Tiga Tips Perawatan kulit Dasar yang Wajib Diketahui Gen Z

SEPUCUKJAMBI.ID – Perawatan kulit kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup sehat kalangan Gen Z.

Jika dulu skincare dianggap eksklusif dan hanya penting bagi orang dewasa, kini remaja pun mulai memahami bahwa menjaga kulit merupakan bentuk self-care sekaligus upaya menjaga kesehatan fisik dan mental.

Kesadaran ini muncul seiring banyaknya informasi mengenai pentingnya skin barrier dan perlindungan kulit.

Meski demikian, salah informasi dari media sosial masih sering membuat Gen Z salah memilih produk atau langkah perawatan.

Kulit yang sehat bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berperan sebagai garis pertahanan tubuh dari polusi, paparan sinar UV, mikroorganisme, hingga kerusakan lingkungan.

Untuk menjaga kesehatan kulit,ada tiga langkah utama yang dapat diterapkan Gen Z dalam rutinitas harian:

  • Membersihkan wajah untuk mengangkat debu, minyak berlebih, dan sisa make-up yang menempel sepanjang hari.
  • Menggunakan pelembap guna menjaga kekuatan lapisan pelindung kulit sehingga tetap lembap dan tidak mudah iritasi.
  • Mengoleskan tabir surya setiap hari sebagai pelindung dari sinar UV, bahkan saat beraktivitas di dalam ruangan.

Tambahan seperti serum atau masker bisa digunakan sesuai kebutuhan kulit, misalnya untuk mencerahkan atau mengontrol minyak.

Selain itu, gunakan juga beberapa bahan aktif yang terbukti efektif dan aman digunakan bagi kulit muda seperti kandungan nano niacinamide, hyaluronic zinc dan ceramide.

Ini membantu mencerahkan kulit tanpa menyebabkan iritasi, mengontrol produksi sebum berlebih pada kulit wajah dan memperkuat lapisan pelindung kulit.(*)




6 Cara Efektif Meredakan Nyeri Haid

SEPUCUKJAMBI.ID – Nyeri haid merupakan keluhan yang umum dialami banyak perempuan setiap bulan. Meskipun biasanya bersifat ringan dan dapat mereda dalam beberapa hari, pada beberapa kondisi rasa sakit bisa cukup mengganggu hingga membuat aktivitas tidak nyaman.

Untuk membantu meredakannya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah.

1. Minum Obat Antinyeri

Jika nyeri haid terasa berat sampai menghambat aktivitas, obat antinyeri dapat menjadi pilihan.

Ibuprofen atau naproxen umumnya digunakan untuk meredakan kram menstruasi.

Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan jenis dan dosis yang sesuai kondisi Anda.

2. Kompres Hangat

Kompres hangat di area perut bawah membantu mengendurkan otot rahim yang sedang berkontraksi.

Efek hangatnya melemaskan otot, mengurangi ketegangan, dan membuat rasa nyeri perlahan mereda.

3. Istirahat yang Cukup

Saat nyeri haid muncul, tubuh memerlukan waktu untuk beristirahat. Tidur atau berbaring sejenak dapat membantu tubuh rileks sehingga intensitas nyeri berkurang.

4. Berolahraga

Olahraga rutin dapat membantu meredakan sekaligus mencegah nyeri saat menstruasi.

Aktivitas fisik memicu pelepasan endorfin, yaitu senyawa alami yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit.

5. Konsumsi Makanan Sehat

Pola makan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh selama menstruasi. Makanan tinggi gula, garam, kafein, atau makanan olahan dapat memperparah kram.

Sebaliknya, memilih makanan yang lebih sehat dapat membantu tubuh tetap stabil dan mengurangi nyeri.

Buah-buahan, sayuran hijau, jahe, kunyit asam, cokelat hitam, dan kacang-kacangan merupakan  makanan yang baik dikonsumsi saat haid.

6. Memijat Area yang Nyeri

Kram menstruasi kadang menjalar hingga punggung bawah.

Pijatan lembut pada area tersebut dapat membantu melemaskan otot yang tegang dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Dengan menerapkan beberapa cara di atas, nyeri haid biasanya dapat berangsur membaik.

