41 Desa di Batang Hari Terkendala Aset, Pembangunan KDMP Belum Bisa Dimulai

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah setempat.

Namun, di tengah upaya tersebut, masih terdapat sejumlah desa dan kelurahan yang belum dapat memulai pembangunan karena terkendala ketersediaan aset lahan.

Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Batang Hari, Idrus, mengatakan dari total 124 desa dan kelurahan, sebanyak 41 di antaranya belum memiliki aset tanah yang siap digunakan untuk pembangunan KDMP.

“Dari total 124 desa dan kelurahan, sebanyak 41 desa dan kelurahan belum memiliki aset,” ujar Idrus di Muara Bulian, Rabu.

Ia menjelaskan, kendala utama yang dihadapi 41 desa dan kelurahan tersebut adalah belum ditemukannya titik lokasi lahan yang dianggap strategis untuk pembangunan koperasi.

Kondisi ini membuat proses pembangunan KDMP di sejumlah wilayah belum dapat berjalan optimal, meskipun program secara umum tetap mengalami perkembangan positif.

Sebaran desa dan kelurahan yang belum memiliki aset tersebut meliputi Kecamatan Muara Bulian sebanyak lima desa, Pemayung 14 desa, Bajubang satu desa, Muara Tembesi satu desa dan dua kelurahan, Mersam enam desa dan satu kelurahan, Maro Sebo Ulu delapan desa, serta Batin XXIV tiga desa.

“Alasannya karena belum tersedia aset berupa tanah yang menjadi syarat utama pembangunan KDMP,” katanya.

Meski demikian, Idrus menegaskan bahwa secara keseluruhan progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Batang Hari tetap menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Dari 124 desa dan kelurahan, sebanyak 83 desa telah memiliki aset, sementara 56 desa dan kelurahan lainnya sudah mulai memasuki tahap pembangunan fisik.

Pemerintah daerah berharap pembangunan KDMP dapat terus dipercepat, sehingga koperasi desa ini dapat berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Harapannya KDMP ini bisa menjadi penggerak ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” tutupnya.(*)




Polisi Gerebek Transaksi Sabu di Muara Bulian, 2 Warga Desa Aro Ditangkap

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Batang Hari berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan mengamankan dua orang pria yang diduga sebagai pengedar di wilayah Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.

Penangkapan dilakukan pada Senin (2/6/2026) di Desa Aro, berdasarkan informasi masyarakat yang resah dengan adanya aktivitas transaksi narkoba di wilayah tersebut.

Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial AG (34), warga RT 005 Desa Aro, dan ZM (35), warga RT 003 Desa Muara Singoan. Keduanya diketahui berprofesi sebagai wiraswasta.

Kapolres Batang Hari AKBP Arya Tesa Brahmana melalui Kasat Resnarkoba AKP Safrizal, S.H., M.H. membenarkan penangkapan tersebut.

Ia mengatakan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba di Desa Sungai Baung dan Desa Aro.

Menindaklanjuti informasi itu, Tim Opsnal Kuda Hitam langsung melakukan penyelidikan di lapangan hingga akhirnya berhasil mengamankan kedua tersangka di lokasi berbeda.

“AG diamankan di dalam kamar rumah, sementara ZM ditangkap di luar rumah,” ujar AKP Safrizal.

Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan Ketua RT 005 Desa Aro, petugas menemukan barang bukti pada ZM berupa satu kotak permen berisi kaca pirek yang berisi sabu dengan berat bruto 1,54 gram.

Sementara dari penggeledahan di kamar AG, polisi menemukan barang bukti berupa 8 paket plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 7,39 gram, satu unit timbangan digital, tiga unit handphone, uang tunai Rp180.000 yang diduga hasil penjualan, serta alat hisap sabu (bong).

Dalam pemeriksaan awal, AG mengakui bahwa barang haram tersebut diperoleh dari seseorang berinisial AR yang berada di Kota Jambi.

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya.

“Kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Batang Hari untuk proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.

Atas perbuatannya, AG dan ZM dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, jo Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Sementara itu, masyarakat Desa Aro melalui Ketua RT setempat menyampaikan apresiasi kepada Polres Batang Hari dan Tim Opsnal Kuda Hitam yang dinilai aktif dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah mereka.

Di sisi lain, Polres Batang Hari menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemberantasan narkotika serta mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar, untuk menjauhi narkoba karena dapat merusak masa depan dan menghambat cita-cita bangsa.(*)




Geger! Mayat Kurir JNT Asal Sarolangun Mengapung di Sungai Tembesi Batang Hari

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Desa Jelutih, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batang Hari, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di aliran Sungai Tembesi pada Kamis 28 Mei 2026 siang.

