Imbas Isu Asusila, Aminudin Tinggalkan Jabatan Dewan Penasehat Gerindra Batang Hari

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Kabupaten Batang Hari, Aminudin, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan tersebut disampaikannya dalam surat tertanggal 7 Agustus 2025, yang telah dikirim ke DPD Gerindra Provinsi Jambi.

Aminudin, yang juga mantan Ketua DPC Gerindra Batang Hari, menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kondisi internal partai.

Khususnya menyikapi dugaan kasus asusila yang menyeret Ketua DPC Gerindra Batang Hari berinisial MH dengan Wakil Sekretaris DPC berinisial RM.

“Secara aturan, saya sudah menyampaikan pengunduran diri dari jabatan Ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra Batang Hari,” ujarnya, seperti dikutip pada laman Swarajambi.net , Selasa (12/8/2025).

Aminudin menyebut dirinya merasa gagal dalam membina para kader dan pengurus partai. Ia menilai, polemik yang terjadi telah mencoreng nama baik Gerindra di mata publik.

“Dampaknya besar, merusak citra partai di tengah masyarakat,” tambahnya.

Mengenai kasus dugaan asusila, Aminudin mengaku terus memantau perkembangan. Meski belum ada kejelasan hukum, ia menyayangkan peristiwa itu terjadi di lingkup internal partai.

“Ibarat kata pepatah, jika tidak ada api tentu tidak akan ada asap,” ucapnya.

Kini, ia menunggu tanggapan resmi dari Ketua DPD Gerindra Jambi terkait surat pengunduran dirinya.(*)




Pihak Keluarga Dicari! Sosok Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Lintas Tanjab Timur

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID  – Warga yang melintas di ruas Jalan Lintas Jambi–Muarasabak, tepatnya di Zona V, Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat pada Senin siang (11/8/2025).

Jasad yang diketahui merupakan pria lanjut usia itu ditemukan dalam kondisi tergeletak di bahu jalan, di bawah naungan pepohonan yang cukup rimbun. Kejadian ini sontak menjadi perhatian masyarakat yang melintas di lokasi.

Menurut KBO Lantas Polres Tanjab Timur, Iptu Dede Hidayat, penemuan mayat pertama kali dilaporkan sekitar pukul 11.00 WIB.

“Korban adalah pria berusia sekitar 60 tahun. Saat ditemukan, ia mengenakan celana pendek hitam, kemeja batik hijau bercorak, serta mengenakan kopiah warna biru,” jelas Iptu Dede.

Pihak kepolisian mendapati luka lecet pada kedua tulang kering kaki korban. Namun, hingga saat ini penyebab luka tersebut belum dapat dipastikan, apakah akibat kecelakaan lalu lintas atau faktor lainnya.

Selain tidak ditemukan identitas diri pada tubuh korban, di sekitar lokasi kejadian juga tidak ditemukan kendaraan roda dua maupun roda empat yang dapat mengindikasikan korban mengalami kecelakaan.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Jika ada warga yang mengenali ciri-ciri korban atau mengetahui informasi terkait, mohon segera hubungi pihak kepolisian,” tambahnya.

Hingga berita ini ditayangkan, polisi masih terus mengumpulkan informasi dari saksi sekitar dan berupaya mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian korban.(*)




Tingkatkan Kamseltibcarlantas, Polisi Sarolangun Terjun Langsung di Jalan Raya

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, jajaran personel Polres Sarolangun rutin melaksanakan pengaturan lalu lintas setiap pagi dan sore hari di titik-titik rawan kepadatan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (11/8/2025) dan merupakan bagian dari komitmen Polri sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat, khususnya dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Menurut Kabag Ops Polres Sarolangun AKP Angga Luvyanto, M.H., kegiatan ini juga merupakan implementasi dari program Commander Wish Kapolri hingga tingkat Polsek jajaran.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk mengatur arus lalu lintas di waktu-waktu padat, seperti pagi ketika anak-anak berangkat sekolah dan sore saat masyarakat pulang bekerja,” jelas AKP Angga.

Kehadiran personel Polres Sarolangun setiap hari di lapangan diharapkan mampu meminimalisir kemacetan, mencegah kecelakaan lalu lintas, dan memberikan rasa aman bagi pengendara maupun pejalan kaki.

