Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Jaluko Raih Penghargaan Inovasi Alat Pemipil Jagung Portable

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepedulian terhadap ketahanan pangan di Provinsi Jambi semakin nyata dengan terobosan inovasi alat pemipil jagung portable yang dikembangkan oleh Polda Jambi.

Inovasi ini menjadi bagian dari kontribusi nyata institusi kepolisian dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan lokal.

Alat pemipil jagung portable ini pertama kali diimplementasikan oleh Polsek Jaluko, yang menjadi pelopor dalam pelaksanaan inovasi tersebut di tingkat Polres dan Polsek. Berkat keberhasilan penerapan alat ini, Polsek Jaluko mendapatkan penghargaan khusus dari Polda Jambi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kreatifitas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Polda Jambi kepada Kapolsek Jaluko, Iptu Yohanes Chandra, yang didampingi oleh Kanit Binmas Aiptu Ismoyo pada acara resmi di lingkungan Polda Jambi.

“Ini bukti nyata bahwa Polri tidak hanya fokus menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendorong inovasi yang berdampak langsung pada ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat,” ujar Iptu Yohanes Chandra usai menerima penghargaan.

Alat pemipil jagung portable yang dikembangkan ini sangat efektif dan praktis, terutama bagi petani di daerah pedesaan yang masih mengandalkan metode manual dalam proses pemipilan jagung. Alat ini mampu mempercepat proses pasca-panen dan meningkatkan produktivitas petani jagung di wilayah hukum Polda Jambi.

Kanit Binmas Polsek Jaluko, Aiptu Ismoyo, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari aspirasi dan kebutuhan langsung dari warga binaan dan kelompok tani setempat.

“Kami mendengar keluhan masyarakat soal lambatnya proses pemipilan jagung secara manual. Dari situ muncul ide membuat alat yang ringan, portable, dan mudah digunakan langsung di lapangan,” jelasnya.

Program ketahanan pangan Polda Jambi ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat kemandirian pangan di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.

Keberhasilan Polsek Jaluko diharapkan dapat menjadi inspirasi dan direplikasi oleh polsek-polsek lain di wilayah hukum Polda Jambi, sebagai bukti nyata sinergi antara keamanan dan kesejahteraan masyarakat.(*)




Refleksi Hari Bhayangkara: Kapolda Jambi Ajak Polri Kembali ke Hati Masyarakat

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menyampaikan harapan dan pesan penting kepada seluruh jajaran kepolisian serta masyarakat.

Ia menegaskan komitmen Polda Jambi untuk terus membangun institusi Polri yang terbuka, humanis, dan profesional, selaras dengan semangat Polri Presisi.

“Kami membuka institusi ini dengan sepenuh hati. Kami tahu bahwa rekan-rekan Polri telah bekerja dengan sangat baik, menjalankan tugas sesuai otoritas yang diberikan oleh undang-undang dan kepercayaan masyarakat, baik sebagai penjaga kamtibmas, penegak hukum, maupun pelayan publik,” tegas Irjen Krisno.

Kapolda Jambi menekankan pentingnya seluruh personel Polri untuk terus mengedepankan prinsip Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi) dalam setiap tugas.

“Kami ingin menjadi institusi yang dipercaya dan dicintai masyarakat. Menjadi Polisi Presisi adalah langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman dan menjamin masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini,” tambahnya.

Irjen Krisno juga menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para anggota Polri, khususnya di wilayah Jambi, yang telah menunjukkan integritas dan profesionalisme tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi bersama Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai-nilai demokrasi.(*)




Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Jambi: Jadi Momentum Berkomitmen!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polda Jambi memperingati Hari Bhayangkara ke-79 dengan berbagai rangkaian kegiatan yang digelar secara khidmat di Mapolda Jambi, Selasa (1/7).

Pada momen penting ini, Kapolda Jambi,  Irjen Pol Krisno H Siregar, menyampaikan pesan kuat terkait penguatan pelayanan publik dan peningkatan keamanan di wilayah Jambi.

