Perbaikan Anjungan Merangin di Taman Rimba Dimulai, Bupati Syukur: Harus Bersih dan Terawat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur bersama Wakil Bupati (Wabup) A. Khafidh meninjau kondisi Anjungan Kabupaten Merangin di kawasan Ex MTQ Taman Rimba Jambi, Sabtu (27/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, kedua pejabat melihat langsung kondisi Anjungan yang tampak terbengkalai.

Halaman anjungan dipenuhi rumput liar yang tumbuh subur, sementara sejumlah fasilitas tampak rusak dan keropos.

Replika aliran Sungai Merangin dan goa buatan, yang menjadi daya tarik utama, juga terlihat tak terawat dan tertutup semak belukar.

Beberapa pekerja terlihat tengah melakukan pembersihan dan perbaikan.

Bupati M Syukur menegaskan pentingnya menjaga kondisi Anjungan sebagai identitas Kabupaten Merangin.

“Anjungan ini adalah cerminan Merangin. Kalau bangunan rusak dan taman tak terawat, orang akan melihat Merangin seperti itu juga. Makanya, anjungan harus bersih dan terawat,” ujar Bupati Syukur saat memeriksa satu per satu bagian anjungan.

Hal senada disampaikan Wabup A. Khafidh, yang meminta pihak terkait untuk memastikan perbaikan dilakukan secara maksimal dan keberlanjutan perawatan dijaga.

“Sekarang sedang dibersihkan dan diperbaiki. Ke depan, harus dijaga dan dirawat agar tidak terbengkalai,” tambah Wabup Khafidh.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memastikan Anjungan Merangin kembali menjadi destinasi yang representatif bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus menjaga citra Kabupaten Merangin di Provinsi Jambi.(*)




Meriah Bak MTQ Provinsi, MTQ ke-11 Kelurahan Pamenang Dibuka Bupati Merangin

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin H. M. Syukur didampingi Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni secara resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-11 tingkat Kelurahan Pamenang. Kegiatan tersebut digelar di halaman Masjid Subulus Salam, Jumat malam (26/12/2025).

Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari ribuan masyarakat.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Merangin, yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Bupati Merangin mengapresiasi penyelenggaraan MTQ tingkat kelurahan tersebut yang dinilainya setara dengan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.

“Luar biasa penyelenggaraan MTQ tingkat Kelurahan Pamenang ini, seperti MTQ tingkat provinsi. Nanti ibu-ibu yang menampilkan tari massal akan saya sampaikan ke Pak Sekda untuk diundang tampil pada MTQ tingkat Kabupaten Merangin,” ujar Bupati, disambut tepuk tangan meriah.

Menurut Bupati, pelaksanaan MTQ tingkat kelurahan dengan konsep sebesar ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia menilai keterlibatan semua unsur masyarakat, mulai dari anak-anak hingga kaum ibu, mencerminkan kekompakan dan semangat gotong royong yang kuat.

“Masyarakat mampu menghimpun dana penyelenggaraan MTQ ke-11 ini hingga lebih dari Rp200 juta. Ini bukti kekompakan yang luar biasa. MTQ bukan sekadar acara seremonial, tetapi wadah memperkuat nilai keagamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MTQ ke-11 Kelurahan Pamenang, Amri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 450 khafilah yang berasal dari sembilan lingkungan di wilayah Kelurahan Pamenang.

“Ada 22 cabang lomba yang dipertandingkan dalam MTQ ke-11 tingkat Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin,” kata Amri, yang dibenarkan oleh Camat Pamenang Pargito.

Pargito menambahkan, tema MTQ tahun ini adalah Mewujudkan Generasi Qurani yang Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Mandiri di Era Digital. Tema tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kelurahan Pamenang.

Acara pembukaan MTQ ke-11 tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Merangin Daryanto, Kabag Kesra Agus Salim, anggota DPRD Provinsi Jambi Izhar Madjid dan Saparuddin, anggota DPRD Merangin M. Taufik, para camat, lurah, kepala desa, serta Kapolsek setempat.