Korban diketahui bernama Dimas, seorang kurir JNT asal Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 22 Mei 2026.

Penemuan jasad korban sontak mengundang perhatian warga sekitar.

Proses evakuasi yang dilakukan petugas bersama masyarakat berlangsung di tengah kerumunan warga yang memadati tepian sungai.

Suasana haru tak terbendung saat keluarga korban tiba di lokasi dan menyaksikan jasad Dimas berhasil dievakuasi.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, pihak keluarga sempat melaporkan hilangnya korban karena tidak kunjung pulang ke rumah dan sulit dihubungi.

Setelah laporan diterima, tim Basarnas bersama warga melakukan pencarian di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.

Bahkan, warga sekitar juga menggelar doa bersama dan yasinan di pinggir Sungai Tembesi dengan harapan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Di lokasi penemuan, warga turut menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, seperti sepeda motor, handphone, dan sandal.

Barang-barang tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Seorang petugas keamanan di sekitar lokasi mengaku sempat melihat korban datang ke kawasan sungai pada malam hari sebelum dinyatakan hilang.

“Korban sempat terlihat datang sekitar pukul 10 malam lebih. Setelah itu kami tidak tahu lagi keberadaannya,” ujar seorang satpam di lokasi.

Kepergian Dimas meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga para pelanggan yang mengenalnya sebagai pribadi ramah dan mudah bergaul.

“Dia orangnya baik, sopan, dan ramah sama siapa saja. Kami sangat kaget mendengar kabar ini,” kata salah seorang pelanggan korban.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab meninggalnya korban.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk membantu mengungkap kronologi kejadian tersebut.(*)




Irigasi Tersier di Batang Hari Diperbaiki, Petani Bakal Lebih Untung

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi, menyiapkan program pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengairan lahan persawahan dan mendukung produktivitas petani.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Batang Hari, Bambang Satyono, mengatakan program tersebut saat ini sudah memasuki tahap akhir persiapan dengan progres mencapai sekitar 90 persen.

“Untuk pemeliharaan jaringan irigasi tersier ini sudah siap sekitar 90 persen dan tinggal proses pemberkasan,” ujarnya di Muara Bulian, Senin (2026).

Program ini akan dilaksanakan melalui dukungan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total sekitar 10 unit jaringan irigasi yang tersebar di Kecamatan Muara Tembesi dan Muara Bulian.

Bambang menjelaskan bahwa sebelumnya program ini direncanakan menjangkau delapan kecamatan.

Namun, adanya regulasi terbaru membuat cakupan penerima menjadi lebih terbatas, termasuk ketentuan yang tidak memperbolehkan lahan tertentu seperti oplah dan CSR.

“Dengan aturan baru ini, yang memenuhi kriteria saat ini berada di Muara Tembesi dan Muara Bulian,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pemeliharaan jaringan irigasi akan dikerjakan oleh kelompok tani di masing-masing wilayah, sehingga masyarakat turut terlibat langsung dalam menjaga infrastruktur pertanian tersebut.

Bambang berharap, dengan adanya perbaikan irigasi ini, distribusi air ke lahan sawah dapat menjadi lebih merata dan stabil, sehingga hasil produksi pertanian di Batang Hari ikut meningkat.

“Harapannya, pengairan lebih efisien dan produksi petani juga meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Batang Hari.

Dengan perbaikan jaringan irigasi tersier ini, Pemkab Batang Hari optimistis produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(*)




Kekurangan Color Ribbon, Dukcapil Batang Hari Kesulitan Cetak KTP-el

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Batang Hari tengah menghadapi kendala serius terkait kekurangan stok color ribbon untuk pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

Kondisi ini dipicu oleh efisiensi anggaran tahun 2026, sementara permintaan cetak KTP-el di masyarakat tetap tinggi.

Kepala Dukcapil Batang Hari, Reflizer, menjelaskan bahwa pengadaan color ribbon tahun ini hanya dialokasikan sebanyak 10 unit.

Satu unit ribbon mampu mencetak sekitar 500 keping KTP, sehingga total pencetakan maksimal hanya 5.000 keping KTP.

“Kalau dihitung, kebutuhan real untuk pencetakan KTP tidak sampai dua bulan sudah habis. Saat ini sebagian stok bahkan masih dipinjam dari pihak ketiga di Jakarta,” kata Reflizer di Muara Bulian, Selasa (7/4/2026).

