Musim Tanam 2026 Terancam, Petani Desa Betung Bedarah Timur Butuh Bantuan Bendungan

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Petani di Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, menghadapi ancaman gagal tanam padi pada musim tanam 2026.

Penyebabnya adalah kerusakan bendungan irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air untuk persawahan warga.

Akibat kebocoran besar pada bendungan, air tidak lagi tertampung secara optimal, sehingga lahan seluas 533 hektare kini mengalami kekeringan dan tidak dapat diolah seperti biasanya.

Ali Amin, perwakilan masyarakat setempat, menjelaskan bahwa kerusakan bendungan berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian warga.

“Tidak bisa ditanami padi tahun ini. Bendungan bocor cukup besar sehingga tidak bisa diperbaiki secara mandiri oleh petani maupun masyarakat,” ujarnya.

Upaya perbaikan secara swadaya telah dilakukan, namun keterbatasan teknis dan biaya membuat masyarakat kesulitan menanganinya.

Jika bantuan dari pemerintah tidak segera turun, Ali Amin memperingatkan risiko kerugian ekonomi bagi petani dan potensi gangguan ketahanan pangan desa.

Pemerintah Desa Betung Bedarah Timur telah mengajukan permohonan bantuan perbaikan bendungan ke Pemerintah Kabupaten Tebo.

Proposal ini menjadi langkah awal untuk menghadapi kondisi darurat menjelang musim tanam 2026.

Kondisi ini menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga infrastruktur pertanian agar kegiatan tani tetap berjalan, khususnya menghadapi musim kemarau yang semakin kering.(*)




Harga Cabai dan Daging Ayam di Merangin Naik, IPH Januari Turun 4,44%

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Zulhifni mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang MPC Bappeda Merangin, Selasa (27/1).

Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ini membahas langkah-langkah konkret pengendalian inflasi, percepatan realisasi belanja daerah, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah untuk program tiga juta rumah bagi masyarakat Indonesia.

Sekda Zulhifni didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagkop) Merangin Andrei, Plt Kadis Nakbun Daryanto, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, serta perwakilan OPD lainnya.

Hasil rakor menunjukkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Merangin pada minggu keempat Januari 2026 berada di angka -4,44, yang berarti secara umum harga-harga di pasar Merangin turun 4,44 persen dibanding bulan Desember 2025.

Meski demikian, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat penurunan pasokan.

Cabai Merah, Bawang Merah, dan Daging Ayam Ras tercatat mengalami fluktuasi harga tertinggi pada minggu ini.

“Dampak dari menurunnya pasokan Cabai Merah, Bawang Merah, dan Daging Ayam Ras di sejumlah pasar, menyebabkan harga komoditas tersebut mengalami kenaikan,” jelas Sekda Zulhifni.

Plt Kadis Nakbun Merangin Daryanto menambahkan bahwa Cabai Merah menjadi komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi, sedangkan komoditas lain tetap stabil dan terkendali.

Rakor ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memastikan inflasi terkendali, harga kebutuhan pokok stabil, dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di Kabupaten Merangin.(*)




Bupati Merangin Usulkan Pemberdayaan Ekonomi SAD melalui Budidaya Ikan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M Syukur, mengajukan program pemberdayaan warga Suku Anak Dalam (SAD) kepada Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT).

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan kunjungan kerja (Kunker) Kemensos di Rumah Dinas Bupati, Senin (26/1), kepada Direktur PKAT, I Ketut Supena.

Bupati mengusulkan agar 15 Tumenggung SAD di Kabupaten Merangin difasilitasi budidaya ikan sistem keramba di kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas.

Program ini ditujukan untuk menarik warga SAD keluar dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan memberi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

“Baru-baru ini, warga SAD sempat dimanfaatkan untuk menjadi penjaga keamanan di lokasi PETI. Dengan pendekatan persuasif, mereka akhirnya keluar dari aktivitas ilegal. Dam Betuk memiliki potensi besar untuk perikanan, jadi setiap Tumenggung akan memiliki perwakilan keramba di sana,” jelas M. Syukur.

Bupati menekankan pentingnya pola pendampingan spesifik bagi warga SAD. Bantuan diberikan tidak berupa uang tunai, melainkan modal kerja dan sarana produksi yang dikelola dengan pengawasan dinas terkait.

Hasil dari keramba akan dibeli kembali untuk menjaga perputaran ekonomi di kelompok Tumenggung.

Menurut Bupati, warga SAD adalah pencinta alam yang patuh hukum adat, namun modernisasi membuat mereka mulai mengenal nilai uang.

Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif mata pencaharian ramah lingkungan agar tetap menjaga identitas budaya.

“Pendekatan kami tidak kaku. Kami ingin mereka hidup sejahtera berdampingan dengan masyarakat luas tanpa kehilangan identitas dan budaya asli mereka,” tambah Bupati M Syukur.

Melalui program ini, Pemkab Merangin berharap Kemensos memberikan dukungan penuh, baik dari segi pendanaan maupun tenaga ahli pendamping.

Sehingga ekosistem ekonomi di Dam Betuk mampu mensejahterakan 15 kelompok Tumenggung SAD secara berkelanjutan.(*)




Bupati Merangin Siapkan Kunjungan Kemensos untuk Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M Syukur, menerima kunjungan jajaran Kementerian Sosial melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) di Rumah Dinas Bupati, Senin (26/1/2026).

Kunjungan ini menjadi tindak lanjut pertemuan Bupati Merangin dengan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Jakarta pada 22 Januari lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur PKAT Kemensos RI, I Ketut Supena, bersama timnya dijadwalkan meninjau langsung Desa Tambang Baru di Kecamatan Tabir Lintas dan Desa Tanjung Lamin di Kecamatan Pamenang Barat pada Selasa (27/1/2026).

Untuk memastikan semua berjalan lancar, Bupati M Syukur memimpin rapat koordinasi dengan Direktur PKAT dan jajaran pemerintah Kabupaten Merangin.

Fokus utama rapat adalah kesiapan teknis lapangan, optimalisasi potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat adat terpencil.

“Semua sarana dan prasarana harus siap agar kunjungan besok berdampak nyata bagi pemberdayaan komunitas adat,” ujar Bupati M Syukur.

Selama kunjungan, Direktur PKAT dijadwalkan meninjau fasilitas pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Tanjung Lamin, serta memantau rencana pembangunan keramba ikan di Dam Betuk, Desa Tambang Baru.

Selain itu, evaluasi potensi ekonomi lokal melalui sektor perikanan juga menjadi agenda utama.

Rapat pematangan kunjungan ini dihadiri sejumlah pejabat dari Kemensos RI, Forkopimda, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Merangin, termasuk Kadis Perikanan Dedy Darmantias, Sekdin Dinas Sosial Mas’ud, Kabag SDA Haidir, serta Kabag Prokompim Antin.

Dengan persiapan matang ini, diharapkan kunjungan Kemensos dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat adat di Merangin.(*)




Handgrip, Alat Fitness Kecil dengan Efek Besar bagi Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Meski terlihat sederhana, latihan menggunakan handgrip menawarkan manfaat kesehatan yang luas, tidak hanya untuk memperkuat tangan.

Alat kecil ini, yang terdiri dari dua pegangan dan pegas, bekerja dengan cara digenggam dan ditekan berulang kali.

Latihan handgrip secara rutin meningkatkan kekuatan otot pergelangan tangan dan lengan bawah, yang penting untuk aktivitas sehari-hari seperti membuka botol, membawa barang belanjaan, atau menjaga keseimbangan.

Selain itu, latihan ini juga dapat meningkatkan kepadatan tulang, mencegah osteoporosis, dan mengurangi risiko cedera seperti keseleo, tendinitis, atau sindrom carpal tunnel.

Penelitian awal menunjukkan bahwa latihan handgrip isometrik menahan tekanan tanpa gerakan panjang otot berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi ringan.

Latihan ini juga mendukung sirkulasi darah, meningkatkan pasokan oksigen dan nutrisi, serta mempercepat pembuangan limbah metabolik.

Selain manfaat fisik, handgrip juga memberi efek positif pada kesehatan mental.

Progres genggaman yang terasa setiap hari dapat meningkatkan rasa percaya diri, meredakan stres, dan memberi fokus yang menenangkan, terutama bagi lansia.

Dengan biaya murah dan fleksibilitas tinggi, handgrip bisa digunakan di rumah atau di kantor sebagai latihan singkat setiap hari.

Latihan sederhana ini membuktikan bahwa alat kecil bisa memberi dampak besar bagi kebugaran dan kesehatan secara menyeluruh.(*)




Lama Tidak Olahraga, Ini Cara Bangkitkan Kebiasaan Sehat

SEPUCUKJAMBI.ID – Berhenti berolahraga dalam waktu lama sering kali terjadi tanpa disadari.

Rutinitas kerja yang padat, perubahan gaya hidup, hingga rasa malas membuat aktivitas fisik perlahan tersingkir.

