Luncurkan Aplikasi OSIDA PMDK, OJK Perkuat Pengawasan Pasar Modal dengan Big Data

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan sektor pasar modal dengan mengedepankan teknologi canggih dalam pengawasan dan analisis data.

Salah satu langkah penting yang diambil adalah peluncuran aplikasi baru, OJK OSIDA PMDK, yang berfokus pada pemanfaatan Big Data Analytics Pasar Modal (BDA PM) guna mewujudkan pasar yang lebih teratur, efisien, dan aman bagi investor.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa aplikasi ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan dengan mengadopsi teknologi informasi

“OSIDA PMDK akan memperkaya alat pengawasan yang ada, memungkinkan pengawasan yang lebih cepat, lebih komprehensif, dan lebih efisien,” ujarnya pada acara peluncuran di Kantor OJK Jakarta, Senin.

Baca juga: OJK Dorong Keuangan Syariah Lebih Inklusif lewat GERAK Syariah 2025

Baca juga: Pinjol Ilegal Dominasi Kasus Keuangan Ilegal, OJK Gencarkan Edukasi Masyarakat

Aplikasi OSIDA PMDK ini mendukung salah satu prioritas OJK, yaitu peningkatan kapasitas sektor jasa keuangan dan pengawasan berbasis teknologi.

Selain itu, aplikasi ini juga sejalan dengan “Destination Statement” OJK 2022–2027 yang menekankan pada peningkatan kualitas pelayanan dan pengelolaan data yang lebih terintegrasi serta transparan.

Sejalan dengan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027, aplikasi ini adalah bagian dari penguatan infrastruktur pengawasan untuk melindungi investor, yang juga mencakup penguatan sektor pasar modal secara keseluruhan.

Tidak hanya berfokus pada pasar modal, OSIDA PMDK akan dikembangkan untuk dapat terintegrasi dengan sektor lain di OJK, seperti perbankan, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan sektor teknologi finansial, termasuk aset digital dan kripto.

Ke depan, aplikasi ini tidak hanya mengumpulkan data pasar modal, tetapi juga dapat mengakses dan berkolaborasi dengan data dari sektor lain yang berada di bawah pengawasan OJK.

Ia mengingatkan bahwa aplikasi ini harus digunakan secara bertanggung jawab oleh semua pihak, termasuk unit kerja di PMDK dan Self Regulatory Organization (SRO), serta menjaga integritas data yang dikumpulkan.

Peluncuran OSIDA PMDK juga diwarnai dengan fitur baru pada BDA PM yang sudah dilengkapi dengan modul Investor Profile dan PE Segmentation.

Fitur-fitur lanjutan yang direncanakan meliputi Market Manipulation Recognition, Analysis Market Driven, dan Investor Behaviour Analysis, yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Pengembangan lebih lanjut juga mencakup identifikasi fraud, alert monitoring pada pasar primer, pasar ekuitas, serta likuiditas reksa dana. OJK juga berencana mengintegrasikan penggunaan teknologi canggih seperti machine learning dan AI untuk meningkatkan analisis pasar.

Selain itu, penggunaan Diagrammatic Graph Network Tools juga sedang dipertimbangkan untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi pengawasan pasar modal.

Peluncuran ini dihadiri oleh pimpinan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), KSEI, dan KPEI, yang turut mendukung inisiatif ini untuk memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia yang lebih transparan dan efisien.(*)




OJK Dorong Keuangan Syariah Lebih Inklusif lewat GERAK Syariah 2025

Tangerang, SepucukJambi.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah guna mendukung perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya edukasi dan inovasi dalam industri keuangan syariah.

“Tugas kita bersama adalah memperkuat branding keuangan syariah agar semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya dalam pembukaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2025 di AEON Mall BSD City, Tangerang.

GERAK Syariah bertujuan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah, dengan memanfaatkan momentum Ramadan 1446 H. Friderica mendorong pelaku usaha jasa keuangan syariah untuk terus berinovasi guna memenuhi kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Dominasi Kasus Keuangan Ilegal, OJK Gencarkan Edukasi Masyarakat

Baca Juga:Bangkit di Babak Kedua, Manchester United Tahan Imbang Everton 2-2

Pertumbuhan Keuangan Syariah

Keuangan syariah di Indonesia terus berkembang pesat. Per Desember 2024, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,9% menjadi Rp643,5 triliun, dengan rasio NPF stabil di 2,12%. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 10,1% menjadi Rp753,6 triliun. Sementara itu, market cap syariah mencapai Rp6.825,3 triliun (naik 11,1%), Asset Under Management (AUM) syariah tumbuh 18,2% menjadi Rp50,5 triliun, serta sukuk mencapai Rp1.682,9 triliun (naik 12,9%).

