BRI BO Kramat Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Kramat menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival yang berlangsung di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Kramat.

Kegiatan ini dikemas dalam suasana yang penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. Tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarp pekerja, BRILiaN Culture Festival juga menjadi sarana untuk menghidupkan nilai-nilai budaya kerja BRI dalam berbagai aktivitas dan interaksi di lingkungan kerja.

Melalui rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, seluruh pekerja diajak untuk semakin memahami bahwa budaya kerja bukan sekadar nilai yang tertulis, namun perlu diwujudkan melalui sikap, perilaku, kolaborasi, serta semangat dalam memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan nasabah.

Suasana kebersamaan yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat semakin memperkuat engagement dan semangat BRILiaN seluruh pekerja BO Kramat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, para pekerja diharapkan dapat membawa energi positif dari kegiatan BRILiaN Culture Festival ke dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari.

BRILiaN Culture Festival BO Kramat menjadi momentum untuk terus menumbuhkan budaya kerja yang positif, kolaboratif, dan berorientasi pada pencapaian kinerja, sekaligus memperkuat semangat BRILiaN dalam memberikan kontribusi terbaik bagi BRI, nasabah, dan lingkungan sekitar.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Perkuat Budaya Kerja, BO Krekot Gelar BRILiaN Culture Festival Bersama Seluruh Pekerja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Krekot menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Krekot.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan satu sama lain sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan aktivitas pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, para pekerja diajak untuk semakin memahami dan menerapkan nilai-nilai budaya kerja BRI dalam keseharian, baik dalam berkolaborasi dengan rekan kerja maupun dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Budaya kerja diharapkan tidak hanya menjadi nilai yang dipahami, tetapi juga tercermin melalui sikap, perilaku, dan cara bekerja setiap insan BRILiaN.

Suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan diharapkan dapat membawa energi positif bagi seluruh pekerja BO Krekot untuk kembali menjalankan aktivitas pekerjaan dengan semangat, kolaborasi, dan komitmen yang semakin kuat.

BRILiaN Culture Festival BO Krekot menjadi salah satu momentum untuk terus menumbuhkan budaya kerja yang positif sekaligus memperkuat engagement dan semangat BRILiaN dalam memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan nasabah.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Bitcoin (BTC) memasuki penghujung September dengan momentum yang masih relatif kuat setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pergerakan menuju Oktober diperkirakan tidak akan sepenuhnya mulus, dengan area US$82.900–US$83.000 menjadi salah satu level penting yang dapat menentukan apakah reli berlanjut atau pasar memasuki fase koreksi.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (28/9), Bitcoin diperdagangkan sekitar US$83.400, turun sekitar 1,2% dalam 24 jam. Meski terkoreksi secara harian, BTC masih menguat sekitar 7,5% dalam 30 hari terakhir.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai Bitcoin memasuki Oktober dalam posisi yang lebih kuat dibanding beberapa bulan sebelumnya, tetapi investor perlu memperhatikan kemampuan harga mempertahankan area support terdekat.

“Setelah reli yang cukup kuat, konsolidasi atau koreksi jangka pendek merupakan bagian yang wajar dari pergerakan pasar. Area US$83.000 menjadi menarik untuk diperhatikan. Selama Bitcoin mampu bertahan di sekitar level tersebut, struktur kenaikan jangka pendek masih relatif terjaga dan peluang untuk kembali menguji level yang lebih tinggi tetap terbuka,” ungkap Yudho.

US$83.000 Jadi Level Kunci

Secara teknikal, area US$82.900–US$83.000 dipandang sebagai support penting memasuki Oktober. Selama area tersebut bertahan, Bitcoin masih berpeluang kembali menguji US$88.600 hingga US$92.200.

Sebaliknya, penurunan yang konsisten di bawah US$83.000 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$81.600, sebelum area rata-rata 50 pekan di kisaran US$78.700 kembali menjadi perhatian.

Yudho menilai koreksi tidak selalu berarti berakhirnya tren naik. Setelah kenaikan yang cepat, pasar justru membutuhkan periode konsolidasi untuk mengurangi leverage dan membentuk basis harga yang lebih sehat.

“Perlu dibedakan adalah koreksi normal dan perubahan tren. Penurunan singkat di bawah US$83.000 belum otomatis mengubah outlook menjadi bearish. Namun, jika harga gagal kembali ke area tersebut dan tekanan jual meningkat, pasar perlu mulai memperhitungkan kemungkinan konsolidasi yang lebih dalam,” jelas Yudho.

Dana Institusi Masih Mengalir Deras

Salah satu faktor yang masih menopang prospek Bitcoin adalah permintaan dari investor institusional.

ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$2,4 miliar sepanjang pekan yang berakhir 25 September, menjadi inflow mingguan terbesar sejak Oktober 2025. Arus dana tersebut bahkan membuat posisi net flow ETF Bitcoin sepanjang 2026 kembali positif.

BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar dengan sekitar US$1,2 miliar inflow selama sepekan, diikuti Fidelity FBTC sekitar US$701,7 juta. Secara keseluruhan, spot Bitcoin ETF mencatat tujuh hari perdagangan berturut-turut dengan arus masuk positif hingga 25 September.

“Arus dana ETF memberikan sinyal bahwa demand institusional masih menjadi salah satu fondasi penting dalam pemulihan Bitcoin. Akan lebih konstruktif lagi apabila inflow tetap bertahan ketika harga bergerak sideways atau mengalami koreksi, karena itu menunjukkan investor tidak sekadar mengejar momentum kenaikan,” kata Yudho.

Bitcoin sebelumnya sempat menembus US$86.000 dan menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan pada pekan lalu, bahkan setelah The Fed menaikkan suku bunga. Reli tersebut antara lain didukung arus dana ETF, short covering, serta membaiknya sentimen terhadap aset berisiko.

Oktober Punya Sejumlah Katalis Besar

Meski faktor teknikal dan institusional masih mendukung, arah Bitcoin pada Oktober tetap berpotensi ditentukan oleh kondisi makro AS.

The Fed pada 16 September telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, dengan alasan inflasi masih berada pada level yang tinggi.

Selanjutnya, pasar kripto akan menghadapi laporan tenaga kerja AS untuk September pada 2 Oktober, disusul rilis risalah FOMC pada 7 Oktober dan data inflasi konsumen atau CPI pada 14 Oktober. The Fed kemudian kembali menggelar pertemuan kebijakan pada 27–28 Oktober.

Menurut Yudho, kombinasi data tersebut membuat Oktober berpotensi tetap menjadi bulan dengan volatilitas tinggi.

“Pasar saat ini sudah melewati satu kenaikan suku bunga, tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah The Fed masih perlu mempertahankan sikap agresif. Data tenaga kerja dan inflasi Oktober akan sangat menentukan ekspektasi tersebut. Jika tekanan inflasi mulai mereda tanpa pelemahan ekonomi yang tajam, kondisi itu dapat memberikan ruang lebih baik bagi aset berisiko termasuk Bitcoin,” terangnya.

Di sisi lain, inflasi yang kembali meningkat atau sinyal pengetatan lebih lanjut dari The Fed dapat mendorong yield obligasi AS naik dan membuat investor kembali lebih defensif.

Peluang Reli Masih Terbuka, tapi Waspadai Koreksi

FLOQ melihat prospek Bitcoin memasuki Oktober masih konstruktif selama harga mampu menjaga struktur support utama dan permintaan institusional tetap kuat.

Area US$83.000 menjadi level pertama yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin kembali mendapatkan momentum dan menembus resistance berikutnya, area US$88.600–US$92.200 dapat menjadi zona yang kembali diperhatikan pasar.

Namun, skenario koreksi tetap perlu diperhitungkan, terutama setelah kenaikan kuat sejak Agustus. Penembusan support secara berkelanjutan dapat membawa Bitcoin menuju US81.600hinggaareaUS78.700 sebelum pembeli kembali menguji kekuatan pasar.

“Outlook Oktober menurut kami bukan soal apakah Bitcoin harus terus naik tanpa koreksi. Yang lebih penting adalah apakah setiap koreksi masih direspons oleh permintaan spot dan institusional. Selama struktur tersebut terjaga, peluang melanjutkan tren kenaikan tetap terbuka. Tetapi investor tetap perlu disiplin karena volatilitas berpotensi meningkat menjelang data inflasi dan pertemuan The Fed berikutnya,” tutup Yudho.

About FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.   

FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




KAI Logistik Kenalkan Peran dalam Halal Supply Chain pada The 5th Summit of Halal 20

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – KAI Logistik perusahaan menyediakan jasa logistik berbasis kereta api dan terintegrasi, turut mengambil bagian dalam pembahasan penguatan halal supply chain pada gelaran The 5th Summit of Halal 20 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Trans Studio Mall Cibubur. Dalam sesi bertajuk “Halal in Motion – Supply Chain Across Borders”, KAI Logistik diwakili oleh VP of Commercial, Ferdian Pardosi, sebagai panelis yang membahas perkembangan logistik halal, termasuk pemanfaatan moda kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi produk halal lintas wilayah.

Diskusi tersebut menjadi relevan seiring dengan semakin luasnya perhatian terhadap aspek halal yang tidak hanya mencakup proses produksi, tetapi juga tahapan distribusi dan rantai pasok. Ketentuan tersebut salah satunya tercermin dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang memperluas cakupan jaminan halal hingga aspek distribusi dan rantai pasok. Sejalan dengan perkembangan tersebut, pasar logistik halal di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada 2024, nilainya mencapai USD 53,1 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 100,7 miliar pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 11,2%. Nilai tersebut mencakup sekitar 13,5% dari pasar logistik halal global, dengan aktivitas distribusi yang tinggi di sejumlah koridor logistik, termasuk Pulau Jawa.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur dan proses logistik yang mampu menjaga produk selama perjalanan. Menjawab kebutuhan tersebut, KAI Logistik telah memperoleh sertifikasi halal untuk jasa pendistribusian sejak 14 Juni 2024 yang mencakup tiga Terminal Barang Area, yaitu Sungai Lagoa, Klari, dan Kalimas. Cakupan sertifikasi kemudian diperluas pada 2025 dengan penambahan Terminal Barang Area Ronggowarsito, Semarang. Pengembangan ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperluas kesiapan fasilitas dan proses operasional untuk melayani kebutuhan distribusi produk yang memerlukan standar halal.