Namun, jika rasa sakit semakin parah, berlangsung lebih lama dari biasanya, atau disertai gejala lain yang mengganggu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.(*)




Telur Dadar vs Telur Rebus, Mana yang Lebih Sehat?

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang mengandalkan telur sebagai sumber protein harian karena harganya terjangkau dan mudah diolah.

Cara memasak telur ternyata bisa memengaruhi jumlah kalori, lemak, dan nutrisi yang masuk ke tubuh.

Karena itulah memahami perbedaannya penting untuk menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan harian.

Telur rebus sering dianggap sebagai opsi yang lebih sehat karena dimasak tanpa minyak.

Metode ini membuat sebagian besar nutrisinya tetap terjaga, dengan sekitar 155 kalori, 13 gram protein, dan 11 gram lemak per 100 gram.

Kandungan vitamin seperti B12, D, riboflavin, kolin, dan selenium juga tetap stabil sehingga menjadikannya pilihan yang sederhana namun bernilai gizi tinggi.

Teknik memasak poached atau telur ceplok di air juga menawarkan profil gizi yang serupa.

Telur dimasak perlahan dalam air panas tanpa tambahan lemak, menghasilkan sekitar 143 kalori, 13 gram protein, dan 9 gram lemak per 100 gram.

Proses memasak yang lembut ini menjaga ketersediaan nutrisi tetap optimal dan membantu tubuh mencerna protein secara lebih efisien.

Sebaliknya, telur dadar biasanya dimasak menggunakan minyak, mentega, keju, atau bahan tambahan lain.

Inilah yang membuat nilai gizinya lebih bervariasi. Rata-rata, telur dadar memiliki sekitar 153 kalori, 11 gram protein, dan 11 gram lemak per 100 gram.

Meski bisa menjadi lebih bernutrisi jika diisi sayuran atau daging tanpa lemak, penggunaan minyak dan keju dapat meningkatkan kalori secara signifikan.

Secara umum, telur rebus dan telur ceplok lebih cocok untuk mereka yang ingin menjaga kalori tetap rendah tanpa mengorbankan nutrisi. Keduanya tidak menambah lemak tambahan dan mempertahankan sebagian besar kandungan protein.

Sementara telur dadar atau omelet tetap aman dikonsumsi sebagai bagian dari diet seimbang, selama pemilihan bahan tambahannya lebih hati-hati.

Pada akhirnya, pilihan bergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan nutrisi masing-masing.(*)




Nyeri Haid Tak Kunjung Reda? Kenali Faktor Medis yang Perlu Diketahui

SEPUCUKJAMBI.ID – Nyeri saat haid atau dalam bahasa medis disebut dismenore merupakan salah satu keluhan paling umum yang dialami perempuan ketika menstruasi.

Rasa sakit ini biasanya muncul sebagai kram pada perut bagian bawah, namun dapat menjalar hingga punggung atau pinggang.

Meskipun sering mengganggu, nyeri haid termasuk kondisi yang normal dan biasanya dapat mereda dalam beberapa hari.

Kram menstruasi terjadi karena kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisan dinding rahim.

Proses ini dipicu oleh hormon prostaglandin,semakin tinggi kadar prostaglandin dalam tubuh, semakin kuat pula rasa sakit yang dirasakan.

Pada sebagian perempuan, nyeri haid cenderung berkurang seiring bertambahnya usia atau setelah melahirkan.

Nyeri haid dapat muncul karena dua penyebab utama, yaitu primer dan sekunder.

Nyeri haid primer adalah nyeri yang muncul secara alami akibat proses menstruasi itu sendiri.

Sementara itu, nyeri haid sekunder terjadi karena adanya masalah kesehatan tertentu yang mendasarinya, dan jenis nyeri ini biasanya lebih berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan nyeri menstruasi, antara lain:

1. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika muncul pertumbuhan abnormal jaringan menyerupai dinding rahim di luar rahim, seperti ovarium atau tuba falopi.

2. Fibroid rahim

Fibroid rahim atau miom juga bisa menyebabkan nyeri hebat saat menstruasi.

Miom dapat tumbuh di luar, bagian dalam, atau di dinding rahim yang dapat menyebabkan nyeri menstruasi.

3. Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan yang normalnya tubuh di dinding rahim justru mulai tumbuh di bagian dinding otot rahim.

Nyeri haid yang disebabkan oleh adenomiosis lebih umum terjadi pada wanita yang lebih tua dan memiliki anak.

4. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi bakteri yang bermula di rahim dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya.

5. Stenosis serviks

Stenosis serviks adalah bukaan serviks yang menyempit sehingga aliran darah menstruasi menjadi terhambat.

Kondisi ini menyebabkan tekanan di dalam rahim meningkat sehingga menyebabkan nyeri saat haid.

6. Masalah kongenital

Beberapa wanita terlahir dengan kondisi kongenital yang menyebabkan sakit perut saat menstruasi.

Ini meliputi bentuk rahim yang abnormal atau kondisi lain yang memengaruhi ovarium dan tuba falopi.

Ada sejumlah faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami nyeri haid, seperti kebiasaan merokok, pola makan tinggi gula, jarang berolahraga, atau mengalami menstruasi pertama pada usia yang sangat muda.

Walaupun nyeri saat haid termasuk kondisi normal, ada kalanya rasa sakit ini menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Nyeri yang baru muncul dengan intensitas berat pada usia dewasa juga dapat menjadi tanda bahwa ada gangguan pada organ reproduksi.

Dalam situasi seperti ini, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.(*)

n mendapatkan penanganan yang tepat.




Kenali 5 Tanda Awal Penyakit Ginjal yang Jarang Disadari

SEPUCUKJAMBI.ID – Penyakit ginjal masuk dalam daftar 20 penyebab kematian terbesar di dunia dan berada di posisi 10 besar penyebab kematian pada perempuan.

Data tahun 2023 mencatat sekitar 1,5 juta orang mengalami gagal ginjal, dengan biaya penanganan mencapai Rp2,92 triliun.

Angka ini terus bertambah,termasuk pasien yang menjalani prosedur cuci darah (hemodialisa) dan penderita gagal ginjal akut pada anak yang juga meningkat.

Untuk mencegah penyakit ini masuk pada tahap kronis, perlu adanya diagnosis secara dini.

Berikut lima tanda penyakit ginjal yang kerap tidak disadari

1. Kekurangan energi atau kesulitan berkonsentrasi

Apakah Anda merasa kurang energik atau kesulitan berkonsentrasi? Ini bisa menjadi tanda peringatan penyakit ginjal.

Ketika fungsi ginjal Anda menurun secara signifikan, hal itu dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah.

Hal ini dapat menyebabkan energi rendah, sehingga sulit untuk fokus.

Menurut Yayasan Ginjal Nasional, penyakit ginjal juga dapat menyebabkan komplikasi lain seperti anemia, yang dapat mengakibatkan kelelahan dan keletihan.

2. Kulit kering dan gatal

Kebanyakan orang salah memahami tanda penting ini. Mereka mengaitkan kulit kering dan gatal dengan kurangnya pelembap atau penyakit kulit.

Padahal, ini bisa jadi peringatan dari ginjal Anda.

Ginjal bertanggung jawab untuk membuang limbah dan cairan berlebih dari tubuh, membantu memproduksi sel darah merah, menjaga tulang tetap kuat, dan menjaga jumlah mineral yang tepat dalam darah.

Jadi, ketika keseimbangannya terganggu, hal ini dapat menyebabkan kulit gatal dan kering.

3. Sulit tidur

Jangan pernah remehkan masalah tidur. Jika Anda kesulitan tidur, bisa jadi itu pertanda penyakit ginjal.

Ketika ginjal tidak menyaring dengan baik, racun tetap berada di dalam darah, alih-alih dikeluarkan melalui urine.

Jika Anda merasakan salah satu dari gejala di atas, periksakan diri ke tenaga medis.

Meskipun tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti penyakit ginjal, pemeriksaan awal sangat membantu memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi lebih lanjut.(*)




Cakupan 95 Persen, tetapi Iuran Macet: BPJS Kesehatan Jambi Tekor Rp300 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Hingga 1 November 2025, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Provinsi Jambi telah mencapai 95,5 persen, atau 3,69 juta jiwa dari total 3,86 juta penduduk.

