Capaian Imunisasi Dinilai Menonjol, Sungai Penuh Jadi Rujukan Penyusunan Kebijakan Nasional

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Program imunisasi dan penguatan layanan kesehatan ibu-anak di Kota Sungai Penuh mendapat perhatian Kementerian PPN/Bappenas.

Capaian tersebut dinilai sebagai salah satu praktik baik yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan nasional untuk mempercepat penurunan stunting.

Tim Visitasi Kementerian PPN/Bappenas bahkan melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas Desa Gedang, Kota Sungai Penuh, untuk melihat secara langsung pelaksanaan program dan inovasi pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Kunjungan ini berkaitan dengan penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (RPerpres PPPS).

Ketua Tim Koordinator Visitasi, Muhammad Zaki Firdaus, mengatakan capaian cakupan imunisasi di Kota Sungai Penuh menunjukkan hasil yang sangat baik dan relatif lebih tinggi dibandingkan banyak daerah lain di Sumatera.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok ibu dan anak.

“Berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan cakupan imunisasi patut diapresiasi. Capaian ini menjadi salah satu praktik baik yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan nasional terkait percepatan penurunan stunting,” ujar Muhammad Zaki Firdaus.

Perhatian Bappenas terhadap program imunisasi Sungai Penuh tidak hanya berkaitan dengan angka cakupan imunisasi.

Penguatan imunisasi dan layanan kesehatan ibu-anak menjadi bagian dari upaya pencegahan masalah kesehatan sejak dini yang pada akhirnya berkaitan dengan agenda percepatan penurunan stunting.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, tim Bappenas melihat bagaimana pemerintah daerah menjalankan program kesehatan sekaligus mengidentifikasi praktik yang dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.

Posisi Sungai Penuh sebagai salah satu daerah yang dijadikan contoh menunjukkan bahwa pengalaman daerah dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan di tingkat nasional.

Muhammad Zaki Firdaus menyebut capaian imunisasi yang relatif tinggi menjadi salah satu indikator positif dalam pelaksanaan program kesehatan di Kota Sungai Penuh.

Ia menilai inovasi yang dilakukan pemerintah daerah dapat menjadi contoh dalam memperkuat cakupan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kunjungan ke Puskesmas Desa Gedang menjadi bagian dari proses melihat langsung implementasi program, termasuk bagaimana pelayanan kesehatan ibu dan anak dijalankan di tingkat fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, mengatakan pemerintah daerah akan terus memperkuat pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan.

Evaluasi terhadap berbagai tantangan yang masih ditemukan akan dilakukan untuk memastikan program kesehatan dapat berjalan semakin optimal.

Menurut Gunardi, penguatan layanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan generasi Sungai Penuh yang sehat dan berkualitas.

“Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus memperkuat layanan kesehatan melalui berbagai perbaikan dan penyempurnaan program. Kami berkomitmen mewujudkan generasi Kota Sungai Penuh yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.

Dengan capaian imunisasi yang dinilai baik serta berbagai inovasi pelayanan kesehatan, Kota Sungai Penuh kini menjadi salah satu daerah yang dipelajari dalam konteks penyusunan kebijakan nasional mengenai pencegahan dan percepatan penurunan stunting.(*)




Kurir Sabu Residivis Ditangkap di Sungai Penuh, Polisi Sita 11,5 Gram

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Seorang pemuda yang disebut polisi sebagai residivis kasus narkoba kembali ditangkap saat diduga hendak mengedarkan sabu di wilayah Kota Sungai Penuh, Jambi.

Pelaku berinisial BDS (23) ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kerinci di pinggir jalan Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Kamis 17 September 2026 sekitar pukul 09.30 WIB.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 27 paket sabu dengan berat bruto 11,5 gram.

BDS yang merupakan warga Desa Sungai Jernih tersebut disebut tidak berkutik setelah sepeda motor yang dikendarainya dihentikan petugas.

Kapolres Kerinci, AKBP Hernawan Rizky melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Yandra mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas pelaku.

