Update Pembunuhan di Talang Bakung: Masih Diburu Polisi, Pelaku Diduga Sempat Melintas di Gerbang Tol Kertapati

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polisi masih memburu pelaku kejahatan keji yang merenggut nyawa seorang pengusaha jual beli mobil, Nindya Novrin (38), yang ditemukan tewas di kediamannya, RT 22, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, pada Kamis pagi (2/10/2025).

Korban ditemukan oleh asisten rumah tangganya dalam kondisi luka parah akibat tusukan di bagian belakang kepala dan leher.

Saat ditemukan, korban sempat menunjukkan tanda-tanda masih hidup, namun meninggal dunia tak lama setelah dilarikan ke RS Siloam.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Hendra Wijaya Manurung, menyebut bahwa kasus ini merupakan pencurian dengan kekerasan (Pasal 365 KUHP). Pelaku diduga telah merencanakan aksi ini secara matang.

Baca juga:  Perampokan Sadis di Jambi! Pelaku Terpantau Masuk Tol Sebapo Jambi Pakai Mobil Curian, Kabur ke Arah Sumsel

Baca juga:  Semoga Cepat Tertangkap! Polisi Tengah Buru Pelaku Pembunuh Wanita di Talang Bakung

“Kasus ini murni perampokan disertai kekerasan. Pelaku saat ini dalam pengejaran,” ujar Kompol Hendra.

Satu unit Mitsubishi Pajero Sport warna putih milik korban hilang dari lokasi kejadian dan diduga dibawa kabur pelaku.

Rekaman CCTV menunjukkan mobil tersebut melintas di Gerbang Tol Muaro Sebapo pukul 06.20 WIB, hanya sekitar satu jam sebelum korban ditemukan tewas.

Tak lama kemudian, kendaraan yang sama terlihat kembali melintasi Gerbang Tol Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, tanpa pelat nomor.

Baca juga:  Wanita di Talang Bakung Ditemukan Tewas, Mobil Pajero Milik Korban Hilang

Baca juga:  Ditemukan Tewas Mengenaskan dan Mobil Pajero Hilang, Ini Kronologis Kejadian Berdasarkan Keterangan Warga Sekitar

Pelaku kemungkinan besar telah menyusun jalur pelariannya hingga ke luar provinsi. Penghilangan pelat nomor menjadi indikasi bahwa pelaku ingin menghindari deteksi kamera.

Rekaman CCTV dari kedua gerbang tol tersebut kini tengah dianalisis dan viral di media sosial serta grup WhatsApp warga. Namun, pihak kepolisian masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait keaslian rekaman tersebut.

Sementara itu, Doni, tetangga korban yang juga seorang tenaga kesehatan, mengaku ikut membantu mengevakuasi korban.

“Saya dengar ART-nya teriak, terus bantu angkat korban. Saat itu masih hidup, tapi kondisinya sangat lemah, darah sudah banyak keluar dari kepala dan lehernya,” jelas Doni.

Baca juga:  FGD Ditintelkam Polda Jambi, Media Punya Peran Strategis Cegah Disinformasi

Baca juga:  Wawako Jambi Diza, Minta Calon Pimpinan BAZNAS Penuhi Kriteria Syariah dan Regulasi

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan pelaku. Rekaman CCTV dari sekitar rumah korban juga sedang dianalisis.

Polresta Jambi kini menggandeng kepolisian lintas provinsi, khususnya di wilayah Sumatera Selatan, guna mempersempit ruang gerak pelaku.

Masyarakat diimbau untuk melaporkan jika melihat kendaraan Pajero Sport putih tanpa pelat nomor atau gerak-gerik mencurigakan di wilayah sekitarnya.(*)




Pelaku Melarikan Diri Tinggalkan Mobil, Satu Keluarga Jadi Korban Tabrak Lari di Sungai Gelam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peristiwa tragis kembali terjadi di jalur lintas Desa Tangkit Lama, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Sebuah kecelakaan tabrak lari yang melibatkan dua sepeda motor dan satu mobil menyebabkan seorang ibu meninggal dunia, Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kejadian bermula saat dua sepeda motor bersenggolan, yang menyebabkan satu motor yang ditumpangi sekeluarga terjatuh.