Prosesi pengibaran bendera MTQ dan penampilan lagu MTQ dibawakan oleh Paskibraka SMA Negeri 8 Merangin. Sementara itu, penampilan drumband juga ditampilkan oleh para pelajar dari SMA Negeri 8 Merangin.(*)




Waduh! BPPRD Merangin Catat Banyak Tempat Karaoke dan Panti Pijat Belum Bayar Pajak

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang Tahun Baru 2026, pengawasan terhadap aktivitas hiburan malam di Kabupaten Merangin menemukan fakta mengejutkan.

Berdasarkan data Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Merangin, masih banyak pengelola usaha hiburan malam yang memiliki izin tetapi belum membayar pajak.

Rabu malam (24/12/2025), Tim Pengawasan Terpadu yang dipimpin Asisten I Setda Merangin, Sukoso, menyisir 17 tempat hiburan malam di sepanjang Jalan Tiga Jalur Desa Sungai Ulak, Kecamatan Bangko dan Nalo Tantan.

Lokasi yang diperiksa terdiri dari 15 tempat karaoke dan dua panti pijat.

“Dari hasil pengawasan, selain menemukan miras di empat tempat karaoke, kami juga mencatat banyak pengelola usaha yang belum membayar pajak meski memiliki izin resmi,” ujar Sukoso.

Ia menegaskan, pemilik usaha yang menunggak pajak akan dipanggil untuk diberikan pembinaan.

Pengawasan terhadap tempat hiburan malam akan terus dilakukan hingga perayaan Tahun Baru 2026, agar aktivitas usaha tetap berjalan sesuai aturan dan masyarakat merasa aman.

Tempat karaoke yang diawasi di Kecamatan Bangko antara lain Karaoke Makdo, KR, Bestarsari, Queen, DN, YSL, dan JN.

Sedangkan di Kecamatan Nalo Tantan, lokasi pengawasan mencakup Karaoke Melan, Mamer, Angkasa, Mr X, MJ Family, Dinasti, Merpati, dan Dina. Dua panti pijat, Rembulan dan Pelangi, juga ikut diperiksa.

Sukoso menambahkan, pengawasan ini melibatkan lintas instansi, termasuk Satpol-PP, Dinas Kesehatan, Dinas Parpora, BPPRD, Camat Nalo Tantan, dan Kelurahan Pematang Kandis.

Langkah ini diambil untuk menekan potensi pelanggaran dan memastikan kegiatan hiburan malam sesuai regulasi.

Selain itu, Bupati Merangin H. M. Syukur bersama Wabup H. A. Khafid, Sekda Zulhifni, dan unsur Forkopimda juga memantau persiapan Natal di beberapa gereja di Kota Bangko, memastikan perayaan berjalan aman dan kondusif.

Sukoso menekankan, koordinasi antarinstansi menjadi kunci agar pengawasan hiburan malam dan penegakan pajak berjalan efektif.

Sehingga Kabupaten Merangin tetap aman dan tertib selama libur panjang Natal dan Tahun Baru.(*)




Bupati Merangin Pantau Hiburan Malam Jelang Tahun Baru 2026, Tim Terpadu Temukan Pelanggaran

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Bupati Merangin H. M. Syukur langsung bergerak cepat menanggapi laporan masyarakat terkait aktivitas hiburan malam di wilayahnya.

Rabu malam (24/12/2025), Bupati menginstruksikan Tim Pengawasan Terpadu untuk memantau dan mengawasi sejumlah tempat hiburan, termasuk karaoke dan panti pijat.

Tim Pengawasan Terpadu yang dipimpin Asisten I Setda Merangin, Sukoso, menyisir 17 lokasi usaha, terdiri dari 15 tempat karaoke dan dua panti pijat, yang tersebar di Jalan Tiga Jalur Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan dan Bangko.