“Hari Bhayangkara ke-79 ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran kepolisian di Provinsi Jambi untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah. Kami bertekad meningkatkan sinergi dengan semua elemen masyarakat dan stakeholder demi Jambi yang lebih aman dan damai,” kata Kapolda Jambi, dalam sambutannya.

Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini mengangkat tema “Polri untuk Masyarakat”, yang menjadi landasan Polda Jambi dalam menjalankan tugas dan fungsi kepolisian.

“Kita tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tapi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui inovasi dan digitalisasi layanan kepolisian, kami ingin memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan,” timpalnya.

Selain upacara resmi, Polda Jambi juga melaksanakan kegiatan bakti sosial dan penguatan kapasitas anggota polisi guna meningkatkan profesionalisme.

Semua kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri di Provinsi Jambi.

Peringatan Hari Bhayangkara 1 Juli 2025 oleh Polda Jambi ini menegaskan peran strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan nasional.(*)




Kecelakaan Tunggal di Jalan Lintas Jambi-Muarasabak, Satu Remaja Meninggal Dunia

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID -Dua remaja putri asal Kota Jambi mengalami kecelakaan tunggal di jalan lintas Jambi-Muarasabak.

Tepatnya di kawasan hutan produksi PT WKS, Zone V, Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Insiden tersebut terjadi pada Senin siang sekitar pukul 12.15 WIB.

Kasat Lantas Polres Tanjab Timur, Iptu Meiselin Lobat, menjelaskan kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BH 4041 CC yang dikendarai oleh Putri Andini (17), wiraswasta, dengan penumpang Kaila Nurlia Habibah (17), pelajar, keduanya warga Kelurahan Danau Sipin, Kota Jambi.

Menurut keterangan Iptu Meiselin, kedua korban melaju dari arah Kota Jambi menuju Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muarasabak Barat.

Saat melintasi jembatan Zone V PT WKS, pengendara tidak menurunkan kecepatan sehingga kehilangan kontrol dan terpental dari motor.

Akibatnya, keduanya terbanting ke badan jalan aspal. Pengendara lain dan penjual es tebu di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Nurdin Hamzah Muara Sabak untuk penanganan medis.

Sayangnya, penumpang yang merupakan pelajar mengalami luka parah dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sementara pengendara sepeda motor mengalami luka lecet di tangan kiri, kaki, dan dagu. Saat ini, Putri Andini masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD tersebut.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan oleh Unit Laka Satlantas Polres Tanjab Timur.

Pihak kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi-saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.(*)




Kabur ke Malaysia! Tersangka Pembunuhan di Kerinci Akhirnya Ditangkap

KERINCI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci berhasil menangkap dan menjemput tersangka kasus pembunuhan, Agus Kurnia Saputra, dari Malaysia.

Penjemputan dilakukan di Bandara Internasional Kuala Lumpur, dan tersangka kini telah tiba di Indonesia.

Kasatreskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasatiawan, menyampaikan informasi ini melalui video yang dibagikan di media sosial Facebook oleh Melati Sukma Dewi.

Dalam video tersebut, AKP Very tampak berada di bandara Kuala Lumpur, menyatakan bahwa mereka tengah menjemput tersangka utama dalam kasus pembunuhan yang menghebohkan warga Kerinci beberapa bulan lalu.

“Kami berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 14.59 waktu setempat untuk menjemput tersangka pembunuhan, Agus Kurnia Saputra,” ujar AKP Very.

Agus Kurnia Saputra merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap seorang wanita berinisial E, warga Pelayang Raya, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah kios pupuk di Desa Lolo Gedang, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, pada Jumat, 6 Desember 2024, sekitar pukul 15.00 WIB.

Setelah kejadian, Agus melarikan diri ke Malaysia melalui Dumai.

Ia sempat bekerja di sebuah rumah makan sebelum akhirnya ditangkap oleh aparat berwenang dan diserahkan kepada tim Polres Kerinci.

