Dua Ton Obat dari Malaysia Tiba di Aceh, Perkuat Penanganan Darurat Banjir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aceh mulai menerima bantuan internasional setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025.

Malaysia mengirimkan obat-obatan dan peralatan medis untuk membantu korban dan mempercepat penanganan darurat di lapangan.

Sebanyak dua ton obat-obatan dan alat medis tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menggunakan pesawat kargo dari Kuala Lumpur.

Paket ini berisi sekitar dua juta pieces obat dan perlengkapan medis dasar yang akan dibagikan ke pengungsi serta fasilitas kesehatan terdampak banjir.

Pengiriman ini menjadi bantuan medis internasional pertama yang berhasil masuk ke Aceh sejak bencana terjadi.

Banjir di Aceh dipicu hujan ekstrem yang dalam beberapa hari mencapai lebih dari 400 milimeter di sejumlah wilayah.

Ribuan rumah terdampak, banyak jalan terputus, dan ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Selain kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih, layanan kesehatan menjadi fokus utama karena risiko penyakit pascabanjir meningkat, termasuk infeksi kulit, diare, dan masalah pernapasan.

Distribusi bantuan difokuskan ke daerah terdampak paling parah dan lokasi pengungsian.

Pemerintah daerah dan posko bencana memastikan obat-obatan dan peralatan medis sampai ke warga yang membutuhkan, termasuk di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban tenaga medis lokal yang bekerja tanpa henti sejak awal bencana.

Selain Malaysia, beberapa organisasi internasional juga menyiapkan dukungan tambahan yang dijadwalkan tiba dalam beberapa hari ke depan.

Koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat agar semua bantuan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.

Kehadiran bantuan dari Malaysia tidak hanya membantu secara nyata di lapangan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas regional.

Di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu, dukungan internasional ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat Aceh dan membantu mereka melalui masa sulit pasca-banjir.(*)




Setelah Dikritik, Oxford Revisi Unggahan dan Cantumkan Peneliti Indonesia

SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah menuai kritik luas dari masyarakat Indonesia dan komunitas ilmiah, University of Oxford akhirnya merevisi unggahan resminya terkait laporan mekarnya bunga Rafflesia hasseltii, salah satu spesies Rafflesia langka yang ditemukan di hutan hujan Sumatera.

Revisi dilakukan pada 28 November 2025, atau empat hari setelah unggahan awal yang dianggap mengabaikan peran peneliti dan pemandu lapangan asal Indonesia.

Unggahan Oxford pada 24 November 2025 hanya menyebut nama Chris Thorogood sebagai representasi tim ekspedisi yang mendokumentasikan mekarnya Rafflesia hasseltii.

Namun, tokoh yang berperan penting dalam ekspedisi tersebut, seperti Septian Andriki (Deki) dan pemandu lokal Iswandi, tidak dicantumkan sama sekali.

Penghilangan tersebut memicu protes keras dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, serta tokoh publik seperti Anies Baswedan yang menegaskan pentingnya pengakuan terhadap ilmuwan Indonesia.

“Peneliti lokal yang berperan besar harus diakui. Tanpa mereka, penemuan ini tidak mungkin terjadi,” ujarnya.

Kritik ini segera menjadi sorotan nasional karena dianggap mencerminkan persoalan lama dalam riset internasional yang kerap mengabaikan kontribusi lokal terutama ketika penelitian dilakukan di negara dengan tingkat biodiversitas tinggi seperti Indonesia.

Merespons kritik tersebut, University of Oxford memperbarui unggahan mereka pada 28 November 2025.

Dalam versi terbaru, Oxford mencantumkan secara lengkap nama-nama peneliti dan pemandu lokal yang berperan dalam ekspedisi, termasuk:

  • Septian Andriki (Deki) – Pemandu lokal dan peneliti lapangan

  • Iswandi – Pemandu lapangan

  • Joko Ridho Witono (BRIN) – Peneliti utama biodiversitas Indonesia

  • Akademisi dari Universitas Bengkulu yang turut mengonfirmasi temuan lapangan

“Penemuan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, termasuk rekan-rekan Indonesia yang berada di lapangan,” sebut Chris Thorogood dalam pernyataannya.

Rafflesia hasseltii yang mekar tersebut ditemukan pada 18 November 2025 di kawasan hutan hujan Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Bunga parasit raksasa ini dikenal sangat sulit ditemukan dalam kondisi mekar, membuat temuan kali ini menjadi peristiwa ilmiah yang menarik perhatian global.

