Tekanan Ekonomi Bisa Ganggu Kewarasan Ibu, Kabid RSJD Jambi Sebut Bisa Berdampak pada Rumah Tangga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kesehatan mental ibu menjadi sorotan utama dalam seminar keluarga bertema “Marriage Goals Bukan Cuma Soal Cinta Tapi Juga Soal Atur Dana” yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Narasumber Dini Silvia, Dini Silvia dari RSJD Kolonel H. Muhammad Syukur, menekankan pentingnya menjaga kewarasan ibu sebagai kunci stabilitas ekonomi rumah tangga.

Dalam materinya bertajuk “Sehat Jiwa, Sehat Finansial: Menjaga Kewarasan Ibu dalam Mengelola Ekonomi Keluarga”, Dini Silvia menjelaskan tekanan ekonomi sering berdampak langsung pada psikologis ibu, yang berperan sebagai manajer utama rumah tangga.

“Pengelolaan keuangan yang baik membutuhkan kondisi mental yang sehat. Tekanan ekonomi yang tinggi dapat memengaruhi kewarasan ibu, sehingga berdampak pada keharmonisan dan stabilitas keluarga,” jelasnya.

Dini menekankan bahwa ibu yang sehat secara mental mampu mengambil keputusan keuangan lebih bijak, menjaga komunikasi dengan pasangan, dan menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.

“Sehat secara emosional berarti keluarga juga lebih siap menghadapi tantangan ekonomi. Ibu yang tenang dan stabil mentalnya menjadi fondasi bagi keluarga yang bahagia dan mandiri secara finansial,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Jambi dan cabang se-Kecamatan oleh Ketua PW Salimah Provinsi Jambi, Muslihah.

Marsya Lystia, Ketua Marsya Lystia, turut memberikan materi mengenai literasi keuangan sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga.

Muslihah menambahkan, Salimah Kota Jambi termasuk yang paling aktif di Provinsi Jambi dengan jumlah anggota terbanyak dan program unggulan yang mencakup pendidikan, ekonomi, kesehatan mental, serta pengembangan keluarga.

Seminar ini menegaskan komitmen kolaborasi organisasi perempuan dengan Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat kesehatan mental ibu, ketahanan ekonomi keluarga, dan pemberdayaan perempuan, sejalan dengan visi “Kota Jambi Bahagia.”(*)




Marsya Lystia Tegaskan Pentingnya Literasi Keuangan untuk Ketahanan Keluarga di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Marsya Lystia menjadi sorotan dalam seminar keluarga bertema “Marriage Goals Bukan Cuma Soal Cinta Tapi Juga Soal Atur Dana” yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Jambi dan pimpinan cabang se-Kecamatan Kota Jambi oleh Ketua PW Salimah Provinsi Jambi, Muslihah.

Dalam sesi seminar bertajuk Finance for Couples: Bangun Kehidupan Finansial yang Bahagia, Marsya menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi ketahanan ekonomi rumah tangga.

“Marriage goals bukan hanya tentang cinta dan romantisme, tetapi juga bagaimana pasangan mampu merencanakan dan mengelola keuangan bersama. Ketahanan ekonomi keluarga adalah fondasi penting bagi kebahagiaan jangka panjang,” jelas Marsya.

Marsya menekankan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi aspek utama dalam membangun generasi yang tangguh.

“Kita membesarkan perempuan berarti membesarkan generasi. Fokus kita adalah pemberdayaan perempuan. Di era modern, perempuan harus adaptif terhadap teknologi, pola pengasuhan, hingga isu kesehatan mental,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, organisasi perempuan harus relevan lintas generasi, dari anggota muda hingga senior, dengan kegiatan yang dikemas kekinian namun tetap berlandaskan nilai agama.

“Kami ingin Salimah bersinergi dengan organisasi perempuan lain untuk bersama-sama membangun Kota Jambi lebih maju dan berdaya,” kata Marsya.

