Walikota Maulana: Jamsostek untuk Pekerja Rentan adalah Bentuk Keadilan Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat komitmen dalam memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi pekerja nonformal melalui program Kampung Bahagia, yang menjadi bagian dari strategi Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di tingkat kota.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa perlindungan sosial harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pekerja rentan yang selama ini belum terjangkau jaminan ketenagakerjaan.

“Kami ingin memastikan bahwa pekerja nonformal seperti pelaku UMKM, pengemudi ojek, hingga petugas syara’ mendapatkan hak perlindungan sosial yang sama. Ini adalah bagian dari keadilan sosial dan bentuk negara hadir di tengah masyarakat,” ujar Maulana, Kamis 22 Mei 2025.

Program Kampung Bahagia yang digagas Pemkot Jambi akan menyasar hingga tingkat Rukun Tetangga (RT), untuk memastikan bahwa jaminan sosial benar-benar menyentuh unit terkecil masyarakat.

Pada Mei 2025, Pemkot Jambi menargetkan peluncuran perlindungan Jamsostek untuk 1.300 petugas syara’, melanjutkan program yang sebelumnya telah menyasar 3.000 pekerja rentan dari sektor UMKM dan transportasi nonformal.

Langkah ini dinilai sebagai inovasi daerah dalam mendukung perluasan jaminan sosial, sejalan dengan target nasional dalam perluasan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara menyeluruh.(*)




Launching Akbar Jamsostek 2025, Kota Jambi Jadi Rujukan Nasional Perlindungan Pekerja Rentan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan program akbar bantuan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi tenaga kerja rentan dan pekerja keagamaan, Kamis (22/5).

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perluasan perlindungan sosial, serta masuk dalam agenda strategis pembangunan nasional (Asta Cita).

Program ini menyasar hampir 4.000 penerima manfaat, terdiri dari 3.000 pekerja rentan seperti buruh harian lepas, sopir, tukang parkir, dan pelaku UMKM, serta 1.316 pekerja keagamaan yang tergabung dalam program “Kampung Bahagia”.

Bantuan yang diberikan berupa perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Deputi Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan RI, Hendra Novriansah, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Jambi.

“Apresiasi kami luar biasa. Ini langkah awal yang konkret dari Pemkot Jambi dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Program ini bahkan bisa menjadi rujukan nasional untuk perlindungan pekerja rentan di daerah lain,” ujar Hendra.

Total manfaat yang diberikan mencapai lebih dari Rp56 miliar, mencakup santunan kematian minimal Rp42 juta, serta manfaat kecelakaan kerja hingga Rp70 juta.

Selain itu, ahli waris juga berhak atas beasiswa pendidikan untuk dua anak hingga jenjang kuliah.

Program ini merupakan bagian dari realisasi 100 hari kerja Wali Kota Jambi, dan menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap para pekerja nonformal yang selama ini belum terjamah perlindungan sosial negara.(*)




Disnaker Kota Jambi Verifikasi 3.000 Pekerja Rentan Terima JKK dan JKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan program bantuan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi tenaga kerja rentan, Kamis (22/5).

Program ini merupakan bagian dari realisasi 100 hari kerja Wali Kota Jambi untuk memberikan perlindungan sosial bagi para pekerja non-formal yang belum terjangkau jaminan ketenagakerjaan.

Launching akbar ini menyasar sedikitnya 15.000 tenaga kerja rentan, termasuk buruh harian lepas (BHL), pelaku UMKM, sopir angkot, tukang kayu, tukang parkir, serta pengemudi ojek pangkalan yang selama ini belum memiliki akses terhadap BPJS Ketenagakerjaan.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Jambi, Moncar Widaryanto menjelaskan bahwa dari total 15 ribu sasaran, baru sekitar 3.000 pekerja yang berhasil diverifikasi dan mulai menerima manfaat perlindungan, khususnya program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Tenaga kerja rentan seperti BHL dan ojek pangkalan sangat rawan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian. Dampaknya bisa sangat berat, tidak hanya bagi mereka sendiri tetapi juga bagi keluarga secara ekonomi dan sosial,” jelas Naruna.