“Melihat bunga ini mekar adalah pengalaman yang tidak bisa digambarkan. Bertahun-tahun pencarian akhirnya terbayar,” kata Septian Andriki, pemandu lokal.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa publikasi ilmiah internasional yang sedang disiapkan terkait temuan ini akan mencantumkan peneliti Indonesia sebagai penulis utama, sekaligus menggarisbawahi kredibilitas dan kontribusi ilmiah mereka.

Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk koreksi penting untuk menghindari dominasi narasi dari satu institusi.

Kontroversi yang sempat muncul ini mengingatkan bahwa kerja sama ilmiah global harus dijalankan secara transparan dan adil.

Pengakuan terhadap peran peneliti lokal sangat penting, terutama pada riset lapangan yang melibatkan risiko tinggi, pengetahuan ekologi lokal, serta tahun-tahun upaya penelitian.

Revisi yang dilakukan Oxford dipandang sebagai langkah positif yang memperbaiki hubungan kolaboratif sekaligus mengakui bahwa penemuan biodiversitas Indonesia adalah hasil kerja kolektif, bukan semata kontribusi pihak luar.

Peristiwa ini juga menyoroti kekayaan hayati Indonesia dan besarnya potensi riset yang masih dapat ditemukan di hutan tropis Nusantara.(*)




Indonesia Darurat ‘Job Scam’ Tertinggi di Asia Pasifik, Jadi Pintu Masuk Perdagangan Orang

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Indonesia kini menyandang predikat darurat penipuan lowongan kerja (job scam), mencatatkan kasus tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Data mengejutkan dari SEEK menunjukkan bahwa sekitar 38% dari seluruh upaya penipuan di APAC menargetkan Indonesia, bahkan menyumbang 62% dari total kasus penipuan se-Asia.

Direktur Operasional Jobstreet Indonesia, Willem Najoan, menekankan bahwa bahaya job scam telah melampaui kerugian finansial

“Kita tidak lagi hanya berbicara soal kerugian finansial, tetapi juga risiko keamanan serius. Job scam telah berevolusi menjadi pintu masuk kejahatan terorganisir seperti perdagangan orang,” ujarnya.

Bidang Kerja Paling Rentan Jadi Target Scammer

Scammer dilaporkan paling banyak memalsukan lowongan pada level entry-level.

Lima kategori pekerjaan yang paling rentan menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan, menurut data SEEK:

  1. Administration & Office Support (sekitar 39,36%)

  2. Manufacturing, Transport & Logistics (sekitar 21,06%)

  3. Retail & Consumer Products (sekitar 12,23%)

  4. Trades & Services (sekitar 7,98%)

  5. Hospitality & Tourism (sekitar 5,74%)

Modus Canggih: Manfaatkan AI dan Tugas Palsu

Modus operandi penipuan kini semakin canggih dan terstruktur. P

elaku memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat iklan lowongan yang sangat meyakinkan.

Taktik populer yang digunakan termasuk menawarkan pekerjaan paruh waktu dengan tugas yang terkesan ringan, lalu meminta korban melakukan deposit atau top-up dana dengan iming-iming komisi besar.

Scammer juga sering menyamar sebagai staf resmi dari platform pekerjaan, menghubungi calon korban melalui SMS, media sosial, atau aplikasi chat, membuat tawaran palsu tersebut tampak legal.

Upaya Platform dan Imbauan Kewaspadaan

Menghadapi tren ini, platform seperti SEEK memperketat sistem verifikasi.

Semua perekrut diwajibkan melewati pemeriksaan legalitas yang ketat, serta pemeriksaan iklan secara otomatis dan manual.

“Kami terus meningkatkan proteksi pengguna agar tidak menjadi korban penipuan,” tegas Willem Najoan.

Para pencari kerja di Indonesia, terutama lulusan baru dan fresh graduate, diimbau untuk selalu memeriksa kredibilitas lowongan sebelum memberikan data pribadi atau menyetorkan uang.

Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan mengingat penipuan ini berpotensi merugikan finansial dan membuka celah pada kejahatan terorganisir, termasuk perdagangan orang.

