Konsolidasi Kader Jadi Kunci, Erick Abdullah Fokus PPP Menang Pemilu

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.IDErick Abdullah kembali dipercaya memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sarolangun untuk periode 2026–2031.

Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam musyawarah serentak DPC PPP se-Provinsi Jambi yang digelar di Hotel Rumah Kito, Sabtu (28/3/2026) malam.

Sidang pleno yang diikuti 11 Pengurus Anak Cabang (PAC) menyepakati Erick Abdullah sebagai ketua tanpa pemungutan suara, menandakan soliditas internal partai yang kuat.

Dalam keterangannya, Erick Abdullah menegaskan bahwa fokus utama kepemimpinannya kali ini adalah persiapan menghadapi Pemilihan Legislatif mendatang.

“Target utama kami adalah menambah kursi DPRD dari lima menjadi enam kursi. Untuk itu, konsolidasi internal dan kaderisasi menjadi prioritas,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menambahkan, langkah strategis yang akan dilakukan meliputi penguatan jaringan kader di tingkat desa dan kecamatan, peningkatan peran aktif anggota partai di masyarakat, serta penyusunan program politik yang selaras dengan kebutuhan konstituen.

“Dengan kerja nyata, komunikasi intens dengan masyarakat, dan kekompakan kader, kami optimistis target kursi DPRD dapat tercapai,” tegas Erick.

Selain fokus pada legislatif, Erick juga menegaskan komitmen PPP untuk tetap mendukung H. Hurmin dalam memimpin hingga dua periode.

Sinergi ini diharapkan mendongkrak perolehan suara partai dalam kontestasi politik lokal maupun nasional.

Diketahui, di bawah kepemimpinan Erick sebelumnya, PPP Sarolangun mencatat prestasi positif pada Pemilu 2024 dengan meraih kemenangan di legislatif dan berperan dalam kemenangan kepala daerah.

Dengan strategi yang lebih matang, partai menargetkan hasil lebih maksimal pada Pemilu mendatang.

Erick menekankan bahwa keberhasilan PPP tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga soliditas internal, kerja kader di masyarakat, dan penyusunan program politik yang relevan.

“Pemilu adalah momentum untuk menunjukkan kemampuan partai dalam memberikan solusi bagi masyarakat. Konsolidasi dan strategi yang tepat adalah kunci kemenangan,” tutup Erick Abdullah.(*)




Erick Abdullah Kembali Pimpin PPP Sarolangun Periode 2026–2031

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Erick Abdullah kembali dipercaya memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sarolangun untuk periode 2026–2031.

Penetapan ini dilakukan dalam musyawarah serentak DPC PPP se-Provinsi Jambi yang berlangsung di Hotel Rumah Kito, Sabtu (28/3/2026) malam.

Proses pemilihan berjalan lancar dan penuh suasana kekeluargaan. Dalam sidang pleno yang diikuti oleh 11 Pengurus Anak Cabang (PAC), seluruh peserta sepakat memberikan dukungan kepada Erick Abdullah.

Ia pun ditetapkan secara aklamasi tanpa melalui proses pemungutan suara.

Pemilihan dipimpin oleh tim formatur yang melibatkan unsur DPP, DPW, DPC, serta perwakilan PAC.

Hasil musyawarah tersebut menunjukkan soliditas internal partai yang kuat di tingkat daerah.

Saat dikonfirmasi, Erick Abdullah menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin PPP Sarolangun lima tahun ke depan.

“Ini merupakan amanah besar yang akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ke depan, ia menegaskan fokus utama akan diarahkan pada penguatan konsolidasi internal partai serta peningkatan peran aktif kader di tengah masyarakat.

Selain itu, PPP Sarolangun juga menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD pada Pemilihan Legislatif mendatang.

“Target kami menambah kursi, dari lima menjadi enam kursi di DPRD. Dengan kerja sama dan kekompakan kader, kami optimistis target tersebut dapat tercapai,” tegas Erick.

Ia juga menegaskan komitmen partai untuk terus mendukung kepemimpinan H. Hurmin hingga dua periode.

Diketahui, di bawah kepemimpinan Erick Abdullah sebelumnya, PPP Sarolangun mencatatkan hasil positif pada Pemilu 2024 dengan meraih kemenangan di legislatif serta berkontribusi dalam kemenangan pemilihan kepala daerah.