Program ini menargetkan pekerja bukan penerima upah tetap dan akan dibiayai melalui APBD Kota Jambi sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap perlindungan sosial bagi seluruh warga.

Wali Kota Jambi dalam sambutannya menyatakan bahwa program ini akan terus dikembangkan hingga seluruh tenaga kerja rentan di Kota Jambi mendapatkan perlindungan sosial dasar.(*)




Wamen dan Gubernur Kompak Puji Walikota Jambi, Bima Arya : Inovasi Walikota Jambi Layak Jadi Percontohan Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Menteri (Wamen) Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi luar biasa terhadap penyelenggaraan Pemilihan Ketua RT (Pilkate) Serentak di Kota Jambi.

Dalam sambutannya di hadapan ribuan Ketua RT terpilih dan jajaran Pemkot Jambi, Wamen menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Wali Kota Jambi merupakan sebuah inovasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.

Sebagai mantan Wali Kota dua periode, eks Ketua APEKSI dan saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya mengaku baru kali ini menyaksikan pemilihan Ketua RT serentak yang tidak hanya demokratis, tetapi juga dikemas dalam bentuk pembinaan dan penguatan kapasitas.

Karena selain dilantik sebagai Ketua RT dan Pemangku Adat di wilayahnya, Ketua RT itu juga akan mengikuti retret (pembekalan) dari berbagai stakeholder terkait degan tugas-tugas RT.

“Inovasi ini akan saya laporkan langsung kepada Bapak Menteri dan Bapak Presiden. Karena belum pernah saya menyaksikan acara sebesar ini, bukan hanya pelantikan, tetapi juga retret Ketua RT serentak. Ini sungguh menjadi sejarah baru,” ungkapnya, Selasa (20/5/2025) dalam acara pelantikan Ketua RT serentak se-Kota Jambi.

Ia mengapresiasi dua hal utama dalam pelaksanaan Pilkate Kota Jambi.

Pertama, pelaksanaan berjalan dengan demokratis.

“PSU-nya pun hanya tujuh titik. Ini menandakan Kota Jambi teleh dewasa dalam berdemokrasi,” katanya.

Kedua, Pilkate dilaksanakan dengan pembiyaan secara swadaya. “Dengan anggaran yang sangat minim, Kota Jambi mampu menyelenggarakan pemilihan yang partisipatif dan tertib. Saya bangga menjadi bagian dari momentum sejarah ini,” tegasnya.

Wamen juga menyoroti makna penting dari penyelenggaraan secara serentak. Menurutnya, keserentakan bukanlah sekedar simbol atau seremonial belaka, tetapi bentuk strategi sinergi pemerintahan dari tingkat kota hingga ke lingkungan terkecil.

“Ini bukan gimmick. Ini adalah strategi kesinambungan program. Agar arah pembangunan dari pusat hingga ke tingkat RT bisa nyambung dan saling menguatkan,” tambahnya.

Kata Wamen, peran Ketua RT sangat penting, karena RT merupakan ujung tombak yang memahami karakteristik wilayah ditingkat dasar, oleh karenanya peran RT harus diperkuat.

“Ketua RT hari ini adalah ujung tombak pemerintahan. Mereka paling paham kondisi warga. Mereka tahu siapa yang putus sekolah, siapa yang butuh pekerjaan, hingga siapa yang harus disantuni. RT bukan hanya ujung tombak, tapi juga seringkali jadi ‘ujung tombok’. Maka, mereka harus kita perkuat,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Wamen juga mengapresiasi inisiatif Pilkate yang diselaraskan dengan penguatan wilayah melalui program Kampung Bahagia, dimana setiap RT akan mendapatkan bantuan pembiyaan program pembangunan langsung untuk RT.