Langkah ini juga sebagai bentuk respons cepat institusi kepolisian terhadap dinamika aktivitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan dan kawasan sekolah yang sering mengalami lonjakan kendaraan.

Polres Sarolangun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik demi menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif.(*)




PT MPG Diduga Garap Kawasan Hutan Secara Ilegal di Tanjab Timur, PRI-Bumi Angkat Suara

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Yayasan Perjuangan Rakyat Indonesia untuk Bumi (PRI-Bumi) secara resmi melaporkan dugaan aktivitas perkebunan ilegal yang dilakukan oleh individu bernama Ediyanto alias Ahin di Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi.

Laporan tersebut diajukan ke Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melalui Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) di Jakarta.

Menurut Mirza Asari, Koordinator Wilayah PRI-Bumi Tanjabtim-Muarojambi, Ahin diduga mengelola 674 hektare lahan di dalam kawasan hutan milik negara secara ilegal, tanpa hak guna usaha (HGU) yang sah.

Aktivitas ini dilakukan melalui bendera perusahaan bernama PT Mitra Prima Gitabadi (MPG).

“PT MPG ini terindikasi bukan perusahaan perkebunan resmi di Jambi, melainkan bergerak di bidang ekspedisi dan beralamat di Pekanbaru,” ujar Mirza dalam pernyataan resminya, Minggu (10/8/2025).

PRI-Bumi menduga praktik ini sudah berlangsung sejak 2005, namun hingga kini belum ada tindakan hukum yang signifikan.

Mirza mengecam keras lemahnya penegakan hukum, dan menilai kasus ini dapat menjadi preseden buruk dalam upaya perlindungan kawasan hutan negara.

“Penegakan hukum tidak boleh mandek. Aparat harus bersikap tegas dan segera memproses pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik perambahan hutan ilegal ini,” tegasnya.

Lebih jauh, PRI-Bumi menyatakan bahwa aktivitas tersebut tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tapi juga merusak lingkungan, mengganggu keseimbangan ekosistem, dan meningkatkan risiko bencana alam seperti banjir dan longsor.

“Hutan adalah aset publik yang harus dijaga. Kami menuntut tindakan tegas dari Satgas PKH dan seluruh aparat terkait untuk memulihkan kawasan hutan serta menghukum pelaku perusakan lingkungan ini,” tambah Mirza.

PRI-Bumi juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak praktik perampasan tanah negara demi menjaga kelestarian alam Indonesia.(*)




Awal Agustus, Harga Kebutuhan Pokok Naik di Merangin, IPH Meningkat

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Merangin pada minggu pertama Agustus 2025 tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 3,17 persen dibanding bulan sebelumnya.

Angka ini mengindikasikan adanya kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok, terutama Cabai Merah, Beras, dan Bawang Merah.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Merangin, H. A. Khafidh, mewakili Bupati H. M. Syukur, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala BPS RI Amalia Adiniggar Widyastuti, melalui Zoom Meeting dari Ruang MPC Bappeda Merangin, Senin (11/8/2025).

“Kenaikan harga pada minggu pertama Agustus didominasi oleh tiga komoditas, yakni cabai merah, beras, dan bawang merah. Komoditas lainnya masih dalam kondisi harga yang stabil,” jelas Wabup Khafidh yang turut dibenarkan oleh Kadis Kominfo, M. Arief.

Sementara itu, Asisten II Setda Merangin, Suherman, menambahkan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh menurunnya pasokan komoditas tersebut di beberapa pasar lokal.

Dampak dari keterbatasan pasokan ini menyebabkan harga mengalami fluktuasi tajam, terutama pada beras, yang tercatat sebagai komoditas dengan perubahan harga tertinggi selama minggu berjalan.

“Harga cabai dan bawang merah juga masih fluktuatif, kadang naik dan kadang turun, namun masih dalam batas wajar,” jelas Suherman, yang turut didampingi Kadis KUKMPP Dadang dan Kabag Ekonomi Daryanto.

Dalam rakor tersebut, Mendagri juga menyinggung tentang dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah, yang menjadi salah satu fokus pembangunan nasional.

Rakor yang berlangsung secara santai itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting Pemkab Merangin, seperti Kadis Perkim Dedi Candra, Kadis Ketahanan Pangan Ny. Fauziah, Andi Wijaya dari Bappeda, serta para anggota TPID Kabupaten Merangin.(*)




Investasi Jetty di Taman Raja Buka Peluang Kerja, Rian Muiz: Ini Masa Depan Ekonomi Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Investasi pembangunan Jetty Batu Bara oleh PT PUS di Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjab Barat mendapatkan dukungan penuh dari tokoh lokal, Rian Muiz.