Narasumber kedua, Dini Silvia, Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana Medis RSJD Kolonel H. Muhammad Syukur, membawakan materi “Sehat Jiwa, Sehat Finansial: Menjaga Kewarasan Ibu dalam Mengelola Ekonomi Keluarga.”

Ia menekankan, kondisi mental ibu sangat memengaruhi stabilitas keuangan keluarga.

“Pengelolaan keuangan yang baik membutuhkan kondisi mental yang sehat. Tekanan ekonomi sering berdampak pada psikologis ibu sebagai manajer rumah tangga,” jelas Dini.

Ketua PW Salimah Provinsi Jambi, Muslihah, menjelaskan bahwa Salimah telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota dengan jumlah anggota mencapai 1.304 orang, dan Kota Jambi menjadi penyumbang terbanyak.

Di tingkat kelurahan, telah terbentuk empat PERA (Persaudaraan Salimah), dan program One PC One PERA akan digulirkan untuk memperluas jaringan.

Salimah memiliki enam departemen: Dakwah, Pendidikan & Pelatihan, Ekonomi, Humas, Jaringan Lembaga & Kajian, serta Program Keluarga & Perempuan.

Program unggulan meliputi Majelis Taklim, Baitul Qur’an, P2AYD, SISTER, SERASI, SALSA, KOSUMA, Salimah Halal Center, hingga Mubalighah Salimah Indonesia.

“Seluruh program ini bertujuan meningkatkan kualitas perempuan dan keluarga. Pengurus baru diharapkan menjalankan amanah dengan dedikasi dan integritas,” ungkap Muslihah.

Kegiatan seminar dan pelantikan ini menegaskan komitmen kolaborasi antara organisasi perempuan dan Pemerintah Kota Jambi.

Fokusnya pada ketahanan ekonomi keluarga, kesehatan mental perempuan, serta pemberdayaan perempuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sejalan dengan visi “Kota Jambi Bahagia.”(*)




PT Jambi Indoguna Kejar Participating Interest Migas, Gubernur Minta Dukungan DPR RI

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, memaparkan perkembangan terbaru PT Jambi Indoguna Internasional yang tengah berproses memperoleh Participating Interest (PI) di sejumlah perusahaan migas.

Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Gedung Mahligai 9, Jumat (20/2/2026).

Menurut Al Haris, PT Jambi Indoguna saat ini sedang menjalani tahapan due diligence sebagai bagian dari proses pengambilan PI pada perusahaan migas seperti PetroChina dan Jetstone Energy.

“Prosesnya sudah berjalan dan kini masuk tahap due diligence. Kami berharap dukungan Komisi II agar percepatan persetujuan dan penerbitan SK dari Kementerian ESDM dapat segera terealisasi,” ujar Al Haris.

Participating Interest merupakan skema kepemilikan saham daerah dalam pengelolaan blok migas.

Jika proses ini tuntas, PT Jambi Indoguna berpeluang memperoleh kontribusi signifikan dari sektor energi yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Al Haris menegaskan, penguatan BUMD sektor energi menjadi langkah strategis dalam memperluas sumber pendapatan daerah, tidak hanya bergantung pada sektor konvensional.

“Kami ingin BUMD Jambi mampu mengambil peran nyata dalam pengelolaan sumber daya alam daerah,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Al Haris juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian ESDM, agar proses administrasi dan persetujuan PI tidak berlarut-larut.

Menurutnya, percepatan penerbitan surat keputusan akan memberikan kepastian hukum sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas di sektor migas Jambi.

Kunjungan kerja Komisi II DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II, Dede Yusuf, menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk menyampaikan aspirasi dan progres BUMD, termasuk PT Jambi Indoguna.

Dengan proses due diligence yang tengah berjalan dan dukungan regulasi yang diharapkan segera terbit, Al Haris optimistis PT Jambi Indoguna mampu menjadi motor baru penggerak ekonomi daerah berbasis energi.(*)




Modal Inti Rp3 Triliun Jadi Tantangan, Gubernur Optimistis Bank Jambi Tumbuh

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Target pemenuhan modal inti sebesar Rp3 triliun menjadi tantangan besar bagi Bank Jambi.