Meski demikian, tingkat keaktifan peserta tercatat masih rendah, yakni 73,23 persen, dengan hanya 2,83 juta penduduk yang rutin membayar iuran.

Asisten Deputi SDMUK BPJS Kesehatan, Jenal M Sambas, mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat keaktifan tersebut berdampak pada ketidakseimbangan antara penerimaan iuran dan biaya pelayanan kesehatan di Jambi.

“Penerimaan iuran di Provinsi Jambi sampai Oktober 2025 tercatat Rp941 miliar. Sementara biaya manfaat yang dikeluarkan mencapai Rp1,23 triliun. Ini belum termasuk yang dirujuk ke luar daerah,” ujar Jenal dalam kegiatan Media Gathering, Rabu (26/11/2025).

Dengan kondisi tersebut, terjadi selisih hampir Rp300 miliar antara pemasukan iuran dan pengeluaran layanan kesehatan.

Jenal menegaskan bahwa, situasi ini merupakan konsekuensi dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berlandaskan prinsip gotong royong.

“BPJS Kesehatan tidak berorientasi pada profit. Kekurangan bisa ditutupi karena mekanisme gotong royong antar-peserta,” jelasnya.

Ia juga merinci kontribusi iuran berdasarkan segmen kepesertaan:

* 54 persen ditopang pemerintah daerah melalui PBI, PPUPN, PBPU Pemda, dan bantuan iuran,

* 24 persen berasal dari badan usaha,

* 22 persen dari peserta mandiri.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, Shanti Lestari, menyoroti aspek pengawasan terhadap fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan.

Ia menyebut hingga kini belum ada faskes yang menerima surat peringatan maupun sanksi pemutusan kerja sama.

“Kami sangat berhati-hati. Jika ada laporan, semua kami telusuri dari berbagai sisi. Banyak kasus dipicu miss komunikasi,” ujar Shanti.

Meski menghadapi tantangan defisit regional serta persoalan teknis di lapangan, BPJS Kesehatan memastikan bahwa pelayanan kepada peserta tetap menjadi prioritas utama.(*)




Kematian Balita Cacingan: Kasus Tragis dan Cara Pencegahannya

RAYA BALITA YANG MENINGGA AKIBAT TUBUHNYA DIPENUHI CACING

SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang balita berusia tiga tahun ditemukan meninggal dan tubuhnya dipenuhi cacing kasus tragis yang memicu keprihatinan mendalam. Banyak vidio yang beredar di media sosial mengundang banyak keprihatinan masyrakat, oleh karena itu artikel ini akan membedah penyebab askariasis berat, vaksinasi, sanitasi buruk, hingga pentingnya edukasi kesehatan masyarakat.

Meninggalnya seorang balita tiga tahun karena tubuhnya dipenuhi cacing menjadi sebuah tragedi yang tidak seharusnya terjadi. Infeksi cacing, yang sering dianggap masalah ringan, ternyata bisa berkembang menjadi kondisi mematikan jika dibiarkan tanpa penanganan.

Menurut pakar kesehatan, jenis cacing yang paling sering menyerang anak-anak adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Jika jumlahnya banyak, cacing bisa menumpuk di usus, mengganggu pencernaan, menyerap nutrisi, bahkan menyumbat organ dalam. Anak yang mengalami kondisi ini berisiko menderita gizi buruk, anemia, hingga komplikasi serius yang berujung pada kematian.

Faktor Risiko Utama

Ada sejumlah faktor yang membuat anak-anak rentan terkena cacingan, di antaranya:

  1. Sanitasi buruk – lingkungan kotor, saluran air tidak sehat, serta tidak adanya akses toilet bersih.

  2. Kebiasaan jajan sembarangan – makanan yang tidak higienis bisa mengandung telur cacing.

  3. Kurangnya kebiasaan mencuci tangan – terutama setelah bermain atau sebelum makan.

  4. Tidak rutin diberi obat cacing – anak-anak di daerah endemik wajib mendapat obat cacing minimal dua kali setahun.

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Kasus meninggalnya balita ini harus menjadi pengingat bahwa cacingan dapat dicegah dengan langkah sederhana. Berikut beberapa cara efektif:

  1. Pemberian Obat Cacing Rutin
    Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberian obat cacing setiap enam bulan sekali untuk anak usia 1–12 tahun. Obat ini murah, mudah didapat, dan terbukti efektif menekan angka infeksi.