Berdasarkan catatan Dukcapil, kebutuhan ideal color ribbon per tahun mencapai 60 unit atau setara 30.000 keping KTP.

Dengan alokasi 10 unit, masih terdapat kekurangan sekitar 50 unit, yang berpotensi menghambat pencetakan KTP bagi warga yang baru berusia 17 tahun, penduduk pindah datang, perpindahan antar kecamatan, atau perubahan data seperti status perkawinan, pendidikan, dan pekerjaan.

Meski pencetakan terkendala, layanan perekaman KTP-el tetap berjalan normal.

Petugas Dukcapil juga melakukan jemput bola ke desa untuk warga lansia, sakit, atau penyandang disabilitas yang kesulitan datang ke kantor.

“Perekaman KTP-el tetap lancar, hanya pencetakan yang terganggu karena stok tinta ribbon terbatas,” tutup Reflizer.(*)




2.269 Tenaga Kesehatan dan Kader Posyandu Siap Tangani Stunting di Batang Hari

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengambil langkah serius untuk menekan angka stunting balita dengan mengerahkan ratusan tenaga kesehatan dan kader posyandu di seluruh wilayah.

Tahun 2026 ini, tercatat 1.157 balita terindikasi mengalami stunting dari total 18.373 balita yang terdata, setara 6,54 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapelitbangda) Batang Hari, Achmad Kurniadi, menekankan bahwa, gerakan ini menitikberatkan pada peran strategis tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Sebanyak 379 tenaga kesehatan profesional dan 1.890 kader posyandu tersebar di 307 posyandu di 110 desa dan 14 kelurahan.

“Mereka bertugas melakukan pemeriksaan balita, penimbangan, pengukuran tinggi badan, skrining gizi, imunisasi, hingga pemeriksaan ibu hamil. Kegiatan ini merupakan langkah masif Pemkab untuk menekan angka stunting,” jelas Kurniadi.

Program Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua, atau Gerakan Ayo ke Posyandu, juga menyediakan layanan tambahan seperti skrining penyakit TB paru pada balita bermasalah gizi, pemberian makanan tambahan berupa susu dan telur, serta pendataan balita yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).

“Dengan jumlah tenaga kesehatan dan kader posyandu yang begitu banyak, kami optimistis pelayanan kesehatan akan merata hingga ke desa-desa terpencil,” kata dia.

“Ini adalah salah satu strategi kami untuk memastikan setiap balita mendapatkan perhatian dan pemeriksaan yang tepat,” tambah Kurniadi.

Pemkab Batang Hari menegaskan bahwa kekuatan program ini ada pada jumlah tenaga kesehatan dan kader posyandu yang dikerahkan, sehingga upaya pencegahan stunting bisa berjalan cepat, efektif, dan menyeluruh.(*)




1.157 Balita Terindikasi Stunting, Batang Hari Maksimalkan Program Pekan Gebyar Anak

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus memperkuat upaya pencegahan stunting di kalangan balita melalui program Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua, atau Gerakan Ayo ke Posyandu.

Pada 2026 ini, tercatat sebanyak 1.157 balita terindikasi mengalami stunting dari total 18.373 balita yang terdata, setara 6,54 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapelitbangda) Batang Hari, Achmad Kurniadi, menyampaikan bahwa gerakan posyandu ini dilakukan secara masif pada Januari 2026.

“Seluruh balita yang datang ke posyandu menjalani pemeriksaan lengkap, termasuk penimbangan dan pengukuran badan. Program ini sekaligus menjadi upaya strategis untuk menurunkan angka stunting di daerah,” kata Kurniadi.

Gerakan Ayo ke Posyandu melibatkan 379 tenaga kesehatan dan 1.890 kader posyandu yang tersebar di 307 posyandu di 110 desa dan 14 kelurahan dalam 8 kecamatan.

Mereka memberikan pelayanan kesehatan lengkap untuk balita dan ibu hamil, mulai dari imunisasi dasar, skrining gizi, pemeriksaan TB paru, hingga pemberian makanan tambahan seperti susu dan telur.

Selain itu, Pemkab Batang Hari juga melakukan pendataan balita yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) serta pendidikan anak usia dini.

“Langkah-langkah ini dilakukan agar data stunting lebih akurat dan program penurunan stunting dapat berjalan tepat sasaran,” tambah Kurniadi.

Pemkab menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada penanganan stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan posyandu, kesehatan ibu hamil, dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Batang Hari dalam beberapa tahun ke depan.(*)




Tradisi Makan Bersama di LPKA Muara Bulian, Bentuk Karakter Anak Binaan

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Tradisi makan bersama menjadi bagian penting dari program pembinaan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Muara Bulian.