Meski demikian, Gubernur Jambi Al Haris menyatakan optimistis bank kebanggaan daerah itu mampu tumbuh dan meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Gedung Mahligai 9, Jumat (20/2/2026).

Ia menegaskan bahwa penguatan permodalan merupakan langkah strategis agar Bank Jambi tetap sehat, kompetitif, dan mampu memenuhi ketentuan regulator.

“Tantangan kita saat ini adalah pemenuhan modal inti Rp3 triliun sesuai regulasi OJK. Namun kami optimistis Bank Jambi mampu tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menjalankan skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jabar Banten.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis dan manajemen risiko.

Melalui skema tersebut, Bank Jambi tidak hanya mengejar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memperluas akses layanan keuangan hingga ke daerah pelosok.

Al Haris menyebutkan bahwa kinerja Bank Jambi saat ini menunjukkan tren yang positif.

Jaringan layanan terus berkembang dan kontribusi terhadap perekonomian daerah semakin nyata, khususnya dalam pembiayaan sektor UMKM.

Penguatan modal inti dinilai menjadi fondasi penting agar pertumbuhan tersebut semakin berkelanjutan dan mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, juga menekankan pentingnya tata kelola profesional bagi seluruh BUMD, termasuk bank daerah.

Ia mengingatkan agar BUMD dikelola secara transparan, berbasis kinerja, dan tidak menjadi beban fiskal daerah.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, momentum ini menjadi kesempatan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat demi mendorong Bank Jambi naik kelas.

Dengan strategi penguatan modal, kolaborasi KUB, dan dukungan regulasi, Al Haris yakin Bank Jambi mampu menjawab tantangan dan tumbuh sebagai institusi keuangan daerah yang tangguh dan berdaya saing tinggi.(*)




Bank Jambi Tunjukkan Tren Positif, Gubernur Al Haris Paparkan Skema KUB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan komitmennya memperkuat permodalan dan daya saing Bank Jambi di hadapan Komisi II DPR RI saat kunjungan kerja di Gedung Mahligai 9, belum lama ini.

Dalam paparannya, Al Haris menyebut kinerja Bank Jambi menunjukkan tren positif dan mampu menjangkau layanan hingga ke pelosok daerah.

Namun, tantangan utama yang kini dihadapi adalah pemenuhan ketentuan modal inti sebesar Rp3 triliun sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kinerja Bank Jambi terus membaik. Tantangan kita saat ini adalah penguatan modal inti Rp3 triliun agar sesuai regulasi dan semakin kompetitif,” ujar Al Haris.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Provinsi Jambi menjalankan skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jabar Banten.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kapasitas bisnis, serta memperluas akses layanan keuangan di Jambi.

Melalui skema tersebut, Bank Jambi diyakini dapat meningkatkan daya saing sekaligus menjaga stabilitas dan tata kelola perusahaan agar tetap sehat.

Al Haris juga menekankan bahwa Bank Jambi memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam pembiayaan UMKM dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia optimistis, dengan penguatan modal dan kolaborasi strategis, Bank Jambi mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memberi kontribusi signifikan bagi pembangunan di Provinsi Jambi.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, yang dalam arahannya menekankan pentingnya tata kelola profesional bagi seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Komisi II mendorong agar BUMD, termasuk bank daerah, dikelola secara transparan, berbasis kinerja, dan tidak menjadi beban fiskal daerah.

Forum dialog bersama kepala daerah se-Provinsi Jambi itu menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam meningkatkan kinerja BUMD, khususnya sektor perbankan daerah.

Dengan strategi penguatan modal dan dukungan regulasi yang tepat, Bank Jambi ditargetkan mampu tumbuh lebih agresif dan adaptif di tengah dinamika industri perbankan nasional.(*)




Diza Hazra Blak-blakan Soal 5.500 Sertifikat Zona Merah di Hadapan DPR RI

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, tampil tegas menyuarakan persoalan krusial yang dihadapi masyarakat Kota Jambi saat menghadiri Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI masa persidangan III tahun sidang 2025–2026 di Gedung Mahligai 9, belum lama ini.

Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, Diza secara langsung memaparkan persoalan lahan yang berdampak pada ribuan warga.

Termasuk polemik 5.500 sertifikat di Kecamatan Kotabaru yang masuk zona merah akibat dugaan tumpang tindih dengan aset milik Pertamina.

“Kami meminta agar klaim di atas lahan warga dicabut, batas aset diperjelas, dan ada langkah konkret untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” tegas Diza di forum tersebut.

Menurut Diza, tujuh kelurahan di Kecamatan Kotabaru terdampak persoalan zona merah. Ribuan sertifikat yang telah lama dimiliki warga kini menghadapi ketidakpastian akibat klaim aset.

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, telah beberapa kali beraudiensi dengan DPR RI untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pembentukan panitia khusus guna mempercepat penyelesaian konflik tersebut secara adil dan transparan.

Selain konflik agraria, Diza juga memaparkan progres pembangunan kolam retensi seluas kurang lebih 9 hektare yang ditargetkan mampu menekan dampak banjir hingga 60 persen di Kota Jambi.

Sebagian lahan telah dibebaskan melalui mekanisme ganti rugi.

Namun, terdapat sejumlah titik yang terindikasi sebagai sempadan jalan sehingga memerlukan kejelasan status hukum dari kementerian terkait.

“Kami sudah melakukan audiensi ke ATR/BPN, PUPR, dan Kemendagri untuk mempercepat kepastian hukum. Ini penting agar proyek pengendalian banjir segera berjalan optimal,” jelasnya.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, bersama anggota Taufan Pawe dan Azis Subekti.

Kehadiran mereka turut disambut Gubernur Jambi, Al Haris.

Dalam forum tersebut, Komisi II menyoroti tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), implementasi kebijakan satu peta (One Map Policy), serta percepatan penyelesaian konflik agraria melalui pembentukan pansus di tingkat DPR RI.

Bagi Diza, momentum ini menjadi kesempatan strategis untuk memastikan suara masyarakat Kota Jambi didengar langsung oleh pemerintah pusat.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanahnya. Pemerintah Kota Jambi akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas,” pungkasnya.(*)




Hidup Lebih Lambat Tapi Bermakna, Begini Tips Slow Living di Era Modern

SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah budaya serba cepat, konsep slow living semakin menarik perhatian.

Gaya hidup ini menekankan hidup lebih sadar, menikmati setiap momen, dan fokus pada hal-hal yang benar-benar bermakna.

Di media sosial, slow living sering digambarkan lewat pagi yang tenang, kopi hangat tanpa notifikasi, atau rutinitas yang tidak dikejar deadline.

Namun, menerapkan slow living dalam praktik tidak semudah sekadar melihat foto-foto estetik di media sosial.

Banyak orang merasa sulit memperlambat ritme hidup karena tekanan ekonomi, budaya produktivitas, dan teknologi yang terus menuntut perhatian.

Tantangan Slow Living

  1. Tekanan Ekonomi
    Banyak orang harus bekerja dengan jam panjang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan biaya hidup yang meningkat, memperlambat ritme kerja bukanlah keputusan mudah. Fleksibilitas waktu dan keamanan finansial menjadi kunci agar slow living bisa diterapkan.

  2. Budaya Kesibukan
    Dalam budaya modern, produktif sering diartikan selalu sibuk. Melambat sering dianggap kemunduran, bahkan saat beristirahat sebagian orang merasa bersalah karena tidak melakukan sesuatu yang “berguna”.

  3. Gangguan Teknologi
    Notifikasi, pesan instan, dan arus informasi membuat pikiran jarang benar-benar tenang. Slow living bukan hanya soal manajemen waktu, tapi juga disiplin digital agar waktu bisa dimanfaatkan secara sadar.