“Terobosan pak Wali Kota bukan hanya pemilihan serentak, pelantikan serentak, bukan juga retret saja, tapi juga bantuan dana untuk RT, yang insyaAllah tahun ini akan dilakukan piloting atau uji coba yang akan dimulai di 67 RT,” kata Wamen.

Ia juga berpesan agar Ketua RT dapat mengelola keuangan RT nya secara transparan dan tepat sasaran.

“Semoga Bapak/Ibu sekalian sebagai ujung tombak ini bisa menjadi yang terdepan menjalankan program-program pro rakyat sebagaimana cita-cita Bapak Presiden Prabowo yaitu, rakyat bisa makan dan sehat ; rakyat bisa mendapatkan pendidikan ; dan rakyat bisa mendapatkan perkerjaan. Targetnya membawa Indonesia menjadi negara maju 2045,” tekannya.

Diakhir amanatanya, Wamen kembali menegaskan apresiasinya atas Pilkate ini. Ia menyebut Pilkate Kota Jambi layak menjadi percontohan.

“Pak Wali, pak gubernur titip inovasi ini menjadi best practices, untuk percontohan bagi daerah-daerah lainnya,” pesannya.

“Selamat kepada Kota Jambi. Ini bukan hanya sukses Pilkate, tapi juga sukses menciptakan sejarah baru bagi Indonesia,” pungkas Wamendagri itu.

Selain memberikan arahan, Wamen Bima Arya juga berkesempatan memasang pin kepada perwakilan Ketua RT yang dilantik.

Seblumnya Wali Kota Jambi Maulana mengungkapkan, pemilihan dan pelantikan Ketua RT serentak ini dilatarbelakangi apa yang dilakukan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto beberapa waktu lalu yang dinilai sebagai bukti konkret penguatan demokrasi dari tingkat komunitas.

“Mudah-mudahan Ketua RT dengan masa jabatan yang sama dengan Kepala Daerah selama 5 tahun, sebagai Garda Terdepan di tengah-tengah masyarakat ini menjadi titik awal untuk sinergi bersama-sama dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia, yang tentunya sejalan dalam pembangunan Provinsi dan Nasional,” ungkap Maulana.

Terkait dengan program Kampung Bahagia 100 juta per RT, Maulana menjelaskan, terlebih dahulu akan ada 67 RT sebagai percontohan, sebelum dilakukan menyeluruh terhadap RT se-Kota Jambi.

“Kita akan terus sosialisasikan ditahun ini dan 67 sebagai pilot project, sehingga di tahun berikutnya seluruh persiapannya telah berjalan dengan matang akan diterapkan menyeluruh di semua RT,” jelasnya.

Retret dilakukan, jelas Maulana, juga merupakan ajang silahturahmi dan sebagai ajang pertukaran inovasi antar Ketua RT, sehingga bisa bersama-sama mewujudkan pembangunan melalui program pusat hingga daerah.

Tercatat sebagai sejarah demokrasi di Indonesia, Maulana juga menyebut, Pelaksanaan Pemilihan Ketua RT serentak ini akan di filmkan oleh sutradara Nasional yang tertarik kepada tahapan proses perjalanan demokrasi lokal di kota Jambi.

“Saya telah meminta film yang dibuat ini sebagai lokasinya tetap di kota Jambi, sebagai pemanfaatan ajang promosi daerah dari berbagai bidang, dan merangkul para Ketua RT sebagai pemain yang merupakan pelaku sejarah,” sebutnya.

Dirinya berharap, dengan telah dilantik dan dikukuhkan nya Ketua RT sebagai pemangku adat dapat menjalankan amanah dengan baik dan terus melakukan sinergi bersama pemerintah.

“Kami bersama DPR sedang menyusun Peraturan Daerah tentang Hukum Adat yang nantinya akan diberlakukan dalam pelaksanaannya, sehingga jika ada masalah di tingkat RT sengketa kecil cukup diselesaikan dengan hukum adat di mana pemangku adatnya para ketua RT melalui Restorasi Justice,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana juga menyinggung terkait pentingnya pendidikan anak usia dini melalui Posyandu yang turut membutuhkan peran dari Ketua RT.