“Berbekal informasi dari masyarakat, Tim Opsnal langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengintaian di sekitar kediaman tersangka,” kata Yandra.

Petugas kemudian membuntuti BDS yang meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor Honda Beat.

Saat kendaraan dihentikan, polisi melakukan penggeledahan terhadap tubuh dan barang bawaan pelaku.

Hasilnya, 10 paket sabu ditemukan di dalam sedotan plastik berwarna hitam yang disimpan di saku celana sebelah kiri.

Polisi kemudian memeriksa tas ransel hitam merek Osgood yang dibawa BDS. Dari dalam tas tersebut ditemukan lagi 17 paket sabu dan satu buah kaca pirek.

Total barang bukti yang diamankan mencapai 27 paket dengan berat bruto 11,5 gram.

Dari pemeriksaan awal, BDS disebut mengakui sabu tersebut merupakan miliknya.

Polisi menduga pemuda tersebut hendak menjalankan aksinya dengan modus “sistem tempel”, yakni menempatkan paket narkotika di lokasi tertentu untuk kemudian diambil pembeli tanpa melakukan pertemuan langsung.

Menurut polisi, BDS telah diketahui melakukan aktivitas tersebut di sekitar Desa Sungai Jernih.

Saat ditangkap, ia disebut tengah bersiap menuju sejumlah lokasi untuk melakukan penempelan paket sabu.

Pengembangan perkara kemudian mengungkap jumlah sabu yang sebelumnya diterima BDS disebut jauh lebih banyak.

Polisi menyebut BDS awalnya menerima 51 paket sabu dari jaringan yang berada di Kota Padang, Sumatera Barat.

Sebelum ditangkap, sebanyak 15 paket disebut telah ditempel di sejumlah lokasi di sekitar Desa Sungai Jernih.

BDS juga disebut telah menyerahkan enam paket kepada rekannya dan mengonsumsi tiga paket di rumah.

Dengan demikian, paket yang ditemukan saat penangkapan merupakan bagian dari keseluruhan pasokan yang diterima tersangka.

Dalam pemeriksaan awal, BDS mengaku memperoleh sabu dari seseorang bernama Cecep yang disebut berada di Kota Padang.

Cecep kini masih dalam pengejaran polisi.

Menurut keterangan yang disampaikan kepolisian, pengiriman sabu tersebut dilakukan melalui jasa mobil travel tidak resmi atau yang dikenal sebagai travel tembak.

Polisi menyebut penangkapan kali ini merupakan kali kedua BDS menerima pasokan dari jaringan tersebut.

Sebagai imbalan karena berperan sebagai kurir yang melakukan sistem tempel, BDS disebut dijanjikan uang Rp1 juta serta tujuh paket sabu untuk dikonsumsi sendiri.

Selain 27 paket sabu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lain.

Barang bukti tersebut berupa dua unit telepon seluler, yakni Realme C65 dan Realme C21, yang disebut digunakan untuk transaksi, satu tas, celana panjang, serta satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi.

Seluruh barang bukti bersama tersangka kini diamankan di Mapolres Kerinci untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga menyebut barang bukti akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut melalui instansi terkait.

Atas perkara tersebut, BDS dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 609 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Polres Kerinci mengimbau masyarakat untuk ikut membantu pengawasan lingkungan dan melaporkan aktivitas yang dicurigai berkaitan dengan peredaran narkotika.

Kepolisian menilai peran masyarakat diperlukan untuk memutus peredaran narkoba sekaligus mencegah dampaknya terhadap generasi muda.(*)




Karhutla di Sungai Penuh Terbakar 0,5 Hektare, Polisi dan Damkar Bergerak Cepat

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Ulu Air, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Minggu 13 September 2026.

Api yang membakar lahan tidur milik masyarakat tersebut akhirnya berhasil dipadamkan sebelum meluas.

Penanganan dilakukan secara cepat setelah Polsek Sungai Penuh menerima informasi mengenai kebakaran.