Pada sektor asuransi syariah, aset meningkat 5,8% menjadi Rp46,55 triliun, sementara pembiayaan perusahaan syariah tumbuh 11,3% menjadi Rp33,8 triliun.

Kolaborasi dan Rangkaian Kegiatan

GERAK Syariah 2025 merupakan kampanye kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Kementerian Agama, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Kegiatan ini juga diselenggarakan serentak oleh 37 kantor OJK di daerah.

Rangkaian acara GERAK Syariah 2025 berlangsung hingga 31 Maret 2025, dengan dua program utama:

  • KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah): mencakup webinar edukasi, podcast Ramadan, talkshow radio, dan School of Syariah.
  • KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan): kompetisi edukatif untuk meningkatkan pemahaman keuangan syariah.

Pada GERAK Syariah 2024, terdapat 1.007 kegiatan literasi dan inklusi keuangan, dengan lebih dari 3 juta peserta edukasi dan 1,17 juta peserta inklusi keuangan. OJK berharap capaian tahun ini lebih besar, sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaat keuangan syariah. (*)




Pinjol Ilegal Dominasi Kasus Keuangan Ilegal, OJK Gencarkan Edukasi Masyarakat

 

Jakarta, 20 Februari 2025, SepucukJambi.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa pinjaman online (pinjol) ilegal masih menjadi kasus keuangan ilegal yang paling banyak ditemukan oleh Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) sepanjang tahun 2024.

Dari total 3.240 entitas aktivitas keuangan ilegal yang terdeteksi, sebanyak 2.930 entitas merupakan pinjol ilegal.

Selain itu, laporan pengaduan dari masyarakat juga didominasi oleh pinjol ilegal, dengan total 15.162 aduan dari 16.231 laporan yang masuk.

“Kelompok usia 26-35 tahun menjadi yang paling banyak melaporkan kasus pinjol ilegal dengan 6.348 aduan, sementara kelompok usia 17-25 tahun menyusul dengan 3.476 aduan,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen (KE PEPK) OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.Baca juga:Megawati Instruksikan Kader PDI-P Tunda Keikutsertaan dalam Retreat di Magelang 

Baca juga:Vonis Budi Said Diperberat Jadi 16 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Triliun

Friderica menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi langkah utama dalam memberantas maraknya pinjaman ilegal. Menurutnya, kebiasaan meminjam yang berlebihan sering kali disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.

Selain pinjol ilegal, Satgas PASTI juga menerima 1.069 aduan masyarakat terkait investasi ilegal.

Sementara itu, data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa jumlah pemain judi online di Indonesia mencapai 4 juta orang, dengan sekitar 520.000 pemain berusia antara 10 hingga 20 tahun, serta jumlah yang sama pada rentang usia 21 hingga 30 tahun.

Sebagai langkah pencegahan, OJK terus menggandeng berbagai pihak terkait, termasuk Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, untuk menindak tegas praktik keuangan ilegal.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman daring dan memastikan bahwa penyedia jasa keuangan telah terdaftar serta berizin di OJK.

 




Pj Walikota Resmikan Galeri Siginjai Dekranasda, Promosikan Produk Lokal Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kantor Wali Kota Jambi kini resmi memiliki Gerai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu terlihat setelah Penjabat (Pj) Wali Kota Sri Purwaningsih melakukan peresmian Galeri Siginjai milik Dekranasda Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di Grha Siginjai  Kantor Wali Kota Jambi, pada Kamis pagi (06/02/2025).

Didampingi Sekda A Ridwan bersama Ketua Dekranasda Sri Hartati Ridwan, launching tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Pj Wali Kota Jambi Sri Purwaningsih.