Cara Memulai Slow Living

Slow living tidak harus berarti perubahan drastis atau meninggalkan pekerjaan. Langkah kecil sudah bisa membuat perbedaan:

  • Sediakan waktu tanpa layar selama satu jam setiap hari.

  • Nikmati makan tanpa tergesa-gesa.

  • Hadir sepenuhnya saat berbicara dengan orang terdekat.

  • Menyederhanakan prioritas: pilih kegiatan dan peluang yang benar-benar layak mendapatkan energi dan waktu.

Intinya bukan pada seberapa lambat hidup berjalan, tetapi seberapa sadar kita menjalaninya.

Kesimpulan

Slow living bukan tentang melawan dunia cepat, melainkan menemukan ritme pribadi di tengahnya.

Gaya hidup ini bisa dibangun sedikit demi sedikit dan bukan kemewahan eksklusif, melainkan praktik kesadaran yang bisa diakses siapa pun. Konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalankannya.(*)




6 Manfaat Pare untuk Kesehatan Tubuh, dari Kontrol Gula Darah hingga Kulit Sehat

SEPUCUKJAMBI.ID – Pare dikenal sebagai sayuran dengan rasa pahit yang khas, namun jangan salah, sayuran ini menyimpan beragam manfaat untuk kesehatan tubuh.

Kandungan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan membuat pare layak dijadikan bagian dari pola makan sehat.

6 Manfaat Pare untuk Kesehatan

  1. Membantu Mengontrol Gula Darah
    Senyawa aktif dalam pare dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengatur kadar gula darah. Pare sering dijadikan pilihan untuk pola makan sehat, terutama bagi mereka yang berisiko diabetes.

  2. Menjaga Kesehatan Pencernaan
    Serat dalam pare melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit. Selain itu, serat membantu keseimbangan bakteri baik di usus, sehingga sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

  3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
    Vitamin C dan antioksidan dalam pare melindungi tubuh dari radikal bebas serta mendukung sistem imun agar lebih kuat dalam melawan infeksi.

  4. Membantu Menurunkan Berat Badan
    Pare rendah kalori namun tinggi serat, membuatnya ideal untuk program diet. Serat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengurangi konsumsi berlebih.

  5. Menjaga Kesehatan Jantung
    Serat dan antioksidan dalam pare membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Dengan kolesterol terkontrol, risiko gangguan jantung dan pembuluh darah bisa ditekan.

  6. Mendukung Kesehatan Kulit
    Nutrisi dalam pare membantu menjaga kulit tetap sehat dan melindungi dari kerusakan akibat faktor lingkungan.

Meski rasanya pahit, pare tetap bisa dinikmati dengan cara yang lebih lezat, misalnya direndam air garam sebelum dimasak atau dicampur dengan bahan lain dalam tumisan.

Konsumsi pare secara rutin dan dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

“Jangan biarkan rasanya yang pahit membuat Anda melewatkan manfaatnya. Dengan pengolahan tepat, pare bisa menjadi sayuran sehat yang mendukung kebugaran tubuh secara menyeluruh,” jelas ahli gizi.(*)




Cara Mengatasi Haus Saat Berpuasa, Cocok untuk Cuaca Panas dan Aktivitas Padat

SEPUCUKJAMBI.ID – Rasa haus menjadi salah satu tantangan terbesar saat menjalani puasa, terutama ketika cuaca panas atau aktivitas harian padat.

Tubuh yang tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam akan memberi sinyal berupa tenggorokan kering dan lemas.

Namun, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan sejak sahur hingga berbuka agar tubuh tetap terhidrasi lebih lama.

6 Langkah Agar Tubuh Tidak Cepat Haus Saat Puasa

  1. Penuhi Kebutuhan Cairan Saat Sahur
    Minumlah air putih cukup sebelum imsak. Konsumsi secara bertahap agar tubuh menyerapnya optimal. Pola minum teratur membantu tubuh memiliki cadangan cairan sepanjang hari.