Proyek ini dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

“Pembangunan Jetty ini bukan hal baru. Sudah ada yang lebih dulu membangun, seperti Jetty Integra, dan hasilnya sangat positif. Ekonomi masyarakat lokal meningkat, dan lapangan kerja terbuka lebar,” ujar Rian Muiz, mantan pimpinan media Jambi-Independent.co.id, yang juga putra asli daerah Tungkal Ulu.

Menurut Rian, investasi dan kelestarian lingkungan tidak harus saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui regulasi tegas, partisipasi masyarakat, serta pengawasan yang ketat.

Ia menegaskan, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, investasi harus dilindungi dari gangguan pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

“Presiden sudah memberi perhatian serius. Bahkan sudah ada MoU antara Kementerian Investasi, Kejaksaan, dan Polri untuk memastikan perlindungan terhadap investor,” jelasnya.

Rian juga menyampaikan komitmennya untuk melaporkan setiap gangguan terhadap investasi di daerah ke pemerintah pusat.

“Kalau ada pihak yang mencoba menghambat, saya akan laporkan ke Kementerian Investasi. Ini sudah jadi atensi langsung Presiden,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rian menyebut Kabupaten Tanjab Barat kini menjadi salah satu tujuan utama investor, setelah Muaro Bungo dan Sarolangun.

Pembangunan Jetty PT PUS diharapkan menjadi sinyal positif bagi investor lain untuk menanamkan modalnya di wilayah tersebut.

“Dengan masuknya investasi besar ini, ribuan tenaga kerja lokal bisa terserap, UMKM bisa tumbuh, dan ekonomi masyarakat bisa terangkat. Saya pribadi belum tentu mampu memajukan ekonomi daerah sendiri, tapi melalui investasi, peluang itu terbuka lebar,” tutup Rian.(*)




8 Tahun MoU Tanjab Timur–Lingga, Pengembangan Pulau Berhala Masih Jalan di Tempat

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerhati kebijakan publik Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Arie Suriyanto, mendesak DPRD setempat untuk segera mempertanyakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Tanjab Timur dan Pemkab Lingga yang telah ditandatangani sejak tahun 2017.

Salah satu poin utama dalam MoU tersebut adalah kerja sama pengembangan Pulau Berhala sebagai destinasi wisata unggulan.

Namun, Arie menilai bahwa hingga kini belum ada realisasi yang signifikan dari perjanjian tersebut.

“MoU itu sudah berjalan delapan tahun, tapi belum ada langkah konkret dalam pengembangan Pulau Berhala, padahal potensinya sangat besar,” ungkap Arie, Minggu (10/8/2025).

Menurutnya, Pulau Berhala memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, terutama karena telah menarik ribuan wisatawan lokal dari Provinsi Jambi setiap tahunnya.

Sebagian besar wisatawan berangkat melalui dua titik utama, yakni Kecamatan Nipah Panjang dan Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu.

Arie menambahkan, momen libur nasional seperti Lebaran dan Tahun Baru selalu menjadi puncak kunjungan wisatawan ke pulau tersebut.

Namun sayangnya, tingginya animo wisatawan belum berdampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Setiap tahun, puluhan ribu wisatawan datang ke Pulau Berhala, tetapi kontribusinya terhadap PAD Tanjab Timur masih minim,” katanya.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Arie mendorong Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Parbudpora) agar segera mengkaji penerapan retribusi wisata di dermaga keberangkatan, sebagai salah satu strategi peningkatan PAD.

Ia juga menyarankan pembangunan fasilitas pendukung, seperti ruang tunggu di dermaga Nipah Panjang dan Sungai Itik, guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

“Usulan ini bukan sekadar kritik, tapi bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujar Arie.

Ia menutup pernyataannya dengan menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Bupati Hj. Dillah dan Wakil Bupati Muslimin Tanja, serta berharap sektor pariwisata bisa menjadi prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(*)




Program Literasi Ditpolairud Jambi, Bangun Minat Baca Anak Pesisir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan melalui program Rumah Baca Bhayangkara Bahari, yang berlokasi di pesisir Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pada Jumat, 8 Agustus 2025 pukul 10.00 WIB, Ditpolairud menggelar kegiatan literasi bersama puluhan siswa-siswi dari SD Negeri 30 Kecamatan Kuala Jambi, bertempat di Rumah Baca tersebut.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap peningkatan minat baca di kalangan anak-anak pesisir.