  2. Menjaga Kebersihan Diri
    Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah bermain. Kebiasaan kecil ini dapat mengurangi risiko tertelan telur cacing.

  3. Menyediakan Air Minum yang Aman
    Pastikan air yang dikonsumsi anak bersih dan matang. Air yang terkontaminasi menjadi media penularan utama penyakit cacingan.

  4. Menggunakan Alas Kaki
    Anak-anak sebaiknya dibiasakan memakai sandal atau sepatu saat bermain di luar rumah. Hal ini mencegah masuknya larva cacing tambang melalui kulit.

  5. Menerapkan Pola Makan Sehat
    Nutrisi yang cukup akan memperkuat daya tahan tubuh anak sehingga tidak mudah terserang penyakit, termasuk infeksi cacing.

  6. Perbaikan Sanitasi Lingkungan
    Program pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta menyediakan toilet sehat sangat penting untuk menekan penyebaran cacing.

Kasus ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak. Pemerintah perlu memperkuat kampanye pencegahan cacingan melalui sekolah, posyandu, dan layanan kesehatan masyarakat. Orang tua pun diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan anak, terutama pada usia balita yang masih sangat rentan.

Dengan pencegahan yang konsisten, kematian akibat cacingan sebenarnya bisa dihindari. Tragedi yang dialami balita tiga tahun ini menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih peduli pada isu kesehatan sederhana yang sering diabaikan, namun berisiko fatal jika disepelekan. (*)




Belum 3 Bulan Jadi Peserta, Keluarga Tukang Ojek di Kota Jambi Dapat Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – BPJS Ketenagakerjaan kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi pekerja sektor informal melalui penyerahan santunan kematian kepada keluarga almarhum Agus Subakti, seorang tukang ojek asal RT 01, Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Penyerahan santunan sebesar Rp10 juta ini disalurkan langsung kepada istri almarhum,  Sumantri, pada Rabu pagi (26/6/2025), di kediaman mereka.

Hadir dalam kesempatan itu, Walikota Jambi, Maulana, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Jambi Hendra Elvian, serta perwakilan dari Dinas Sosial dan Camat setempat.

Sebelumnya, Agus Subakti yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, dikabarkan meninggal mendadak akibat serangan jantung saat mengantarkan penumpang ke Kantor Dinas Dukcapil Kota Jambi.

Almarhum sempat mengalami nyeri di dada lalu jatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam kategori pekerja rentan, almarhum berhak menerima manfaat santunan kematian, meski belum lama terdaftar.

“Karena masa kepesertaan almarhum belum mencapai 3 bulan, maka santunan yang kami salurkan sesuai regulasi adalah sebesar Rp10 juta untuk biaya pemakaman,” jelas Hendra Elvian, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jambi.

Program perlindungan bagi pekerja sektor informal seperti tukang ojek, juru parkir, buruh harian, dan lainnya, merupakan bentuk kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kota Jambi.

“Kami mengapresiasi Pemkot Jambi yang terus mendukung program jaminan sosial bagi pekerja rentan. Ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir melindungi seluruh lapisan masyarakat,” tambah Hendra.

Walikota Jambi,  Maulana, yang turut menyerahkan santunan, menyampaikan bela sungkawa secara langsung dan mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya perlindungan ketenagakerjaan.

“Semoga santunan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga. Saya juga mengajak seluruh pekerja sektor informal agar mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan agar terlindungi,” ujar Walikota.

Istri almarhum,  Sumantri, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses santunan dan menunjukkan kepedulian.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Walikota, BPJS, dan seluruh yang hadir. Bantuan ini sangat membantu kami dalam menghadapi masa sulit,” tuturnya dengan haru.(*)




BPJAMSOSTEK Jambi Tegaskan Wajibnya Perlindungan Pekerja Proyek Konstruksi Pemkot

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Jambi kembali menegaskan pentingnya perlindungan bagi para pekerja jasa konstruksi yang mengerjakan proyek-proyek Pemerintah Kota Jambi.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Jasa Konstruksi (Jakon) Tahun 2025 yang digelar pada Senin, 23 Juni 2025.