“Kita telah memiliki Tim Pembina Posyandu hingga tingkat Kelurahan, yang juga merupakan ujung tombak bagi anak-anak generasi bangsa, yang kini memiliki enam SPM tidak hanya bidang kesehatan, namun juga segi pendidikan. Maka dari itu, sebagai Garda terdepan, peran Ketua RT sangat penting,” ucap Maulana.

“Dengan dipilih langsung oleh masyarakat, saya yakin yang terpilih adalah yang terbaik untuk menjalankan program yang dimulai dari bawah. Kuncinya adalah kebersamaan dan gotong royong agar sama menyukseskan apa yang kita inginkan untuk memberikan yang terbaik bagi tanah pilih pusako batuah,” ppungkas Maulana.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jambi Al Haris juga turut mengungkapkan kebanggaannya atas gebrakan Pemilihan Ketua RT serentak yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dibawah kepemimpinan Maulana-Diza.

“Pemilihan telah berlangsung sukses, dan kedepannya bagaimana para Ketua RT yang saat ini baru dilantik benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat, sehingga terbangunlah sistem pemerintahan yang kuat di Kota Jambi dan menjadi Etalase, khususnya bagi daerah-daerah di Provinsi Jambi,” ungkap Al Haris.

Al Haris juga mengatakan, pentingnya keberadaan lembaga adat ditengah-tengah masyarakat, yang saat ini di kota Jambi perannya telah ada dipundak para Ketua RT yang telah turut dikukuhkan sebagai pemangku adat.

“Peran Ketua RT ini kedepan berat karena juga sebagai Pemangku Adat. Kita berhadap Pak Maulana akan terus bisa menjaga kerja sama yang baik ini,” kata Gubernur.

“Terselenggaranya Pemilihan Ketua RT yang baik secara proses ini membuktikan demokrasi lokal di kota Jambi berjalan. Selamat bertugas bagi bapak ibu semua. Semoga dilakukan retret ini begitu membekas, pertanda bahwa kita sebagai anak bangsa yang ingin merekatkan rasa cinta kita, semangat kita untuk membangun daerah kita masing-masing,” singkat Gubernur Jambi Al Haris.

Dengan telah dilantik dan dikukuhkan nya para Ketua RT se-Kota Jambi ini membuktikan komitmen 1.650 Ketua Rt telah siap bersinergi bersama Pemkot Jambi guna mendukung program visi-misi Kota Jambi Bahagia secara akuntabilitas dan transparansi yang melibatkan semua elemen masyarakat.

Dalam Retret yang digelar selama satu hari itu, Wali Kota Maulana juga turut menjadi Narasumber utama yang memaparkan terkait Ketua RT sebagai Garda Terdepan Membangun Kota Jambi Bahagia.

Diikuti Kapolresta Jambi Kombes Pol Sutan Binanga Siregar, Panit Subnit Identifikasi Unit Idensos Satgaswil Jambi Densusu 88 AT Polri Sudiro, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jambi Sukiman, mewakili Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Hamid, Kepala BNN Kota Jambi Kombes Pol Katino, mewakili Dandim 0415/Jambi Marliaus Paser, mewakili Kajari Jambi Heru Duwi Admojo, Anggota DPRD Kota Jambi Zayadi yang memberikan pemaparan terkait tupoksi dibidang masing-masing.

Dalam pelaksanaan retret tesebut, bersama Kementerian HAM dan BNN, Wali Kota Jambi Maulana juga turut melaunching barcode Call Center dan Laduan HAM sebagai penguatan kapasitas HAM.

Serta Deklarasi Ketua RT mewujudkan Kota Jambi Bersih Narkoba (Bersinar).