Nahas, seorang ibu yang menjadi penumpang terlempar ke jalan dan langsung dilindas mobil pribadi berwarna putih, diduga berjenis Daihatsu Xenia, yang melaju dari arah yang sama.

Baca juga:  Perampokan Sadis di Jambi! Pelaku Terpantau Masuk Tol Sebapo Jambi Pakai Mobil Curian, Kabur ke Arah Sumsel

Baca juga:  Fakta Baru Sidang Korupsi PT PAL: Saksi Sebut Izin Bodong, Uang Rp400 Juta Mengalir ke PTSP

“Motor disenggol motor lain, mereka jatuh. Ibunya pas jatuh langsung kena mobil,” kata Syahril, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.

Korban tewas di tempat akibat luka berat di bagian kepala. Kedua anaknya turut mengalami luka-luka, salah satunya mengalami dugaan patah tulang, sementara suaminya mengalami pendarahan di bagian kepala.

Menurut kesaksian warga, mobil yang menabrak korban sempat berhenti.

Namun, pengemudi justru meninggalkan kendaraannya dan melarikan diri. Mobil pelaku akhirnya diamankan warga, termasuk plat nomornya yang telah dicatat sebagai barang bukti.

Baca juga:  Gawat! Data ESDM Ungkap Banyak Tambang Galian C di Tanjab Barat Belum Punya Izin Lengkap

Baca juga:  Semoga Cepat Tertangkap! Polisi Tengah Buru Pelaku Pembunuh Wanita di Talang Bakung

“Kita lihat sopirnya kabur, mobil ditinggal begitu saja,” ujar Rendi, warga yang ikut membantu mengevakuasi korban.

Identitas korban belum diketahui secara pasti, namun menurut informasi sementara, korban berasal dari keturunan Tionghoa dan sedang dalam perjalanan dari arah Kota Jambi menuju Sungai Gelam.

Pengendara motor lain yang diduga menyenggol korban saat ini sedang mendapat perawatan di Puskesmas Tangkit Baru.

Jenazah korban telah dibawa oleh keluarganya, sementara tiga anggota keluarga lainnya segera dilarikan ke RS Siloam Jambi untuk penanganan medis lebih lanjut.

Salah satu saksi kunci yang merupakan mekanik bengkel dekat lokasi kejadian enggan memberikan keterangan karena masih mengalami trauma atas kejadian tersebut.(*)




FGD Ditintelkam Polda Jambi, Media Punya Peran Strategis Cegah Disinformasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktorat Intelkam Polda Jambi menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Peran Media Dalam Memitigasi Terjadinya Aksi Unjuk Rasa Anarkis”, bertempat di Hotel Ratu Duo, Kota Jambi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita dalam memperkokoh Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Ditintelkam Polda Jambi, AKBP S Bagus Santoso dan dihadiri oleh berbagai elemen pers.

Hadir pula Kasubdit Sosial Budaya AKBP Ali Sadikin, perwakilan Bidhumas Polda Jambi Kompol M Amin Nasution, Kompol Erwandi, serta sekitar 100 jurnalis dari berbagai organisasi pers, seperti SMSI, JMSI, PWI, IWO, IJTI dan lainnya.

Baca juga:  Melintas di Depan Mapolda Jambi, Ditintelkam Bagikan Takjil Gratis ke Pengendara

Baca juga:  Pemkot Jambi Gelar FGD, Wawako Diza : Pemutakhiran NJOP Langkah Strategis

Beberapa narasumber yang tampil dalam forum ini antara lain, Mukhtadi Puteranusa selaku Ketua SMSI Provinsi Jambi & Pengurus PWI Pusat (Wakil Direktur Satgas Anti Hoax), membawakan materi peran media sebagai pilar pencegahan disinformasi saat unjuk rasa.

Selanjutnya, Pirma Satria, merupakan Pemimpin Redaksi Jambi Ekspres dan Jambiupdate.com, mengulas tentang framing pemberitaan dalam liputan aksi demonstrasi.

Selanjutnya, Irwansyah A – Ketua PWI Kota Jambi, menyampaikan materi profesionalisme wartawan di era digital dan media sosial.