“Sebelum berangkat, saya sempat memberitahu anaknya (korban). Setelah sampai di Dumai, saya langsung menuju Malaysia,” ungkap Agus kepada tim Macan Kincai Polres Kerinci.

“Di Malaysia saya sempat bekerja di rumah makan selama satu minggu, lalu ditangkap,” tambahnya.

Setelah dijemput di Malaysia pada Selasa, 1 Juli 2025, tim Macan Kincai Polres Kerinci bersama tersangka Agus Kurnia Saputra tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Rabu dini hari, pukul 02.59 WIB.

AKP Very Prasatiawan menjelaskan bahwa, tim saat ini masih berada di Jakarta dan dijadwalkan akan berangkat ke Padang, Sumatera Barat, pada pukul 09.30 WIB untuk proses selanjutnya.

“Kami telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, dan akan segera berangkat ke Padang untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat korban dan tersangka saling mengenal, serta pelaku sempat buron selama beberapa bulan sebelum akhirnya berhasil ditangkap.(*)




Polres Tebo Lindungi Tokoh SAD Usai Konflik dengan Kelompok Merangin

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Dua tokoh adat dari Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, saat ini berada di bawah perlindungan Polres Tebo setelah terlibat konflik dengan kelompok SAD lain dari wilayah Bangko, Kabupaten Merangin.

Insiden ini bermula dari perselisihan terkait perjanjian pernikahan antara Anggita Sinaga dan Romi, yang memicu aksi kekerasan pada Sabtu, 28 Juni 2025 sekitar pukul 13.00 WIB.

Peristiwa terjadi di wilayah hukum Polres Bungo, tepatnya di Jalan Muara Bungo Bathin II.

Akibat kejadian tersebut, Tumenggung Hasan mengalami luka serius di bagian kaki, sementara rekannya, Tumenggung Buyung, ikut terdampak secara psikologis.

Keduanya kemudian mencari perlindungan ke Mapolres Tebo guna menghindari kemungkinan serangan balasan.

Kapolres Tebo AKBP Triyanto menyatakan bahwa pihaknya segera mengambil tindakan cepat demi mencegah konflik semakin meluas.

“Kami mengamankan kedua tokoh adat SAD tersebut di Mapolres Tebo untuk menjamin keselamatan mereka. Tumenggung Hasan juga sudah dirawat di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo,” ujarnya.

Selain pengamanan fisik, pendamping dari Orik (Organisasi Rakyat untuk Kehidupan) turut memberikan dukungan moral dan psikososial bagi kedua tokoh tersebut selama masa perlindungan.

Guna menyelesaikan konflik secara damai dan berkelanjutan, Polres Tebo kini aktif berkoordinasi dengan Polres Bungo dan Polres Merangin, mengingat peristiwa ini melibatkan lintas kabupaten.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah dan Dinas Sosial, yang kini tengah membentuk tim terpadu lintas wilayah.

Tujuannya adalah mendorong penyelesaian damai berbasis kearifan lokal dan nilai budaya komunitas adat.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menegaskan bahwa pihak kepolisian hadir sebagai pelindung seluruh warga, termasuk kelompok adat.

“Dalam konflik seperti ini, kami mengedepankan pendekatan humanis dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal. Polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga penjaga harmoni masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memerintahkan pengamanan bagi kedua tokoh adat saat nantinya kembali ke komunitas asal mereka di Desa Semambu, sembari memastikan situasi tetap kondusif.

Sebagai langkah preventif, personel Polsek Sumay turut disiagakan di sekitar pemukiman SAD untuk menjaga keamanan dan memastikan tidak ada eskalasi lanjutan.(*)




Pasutri di Sarolangun Bacok Pemilik Warung, Rampas Emas Rp70 Juta

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID– Aksi kejahatan sadis dilakukan pasangan suami istri (pasutri) asal Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun.

Mereka nekat melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) dan membacok seorang pemilik warung di Desa Batu Ampar. Tak hanya berdua, pasutri ini beraksi bersama tiga pelaku lainnya.