Organisasi terkait dan platform pekerjaan terus bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk berbagi intelijen dan memperketat pengawasan terhadap perekrut nakal.(*)




Jakarta Resmi Jadi Kota Terpadat Dunia, Penduduk Hampir 42 Juta Jiwa

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Jakarta resmi dinobatkan sebagai ibu kota terpadat di dunia.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) World Urbanization Prospects 2025 mencatat bahwa wilayah metropolitan Jakarta kini dihuni hampir 42 juta orang, melampaui Dhaka (Bangladesh) dan Tokyo (Jepang).

Secara administratif, kepadatan penduduk DKI Jakarta mencapai 16.155 jiwa per kilometer persegi, jauh di atas rata-rata nasional.

Tingginya konsentrasi penduduk ini menimbulkan berbagai persoalan perkotaan seperti kemacetan, keterbatasan ruang hunian, tekanan terhadap layanan publik, serta berkurangnya ruang terbuka hijau.

Beragam penelitian turut menyoroti dampak urbanisasi ekstrem pada kota besar.

Studi mengenai urbanisasi Indonesia menyebutkan bahwa pertumbuhan penduduk yang tidak terkelola menyebabkan kemacetan parah, perluasan permukiman informal, dan ketimpangan akses hunian, sehingga menyulitkan kota untuk berkembang secara berkelanjutan.

Fenomena tersebut sejalan dengan tren global. Sekitar 45 persen populasi dunia kini tinggal di perkotaan.

Sementara jumlah megacity kota dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa melonjak dari 8 kota pada 1975 menjadi 33 kota pada 2025.

Asia menjadi kawasan dengan megacity terbanyak, termasuk Jakarta.

Di Indonesia, Pulau Jawa menjadi pusat persebaran penduduk yang sangat padat, terutama Jakarta dan wilayah penyangganya.

Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memindahkan ibu kota negara ke Nusantara, Kalimantan, demi pemerataan pembangunan dan mengurangi beban Jakarta.

Meski menghadapi tekanan kepadatan, Jakarta tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja.

Kota ini menawarkan akses pendidikan, fasilitas kesehatan, dan kesempatan karier yang lebih luas, sehingga tetap menarik bagi pendatang.

Dengan status sebagai kota terpadat di dunia, Jakarta membutuhkan strategi perencanaan kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Penguatan transportasi publik, penataan hunian, dan penambahan ruang hijau menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas hidup warga di tengah kepadatan yang terus meningkat.(*)




Oxford Dikecam Usai Tak Cantumkan Peneliti Indonesia dalam Publikasi Rafflesia Hasseltii

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  – Universitas Oxford menjadi sorotan publik Indonesia setelah tidak mencantumkan nama tiga peneliti lokal dalam publikasi ilmiah terkait penemuan spesies langka Rafflesia hasseltii.

Keputusan tersebut memicu kritik terkait etika kolaborasi riset internasional dan pentingnya penghargaan yang setara bagi ilmuwan dari negara berkembang.

Kontroversi muncul setelah publik mengetahui bahwa nama Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi tiga peneliti Indonesia yang terlibat dalam riset lapangan, pengumpulan data, hingga pendampingan teknis tidak masuk dalam daftar penulis publikasi tersebut.

Padahal, kontribusi mereka dinilai krusial bagi keberhasilan eksplorasi biodiversitas di lapangan.

Kritik publik semakin meluas setelah mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan protes terbuka melalui media sosial.

Ia mengingatkan bahwa peneliti Indonesia tidak boleh diperlakukan sebagai pihak sampingan dalam kolaborasi ilmiah.

Dalam unggahannya, Anies menulis:

“Dear @UniofOxford, our Indonesian researchers Joko Witono, Septi Andriki, and Iswandi  are not NPCs. Name them too.”

Ia kemudian memberikan terjemahan:

“Para peneliti Indonesia bukan tokoh figuran. Cantumkan nama mereka juga.”

Istilah NPC (non-player character), yang merujuk pada karakter pendukung dalam gim, dianggap sebagai kritik keras terhadap praktik pengabaian kontribusi ilmuwan lokal oleh institusi besar dunia.

Peneliti biodiversitas dan pegiat konservasi di Indonesia menilai kasus ini sebagai contoh ketidakadilan struktural dalam kerja sama riset internasional.

Mereka menegaskan bahwa, riset flora dan fauna di Indonesia sangat bergantung pada keahlian ilmuwan lokal mulai dari akses wilayah, pengetahuan ekologis, hingga pemahaman konteks sosial setempat.