Kegiatan rutin ini tidak hanya memastikan asupan gizi terpenuhi, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan makan bersama dilakukan di Ruang Makan Merdeka LPKA Muara Bulian. Sebelum menyantap hidangan, seluruh anak binaan mengikuti apel makan sebagai simbol kesiapan dan disiplin.

Kepala LPKA Muara Bulian, J. Kasogi Surya Fattah, menegaskan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai sarana pembinaan karakter.

“Makan bersama ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi media pembelajaran nilai sosial. Anak-anak belajar menghargai makanan, menjaga kebersamaan, serta membangun sikap disiplin,” ujarnya.

Kualitas makanan yang disajikan juga menjadi prioritas utama. Dengan diresmikannya dapur sehat berseri, seluruh proses pengolahan makanan dijamin higienis, sehat, dan aman untuk dikonsumsi oleh anak binaan.

Salah seorang anak binaan menyampaikan pengalamannya, “Kami merasa lebih dekat satu sama lain saat makan bersama. Selain itu, kami belajar menghargai makanan dan menjadi lebih disiplin.”

Melalui tradisi ini, LPKA Muara Bulian berharap dapat membentuk anak binaan yang tertib, bertanggung jawab, serta memiliki nilai sosial yang baik untuk kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat.(*)




LPKA Muara Bulian Gelar Art Therapy, Bantu Anak Binaan Ekspresikan Diri

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya meningkatkan kesehatan mental dan rasa percaya diri anak binaan terus dilakukan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak Muara Bulian melalui pendekatan kreatif berbasis seni.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan art therapy yang digelar pada 26 Maret 2026 di lingkungan lembaga tersebut.

Program ini diikuti oleh sejumlah anak binaan yang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan, Budi Sutiyo, bersama para peserta magang yang turut berperan aktif dalam mendampingi proses terapi seni.

Melalui metode ini, anak binaan diajak menyalurkan perasaan, emosi, serta pengalaman pribadi mereka ke dalam bentuk karya visual seperti menggambar dan mewarnai.

Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk membantu mereka mengekspresikan diri secara lebih bebas tanpa tekanan.

Menurut Budi, pendekatan berbasis seni memberikan ruang yang aman bagi anak binaan untuk memahami diri mereka sendiri sekaligus membangun kepercayaan diri secara bertahap.

“Dengan media seni, mereka bisa menyampaikan apa yang dirasakan tanpa harus terbebani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LPKA Muara Bulian, J. Kasogi Surya Fattah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian penting dari program pembinaan.

Ia menegaskan bahwa pembinaan anak tidak hanya menitikberatkan pada aspek kedisiplinan, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan pengembangan kepribadian.

Menurutnya, kegiatan seperti art therapy mampu membantu anak binaan mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan kondisi mental yang lebih matang saat kembali ke tengah masyarakat.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan, baik dari sisi emosional maupun sosial, sehingga anak binaan memiliki bekal yang lebih kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.(*)




DPRD Batang Hari Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati 2025, Ini Poin Pentingnya

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang Hari menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Batang Hari Tahun Anggaran 2025, Senin (2/3).

Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Batang Hari, Rahmad Hasrofi, didampingi Wakil Ketua EL Firsta Nopsiamti, serta dihadiri para anggota dewan.

Turut hadir dalam paripurna tersebut Wakil Bupati Batang Hari, H. Bakhtiar, unsur Forkopimda, perwakilan Polres Batang Hari, Kodim Batang Hari, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Dalam forum resmi tersebut disampaikan Nota Pengantar LKPJ Bupati Batang Hari Tahun Anggaran 2025 yang memuat laporan pelaksanaan program, kegiatan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik selama satu tahun anggaran.

LKPJ merupakan wujud pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD sebagai representasi masyarakat.

\Dokumen ini menjadi dasar evaluasi terhadap capaian kinerja pemerintah daerah sepanjang 2025.

Ketua DPRD menegaskan bahwa pembahasan LKPJ merupakan bagian krusial dari fungsi pengawasan legislatif terhadap jalannya roda pemerintahan daerah.

“DPRD akan membahas secara komprehensif sesuai mekanisme yang berlaku sebelum memberikan rekomendasi. Hal ini penting sebagai bahan perbaikan dan peningkatan kinerja pemerintah daerah ke depan,” tegasnya.

Rapat paripurna berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Melalui pembahasan LKPJ ini, DPRD Batang Hari diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis guna memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Batang Hari.(*)