Evakuasi Longsor di Kerinci Terkendala Alat Berat, Truk Masih Tertahan

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Akses jalan di ruas Sungai Penuh–Tapan KM 35 kawasan Puncak sempat terganggu akibat bencana alam berupa longsor dan pohon tumbang.

Kondisi ini membuat Polres Kerinci mengeluarkan himbauan bagi seluruh masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap waspada.

Kasi Humas Polres Kerinci, IPTU D.S. Sitinjak, menjelaskan bahwa proses pembersihan material longsor masih berlangsung, sehingga jalan belum bisa dilalui sepenuhnya, terutama oleh kendaraan angkutan berat.

“Kami imbau seluruh pengguna jalan berhati-hati. Saat ini, hanya kendaraan roda dua dan mobil minibus yang bisa melintas secara terbatas. Truk sementara belum bisa melewati jalur ini,” ujarnya.

Polres Kerinci juga meminta masyarakat menunda perjalanan melalui jalur tersebut kecuali dalam kondisi mendesak.

Hal ini dikarenakan potensi longsor susulan masih tinggi akibat curah hujan yang meningkat.

Selain itu, pengendara dianjurkan memastikan kondisi kendaraan prima, mengurangi kecepatan di area rawan longsor, dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Berdasarkan laporan masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB, terdapat empat titik longsor di jalur Sungai Penuh–Tapan.

Dua titik menutup sebagian badan jalan dan masih bisa dilalui kendaraan ringan, sementara dua titik lainnya disertai pohon tumbang yang menghambat akses.

Penanganan dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Penuh AKP Eko Munkoid, dibantu personel termasuk Aiptu Idham Munandar dan Bripka Yudi Febrian.

Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas gabungan bersama operator alat berat dari Balai Jalan PUPR Provinsi Jambi memulai pembersihan material longsor dan pohon tumbang.

Namun, proses evakuasi sempat terhambat karena kerusakan alat berat pada pukul 23.30 WIB.

Akibatnya, pembersihan belum maksimal dan sejumlah kendaraan truk masih tertahan di lokasi.

Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana ini.

Polres Kerinci telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, untuk mempercepat evakuasi dan membuka akses jalan sepenuhnya.(*)




Ratusan Pelari Dunia Taklukkan Gunung Kerinci! Sport Tourism Jambi Makin Mendunia

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ajang lari lintas alam berskala internasional, Kerinci 100, kembali digelar dan sukses menyedot perhatian ratusan pelari dari dalam dan luar negeri.

Event ini semakin mengukuhkan Kabupaten Kerinci sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 243 pelari ikut ambil bagian. Dari total tersebut, 187 peserta berasal dari Indonesia, sementara 56 lainnya merupakan pelari mancanegara dari berbagai negara.

Seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Rusia, Belanda, Jepang, hingga Korea Selatan. Secara keseluruhan, peserta datang dari 12 negara.

Kegiatan yang berlangsung pada 4 April 2026 ini dipusatkan di Lapangan M10 Kayu Aro. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Bupati Kerinci Monadi, didampingi Wakil Bupati H. Murison serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Monadi menegaskan bahwa event ini tidak hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah ke kancah global.

“Kerinci 100 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keindahan alam dan pariwisata Kerinci kepada dunia internasional,” ujarnya.

Ia berharap ajang ini dapat terus berkembang dan menarik lebih banyak peserta dari berbagai negara di masa mendatang.

Lintasan Ekstrem dengan Panorama Spektakuler

Tidak seperti lomba lari biasa, Kerinci 100 menawarkan pengalaman berlari di jalur alam terbuka dengan tingkat kesulitan tinggi.

Para peserta harus menaklukkan rute yang melintasi perkebunan teh Kayu Aro, permukiman warga, hingga jalur ekstrem kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat menuju Gunung Kerinci.

Panitia menyediakan empat kategori lomba, yakni 12 kilometer, 30 kilometer, 70 kilometer, dan 100 kilometer.

Setiap kategori dirancang untuk menguji ketahanan fisik, mental, serta strategi para pelari, terutama pada kelas ultra trail.

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Selain meningkatkan citra daerah di tingkat internasional, event ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Kehadiran ratusan peserta dan pendukung turut menggerakkan sektor penginapan, kuliner, transportasi, hingga produk UMKM lokal.

Dengan tren peserta yang terus meningkat setiap tahun, Kerinci 100 diproyeksikan menjadi agenda tahunan berskala global yang semakin besar.