Turut hadir pada pelantikan Ketua RT tersebut, Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Yoga Cahya Prasetya, Kakan Kemenag Kota Jambi Abd Rahman, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan beserta jajaran Pemkot Jambi, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, serta tamu undangan lainnya.

Sebagai apresiasi Pemerintah Kota Jambi terhadap Pemilihan Ketua RT yang telah berjalan aman dan lancar, Pemerintah Kota juga turut memberikan penghargaan kepada kategori pelaksanaan Pemilihan terinovasi, sebagai berikut:

1. RT 01, Kelurahan Kasang Jaya

2. RT 14, Kelurahan Kenali Asam

3. RT 02, Kelurahan Cempaka Putih

4. RT 26, Kelurahan Simpang IV Sipin

5. RT 20, Kelurahan Sungai Asam

6. RT 21, Kelurahan Sungai Putri

7. RT 02, Kelurahan Arab Melayu

8. RT 13, Kelurahan Simpang Rimbo

9. RT 03, Kelurahan Talang Bakung

10. RT 06, Kelurahan Tanjung Raden

11. RT 10, Kelurahan Pasir Putih.(*)




Ular 25 Kilo Bikin Heboh! Evakuasi Damkar Kota Jambi Bongkar Saluran Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Lorong Widuri 2, Kelurahan Paal 5, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, digemparkan oleh penemuan seekor ular sanca raksasa yang bersarang di dalam gorong-gorong permukiman.

Ular sepanjang 3,5 meter dengan berat mencapai 25 kilogram itu diduga telah berada di lokasi selama hampir lima hari.

Kekhawatiran warga pun memuncak, hingga akhirnya mereka melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi pada Selasa (20/5) sore.

“Kami langsung menurunkan enam anggota ke lokasi setelah menerima laporan,” kata Kepala Dinas Damkar Kota Jambi, Mustari Affandy, saat dikonfirmasi malam harinya.

Namun, proses evakuasi tak berjalan mulus. Ular bersembunyi di saluran air yang tertutup cor beton, sehingga tim terpaksa membongkar sebagian gorong-gorong dengan bantuan warga.

“Selain akses yang sulit, ular juga sangat agresif. Bahkan sempat melilit salah satu petugas kami,” ungkap Mustari.

Beruntung, dengan peralatan lengkap dan kerja tim yang sigap, ular berhasil ditangkap dalam waktu sekitar 10 menit. Tidak ada korban luka dalam kejadian ini.

Mustari mengimbau masyarakat untuk tidak gegabah menangani hewan liar, terutama jenis reptil seperti ular.

“Kalau menemukan hewan berbahaya, segera hubungi petugas. Jangan ambil risiko sendiri,” tegasnya.

Ular sanca tersebut kini sudah diamankan oleh tim Damkar untuk selanjutnya diserahkan ke instansi terkait.(zen)




Wamendagri Bima Arya: Kota Jambi Jadi Contoh Nasional, Pelantikan RT Serentak Pertama dalam Sejarah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pelantikan serentak Ketua RT se-Kota Jambi yang digelar pada Rabu, 21 Mei 2025.

Ia menyebut pelantikan ini bukan hanya bersejarah bagi Kota Jambi, tetapi juga menjadi inspirasi nasional dalam membangun sinergi dan kolaborasi dari tingkat akar rumput.

“Saya sudah dua kali menjadi Wali Kota, tiga tahun menjadi Ketua Apeksi, dan tujuh bulan menjabat Wamendagri. Tapi belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Kota Jambi hari ini mencatat sejarah luar biasa,” ujar Bima Arya dalam sambutannya.

Ia menilai, pelantikan RT secara serentak ini menjadi bagian dari transformasi demokrasi lokal yang nyata.

Terlebih, proses ini berlangsung tanpa adanya gugatan hukum, menunjukkan kedewasaan demokrasi di Kota Jambi.

“Saya salut, tidak ada satu pun gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Ini bukti Kota Jambi sudah dewasa secara politik dan berdedikasi tinggi. Bahkan prosesnya swadaya, rakyat menjadi aktor utama perubahan,” ungkapnya.