Penerapan standar tersebut didukung melalui prosedur operasional yang memperhatikan aspek pemisahan dan penanganan barang selama proses distribusi. Hal ini memberikan alternatif bagi pelaku industri halal, termasuk sektor makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), dalam memperoleh layanan logistik yang sesuai dengan kebutuhan rantai pasoknya.

Ferdian menjelaskan, penerapan standar halal dalam kegiatan operasional dilakukan melalui sejumlah prosedur untuk menjaga kondisi dan integritas muatan selama proses pengiriman. “Salah satunya melalui pemisahan penataan kontainer untuk pengiriman berbasis halal dan non-halal. Proses tersebut juga didukung dengan pemeriksaan dan penanganan kontainer, mulai dari pengecekan kondisi, pencucian menggunakan bahan yang memenuhi ketentuan, hingga proses pensucian sesuai prosedur yang berlaku. Dengan demikian, aspek halal dapat tetap terjaga sejak barang diterima di titik awal pengiriman hingga tiba di tujuan,” ujar Ferdian.

Selain angkutan barang berbasis kontainer, penguatan ekosistem logistik halal juga diterapkan melalui layanan distribusi ritel KALOG Express. Layanan tersebut telah memperoleh sertifikasi halal pada tiga titik distribusi, yaitu Service Point KALOG Express Jakarta Gudang, Semarang Poncol, dan Surabaya Kota. Kehadiran titik layanan bersertifikat ini memperluas pilihan bagi pelanggan yang membutuhkan proses pengiriman dengan memperhatikan aspek halal, sekaligus menjadi bagian dari peningkatan standar pada layanan distribusi ritel KAI Logistik.

“Rantai pasok memiliki peran penting dalam menjaga integritas produk halal mulai dari titik asal hingga tujuan. Melalui penerapan standar halal pada layanan kontainer maupun ritel, KAI Logistik terus meningkatkan kesiapan operasional agar dapat mengambil bagian dalam membangun rantai pasok halal yang terintegrasi dan efisien. Ke depan, kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia sekaligus mendukung peningkatan peran Indonesia dalam rantai pasok halal global,” tutup Ferdian.

About KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transaksi aset kripto di Indonesia terus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp268,95 miliar hingga 31 Agustus 2026.

Jika diakumulasikan sejak 2022, total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto telah mencapai Rp2,15 triliun.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti mengatakan, penerimaan pajak kripto sepanjang 2022 hingga Agustus 2026 mencapai Rp2,15 triliun.

“Penerimaan pajak kripto telah mencapai Rp2,15 triliun,” ujar Inge, dikutip Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan data DJP, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto tercatat Rp246,54 miliar pada 2022. Angka tersebut kemudian mencapai Rp220,89 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp620,38 miliar pada 2024, dan mencapai Rp796,74 miliar sepanjang 2025.

Sementara itu, hingga akhir Agustus 2026, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto, seperti Bitcoin dan lainnya telah mencapai Rp268,95 miliar.

PPh 22 Jadi Kontributor Terbesar

Penerimaan pajak kripto hingga Agustus 2026 berasal dari dua jenis pungutan, yakni Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri.

DJP mencatat penerimaan PPh Pasal 22 dari transaksi aset kripto mencapai Rp1,27 triliun. Sementara itu, penerimaan PPN Dalam Negeri tercatat sebesar Rp881,82 miliar.

Dengan demikian, PPh Pasal 22 menjadi kontributor terbesar terhadap total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto.

Penerimaan pajak kripto tersebut merupakan bagian dari penerimaan pajak ekonomi digital Indonesia. Secara keseluruhan, penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026.

Selain aset kripto, penerimaan tersebut berasal dari Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE), pajak fintech, dan pajak yang dipungut melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP).

PPN PMSE menjadi penyumbang terbesar dengan penerimaan Rp44,05 triliun. Kemudian pajak SIPP mencapai Rp5,75 triliun dan pajak fintech sebesar Rp5,28 triliun.

Industri Kripto Makin Terintegrasi

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kontribusi pajak dari transaksi aset kripto menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas aset digital semakin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi formal.

Menurut dia, perkembangan tersebut tidak hanya menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang semakin besar, tetapi juga mencerminkan meningkatnya keterhubungan industri aset digital dengan sistem perpajakan dan regulasi di Indonesia.

“Penerimaan pajak kripto yang sudah mencapai Rp2,15 triliun menunjukkan bahwa aktivitas aset digital telah menjadi bagian dari ekonomi formal dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Ini juga menunjukkan bahwa ekosistem kripto di Indonesia semakin terintegrasi dengan sistem perpajakan dan regulasi,” ujar Yudho.