Kapolsek Sungai Penuh AKP Eko Munkoid, S.E., M.H., langsung mengerahkan personel untuk mengecek lokasi sekaligus membantu pemadaman.

Sebanyak empat personel Polsek Sungai Penuh diterjunkan ke lokasi. Mereka kemudian bersinergi dengan enam personel Damkar Kota Sungai Penuh yang membawa dua unit mobil pemadam.

Petugas menghadapi kebakaran permukaan atau surface fire yang melanda vegetasi berupa semak belukar, serasah, hingga tanaman pancang.

Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare.

Kesigapan petugas membuat proses pemadaman berlangsung tanpa kendala berarti.

Api berhasil dipadamkan seluruhnya dan kondisi di sekitar lokasi dinyatakan aman saat penanganan selesai.

Meski api telah berhasil dijinakkan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.

Kondisi cuaca panas dan vegetasi yang mengering diduga dapat mempercepat munculnya serta penyebaran api.

Namun, faktor tersebut masih sebatas dugaan awal dan belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar memberikan apresiasi terhadap respons cepat personel di lapangan.

Menurutnya, kecepatan dalam merespons laporan karhutla menjadi faktor penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

“Setiap informasi terkait Karhutla harus segera direspons. Kecepatan personel dalam mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman bersama instansi terkait sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Erlan.

Polda Jambi juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan.

Imbauan tersebut dinilai penting di tengah kondisi cuaca panas dan vegetasi kering yang dapat membuat api lebih mudah menyebar.

Masyarakat yang menemukan titik api atau melihat kebakaran lahan juga diminta segera melapor kepada kepolisian maupun instansi terkait.

Polda Jambi bersama jajaran menyatakan akan terus memperkuat kesiapsiagaan serta koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Damkar, BPBD dan masyarakat dalam mencegah serta menangani karhutla.

Respons cepat di lokasi menjadi kunci dalam kejadian ini. Kebakaran yang menghanguskan sekitar setengah hektare lahan tersebut berhasil dipadamkan sebelum api berkembang dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas.(*)




Ngeri! Istri Temukan Suami Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Warga Sumur Anyir Geger

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana di Desa Sumur Anyir, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, mendadak geger pada Minggu sore 13 September 2026.

Seorang pria berinisial A (24) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar mandi rumahnya sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri. Temuan tersebut kemudian membuat keluarga panik dan warga sekitar berdatangan ke lokasi.

Warga bersama pihak keluarga selanjutnya melakukan evakuasi terhadap korban dari dalam kamar mandi.

Untuk memastikan kondisi korban sekaligus mendapatkan pemeriksaan medis, A kemudian dibawa ke RSU Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima aparat kepolisian.

Personel Polres Kerinci langsung melakukan pengecekan, baik ke rumah sakit maupun ke lokasi kejadian.

Kedatangan polisi dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan mendata kondisi di lokasi serta menggali kronologi sebelum korban ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Ritonga, membenarkan adanya penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di Desa Sumur Anyir.

Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Hingga saat ini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya A.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan informasi terkait peristiwa tersebut.

Penyelidikan dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kejadian sebelum korban ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumahnya.(*)




Sungai Penuh Punya Modal Besar Jadi Kota Wisata Budaya, Ini Target Wali Kota Alfin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Sungai Penuh Alfin menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kota Sungai Penuh sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Dengan kekayaan adat, seni budaya, kuliner khas, hingga potensi alam yang dimiliki, Sungai Penuh dinilai memiliki modal besar untuk berkembang menjadi pusat wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut disampaikan Alfin saat menghadiri Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 yang mengangkat tema “Menjaga Warisan Budaya, Menjemput Sungai Penuh Juara” di Taman Mini Melayu Jambi (Eks Arena MTQ).

Dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh menampilkan berbagai potensi daerah mulai dari budaya, produk unggulan, kuliner, hingga destinasi wisata sebagai upaya memperluas promosi daerah.