Bima Arya juga menyoroti bahwa, tahun 2024 dan 2025 merupakan momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

Pilkada serentak yang pertama kali diselenggarakan pada November 2024 menjadi upaya menyelaraskan arah pembangunan pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Pada Februari 2025, pelantikan kepala daerah serentak oleh Presiden RI menjadi sejarah baru.

“Hari ini di Kota Jambi, dua sejarah itu bertemu: pelantikan serentak dan pengukuhan RT sebagai pemangku adat. Ini bukan hanya peristiwa lokal, tapi nasional. Saya akan laporkan kepada Menteri dan Presiden agar menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tambahnya.

Ia juga memberi pesan bahwa, pelantikan RT ini bukan hanya tentang administrasi, tetapi juga membangun harapan dan kepemimpinan dari bawah.

“Siapa tahu, dari Ketua RT yang hari ini dilantik, kelak lahir pemimpin Jambi, bahkan pemimpin nasional. Karena inilah bibit inovasi dan transformasi nyata dari rakyat untuk negara,” tutupnya.(*)




Ketua RT Dilantik dan Dikukuhkan Sebagai Pemangku Adat, Maulana: Ini Sejarah Bagi Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan sambutan inspiratif dalam pelantikan Ketua RT se-Kota Jambi periode 2025–2030 yang digelar pada Rabu, 21 Mei 2025.

Dalam pidatonya, Maulana menegaskan bahwa pelantikan serentak ini merupakan sejarah baru bagi Kota Jambi, serta menjadi titik awal penguatan sinergi pembangunan di tingkat akar rumput.

“Ini adalah sejarah pertama di Kota Jambi, Ketua RT dilantik secara serentak dan diselaraskan masa jabatannya dengan RPJMD,” kata dia.

“Ini bukan sekadar pelantikan, tapi sebuah langkah strategis menyatukan visi pembangunan dari tingkat paling bawah,” ujar Maulana.

Wali Kota menyebut bahwa proses pemilihan Ketua RT dilakukan tanpa alokasi anggaran dari APBD.

Hal ini membuktikan bahwa partisipasi dan kesadaran masyarakat sangat tinggi dalam mendukung proses demokrasi di tingkat lingkungan.

“Tidak ada anggaran dari APBD untuk pemilihan RT. Semuanya murni hasil gotong royong dan keterlibatan warga. Tentu ada dinamika, tapi inilah demokrasi yang sesungguhnya,” tambahnya.

Ia juga menyebut bahwa kegiatan pelantikan ini terinspirasi dari konsep retreat, yang bertujuan menciptakan ruang perkenalan dan kolaborasi antar-Ketua RT agar terjalin kekompakan sejak awal masa jabatan.

“Dengan begini, para Ketua RT bisa saling mengenal dan memahami perannya. Tidak ada yang bisa bekerja sendiri, semua harus saling mendukung,” katanya.

Selain dilantik sebagai Ketua RT, para ketua lingkungan ini juga dikukuhkan sebagai pemangku adat di wilayah masing-masing, sebuah sejarah baru yang mencerminkan sinergi antara pemerintah dan lembaga adat Melayu.

Wali Kota Maulana menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh Ketua RT bekerja dengan tulus, membangun lingkungan masing-masing, dan menjadi bagian dari perubahan positif di Kota Jambi.(*)




Sinergi Pemerintah dan Adat: Ketua RT Resmi Jadi Pemangku Adat di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Aswan Hidayat Usman, secara resmi mengukuhkan para Ketua RT se-Kota Jambi sebagai pemangku adat di wilayahnya masing-masing.

Pengukuhan ini berlangsung bersamaan dengan pelantikan Ketua RT periode 2025–2030, pada Rabu, 21 Mei 2025.

Momen sakral ini ditandai dengan pemasangan lacak, penutup kepala khas adat Melayu Jambi, kepada perwakilan Ketua RT.