Para pelaku yang telah diamankan adalah IR (35) dan istrinya MR alias Mar (34), warga Kecamatan Pauh, serta rekannya DB alias Tika (35), AS (43), dan ZB (48).

Kapolsek Pauh, IPTU Afandi Anora, SH, mewakili Kapolres Sarolangun AKBP Budi Prasetya, SIK, M.Si, mengatakan bahwa para pelaku ditangkap setelah melakukan aksi pencurian terhadap korban berinisial ND alias ML (33) pada 10 Mei 2025 lalu.

Penangkapan dilakukan pada 11 Juni 2025 sekitar pukul 20.00 WIB oleh Tim Gabungan Resmob Polda Jambi, Macan Pseko, dan Macan Pauh, saat para pelaku berada di rumahnya masing-masing di Desa Batu Ampar.

“IR diamankan lebih dulu, disusul oleh Tika dan Mar di lokasi berbeda. Semua dibawa ke Mapolsek Pauh untuk proses lebih lanjut,” ujar IPTU Afandi.

Peristiwa bermula saat korban membuka warungnya sekitar pukul 05.00 WIB.

Pelaku ZB datang dengan alasan ingin membeli sembako. Namun saat pintu dibuka, pelaku IR langsung menyerang korban.

“Korban dipukul di bagian kepala lalu dibacok dengan senjata tajam di tangan, sebelum pelaku merampas kalung dan gelang emas seberat 10 mayam, senilai sekitar Rp70 juta,” jelas Kapolsek.

Setelah korban tak berdaya, seluruh perhiasan emas yang dikenakan diambil paksa. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pauh.

Petugas yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Dodi Tisna Amijaya, SE langsung bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, lima pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap tanpa perlawanan.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

  • 1 unit telepon genggam

  • Uang tunai Rp6.800.000 dan Rp2.500.000, yang merupakan sisa hasil penjualan emas curian

Kelima tersangka saat ini telah ditahan di Mapolsek Pauh. Mereka dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) ke-1, 2, dan 4 Jo Pasal 55 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan dan turut serta membantu melakukan pencurian dengan kekerasan.

“Ancaman hukuman maksimal adalah 12 tahun penjara,” tegas IPTU Afandi.(*)




Ditbinmas Polda Jambi Bidik RT 06 Sungai Putri Dibidik Jadi Wilayah Percontohan Anti-Narkoba

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Dalam upaya memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman narkoba, Direktorat Binmas Polda Jambi melalui Subdit Bintibsos menggelar penyuluhan bertema “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba Melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2025” pada Rabu (25/6/2025) di RT 06, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga dan remaja putri sebagai garda terdepan keluarga dalam pencegahan narkoba, serta dihadiri oleh Ketua RT setempat, Hermato, dan para tokoh masyarakat.

Penyuluhan dimulai pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kasubdit Bintibsos, AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto, M.H., M.Pd., mewakili Dirbinmas Polda Jambi, AKBP Henky Poerwanto, SIK, MM.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita bersama. Kami ingin RT 06 menjadi role model lingkungan sadar bahaya narkoba di Jambi,” ujar AKBP Dadang.

Adapun poin utama penyuluhan meliputi:

  • Peningkatan kesadaran keluarga tentang bahaya narkoba.

  • Deteksi dini dan intervensi terhadap potensi penyalahgunaan.

  • Penciptaan lingkungan sehat dan positif bagi generasi muda.

  • Akses terhadap rehabilitasi dan dukungan bagi penyintas narkoba.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pre-emtif Ditbinmas Polda Jambi dalam menjaga Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) berbasis komunitas.

Warga menyambut antusias kegiatan ini dan berharap agar penyuluhan serupa rutin digelar di wilayah mereka.

“Sangat bermanfaat, kami jadi tahu bagaimana menghindari dan melindungi keluarga dari narkoba,” ungkap salah satu warga.