  2. Hindari Minuman Berkafein
    Kopi, teh, atau minuman bersoda bersifat diuretik dan dapat membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Mengurangi kafein saat sahur membantu rasa haus datang lebih lambat.

  3. Pilih Makanan Kaya Air
    Buah dan sayuran seperti semangka, melon, mentimun, dan tomat membantu menjaga hidrasi tubuh. Mengonsumsi makanan ini saat sahur memperlambat munculnya rasa haus.

  4. Kurangi Makanan Asin dan Berlemak
    Garam berlebih bisa mempercepat kehilangan cairan, sedangkan makanan berlemak cenderung memperlambat pencernaan dan membuat tubuh kurang nyaman. Pilih menu sahur seimbang dengan karbohidrat kompleks, protein, dan sayuran.

  5. Minum Bertahap Saat Berbuka
    Hindari langsung minum banyak air sekaligus. Minum sedikit demi sedikit membantu tubuh menyerap cairan lebih baik dan mencegah perut kembung.

  6. Batasi Aktivitas Berat di Siang Hari
    Paparan sinar matahari dan aktivitas fisik berlebihan meningkatkan pengeluaran cairan melalui keringat. Atur jadwal aktivitas agar tidak terlalu menguras energi saat berpuasa.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi bukan hanya soal jumlah air yang diminum, tetapi juga pola makan dan kebiasaan sehari-hari.

Dengan strategi tepat, rasa haus bisa lebih terkendali, puasa tetap lancar, dan tubuh bugar hingga waktu berbuka.(*)




Goreng Saham, Empat Pihak Didenda OJK Total Rp 11,05 Miliar

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memberikan sanksi tegas terhadap praktik manipulasi pasar atau goreng saham, dengan total denda mencapai Rp 11,05 miliar.

Sanksi ini dijatuhkan kepada empat pihak atas pelanggaran yang terjadi antara 2016 hingga 2022.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengumumkan sanksi tersebut dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/2/2026).

“Hari ini OJK resmi mengenakan sanksi berupa denda, melalui pendekatan UNAFIA, total Rp 11,05 miliar kepada 4 pihak atas pelanggaran terkait manipulasi pasar pada beberapa saham antara 2016-2022,” ujar Hasan.

Rincian Sanksi OJK

  1. PT Dana Mitra Kencana – Denda Rp 2,1 miliar
    Terbukti melakukan transaksi tidak wajar pada saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melalui rekening terafiliasi untuk menciptakan ilusi likuiditas dan aktivitas perdagangan tinggi. Praktik ini membentuk harga tidak sesuai mekanisme pasar.

  2. UPT (perorangan) – Denda Rp 1,8 miliar
    Melakukan transaksi saham IMPC secara terkoordinasi, menciptakan gambaran semu pergerakan harga yang berpotensi menyesatkan investor.

  3. MLN (perorangan) – Denda Rp 1,8 miliar
    Terlibat dalam transaksi terstruktur saham IMPC yang tidak mencerminkan mekanisme pasar wajar. OJK menilai ini termasuk manipulasi pasar.

  4. BVN (influencer pasar modal) – Denda Rp 5,35 miliar
    Menyebarkan informasi menyesatkan dan melakukan transaksi yang memengaruhi harga saham, termasuk PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT MD Pictures Tbk, dan PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML). Praktik ini berpotensi memicu keputusan investasi berbasis informasi tidak akurat.

OJK menegaskan bahwa pendekatan UNAFIA (Unlawful Act in Financial Industry Activity) diterapkan untuk memastikan penegakan hukum berjalan efektif.

Regulator juga menekankan pengawasan perdagangan saham akan terus diperketat demi menjaga integritas pasar modal Indonesia sekaligus melindungi kepentingan investor.

“Pengawasan ketat dan sanksi tegas diperlukan agar pasar modal tetap sehat dan transparan. Investor harus dapat membuat keputusan investasi berdasarkan informasi yang akurat,” kata Hasan.(*)