Saat keinginan untuk kembali aktif muncul, tak sedikit orang justru merasa ragu takut cepat lelah, cedera, atau tidak mampu seperti dulu.

Kabar baiknya, kembali berolahraga setelah lama vakum bisa dilakukan dengan aman asalkan dilakukan secara bertahap dan realistis.

Berikut langkah-langkah yang dapat membantu tubuh kembali beradaptasi.

1. Mulai dengan target yang realistis

Langkah awal yang penting adalah menetapkan tujuan yang masuk akal. Tidak perlu langsung menargetkan berat badan ideal atau stamina tinggi.

Cukup fokus pada tujuan sederhana seperti ingin lebih bugar, tidak mudah pegal, atau rutin bergerak setiap minggu.

2. Pilih aktivitas ringan terlebih dahulu

Tubuh yang lama tidak aktif memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Aktivitas ringan seperti jalan kaki, peregangan, yoga ringan, atau bersepeda santai bisa menjadi pilihan awal.

Mulailah dengan durasi singkat, sekitar 15–20 menit per sesi.

3. Bangun kebiasaan lewat jadwal rutin

Kunci keberhasilan bukan pada beratnya latihan, melainkan konsistensi. Tentukan jadwal yang realistis dan mudah dijalani, misalnya tiga hingga lima kali dalam seminggu.

Latihan ringan tapi rutin jauh lebih efektif dibanding latihan berat yang hanya bertahan sebentar.

4. Jangan abaikan pemanasan dan pendinginan

Pemanasan membantu mengurangi risiko cedera dengan menyiapkan otot dan sendi sebelum bergerak.

Sementara pendinginan membantu tubuh kembali ke kondisi normal. Dua tahap ini sangat penting, terutama bagi yang baru kembali berolahraga.

5. Naikkan intensitas secara perlahan

Jika tubuh sudah mulai terbiasa, intensitas atau durasi latihan bisa ditingkatkan sedikit demi sedikit.

Hindari membandingkan kemampuan sekarang dengan kondisi sebelum vakum olahraga.

Progres perlahan justru lebih aman dan berkelanjutan.

6. Peka terhadap sinyal tubuh

Pegal ringan setelah olahraga merupakan hal wajar. Namun jika muncul nyeri tajam, pusing, atau kelelahan berlebihan, sebaiknya hentikan latihan dan beri tubuh waktu untuk pulih.

Mendengarkan tubuh adalah bagian penting dari proses kembali bugar.

7. Perhatikan pemulihan dan pola hidup

Olahraga akan lebih efektif jika dibarengi dengan istirahat cukup, asupan cairan yang memadai, serta makanan bergizi.

Tanpa pemulihan yang baik, tubuh lebih mudah lelah dan motivasi berolahraga bisa menurun.

Kembali aktif setelah lama berhenti bukan tentang seberapa cepat hasil terlihat, melainkan seberapa konsisten kamu menjalaninya.

Dengan pendekatan yang santai dan bertahap, tubuh akan kembali terbiasa bergerak dan kebugaran pun meningkat secara alami.(*)




Mengenal Jenis Biji Kopi dan Karakter Rasanya, Mana Favoritmu?

SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi banyak orang, kopi adalah teman setia di pagi hari atau penutup lelah setelah beraktivitas.

Namun, kopi bukan sekadar minuman penahan kantuk.

Di balik setiap cangkir, tersimpan cerita tentang jenis biji kopi yang menentukan rasa, aroma, hingga sensasi yang dirasakan saat diminum.

Mengenal jenis biji kopi akan membantumu menemukan karakter kopi yang paling sesuai dengan selera apakah kamu penyuka kopi hitam yang ringan, atau kopi kuat yang memberi dorongan energi ekstra.

Secara umum, ada empat jenis biji kopi yang paling dikenal dan beredar luas di pasaran.

1. Arabika, lembut dan aromatik

Arabika merupakan jenis biji kopi yang paling populer di dunia. Kopi ini tumbuh optimal di dataran tinggi dengan suhu sejuk.

Karakter rasanya cenderung ringan dengan tingkat keasaman yang seimbang.

Aroma Arabika dikenal kompleks, mulai dari floral, fruity, hingga manis alami.

Karena cita rasanya yang halus, Arabika sering dipilih untuk metode seduh manual seperti V60, pour over, atau French press, yang mampu menonjolkan aroma dan karakter alaminya.