Dengan kepemimpinan yang berlanjut, PPP Sarolangun diharapkan semakin solid dan mampu memperkuat pengaruh politiknya di daerah.(*)




Catat Waktunya! Siap Digelar, Balumbo Biduk Sarolangun Jadi Ajang Hiburan dan Simbol Persatuan

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Event budaya tahunan Balumbo Biduk akan kembali digelar di Kabupaten Sarolangun pada tanggal 30–31 Maret 2026.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sebagai upaya melestarikan tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Balumbo Biduk merupakan tradisi khas masyarakat Sarolangun yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal.

Event ini biasanya dipusatkan di kawasan Tugu Biduk Sarolangun, ikon yang menjadi simbol berlangsungnya kegiatan.

Masyarakat diajak untuk tidak sekadar menyaksikan, tetapi juga turut berpartisipasi dalam menyukseskan jalannya acara.

Selain sebagai hiburan, Balumbo Biduk memiliki makna mendalam sebagai simbol persatuan dan identitas budaya daerah.

Mengusung tema “Wujudkan Sarolangun Maju, Perkuat Kebersamaan, Pertahankan Budaya Lamo”, kegiatan ini diharapkan mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.

Pemerintah daerah bersama panitia pelaksana mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan meramaikan Balumbo Biduk 2026.

Kehadiran masyarakat diharapkan dapat menjaga kelestarian tradisi sekaligus memperkenalkan budaya Sarolangun ke tingkat regional maupun nasional.(*)




Kalapas Sarolangun Terapkan Razia dan Kontrol Blok Hunian WBP

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Tingginya intensitas kunjungan Hari Raya Idulfitri 1447 H beberapa hari lalu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun membuat kondisi keamanan, ketertiban, dan layanan pasca lebaran sedikit terdampak.

Arus keluar masuk pengunjung serta pengeluaran Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tinggi berpotensi menimbulkan risiko, termasuk masuknya barang terlarang, interaksi antar warga binaan, dan pelanggaran tata tertib di blok hunian.

Untuk menstabilkan situasi, Kepala Lapas Sarolangun, Ibnu Faizal, memimpin serangkaian langkah antisipatif dan tindakan preventif yang terukur, memastikan kesiapan petugas serta layanan WBP berjalan normal pasca Idulfitri (27/03/2026).

Sebagai bagian dari tindakan preventif, jajaran Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan melakukan razia insidentil dan terjadwal di kamar hunian WBP.

Langkah ini bertujuan memastikan blok hunian steril dari barang terlarang dan menjaga ketertiban internal lapas.

Selain itu, Kalapas aktif turun ke lapangan untuk melakukan kontrol keliling blok hunian, melakukan dialog ringan dengan WBP, serta mengumpulkan informasi yang nantinya diolah tim intelijen lapas sebagai dasar pengambilan keputusan selanjutnya.

Pejabat struktural juga diperintahkan untuk memantau kehadiran, disiplin, dan kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan tugas pasca lebaran.

Menurut Kalapas Ibnu Faizal, ritme kerja yang konsisten menjadi kunci untuk menjaga stabilitas keamanan dan layanan.

“Kami ingin memastikan seluruh petugas hadir, disiplin, dan menjalankan tugas sesuai aturan. Mustahil tercipta stabilitas keamanan internal dan pemenuhan hak WBP secara optimal jika petugas tidak disiplin,” ujarnya.

Kalapas Sarolangun juga aktif berkoordinasi dengan pimpinan di tingkat wilayah dan pusat untuk menyelaraskan kebijakan, sehingga seluruh warga binaan, petugas, pengunjung, maupun masyarakat sekitar dapat beraktivitas normal tanpa gangguan pasca Idulfitri.(*)




Terungkap! Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Sarolangun, Ini Kronologinya

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Polres Sarolangun melalui Unit Reskrim Polsek Bathin VIII bersama Unit PPA Satreskrim berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana terhadap anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Senin (23/3/2026) setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan peristiwa yang melibatkan seorang anak di bawah umur.

Kapolres Sarolangun Wendi Oktariansyah melalui Kasat Reskrim Yosua Adrian menjelaskan, kasus ini berawal dari laporan polisi yang diterima pada tanggal yang sama, atas kejadian yang diduga terjadi dua hari sebelumnya di wilayah Bathin VIII.