Yudho mengatakan, kepastian regulasi dan perpajakan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem aset digital yang lebih terstruktur.

“Bagi industri, kejelasan mekanisme perpajakan penting untuk menciptakan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendorong kepatuhan. Di sisi lain, pemerintah juga memperoleh basis penerimaan yang semakin terukur dari perkembangan ekonomi digital,” katanya.

Pemerintah sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan perpajakan atas transaksi aset kripto.

Dalam ketentuan tersebut, transaksi aset kripto melalui penyelenggara perdagangan dalam negeri dikenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21 persen dari nilai transaksi.

Perubahan ketentuan perpajakan tersebut juga menghapus pengenaan PPN atas transaksi jual beli aset kripto. Sementara itu, jasa tertentu dalam ekosistem aset kripto tetap memiliki ketentuan perpajakan sesuai dengan jenis transaksinya.

Kepatuhan Jadi Bagian dari Pertumbuhan Industri

Dengan semakin besarnya aktivitas perdagangan aset digital, aspek kepatuhan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kripto di Indonesia.

CEO FLOQ ini menilai pertumbuhan industri perlu berjalan seiring dengan transparansi dan kepastian regulasi agar perkembangan aset digital dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan industri ke depan tidak hanya soal meningkatnya jumlah transaksi, tetapi juga bagaimana ekosistem dapat berkembang dengan mengedepankan kepatuhan, transparansi, perlindungan konsumen, dan inovasi,” ujar Yudho.

Menurut dia, meningkatnya kontribusi pajak dapat menjadi salah satu gambaran mengenai semakin formalnya aktivitas aset digital di Indonesia.

“Ketika aktivitas aset digital semakin terdata dan terintegrasi dengan sistem ekonomi formal, ruang untuk membangun industri yang lebih transparan dan berkelanjutan juga semakin terbuka,” pungkas Yudho.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan

JAKARTA,SEPUCUKJAMBI.ID – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat layanan Kereta Api (KA) kontainer sebagai bagian dari pengembangan segmen KA Multikomoditi sekaligus mendukung terciptanya ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan. Segmen ini diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 8,5% hingga 2029, dengan target pendapatan mencapai Rp568 miliar pada 2029

Pertumbuhan tersebut didorong melalui sejumlah inisiatif, antara lain akuisisi pelanggan baru, pengembangan green freight service, serta penguatan cold chain logistics. Pada Agustus 2026, volume angkutan KA kontainer mencapai lebih dari 280 ribu ton, menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan dan meningkat sekitar 18% dibandingkan rata-rata volume bulanan Semester I 2026.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan mengatakan ”Secara kumulatif hingga Agustus 2026, KAI Logistik telah mengangkut lebih dari 2 juta ton barang menggunakan KA kontainer, setara dengan pengalihan lebih dari 109 ribu perjalanan truk dari jalan raya ke jalur rel. Capaian ini melanjutkan pertumbuhan positif, setelah pada 2025 volume KA kontainer mencapai sekitar 2,5 juta ton, tumbuh 8% YoY,”

Yuskal melanjutkan bahwa penguatan KA kontainer semakin relevan dalam menjawab kebutuhan distribusi barang sekaligus menghadapi implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang akan diterapkan secara lebih menyeluruh pada 2027. “Kereta api memiliki kapasitas angkut besar yang dapat menjadi salah satu solusi dalam mengalihkan angkutan barang dari jalan raya ke rel. Kami terus memperkuat kapasitas dan keandalan layanan agar KA kontainer semakin kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan,” ujar Yuskal.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan KA Kontainer, KAI Logistik juga terus menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung praktik logistik berkelanjutan. Sejumlah inisiatif strategis telah diterapkan, di antaranya penggunaan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) untuk meningkatkan efisiensi operasional, sertifikasi halal pada sejumlah terminal termasuk fasilitas pencucian kontainer, serta penyediaan fasilitas plug in di terminal guna memastikan pasokan listrik bagi kontainer berpendingin (reefer container) tetap terjaga selama proses penanganan.

Selaras dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan, KAI Logistik juga menghadirkan informasi carbon footprint pada invoice pelanggan. Fitur ini memungkinkan pelanggan mengetahui estimasi emisi karbon dari aktivitas pengiriman yang dilakukan menggunakan moda kereta api, sehingga memberikan transparansi sekaligus mendorong perusahaan dalam mengukur dan mendukung pencapaian target keberlanjutan serta implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) di sepanjang rantai pasok.

Pengalihan angkutan barang dari jalan raya ke rel juga memberikan manfaat dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Melalui pengalihan beban yang berlebih di jalan mampu mengurangi biaya pemeliharaan jalan dan memperpanjang lifetime infrastruktur jalan. Selaras dengan pengalihan tersebut juga akan semakin memberikan rasa aman bagi pengguna jalan dengan menekan risiko kecelakaan jalan raya. Pada konteks keberlajutan, moda kereta api juga merupakan moda ramah lingkungan dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.