Pemasangan lacak dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, dan Wakil Wali Kota Jambi, sebagai simbol pengukuhan tanggung jawab adat dan sosial di tengah masyarakat.

“Ketua RT tidak hanya memegang amanah administratif, tetapi juga memikul tanggung jawab sebagai penjaga nilai-nilai adat dan budaya di lingkungannya,” ujar Aswan Hidayat Usman dalam sambutannya.

Ketua LAM Kota Jambi menekankan pentingnya peran Ketua RT sebagai pemimpin yang mampu menjaga kearifan lokal, serta menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga adat.

Wali Kota Maulana juga mendukung penuh pengukuhan ini dan menyatakan bahwa pelibatan adat dalam kepemimpinan RT menjadi kekuatan kultural yang penting dalam membangun Kota Jambi secara holistik.

“Melalui pelestarian adat, kita perkuat identitas dan karakter masyarakat Jambi. Ketua RT kini menjadi garda terdepan, baik secara administratif maupun kultural,” tegas Maulana.

Pengukuhan Ketua RT sebagai pemangku adat ini menjadi langkah penting dalam sinergi antara pemerintah dan lembaga adat, serta sebagai upaya pelestarian budaya di era modern.(*)




Walikota Jambi Lantik Ketua RT Periode 2025–2030, Tekankan Pentingnya Kekompakan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, secara resmi melantik Ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kota Jambi untuk masa jabatan 2025–2030 pada Rabu, 21 Mei 2025.

Pelantikan yang digelar secara serentak ini menjadi momen penting dalam memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat paling bawah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan harapan besar kepada para Ketua RT yang baru dilantik.

Ia menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama antar-RT maupun dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan.

“Tidak ada yang hebat sendiri. Ketua RT harus kompak, karena tantangan ke depan semakin kompleks. Kolaborasi dan kebersamaan menjadi kunci utama membangun Kota Jambi,” ujar Maulana dalam naskah pelantikannya.

Sebagai bagian dari prosesi pelantikan, perwakilan Ketua RT menerima penyematan pin secara simbolis serta penyerahan Surat Keputusan (SK) sebagai tanda pengesahan tugas dan wewenang mereka selama lima tahun ke depan.

Pemerintah Kota Jambi menaruh harapan besar pada peran aktif para Ketua RT dalam mendukung program-program pembangunan, menjaga ketertiban lingkungan, serta memperkuat jalinan sosial di tengah masyarakat.

Pelantikan Ketua RT Kota Jambi 2025 ini diharapkan menjadi langkah awal membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi kemajuan Kota Jambi yang lebih baik.(*)

 




Era Digital, Warga Binaan Lapas Muara Bungo Didorong Kuasai Kewirausahaan UMKM

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jambi, Hidayat, mengajak warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara Bungo untuk aktif meningkatkan keterampilan di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam kunjungannya di ruang kegiatan kerja Lapas Muara Bungo, Hidayat menegaskan pentingnya membangun mindset kewirausahaan bagi warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan.

“Berikan pelatihan dan pendampingan kepada warga binaan agar dapat mengelola UMKM secara lebih profesional, efisien, dan berdampak,” tegas Hidayat dalam arahannya, Selasa (20/05/2025).

Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang terus berubah, pelaku UMKM dituntut untuk mampu berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta membangun usaha yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, pembinaan kewirausahaan di dalam lapas harus menyesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini, termasuk penggunaan teknologi digital.

Program pembinaan keterampilan UMKM di Lapas Muara Bungo bertujuan menciptakan narapidana yang tidak hanya siap kembali ke masyarakat, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi.

Warga binaan dibekali dengan berbagai keterampilan seperti kerajinan tangan, pengolahan makanan, serta pemasaran berbasis digital.

Dengan program ini, diharapkan warga binaan dapat menjalani kehidupan pasca-pembebasan dengan lebih baik, serta menjadi pelaku UMKM yang berdaya saing di tengah masyarakat.(*)