Warganet pun ramai menyuarakan kekecewaan dan menilai bahwa tidak dicantumkannya nama peneliti Indonesia merupakan praktik yang merugikan, serta melemahkan semangat kolaborasi ilmiah yang adil.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Oxford belum mengeluarkan tanggapan resmi.

Meski demikian, tekanan publik terus meningkat.

Komunitas akademik Indonesia berharap polemik ini dapat menjadi momentum untuk menata ulang standar kolaborasi riset internasional terutama dalam memastikan pengakuan yang setara dan transparan bagi semua peneliti, tanpa memandang asal negara.(*)




Setelah 13 Tahun, Ilmuwan Temukan Rafflesia ‘Wajah Harimau’ Mekar di Hutan Sumbar

SEPUCUKJAMBI.ID – Bunga langka Rafflesia hasseltii, yang dijuluki “Rafflesia Wajah Harimau”, akhirnya ditemukan mekar di hutan hujan Sumatera Barat.

Momen langka ini menjadi buah dari ekspedisi selama 13 tahun yang dilakukan ilmuwan internasional bersama pemandu lokal, dan kini viral di media sosial.

Video haru saat bunga tersebut mekar diunggah oleh akun Instagram Universitas Oxford (@oxford_uni).

Dalam rekaman itu, pemandu lokal Septian “Deki” Andriki tampak menangis bahagia ketika kelopak Rafflesia terbuka perlahan di tengah malam-momen yang selama ini ia kejar tanpa kenal lelah.

Ekspedisi ini dipimpin oleh Dr. Chris Thorogood dari University of Oxford.

Ia dan tim melakukan perjalanan panjang menembus hutan lebat yang menjadi habitat harimau Sumatra, berjalan siang dan malam demi menyaksikan mekarnya spesies yang sangat sulit ditemukan tersebut.

“Tiga belas tahun. Saya sangat beruntung,” ujar Deki dengan suara bergetar setelah impiannya akhirnya terwujud.

“Hanya sedikit orang di dunia yang pernah melihat bunga ini,” tambah Dr Thorogood, menegaskan betapa langkanya momen tersebut.

Rafflesia hasseltii dikenal dengan pola kelopaknya yang menyerupai wajah harimau.

Spesies ini hanya mekar dalam hitungan hari, membuat peluang untuk menemukan bunga dalam kondisi sempurna menjadi sangat kecil.

Bunga tersebut ditemukan mekar di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat.

Akses menuju lokasi sangat menantang dan berisiko tinggi karena berada di wilayah jelajah harimau.

Penemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara peneliti internasional dan masyarakat lokal.

Deki telah menjadi “mata dan telinga” tim selama bertahun-tahun, menyusuri hutan demi mendeteksi tanda-tanda kemunculan Rafflesia.

Para ahli kini menyerukan upaya perlindungan yang lebih serius terhadap habitat Rafflesia hasseltii.

Kerusakan hutan dapat membuat peluang munculnya bunga langka ini semakin menipis di masa mendatang.(*)

 




Insiden ‘Server Error’ Massal: Cloudflare Alami Gangguan, Jutaan Situs Down Serentak! Termasuk X, ChatGPT, Spotify

SEPUCUKJAMBI.ID – Gangguan besar pada penyedia infrastruktur internet global, Cloudflare, dilaporkan terjadi pada Selasa pagi, menyebabkan akses ke berbagai situs web dan layanan digital utama di seluruh dunia terhenti.

Platform populer seperti X (sebelumnya Twitter), layanan chatbot ChatGPT milik OpenAI, hingga berbagai layanan game online dan streaming musik mengalami error dan tidak dapat diakses pengguna.

Cloudflare, perusahaan yang berbasis di San Francisco, mengonfirmasi masalah ini dan menyatakan sedang menyelidiki gangguan yang berpotensi berdampak pada sejumlah besar pelanggan mereka.

Insiden ini dengan cepat memicu “internal server error” di ribuan situs yang mengandalkan jaringan Cloudflare, dengan sebagian besar laporan merujuk pada error 500 yang memengaruhi dashboard internal dan API perusahaan.

Dampak Global Meluas: Media Sosial hingga Layanan Musik Terdampak

Menurut data dari DownDetector, lebih dari 10.000 laporan gangguan masuk dalam hitungan menit, menunjukkan dampak luas di Amerika Serikat, Inggris, India, dan berbagai negara lainnya.

Gangguan ini tidak hanya memengaruhi media sosial tetapi juga layanan populer seperti Spotify, League of Legends, Truth Social milik Donald Trump, dan Letterboxd.