“Pertumbuhan bisnis kami ingin berjalan seiring dengan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, pengembangan KA kontainer tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume, tetapi juga pada terciptanya sistem logistik yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” tutup Yuskal.

Tentang KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Bitcoin (BTC) kembali bergerak ke area US$80.000–US$81.000 setelah sempat terkoreksi hingga di bawah US$76.000 pada pertengahan pekan. Pemulihan ini terjadi setelah pasar menghadapi dua sentimen besar dari Amerika Serikat, yakni kenaikan suku bunga The Fed dan kegagalan proses legislasi CLARITY Act di Senat AS.

The Fed pada 16 September menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%. Keputusan tersebut merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023. Dalam proyeksi terbarunya, pejabat The Fed juga masih melihat kemungkinan adanya satu kenaikan tambahan pada 2026.

Sehari sebelumnya, proses legislasi CLARITY Act gagal melewati ambang suara yang dibutuhkan di Senat AS. Pemungutan suara prosedural tersebut berakhir dengan hasil 49–50, sehingga rancangan regulasi aset digital tersebut belum dapat melanjutkan proses legislasi sesuai tahapan yang diharapkan.

Dua perkembangan tersebut sempat meningkatkan volatilitas pasar. Bitcoin turun hingga sekitar US$75.000–US$76.000 setelah menghadapi tekanan jual, sebelum kemudian kembali menguat.

Bitcoin Kembali di Atas US$80 Ribu

Pergerakan Bitcoin menuju area US$81.000 menunjukkan adanya pemulihan permintaan setelah koreksi tajam. Namun, kenaikan tersebut belum serta-merta menghilangkan risiko volatilitas karena pasar masih harus mencerna prospek kebijakan moneter AS dan perkembangan regulasi aset digital.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan bahwa pemulihan Bitcoin perlu dilihat dalam konteks pasar yang masih menghadapi tekanan makroekonomi.

“Bitcoin berhasil kembali ke area US$80.000 setelah sempat terkoreksi di bawah US$76.000. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual yang muncul setelah keputusan Fed dan perkembangan regulasi AS mulai diimbangi oleh permintaan baru di pasar.

Namun, rebound ini belum berarti volatilitas selesai. Pasar masih akan menguji apakah Bitcoin mampu mempertahankan level US$80.000 dan melanjutkan kenaikan ke resistance berikutnya,” ujar Yudho.

Menurut Yudho, pergerakan Bitcoin pada pekan ini juga menunjukkan bahwa respons pasar kripto terhadap sentimen makro tidak selalu berlangsung dalam satu arah.

“Pasar kripto mulai menunjukkan respons yang lebih selektif. Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi aset berisiko, tetapi setelah koreksi awal, Bitcoin justru kembali mendapatkan momentum. Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat satu berita atau satu hari pergerakan harga, tetapi perlu melihat bagaimana harga bereaksi setelah pasar mencerna informasi tersebut,” katanya.

Tekanan Global Masih Terasa di Pasar Indonesia

Di Indonesia, tekanan dari kondisi global juga masih tercermin pada sejumlah indikator pasar. Berdasarkan data hingga 19 September, rupiah berada di sekitar Rp17.699 per dolar AS, melemah 1,11% secara mingguan.

Sementara itu, data internal FLOQ melihat IHSG berada di level 6.461,15, turun dari 6.552,79 pada pekan sebelumnya. Bank Indonesia juga masih mempertahankan BI Rate di level 5,75%.

Perbedaan pergerakan antar-aset tersebut menunjukkan bahwa penguatan dolar AS dan kondisi moneter global masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor. Di sisi lain, rebound Bitcoin memperlihatkan bahwa pasar aset kripto mulai merespons faktor spesifik pasar secara lebih selektif.

“Kalau kita lihat secara bersamaan, Rupiah dan pasar saham masih menghadapi tekanan dari kondisi eksternal, sementara Bitcoin sudah mencoba melakukan recovery. Ini bukan berarti Bitcoin sudah sepenuhnya lepas dari tekanan global, tetapi menunjukkan bahwa karakter pergerakannya bisa berbeda dengan aset lainnya,” jelas Yudho.

Level US$80 Ribu Jadi Perhatian

Memasuki pekan berikutnya, area US$80.000 menjadi salah satu level psikologis yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah kebangkitan Bitcoin dapat bertahan. Sementara itu, area sekitar US$82.000 menjadi resistance jangka pendek yang dapat menjadi perhatian trader.

Di sisi bawah, area US$75.000–US$76.000 tetap relevan sebagai zona koreksi yang terbentuk pada pertengahan pekan.

Yudho mengingatkan bahwa perbedaan horizon investasi perlu menjadi pertimbangan ketika membaca pergerakan Bitcoin.