Penyuluhan ini menegaskan bahwa edukasi dan pendekatan berbasis masyarakat menjadi senjata utama melawan narkoba di era digital. Selain penegakan hukum, Polda Jambi terus mengedepankan strategi humanis dalam menjaga ketertiban dan keselamatan warga.(*)




Kapolri Rotasi Jabatan: 5 PJU Polda Jambi dan 2 Kapolres Bergeser

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kapolri menerbitkan Surat Telegram rotasi jabatan pada 24 Juni 2025, yang menimpakan pergeseran besar di lingkungan Polda Jambi.

Lima posisi Pejabat Utama dan dua kepala kepolisian resor mengalami pergantian, sesuai regulasi penyegaran organisasi dan peningkatan profesionalisme.

Daftar Mutasi Pejabat Polda Jambi

Jabatan Lama Baru
Dansat Brimob Kombes Pol Zulkifli Ismail Kombes Pol Muhammad Faishal Aris (eks Kepri)
Dirreskrimsus Kombes Pol Dr Bambang Yugo Pamungkas AKBP Taufik Nurmandia (eks Wadirreskrimsus Jambi)
Dirreskrimum Kombes Pol Dr Manang Soebeti AKBP Jimmy Christian Samma (eks Kasubagjianta Bareskrim)
Dirresnarkoba Kombes Pol Dr Ernesto Saiser Kombes Pol Dewa Palguna, S.H., S.I.K., M.H.
Kepala SPN Kombes Pol Frenky Yusandhy, S.I.K., M.A. AKBP Dili Yanto, S.I.K., S.H., M.H. (eks Polda Sumsel)

🚨 Dua Kapolres Berganti

  • Kapolres Sarolangun: AKBP Budi Prasetya → AKBP Wendi Oktariyansah (eks Kasubdit IV Tipidter).

  • Kapolres Merangin: AKBP Roni Syahendra → AKBP Kiki Firmansyah Efendi (eks Kabagwatpers Polda Sumsel).

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, melalui Kabid Humas Kombes Pol Mulia Prianto, menyampaikan bahwa rotasi jabatan adalah kebijakan umum dalam tubuh Polri.

“Mutasi adalah strategi penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier yang bertujuan tetap meningkatkan profesionalisme,” ujar Prianto.

Pengisian jabatan baru ini diyakini akan memperkuat kinerja operasional dan administratif Polda serta Polres, sambil menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas, khususnya dalam penegakan hukum dan pelayanan publik.(*)




Kepulangan Jamaah Haji, Polda Jambi Stop Truk Batubara hingga 3 Juli

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi mengeluarkan kebijakan penghentian sementara operasional truk angkutan batubara guna mendukung kelancaran kepulangan jamaah haji asal Provinsi Jambi, mulai 24 Juni hingga 3 Juli 2025 pukul 18.00 WIB.

Operasional akan kembali normal pada 4 Juli 2025 pukul 18.00 WIB.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada jamaah yang baru saja menunaikan ibadah haji, sekaligus memastikan arus lalu lintas dari dan menuju Bandara Sultan Thaha Jambi tetap lancar.

Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, menegaskan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari kepedulian sosial dan spiritual.

“Para jamaah haji telah berangkat dengan doa-doa kita. Kini saatnya kita sambut mereka dengan kelancaran. Maka kami hentikan sementara roda besi truk-truk batubara yang biasa melintas,” ujarnya pada Selasa (24/6/2025).

Menurutnya, ini bukan sekadar soal regulasi lalu lintas, tapi juga tentang nilai-nilai adab dan penghormatan terhadap tamu Allah.

Polda Jambi juga mengimbau seluruh perusahaan tambang dan sopir truk batubara untuk mendukung kebijakan ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini menjadi amal baik kita bersama. Setelah 4 Juli, truk boleh kembali beroperasi dengan lebih tertib dan teratur,” tambah Adi Benny.

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Jambi, khususnya keluarga jamaah haji yang merasa terbantu dengan kelancaran akses jalan saat menjemput sanak keluarga mereka.(*)