Lebaran Penuh Kebersamaan, Open House Sekda Tanjab Barat Diserbu Warga

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar kegiatan open house dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda), Sabtu (21/03/2026), usai pelaksanaan salat Idulfitri.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak pagi hari. Warga tampak antusias datang untuk bersilaturahmi langsung dengan jajaran pemerintah daerah.

Selain itu, para tamu juga disambut dengan berbagai hidangan khas Lebaran yang menambah keakraban dalam momen tersebut.

Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Barat, Hermansyah, mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan ukhuwah.

“Kami berharap open house ini dapat mempererat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat di semua tingkatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi langsung antara masyarakat dan pemerintah, sehingga komunikasi dapat terjalin lebih terbuka dan harmonis.

Sejumlah pejabat daerah terlihat hadir secara bergantian, mulai dari staf ahli bupati, asisten Setda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin solid, sehingga dapat mendorong pembangunan daerah yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.(*)




Dari Rp35 Juta ke Rp700 Juta, Kisah Sukses Desa Durian Rambun Merangin Jadi Sorotan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin.

Desa ini sukses mengelola dana ketahanan pangan secara efisien hingga menghasilkan nilai ekonomi yang berlipat ganda.

Dengan anggaran hanya Rp35 juta, Desa Durian Rambun mampu memanen padi ladang dengan nilai mencapai Rp700 juta. Capaian ini pun menuai apresiasi dari Bupati Merangin, M. Syukur.

Menurut Bupati, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana desa yang kreatif dan tepat sasaran mampu memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ini contoh konkret bagaimana dana desa bisa diputar menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa,” ujarnya di hadapan para kepala desa dan anggota BPD se-Kabupaten Merangin.

Tak hanya itu, keberhasilan Desa Durian Rambun juga membawa dampak lebih luas.

Desa ini menjadi satu-satunya di Merangin yang mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menerima bantuan dalam program pelestarian hutan.

Bupati M. Syukur bahkan berencana membawa pencapaian ini ke tingkat nasional dengan melaporkannya kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia agar mendapat penghargaan resmi.

Ia berharap prestasi tersebut bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Merangin dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran desa.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah kreativitas. Dana desa jangan hanya dihabiskan, tapi harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menilai potensi Desa Durian Rambun akan semakin besar jika dikolaborasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjadi fokus pemerintah.

Dengan keberhasilan ini, Desa Durian Rambun dinilai layak menjadi model pengembangan ketahanan pangan berbasis desa yang berkelanjutan dan mandiri.(*)




Fantastis! Bupati Sebut Program MBG di Merangin Gerakkan Ekonomi Hingga Rp57 Miliar

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, mengungkapkan potensi besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penggerak ekonomi daerah.

Ia menyebut, perputaran uang dari program tersebut di Kabupaten Merangin diperkirakan mencapai Rp57 miliar setiap bulan.

Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan buka puasa bersama ratusan kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta organisasi kepemudaan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/03).

Menurut Bupati, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi peluang besar dalam mendorong ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat desa.

Ia menjelaskan, setiap satu titik pelaksanaan MBG memiliki nilai anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan.

Dengan total 57 titik di Merangin, maka potensi perputaran uang mencapai Rp57 miliar.

Menariknya, sekitar 63 persen dari anggaran tersebut akan langsung dibelanjakan kepada masyarakat melalui pembelian bahan pangan.

“Sebagian besar dana itu masuk langsung ke masyarakat, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan dampak ekonomi lokal, Bupati menegaskan bahwa seluruh kebutuhan bahan pangan harus dipenuhi dari dalam daerah.

Mulai dari telur, daging, ikan, sayur hingga buah-buahan diharapkan berasal dari produksi masyarakat Merangin.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, sehingga warga setempat benar-benar menjadi pelaku utama dalam program ini.

Bupati mendorong desa-desa untuk mengembangkan sektor peternakan dan pertanian sebagai sumber suplai utama kebutuhan MBG.

Dengan begitu, perputaran ekonomi akan terjadi secara merata hingga ke pelosok desa.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Merangin saat ini juga memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama sebagai pengelola distribusi dan penyedia bahan pangan.