“Untuk trader, area US$80.000 menjadi level penting untuk melihat kekuatan momentum, sementara US$82.000 dapat menjadi area resistance jangka pendek. Di sisi lain, area US$75.000–US$76.000 masih perlu diperhatikan jika terjadi koreksi lanjutan. Dengan volatilitas yang masih tinggi, untuk trading perlu menyiapkan skenario dua arah, bukan hanya mengantisipasi harga naik atau turun,” ujar Yudho.

Bagi investor jangka panjang, menurut Yudho, pergerakan harga dalam beberapa hari tidak selalu mengubah tesis investasi secara keseluruhan.

“Investor jangka panjang dapat melihat faktor yang lebih luas seperti likuiditas global, arus institusional, perkembangan regulasi, serta tren adopsi Bitcoin. Pergerakan harga jangka pendek penting untuk dipantau, tetapi tidak selalu menjadi penentu utama untuk tesis investasi jangka panjang,” tambahnya.

Kembalinya Bitcoin ke area US$81.000 menjadi perkembangan penting setelah koreksi tajam pekan ini. Namun, kemampuan BTC mempertahankan level US$80.000 dan menghadapi resistance berikutnya akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan ketahanan setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada 16 September 2026. Keputusan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023 dan membawa kisaran suku bunga federal funds menjadi 3,75%-4,00%.

Bitcoin tercatat berada di sekitar US$76.393,83 atau menguat 1,23% dalam 24 jam pada Kamis, 17 September 2026. Pergerakan tersebut terjadi seiring dengan pemulihan pasar kripto secara keseluruhan setelah keputusan FOMC yang sebelumnya telah banyak diantisipasi pelaku pasar.

Kenaikan Bitcoin juga berlangsung di tengah korelasi yang relatif kuat dengan pasar saham AS. Dalam sepekan terakhir, korelasi Bitcoin dengan S&P 500 tercatat sekitar 0,57, menunjukkan bahwa pergerakan aset kripto masih banyak dipengaruhi sentimen makroekonomi.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai respons Bitcoin setelah keputusan The Fed menunjukkan bahwa pasar mulai beradaptasi dengan kondisi suku bunga yang lebih tinggi.

“Bitcoin mampu bertahan di atas US$75.000 setelah kenaikan suku bunga The Fed menunjukkan bahwa sebagian besar risiko tersebut sudah diperhitungkan oleh pasar. Ke depan, perhatian tidak lagi hanya tertuju pada keputusan FOMC, tetapi juga pada bagaimana investor merespons arah kebijakan moneter berikutnya, inflasi, likuiditas, dan kondisi ekonomi global,” kata Yudho.

Menurut Yudho, level harga menjadi penting untuk melihat apakah pemulihan Bitcoin setelah FOMC dapat berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan jual.

“Jika Bitcoin mampu mempertahankan area US$75.000-US$76.000, peluang untuk menguji kembali area US$78.000 masih terbuka. Namun, apabila support tersebut gagal dipertahankan, pasar perlu bersiap menghadapi koreksi yang lebih dalam. Karena itu, dalam kondisi seperti sekarang, pergerakan harga perlu dilihat bersama dengan data makro dan arus dana institusional, bukan hanya dari momentum kenaikan harian,” lanjutnya.

Bitcoin Berpotensi Uji US$78.000

Secara teknikal, analisi FLOQ melihat area US$75.000-US$76.000 menjadi salah satu level penting bagi Bitcoin dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, BTC berpeluang menguji resistance berikutnya di sekitar US$78.000-US$78.200.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$74.000 dapat meningkatkan risiko Bitcoin menguji area support US$72.000-US$74.000.

Pemulihan harga setelah FOMC juga didukung oleh berkurangnya tekanan likuidasi. Total likuidasi Bitcoin dalam 24 jam turun sekitar 60,18% menjadi US$84,36 juta. Likuidasi posisi long bahkan turun sekitar 83,18%.

Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan forced selling mulai mereda dibandingkan sesi sebelumnya. Namun, volume perdagangan Bitcoin juga tercatat turun sekitar 24,52%, sehingga pemulihan harga belum sepenuhnya menunjukkan masuknya tekanan beli baru dalam skala besar.

Dengan demikian, kenaikan pasca-FOMC dapat lebih tepat dilihat sebagai fase pemulihan awal setelah ketidakpastian keputusan suku bunga mereda.

Proyeksi Pasar Masih Dipengaruhi Kebijakan The Fed

Meskipun Bitcoin mampu bertahan, prospek pasar belum sepenuhnya lepas dari risiko kebijakan moneter. Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan masih adanya kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan pada 2026. Reuters melaporkan bahwa keputusan September tersebut disertai sinyal kebijakan yang lebih hawkish, sementara pasar juga kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan berikutnya.

Kondisi tersebut menjadi faktor penting bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Suku bunga yang lebih tinggi dalam periode lebih panjang dapat memperketat likuiditas dan meningkatkan daya tarik aset berbasis yield, sehingga berpotensi membatasi ruang kenaikan aset kripto.