Korban diketahui merupakan seorang pelajar perempuan berusia 16 tahun, sementara pelapor adalah anggota keluarga korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian menetapkan seorang pria berinisial MS (27) sebagai tersangka.

Peristiwa bermula dari komunikasi antara korban dan tersangka melalui aplikasi pesan singkat. Korban kemudian diajak bertemu dan dibawa oleh tersangka ke beberapa lokasi di luar daerah.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa korban sempat berada di wilayah lain sebelum akhirnya ditemukan oleh keluarga dan dibawa pulang.

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.

Upaya penyelesaian secara kekeluargaan sempat dilakukan, namun keluarga korban memilih menempuh jalur hukum demi mendapatkan keadilan.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan perlindungan terhadap anak serta menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang mengancam masa depan generasi muda.

“Kasus ini akan kami tangani secara serius dan profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dalam proses pengungkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit telepon genggam serta satu unit kendaraan yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

Saat ini, tersangka telah diamankan dan diserahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Sarolangun untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik juga tengah melengkapi berkas perkara serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui atau mengalami kejadian serupa, guna mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap anak di kemudian hari.(*)




Kapolres Sarolangun Ajak Personel Tingkatkan Kinerja Lewat Halal Bihalal

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam suasana hangat Idulfitri, Wendi Oktariansyah bersama jajaran Pejabat Utama dan seluruh personel Polres Sarolangun menggelar kegiatan halal bihalal sebagai upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan internal.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (26/3/2026) pagi, usai apel di lingkungan Mapolres Sarolangun.

Suasana penuh keakraban tampak mewarnai kegiatan yang menjadi tradisi pasca-Lebaran tersebut.

Halal bihalal tidak hanya dimaknai sebagai ajang saling bermaafan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan soliditas serta semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Wendi Oktariansyah menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam membangun hubungan kekeluargaan antar personel sekaligus menjadi momentum refleksi kinerja.

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kinerja ke depan,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat, yang dinilai berjalan dengan aman dan lancar di wilayah hukum Polres Sarolangun.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan Idulfitri tidak lepas dari kerja sama dan kekompakan seluruh anggota dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh personel untuk terus menjaga soliditas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan semangat Idulfitri, mari kita saling memaafkan dan terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Sarolangun semakin profesional, humanis, serta mampu menjalankan tugas kepolisian secara presisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.(*)




Poliklinik Tutup 7 Hari, IGD RSUD Sarolangun Tetap Buka 24 Jam di Momen Mudik Lebaran

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, RSUD Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain melakukan penyesuaian jadwal pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Direktur rumah sakit, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa layanan poliklinik atau rawat jalan akan ditutup sementara selama periode libur Lebaran.

Penutupan layanan poliklinik dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 24 Maret 2026. Layanan tersebut akan kembali dibuka dan beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian operasional selama masa libur Hari Raya Idulfitri.

Meski layanan rawat jalan ditutup sementara, pihak rumah sakit memastikan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi penuh selama 24 jam.

Layanan ini disiapkan untuk menangani kondisi darurat sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh penanganan medis kapan pun dibutuhkan.

Manajemen rumah sakit mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan jadwal kunjungan layanan kesehatan selama periode libur Lebaran.

Selain itu, pihak RSUD juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat.

Momentum Lebaran diharapkan tetap berjalan dengan aman dan sehat, dengan dukungan layanan kesehatan yang tetap siaga untuk kondisi darurat.(*)




Pos Mudik Sarolangun Siap 24 Jam, Ini Imbauan Penting untuk Pemudik

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Sarolangun, Hurmin bersama Wakil Bupati Gerry Trisatwika turun langsung meninjau sejumlah Pos Pengamanan (Pos PAM) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) arus mudik Lebaran, Rabu (17/3/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Sarolangun Wendi Oktariansyah serta Ketua TP PKK Sarolangun Risha Fitria, bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Dalam keterangannya, Bupati Hurmin menyampaikan bahwa hasil peninjauan menunjukkan pelayanan kepada para pemudik berjalan dengan baik.

Ia memastikan petugas di lapangan siap memberikan pelayanan maksimal selama arus mudik berlangsung.