“Ini bukan hanya program sosial, tapi peluang usaha yang besar. Kita ingin BUMDes Bersama menjadi motor penggerak ekonomi desa,” tegasnya.

Dengan konsep tersebut, program MBG diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)




Bupati Merangin Instruksikan Kades Kawal Program 2026, Jamkesda Ditambah 20 Ribu Kuota

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan pentingnya peran kepala desa dalam memastikan seluruh program pemerintah daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat acara buka puasa bersama yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Merangin, Selasa (17/03), bersama para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta organisasi kepemudaan.

Dalam arahannya, Bupati meminta para kepala desa untuk lebih aktif mengawal berbagai program strategis tahun anggaran 2026, khususnya yang menyasar masyarakat kurang mampu.

Ia menekankan agar tidak ada warga yang terlewat dari program bantuan hanya karena kendala administrasi atau kurangnya informasi di tingkat desa.

“Program pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Jangan sampai ada warga yang terabaikan,” tegasnya.

Salah satu program prioritas adalah peningkatan kuota Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Merangin menambah 10 ribu kuota baru, sehingga total mencapai 20 ribu penerima sejak 2025.

Menurut Bupati, dengan jumlah tersebut seharusnya seluruh masyarakat yang membutuhkan sudah tercover layanan kesehatan.

Ia pun meminta aparatur desa mengoptimalkan peran operator agar pelayanan ini tepat sasaran.

Di sektor pendidikan, Pemkab Merangin mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,2 miliar untuk membantu mahasiswa kurang mampu, terutama dalam memenuhi kebutuhan biaya tempat tinggal dan perangkat belajar seperti laptop.

Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah juga disiapkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu guna mencegah angka putus sekolah serta meningkatkan kepercayaan diri pelajar.

Tak hanya itu, Bupati juga mendorong desa untuk menyosialisasikan program kursus bahasa asing bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi persaingan global di masa depan.

“Kalau sumber daya alam suatu saat akan habis, ilmu pengetahuan tidak akan pernah habis,” ujarnya.

Di bidang infrastruktur, Pemkab Merangin menghadapi tantangan berupa pemangkasan anggaran pusat hingga Rp240 miliar pada 2026.

Meski demikian, pembangunan jalan tetap menjadi prioritas.

Pemerintah daerah telah menyiapkan alat berat berupa grader dan bomag untuk mendukung perbaikan jalan. Para kepala desa diminta menyiapkan material agar pembangunan tetap berjalan.

“Walaupun belum bisa semua jalan diaspal, minimal tidak ada lagi jalan yang tidak bisa dilalui masyarakat,” tegasnya.(*)




Sambut Idul Fitri 1447 H, Sungai Penuh Terapkan Gerakan Minim Sampah di Semua Wilayah

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Sungai Penuh mengeluarkan kebijakan penting menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Melalui surat edaran resmi, seluruh elemen masyarakat diminta untuk menerapkan konsep Lebaran Minim Sampah demi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kebijakan ini ditujukan kepada seluruh camat, lurah, hingga masyarakat luas agar bersama-sama mengurangi potensi lonjakan sampah yang biasanya meningkat selama momen hari raya.

Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa peningkatan sampah umumnya disebabkan oleh penggunaan kemasan sekali pakai, seperti plastik dan styrofoam.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk beralih menggunakan perlengkapan yang dapat digunakan kembali.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara efektif di berbagai titik keramaian, seperti lokasi salat Idul Fitri, tempat wisata, serta jalur mudik.

Upaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta berbagai regulasi daerah yang mengatur pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Tidak hanya itu, peran aktif masyarakat dan pelaku usaha juga menjadi kunci suksesnya gerakan ini. Edukasi melalui media sosial, media massa, dan komunikasi langsung diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik.

Beberapa langkah konkret yang dianjurkan antara lain menggunakan tas belanja ramah lingkungan, menghindari plastik sekali pakai, membeli makanan secukupnya, serta membawa perlengkapan ibadah sendiri saat salat Idul Fitri.