Di sisi lain, Bitcoin menunjukkan bahwa pasar telah mampu menyerap kenaikan suku bunga yang sebelumnya telah diperkirakan. Sejumlah analis juga melihat respons yang relatif terbatas setelah keputusan FOMC sebagai indikasi bahwa sebagian ekspektasi hawkish telah tercermin dalam harga.

Namun, tekanan dari sisi arus dana institusional masih perlu diperhatikan. Data yang dilaporkan pada 17 September menunjukkan spot Bitcoin ETF AS mengalami arus keluar bersih sekitar US$295,9 juta pada 16 September, setelah sebelumnya mencatat arus keluar sekitar US$450,4 juta pada 15 September.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pemulihan harga Bitcoin belum sepenuhnya diikuti oleh kembalinya aliran dana institusional ke produk investasi Bitcoin.

Fokus Pasar Beralih ke Data Ekonomi Berikutnya

Setelah keputusan FOMC berlalu, perhatian pelaku pasar selanjutnya akan tertuju pada data inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, imbal hasil obligasi AS, pergerakan dolar AS, serta komunikasi pejabat The Fed mengenai arah kebijakan berikutnya.

Yudho menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat pergerakan Bitcoin berpotensi tetap volatil dalam beberapa pekan mendatang.

“Pasar kripto saat ini berada di fase yang sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi makro. Bitcoin sudah menunjukkan ketahanan setelah FOMC, tetapi konfirmasi tren berikutnya membutuhkan dukungan dari likuiditas dan permintaan yang lebih kuat. Area US$78.000 menjadi level yang menarik untuk diperhatikan, sementara US$75.000 menjadi batas penting untuk melihat apakah momentum pemulihan masih bertahan,” jelas Yudho.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan trading Bitcoin ke depan masih akan ditentukan oleh interaksi antara sentimen makro, kebijakan moneter AS, arus dana institusional, dan struktur teknikal pasar.

Untuk jangka pendek, kemampuan BTC mempertahankan area US$75.000 menjadi salah satu indikator penting. Jika bertahan, pasar berpotensi kembali menguji US$78.000-US$78.200. Sebaliknya, kehilangan support US$74.000 dapat membuka ruang pengujian ulang area US$72.000-US$74.000.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, Sion Abednego, membawa cara pertemanannya ke Tech in Asia Conference 2026. Booth Sanct, SF09, berada di Showcase Zone, dekat area permainan pickleball di Sands Expo and Convention Centre, Singapura, dan dibuka pada Selasa dan Rabu (15–16/9); Rabu (16/9) adalah hari terakhir. Showcase Zone dikurasi: Tech in Asia meninjau setiap pendaftaran sebelum sebuah perusahaan mendapat tempat di area pameran.

Pada hari pertama, Selasa (15/9), pukul 14.01 WIB atau 15.01 waktu Singapura, Sanct meluncur di Product Hunt, situs global tempat produk teknologi baru diperkenalkan setiap hari. Sion berada di booth saat peluncuran dimulai.

Pilihan meluncur di tengah keramaian konferensi bukan kebetulan. Di Sanct, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Setelah pengguna punya lima teman, fitur pencarian dan saran pertemanan terbuka, tetapi hanya menjangkau teman dari teman.

Sanct juga telah merilis Episode 3 dari seri film pendeknya, tentang Keisha, perantau di Singapura yang belum bisa pulang, dan keluarganya di Jakarta yang tetap berkumpul malam itu di Sanctum.

Swag terbatas di booth SF09

Pengunjung yang menambahkan Sanct ke layar utama ponselnya di booth bisa membawa pulang swag gratis: sticker pack Sanct, tote bag krem bertuliskan “be there“, dan topi krem “being there” dengan bordir kecil wajah Sancty di sisinya. Semua item jumlahnya terbatas dan dibagikan selama persediaan masih ada.

Tulisan di swag itu berangkat dari pesan yang sama dengan film-film Sanct: selalu ada untuk orang terdekat. Roll-up banner di booth menuliskannya dalam empat baris berbahasa Inggris, “being there. on the good days. on the bad ones. for friends and family.”, yang artinya selalu ada, di hari baik maupun hari berat, untuk teman dan keluarga.

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Pengguna memilih siapa yang bisa melihat setiap momen yang dibagikan: semua orang di lingkarannya, teman tertentu yang ia pilih, atau hanya dirinya sendiri. Sancty, teman kecil yang selalu ada kalau kamu butuh ditemani, memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

Traction dan rencana

Sanct membuka closed beta pada 23 Agustus di Car Free Day kawasan Senayan, Jakarta; 147 orang mendaftar di hari pertama. Sepekan kemudian, Sanct memiliki lebih dari 150 pengguna aktif dan lebih dari 1.600 orang di daftar tunggu. Kini masa beta berakhir. Setelah peluncuran di Product Hunt, Sanct akan hadir pertama kali di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan model freemium: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi.

“Sanct dimulai dari bertemu langsung, jadi kami juga ingin hadir langsung,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Buat teman-teman dari Indonesia yang datang ke Tech in Asia di Singapura, mampir ke SF09. Ajak teman, saling tambahkan di Sanct, dan bawa pulang swag sebelum habis.”