Kemudian AKP Suhartono, selaku Kanit I Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi, memaparkan kinerja Tim Cyber Polda dalam memantau potensi kerawanan di media sosial dan grup percakapan saat unjuk rasa berlangsung.

Baca juga:  Cegah Geng Motor dan Balap Liar, Polda Jambi Edukasi Pelajar Lewat Forum Diskusi

Baca juga:  Kasus Pengeroyokan Kader HMI: Polda Jambi Minta Mahasiswa Percayai Proses Hukum

FGD ini dipandu oleh Rahimin, akademisi sekaligus Pemimpin Redaksi makalamnews.id.

Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta.

Mereka mengangkat isu terkait mitigasi risiko liputan unjuk rasa, peran lembaga pers dalam melindungi wartawan, hingga pemantauan grup WhatsApp saat aksi berlangsung.

Salah satu jurnalis senior, Anton Nugros dari Trans7, membagikan pengalamannya saat menjadi korban kekerasan saat meliput unjuk rasa tahun 2013.

Baca juga:  Perampokan Sadis di Jambi! Pelaku Terpantau Masuk Tol Sebapo Jambi Pakai Mobil Curian, Kabur ke Arah Sumsel

Baca juga:  Ditemukan Tewas Mengenaskan dan Mobil Pajero Hilang, Ini Kronologis Kejadian Berdasarkan Keterangan Warga Sekitar

Ia menegaskan pentingnya mitigasi dan perlindungan bagi jurnalis yang bertugas di lapangan.

Terdapat sejumlah poin penting dari hasil diskusi tersebut. Seperti, disinformasi adalah ancaman nyata dalam aksi unjuk rasa. Media berperan penting dalam menyaring dan menyajikan informasi yang akurat.

Kemudian mitigasi peliputan sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan jurnalis di lapangan.

Selanjutnya, profesionalisme jurnalis yang harus dijaga dengan menaati kode etik jurnalistik dan tidak memframing isu yang dapat memicu kericuhan.

Baca juga:  Wali Kota Maulana: Wakaf Uang Bukan Hanya Menjaga Nilai Pokok, Tapi Mengalirkan Manfaat Sepanjang Masa

Baca juga:  Rotasi Pejabat Pemkot Jambi, Berikut Daftar Lengkap Pejabat Eselon II yang Dilantik Walikota Maulana

Serta Jurnalis wajib menyaring informasi dan tidak menyebarkan hoaks, serta menjaga keberimbangan dalam pemberitaan.

Dalam sambutannya, AKBP S. Bagus Santoso menyampaikan bahwa, media dan Polri adalah mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan.

“Melalui FGD ini, kami berharap terbangun rasa saling percaya antara jurnalis dan Polri. Pemberitaan yang disampaikan media hendaknya menyejukkan, edukatif, dan mencegah aksi unjuk rasa berkembang menjadi anarkis,” ungkapnya.(*)




Perampokan Sadis di Jambi! Pelaku Terpantau Masuk Tol Sebapo Jambi Pakai Mobil Curian, Kabur ke Arah Sumsel

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus pembunuhan sadis terhadap Nindia Novrin (38), seorang pengusaha jual beli mobil asal Jambi, mulai mengarah ke titik terang.

Korban ditemukan bersimbah darah di rumahnya di Lorong Ahmad Hasyim, RT 22, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan, pada Kamis pagi, 2 Oktober 2025.

Polisi menduga kuat, pelaku perampokan sekaligus pembunuhan itu melarikan diri menggunakan mobil korban, Mitsubishi Pajero Sport warna putih, dengan pelat nomor yang sudah dicopot, untuk menghindari pelacakan.

Mobil tersebut terekam CCTV memasuki Gerbang Tol Muaro Sebapo sekitar pukul 06.20 WIB, lebih dari satu jam sebelum korban ditemukan dalam kondisi kritis oleh asisten rumah tangganya.