Personel Ditpolairud tidak hanya mengenalkan beragam bahan bacaan edukatif, namun juga memberikan motivasi dan sosialisasi tentang pentingnya budaya membaca sejak dini.

Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang cerdas, berwawasan luas, dan mencintai ilmu pengetahuan.

Suasana kegiatan berlangsung ceria. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi literasi, sementara para guru menyampaikan apresiasi atas inisiatif positif dari Ditpolairud Polda Jambi yang dinilai sangat bermanfaat bagi perkembangan pendidikan di daerah terpencil.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Ditpolairud Polda Jambi, yang tidak hanya menjaga keamanan perairan, tetapi juga turut serta dalam pembangunan sosial dan pendidikan, khususnya di wilayah pesisir.(*)




Tiga Rumah Ambruk Akibat Abrasi di Tanjab Timur, Enam KK Terdampak

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Bencana abrasi melanda pemukiman warga di Parit 6, RT 02, Dusun Jaya, Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada Jumat, 8 Agustus 2025, sekitar pukul 10.00 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, tiga rumah warga ambruk dan menyebabkan enam kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka.

Abrasi terjadi di area yang berada tepat di pinggiran aliran sungai desa tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Tanjab Timur, Indra S. Gunawan, mengonfirmasi bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat, serta melakukan pendataan korban dan dampak kerusakan.

“Kami sudah menurunkan TRC dan menyalurkan bantuan darurat ke lokasi. Jika diperlukan, tenda pengungsian akan disiapkan untuk para korban,” jelas Indra.

Indra juga menyampaikan bahwa wilayah tersebut memang tergolong rawan abrasi. Struktur tanah yang lunak serta curah hujan tinggi menjadi pemicu utama bencana.

Ia menambahkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang sama beberapa waktu lalu.

“Tanah di sepanjang sungai sangat rentan. Apalagi saat debit air sungai meningkat akibat hujan deras. Kami sudah mengeluarkan imbauan mitigasi agar warga yang tinggal dekat sungai memindahkan rumah ke lokasi yang lebih aman,” tambahnya.

Data sementara mencatat tiga rumah yang rusak parah, yakni milik Cakke, Selamit, dan Latif. Salah satu rumah milik Latif juga berfungsi sebagai tempat budidaya walet.

Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena sebagian besar penghuni tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Pihak BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Tanjab Timur untuk percepatan penyaluran bantuan lanjutan.(*)




HUT RI ke-80, Polres Sarolangun Memerahputihkan Kecamatan Singkut

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Polres Sarolangun menggelar aksi pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat dan pengguna jalan di wilayah Kecamatan Singkut, Kamis (7/8/2025).

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan “Memerahputihkan Kabupaten Sarolangun” yang berlangsung sepanjang bulan Agustus 2025.

“Mulai hari ini hingga akhir Agustus, kami dari Polres Sarolangun mengajak seluruh masyarakat untuk mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol kebanggaan dan persatuan,” ujar AKBP Wendi.

Pembagian bendera dilakukan secara langsung kepada pengendara di jalan raya dan juga melalui pendekatan door-to-door ke rumah-rumah warga.

Selain itu, kegiatan serupa juga menyasar sekolah-sekolah dan pusat aktivitas masyarakat lainnya.

“Tujuannya untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, serta meningkatkan rasa hormat terhadap bendera Merah Putih sebagai lambang negara,” jelasnya.

Kapolres menegaskan bahwa seluruh Polsek di jajaran Polres Sarolangun juga dikerahkan untuk melakukan kegiatan serupa di wilayah masing-masing, agar semangat kemerdekaan terasa merata di seluruh pelosok kabupaten.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Sarolangun adalah benteng persatuan yang kokoh, di mana bendera Merah Putih berkibar dengan megah di setiap jengkal tanah,” tegas AKBP Wendi dengan semangat.

Ia berharap, gerakan ini bisa menjadi momentum kebangkitan semangat kebangsaan dan disambut positif oleh seluruh elemen masyarakat.(*)