Acara yang berlangsung di Kantor BPJAMSOSTEK Jambi ini dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Tenaga Kerja, hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas PUPR Kota Jambi.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Jambi, Hendra Elvian, menegaskan bahwa seluruh proyek yang dibiayai APBD wajib didaftarkan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan sejak awal pelaksanaan.

Hal ini untuk menjamin perlindungan terhadap seluruh pekerja, termasuk yang berstatus harian dan borongan.

“Kami imbau agar seluruh OPD dan PPK memastikan proyek konstruksi didaftarkan ke BPJAMSOSTEK. Ini bukan hanya soal kepatuhan hukum, tapi juga bentuk tanggung jawab sosial bagi para pekerja yang terlibat,” tegas Hendra.

Monev ini digelar sebagai bentuk evaluasi atas masih adanya proyek di lingkungan Pemkot Jambi yang belum terdaftar dalam program Jakon.

Padahal, perlindungan ini bersifat wajib dan diatur dalam berbagai regulasi, mulai dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan hingga Peraturan Wali Kota.

Perwakilan BPKAD Kota Jambi, Poppy, menyampaikan bahwa kerja sama antar OPD dengan BPJAMSOSTEK sangat penting untuk memastikan tidak ada proyek yang terlewat dari kewajiban perlindungan ketenagakerjaan.

“Kami mendukung penuh program ini. Semua proyek yang dijalankan dengan dana APBD harus memberikan jaminan bagi para pekerja. Ini bagian dari upaya Pemkot dalam menjaga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan Monev ini, BPJAMSOSTEK berharap koordinasi antarinstansi di lingkungan Pemkot Jambi bisa semakin solid.

Seluruh proyek jasa konstruksi, terutama yang menggunakan anggaran daerah, diharapkan bisa memberikan perlindungan menyeluruh kepada setiap pekerja.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Kota Jambi dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terukur dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi perlindungan sumber daya manusianya.(*)




Pemkot Jambi Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Tokoh Adat Kini Dapat Perlindungan Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, kini giliran para tokoh adat di Kota Jambi yang menjadi sasaran program perlindungan tersebut.

Program ini dimulai dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Juni 2025, di Aula Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi. Kegiatan diikuti oleh Ketua Lembaga Adat Kelurahan dan Ketua Badan Musyawarah Adat RT se-Kota Jambi.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, dan dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Jambi, Hasan Basri Agus, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian.

“Tokoh adat memiliki peran penting dalam masyarakat. Kita akan data ulang mereka yang belum terlindungi dan anggarkan melalui APBD Kota Jambi. Negara harus hadir memberi perlindungan,” tegas Maulana.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan Ketua Lembaga Adat.

Ini menjadi langkah awal bahwa program perlindungan kini menyasar lapisan masyarakat non-formal yang selama ini belum tersentuh.

Hasan Basri Agus mendukung penuh inisiatif Pemkot Jambi. Menurutnya, jaminan sosial untuk masyarakat adat penting karena mereka memiliki fungsi strategis dalam menjaga harmoni sosial dan budaya.

“Program seperti ini harus jadi prioritas nasional, karena tokoh adat turut menjaga ketahanan sosial masyarakat,” katanya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menyebutkan bahwa hingga kini baru 13 orang tokoh adat yang menjadi peserta aktif dan membayar iuran secara mandiri.

“Kami ingin bangun kesadaran bahwa siapa pun yang punya risiko kerja berhak mendapatkan perlindungan sosial,” ujar Hendra.

BPJS Ketenagakerjaan menawarkan skema iuran ringan, mulai dari Rp16.800 per bulan untuk dua program dasar: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Skema ini cocok untuk pekerja informal dan tokoh masyarakat non-upa

Selain menjadi sarana sosialisasi, Bimtek ini juga menjadi forum dialog terbuka antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan tokoh adat untuk menyusun strategi perluasan jaminan sosial.

Peserta menyambut baik program ini dan berharap realisasi perlindungan jaminan sosial benar-benar diterapkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan visi Pemkot Jambi untuk membangun kota yang inklusif, berkeadilan, dan tangguh secara sosial.(*)