Baca juga:  Wanita di Talang Bakung Ditemukan Tewas, Mobil Pajero Milik Korban Hilang

Baca juga:  Semoga Cepat Tertangkap! Polisi Tengah Buru Pelaku Pembunuh Wanita di Talang Bakung

“Mobil korban masuk tol tanpa pelat nomor. Pelaku diduga melarikan diri ke arah Bayung Lencir, Sumatera Selatan,” ujar sumber internal kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Korban pertama kali ditemukan oleh Aslamah (45), asisten rumah tangga korban, sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat itu pintu rumah masih terkunci dari dalam, namun terdengar suara lirih, “Aduh sakit…” dari kamar korban.

Pintu kamar dikunci menggunakan tali gorden dari dalam.

Baca juga:  Ditemukan Tewas Mengenaskan dan Mobil Pajero Hilang, Ini Kronologis Kejadian Berdasarkan Keterangan Warga Sekitar

Baca juga:  Fakta Baru Sidang Korupsi PT PAL: Saksi Sebut Izin Bodong, Uang Rp400 Juta Mengalir ke PTSP

Setelah berhasil dibuka melalui pintu samping, korban ditemukan dalam kondisi luka parah akibat senjata tajam, dan segera dilarikan ke RS Siloam.

Sayangnya, nyawa korban tak tertolong.

Beberapa barang milik korban yang dilaporkan hilang antara lain, 1 mobil Mitsubishi Pajero Sport putih (Nopol: AD 77 RA pelat diduga dicopot), 1  iPhone dan 1  HP biasa.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti, antara lain, pisau dapur yang diduga senjata pelaku, sepasang sepatu coklat milik pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian.

Polresta Jambi telah memeriksa empat saksi, termasuk asisten rumah tangga, warga sekitar, serta saksi mata yang ikut dalam evakuasi korban. Garis polisi telah dipasang, dan penyelidikan dilakukan secara intensif dengan melibatkan koordinasi lintas provinsi.

Baca juga:  AJI Jambi dan WWF Indonesia Gelar Nobar Film Dokumenter 'Berbagi Ruang' tentang Konflik Gajah Sumatera

Baca juga:  Satlinmas Kota Jambi Resmi Dikukuhkan, Walikota Maulana: Kunci Keamanan dari RT

“Kami sudah mengantongi beberapa petunjuk dan saat ini fokus pengejaran pelaku yang melarikan diri ke arah Sumsel,” jelas sumber dari pihak kepolisian.

Meski dalam data kependudukan korban tercatat sebagai ibu rumah tangga, warga mengenalnya sebagai pengusaha jual beli mobil yang aktif berjualan via media sosial.

Polisi kini meminta bantuan masyarakat jika melihat mobil Pajero putih tanpa pelat nomor melintas di jalur lintas timur Sumatera atau wilayah perbatasan Jambi–Sumatera Selatan.

Kematian tragis Nindia Novrin menambah panjang daftar kasus perampokan kendaraan bermotor disertai kekerasan di Provinsi Jambi.

Modus pelaku yang mencopot pelat kendaraan dan meninggalkan senjata tajam mengindikasikan bahwa aksi ini telah direncanakan secara matang.(*)




Fakta Baru Sidang Korupsi PT PAL: Saksi Sebut Izin Bodong, Uang Rp400 Juta Mengalir ke PTSP

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang kasus dugaan korupsi PT PAL yang melibatkan tiga terdakwa Victor Gunawan, Rais Gunawan, dan Wendy Haryanto.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis, 2 Oktober 2025, menghadirkan saksi-saksi kunci yang membuka tabir dugaan penyimpangan izin operasional perusahaan tersebut.

Salah satu saksi, Najman, yang merupakan mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Muaro Jambi tahun 2015, secara tegas menyebut bahwa izin operasional PT PAL adalah bodong.

“Maaf saya katakan, kalau izin PT PAL itu bodong,” ujar Najman dalam persidangan.

Baca juga:  Eks Direktur PT PAL dan Pihak BNI Diperiksa di Sidang Korupsi Jambi

Baca juga:  Bantah Buang Limbah Sembarangan, PT Palma Abadi: Pengelolaan Sudah Sesuai Izin dan Baku Mutu

Menurut Najman, meskipun izin usaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sempat terbit.

Namun izin teknis dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan untuk pengelolaan lahan dan pembangunan pabrik sawit, tidak pernah dikeluarkan karena tidak memenuhi persyaratan.

