberapa kasus, kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan membuatnya lebih dangkal.

Tidur yang terus-menerus terganggu sebaiknya tidak dianggap sepele. Dalam jangka panjang, kurang tidur berkaitan dengan penurunan konsentrasi, gangguan suasana hati, hingga melemahnya daya tahan tubuh.

Karena itu, memperbaiki kualitas tidur sejak dini menjadi hal yang penting.

Beberapa langkah sederhana bisa dilakukan untuk membantu tidur lebih nyenyak. Ciptakan suasana kamar yang gelap, sejuk, dan tenang.

Penggunaan tirai gelap atau penutup telinga dapat membantu meminimalkan gangguan. Menjaga jadwal tidur yang konsisten juga membantu tubuh membentuk ritme biologis yang stabil.

Selain itu, hindari konsumsi kafein beberapa jam sebelum tidur dan batasi paparan layar ponsel atau gadget di malam hari.

Aktivitas relaksasi seperti membaca buku, mandi air hangat, atau latihan pernapasan dapat membantu tubuh dan pikiran lebih siap beristirahat.

Jika berbagai upaya sudah dilakukan tetapi tidur tetap terasa tidak berkualitas, berkonsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah yang bijak.

Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengetahui apakah terdapat gangguan tidur lain yang perlu ditangani.

Tidur berkualitas bukan hanya soal lama waktu tidur, tetapi juga seberapa dalam tubuh beristirahat

Dengan kebiasaan yang tepat, light sleeper tetap bisa menikmati tidur yang lebih nyenyak dan bangun dengan tubuh terasa segar.(*)