Sion Abednego bisa diwawancarai di booth SF09 pada Rabu (16/9). Halaman Product Hunt Sanct: https://www.producthunt.com/products/sanct. Pendaftaran Sanct terbuka di https://sanct.social

Tentang Sanct Social

Sanct Social Pte. Ltd. adalah startup yang terdaftar di Singapura pada 2026 dan didirikan oleh Sion Abednego, pendiri tunggal asal Indonesia. Perusahaan ini mengembangkan Sanct, aplikasi personal networking untuk sahabat dekat dan keluarga. Di Sanct, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR, sehingga lingkaran tiap pengguna hanya berisi orang yang benar-benar dikenalnya, dan setiap momen yang dibagikan hanya sampai ke lingkaran itu. Pengguna ditemani Sancty, teman kecil yang selalu ada kalau kamu butuh ditemani. Sanct meluncur di Product Hunt pada 15 September 2026 dan akan hadir pertama kali di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Informasi lebih lanjut: https://sanct.social
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



Kinerja Terjaga, KAI Logistik Catat Kelola 12,7 Juta Ton Barang hingga Agustus

JAKARTA,SEPUCUKJAMBI.ID – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatat kinerja yang terjaga dalam pengelolaan angkutan barang berbasis kereta api. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KAI Logistik berhasil mengelola total 12,7 juta ton barang. Kinerja tersebut mencerminkan aktivitas logistik yang tetap bergerak positif sekaligus memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung kebutuhan distribusi komoditas dan barang di berbagai wilayah Indonesia.

Secara bulanan, volume angkutan KAI Logistik menunjukkan perkembangan yang positif. Pada Januari 2026, total angkutan bulanan tercatat sebesar 1,1 juta ton dan secara bertahap meningkat hingga mencapai 2,07 juta ton pada Agustus 2026, yang menjadi volume bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi kinerja perusahaan, terutama dengan semakin beragamnya kebutuhan angkutan yang dikelola melalui berbagai lini bisnis KAI Logistik.

VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, menyampaikan bahwa capaian hingga Agustus ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat fondasi bisnis ke depan. “Kinerja hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa aktivitas angkutan barang KAI Logistik tetap memiliki ruang pertumbuhan. Tidak hanya dari sisi volume, kami juga melihat pentingnya menjaga komposisi bisnis melalui penguatan berbagai segmen, termasuk peti kemas, kurir, maupun komoditas non kontainer. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk merespons kebutuhan pelanggan dengan layanan yang semakin relevan,” ujar Dwi.

Segmen angkutan batu bara masih menjadi kontributor utama dengan realisasi mencapai 8,2 juta ton atau sekitar 64% dari total volume Januari hingga Agustus 2026. Sejalan dengan itu, aktivitas bulanan bongkar muat batu bara melalui kereta api juga menunjukkan peningkatan dari sekitar 590 ribu ton pada Januari menjadi lebih dari 1,4 juta ton pada Agustus. Peningkatan tersebut turut mencerminkan semakin aktifnya distribusi batu bara melalui moda kereta api dalam mendukung kebutuhan sektor energi dan industri.

Di sisi lain, KAI Logistik terus memperkuat diversifikasi bisnis melalui layanan KALOG Plus, khususnya pada angkutan peti kemas. Hingga Agustus 2026, segmen peti kemas mencatat volume sekitar 2 juta ton atau 16% dari total angkutan. Penguatan bisnis peti kemas menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio layanan sekaligus memberikan alternatif solusi distribusi bagi pelanggan dari berbagai sektor. Dengan semakin beragamnya komoditas yang dikelola, KAI Logistik berupaya menjaga pertumbuhan bisnis secara lebih berimbang dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan logistik.

Sementara itu, layanan pengiriman barang ritel melalui layanan KALOG Express mencatat total volume sebesar 54.645 ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026, dengan volume bulanan tertinggi terjadi pada Agustus sebesar 8.369 ton. Adapun untuk segmen bisnis angkutan non kontainer yang mencakup semen, Limbah B3, dan CPO (Crude Palm Oil) mencatat total volume sekitar 332 ribu ton. Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya KAI Logistik dalam mengoptimalkan potensi setiap lini bisnis sekaligus membuka ruang pertumbuhan pada komoditas dan layanan yang masih dapat dikembangkan.

Memasuki periode akhir tahun, KAI Logistik akan melanjutkan penguatan kapasitas dan kualitas layanan, memperluas peluang kerja sama dengan pelanggan strategis, serta mengoptimalkan jaringan dan konektivitas angkutan berbasis kereta api. “Kami akan menjaga momentum ini dengan tetap berfokus pada kebutuhan pelanggan, keandalan operasional, serta pengembangan layanan yang memberikan nilai tambah. Dengan dukungan seluruh insan KAI Logistik, pelanggan, dan mitra kerja, kami berharap kinerja positif yang telah berjalan dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun sekaligus menjadi pijakan untuk pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” tutup Dwi.

Tentang KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES