Langkah Nyata Pemkab Merangin! Turunkan Alat Berat Bersihkan Sampah Pasca Lebaran

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin menggelar aksi gotong royong massal untuk membersihkan Kota Bangko pasca libur Lebaran, Jumat (27/03/2026).

Kegiatan ini fokus pada titik-titik strategis pusat kota yang menjadi konsentrasi sampah sisa aktivitas hari raya, seperti komplek pertokoan, pasar, dan taman kota.

Aksi kebersihan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, dan Sekretaris Daerah (Sekda). Seluruh OPD, BUMD, BUMN, dan instansi vertikal turut dilibatkan, memastikan proses pembersihan berjalan efektif dan cepat.

Untuk menunjang kegiatan, Pemkab Merangin menurunkan alat berat jenis Beko loader, sekaligus membagi personel ke tiga titik utama, yakni:

  • Titik 1: Komplek Pertokoan Sungai Ulak
  • Titik 2: Area Pasar Bawah dan Tugu Pedang
  • Titik 3: Taman Kota Bangko, Taman Bujang Upik, Pasar Baru, hingga Pasar Rakyat

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi dari semua peserta.

Mereka membersihkan sampah plastik, limbah rumah tangga, dan rerumputan liar yang mengganggu keindahan kota.

Hasilnya, Kota Bangko kembali terlihat bersih, asri, dan nyaman untuk aktivitas warga sehari-hari.

Sekretaris Daerah Merangin, Zulhifni, mengapresiasi semangat seluruh elemen yang terlibat.

Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat adalah kunci menjaga kebersihan dan estetika kota.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Forkopimda, OPD, dan instansi terkait. Pasca Lebaran, volume sampah meningkat signifikan sehingga kami menurunkan alat berat untuk membersihkan dan merapikan parit. Goro ini bukan sekadar rutinitas, tapi juga sarana edukasi untuk warga agar terus menjaga kebersihan,” ujar Zulhifni.

Pemkab Merangin berharap kegiatan “Jumat Bersih” ini menjadi momentum bagi warga untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, serta mencerminkan martabat kota.(*)




Rumah Warga Hangus di Hari Kedua Lebaran, Wabup Merangin Salurkan Bantuan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Musibah kebakaran yang terjadi di momen Hari Raya Idulfitri 2026 menyisakan duka bagi keluarga Hasyim (52), warga RT 01 Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin.

Rumah yang menjadi tempat tinggalnya hangus terbakar pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026), diduga akibat korsleting listrik.

Api dengan cepat melalap bangunan hingga rata dengan tanah, membuat keluarga tersebut kehilangan tempat tinggal beserta harta benda.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada korban, Rabu (25/3/2026).

Ia didampingi Kepala Dinas Sosial A. Lazik dan Kabag Umum Ari Aniko.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, seperti beras, mi instan, minyak goreng, makanan siap saji, perlengkapan bayi, selimut, kasur, hingga terpal.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun ini bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang sedang tertimpa cobaan,” ujar A. Khafidh saat menyerahkan bantuan.

Ia berharap, meski berada dalam situasi sulit, kehadiran pemerintah dapat sedikit meringankan beban dan memberikan dukungan moral bagi keluarga korban, terutama di suasana Lebaran.

Di sisi lain, Wabup juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik di rumah.

Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh hubungan arus pendek.

“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan instalasi listrik aman dan sesuai standar. Gunakan listrik dengan bijak agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik di rumah.(*)




Kota Bangko Semrawut Usai Lebaran, Wabup Merangin Perintahkan Penertiban

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kondisi Kota Bangko yang semrawut pasca perayaan Idulfitri 2026 langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Merangin.

Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, bergerak cepat memimpin penataan kota, terutama di kawasan Pasar Beduk yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Didampingi Sekretaris Daerah Zulhifni, Wabup menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mengembalikan kondisi kota agar kembali rapi, bersih, dan tertib seperti sebelum Ramadan.

Dalam arahannya, A. Khafidh menegaskan bahwa persoalan sampah yang menumpuk serta keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di badan jalan merupakan masalah rutin yang harus ditangani secara cepat dan tegas.

“Tuntutan masyarakat ingin cepat, maka pemerintah juga harus bergerak cepat. Kondisi seperti ini memang terjadi setiap tahun, tapi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya, Rabu (25/3/2026).

Ia secara khusus menyoroti tumpukan sampah di bekas lokasi bazar swasta. Menurutnya, tanggung jawab kebersihan harus ditegakkan sesuai komitmen yang telah disepakati oleh penyelenggara.

Wabup meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera menindaklanjuti, termasuk memanggil pihak penyelenggara bazar jika belum menjalankan kewajibannya.

“Jangan sampai kondisi ini menjadi sorotan negatif. Ini menyangkut wajah kota kita,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga fokus pada penertiban PKL yang sebelumnya diberi kelonggaran berjualan selama Ramadan.

Kini, seluruh pedagang diminta kembali ke lokasi yang telah ditentukan agar fungsi jalan dapat normal kembali.

Wabup menginstruksikan camat dan lurah untuk segera berkoordinasi dalam proses relokasi tersebut, agar penataan berjalan seragam dan tidak menimbulkan konflik di lapangan.

Penertiban ini akan melibatkan Satpol PP sebagai pengawas di lapangan.

Sementara itu, Dinas PUPR dan Perkim juga diminta melakukan evaluasi terhadap fasilitas ruko, khususnya terkait ketersediaan tempat penampungan sampah.

Untuk mendukung kelancaran kebijakan ini, Dinas Kominfo diminta aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Tujuan kita jelas, mengembalikan Kota Bangko menjadi kota yang bersih, tertib, dan nyaman untuk semua,” pungkas A. Khafidh.(*)




Unik! Ada ‘Juru Penyelamat’ ASN Saat Sidak Wabup Merangin

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID Usai libur panjang Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Merangin langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah unit pelayanan publik, Rabu (25/03).

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh A. Khafidh. Dalam kunjungan ke beberapa instansi, Wabup masih menemukan sejumlah ASN yang belum hadir tepat waktu, bahkan ada yang terlambat masuk kerja.

Uniknya, dalam setiap lokasi yang dikunjungi, Wabup menemukan fenomena yang disebut sebagai “juru penyelamat”, yakni ASN yang hadir dan berusaha menutupi ketidakhadiran rekan kerja lainnya.

Saat melakukan pengecekan, Wabup sempat mempertanyakan keberadaan ASN yang belum hadir.

Jawaban dari petugas menyebutkan bahwa sebagian masih dalam perjalanan, sementara yang lain sedang keluar untuk keperluan tertentu.

Namun, tak lama kemudian, salah satu ASN yang dimaksud akhirnya datang dan langsung menghadap Wabup, memicu suasana cair hingga diwarnai tawa bersama jajaran pejabat yang hadir.

“Ibuk baru datang ya?,” tanya Wabup.

“Iya pak,” jawab ASN.

Sontak Wabup A. Khafidh beserta Kepala OPD pun tertawa.

“Nah ini, selalu ada juru penyelamat. Tadi katanya sudah masuk terus ngisi minyak. Ternyata memang belum datang. Terlambat buk ya?,” tanya Wabup dijawab dengan anggukan sembari tersipu malu.

Dalam sidak tersebut, Wabup didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kominfo, Kepala BKPSDMD, Kepala Dinas Kesehatan, serta perwakilan Inspektorat.

Mereka mengunjungi lima unit pelayanan, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah Kolonel Abundjani, beberapa puskesmas, Dinas Dukcapil, hingga PDAM Tirta Merangin.

Menurut Wabup, sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapan ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor kesehatan, administrasi, dan layanan air bersih.

Ia menegaskan bahwa secara umum tingkat kehadiran ASN sudah cukup baik, dan pelayanan publik mulai kembali berjalan normal pasca libur panjang.

Sementara itu, Kepala BKPSDMD menjelaskan bahwa sistem kerja ASN saat ini dibagi antara Work From Office (WFO) dan Work From Anywhere (WFA) berdasarkan penugasan dari masing-masing instansi.

“Bagi yang WFO tapi tidak hadir, nanti akan ada teguran dari Kepala Dinas masing-masing yang kemudian disampaikan kepada BKPSDMD,” singkatnya.

ASN yang seharusnya WFO namun tidak hadir akan dikenakan teguran melalui atasan langsung sebelum ditindaklanjuti ke BKPSDMD sebagai bagian dari penegakan disiplin.(*)




Sidak Hari Pertama Pasca Lebaran, Kehadiran ASN 70% jadi Sorotan Wabup Merangin

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Merangin memastikan seluruh layanan publik kembali berjalan normal.

Hal tersebut ditegaskan oleh H A Khafidh saat melakukan pengecekan langsung ke sejumlah fasilitas pelayanan, Rabu (25/3).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati bersama rombongan meninjau beberapa titik layanan publik, di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah Kol Abundjani Bangko, Puskesmas Pematang Kandis, Puskesmas Bangko, hingga PDAM Tirta Merangin.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal pasca libur Lebaran.

Dari hasil pemantauan, tingkat kehadiran pegawai tercatat berada di angka sekitar 70 persen. Sebagian ASN dan pegawai masih belum kembali ke daerah karena alasan mudik.

Meski demikian, Wabup menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

“Saya ingin memastikan bahwa seluruh layanan publik berjalan normal setelah Lebaran,” ujarnya.

Sebagai langkah pembinaan, pemerintah daerah akan menerapkan sanksi bertahap bagi pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan.

Teguran lisan akan diberikan terlebih dahulu, sebelum kemudian dilanjutkan dengan teguran tertulis apabila pelanggaran terus terjadi.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan disiplin bagi ASN, PPPK, maupun tenaga kerja lainnya di lingkungan Pemkab Merangin.

Wabup juga telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memastikan kehadiran pegawai di hari kerja pasca libur Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) belum diberlakukan di lingkungan Pemkab Merangin.

Seluruh pegawai diminta tetap bekerja dari kantor seperti biasa.

Namun demikian, Wabup memberikan pengecualian bagi pegawai yang sedang bertugas di luar daerah.

Mereka tetap diperbolehkan menjalankan pekerjaan dari lokasi masing-masing, selama tugas dan tanggung jawab tetap diselesaikan sesuai jadwal.

“Yang terpenting adalah pekerjaan tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.(*)




Pesan Menyentuh Bupati Merangin Saat Lebaran: Tegas Bukan Karena Benci

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Rumah Dinas Bupati Merangin saat digelarnya open house dalam rangka Halal Bihalal Idulfitri, Sabtu (21/03/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati M. Syukur, bersama Wakil Bupati A. Khafidh, Sekda Zulhifni, Ketua DPRD Rivaldi, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat.

Dalam sambutannya, M. Syukur menyampaikan pesan yang menyentuh terkait etika kepemimpinan dan profesionalisme di lingkungan pemerintahan.

Ia bahkan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para kepala OPD, terutama yang usianya lebih senior.

“Mungkin ada yang umurnya lebih tua daripada saya, gara-gara saya marahin, saya minta maaf. Saya marah itu karena posisi jabatan Bupati,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa sikap tegas yang selama ini ditunjukkan bukan dilandasi emosi pribadi, melainkan demi mendorong percepatan pembangunan daerah.

Menurutnya, kemajuan Merangin hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif dan mengesampingkan ego sektoral.

“Tidak ada kebencian. Semua demi agar pembangunan berjalan cepat dan kita punya rasa memiliki terhadap daerah ini,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga memberikan pesan khusus kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendekati masa purna tugas. Ia mengingatkan agar masa akhir pengabdian diisi dengan kinerja terbaik, bukan justru menurunkan semangat kerja.

“Yang mau pensiun, berikan kenangan yang indah berupa prestasi. Jangan malah jadi malas,” tegasnya.

Menutup sambutannya, M. Syukur mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur setelah menjalani ibadah Ramadan, sekaligus menjadikan momentum Idulfitri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi dalam pemerintahan.

“Hari ini hari yang membahagiakan. Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi simbol eratnya hubungan antara pimpinan daerah, jajaran pemerintahan, dan masyarakat dalam membangun Merangin yang lebih harmonis dan maju.(*)




Dari Rp35 Juta ke Rp700 Juta, Kisah Sukses Desa Durian Rambun Merangin Jadi Sorotan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin.

Desa ini sukses mengelola dana ketahanan pangan secara efisien hingga menghasilkan nilai ekonomi yang berlipat ganda.

Dengan anggaran hanya Rp35 juta, Desa Durian Rambun mampu memanen padi ladang dengan nilai mencapai Rp700 juta. Capaian ini pun menuai apresiasi dari Bupati Merangin, M. Syukur.

Menurut Bupati, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana desa yang kreatif dan tepat sasaran mampu memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ini contoh konkret bagaimana dana desa bisa diputar menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa,” ujarnya di hadapan para kepala desa dan anggota BPD se-Kabupaten Merangin.

Tak hanya itu, keberhasilan Desa Durian Rambun juga membawa dampak lebih luas.

Desa ini menjadi satu-satunya di Merangin yang mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menerima bantuan dalam program pelestarian hutan.

Bupati M. Syukur bahkan berencana membawa pencapaian ini ke tingkat nasional dengan melaporkannya kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia agar mendapat penghargaan resmi.

Ia berharap prestasi tersebut bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Merangin dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran desa.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah kreativitas. Dana desa jangan hanya dihabiskan, tapi harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menilai potensi Desa Durian Rambun akan semakin besar jika dikolaborasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjadi fokus pemerintah.

Dengan keberhasilan ini, Desa Durian Rambun dinilai layak menjadi model pengembangan ketahanan pangan berbasis desa yang berkelanjutan dan mandiri.(*)




Fantastis! Bupati Sebut Program MBG di Merangin Gerakkan Ekonomi Hingga Rp57 Miliar

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, mengungkapkan potensi besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penggerak ekonomi daerah.

Ia menyebut, perputaran uang dari program tersebut di Kabupaten Merangin diperkirakan mencapai Rp57 miliar setiap bulan.

Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan buka puasa bersama ratusan kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta organisasi kepemudaan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/03).

Menurut Bupati, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi peluang besar dalam mendorong ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat desa.

Ia menjelaskan, setiap satu titik pelaksanaan MBG memiliki nilai anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan.

Dengan total 57 titik di Merangin, maka potensi perputaran uang mencapai Rp57 miliar.

Menariknya, sekitar 63 persen dari anggaran tersebut akan langsung dibelanjakan kepada masyarakat melalui pembelian bahan pangan.

“Sebagian besar dana itu masuk langsung ke masyarakat, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan dampak ekonomi lokal, Bupati menegaskan bahwa seluruh kebutuhan bahan pangan harus dipenuhi dari dalam daerah.

Mulai dari telur, daging, ikan, sayur hingga buah-buahan diharapkan berasal dari produksi masyarakat Merangin.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, sehingga warga setempat benar-benar menjadi pelaku utama dalam program ini.

Bupati mendorong desa-desa untuk mengembangkan sektor peternakan dan pertanian sebagai sumber suplai utama kebutuhan MBG.

Dengan begitu, perputaran ekonomi akan terjadi secara merata hingga ke pelosok desa.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Merangin saat ini juga memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama sebagai pengelola distribusi dan penyedia bahan pangan.

“Ini bukan hanya program sosial, tapi peluang usaha yang besar. Kita ingin BUMDes Bersama menjadi motor penggerak ekonomi desa,” tegasnya.

Dengan konsep tersebut, program MBG diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)




Bupati Merangin Instruksikan Kades Kawal Program 2026, Jamkesda Ditambah 20 Ribu Kuota

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan pentingnya peran kepala desa dalam memastikan seluruh program pemerintah daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat acara buka puasa bersama yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Merangin, Selasa (17/03), bersama para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta organisasi kepemudaan.

Dalam arahannya, Bupati meminta para kepala desa untuk lebih aktif mengawal berbagai program strategis tahun anggaran 2026, khususnya yang menyasar masyarakat kurang mampu.

Ia menekankan agar tidak ada warga yang terlewat dari program bantuan hanya karena kendala administrasi atau kurangnya informasi di tingkat desa.

“Program pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Jangan sampai ada warga yang terabaikan,” tegasnya.

Salah satu program prioritas adalah peningkatan kuota Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Merangin menambah 10 ribu kuota baru, sehingga total mencapai 20 ribu penerima sejak 2025.

Menurut Bupati, dengan jumlah tersebut seharusnya seluruh masyarakat yang membutuhkan sudah tercover layanan kesehatan.

Ia pun meminta aparatur desa mengoptimalkan peran operator agar pelayanan ini tepat sasaran.

Di sektor pendidikan, Pemkab Merangin mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,2 miliar untuk membantu mahasiswa kurang mampu, terutama dalam memenuhi kebutuhan biaya tempat tinggal dan perangkat belajar seperti laptop.

Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah juga disiapkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu guna mencegah angka putus sekolah serta meningkatkan kepercayaan diri pelajar.

Tak hanya itu, Bupati juga mendorong desa untuk menyosialisasikan program kursus bahasa asing bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi persaingan global di masa depan.

“Kalau sumber daya alam suatu saat akan habis, ilmu pengetahuan tidak akan pernah habis,” ujarnya.

Di bidang infrastruktur, Pemkab Merangin menghadapi tantangan berupa pemangkasan anggaran pusat hingga Rp240 miliar pada 2026.

Meski demikian, pembangunan jalan tetap menjadi prioritas.

Pemerintah daerah telah menyiapkan alat berat berupa grader dan bomag untuk mendukung perbaikan jalan. Para kepala desa diminta menyiapkan material agar pembangunan tetap berjalan.

“Walaupun belum bisa semua jalan diaspal, minimal tidak ada lagi jalan yang tidak bisa dilalui masyarakat,” tegasnya.(*)




Wabup Merangin Ingatkan Ancaman Narkoba di Tengah Overload Lapas

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati A. Khafidh mengingatkan tingginya ancaman narkoba dan obat-obatan terlarang yang semakin mengkhawatirkan di Provinsi Jambi.

Hal itu disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan di Masjid Istiqomah, Desa Kandang, Kecamatan Tabir, Jumat (13/3/2026).

Dalam sambutannya, Wabup A. Khafidh menyoroti kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang kini mengalami overload akibat tingginya angka kriminalitas, khususnya kasus penyalahgunaan narkotika.

“Saya mendapat laporan dari Kepala Lapas, kapasitas yang seharusnya hanya untuk 150 orang kini mencapai 390 orang. Tidur pun harus bergantian, dan mayoritas mereka terjerat kasus narkoba,” ujar Wabup.

Ia menekankan bahwa peredaran gelap narkoba menjadi musuh nyata bagi ketahanan keluarga.

Berdasarkan data Gubernur Jambi, sekitar 20 persen anak muda di provinsi ini berisiko terjerumus obat-obatan terlarang.

Wabup A. Khafidh mengimbau orang tua di Desa Kandang untuk memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak agar tidak terjebak lingkaran hitam narkoba.

“Mari kita jaga keluarga kita. Jangan sampai anak-anak kita masuk ke Lapas. Hidup di sana sangat sulit meski makan ditanggung negara. Fokuskan anak-anak pada kegiatan positif seperti pengajian dan selawat,” tegasnya.

Selain isu narkoba, kunjungan Safari Ramadan juga menjadi ajang silaturahim sekaligus sosialisasi berbagai program Pemerintah Kabupaten Merangin tahun 2026.

Beberapa program yang disampaikan antara lain:

  • Dukungan program Presiden RI terkait penguatan stok pangan daerah.

  • Penyaluran bantuan Rp100 juta per pondok pesantren secara bertahap.

  • Kuota beasiswa untuk 400 mahasiswa.

  • Pembagian perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, dan sepatu untuk siswa SD/SMP.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat silaturahim antara pemerintah dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap isu sosial dan pendidikan di wilayah Merangin.(*)