“Langsung kami awasi tujuh tempat karaoke di Kecamatan Bangko dan delapan tempat karaoke di Kecamatan Nalo Tantan, serta dua panti pijat, Rembulan dan Pelangi,” kata Sukoso.

Tempat karaoke yang diawasi di Bangko antara lain Karaoke Makdo, KR, Bestarsari, Queen, DN, YSL, dan JN. Sedangkan di Nalo Tantan, lokasi yang diawasi adalah Karaoke Melan, Mamer, Angkasa, Mr X, MJ Family, Dinasti, Merpati, dan Dina.

Dari pengawasan tersebut, Tim Terpadu menemukan adanya miras dalam kemasan botol di empat tempat karaoke, dan seluruh tempat hiburan malam yang diperiksa belum memiliki sertifikat laik sehat.

Menanggapi hal ini, Tim dari Dinas Kesehatan Merangin memberikan sosialisasi langsung kepada pengelola agar memahami pentingnya fasilitas laik sehat.

Selain itu, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Merangin mencatat bahwa beberapa pengelola usaha yang memiliki izin, belum membayar pajak.

Sukoso menegaskan, pemilik usaha yang melanggar akan dipanggil untuk pembinaan dan pengawasan akan terus dilakukan hingga perayaan Tahun Baru 2026.

Tim Pengawasan Terpadu terdiri dari Dinas PTSPTK (12 orang), Satpol-PP (12 orang), Dinas Lingkungan Hidup (2 orang), Dinas Kesehatan (6 orang), Dinas Parpora (9 orang), BPPRD (1 orang), Camat Nalo Tantan (8 orang), dan Kelurahan Pematang Kandis (1 orang).

Sementara itu, Bupati Merangin H. M. Syukur, Wabup H. A. Khafid, Sekda Zulhifni, dan unsur Forkopimda Merangin turut memantau persiapan pelaksanaan Natal di empat gereja di Kota Bangko, memastikan perayaan Natal berlangsung aman dan kondusif bagi umat Kristiani.

Bupati menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.(*)




5 Warga Binaan Lapas Muara Bungo Terima Remisi Natal 2025

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka perayaan Hari Raya Natal 2025, Lapas Kelas IIB Muara Bungo memberikan Remisi Khusus (RK) Keagamaan kepada warga binaan yang beragama Nasrani.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (25/12/2025) di aula lapas, bersamaan dengan perayaan Natal yang khidmat.

Kalapas Muara Bungo, Muhammad Kameily, menegaskan bahwa pemberian remisi Natal merupakan agenda tahunan bagi warga binaan Nasrani yang memenuhi syarat.

“Ini adalah pengurangan masa pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bagi warga binaan yang beragama Nasrani,” ujarnya.

Dari total 11 warga binaan Kristiani, 5 orang dinyatakan memenuhi syarat dan resmi menerima remisi Natal tahun ini.

Remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan menunjukkan perilaku baik selama menjalani pidana.

Menurut Kasubsi Registrasi dan Binkemas Edi Suryatno, remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.

Rinciannya, dari lima penerima remisi:

  • 1 orang menerima remisi 15 hari

  • 3 orang menerima remisi 1 bulan

  • 1 orang menerima remisi 2 bulan

Dua penerima berasal dari kasus narkotika, sedangkan tiga lainnya dari pidana umum.

Edi menambahkan, remisi merupakan bentuk anugerah yang telah mendapat persetujuan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan syarat utama warga binaan berkelakuan baik selama berada di lapas.

“Dengan remisi ini, diharapkan warga binaan tetap patuh pada aturan, berperilaku baik, dan masa pidana mereka berkurang sehingga bisa segera kembali ke keluarga dan masyarakat,” tutupnya.(*)




Bupati dan Kapolres Sarolangun Motoran, Pantau Pengamanan Natal dan Tahun Baru

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Sarolangun memastikan perayaan Natal 2025 berlangsung aman, damai, dan nyaman bagi seluruh umat Kristiani di daerah itu.

Bupati Sarolangun, H. Hurmin SE, menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab memastikan keamanan masyarakat saat menjalankan ibadah.