Beberapa syarat penting yang tidak dipenuhi oleh PT PAL antara lain, tidak memiliki lahan sawit minimal 20%, dan tidak ada kerja sama resmi dengan petani melalui KUD.

Kemudian tidak ada surat dari Pemerintah Provinsi dan tidak ada tembusan izin ke dinas teknis.

Baca juga:  Kasus Korupsi Pelabuhan Jambi: Tarjani Dihukum 2 Tahun, Uang 351 Juta Wajib Diganti

Baca juga:  PDAM Tirta Mayang Buka Suara, Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Bahan Kimia

“Mereka tidak pernah mengurus izin lanjutan ke dinas kami. Surat dari provinsi juga ditolak. Jadi izinnya tidak berlaku, saya katakan itu izin bodong,” tegas Najman.

Saksi lain, Edi, yang merupakan karyawan PT PAL dan bertanggung jawab mengurus perizinan, mengaku bahwa sebelum izin dari PTSP keluar, telah diberikan uang sebesar Rp400 juta untuk mempercepat proses penerbitannya.

“Benar, saya kasih Rp400 juta ke PTSP agar izin cepat keluar,” ungkapnya di hadapan majelis hakim.

Edi juga membenarkan bahwa tidak ada izin yang dikeluarkan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Meski demikian, izin PTSP tetap digunakan sebagai dasar dalam pengajuan kredit ke BNI.

Baca juga:  Kejari Bongkar Kasus Korupsi Proyek Pasar, Tiga Pejabat di Tebo Jadi Tersangka

Baca juga:  Wanita di Talang Bakung Ditemukan Tewas, Mobil Pajero Milik Korban Hilang

Tiga terdakwa dalam kasus ini Victor Gunawan, Rais Gunawan, dan Wendy Haryanto dijerat Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor, serta Pasal 3 jo Pasal 18 sebagai subsider.

Tindakan mereka menyebabkan kerugian negara sebesar, Rp12,25 miliar oleh Victor Gunawan dan Rp79,26 miliar oleh Wendy Haryanto (termasuk Rp75 miliar untuk melunasi utang PT PAL ke Bank CIMB)

Para terdakwa diduga memanipulasi data dan dokumen untuk mengajukan fasilitas kredit modal kerja dan investasi ke PT BNI (Persero), menggunakan izin usaha yang tidak sah sebagai jaminan legalitas.(*)




Semoga Cepat Tertangkap! Polisi Tengah Buru Pelaku Pembunuh Wanita di Talang Bakung

JAMBi, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepolisian tengah memburu pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang wanita bernama Nindia (38), warga RT 22, Jalan Ria Graphic, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Kamis pagi (2/10/2025).

Korban ditemukan tak bernyawa di bawah tempat tidurnya sekitar pukul 08.30 WIB oleh asisten rumah tangga (ART).

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban mengenaskan, dengan luka parah di bagian belakang kepala hingga bahu kiri, diduga akibat senjata tajam.

Kepolisian menduga kuat bahwa Nindia menjadi korban pembunuhan berencana yang berkaitan dengan aksi pencurian dengan kekerasan.

Baca juga:  Ditemukan Tewas Mengenaskan dan Mobil Pajero Hilang, Ini Kronologis Kejadian Berdasarkan Keterangan Warga Sekitar

Baca juga:  Wanita di Talang Bakung Ditemukan Tewas, Mobil Pajero Milik Korban Hilang

Pasalnya, satu unit mobil Pajero putih dengan nomor polisi AD 77 RA milik korban juga dilaporkan hilang dari lokasi kejadian.

“Satu unit mobil milik korban turut hilang. Saat ini tim sedang bekerja untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Hendra Wijaya Manurung.

Menurut informasi dari saksi dan warga sekitar, korban memang sempat berencana menjual mobil miliknya.

Bahkan, sebelum kejadian, korban sempat berkomunikasi dengan suaminya melalui aplikasi pesan mengenai seseorang yang akan datang melihat mobil tersebut.

Baca juga:  Nekat Curi Motor untuk Pulang Kampung Hingga Hilangkan Nyawa Korban, Pelaku Akhirnya Dibekuk Satreskrim Polres Tebo

Baca juga:  Kasus Brimob Tabrak Ojol hingga Tewas, Divpropam Polri: Sidang Kode Etik Dimulai Pekan Ini!