Sungai Penuh Miliki Kekayaan Budaya dan Alam

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin mengatakan, daerah yang berada di kawasan Sakti Alam Kerinci tersebut memiliki kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat dan dapat menjadi daya tarik wisata.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan adat istiadat, seni budaya, kuliner, dan berbagai potensi wisata yang menjadi kekuatan daerah. Semua potensi ini akan terus kita kembangkan agar Sungai Penuh semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya unggulan,” ujar Alfin.

Ia menyebut, salah satu kekayaan budaya yang terus dilestarikan adalah Batik Incung, warisan budaya masyarakat Sakti Alam Kerinci yang memiliki nilai sejarah dan karakter khas.

“Batik Incung merupakan salah satu identitas budaya Sungai Penuh yang harus terus kita lestarikan. Selain menjadi warisan budaya, produk ini juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung pelaku usaha kreatif daerah,” katanya.

Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Ekonomi Kreatif

Alfin menjelaskan, pengembangan sektor pariwisata Sungai Penuh tidak hanya berfokus pada promosi destinasi, tetapi juga bagaimana memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan UMKM, industri kreatif, kuliner lokal, serta produk unggulan daerah.

“Pariwisata bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat dari berkembangnya sektor tersebut. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Sungai Penuh sehingga dapat meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Sungai Penuh Punya Potensi Wisata Alam yang Kuat

Selain budaya, Alfin menyampaikan bahwa Sungai Penuh juga memiliki potensi wisata alam yang menjadi daya tarik tersendiri.

Beberapa potensi tersebut di antaranya panorama pegunungan, udara yang sejuk, kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta berbagai komoditas unggulan seperti kopi Arabika, kayu manis, dan hasil hortikultura.

Menurutnya, perpaduan wisata budaya dan wisata alam menjadi kekuatan utama Sungai Penuh untuk bersaing dengan daerah wisata lainnya.

“Sungai Penuh memiliki kombinasi yang lengkap, mulai dari budaya, alam, hingga produk unggulan masyarakat. Potensi ini menjadi modal besar untuk membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan,” jelas Alfin.

Apresiasi Dukungan Pemprov Jambi

Alfin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Gubernur Al Haris, yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan budaya dan pariwisata daerah.

Menurutnya, kegiatan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jambi. Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi daerah untuk memperkenalkan potensi masing-masing dan memperkuat promosi wisata Jambi,” katanya.

Melalui penguatan promosi, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Sungai Penuh optimistis daerah tersebut mampu menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Provinsi Jambi maupun tingkat nasional.(*)




Sungai Penuh Punya Potensi Besar, Al Haris Targetkan Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mendorong Kota Sungai Penuh untuk menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Menurutnya, daerah yang berada di kawasan Sakti Alam Kerinci itu memiliki kekayaan budaya, kuliner, serta potensi alam yang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata nasional.

Hal tersebut disampaikan Al Haris saat membuka Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 dengan tema “Menjaga Warisan Budaya, Menjemput Sungai Penuh Juara” yang digelar di Taman Mini Melayu Jambi (Eks Arena MTQ), Jumat 17 Juli 2026 malam.

Kegiatan tersebut menampilkan berbagai potensi Kota Sungai Penuh, mulai dari budaya, produk unggulan daerah, kuliner khas, hingga potensi pariwisata sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi daerah.

Al Haris: Sungai Penuh Punya Modal Besar Jadi Destinasi Wisata Budaya

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa sehingga berpeluang besar berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang maju.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dikemas secara profesional agar mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan budaya, kuliner, dan alam yang luar biasa. Potensi ini harus terus dikemas dengan baik agar menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Al Haris.

Ia menilai, keberagaman adat istiadat, seni budaya, kuliner khas, serta produk lokal menjadi kekuatan utama yang dapat memperkuat identitas wisata Sungai Penuh.

Dorong Promosi Wisata Lewat Kalender Event Tahunan

Untuk memperkuat sektor pariwisata daerah, Al Haris meminta seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi memiliki kalender event pariwisata tahunan yang terintegrasi.