Ironisnya, bahkan DownDetector—yang sering menjadi acuan pemantauan ikut kesulitan beroperasi karena juga menggunakan infrastruktur Cloudflare.

Ketergantungan Infrastruktur Internet Jadi Sorotan

Insiden ini kembali menyoroti betapa besarnya ketergantungan internet global pada penyedia infrastruktur terpusat seperti Cloudflare.

Perusahaan ini menangani rata-rata 78 juta permintaan HTTP per detik dan menyediakan perlindungan siber penting bagi jutaan situs.

Gangguan pada satu provider dapat menimbulkan single point of failure, melumpuhkan berbagai platform yang tampak tidak saling terkait secara serentak.

Cloudflare terus bekerja untuk memitigasi dampak dan memulihkan layanannya, meskipun pemulihan terjadi secara bertahap.(*)




Wali Kota Jambi Ikuti Program Kepemimpinan Lemhannas di National University of Singapore

SINGAPURA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, menjadi salah satu peserta program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di National University of Singapore (NUS), Rabu (12/11/2025).

Program KPPD ini bertujuan memperkuat kapasitas dan wawasan strategis para kepala daerah dalam menghadapi dinamika pembangunan, tata kelola pemerintahan, serta tantangan global di era modern.

Selama di NUS, para peserta mendapatkan pembekalan dari berbagai pakar internasional mengenai kepemimpinan adaptif, transformasi digital, tata kelola perkotaan berkelanjutan, hingga kerja sama regional di Asia Tenggara.

Dalam salah satu sesi, Profesor Lim Siong Guan menekankan pentingnya pemerintahan yang mampu belajar dari masa lalu, beradaptasi dengan kondisi masa kini, dan mempersiapkan masa depan.

“Menjalankan negara tidak sama dengan menjalankan perusahaan. Pemerintah harus peduli terhadap semua warga, bukan hanya mereka yang berprestasi,” ujar Lim di hadapan peserta.

Program ini juga menjadi ajang bagi para kepala daerah untuk memperluas jejaring dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Maulana mengatakan, pengalaman belajar di NUS menjadi bekal penting untuk memperkuat kebijakan pembangunan berbasis inovasi dan kolaborasi.

“Banyak hal yang bisa diterapkan di daerah, terutama terkait tata kelola kota cerdas dan pelayanan publik yang efisien,” ungkapnya.

KPPD Angkatan II Tahun 2025 diikuti oleh 25 kepala daerah, terdiri atas 17 bupati dan 8 wali kota dari seluruh Indonesia.

Wali Kota Jambi menjadi salah satu dari peserta terpilih yang berkesempatan menimba pengalaman langsung di Singapura.

Selain mengikuti perkuliahan di Lee Kuan Yew School of Public Policy – NUS, peserta juga mempelajari praktik terbaik dalam bidang pendidikan, kesehatan, transportasi publik, dan manajemen lingkungan.

Program KPPD di NUS merupakan bagian dari upaya internasionalisasi Lemhannas RI untuk memperluas wawasan global para pemimpin daerah agar siap menghadapi tantangan geopolitik dan pembangunan masa depan.(*)




Ngeri!! Dua Hari Berturut-Turut, Iran Gempur Israel Tanpa Henti

SEPUCUKJAMBI.ID – Militer Israel melaporkan bahwa Iran kembali meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel pada Jumat (20/6/2025).

Serangan tersebut menjadi yang kedua kalinya secara berturut-turut menghantam kota Beersheba (Be’er Sheva) di selatan Israel.

Menurut laporan resmi militer, sistem pertahanan udara Iron Dome diduga mengalami malfungsi, menyebabkan beberapa rudal Iran berhasil menembus dan mengenai target di wilayah permukiman.

“Sirene terdengar di beberapa daerah setelah rudal-rudal dari Iran terdeteksi mengarah ke wilayah Israel,” demikian pernyataan militer Israel melalui kanal Telegram resminya.

Soroka Medical Center di Beersheba mengonfirmasi bahwa tujuh orang terluka dalam kondisi ringan saat mencoba menyelamatkan diri ke tempat perlindungan.

Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif.

Komando Front Dalam Negeri Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga telah membunyikan sirene Peringatan Merah di kota tersebut sebagai respons terhadap ancaman rudal lanjutan.

“Kami mendirikan dua pos pertolongan darurat dan memeriksa warga yang dievakuasi dari bangunan,” ujar paramedis Magen David Adom (MDA), Dvir Ben Ze’ev.