“Pelayanan di Pos PAM dan Pos Yan berjalan lancar. Kami optimistis seluruh petugas mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain melakukan pengecekan, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa makanan dan minuman kepada petugas yang berjaga.

Bantuan tersebut meliputi minuman, makanan ringan, telur, hingga mie instan untuk menunjang kebutuhan petugas, terutama saat bertugas di malam hari.

Menurut Bupati, para petugas bekerja selama 24 jam penuh sehingga perlu mendapat perhatian agar tetap optimal dalam menjalankan tugas.

Terkait kondisi lalu lintas, Bupati menyebutkan bahwa terjadi peningkatan volume kendaraan menjelang Lebaran. Namun, situasinya masih relatif aman dan lancar.

“Memang ada peningkatan, tetapi tidak signifikan. Secara umum arus lalu lintas masih terkendali,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Bupati bersama Kapolres mengingatkan masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan mudik.

Warga juga disarankan menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat apabila tidak digunakan selama perjalanan mudik.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi tindak kejahatan selama momen Lebaran.(*)




ASN Sarolangun Wajib Masuk Kantor Mulai 30 Maret 2026!

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarolangun mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kembali masuk kerja setelah masa libur Lebaran dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) berakhir.

Kepala BKPSDM Sarolangun, Linda Novita Herawati, menegaskan bahwa ASN wajib hadir di kantor masing-masing mulai 30 Maret 2026.

Pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan jelas akan dikenakan sanksi disiplin sesuai peraturan yang berlaku.

“Setelah cuti bersama dan WFA berakhir, ASN harus kembali bekerja seperti biasa mulai 30 Maret 2026. Jika ada yang mangkir tanpa alasan yang jelas, tentu akan dikenakan sanksi disiplin sesuai ketentuan,” tegas Linda.

Menurutnya, kebijakan WFA sebelumnya diberikan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, namun kini seluruh ASN diminta kembali menjalankan tugas di kantor agar pelayanan publik tetap berjalan normal.

Linda juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memantau kehadiran pegawai pada hari pertama masuk kerja setelah libur panjang.

BKPSDM menekankan pengawasan kedisiplinan akan dilakukan secara ketat untuk memastikan aktivitas pemerintahan kembali lancar.(*)




Pembunuhan di Sarolangun Gegerkan Warga, Polisi Amankan Pelaku Kurang dari Dua Jam! Ini Motifnya

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kecepatan reaksi jajaran Polres Sarolangun patut diapresiasi. Kurang dari dua jam pascakejadian pembunuhan yang menggegerkan warga, pelaku berinisial A (43) berhasil diringkus polisi, Selasa malam (17/3/2026).

Peristiwa berdarah terjadi sekitar pukul 21.05 WIB di Jalan Lintas Sumatera, depan SD 107 Desa Panti, Kecamatan Sarolangun.

Korban, Nasrizal (45), warga Desa Sungai Abang, meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut.

Informasi awal menyebutkan, tragedi ini dipicu oleh dugaan perselingkuhan.

Pelaku memergoki istrinya berada bersama korban di lokasi kejadian, yang kemudian memicu adu mulut hingga berujung perkelahian.

Dalam kondisi emosi, pelaku menghunus pisau dan menikam korban.

Korban sempat berlari untuk menyelamatkan diri, namun jatuh tak sadarkan diri dan langsung dilarikan warga ke fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke RS Golden Sarolangun, namun nyawanya tidak tertolong.

Tim Opsnal Polres Sarolangun langsung bergerak cepat. Kurang dari dua jam, sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku berhasil diamankan di wilayah Desa Tanjung, Kecamatan Bathin VIII.

Penangkapan dibantu oleh sikap kooperatif keluarga pelaku yang menyerahkan A kepada polisi.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain bilah pisau beserta sarungnya dan pakaian korban saat kejadian.

Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kesigapan aparat dan kerja sama dengan masyarakat.

“Kurang dari dua jam pelaku berhasil diamankan. Ini berkat kerja cepat anggota dan dukungan masyarakat. Kami berkomitmen memberikan rasa aman,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Yosua Adrian, menyebut motif sementara diduga karena emosi sesaat. Pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi masih terus dilakukan untuk mengungkap kronologi lebih detail.(*)