“Kami harus memastikan seluruh umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah malam Natal dan perayaan Natal dengan khidmat serta aman,” kata Bupati pada Rabu malam (24/12/2025).

Bupati Sarolangun didampingi Waka Polres Kompol Aswindo Indriadi, Pabung Mayor CHK Dedy Afrizal, serta Forkopimda mengunjungi beberapa gereja, termasuk HKBP dan GBKP di Tambir, Kelurahan Aur Gading.

Di lokasi, Bupati memantau situasi lingkungan gereja, menyampaikan ucapan selamat Natal, dan memastikan jalannya ibadah tetap kondusif.

“Kami hadir untuk mengucapkan selamat Natal sekaligus memastikan ibadah berjalan lancar dan aman,” ujar Bupati.

Setelah meninjau gereja, rombongan menuju Pos Pelayanan Terpadu Jalinsum Sarolangun untuk meninjau kesiapsiagaan personel di lapangan.

Bupati menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara cepat, termasuk lonjakan arus lalu lintas, risiko kecelakaan, dan potensi kriminalitas.

Sementara itu, Waka Polres Sarolangun Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom, MH, menjelaskan bahwa Polres bersama TNI dan instansi terkait telah menyiapkan pola pengamanan terpadu.

Personel ditempatkan di pos pengamanan, pos pelayanan, dan titik strategis, disertai patroli rutin untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Selama ini Sarolangun sangat kondusif. Kami pastikan jajaran Polres Sarolangun siap mengamankan Natal dan Tahun Baru,” kata Waka Polres.

Dengan pengawasan dari Pemkab Sarolangun dan Forkopimda, masyarakat diharapkan dapat merayakan Natal 2025 dan libur Tahun Baru dengan aman, khidmat, dan nyaman.(*)




Bupati Merangin Apresiasi Pengamanan Natal 2025, Lalu Lintas Dinilai Lancar

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, bersama Wakil Bupati A. Khafidh dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan langsung ke sejumlah gereja di Kota Bangko, Rabu (24/12) malam.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan perayaan dan ibadah Natal 2025 berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam rombongan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni, perwakilan Kementerian Agama, Kabinda, Kalapas Bangko, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.

Sedikitnya empat gereja dikunjungi, yakni satu gereja di kawasan Lapas Bangko serta tiga gereja yang berada di kawasan IBRD.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jemaat yang telah selesai mengikuti ibadah malam Natal.

Bupati Merangin, M. Syukur, menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama Forkopimda dalam menjamin kebebasan beribadah serta menjaga situasi keamanan selama perayaan Natal.

“Kami bersama Forkopimda meninjau langsung perayaan Natal di gereja-gereja yang ada di Kabupaten Merangin,” sebutnya.

“Tujuannya memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan umat dapat beribadah dengan tenang sesuai keyakinan masing-masing,” ujar Bupati.

Terkait kondisi lalu lintas, Bupati menilai langkah dan koordinasi yang dilakukan Polres Merangin sudah berjalan dengan baik, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik.

“Pengaturan lalu lintas yang dilakukan Pak Kapolres sudah cukup efektif. Secara umum aman dan lancar. Kita doakan juga masyarakat yang sedang bepergian liburan agar selalu diberi keselamatan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin A. Khafidh berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berlangsung penuh kedamaian dan kebersamaan.

“Semoga umat Kristiani di Kabupaten Merangin dapat merayakan Natal 2025 dengan lancar, aman, dan tetap menjaga kesehatan,” kata dia.

“Di sisi lain, kita juga turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mari kita doakan bersama agar mereka diberi kekuatan,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Merangin, Zulhifni, menambahkan bahwa selain gereja, rombongan Forkopimda juga meninjau Pos Pelayanan Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Mudah-mudahan dengan kunjungan ini, masyarakat Kota Bangko terus menjaga toleransi dan keberagaman sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Merangin tetap kondusif,” katanya.