Menurutnya, jadwal kegiatan budaya dan pariwisata yang jelas akan membantu pemerintah melakukan promosi lebih awal serta memudahkan wisatawan merencanakan kunjungan.

“Tahun depan kita harus sudah memiliki kalender event yang jelas sehingga promosi bisa dilakukan lebih awal. Dengan demikian masyarakat mengetahui kapan setiap daerah menampilkan potensi terbaiknya, dan wisatawan dapat merencanakan kunjungannya ke Jambi,” katanya.

Jambi Elok Nian Jadi Wadah Promosi Budaya Daerah

Al Haris mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 yang menjadi wadah bagi kabupaten dan kota untuk memperkenalkan potensi masing-masing daerah.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jambi sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi berencana menghadirkan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan dalam penyelenggaraan Jambi Elok Nian tahun mendatang agar promosi budaya Jambi semakin luas di tingkat nasional.

Sungai Penuh Punya Kekayaan Budaya hingga Wisata Alam

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan bahwa daerahnya memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan pariwisata.

Potensi tersebut meliputi adat istiadat, seni budaya, kuliner, hingga Batik Incung yang merupakan warisan budaya masyarakat Sakti Alam Kerinci.

Selain budaya, Sungai Penuh juga memiliki daya tarik wisata alam berupa udara sejuk, panorama pegunungan, kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat, serta komoditas unggulan seperti kopi Arabika, kayu manis, dan hasil hortikultura yang telah dikenal luas.

Menurutnya, seluruh potensi tersebut terus dikembangkan sebagai identitas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri pariwisata.

Lestarikan Budaya dan Perkuat Identitas Jambi

Selain mendorong pengembangan wisata Sungai Penuh, Al Haris juga mengajak seluruh daerah untuk terus menjaga budaya lokal, termasuk mengembangkan produk khas seperti batik daerah.

Ia menyebut kualitas Batik Jambi terus berkembang dan memiliki nilai budaya yang tinggi sebagai identitas masyarakat Jambi.

“Kita harus bangga memakai batik daerah sendiri. Batik Jambi memiliki motif dan kualitas yang semakin baik sehingga menjadi identitas budaya yang patut kita lestarikan bersama,” ungkapnya.

Al Haris berharap Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.(*)




Hesti Haris Latih Guru SMA/SMK di Jambi, Dorong Program 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E (Hesti Haris), menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) metode “30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an” bagi guru agama SMA dan SMK se-kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kerinci, Jumat 03 Juli 2026.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program unggulan TP PKK sekaligus mendukung visi-misi Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya dalam penguatan program Pro Jambi Agamis yang menjadi salah satu dari lima pilar pembangunan daerah.

Kegiatan ini juga melibatkan kerja sama TP PKK Provinsi Jambi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Jambi, dengan fokus pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui metode pembelajaran cepat, sederhana, dan mudah dipahami.

Hesti Haris menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan sekolah, sekaligus membangun sistem pembinaan yang lebih berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap anak dan anggota keluarga memiliki kesempatan belajar membaca Al-Qur’an dengan metode yang efektif dan menyenangkan,” ujar Hesti Haris.

Ia menjelaskan bahwa metode “30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an” dirancang agar peserta didik lebih cepat memahami dasar-dasar membaca Al-Qur’an tanpa proses yang berbelit, sehingga dapat diterapkan secara luas oleh para guru di sekolah masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh pendekatan metode yang tepat serta motivasi awal yang kuat.

Karena itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya peran guru dalam membangun semangat belajar siswa.

“Kita hadir untuk membangkitkan semangat belajar Al-Qur’an di tingkat sekolah. Yang paling penting adalah motivasi. Jika tidak ada motivasi, kemampuan yang ada tidak akan berkembang maksimal,” ungkapnya.

Hesti Haris juga menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Provinsi Jambi.

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan menjadi penggerak utama dalam menyebarluaskan metode pembelajaran tersebut ke sekolah masing-masing.