Panitia pelaksanaan salat Idul Fitri di tiap wilayah juga diminta membentuk tim khusus untuk memastikan kebersihan lokasi tetap terjaga sebelum dan setelah kegiatan berlangsung.

Dengan adanya kebijakan ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap perayaan Idul Fitri tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.()*




Poliklinik Tutup 7 Hari, IGD RSUD Sarolangun Tetap Buka 24 Jam di Momen Mudik Lebaran

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, RSUD Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain melakukan penyesuaian jadwal pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Direktur rumah sakit, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa layanan poliklinik atau rawat jalan akan ditutup sementara selama periode libur Lebaran.

Penutupan layanan poliklinik dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 24 Maret 2026. Layanan tersebut akan kembali dibuka dan beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian operasional selama masa libur Hari Raya Idulfitri.

Meski layanan rawat jalan ditutup sementara, pihak rumah sakit memastikan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi penuh selama 24 jam.

Layanan ini disiapkan untuk menangani kondisi darurat sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh penanganan medis kapan pun dibutuhkan.

Manajemen rumah sakit mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan jadwal kunjungan layanan kesehatan selama periode libur Lebaran.

Selain itu, pihak RSUD juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat.

Momentum Lebaran diharapkan tetap berjalan dengan aman dan sehat, dengan dukungan layanan kesehatan yang tetap siaga untuk kondisi darurat.(*)




Pos Mudik Sarolangun Siap 24 Jam, Ini Imbauan Penting untuk Pemudik

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Sarolangun, Hurmin bersama Wakil Bupati Gerry Trisatwika turun langsung meninjau sejumlah Pos Pengamanan (Pos PAM) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) arus mudik Lebaran, Rabu (17/3/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Sarolangun Wendi Oktariansyah serta Ketua TP PKK Sarolangun Risha Fitria, bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Dalam keterangannya, Bupati Hurmin menyampaikan bahwa hasil peninjauan menunjukkan pelayanan kepada para pemudik berjalan dengan baik.

Ia memastikan petugas di lapangan siap memberikan pelayanan maksimal selama arus mudik berlangsung.

“Pelayanan di Pos PAM dan Pos Yan berjalan lancar. Kami optimistis seluruh petugas mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain melakukan pengecekan, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa makanan dan minuman kepada petugas yang berjaga.

Bantuan tersebut meliputi minuman, makanan ringan, telur, hingga mie instan untuk menunjang kebutuhan petugas, terutama saat bertugas di malam hari.

Menurut Bupati, para petugas bekerja selama 24 jam penuh sehingga perlu mendapat perhatian agar tetap optimal dalam menjalankan tugas.

Terkait kondisi lalu lintas, Bupati menyebutkan bahwa terjadi peningkatan volume kendaraan menjelang Lebaran. Namun, situasinya masih relatif aman dan lancar.

“Memang ada peningkatan, tetapi tidak signifikan. Secara umum arus lalu lintas masih terkendali,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Bupati bersama Kapolres mengingatkan masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan mudik.

Warga juga disarankan menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat apabila tidak digunakan selama perjalanan mudik.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi tindak kejahatan selama momen Lebaran.(*)




Musrenbang 2026 Tanjab Barat: Ekonomi Tertinggi, Tapi Anggaran Minus Rp2 Triliun

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 di ruang rapat bupati, Selasa (17/02).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Katamso yang menyoroti capaian positif ekonomi daerah sekaligus tantangan besar dalam perencanaan pembangunan ke depan.

Dalam sambutannya, Katamso mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Tanjung Jabung Barat mencapai 5,28 persen, melampaui target 4,99 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian ini menjadikan Tanjung Jabung Barat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Jambi.

Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh perangkat daerah tetap realistis dalam menyusun program pembangunan.

Total usulan pembangunan dalam Musrenbang mencapai Rp3,1 triliun, yang terdiri dari 229 program dan 425 kegiatan. Namun, kemampuan riil keuangan daerah hanya sekitar Rp1,1 triliun.

Artinya, terdapat selisih anggaran sekitar Rp2 triliun yang belum dapat dipenuhi.