Kapolres Merangin AKBP Kiky Firmansyah menjelaskan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru dilakukan secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas instansi.

Sebanyak 438 personel gabungan dari TNI, Polri, Senkom, Pemerintah Daerah, hingga Satpol PP dikerahkan dalam Operasi Lilin Nataru.

“Tidak hanya di Polres, jajaran Polsek juga bersinergi dengan instansi terkait untuk menjamin keamanan ibadah Natal hingga malam pergantian tahun,” jelas Kapolres.

Ia juga menegaskan bahwa sesuai instruksi Kapolri, pihak kepolisian tidak memberikan izin penggunaan petasan maupun kembang api pada malam tahun baru.

Kebijakan tersebut diambil demi keamanan serta sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di sejumlah daerah.

“Kami berharap masyarakat mendukung kebijakan ini. Selain menjaga keamanan, ini juga sebagai wujud empati kita kepada saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang mengalami musibah,” tegas AKBP Kiky.(*)




Soroti Gaya Hidup ASN, Bupati Merangin Minta Hentikan Pamer Kemewahan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, menyoroti gaya hidup sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin yang dinilai tidak mencerminkan sikap sederhana dan etika sebagai pelayan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Evaluasi Laporan Perkembangan Pelaksanaan Kinerja (LPPK) di Lantai IV Kantor Bupati Merangin, Rabu (24/12)

Dalam arahannya, M. Syukur mengingatkan masih ada ASN yang bergaya hidup mewah, gemar memamerkan harta, serta mengenakan pakaian yang dinilai kurang pantas saat jam kerja.

“Masih saya lihat ada ASN yang bergaya hidup berlebihan, suka pamer harta, bahkan berpakaian ketat saat bekerja. Tolong mulai tahun depan, gaya hidup seperti itu dihentikan. Tidak elok dilihat dan bisa menimbulkan penilaian negatif dari masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga memberikan peringatan kepada para camat yang tidak menempati rumah dinas.

Menurutnya, hal tersebut berdampak langsung pada kinerja serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Camat wajib tinggal di rumah dinas. Kalau rumah dinas rusak, tahun 2026 akan kita perbaiki. Banyak rumah dinas camat rusak karena tidak ditempati, sehingga tidak terawat,” ujar M. Syukur.

Tak hanya itu, Bupati Merangin turut menyoroti sistem pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinilai belum sepenuhnya berbasis kinerja.

Ia menegaskan, penetapan TPP harus dievaluasi agar lebih adil dan proporsional.

“TPP itu seharusnya dibayarkan sesuai kinerja, tidak disamaratakan. Tidak adil kalau ASN yang jarang masuk mendapat TPP sama dengan yang rajin dan sering lembur. Ini harus dievaluasi,” katanya dengan tegas.

Bupati berharap melalui evaluasi tersebut, disiplin, profesionalisme, serta kualitas pelayanan ASN di lingkungan Pemkab Merangin dapat terus ditingkatkan.(*)




Desa Suka Maju Tanjab Timur Terendam Banjir, Warga Minta Penanganan Sungai Lagan

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Banjir tahunan kembali melanda Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur).

Luapan air Sungai Lagan akibat sedimentasi yang terus terjadi membuat kawasan ini kembali terendam, mengganggu aktivitas warga dan fasilitas umum.

Desa Suka Maju yang berada di dataran rendah menjadi titik tumpuan luapan air sungai, terutama saat curah hujan tinggi.

Kondisi ini diperparah dengan pendangkalan Sungai Lagan yang dipenuhi sampah pepohonan serta tumbuhan liar di sepanjang aliran sungai.

Akibat banjir, sejumlah ruas jalan penghubung antar permukiman warga terendam, termasuk jalan utama di Blok H Suka Maju.

Ketinggian air bahkan mencapai setinggi paha orang dewasa, sehingga menyulitkan warga beraktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Tak hanya jalan, rumah warga, pasar tradisional, kantor desa, serta fasilitas umum lainnya ikut terendam.

Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena adanya kabel listrik yang menjuntai rendah dan tersentuh air banjir.

Salah seorang warga, Nadillah, mengaku banjir membuatnya khawatir melintas di malam hari.

“Kalau sudah malam, saya takut lewat jalan yang terendam banjir. Kalau pulang kerja malam, saya lebih memilih menginap di rumah teman daripada pulang ke rumah,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa banjir merupakan peristiwa rutin setiap tahun di wilayah tersebut.

Warga pun berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait agar penanganan dilakukan secara menyeluruh dan efektif.

Sementara itu, Kepala Desa Suka Maju, Didik Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa secara geografis desanya berada di posisi paling rendah, sehingga menjadi tumpuan luapan air dari wilayah sekitar.

“Ibarat kuali, desa kami ini berada di lekukan paling bawah dan menjadi tumpuan luapan air sungai,” jelasnya.

Menurut Didik, sedimentasi Sungai Lagan yang telah berlangsung lama menjadi penyebab utama banjir tahunan yang terus berulang.

Pendangkalan sungai dan tumbuhnya rumput di tengah aliran membuat kapasitas tampung air semakin berkurang.

“Pembersihan memang pernah dilakukan dengan alat berat, tapi tidak efektif karena hanya menjangkau bagian pinggir sungai,” ujarnya.

Ia menilai, penanganan optimal membutuhkan eksavator amfibi agar pembersihan dan pengerukan bisa dilakukan hingga ke bagian tengah sungai.

Sehingga aliran air kembali normal dan banjir dapat diminimalkan.

Akibat banjir ini, sejumlah kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak.

Selain itu, pasar tradisional Suka Maju juga tidak dapat digunakan sementara waktu karena terendam air.

“Saat ini pedagang terpaksa berjualan di bahu jalan dan akses masuk kantor desa,” terang Didik.

Meski pengelolaan pasar berada di bawah kewenangan Dinas Perindag Tanjab Timur, Pemerintah Desa Suka Maju tetap memberi kelonggaran bagi pedagang untuk berjualan sementara, dengan catatan menjaga kebersihan lingkungan.

Banjir tahunan di Desa Suka Maju ini kembali menjadi sorotan, sekaligus pengingat perlunya penanganan serius terhadap sedimentasi Sungai Lagan agar warga tidak terus-menerus hidup dalam ancaman banjir setiap musim hujan.(*)




Pedagang Pasar di Merangin Akan Ditata, Satpol PP Diminta Lakukan Secara Persuasif

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin mulai menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mempercantik wajah kota menjelang awal tahun 2026.

Salah satu fokus utama adalah penertiban dan penataan pasar, agar menjadi ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan estetis.

Rapat koordinasi lintas OPD dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, di ruang kerjanya, Selasa (23/12).

Hadir dalam rapat jajaran penting, termasuk Asisten I Sukoso, Kadis DKUMPP Andre Fransusman, Kasat Pol PP M. Sayuti, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, dan Lurah Pasar Atas.

Dalam arahannya, Wabup A. Khafidh menekankan masih banyak pedagang yang berjualan di bahu jalan.

Kondisi ini dinilai merusak estetika kota, mengganggu arus lalu lintas, serta mengurangi kenyamanan pejalan kaki.

“Tujuan penertiban pasar ini adalah untuk menciptakan pasar yang nyaman bagi pedagang maupun pembeli, sekaligus menata wajah kota Bangko,” ujar Wabup.

Meski penertiban akan dilakukan secara tegas, Khafidh menginstruksikan agar Satpol PP dan instansi terkait mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Pedagang akan diberikan sosialisasi mengenai lokasi yang diperbolehkan untuk berdagang, sehingga tetap bisa berjualan tanpa melanggar aturan.

“Sosialisasikan aturan mainnya, arahkan mereka ke lokasi yang benar agar tidak ada yang melanggar, namun tetap bisa mencari nafkah,” pungkas Wabup A. Khafidh.(*)