2. Robusta, pahit kuat dan berkafein tinggi

Robusta memiliki karakter yang sangat berbeda dari Arabika. Rasanya lebih pahit, bold, dan cenderung earthy.

Kandungan kafeinnya juga jauh lebih tinggi, menjadikannya favorit bagi penikmat kopi yang menginginkan efek segar lebih kuat.

Jenis kopi ini banyak digunakan untuk kopi tubruk, kopi instan, serta campuran espresso karena mampu menghasilkan crema yang tebal dan konsisten.

3. Liberika, cita rasa unik yang jarang

Liberika termasuk jenis kopi yang tidak banyak dibudidayakan. Ukuran bijinya lebih besar dengan aroma yang cukup mencolok.

Rasa Liberika sering digambarkan memiliki sentuhan kayu, smoky, hingga fruity yang tidak biasa.

Karena karakternya yang khas, Liberika umumnya digemari oleh penikmat kopi yang senang bereksperimen dan mencari pengalaman rasa yang berbeda dari kopi pada umumnya.

4. Excelsa, segar dan kompleks

Excelsa masih satu keluarga dengan Liberika, tetapi memiliki profil rasa yang unik. Kopi ini dikenal dengan tingkat keasaman yang lebih tajam serta aroma buah yang kuat.

Excelsa jarang dikonsumsi sebagai single origin dan lebih sering digunakan sebagai campuran (blend) untuk menambah kedalaman dan kompleksitas rasa.

Selain jenis biji, cita rasa kopi juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti metode pengolahan, tingkat sangrai, hingga daerah asal penanaman.

Inilah yang membuat satu jenis biji kopi bisa menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda-beda.

Dengan memahami jenis biji kopi, kamu bisa lebih mudah memilih kopi sesuai selera.

Apakah kamu lebih cocok dengan Arabika yang ringan dan aromatik, Robusta yang kuat dan penuh energi, atau justru tertarik menjelajahi karakter unik Liberika dan Excelsa semuanya kembali pada preferensi masing-masing penikmat kopi.(*)




Kampung Naga Tasikmalaya, Warisan Budaya Sunda yang Tetap Lestari

SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah derasnya arus modernisasi, Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tetap berdiri sebagai simbol keteguhan masyarakat adat dalam menjaga warisan leluhur.

Desa adat ini menawarkan pengalaman berbeda bagi siapa pun yang berkunjung tenang, sederhana, dan sarat makna.

Perjalanan menuju Kampung Naga menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri.

Dari jalan utama, pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga yang membelah perbukitan.

Setiap langkah seolah membawa wisatawan menjauh dari kebisingan dunia luar dan mendekat ke kehidupan yang berjalan lebih perlahan.

Sesampainya di bawah, deretan rumah panggung tampak tersusun rapi.

Atap ijuk, dinding anyaman bambu, serta orientasi rumah yang seragam mencerminkan filosofi keteraturan dan kebersamaan yang dipegang masyarakat Kampung Naga sejak turun-temurun.

Masyarakat Kampung Naga masih memegang teguh aturan adat dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan listrik dan berbagai peralatan modern dibatasi secara ketat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Aktivitas bertani, menenun, hingga mengolah hasil alam dilakukan dengan cara-cara tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Hal paling mencolok saat berada di Kampung Naga adalah suasananya yang hening. Tidak terdengar deru mesin, kendaraan, atau suara gawai.

Yang hadir hanyalah bunyi alam gemericik air sungai, desir angin, dan aktivitas warga.

Keheningan ini memberi ruang bagi pengunjung untuk benar-benar berhenti sejenak dari ritme hidup modern yang serba cepat.

Sebagai desa adat, Kampung Naga juga menerapkan aturan khusus bagi wisatawan.

Pengunjung diminta berpakaian sopan, menjaga tutur kata, serta menghormati batas-batas adat yang berlaku.

Aturan tersebut bukan untuk membatasi, melainkan menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan alam.

Meski terbuka untuk umum, Kampung Naga bukanlah destinasi wisata hiburan.

Tidak ada atraksi buatan atau pertunjukan budaya yang dipentaskan secara khusus. Justru keaslian kehidupan sehari-hari masyarakatnya menjadi daya tarik utama.

Kampung Naga menghadirkan pesan kuat bahwa kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan tradisi.

Di tempat ini, budaya, alam, dan manusia hidup berdampingan secara harmonis.