Orang yang disebut-sebut sebagai calon pembeli itu diketahui datang dari arah Sengeti.

Salah satu tetangga korban, Doni, yang ikut mengevakuasi jenazah, mengungkapkan bahwa korban tinggal hanya bersama ART karena sang suami bekerja di luar kota.

“Korban memang sempat cerita mau jual mobil Pajero-nya. Tapi siapa yang datang beli, kami nggak tahu pasti,” kata Doni.

Kondisi rumah korban juga ditemukan dalam keadaan berantakan. Selain mobil yang raib, dokumen penting seperti STNK dan berkas pribadi lainnya ikut hilang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya masih diselidiki.

Polisi juga menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap. Kita terus lakukan pengejaran,” tegas Kompol Hendra.(*)




Ditemukan Tewas Mengenaskan dan Mobil Pajero Hilang, Ini Kronologis Kejadian Berdasarkan Keterangan Warga Sekitar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peristiwa penemuan jasad seorang wanita bernama Nindia (38) menggemparkan warga RT 22, Jalan Ria Graphic, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, pada Kamis pagi, 2 Oktober 2025.

Menurut keterangan saksi mata dan warga sekitar, kejadian bermula sekitar pukul 05.30 WIB, saat suara mobil milik korban terdengar meninggalkan rumah.

Meski terdengar tidak seperti biasanya, tidak ada yang mencurigai hal aneh saat itu.

Sekitar pukul 08.30 WIB, asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumah korban tiba dan menemukan pintu dalam keadaan tidak terkunci.

Baca juga:  Wanita di Talang Bakung Ditemukan Tewas, Mobil Pajero Milik Korban Hilang

Baca juga:  PAD Jadi Andalan Pembangunan, Wali Kota Maulana Instruksikan Lurah Gencarkan Sosialisasi Pajak

Saat masuk ke kamar, ia terkejut mendapati Nindia sudah dalam kondisi tergeletak di bawah tempat tidur dengan tubuh bersimbah darah.

“Teriakan pembantunya langsung bikin warga keluar rumah dan datang ke lokasi,” ungkap Doni, salah satu warga yang pertama datang dan turut membantu evakuasi korban.

Doni menjelaskan, kondisi korban sangat mengenaskan.

“Lukanya di bagian kepala belakang, terus dari leher sampai ke bahu kiri. Darahnya banyak, kental. Saya sempat pegang juga pas bantu angkat ke mobil,” ujarnya.

Baca juga:  Hati-Hati! Balap Liar di Jalan Umum Bisa Masuk Penjara, Berikut Penjelasan Kasat Lantas Polresta Jambi

Baca juga:  Nekat Curi Motor untuk Pulang Kampung Hingga Hilangkan Nyawa Korban, Pelaku Akhirnya Dibekuk Satreskrim Polres Tebo

Menurut Doni, korban tinggal hanya bersama ART karena suaminya bekerja di luar daerah dan jarang pulang. Ia juga menyebut korban sempat berencana menjual mobil miliknya.

“Setahu saya, mobil Pajero itu punya dia sendiri. Katanya memang mau dijual. Tapi saya nggak tahu siapa yang mau beli,” jelasnya.

Saksi lain yang enggan disebut namanya menambahkan bahwa korban sempat berkomunikasi dengan suaminya lewat aplikasi pesan sebelum kejadian.

Mereka membahas soal seseorang yang ingin melihat mobil Pajero putih milik korban. Orang tersebut dikabarkan berangkat dari arah Sengeti dan tiba pagi hari saat lingkungan masih sepi.

Baca juga:  Aksi Tawuran Digagalkan, Ditreskrimum Polda Jambi Tangkap 5 Pemuda

Baca juga:  Pastikan Volume MinyakKita Kemasan Botol Maupun Pouch, Dirreskrimsus Polda Jambi Lakukan Pengecekan 

Setelah kejadian, mobil Pajero dengan nomor polisi AD 77 RA dinyatakan hilang. Selain itu, kamar korban berantakan, dan dokumen penting seperti STNK juga raib.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, melalui Kasat Reskrim Kompol Hendra Wijaya Manurung, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Kita masih dalam tahap penyelidikan. Satu unit mobil hilang. Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap,” ujar Kompol Hendra singkat.(*)




Wanita di Talang Bakung Ditemukan Tewas, Mobil Pajero Milik Korban Hilang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana pagi di Jalan Ria Graphic, RT 22, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi mendadak heboh.

Seorang wanita bernama Nindia (38) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Kamis (2/10/2025).

Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh asisten rumah tangganya.

Saat itu, Nindia tergeletak dalam kondisi mengenaskan di bawah tempat tidur, dengan luka serius di bagian kepala dan leher yang diduga akibat senjata tajam.

Baca juga:  Ditemukan Tewas Mengenaskan dan Mobil Pajero Hilang, Ini Kronologis Kejadian Berdasarkan Keterangan Warga Sekitar

Baca juga:  Restorative Justice KDRT, Istri di Sarolangun Cabut Laporan Usai Suami Minta Maaf

Selain kehilangan nyawa, korban juga kehilangan mobil pribadi jenis Pajero putih dengan nomor polisi AD 77 RA, yang raib dari lokasi kejadian. Polisi menduga kuat bahwa Nindia menjadi korban perampokan disertai kekerasan.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Serahkan Santunan Rp42 Juta untuk Keluarga Tukang Ojek yang Tewas Kecelakaan

Baca juga:  Kasus Brimob Tabrak Ojol hingga Tewas, Divpropam Polri: Sidang Kode Etik Dimulai Pekan Ini!

Saksi mata, Doni, yang ikut mengevakuasi jenazah ke rumah sakit, menjelaskan bahwa luka yang dialami korban cukup dalam dan parah.

“Darahnya banyak dan kental. Saya juga sempat melihat langsung lukanya di belakang kepala hingga ke pundak kiri,” ujar Doni.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sekitar pukul 05.30 WIB terdengar suara mobil Nindia, namun tak ada yang curiga.

Sekitar pukul 08.30 WIB, teriakan ART yang menemukan korban membuat warga berbondong-bondong datang ke rumah tersebut.

Baca juga:  Hati-Hati! Balap Liar di Jalan Umum Bisa Masuk Penjara, Berikut Penjelasan Kasat Lantas Polresta Jambi

Baca juga:  Polresta Jambi Rutin Gelar Binrohtal, Wujudkan Polisi Religius dan Profesional

Saksi lain menyebut, sebelum kejadian, korban sempat berkomunikasi dengan suaminya melalui aplikasi pesan.

Mereka membahas soal calon pembeli mobil Pajero yang kabarnya datang dari arah Sengeti. Diduga, pelaku adalah orang yang berpura-pura ingin membeli mobil.

Kondisi rumah korban juga terlihat acak-acakan. Berkas-berkas pribadi berserakan, dan STNK kendaraan ikut hilang.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif. Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar melalui Kasat Reskrim Kompol Hendra Wijaya Manurung mengonfirmasi bahwa, pihaknya masih menunggu hasil otopsi.

Baca juga:  Nekat Curi Motor untuk Pulang Kampung Hingga Hilangkan Nyawa Korban, Pelaku Akhirnya Dibekuk Satreskrim Polres Tebo

Baca juga:  Pastikan Volume MinyakKita Kemasan Botol Maupun Pouch, Dirreskrimsus Polda Jambi Lakukan Pengecekan 

“Kami masih mendalami kasus ini. Satu unit mobil juga turut hilang. Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap,” ujar Kompol Hendra.(*)




Restorative Justice KDRT, Istri di Sarolangun Cabut Laporan Usai Suami Minta Maaf

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebuah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Desa Pemusiran, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun berhasil diselesaikan melalui pendekatan Restorative Justice yang difasilitasi oleh Polres Sarolangun, Selasa (30/9/2025).

Kejadian bermula saat seorang suami berinisial RS menjemput istrinya YYS di rumah orang tuanya dalam kondisi mabuk.

Dalam perjalanan pulang, terjadi adu mulut yang berakhir dengan dugaan pemukulan terhadap korban yang saat itu tengah menggendong bayinya.