Ia juga menambahkan bahwa tim melihat asap tebal dan kendaraan terbakar saat tiba di lokasi kejadian.

Media lokal Maariv melaporkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan dan rumah warga.

Sementara di media sosial, warga Israel membagikan gambar kerusakan jendela, dinding, dan perabot rumah tangga akibat serangan.

Serangan hari Jumat merupakan lanjutan dari serangan balistik Iran sehari sebelumnya yang menghantam Soroka Medical Center.

Tim penyelamat Israel menyebut beberapa orang sempat terjebak di dalam lift saat rudal menghantam fasilitas medis tersebut, menurut Otoritas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel.

Laporan Al Jazeera, yang melakukan peliputan dari Yordania karena dilarang beroperasi di Israel dan wilayah Tepi Barat, menyebut Iron Dome Israel gagal berfungsi secara optimal, memungkinkan rudal-rudal Iran menembus pertahanan udara dan menghantam Beersheba.

Konflik Israel vs Iran meletus sejak Jumat pekan lalu, setelah Israel melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir dan militer Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Iran, hingga hari ketujuh konflik, 224 warga Iran tewas dan lebih dari 1.800 orang terluka akibat serangan militer Israel.

Di pihak Israel, Kementerian Kesehatan melaporkan sedikitnya 24 orang tewas dan 838 orang luka-luka. Lebih dari 5.000 warga telah dievakuasi dari wilayah terdampak, menurut laporan Channel 12.(*)




Sepekan Perang Iran-Israel: Ratusan Tewas, Serangan Rudal Terus Berlanjut, Ini Awal Mulanya

SEPUCUKJAMBI.ID – Perang antara Israel dan Iran masih berlangsung sengit hingga sepekan berlalu.

Serangan balasan terus dilancarkan oleh kedua pihak, menyebabkan ratusan korban jiwa dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Awal Mula Perang Israel vs Iran

Konflik ini bermula dari serangan udara yang dilancarkan Israel ke Iran pada Jumat, 13 Juni 2025.

Serangan tersebut menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran, termasuk kompleks nuklir Natanz dan pusat teknologi nuklir di Isfahan.

Israel berdalih, serangan itu adalah langkah pencegahan setelah laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa, Iran diduga memperkaya uranium hingga 60%.

Mendekati tingkat kemurnian 90% yang dapat digunakan untuk membuat bom nuklir.

Iran membantah tuduhan tersebut dan menyatakan proyek nuklirnya murni untuk kepentingan sipil.

Iran Balas Serangan, Tel Aviv Dihujani Rudal

Menanggapi serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan ke Tel Aviv menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone).

Israel kembali membalas, memicu pertempuran yang semakin sengit.

Hingga Rabu dini hari (18/6) lalu, ledakan-ledakan masih terdengar di berbagai wilayah Iran, terutama dekat fasilitas strategis.

Data terakhir menyebutkan, setidaknya 224 orang tewas di Iran, sementara 24 korban jiwa dilaporkan di Israel akibat serangan rudal balasan dari Iran.

Sikap Tegas Iran dan Ketegangan Diplomatik

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi serangan dari Israel.

“Siapapun yang menyerang Iran, akan kami balas. Kami juga mengimbau negara lain untuk berhenti mendukung rezim ini (Israel),” ujar Boroujerdi.

Iran juga mulai membatasi akses komunikasi warganya ke dunia luar.

Pemerintah Iran memblokir layanan internet dan membatasi panggilan telepon, serta menyerukan agar masyarakat menghapus WhatsApp karena dicurigai membocorkan data pengguna ke Israel.

Respons Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut angkat bicara melalui akun Truth Social miliknya.

Ia menyampaikan peringatan keras kepada Iran dan mendesak negara tersebut untuk menyerah tanpa syarat.

“Kami tahu di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ mereka bersembunyi. Kami tidak akan menyerangnya… untuk sekarang,” tulis Trump.

“MENYERAH TANPA SYARAT!” tegasnya dalam pernyataan terpisah.

Situasi Terkini di Teheran dan Tel Aviv

Ketegangan di ibu kota Teheran dan Tel Aviv masih tinggi.

Pemerintah kedua negara mengerahkan pasukan tambahan dan memperkuat pertahanan rudal mereka.

Warga diminta tetap berada di tempat aman dan menghindari kerumunan.(*)