Bagi pencari ketenangan dan penikmat wisata budaya autentik, Kampung Naga menawarkan pengalaman sederhana yang membekas dalam ingatan.(*)




Sampah Kembali Menumpuk, Ketua DPRD Kota Jambi Soroti Lemahnya Penegakan Perda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA), menilai penanganan persoalan sampah di Kota Jambi hingga saat ini belum dilakukan secara serius dan menyeluruh.

Ia menegaskan, masalah sampah bukan lagi sekadar soal pengangkutan, melainkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.

Meski pengangkutan sampah rutin dilakukan sejak pagi hari, tumpukan sampah masih kerap muncul di sejumlah titik.

Salah satunya terlihat di depan SDN 47 Kota Jambi, yang kembali dipenuhi sampah akibat aktivitas warga yang membuang sampah di luar jam yang telah ditentukan.

Menurut Kemas Faried, kondisi tersebut mencerminkan belum optimalnya penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah oleh instansi terkait.

“Walaupun sampah sudah diangkut, masih saja ada warga yang membuang sampah di luar waktu yang ditetapkan. Ini bukan persoalan fasilitas, tapi lemahnya penegakan aturan,” tegasnya.

Ia secara khusus menyoroti peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi penegakan Perda.

Minimnya patroli yustisia disebut membuat pelanggaran terus berulang tanpa adanya sanksi tegas.

Selain itu, Kemas Faried juga menilai lemahnya koordinasi antarinstansi menjadi faktor utama belum tuntasnya persoalan sampah di Kota Jambi.

Ia menyebut, sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, camat, dan lurah masih belum berjalan optimal.

“DLH, Satpol PP, camat, dan lurah seharusnya bergerak bersama. Jika masing-masing berjalan sendiri, persoalan sampah akan terus berulang dan tidak pernah selesai,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa tanpa tindakan tegas di lapangan, Perda hanya akan menjadi aturan formal tanpa daya paksa.

Ia mendorong Satpol PP agar tidak berhenti pada imbauan semata, melainkan berani melakukan penindakan terhadap pelanggar.

“Kalau hanya imbauan, masyarakat tidak akan jera. Perda harus ditegakkan. Patroli yustisia harus dilakukan secara rutin dan konsisten agar ada efek jera,” katanya.

Menurutnya, pembiaran terhadap pelanggaran justru memperburuk wajah Kota Jambi dan berdampak langsung pada kerusakan lingkungan. Ia menekankan bahwa kedisiplinan masyarakat tidak akan terbentuk tanpa kehadiran negara melalui penegakan hukum hingga ke tingkat paling dasar.

“Selama pelanggaran dibiarkan, sampah akan terus menumpuk. Ini menandakan penanganan sampah di Kota Jambi belum benar-benar menjadi prioritas,” pungkas Kemas Faried.(*)




DPRD Muaro Jambi Dorong Akses Internet di Desa Tanjung Katung Segera Terwujud

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.IDAnggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Robinson Sirait, menyoroti belum tersedianya akses sinyal internet di Desa Tanjung Katung, Kecamatan Maro Sebo.

Ia menegaskan pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkrit agar masyarakat desa bisa menikmati layanan internet yang memadai.

Pernyataan ini disampaikan Robinson saat menerima kunjungan anggota DPRD lintas fraksi di kediamannya di Desa Tanjung Katung, Senin (26/1/2026).

Turut hadir antara lain Alfin Junaidi (PKB), Jonaidi P. Naenggolan (PAN), Usman Halik (PDI-P), Ramadhan Mahir dan Maimunah (Demokrat), serta sejumlah anggota DPRD lainnya.

Robinson Sirait membandingkan kondisi Desa Tanjung Katung dengan wilayah Sungai Bahar yang secara geografis lebih jauh dari ibu kota Kabupaten Muaro Jambi, namun sudah memiliki akses internet kuat dan stabil.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa internet bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan pokok masyarakat.

“Internet kini menjadi kebutuhan utama untuk pendidikan, usaha, administrasi, hingga komunikasi. Desa Tanjung Katung tidak boleh tertinggal dalam hal ini,” ujar Robinson.

Ia mendorong seluruh anggota DPRD, khususnya dari Daerah Pemilihan I, untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat penyediaan layanan internet di desa dan wilayah sekitarnya.

Usulan DPRD ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat, yang berharap ketersediaan internet dapat menunjang aktivitas sehari-hari, pendidikan, serta membuka peluang ekonomi baru.

Dengan meningkatnya kebutuhan digital, ketersediaan akses internet di Desa Tanjung Katung dinilai krusial untuk mendukung kemajuan desa, meningkatkan kesejahteraan warga, dan memperluas akses informasi di era modern.(*)