Kerinci pun kian diperhitungkan sebagai destinasi sport tourism yang tidak hanya menawarkan tantangan, tetapi juga keindahan alam kelas dunia.(*)




Iqbal Arief Pratama Soroti Pentingnya Kolaborasi di Musrenbang RKPD Kabupaten Kerinci

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kerinci, Iqbal Arief Pratama, S.M., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kerinci Tahun 2027 yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menyusun arah pembangunan daerah ke depan, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati H. Murison, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Zainal Efendi, jajaran OPD, instansi vertikal, camat se-Kabupaten Kerinci, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu, Iqbal Arief Pratama menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah agar program pembangunan yang dirancang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sinergi yang kuat akan menentukan keberhasilan pembangunan daerah yang berdaya saing, maju, dan berkelanjutan.

“DPRD akan terus mengawal aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan. Ini penting agar program yang disusun tepat sasaran,” ujarnya.

Musrenbang RKPD sendiri merupakan tahapan strategis dalam menentukan prioritas pembangunan daerah, sekaligus menyelaraskan program pemerintah dengan kebutuhan riil di lapangan.

Sementara itu, Bupati Kerinci dalam sambutannya menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat, mencerminkan keseriusan seluruh pihak dalam merancang masa depan Kabupaten Kerinci yang lebih baik.(*)




Pasca-Lebaran, Penumpukan Sampah Masih Jadi Tantangan di Kerinci

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pasca Lebaran 2026, Kabupaten Kerinci masih menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah.

Warga di berbagai kecamatan mengeluhkan tumpukan sampah yang belum terangkut meski armada pengangkut sudah tersedia di tingkat kecamatan.

Didin, salah seorang warga, menyatakan kekecewaannya.

“Mobil sampah sudah ada di kecamatan, tapi sampah tetap menumpuk di pinggir jalan. Penanganannya sepertinya belum efektif,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci, Neneng, membenarkan adanya lonjakan volume sampah pasca Idulfitri.

Peningkatan ini terutama berasal dari rumah tangga dan pasar, melebihi kapasitas normal pengangkutan.

Faktor seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan, keterbatasan armada dan SDM, serta sistem pengelolaan yang belum optimal menjadi penyebab utama.

Untuk menanggulangi masalah ini, DLH membentuk satuan tugas khusus dan melakukan pengangkutan intensif di titik prioritas.

Armada sementara juga ditambah, serta koordinasi dilakukan dengan kecamatan dan pengelola pasar untuk memastikan pengangkutan rutin. Penertiban lokasi pembuangan liar turut dilakukan bersama aparat dan pemerintah desa.

“Penataan sistem pengelolaan sampah di pasar dan edukasi masyarakat menjadi fokus utama. Kami juga mengkampanyekan agar warga tidak membuang sampah ke sungai,” ujar Neneng.

Langkah jangka menengah dan panjang DLH mencakup perbaikan sistem pengelolaan melalui pemilahan sampah dari sumber, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tiap kecamatan, serta penguatan peran pemerintah kecamatan.

Strategi ini diharapkan mampu menekan tumpukan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta sehat bagi masyarakat Kerinci.(*)




Wabup Kerinci Tegaskan Pelayanan Harus Prima di RSUD Usai Libur Hari Raya

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat baru pelayanan kesehatan pasca Idul Fitri 1447 Hijriah terlihat jelas dalam apel kerja yang dipimpin Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, bersama jajaran pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci, Rabu (1/4/2026) di Jalur Dua Bukit Tengah Siulak.

Apel kerja ini diikuti seluruh pejabat struktural, pejabat fungsional, dan tenaga kesehatan RSUD Kerinci.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen pelayanan kesehatan prima kepada masyarakat setelah masa libur Hari Raya.

Dalam arahannya, Wabup Murison memberikan apresiasi atas pelaksanaan apel kerja dan memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Raya sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai.

“Idul Fitri bukan hanya saat saling memaafkan, tetapi juga momentum untuk memperbarui semangat pengabdian kita dalam melayani masyarakat,” ujar Wabup Murison.

Wabup Murison juga membagikan kisah perjuangannya saat memulai karier sebagai guru dengan berbagai keterbatasan fasilitas, sebagai motivasi agar pegawai RSUD Kerinci tetap semangat dan berkomitmen dalam memberikan layanan terbaik.

Ia menegaskan, keterbatasan bukan halangan selama diiringi semangat, komitmen, dan keikhlasan.

Lebih lanjut, Wabup Murison menegaskan bahwa dirinya bersama Bupati Kerinci, Monadi, berkomitmen meningkatkan fasilitas dan sarana RSUD Kerinci agar pelayanan kesehatan semakin optimal.

Pemerintah Kabupaten Kerinci juga tengah mengupayakan pengembangan Rumah Sakit Bukit Kerman menjadi rumah sakit khusus di daerah, untuk memperkuat sistem layanan kesehatan dan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis.

Usai apel kerja, Wabup Murison melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit pelayanan RSUD Kerinci untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal dan memberikan kenyamanan bagi pasien.

Apel kerja ini menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas pelayanan pasca Hari Raya, sekaligus pengingat bahwa pelayanan kesehatan adalah pengabdian yang harus dijalankan dengan semangat, kepedulian, dan tanggung jawab kepada masyarakat.(*)




Polres Kerinci Catat Nol Pelanggaran Lalu Lintas Selama Operasi Ketupat 2026

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah hukum Polres Kerinci mencatat hasil positif.

Selama periode 13–25 Maret 2026, tidak ada pelanggaran lalu lintas yang tercatat, baik berupa tilang maupun teguran lisan.

Data ini menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat.

Ipda Efendi, KBO Sat Lantas Polres Kerinci, menyebut Kabupaten Kerinci tergolong cukup tertib selama operasi berlangsung.

“Minimnya pelanggaran tidak terlepas dari dukungan sistem pengamanan merata hingga tingkat desa. Setiap kecamatan memiliki Polsek, dan setiap desa ada Bhabinkamtibmas aktif melakukan patroli dan pengawasan,” ujarnya.

Selain pengawasan, sosialisasi kepada pengendara juga digencarkan secara intensif.

Petugas secara rutin memberikan imbauan langsung untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.

Meski Operasi Ketupat 2026 telah berakhir, Polres Kerinci tetap melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

Fokus pengamanan difokuskan pada lokasi wisata, kelancaran arus lalu lintas, serta titik rawan kecelakaan mulai 26–29 Maret 2026.

Sat Lantas Polres Kerinci menekankan pentingnya kedisiplinan dalam berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, dan mengedepankan kesabaran di jalan untuk keselamatan bersama.

Keberhasilan operasi ini menjadi bukti kolaborasi efektif antara aparat keamanan dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran berkendara aman di Kabupaten Kerinci.(*)




Air Terjun Sigerincing, Hidden Gem di Kerinci yang Masih Jarang Diketahui

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Keindahan alam di Kabupaten Kerinci kembali menghadirkan destinasi wisata yang memukau, yakni Air Terjun Sigerincing.

Meski belum banyak dikenal wisatawan, air terjun ini menyimpan pesona alami yang masih sangat asri dan jauh dari keramaian.

Air Terjun Sigerincing memiliki aliran air yang tinggi dan deras, jatuh dari tebing di tengah hutan hijau yang lebat.

Suasana di sekitarnya terasa sejuk dengan udara segar khas pegunungan, menjadikannya lokasi ideal bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas perkotaan.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menempuh perjalanan trekking yang cukup menantang.

Jalur yang dilalui berupa hutan alami dengan medan yang beragam, memberikan sensasi petualangan tersendiri.

Meski membutuhkan tenaga ekstra, panorama yang disuguhkan di akhir perjalanan menjadi daya tarik utama yang sepadan dengan usaha.

Setibanya di lokasi, suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian langsung menyambut pengunjung.

Di bagian bawah air terjun terdapat kolam alami yang kerap dimanfaatkan untuk bermain air atau sekadar menikmati kesegaran air pegunungan yang jernih.

Minimnya fasilitas di kawasan ini justru menjadi nilai tambah bagi para pencinta alam.

Kondisi yang masih alami membuat pengalaman berwisata terasa lebih autentik.

Namun, pengunjung disarankan untuk mempersiapkan perlengkapan secara mandiri sebelum datang.

Wilayah Kerinci sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam luar biasa di Indonesia.

Keberadaan Air Terjun Sigerincing semakin mempertegas potensi wisata alam yang belum banyak tereksplorasi di daerah tersebut.

Dengan kombinasi keindahan alam, suasana hening, serta perjalanan yang penuh tantangan, Air Terjun Sigerincing menjadi destinasi yang cocok bagi pecinta petualangan dan wisata alam.

Tempat ini layak disebut sebagai salah satu hidden gem yang patut dikunjungi di Indonesia.(*)




Gerakan SECANTING: Kerinci Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Stunting

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kerinci terus digencarkan melalui gerakan kolaboratif lintas sektor.

Pada Kamis (12/3/2026), Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) bersama TP PKK Kabupaten Kerinci melakukan kunjungan langsung ke keluarga berisiko stunting di Desa Sungai Asam, Kecamatan Kayu Aro Barat.

Kegiatan dipimpin Staf Ahli II TP PKK Kabupaten Kerinci, Harmailis Zainal, yang menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk memastikan upaya pencegahan stunting berjalan optimal hingga tingkat desa.

Dalam kunjungan tersebut, TP3S menyalurkan bantuan gizi berupa beras dan telur kepada keluarga yang membutuhkan, khususnya balita dan ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami stunting.

Bantuan ini merupakan dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga sebagai bagian dari gerakan SECANTING (Senin Cegah Stunting) yang gencar dilaksanakan di Kabupaten Kerinci.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga melibatkan TP3S Kecamatan, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang memberikan pendampingan dan edukasi langsung mengenai pola hidup sehat dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang.