“Motif utamanya adalah cekcok antara suami dan istri di bawah pengaruh alkohol. Setelah kejadian, korban membuat laporan ke Polres,” ujar Kasat Reskrim AKP Yosua Adrian.

Baca juga:  Mantap! Begal Motor Bersenjata di Sarolangun Ditangkap, Kurang dari 24 Jam!

Baca juga:  Hebat! Siswa SDN 002 Sarolangun Wakili Jambi di OSN Nasional 2025

Pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan terhadap para pihak dan membuka ruang mediasi.

Dalam pertemuan itu, pelaku menyatakan penyesalan dan meminta maaf, sementara korban memutuskan untuk memaafkan dan mencabut laporan.

Mediasi berlangsung damai dengan disaksikan keluarga kedua belah pihak.

Polisi menyatakan bahwa pendekatan ini dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama dan memenuhi unsur keadilan.

Baca juga:  Kapolres Sarolangun Kunjungi Polsek Pauh dan Mandiangin, Bahas Disiplin dan Ketahanan Pangan

Baca juga:  Operasi Patuh 2025: Polres Sarolangun Fokus Edukasi, Tindak ODOL dan Pelanggar Lalin

“Kami harap keduanya bisa kembali menjalani kehidupan rumah tangga secara harmonis. Tapi, ini juga menjadi peringatan agar kekerasan tidak lagi terjadi di dalam rumah tangga,” tambah AKP Yosua.

Restorative justice menjadi salah satu metode penyelesaian perkara yang kini banyak diterapkan untuk kasus-kasus tertentu, termasuk yang melibatkan hubungan keluarga.(*)




Mantap! Begal Motor Bersenjata di Sarolangun Ditangkap, Kurang dari 24 Jam!

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Aksi begal motor bersenjata tajam yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Dusun Dalam, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, akhirnya berhasil diungkap.

Polres Sarolangun bersama Polsek Bathin VIII berhasil menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, melalui Kasat Reskrim AKP Yosua Adrian mengungkapkan bahwa, tersangka berinisial JLK, warga Sungai Baung, Kecamatan Sarolangun.

Baca juga:  Pelaku Begal di Jelutung Terancam Pasal Berlapis, Bisa Dihukum hingga 12 Tahun Penjara

Baca juga:  Miris! Pelaku Begal di Jelutung Jual Motor Korban Cuma Rp1 Juta untuk Judi Online

Aksi kejahatan itu terjadi pada Selasa, 30 September 2025, sekitar pukul 06.00 WIB.

Saat itu, korban berinisial AB sedang mengendarai motor Honda Beat Street warna hitam (BH 6871 QC) dari arah Limbur Tembesi menuju Desa Tanjung.

Di kawasan Simpang Petai, korban dipepet oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai motor Yamaha NMAX hitam.

Salah satu pelaku turun dan menodongkan senjata tajam ke leher korban hingga korban terjatuh. Sepeda motor korban kemudian dirampas dan dibawa kabur.

Baca juga:  Bantah Lakukan Penganiayaan, Berikut Versi Pengakuan Pelaku Begal di Jelutung

Baca juga:  Fakta Baru Aksi Pembegalan di Jelutung, Ini Kronologi Versi Kapolsek Kotabaru

Korban mengalami kerugian sekitar Rp8 juta dan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Macan Pseko Satreskrim Polres Sarolangun dan Polsek Bathin VIII langsung bergerak.

Setelah serangkaian penyelidikan, petugas berhasil menangkap tersangka di wilayah Kecamatan Bathin VIII pada malam harinya, tanpa perlawanan.

“Kami juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit motor milik korban. Tersangka saat ini telah ditahan di Mapolres Sarolangun,” jelas AKP Yosua.

Baca juga:  Cegah Gizi Buruk, Polres Sarolangun Rekrut Relawan Pengawas MBG

Baca juga:  Tingkatkan Kamseltibcarlantas, Polisi Sarolangun Terjun Langsung di Jalan Raya

Tersangka dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) ke-2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Polisi mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat berkendara, terutama di jalur sepi. Disarankan menggunakan kunci ganda dan tidak bepergian sendiri saat dini hari atau pagi buta.(*)