Harga RAM Global Naik Tajam, Laptop dan Smartphone Terancam Lebih Mahal di Tahun 202

SEPUCUKJAMBI.ID – Harga Random Access Memory (RAM) di pasar global mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kenaikan harga komponen penting ini mulai berdampak langsung pada harga perangkat elektronik seperti laptop, komputer desktop, dan smartphone yang digunakan sehari-hari oleh konsumen.
Lonjakan harga RAM dipicu oleh pasokan yang semakin ketat di tengah permintaan tinggi dari industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kondisi tersebut membuat produsen perangkat elektronik menghadapi tekanan biaya produksi, yang berpotensi diteruskan ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga.
Berdasarkan laporan industri, harga kontrak modul DDR5, jenis RAM yang umum digunakan pada PC modern, dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat akibat keterbatasan stok.
Samsung bahkan menyebutkan bahwa stok DDR5 di pasar OEM atau Original Equipment Manufacturer berada pada level yang sangat rendah.
Sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga laptop dan ponsel pintar pada 2026.
Tekanan serupa juga dirasakan produsen PC rakitan. CEO salah satu produsen PC prebuilt, Wallace Santos, menyatakan bahwa kenaikan harga komponen memaksa perusahaan memperpanjang waktu produksi karena alokasi pasokan semakin terbatas.
Meski demikian, produsen berupaya menunda kenaikan harga selama mungkin.
Tak hanya RAM, komponen penyimpanan seperti SSD juga dilaporkan mengalami kenaikan harga signifikan dalam waktu singkat.
Kondisi ini membuat biaya produksi perangkat elektronik meningkat tajam, terutama untuk produk kelas menengah dan atas.
Analis industri menilai lonjakan permintaan dari sektor AI menjadi faktor utama krisis pasokan memori global.
Produsen RAM performa tinggi, G.Skill, menyebut permintaan luar biasa dari industri AI sebagai penyebab utama kelangkaan RAM di pasar.
Sementara itu, CEO Micron, Sanjay Mehrotra, memperingatkan bahwa kekurangan pasokan memori diperkirakan akan berlangsung hingga melewati 2026 seiring tingginya kebutuhan pusat data AI.
Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa harga perangkat elektronik tidak akan segera kembali stabil.
Dampak kondisi ini mulai terlihat pada proyeksi pasar. Pengiriman smartphone global diperkirakan menurun pada 2026 akibat meningkatnya biaya chip, termasuk memori.
Laptop dan PC juga diprediksi mengalami kenaikan harga serta potensi penurunan penjualan.
Konsumen yang berencana membeli laptop, PC, atau smartphone baru disarankan mempertimbangkan waktu pembelian lebih awal.
Pasalnya, jika pasokan RAM dan komponen lain tidak membaik, harga perangkat elektronik utama diperkirakan akan terus meningkat sepanjang 2026.(*)