Selain meresmikan Galeri Siginjai, dikesempatan itu Pj Wali Kota Jambi juga turut meresmikan Holden Caffe Koperasi Pegawai Negeri Koperasi Pegawai Kota Jambi (KKPNKPKJ) yang letaknya berdampingan dengan Galeri Siginjai milik Dekranasda Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Sri Purwaningsih menyampaikan bahwa hadirnya Galeri Siginjai Dekranasda dan Holden Cafe Kota Jambi merupakan salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di sektor UMKM yang menciptakan pertumbuhan ekonomi kreatif, baik bidang kuliner, kriya, fashion dan seni pertunjukan.

“Galeri Siginjai ini juga sebagai ajang promosi yang menghadirkan ruang penerimaan tamu dan showroom potensi unggulan kota Jambi di Gedung Balai Kota Grha Siginjai. Dan termasuk dalam inovasi Jambi Gateaway yang telah di inisiasi Pemkot Jambi tahun 2024,” ujarnya.

Jambi Gateaway merupakan usaha dari Pemkot Jambi dalam mempromosikan potensi-potensi yang ada diseluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dengan melakukan penayangan melalui Videotron yang terletak di Bandara Sultan Thaha Jambi untuk memberikan informasi bagi para tamu dan wisatawan yang berkunjung ke Daerah Jambi.

Sri juga menyebut, Peresmian ini adalah wujud kongkret pemerintah Kota Jambi dalam promosi produk-produk kerajinan lokal daerah.

“Nantinya, tamu-tamu Pemkot Jambi sebelum bertemu dengan perangkat daerah atau pun kepala daerah harus diperkenalkan ke showroom ini. Agar mereka dapat melihat beragam produk lokal UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM binaan pemerintah,” sebutnya.

“Selain itu, kehadiran showroom ini juga sesuai dengan tugas dan fungsi pemerintah sebagai fasilitator dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang positif dan ekosistem Ekonomi Kreatif (EKRAF) yang kondusif, sehingga para pelaku UMKM dan EKRAF dapat meningkatkan pendapatan, dan secara langsung maupun tidak langsung juga akan meningkatkan bagi PAD kota Jambi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Sri mengajak untuk secara bersama-sama mensukseskan dan memakmurkan Gerai Siginjai Dekranasada dan Cafee Holden dengan turut mempromosikan ke semua pihak serta menjaga kebersihan, keamanan dan fasilitas yang telah diberikan oleh pemerintah dengan baik.

“Saya juga apresiasi kepada seluruh Perangkat Daerah yang terlibat dalam peresmian Galeri Siginjai Dekranasda dan Cafee Holden, serta UMKM yang mengisi Galeri ini dan KPNKPKJ sebagai supporter Cafee Holden,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam laporan Ketua Dekranasda Kota Jambi Sri Hartati Ridwan mengatakan, Galeri UMKM ini merupakan bentuk kerja sama dari Dekranasda Kota Jambi bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM, serta Koperasi Pegawai Negeri Koperasi Pegawai Kota Jambi (KPNKPKJ).

“Hadirnya Galeri UMKM di Grha Siginjai ini merupakan peningkatan promosi guna melestarikan produk kerajinan berbasis lokal kota Jambi, dengan tema “Jadilah Pahlawan Negeri, Bina, Bela, Beli (3B) Produk Lokal”,” kata Sri.

Dirinya juga menjelaskan, Galeri Siginjai terbagi 2, pertama Galeri Siginjai Dekranasda Kota Jambi yang merupakan Galeri Tekstil, Batik (berupa bahan, baju, kain selendang), Songket (tenun) dan kriya (kerajinan berupa tas dan pernak pernik lainnya) terdiri dari 33 perajin batik Jambi, 7 perajin kriya dan 1 perajin songket, dengan total ada 252 produk.

“Selanjutnya, Galeri UMKM Siginjai Dekranasda Kota Jambi merupakan galeri makanan ringan kering terdiri dari 108 pelaku usaha dengan 185 produk yang telah dikurasi,” jelasnya.

Dia berharap, untuk memaksimalkan kehadiran Galeri Siginjai kedepannya perlu untuk lebih meningkatkan peran serta dan partisipasi OPD terkait dalam pembinaan terhadap para perajin dan pelaku usaha di Kota Jambi.

Turut hadir dikesempatan itu, Sekda A Ridwan, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Moncar, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Amirullah, Ketua Dekranasda Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian dilingkungan Pemkot Jambi,  Direksi BUMD, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jambi, serta Kelompok UMKM dan tamu undangan lainnya.(*)