Ia juga menyebutkan bahwa masih terdapat ribuan siswa tingkat SMA di Jambi yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik berdasarkan data Dinas Pendidikan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius dan mendorong penguatan program pembinaan secara lebih sistematis.

“Kami ingin metode ini bisa menjangkau lebih luas dan menjadi solusi nyata di lapangan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dan fasilitator yang memberikan praktik langsung kepada peserta, sehingga para guru dapat menerapkan metode tersebut secara efektif dalam proses pembelajaran di sekolah.

Melalui pelatihan ini, TP PKK Provinsi Jambi berharap lahirnya tenaga pendidik yang mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di dunia pendidikan.(*)




Di Sungai Penuh, Hesti Haris Perkuat Gerakan Religius dan Salurkan Bantuan Kursi Roda

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E (Hesti Haris), menggelar sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat kepada masyarakat Kota Sungai Penuh, Jumat 03 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai religius, kebersamaan, serta pembentukan karakter masyarakat melalui pendekatan keagamaan.

Dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Hesti Haris menegaskan bahwa Gerakan Jambi Bersholawat tidak hanya sebatas aktivitas melantunkan sholawat, tetapi juga merupakan gerakan sosial dan spiritual yang bertujuan membangun akhlak serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Gerakan ini bukan hanya soal melantunkan sholawat, tetapi juga membangun karakter, menjaga moral, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga,” ujar Hesti Haris.

Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak sejak dini, terutama dalam menanamkan nilai-nilai religius dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Hesti Haris juga memaparkan sejumlah program yang diinisiasi TP PKK Provinsi Jambi dalam mendukung Gerakan Jambi Bersholawat.

Program tersebut meliputi pengajian keluarga dan majelis taklim, pelatihan pembina sholawat untuk remaja dan ibu-ibu, hingga kolaborasi dengan sekolah dan pesantren dalam penguatan nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan non-formal.

Selain itu, TP PKK juga mendorong pemberdayaan kelompok seni religi lokal sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penguatan tradisi keagamaan di masyarakat.

Sosialisasi ini mendapat respons positif dari tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen warga yang menyatakan dukungan agar kegiatan bersholawat dapat menjadi rutinitas di tingkat lingkungan seperti RT/RW maupun lembaga pendidikan.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TP PKK Provinsi Jambi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dalam merancang program keagamaan yang inklusif dan partisipatif.

Hesti Haris turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung gerakan ini melalui penyediaan ruang kegiatan, pembinaan, serta pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Sebagai penutup kegiatan, TP PKK Provinsi Jambi juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga kurang mampu di Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, atas nama Marlina (60).

Penyerahan bantuan tersebut turut didampingi Wakil Ketua TP PKK Kerinci, Septi Malinda Murison, bersama jajaran anggota PKK lainnya.(*)




Kenduri Sko 2026 Sungai Penuh, Gubernur Jambi Terima Gelar Adat Kehormatan Baru

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH yang juga bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam kembali menerima penghargaan adat kehormatan dari Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh. Dalam prosesi adat Kenduri Sko 2026 yang digelar di Tanah Mendapo Kota Sungai Penuh, Sabtu 04 Juli 2026, Al Haris dianugerahi gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

Penganugerahan gelar tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan adat bertema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab”, yang turut dihadiri tokoh adat, kepala daerah, serta masyarakat dari wilayah Enam Luhah Sungai Penuh.

Selain Gubernur Jambi, sejumlah pejabat daerah juga menerima gelar adat kehormatan. Di antaranya Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. yang bergelar Depati Susun Negroi Tanoh Sungei Pnoh, Bupati Kerinci Monadi dengan gelar Depati Sinar Bumi Sakti, serta Sekda Kota Sungai Penuh Alpian yang menerima gelar Depati Setiawan Negroi Sungai Pnoh.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan lembaga adat.

Ia menekankan bahwa kemajuan pembangunan daerah tidak boleh menggeser posisi adat dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat.

Menurutnya, adat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga sistem nilai yang mengatur keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan.