Harmailis Zainal menegaskan, “Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan banyak pihak agar intervensi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.”

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis juga hadir untuk mendukung intervensi, antara lain DPPKBPPPA, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Kehadiran OPD ini memastikan dukungan layanan kesehatan, pendampingan sosial, hingga administrasi kependudukan tersalurkan secara menyeluruh bagi keluarga penerima manfaat.

Melalui langkah kolaboratif lintas sektor ini, TP3S dan TP PKK Kabupaten Kerinci memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting, dengan tujuan menciptakan generasi Kerinci yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan.(*)




Penutupan Safari Ramadhan di Kerinci, Bupati Monadi Soroti CSR, Sampah, dan TPP

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Monadi menghadiri Penutupan Safari Ramadhan dan Peringatan Nuzulul Qur’an Pemerintah Kabupaten Kerinci Tahun 1447 H / 2026 M yang digelar di Islamic Center Kabupaten Kerinci, Jumat (13/3/2026).

Acara dihadiri Wakil Bupati Murison, unsur Forkopimda, Sekda Kerinci Zainal Efendi, kepala instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, serta jajaran pejabat pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menekankan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Monadi menyoroti sejumlah hal strategis yang menjadi perhatian Pemkab Kerinci. Salah satunya adalah realisasi dana CSR Safari Ramadhan dari Bank Jambi, yang diharapkan segera tersalurkan untuk membantu masyarakat.

“Pemerintah daerah terus mendorong agar program CSR ini memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujar Monadi.

Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan persampahan di daerah. Ia meminta kecamatan lebih aktif dalam sosialisasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga.

“Peran kecamatan harus dioptimalkan agar pengelolaan sampah dari rumah tangga terus meningkat,” tambahnya.

Selain itu, Monadi mengingatkan kondisi konflik global yang saat ini terjadi. Ia menegaskan, pemerintah dan masyarakat harus tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan, agar pelayanan publik tetap berjalan lancar.

Bupati juga menekankan agar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur segera direalisasikan, demi menjaga perputaran ekonomi di masyarakat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Acara penutupan Safari Ramadhan berlangsung khidmat dengan tausiyah dan peringatan Nuzulul Qur’an. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat keimanan, ketakwaan, dan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Kerinci.(*)




Kabar Baik! Pemkab Kerinci Mulai Bayarkan Gaji PPPK Paruh Waktu, Total Capai Rp3,7 Miliar

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kabupaten Kerinci mulai merealisasikan pembayaran gaji bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada Selasa, 10 Maret 2026.

Kebijakan ini menjadi kabar menggembirakan bagi ribuan pegawai yang selama ini bertugas di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah daerah.

Pembayaran gaji tersebut mencakup PPPK Paruh Waktu yang tersebar di 30 OPD di lingkungan Pemkab Kerinci. Proses pencairan dilakukan secara bertahap melalui mekanisme administrasi keuangan daerah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara, khususnya PPPK Paruh Waktu yang selama ini turut berperan dalam mendukung berbagai layanan publik di Kabupaten Kerinci.

Selain itu, realisasi pembayaran gaji ini juga dinilai sangat membantu para pegawai karena dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dengan pencairan tersebut, diharapkan para pegawai dapat mempersiapkan kebutuhan keluarga dalam menyambut hari besar keagamaan tersebut.

Kepala Bidang Perbendaharaan dan Akuntansi Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Kerinci, Haris Ismatul Hakim, menjelaskan bahwa gaji yang dibayarkan pada tahap ini merupakan hak pegawai untuk masa kerja selama tiga bulan.

Ia mengatakan bahwa pencairan dana tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masing-masing OPD yang sebelumnya telah disampaikan kepada BPKPD Kabupaten Kerinci.

“Saat ini proses pencairan sudah mulai berjalan sesuai dengan usulan dari OPD yang masuk ke BPKPD,” ujarnya saat dikonfirmasi media.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa realisasi pembayaran ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kerinci yang sebelumnya disampaikan dalam upacara dan apel kerja pemerintah daerah pada awal pekan lalu.

Berdasarkan data realisasi hingga 10 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, total pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mencapai Rp3.726.000.000.

Dana tersebut telah disalurkan kepada sekitar 2.493 PPPK Paruh Waktu dari total 2.733 pegawai yang tersebar di 30 OPD dari keseluruhan 46 OPD di lingkungan Pemkab Kerinci.

Pemerintah daerah memastikan seluruh proses pembayaran dilakukan secara transparan serta mengikuti ketentuan administrasi keuangan yang berlaku agar setiap pegawai yang telah terdata dapat menerima haknya secara tepat.

Dengan mulai direalisasikannya pembayaran gaji ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap para PPPK Paruh Waktu dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di berbagai sektor pemerintahan.(*)