Wakil bupati menegaskan pentingnya prioritas pada program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, layanan kesehatan, serta pendidikan.

Untuk menutup kekurangan anggaran, pemerintah daerah didorong memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya melalui optimalisasi dana Transfer ke Daerah (TKD).

Langkah ini dinilai penting di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis serta fluktuasi harga minyak dunia.

Musrenbang kali ini juga menyoroti dua isu strategis, yaitu pengelolaan lingkungan dan peningkatan partisipasi pemuda.

Pemkab berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari metode open dumping menjadi sanitary landfill, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

Sementara itu, partisipasi generasi muda diperkuat melalui ruang aspirasi yang difasilitasi oleh Bapperida, dan hasilnya akan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan.

Pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) agar lebih selaras dengan prioritas pembangunan.

Selain itu, program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi daerah.

Katamso menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke desa. Ia berharap setiap desa dapat merasakan hasil nyata dari program pemerintah.

Musrenbang RKPD 2026 ini dilaksanakan secara hybrid, dengan sejumlah pejabat hadir langsung dan lainnya mengikuti secara daring.(*)




TP PKK Tanjab Barat Ringankan Beban Warga Lewat Pasar Murah

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan ini berlangsung di depan Kantor TP PKK di wilayah Tanjung Jabung Barat, Rabu (18/03), dan mendapat sambutan antusias dari warga yang sejak pagi sudah memadati lokasi.

Pasar murah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK, Fadhilah Sadat, serta dihadiri Dinas Ketahanan Pangan dan Perum Bulog.

Harga Lebih Murah dari Pasaran

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasar, di antaranya:

  • Beras 5 kg: Rp58.000

  • Minyak goreng: Rp15.500/liter

  • Bawang merah: Rp16.000

  • Bawang putih: Rp15.000

  • Telur ayam: Rp16.000/10 butir

  • Daging ayam: Rp40.000/kg

  • Ikan lele: Rp18.000/kg

Kondisi ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, terutama menjelang Lebaran yang biasanya diikuti kenaikan harga bahan pangan.

Bentuk Kepedulian untuk Masyarakat

Ketua TP PKK, Fadhilah Sadat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, meningkatnya permintaan jelang Idulfitri kerap memicu kenaikan harga bahkan kelangkaan sejumlah komoditas.

Oleh karena itu, kolaborasi antara TP PKK, pemerintah daerah, dan Bulog menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan.

Ia juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran tetap aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan.

Antusiasme Warga Tinggi

Sejak pagi hari, warga terlihat memadati lokasi pasar murah. Banyak di antaranya memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih hemat.

Selain membantu secara ekonomi, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Ketua TP PKK turut menyampaikan ucapan menyambut Idulfitri kepada masyarakat, sekaligus berharap momentum Lebaran dapat mempererat kebersamaan dan silaturahmi.(*)




ASN Sarolangun Wajib Masuk Kantor Mulai 30 Maret 2026!

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarolangun mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kembali masuk kerja setelah masa libur Lebaran dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) berakhir.

Kepala BKPSDM Sarolangun, Linda Novita Herawati, menegaskan bahwa ASN wajib hadir di kantor masing-masing mulai 30 Maret 2026.

Pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan jelas akan dikenakan sanksi disiplin sesuai peraturan yang berlaku.

“Setelah cuti bersama dan WFA berakhir, ASN harus kembali bekerja seperti biasa mulai 30 Maret 2026. Jika ada yang mangkir tanpa alasan yang jelas, tentu akan dikenakan sanksi disiplin sesuai ketentuan,” tegas Linda.

Menurutnya, kebijakan WFA sebelumnya diberikan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, namun kini seluruh ASN diminta kembali menjalankan tugas di kantor agar pelayanan publik tetap berjalan normal.

Linda juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memantau kehadiran pegawai pada hari pertama masuk kerja setelah libur panjang.

BKPSDM menekankan pengawasan kedisiplinan akan dilakukan secara ketat untuk memastikan aktivitas pemerintahan kembali lancar.(*)