“Adat bagi masyarakat Sungai Penuh dan Provinsi Jambi bukan sekadar tradisi. Adat adalah cara kita memahami hidup, menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” ujar Al Haris.

Ia juga menyoroti bahwa pelaksanaan Kenduri Sko kali ini memiliki makna historis karena baru kembali digelar setelah hampir dua dekade, sejak terakhir kali dilaksanakan saat Sungai Penuh masih menjadi bagian dari Kabupaten Kerinci.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat pelestarian adat, khususnya di kalangan generasi muda yang hidup di tengah arus modernisasi dan digitalisasi.

Al Haris juga memberikan apresiasi kepada para tokoh adat dan masyarakat yang terus menjaga tradisi leluhur.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan tidak terpecah oleh dinamika politik maupun kontestasi daerah.

“Kita ini satu, kita satu Sakti Alam Kerinci,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Jambi turut menekankan pentingnya sinergi antar pemerintah daerah, termasuk hubungan harmonis antara Wali Kota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci, yang dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas dan pembangunan kawasan.

Di akhir sambutannya, Al Haris mendorong agar lembaga adat terus diperkuat dalam menjaga simbol-simbol budaya serta rumah adat sebagai bagian dari identitas daerah yang harus diwariskan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyatakan bahwa Pemerintah Kota mendukung penuh pelaksanaan Kenduri Sko 2026 sebagai agenda budaya yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik pariwisata daerah.

Rangkaian kegiatan Kenduri Sko turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari pencak silat, Tari Iyo-Iyo, Tari Rangguk, Tari Sekapur Sirih, hingga Tari Asoak yang menampilkan kekayaan budaya Kerinci dan Sungai Penuh.(*)




Wawako Sungai Penuh Ajak Pelajar Jadi Generasi Tangguh Lawan Radikalisme

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), serta perundungan di lingkungan pendidikan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Kegiatan yang digelar di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kamis 18 Juni 2026, tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan aparat keamanan, termasuk Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Wilayah Jambi Kombes Pol. Beri Diatra, Wakil Bupati Kerinci Murison, Kapolres Kerinci, Dandim 0417/Kerinci, Kejari Sungai Penuh, hingga unsur DPRD dan Sekda Kota Sungai Penuh.

Ribuan peserta dari kalangan kepala sekolah, guru, hingga pelajar SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA dari dua wilayah tersebut turut mengikuti kegiatan yang difokuskan pada penguatan wawasan kebangsaan dan pencegahan paham negatif di lingkungan pendidikan.

Penguatan Edukasi untuk Cegah Paham Negatif

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat pendidikan mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, serta perundungan yang dinilai masih menjadi tantangan serius di kalangan generasi muda.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat nilai persatuan, toleransi, serta kesadaran kebangsaan di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat.

Wawako Tekankan Pembentukan Karakter Pelajar

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah mengajak para pelajar untuk terus memperkuat semangat belajar serta membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Saya berpesan agar para pelajar senantiasa menjaga semangat belajar, menghormati guru dan orang tua, serta memperkuat persahabatan. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosial.

Media Sosial Harus Jadi Sarana Positif

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Azhar juga menyoroti pentingnya penggunaan media sosial secara bijak oleh generasi muda.

Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, pengembangan diri, dan inovasi, bukan untuk menyebarkan konten negatif atau terpengaruh paham yang merugikan.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif. Jadikan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan berinovasi agar bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah Cegah Radikalisme dan Kekerasan di Sekolah

Wawako Azhar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen mendukung berbagai program pencegahan radikalisme, ekstremisme, serta kekerasan di lingkungan pendidikan melalui pendekatan edukasi yang berkelanjutan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia pendidikan dapat memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh paham negatif.

Dorong Generasi Tangguh dan Berkarakter

Melalui kegiatan sosialisasi akbar ini, diharapkan para pelajar di Kerinci dan Sungai Penuh dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, kritis, dan berkarakter.

Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, toleransi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(*)